BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LkjIP) DINAS PERTANIAN KABUPATEN MAGETAN 2015

RENCANA STRATEGIS DINAS PERTANIAN KABUPATEN MAGETAN

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Kedudukan, Tugas, Fungsi dan Kewenangan

LAPORAN KINERJA (LKJ)

BAB. I PENDAHULUAN. untuk menilai Kinerja Dinas Pertanian dan Perkebunan beserta perangkat-perangkatnya.

POHON KINERJA TAHUN 2017 DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN

RENCANA AKSI DINAS PERTANIAN DAN PANGAN KAB. BLITAR TH 2018

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Kedudukan, Tugas, Fungsi dan Kewenangan

PENETAPAN KINERJA ( PK ) TAHUN 2013 (REVISI) DINAS PERTANIAN PROVINSI JAWA TIMUR

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016

LAMPIRAN USULAN RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBANGUNAN PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA TAHUN 2015

BUPATI TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 91 TAHUN 2008

SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 46 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA

IKU TAHUN 2017 SUB BAGIAN UMUM, KEPEGAWAIAN, KEUANGAN DAN ASET DINAS PERTANIAN KABUPATEN JOMBANG INDIKATOR KINERJA TARGET

Renja BP4K Kabupaten Blitar Tahun

PENDAHULUAN. Dinas Perkebunan Provinsi Riau Laporan Kinerja A. Tugas Pokok dan Fungsi

2. RENSTRA SKPD (Ringkasan) DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN SIAK

RENCANA KINERJA TAHUN 2017 DINAS PERTANIAN KABUPATEN PACITAN

BUPATI TASIKMALAYA KEPUTUSAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG URAIAN TUGAS UNIT DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN KABUPATEN TASIKMALAYA

BAB I PENDAHULUAN. 1. Perumusan kebijakan tehnis dan perencanaan program kerja bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura

9.b PENGUKURAN PENCAPAIAN PERJANJIAN KINERJA KABUPATEN SIAK TAHUN 2016 (CAPAIAN KINERJA SKPD BERDASARKAN TARGET RPJMD)

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TA DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN

Trenggalek, Mei Kepala Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Trenggalek

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

Indikator Kinerja Utama (IKU)

BAGIAN PEREKONOMIAN DINAS PERTANIAN ,95 JUMLAH

GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA

IV.B.13. Urusan Wajib Ketahanan Pangan

L A P O R A N AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH ( L A K I P ) DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN GARUT TAHUN 2014

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TA DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN

DINAS PERTANIAN, TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA. Halaman 358

FUNGSI : a. Perumusan kebijakan teknis di bidang pertanian yang meliputi tanaman pangan, peternakan dan perikanan darat b.

Realisasi Kinerja Program dan kerangka pendanaan Tahun Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 47 TAHUN 2016 TENTANG

INDIKATOR KINERJA UTAMA

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

KATA PENGANTAR. Jakarta, Desember Direktur Alat dan Mesin Pertanian, Ir. Bambang Santosa, M.Sc NIP

BUPATI TASIKMALAYA PERATURAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 33 TAHUN 2008 TENTANG

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 DINAS PERTANIAN DAN KEHUTANAN KABUPATEN BOGOR

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP)

Renstra BKP5K Tahun

Tabel 2.1 Rekapitulasi Hasil Renja SKPD sampai dengan Triwulan II Tahun 2015 Dinas Pertanian Kabupaten Lebak

BUPATI TANAH LAUT PERATURAN BUPATI TANAH LAUT NOMOR 40 TAHUN 2014 T E N T A N G

4.b PENETAPAN KINERJA (PK) TAHUN 2014 (SEKRETARIS & KEPALA BIDANG)

PROGRAM DAN KEGIATAN. implementasi strategi organisasi. Program kerja operasional merupakan proses

ISU STRATEGIS DAN ARAH KEBIJAKAN

1. RENSTRA SKPD DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN SIAK

I. PENDAHULUAN. perekonomian nasional. Peran terpenting sektor agribisnis saat ini adalah

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

Indikator Kinerja, Target dan Realisasi Pada Sasaran

BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI GROBOGAN NOMOR 67 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK, FUNGSI, URAIAN

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN Visi dan Misi Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Tasikmalaya

2. RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2015 DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN SIAK

KEPUTUSAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 608 TAHUN 2003 TENTANG URAIAN TUGAS DINAS PERTANIAN, KEHUTANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN JEMBRANA BUPATI JEMBRANA,

CASCADING KINERJA DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATE

RENCANA AKSI TAHUN 2017 DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN

6. RENCANA AKSI KINERJA (RAK) TAHUN 2015 DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN SIAK

WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU

6. RENCANA AKSI KINERJA (RAK) TAHUN 2016 DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN SIAK

RENSTRA BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF D I N A S P E R T A N I A N

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KLATEN,

II. PENGUKURAN KINERJA

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 85 TAHUN 2016 TENTANG

11. HASIL EVALUASI (MONITORING) RENCANA AKSI KINERJA DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN SIAK

LKPJ Walikota Semarang Akhir Tahun Anggaran 2015

PEMERINTAH KABUPATEN JEMBER

BERITA DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 6 TAHUN 2009 PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH TAHUN 2017 KABUPATEN BLITAR. RKPD: DINAS PERTANIAN DAN PANGAN hal 1 dari 10

PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI, DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN, PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN KABUPATEN TEMANGGUNG

LAMPIRAN PERJANJIAN KINERJA NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA SATUAN TARGET PROGRAM KEGIATAN ALOKASI ANGGARAN (RP)

RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENJA SKPD) DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN SIAK TAHUN ANGGARAN 2014

29 Januari LEMBARAN DAERAH KABUPATEN JEMBER TAHUN /D

PENGUKURAN KINERJA PRIORITAS KEEMPAT

PERUBAHAN RENCANA KERJA TAHUN (Sesuai Perubahan RKPD)

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN SIAK. Tahun Anggaran 2014

INDIKATOR KINERJA INDIVIDU. 2. TUGAS : melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan strategis, koordinasi, pembinaan, pengendalian dan

BAB I PENDAHULUAN. Laporan Kinerja Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Madiun Th

DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH. PEMERINTAH KOTA SUNGAI PENUH Tahun Anggaran 2016

RENCANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

INDIKATOR KINERJA UTAMA Tahun Visi : " Jawa Timur sebagai Pusat Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura untuk Kesejahteraan Petani "

BAB III KEBIJAKAN PEMBANGUNAN TAHUN Target. Realisasi Persentase URAIAN (Rp)

PERNYATAAN PERUBAHAN PERJANJIAN KINERJA SKPD DINAS PERTANIAN PERIKANAN DAN PETERNAKAN KOTA BLITAR PERUBAHAN PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016

RANCANGAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN GARUT TAHUN PEMERINTAH KABUPATEN GARUT

LAPORAN KINERJA DINAS TANAMAN PANGAN DAN PETERNAKAN LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH KABUPATEN PACITAN (LKJ.IP) KABUPATEN PACITAN

POHON KINERJA DINAS PERTANIAN

WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 84 TAHUN 2016 TENTANG

RENCANA KERJA TAHUN ANGGARAN 2016

BAB I PENDAHULUAN. Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Utara merupakan bagian dari. Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dan merupakan unsur penunjang yang

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

BAB I P E N D A H U L U A N. 1. Latar Belakang

Jayapura, 30 Desember 2015 Kepala Dinas, Ir. SEMUEL SIRIWA, M.Si Pembina Utama Muda NIP KATA PENGANTAR

PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA BARAT DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) KATA PENGANTAR

RENCANA KERJA DINAS TANAMAN PANGAN DAN PERKEBUNAN TAHUN 2015

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Berdasarkan Peraturan Bupati Magetan nomor 14 tahun 2011 tentang Perubahan atas peraturan Bupati Magetan nomor 61 tahun 2008 tentang tugas pokok dan fungsi Dinas Pertanian Kabupaten Magetan, Tugas, Fungsi, dan Struktur organisasi Dinas Pertanian Kabupaten Magetan terdiri dari: A. KEPALA DINAS Kepala Dinas mempunyai tugas memimpin, melaksanakan koordinasi dalam merumuskan perencanaan kebijakan, pengawasan dan pengendalian dalam penyelenggaraan pembangunan di bidang Pertanian. B. SEKRETARIS Sekretaris mempunyai tugas melaksanakan administrasi, koordinasi, perencanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan, pembinaan administrasi umum, kepegawaian dan perlengkapan rumah tangga. 1) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian 2) Sub Bagian Keuangan 3) Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan C. BIDANG SARANA PRASARANA DAN PERLINDUNGAN TANAMAN mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standarisasi dibidang Sarana Prasarana dan Perlindungan Tanaman. Fungsi: 1) Penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang peningkatan dan pengembangan sarana prasarana dan perlindungan tanaman. 2) Pelaksanaan kebijakan bidang peningkatan dan pengembangan sarana prasarana dan perlindungan tanaman. 3) Penyiapan bahan rancangan kebijakan umum di bidang peningkatan dan pengembangan sarana prasarana dan perlindungan tanaman 4) Pembinaan Teknis, monitoring dan evaluasi di bidang peningkatan dan pengembangan sarana prasarana dan perlindungan tanaman; dan 5) Melakukan tugas-tugas dinas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas. Bidang Sarana Prasarana Dan Perlindungan Tanaman membawahi: a. Seksi Pengelolaan Lahan dan Air b. Seksi Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura c. Seksi Sarana dan Prasarana Pertanian

D. SUB BIDANG PENGEMBANGAN TANAMAN PANGAN mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standarisasi di bidang peningkatan dan pengembangan produksi tanaman pangan. Fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang peningkatan dan pengembangan produksi tanaman pangan. b. pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan dan pengembangan produksi tanaman pangan. c. penyiapan bahan rancangan kebijakan umum di bidang peningkatan dan pengembangan produksi tanaman pangan. d. pembinaan teknis, monitoring dan evaluasi di bidang peningkatan dan pengembangan produksi tanaman pangan. e. melaksanakan tugas-tugas dinas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas. Bidang Pengembangan Tanaman Pangan membawahi: a. Seksi Pengembangan Tanaman Padi b. Seksi Pengembangan Tanaman Jagung dan Serealia c. Seksi Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian 5. SUB BIDANG HORTIKULTURA DAN ANEKA TANAMAN mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standarisasi dibidang peningkatan dan pengembangan produksi hortikultura dan aneka tanaman. Fungsi a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang peningkatan dan pengembangan produksi tanaman hortikultura dan aneka tanaman; b. pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan dan pengembangan produksi tanaman hortikultura dan aneka tanaman; c. penyiapan bahan rancangan kebijakan umum di bidang peningkatan dan pengembangan produksi tanaman hortikultura dan aneka tanaman; d. pembinaan teknis, monitoring dan evaluasi di bidang peningkatan dan pengembangan produksi tanaman hortikultura dan aneka tanaman;dan e. melaksanakan tugas-tugas dinas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas. Bidang Hortikultura Dan Aneka Tanaman membawahi: a. Seksi Pengembangan Tanaman Hias dan Biofarmaka b. Seksi Pengembangan Tanaman Buah-buahan c. Seksi Pengembangan Tanaman Sayuran

6. BIDANG PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standarisasi dibidang permodalan, pengolahan dan pemasaran hasil pertanian; Fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengolahan dan pemasaran hasil pertanian; b. pelaksanaan kebijakan di bidang pengolahan dan pemasaran hasil pertanian; c. penyiapan bahan rancangan kebijakan umum di bidang pengolahan dan pemasaran hasil pertanian; d. pembinaan teknis, monitoring dan evaluasi di bidang pengolahan dan pemasaran hasil pertanian;dan e. melaksanakan tugas-tugas dinas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas. Bidang Permodalan Pengolahan Dan Pemasaran Hasil membawahi: a. Seksi Pengembangan Usaha Pertanian b. Seksi Pengembangan Pasca Panen c. Seksi Pemasaran Hasil Pertanian 7. UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS adalah pelaksana teknis yang mempunyai tugas melaksanakan sebagaian tugas dan dibentuk sesuai dengan kebutuhan yang mempunyai wilayah kerja meliputi satu atau beberapa Kecamatan dalam Kabupaten. I.2. DASAR HUKUM Laporan akuntabilitas kinerja instansi (LKJIP) dinas pertanian Kabupaten Magetan disusun atas dasar : 1. Inpres nomor 9 tahun 2011 tentang rencana aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi tahun 2011. 2. Peraturan Daerah Kabupaten Magetan nomor 13 tahun 2002 tentang perubahan pertama Peraturan Daerah Kabupaten Magetan Nomor 28 tahun 2000 tentang susunan organisasi Dinas Daerah Kabupaten Magetan. 3. Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang nomor 8 tahun 2005. 4. Undang Undang nomor 33 Tahun 2004 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan daerah.

6. Peraturan pemerintah nomor 65 tahun 2005 tentang pedoman penyusunan dan penerapan standar pelayanan minimal. 7. Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 6 tahun 2007 tentang petunjuk teknis penyusunan dan penerapan standar pelayanan minimal. 8. Permendagri nomor 21 tahun 2011 tentang perubahan kedua atas Permendagri nomor 13 tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan. 9. Peraturan Daerah Kabupaten Magetan nomor 4 tahun 2006 tentang organisasi dan tata kerja Dinas Daerah Kabupaten Magetan. 10. Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah 11. Peraturan Presiden nomor 29 tahun 2014 tentang sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. 12. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan reformasi Birokrasi nomor 53 tahun 2014 tentang petunjuk teknis perjanjian kinerja, pelaporan kinerja dan tata cara review atas laporan kinerja instansi Pemerintah. 13. Surat Edaran Mendagri nomor 100/1023/SJ tanggal 26 maret 2012 tentang percepatan pelaksanaan penerapan dan pencapaian standar pelayanan minimal di Daerah.

I.2. Isu-Isu Strategis. Sektor pertanian khususnya tanaman pangan dan hortikultura di Kabupaten Magetan berperan besar dalam rangka penyediaan pangan untuk mendukung ketahanan pangan lokal maupun nasional dalam memenuhi hak atas pangan (the right to food). Selain itu juga mempunyai peranan penting dalam mewujudkan pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan khususnya petani. Sektor pertanian masih memiliki potensi untuk ditingkatkan apabila berhasil menangani kendala-kendala yang meliputi produktivitas, efisiensi usaha, konversi lahan pertanian, keterbatasan sarana dan prasarana pertanian, serta terbatasnya kredit dan infrastruktur pertanian. Secara khusus sarana dan prasarana pertanian dan sumber daya dibidang pertanian belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Beberapa kendala dan masalah yang dihadapi sektor pertanian adalah : (I) Rendahnya kesejahteraan dan relatif tingginya tingkat kemiskinan petani. (II) Lahan pertanian yang semakin menyempit. (III) Akses ke sumberdaya produktif yang terbatas dan diiringi dengan rendahnya kualitas SDM.

(IV) Penguasaan teknologi masih rendah. (V) Belum optimalnya pengolahan sumberdaya pertanian. (VI) Lemahnya infra struktur ( fisik dan non fisik ) di sektor pertanian pada khususnya dan perdesaan pada umumnya. Dalam rangka mendukung peningkatan pendapatan petani ini aspek pengembangan agribisnis terutama komoditas non pangan sangat penting untuk dikembangkan. Dinamika lingkungan strategis pada abad 21 yang diperhitungkan akan sangat mempengaruhi pembangunan pertanian antara lain : a. Globalisasi dan perdagangan bebas. b. Perubahan iklim akibat pemanasan global. c. Tekanan kebutuhan pangan yang terus meningkat karena pertambahan penduduk. d. Timbulnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap manfaat produk pangan organik.

II.1. Rencana Kinerja BAB II PERENCANAAN KINERJA Penyusunan program pembangunan pertanian Kabupaten Magetan untuk tahun 2013 2018 akan terus berlanjut dan diprioritaskan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Magetan serta sesuai dengan visi Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Magetan yang Adil, Mandiri, dan Bermartabat dengan misi Menggairahkan Perekonomian Daerah Melalui Berbagai Program Pengungkit dan Optimalisasi Pengembangan SDM dan Pengelolaan SDA yang Berwawasan Lingkungan. Dari visi dan misi itu dijabarkan dalam program-program yaitu : program peningkatan produksi pertanian/perkebunan, program peningkatan ketahanan pangan (pertanian/perkebunan), program peningkatan kesejahteraan petani, program peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan, program pemberdayaan penyuluh pertanian/perkebunan lapangan serta program peningkatan pemasaran hasil pertanian. Program-program tersebut diterapkan oleh kabupaten Magetan dengan mengaplikasikan dalam berbagai kegiatan-kegiatan. II.2. rencana Kinerja Tahun 2016 No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target 1 Meningkatnya Pertumbuhan Jumlah binaan gapoktan 218 ekonomi lokal dengan dan poktan memperhatikan kebijakan ekonomi regional, nasional dan global Produktifitas tanaman pangan (ton/ha): Padi 6,30 Jagung 5,28 Kedele 1,88 Promosi hasil produk 3 pertanian/perkebunan Peningkatan sarana dan prasarana pertanian/perkebunan (indeks pertanaman) Produksi Pertanian Sayur (ton) Buah (ton) 2,40 54.820 48.769

2 Tersedianya Dana pendamping PUAP 3 Tersedianya sentra penjualan buah-buahan unggulan daerah 4 Terwujudnya kawasan sentra buah-buahan 5 Meningkatnya areal tanam sayuran (bawang putih, bawang merah dan labu merah) 6 Menumbuhkan kawasan buahbuahan (kelengkeng) 7 Terwujudnya pemanfaatan pekarangan dan halaman 8 Meningkatnya nilai tambah produk pertanian 9 Meningkatnya kualitas produk dan keamanan pangan 10 Meningkatnya pemakain benih unggul Kelas Kelompok Tani Utama 106 Madya 254 Lanjut 235 Pemula 117 jumlah peserta 200 orang sosialisasi Jumlah peserta 150 orang pelatihan Jumlah pelaksana 450 orang monev Jumlah pembangunan 2 unit lapak pasar hortikultura Jumlah pengembangan areal buah-buahan melon strawbery Jumlah bantuan bibit tanaman dan bokhasi bawah putih bawang merah labu merah bokhasi Jumlah bantuan bibit kelengkeng Jumlah bantuan benih sayuran Jumlah bantuan alat pasca panen dan pengolahan hasil corn seller pedal threser pencuci wortel Olahan jagung alat pengolah keripik Terpal paddy mower Jumlah peserta sekolah lapang (SLGAP) SLGAP melon SLGAP Pamelo SLGAP Jeruk keprok Jumlah bantuan sarana produksi padi benih padi pupuk organik hayati agen hayati 1 ha 0,25 ha 1000 kg 2000 kg 300 saset 35000 kg 382 batang 18 kecamatan 7 unit 13 unit 2 unit 1 unit 1 unit 39 unit 26 unit 250 orang 250 orang 250 orang 31169 kg 240000 kg 6000 liter

11 Meningkatnya pemakain benih unggul 12 Meningkatnya pemakain benih unggul 13 Meningkatnya pemakaian pupuk hayati 14 Memperluas jaringan pemasaran hasil pertanian 15 Meningkatnya pelayanan alsintan 16 Meningkatnya pelayanan irigasi (JIT)dan jalan usaha tani (JUT) 17 Meningkatnya pelayanan irigasi (JIT) 18 Meningkatnya pelayanan irigasi (JIT)dan jalan usaha tani (JUT) 19 Terlaksananya perencanaan dan pengawasan 20 Terciptanya stabilisasi harga pupuk 21 Meningkatnya pemakaian benih padi dan kentang yang bermutu 22 Meningkatnya pembuatan/pemakaian pemanfaatan musuh alami dalam pegendalian OPT 23 Menumbuhkan kawasan buahbuahan (jeruk keprok) 24 Terwujudnya pemantapan/pengembangan kawasan pamelo Jumlah bantuan sarana produksi jagung Benih jagung pupuk organik hayati Jumlah bantuan sarana produksi kacang tanah benih kacang pupuk organik hayati Jumlah bantuan sarana produksi ubi jalar (pupuk hayati) Jumlah promosi produk unggulan daerah Jumlah bantuan alsintan dan pupuk hayati hand traktor cultivator pupuk organik hayati Jumlah rehap JIT dan JUT Jumlah pembangunan dan rehap jaringan irigasi tersier Jumlah rehap JIT dan JUT Jumlah jasa perencanaan Jumlah peserta osialisasi perbup tentang pendistribusian pupuk bersubsidi dan penyusunan RDKK Sosialisasi Penyusunan RDKK Jumlah areal penangkaran benih bersertifikat Padi Kentang Jumlah bantuan rumah burung hantu Jumlah bantuan bibit jeruk keprok Jumlah bantuan bibit pamelo 1795 kg 22000 kg 3300 kg 18600 kg 18750 kg 4 kali 21 unit 8 unit 27675 kg 10 titik 20 titik 30 titik 1 paket 217 orang 1019 orang 20 ha 1 ha 100 unit 10000 batang 27315 batang

25 Terwujudnya kegiatan penyuluhan dan penyusunan programa tingkat kecamatan/kabupaten 26 Meningkatnya pelayanan masyarakat Jumlah penyusunan programa penyuluhan pertanian kabupaten/kecamatan Terwujudnya laporan IKM 1 unit 75,56

BAB III Akuntabilitas Kinerja A. Capaian Kinerja Organisasi. Hasil evaluasi pelaksanaan kinerja Dinas Pertanian dilihat dari pelaksanaan tahun 2016 yang mengacu pada APBD tahun berjalan. Selanjutnya dikaitkan dengan pencapaian target Renstra SKPD berdasarkan realisasi program dan kegiatan pelaksanaan kinerja SKPD tahun-tahun sebelumnya. Review hasil evaluasi pelaksanaan kinerja SKPD tahun lalu, dan realisasi Renstra SKPD mengacu pada hasil laporan kinerja tahunan SKPD dan/atau realisasi APBD untuk SKPD yang bersangkutan. Evaluasi pelaksanaan kinerja dapat dilihat pada tabel II.2 Analisis Kinerja Pelayanan SKPD Pengukuran capaian kinerja Dinas Pertanian Kabupaten Magetan Tahun 2016 diukur digunakan untuk mengetahui keberhasilan Dinas Pertanian Kabupaten Magetan dalam melaksanakan program dan kegiatan selama 1 (satu) tahun anggaran. Indikator kinerja yang digunakan adalah indikator kinerja sasaran, yang dirumuskan dalam Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Magetan Tahun 2014-2018. Capaian indikator kinerja sasaran Dinas Pertanian Kabupaten Magetan merupakan tingkat pencapaian target dari indikator kinerja sasaran yang dicapai pada Tahun 2016, diukur dengan membandingkan nilai indikator kinerja sasaran antara realisasi dengan target, yang ditampilkan dalam bentuk persentase (%). Hasil pengukuran kinerja sasaran Dinas Pertanian Kabupaten Magetan diuraikan sebagai berikut: No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi % 1 Jumlah binaan 218 218 100 Meningkatnya gapoktan dan Pertumbuhan ekonomi lokal poktan dengan memperhatikan kebijakan ekonomi regional, nasional dan global Produktifitas tanaman pangan (ton/ha): Padi 6,30 6,39 101,43 Jagung 5,28 6,86 129,92 Kedele 1,88 1,30 69,15 Jumlah promosi hasil produk pertanian/perkebun an Peningkatan sarana dan prasarana pertanian/perkebun an (IP) 3 4 133 2,40 2,44 101,67

2 Tersedianya Dana pendamping PUAP 3 Tersedianya sentra penjualan buah-buahan unggulan daerah 4 Terwujudnya kawasan sentra buah-buahan 5 Meningkatnya areal tanam sayuran (bawang putih, bawang merah dan labu merah) 6 Menumbuhkan kawasan buah-buahan (kelengkeng) 7 Terwujudnya pemanfaatan pekarangan dan halaman 8 Meningkatnya nilai tambah produk pertanian Produksi Pertanian Sayur (ton) 54820 98.046 178,85 Buah (ton) 48769 34.882 71,52 Kelas Kelompok Tani Utama 106 69 65,09 Madya 254 203 79,92 Lanjut 235 321 136,60 Pemula 117 119 101,71 Jumlah peserta 200 orang 200 orang 100 sosialisasi Jumlah peserta 150 orang 150 orang 100 pelatihan Jumlah pelaksana monev 450 orang 450 orang 100 Jumlah 2 unit 2 unit 100 pembangunan lapak pasar hortikultura Jumlah pengembangan areal buah-buahan melon 1 ha 1 ha 100 strawbery 0,25 ha 0,25 ha 100 Jumlah bantuan bibit tanaman dan bokhasi bawah putih 1000 kg 1000 kg 100 bawang merah 2000 kg 2000 kg 100 labu merah 300 saset 300 saset 100 bokhasi 35000 kg 35000 kg 100 Jumlah bantuan bibit kelengkeng Jumlah bantuan benih sayuran jumlah bantuan alat pasca panen dan pengolahan hasil 382 batang 382 batang 100 18 kecamatan 18 kecamatan 100 corn seller 7 unit 7 unit 100 pedal threser 13 unit 13 unit 100 pencuci wortel 2 unit 2 unit 100 Olahan jagung 1 unit 1 unit 100 alat pengolah 1 unit 1 unit 100 keripik terpal 39 unit 39 unit 100 paddy mower 26 unit 26 unit 100 9 Meningkatnya kualitas produk dan keamanan pangan Jumlah peserta sekolah lapang (SLGAP) SLGAP melon 250 orang 250 orang 100 SLGAP Pamelo 250 orang 250 orang 100 SLGAP Jeruk keprok 250 orang 250 orang 100

10 Meningkatnya pemakain benih unggul 11 Meningkatnya pemakain benih unggul 12 Meningkatnya pemakain benih unggul 13 Meningkatnya pemakaian pupuk hayati 14 Memperluas jaringan pemasaran hasil pertanian 15 Meningkatnya pelayanan alsintan 16 Meningkatnya pelayanan irigasi (JIT)dan jalan usaha tani (JUT) 17 Meningkatnya pelayanan irigasi (JIT) 18 Meningkatnya pelayanan irigasi (JIT)dan jalan usaha tani (JUT) 19 Terlaksananya perencanaan dan pengawasan 20 Terciptanya stabilisasi harga pupuk 21 Meningkatnya pemakaian benih padi dan kentang yang bermutu Jumlah bantuan sarana produksi padi benih padi 31169 kg 31169 kg 100 pupuk organik 240000 kg 240000 kg 100 hayati agen hayati 6000 liter 6000 liter 100 Jumlah bantuan sarana produksi jagung Benih jagung 1795 kg 1795 kg 100 pupuk organik hayati 22000 kg 22000 kg 100 Jumlah bantuan sarana produksi kacang tanah benih kacang 3300 kg 3300 kg 100 pupuk organik hayati 18600 kg 18600 kg 100 Jumlah bantuan 18750 kg 18750 kg 100 sarana produksi ubi jalar (pupuk hayati) Jumlah promosi 3 kali 4 kali 133 produk unggulan daerah Jumlah bantuan alsintan dan pupuk hayati hand traktor 21 unit 21 unit 100 cultivator 8 unit 8 unit 100 pupuk organik hayati Jumlah rehap JIT dan JUT Jumlah pembangunan dan rehap jaringan irigasi tersier Jumlah rehap JIT dan JUT Jumlah jasa perencanaan 27675 kg 27675 kg 100 10 titik 10 titik 100 20 titik 20 titik 100 30 titik 30 titik 100 1 paket 1 paket 100 Jumlah peserta sosialisasi perbup tentang pendistribusian pupuk bersubsidi dan penyusunan RDKK Sosialisasi 217 orang 217 orang 100 Penyusunan RDKK 1019 orang 1019 orang 100 Jumlah areal penangkaran pembenihan Padi 20 ha 20 ha 100 Kentang 1 ha 1 ha 100

22 Meningkatnya pembuatan/pemakaian pemanfaatan musuh alami dalam pegendalian OPT Jumlah bantuan rumah burung hantu 100 unit 100 unit 100 4 Menumbuhkan kawasan buah-buahan (jeruk keprok) Jumlah bantuan bibit jeruk keprok 10000 batang 10000 batang 100 25 Terwujudnya pemantapan/pengembanga n kawasan pamelo Jumlah bantuan bibit pamelo 27315 batang 27315 batang 100 26 Terwujudnya kegiatan penyuluhan dan penyusunan programa tingkat kecamatan/kabupaten 27 Meningkatnya pelayanan masyarakat Jumlah penyusunan programa penyuluhan pertanian kabupaten/kecamat an Terwujudnya laporan IKM 1 paket 1 paket 100 72,00 75,56 104,94 Keterangan: Produktifitas padi dan jagung dapat mencapai diatas sasaran yang ditetapkan, produktifitas kedelai dibawah sasaran yang ditetapkan karena tahun 2016 curah hujan tinggi sepanjang tahun sehingga pertumbuhan tanaman kedelai tidak optimal, sedangkan pencapaian produksi sayur dan buah sangat fluktoatif setiap tahunnya. Selanjutnya analisa dan evaluasi kinerja diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab keberhasilan dan ketidak berhasilan kinerja yang pada akhirnya dapat disimpulkan adanya masalah kinerja sebagai bahan pengambilan keputusan manajemen untuk meningkatkan kinerja melalui alokasi, distribusi dan regulasi. Dinas Pertanian Kabupaten Magetan sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah yang didalamnya terdapat beberapa Sub Pelaksana baik setingkat Bidang maupun Seksi sebagai pelaksana program dan kegiatan maka segala pencapaian komponen Renstra tidak dapat dilepaskan dengan tugas dan fungsi masingmasing Sub Pelaksana Program dan Kegiatan sesuai dengan tingkat kewenangan yang diberikan. Untuk menilai sejauh mana keberhasilan dan ketidak berhasilan sasaran maka digunakan skala ordinal sebagai berikut: No JUMLAH KATEGORI 1 2 3 4 85 sampai dengan 100 70 s/d kurang dari 85 55 s/d kurang dari 70 Kurang dari 55 Sangat baik Baik Cukup baik kurang

Secara garis besar sasaran-sasaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Kinerja Tahun 2016, telah dapat dicapai oleh Dinas Pertanian Kabupaten Magetan dengan performance kinerja Dinas Pertanian pada tahun 2015 adalah sebagai berikut: 1. Sasaran Meningkatkan luas tanam. Peningkatan luas tanam padi, sasaran 54.571 ha tercapai 55.092 ha (100,95 %), Berdasarkan skala ordinal maka capaian kinerja sasaran termasuk dalam kategori sangat baik 2. Sasaran meningkatnya produktifitas. Peningkatan produktifitas padi, sasaran 63,00 kw/ha tercapai 63,90 kw/ha (101,43%) Berdasarkan skala ordinal maka capaian kinerja sasaran termasuk dalam kategori sangat baik. 3 Penurunan intensitas serangan Hama dan Penyakit Tanaman, sebesar 1,6 % tercapai 1,00 %, dengan tingkat capaian kinerja sasaran tercapai rata-rata 375 %. Berdasarkan skala ordinal maka capaian kinerja sasaran termasuk dalam kategori sangat baik. Ketercapaian tersebut didukung adanya pengadaan: rumah burung hantu tahun anggaran 2015 sebanyak 56 unit sedangkan tahun anggaran 2016 sebanyak 100 unit dan pelatihan pembuatan agenshayati pada 18 kecamatan. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya pengadaan rumah burung hantu 100 unit, capaian kinerja tahun 2016 meningkat rata-rata 100 % 4. Sasaran mendorong peningkatan luas tanam buah-buahan dan meningkatkan produksi sayur dan buah, dimana produksi sayur mencapai 98.046 ton dari sasaran 54.820 ton tercapai 178,85 % dari sasaran yang ditetapkan, sedangkan produksi buah mencapai 34.882 ton dari sasaran 48.769 ton tercapai 71,52 % dari sasaran yang ditetapkan Berdasarkan skala ordinal maka capaian kinerja sasaran termasuk dalam kategori baik. 5. Penanganan pasca panen; Peningkatan jumlah alsin pasca panen padi merupakan salah satu usaha untuk mengurangi kehilangan hasil saat perontokkan dan meningkatkan kualitas hasil, rata-rata sasaran kehilangan hasil sebesar 2,3 % tercapai 2 % dengan tingkat capaian kinerja sasaran 130,43%. Berdasarkan skala ordinal maka capaian kinerja sasaran termasuk dalam kategori sangat baik Ketercapaian tersebut didukung oleh ketersediaan anggaran yang cukup 6. Sasaran Mengembangkan pemasaran; Untuk mengukur pencapaian sasaran tersebut ditetapkan indikator peningkatan wilayah pemasaran. Indikator tersebut dimaksudkan untuk mengukur

pencapaian sasaran dalam pelaksanaan program 1 (satu) program dan 1 (satu) kegiatan, yaitu; Program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian / perkebunan dengan kegiatan promosi atas hasil produksi pertanian / perkebunan unggulan daerah. Target capaian kinerja sasaran dengan 1 (satu) indikator tersebut tercapai rata-rata 100%. Berdasarkan hasil pelaksanaan program dan kegiatan yang mendukung pencapaian sasaran di ketahui bahwa dari target indikator promosi komoditas unggulan, sebanyak 3 kali dilaksanakan 3 kali tercapai 100 %, dengan tingkat capaian kinerja sasaran tercapai 100%. Berdasarkan skala ordinal maka capaian kinerja sasaran termasuk dalam kategori sangat baik; Ketercapaian tersebut didukung dengan adanya kegiatan mengikuti pameran baik di tingkat kabupaten maupun provinsi serta secara aktif mengikuti pasar lelang. 7. Sasaran Meningkatkan akses permodalan kelompok tani Untuk mengukur pencapaian sasaran tersebut ditetapkan indikator peningkatan serapan modal ke kelompok tani. Indikator tersebut dimaksudkan untuk mengukur pencapaian sasaran dalam pelaksanaan program 1 (satu) program dan 1 (satu) kegiatan, yaitu; Program Peningkatan Kesejahteraan Petani dengan kegiatan Peningkatan Kemampuan Lembaga Petani. Target capaian kinerja sasaran pada Pengembangan Usaha Agribis Pedesaan (PUAP) di 231 Gapoktan dari jumlah 235 desa dan kelurahan se Kabupaten Magetan indikator tersebut tercapai 100%. Berdasarkan skala ordinal maka capaian kinerja sasaran termasuk dalam kategori sangat baik; Ketercapaian tersebut didukung adanya kegiatan pendampingan monitoring dan evaluasi pelaksanaan PUAP. 8. Sasaran meningkatkan mutu dan nilai tambah. Untuk mengukur pencapaian sasaran tersebut ditetapkan indikator pelaksanaan kegiatan Sekolah Lapang Good Agricultural Practices (SLGAP), Target capaian kinerja sasaran 3 poktan tercapai 3 poktan dengan tingkat capaian kinerja sasaran tercapai 100%. Berdasarkan skala ordinal maka capaian kinerja sasaran termasuk dalam kategori sangat baik 9. Sasaran Meningkatkan SDM Pertanian. Untuk mengukur pencapaian sasaran tersebut ditetapkan indikator Meningkatkan SDM Pertanian. Indikator tersebut dimaksudkan untuk mengukur pencapaian sasaran dalam pelaksanaan program 1 (satu) program dan 2 (dua) kegiatan, yaitu; Program pemberdayaan penyuluh pertanian, yang terdiri dari Peningkatan kapasitas tenaga penyuluh pertanian / perkebunan, Kegiatan

Penyuluhan dan pendampingan bagi pertanian / perkebunan. Target capaian kinerja sasaran adalah 181 orang tenaga penyuluh dengan tingkat capaian kinerja sasaran tercapai 100%. Berdasarkan skala ordinal maka capaian kinerja sasaran termasuk dalam kategori sangat baik; Ketercapaian tersebut didukung adanya kegiatan penyuluhan dan pendampingan bagi pertanian/perkebunan yang didukung adanya 181 penyuluh pertanian, 822 kelompok tani dan 231 gabungan kelompok tani. B. Realisasi Anggaran Program Anggaran Realiasai I PELAYANAN ADMINISTRASI PERKANTORAN 618,000,000 611.746.668 Kegiatan I Penyediaan jasa dan Pelayanan administrasi perkantoran 618,000,000 611.746.668 II PENINGKATAN SARANA PRASARANA APARATUR 1,676,500,000 1.559.099.600 Kegiatan 2 Pembangunan Gedung Kantor 417,500,000 312.074.000 3 Pengadaan Peralatan Gedung Kantor 335,000,000 332.211.000 4 Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor 684,000,000 674.877.000 5 Pemeliharaan Rutin/berkala kendaraan dinas 200,000,000 199.937.600 6 Pemeliharaan Rutin/berkala peralatan gedung kantor 40,000,000 40.000.000 III PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETANI 2,093,400,000 1.998.591.000 kegiatan 8 Peningkatan kemampuan lembaga petani 80,000,000 80.000.000 9 Pengembangan agribisnis tanaman hias dan 244.900.000 230.391.100 biofarmaka 10 Pengembangan Agribisnis Biah-buahan 990,000,000 981.408.500 11 Pengembangan Agrobisnis sayuran (bawang putih dan bawang merah) 13 Pengembangan dan pengadaan bibit buahbuahan IV PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN (PERTANIAN/ PERKEBUNAN) kegiatan 14 Penyusunan Database potensi produksi pangan 15 Pemanfaatan pekarangan untuk Pengembangan pangan 16 Penangan pasca panen dan pengolahan hasil pertanian 345,950,000 277.456.000 432,550,000 429.335.400 2,666,150,000 2.637.037.660 50.000.000 49.995.890 234,950,000 233.796.400 497,000,000 495.401.320 17 Peningkatan mutu dan keamanan pangan 515,000,000 505.122.250 18 Peningkatan produksi dan produktifitas padi 891,700,000 891.624.300 19 Peningkatan produksi dan produktifitas jagung 252,500,000 251.313.750 20 Peningkatan produksi dan produktifitas kacang 100,000,000 100.000.000

tanah 21 Peningkatan produksi dan produktifitas ubi 75,000,000 59.843.750 jalar 22 Peningkatan produksi dan produktifitas kedele 50,000,000 50.000.000 Program/kegiatan V PENINGKATAN PEMASARAN HASIL PROMOSI PERTANIAN /PERKEBUNAN kegiatan 925,000,000 921.728.800 23 Promosi atas hasil produksi 425,000,000 424.870.000 pertanian/perkebunan unggulan daerah 24 Penyediaan sarana dan prasarana agrowisata 500.000.000 496.858.800 VI PENINGKATAN PENERAPAN TEKNOLOGI 20,588,462,379 20.268.876.800 kegiatan 25 Pemeliharaan rutin/ berkala sarana dan prasarana teknologi pertanian/perkebunan tepat guna 26 Penyediaan Prasarana dan sarana pengelolaan air 27 Pengadaan sarana dan prasarana teknologi budidaya pertanian 28 Pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana teknologi pertanian 29 Pendampingan penyediaan dan pengembangan sarana dan prasarana pertanian 30 Penyediaan Sarana dan Prasarana Pengelolaan Air dan Lahan (DAK) VII kegiatan PENINGKATAN PRODUKSI PERTANIAN/ PERKEBUNAN 1.500,000,000 1.480.213.200 1,525.924.129 1.509.774.650 885.450.000 867.124.150 9.212.742,500 9.049.792.000 357.000,000 294.532.500 7,107,345,750 7.067.470.300 2,889,200,000 2.695.050.875 29 Penyediaan sarana produksi 199,700,000 199.374.400 pertanian/perkebunan 30 Pengembangan bibit unggul 785,000,000 777.240.675 pertanian/perkebunan 31 Pengendalian OPT 400,000,000 386.353.100 32 Pengembangan kawasan jeruk keprok 354,000,000 33 Pengembangan Kawasan Pamelo 595.700.000 34 Pengembangan dan Pemantapan Kawasan Buah Unggulan Daerah 554,800,000 206.942.250 588.087.800 537.052.650 Program/kegiatan VII PEMBERDAYAAN PENYULUH PERTANIAN/ PERKEBUNAN 540,000,000 kegiatan 35 Penyuluh dan pendampingan bagi pertanian / perkebunan 540,000,000 539.785.000 539.785.000

IX kegiatan MENGINTENSIFKAN PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT 0 0 36 Survey indeks kepuasan masyarakat 0 0 Jumlah 31.996.712.379 31.334.003.403 Keterangan: Realisasi pelaksanaan anggaran dari jumlah anggran Rp.31.996.712.379,- terealisasi Rp.31.334.003.403,- ( 97,93 %) sisa anggaran sebesar Rp.662.708.976,- (2,07 %), sisa anggaran ini disebabkan selain efisiensi penggunaan anggaran juga adanya musim hujan yang panjang sehingga berpengaruh pada beberapa jenis tanaman yang membutuhkan musim kering.

BAB IV PENUTUP Secara umum Dinas Pertanian Kabupaten Magetan pada Tahun 2016 telah melaksanakan tugas dan fungsi dalam penyelenggara administrasi umum pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Cerminan dari hasil pelaksanaan tugas tersebut secara operasional telah dapat dilihat dari pelaksanaan program dan kegiatan pada masing-masing Bidang dalam mencapai sasaran. Pencapaian sasaran yang telah ditetapkan Dinas Pertanian Kabupaten Magetan pada tahun 2016 diukur berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Sesuai dengan indikator kinerja sebagai penterjemahan dari Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Magetan Tahun 2014-2018, sasaran yang telah ditetapkan untuk dicapai pada tahun 2016 terdiri 9 (sembilan ) sasaran. Secara umum, pencapaian 9 (sembilan ) sasaran dicapai oleh Dinas Pertanian Kabupaten Magetan dengan kategori sangat baik. Mudah mudahan penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Pertanian Kabupaten Magetan ini dapat menjadi pedoman dalam melaksanakan kegiatan pembangunan pertanian di Kabupaten Magetan sehingga dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat. Magetan, Pebruari 2017 KEPALA DINAS PERTANIAN KABUPATEN MAGETAN Ir. EDDY SUSENO Pembina Utama Muda NIP. 19620926 198903 1 013