SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 6 MALANG

dokumen-dokumen yang mirip
UKBM SOSIOLOGI 3.2/4.2/1/4-4

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 6 MALANG

UKBM 3.4/4.4/1/4 BAHASA INDONESIA

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 6 MALANG

UKBM BIO

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 6 MALANG

UKBM PPKN-1.2/2.2/3.2/4.2/1/2

UNIT KEGIATAN BELAJAR (UKB 2.6.1) a. Nama Mata Pelajaran : Matematika X (Wajib) b. Semester : Genap c. Kompetensi Dasar :

UNIT KEGIATAN BELAJAR (UKB PABP ) a. Nama Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti b. Semester : Genap c. Kompetensi Dasar :

Sistem persamaan tiga variabel

UKBM BIO

UKBM SEJARAH 3.4/4.4/1/4-1

UKBM SOSIOLOGI 3.1/4.1/1/1-1

UKBM SEJARAH 3.7/4.7/1/7-1

UKBM BIO

UKBM 3.3/4.3/1/3 BAHASA INDONESIA

1. Identitas a. Nama Mata Pelajaran : Matematika X (Peminatan) b. Semester : ganjil c. Kompetensi Dasar :

3.2 menganalisis sebaran flora dan fauna di Indonesia dan dunia berdasarkan karakteristik ekosistem

1. Identitas a. Nama Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas X Wajib b. Semester : Ganjil (1) c. Kompetensi Dasar :

UNIT KEGIATAN BELAJAR (UKB)

UKBM FIS-3.1/4.1/1/1-1

UKBM SEJARAH 3.2/4.2/1/2-1

UNIT KEGIATAN BELAJAR MANDIRI (UKBM)

UKBM SEJARAH 3.6/4.6/1/6-1

1. Identitas a. Nama Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam b. Semester : I c. Kompetensi Dasar :

UNIT KEGIATAN BELAJAR MANDIRI (UKBM)

TRIGONOMETRI III GRAFIK, IDENTITAS DAN PERSAMAAN TRIGONOMETRI

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 6 MALANG

UNIT KEGIATAN BELAJAR (UKB KIM ) 3.8 Menganalisis sifat larutan berdasarkan daya hantar listriknya

1. Identitas a. Nama Mata Pelajaran : Bahasa Jepang b. Semester : 1 c. Kompetensi Dasar : 3.3 dan 4.3

3.10 menganalisis substansi, strategi, dan penyebab keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah

UNIT KEGIATAN BELAJAR MANDIRI

1. Identitas a. Nama Mata Pelajaran : Seni Budaya X (Wajib) b. Semester : Ganjil c. Kompetensi Dasar :

FIS-3.2/4.2/3/2-2 ELASTISITAS. a. Nama Mata Pelajaran : Fisika b. Semester : 3 c. Kompetensi Dasar :

1. Identitas a. Nama Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam b. Semester : I c. Kompetensi Dasar :

1. Identitas a. Nama Mata Pelajaran : PJOK X ( IPA dan IPS ) b. Semester : 1 c. Kompetensi Dasar :

Fis-3.4/4.4/1/4-4. Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM) Fantasi Gerak Lurus. Untuk Kelas X SMAN 5 MATARAM

MENYAMPAIKAN IDE MELALUI ANEKDOT

DINAMIKA ROTASI DAN KESETIMBANGAN BENDA TEGAR

RUANG DAN WAKTU DALAM SEJARAH

UNIT KEGIATAN BELAJAR (UKB PABP )

INSTRUMEN PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ANEKDOT DI KELAS X SMA NEGERI 1 METRO TAHUN PELAJARAN 2013/2014

MATA PELAJARAN : BAHASA DAN SASTRA SUNDA SATUAN PENDIDIKAN : SMP/MTs. KELAS / SEMESTER : IX / 1 : MEMANDU ACARA KOMPETENSI INTI :

1. Identitas a. Nama Mata Pelajaran : Pend. Agama Islam dan Budi Pekerti b. Semester : genap c. KompetensiDasar :

KIM d. Indikator Pencapaian Kompetensi:

BAB 1 PENDAHULUAN. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik

I. PENDAHULUAN. kepada seseorang untuk mengembangkan potensi diri agar semua potensi yang

BAB I PENDAHULUAN. sosialnya. Manusia berkomunikasi menggunakan bahasa. Bahasa merupakan

2016 PENGEMBANGAN MULTIMEDIA TUTORIAL BERBASIS GENIUS LEARNING PADA PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ANEKDOT

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kegiatan pembelajaran di sekolah dapat dikatakan berhasil apabila

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Lampiran 2. Lembar Kerja Siswa 1. Lembar Kerja Siswa 1. K s. Aritmatika Sosial. Harga Jual, Harga Beli, Untung, Rugi. Matematika.

SILABUS PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

I. PENDAHULUAN. Komunikasi merupakan kebutuhan mendasar bagi manusia. Sebagai makhluk. konvensi (kesepakatan) dari masyarakat pemakai bahasa tersebut.

PROGRAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SEKOLAH DASAR KELAS VI SEMESTER 1

UNIT KEGIATAN BELAJAR MANDIRI (UKBM ASMAUL HUSNA)

Lampiran 1 Kriteria Pengukuran Instrumen Sikap Sosial

FIS-3.3/4.3/5/3-3. Fluida Statis UNTUK KELAS XI MIPA SMA NEGERI 5 MATARAM

I. PENDAHULUAN. keinginan, dan perbuatan-perbuatannya, serta sebagai alat untuk memengaruhi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

SILABUS MATA PELAJARAN : STRATEGI PEMASARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

BAB I PENDAHULUAN. seseorang dalam berbahasa. Terdapat empat keterampilan berbahasa

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KURIKULUM 2013

SILABUS MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMA DAN MA (WAJIB)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

ANGKET PENELITIAN. Negeri se-kota Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013. adalah yang sesuai dengan keadaan diri Anda sebenarnya.

1. Identitas a. Nama Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti b. Semester : Genap c. Kompetensi Dasar :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

SILABUS PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Pemodelan)

POLA ASUH MELALUI KOMUNIKASI EFEKTIF AUD. Zumrotus Sholichati PPL PLS UNY

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Merupakan salah satu bentuk konstruksi sintaksis yang tertinggi. Secara tradisional: suatu rangkaian kata yang mengandung pengertian dan pikiran yang

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

KARAKTERISTIK STRUKTUR PERCAKAPAN DAN KONTEKS PADA RUBRIK KARTUN OPINI DALAM HARIAN KOMPAS

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR SEKOLAH MENENGAH ATAS/SEKOLAH MENENGAN KEJURUAN/ MADRASAH ALIYAH/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN (SMA/SMK/MA/MAK)

SILABUS. Nama Sekolah : SMA Negeri 78 Jakarta Mata Pelajaan : Bahasa Indonesia 3 Beban belajar : 4 SKS. Materi Pembelajaran

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

3. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR BAHASA INDONESIA SMA/SMK/MA/MAK

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

UKBM PPKN-1.3/2.3/3.3/4.3/1/3

Transkripsi:

UKBM BIN-3.5/4.5/1/5 BAHASA INDONESIA PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 6 MALANG

UNIT KEGIATAN BELAJAR BIN 3.5/4.5/1/5 MENGEVALUASI DAN MENGONSTRUKSI TEKS ANEKDOT 1. Identitas a. Nama Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia X (Wajib) b. Semester : Ganjil c. Kompetensi Dasar : 3.5 Mengkritisi teks anekdot dari aspek makna tersirat (C:5) 4.5 Mengonstruksi makna tersirat dalam sebuah teks anekdot (C6: mencipta) d. Indikator Pencapaian Kompetensi : 3.5.1 Mendata pokok-pokok anekdot (C4: menciptakan) 3.5.2 Mengidentifikasi penyebab kelucuan teks anekdot (C4: menganalisis) 4.5.1 Membandingkan anekdot dan humor (C:5) 4.5.2 Menganalisis kritik yang disampaikan dalam anekdot (C:4) 4.5.3 Menyimpulkan makna tersurat dalam anekdot (C:6) e. Materi Pokok : Teks Anekdot f. Alokasi Waktu : 8 JP g. Tujuan Pembelajaran : Melalui diskusi, tanya jawab, penugasan, presentasi dan analisis, peserta didik dapat mengevaluasi teks anekdot dari aspek makna tersirat dan mengonstruksi makna tersirat dalam sebuah teks anekdot baik lisan maupun sehingga peserta didik dapat menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya, mengembangkan sikap jujur, peduli, dan bertanggungjawab, serta dapat mengembangankan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, berkreasi, (4C) berliterasi, dan berkarakter.

h. Materi Pembelajaran o Bacalah baca pada Buku Teks Pelajaran (BTP): Buku Bahasa Indonesia Buku Siswa. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, hal. 79 s.d. 109. 2. Peta Konsep Mengkritisi teks anekdot dari aspek makna tersirat Mendata pokok-pokok anekdot Mengidentifikasi penyebab kelucuan anekdot MENYAMPAIKAN IDE DENGAN ANEKDOT Membandingkan anekdot dan humor Mengonstruksi makna tersirat dalam sebuah teks anekdot Menganalisis kritik yang disampaikan dalam anekdot Menyimpulkan makna tersurat dalam anekdot 3. Kegiatan Pembelajaran a. Pendahuluan Sebelum belajar pada materi ini silahkan kalian membaca dan memahami cerita di bawah ini. Dalam kehidupan sehari-hari kita seringkali mendengar atau membaca cerita lucu. Cerita lucu tersebut bisa jadi hanya merupakan cerita rekaan, tetapi banyak juga yang didasarkan atas kejadian nyata. Ada cerita lucu yang dibuat benar-benar untuk tujuan menghibur, tetapi ada juga yang digunakan untuk tujuan lainnya. Salah satu cerita lucu yang banyak beredar di masyarakat adalah anekdot. Anekdot digunakan untuk menyampaikan kritik, tetapi tidak dengan cara yang kasar dan menyakiti. Anekdot ialah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan. Anekdot mengangkat cerita tentang orang penting (tokoh masyarakat) atau terkenal berdasarkan kejadian yang sebenarnya. Kejadian nyata ini kemudian dijadikan dasar cerita lucu dengan menambahkan unsur rekaan. Seringkali, partisipan (pelaku cerita), tempat kejadian, dan waktu peristiwa dalam anekdot tersebut merupakan hasil rekaan. Meskipun demikian, ada juga anekdot yang tidak berasal dari kejadian nyata.

Nah, untuk lebih memahami apa yang tertulis di atas, cermati sekali lagi teks anekdot yang sudah Anda baca dan selesaikan tugas-tugas yang tersaji. Semangat! b. Kegiatan Inti 1) Petunjuk Umum UKB b. Bacalah baca pada Buku Teks Pelajaran (BTP): Buku Bahasa Indonesia Buku Siswa. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, hal. 81 s.d. 83. a) Setelah memahami isi materidalam bacaan berlatihlah untuk berfikir tinggi melalui tugas-tugas yang terdapat pada UKB ini baik bekerja sendiri maupun bersama teman sebangku atau teman lainnya. b) Kerjakan UKB ini dibuku kerja atau langsung mengisikan pada bagian yang telah disediakan. c) Kalian dapat belajar bertahap dan berlanjut melalui kegiatan ayo berlatih, apabila kalian yakin sudah paham dan mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam kegiatan belajar 1, 2, dan 3kalian boleh sendiri atau mengajak teman lain yang sudah siap untuk mengikuti tes formatif agar kalian dapat belajar ke UKB berikutnya. 2) Kegiatan Belajar Ayo ikuti kegiatan belajar berikut dengan penuh kesabaran dan konsentrasi!!! Kegiatan Belajar 1 Bacalah uraian singkat materi dan contoh berikut dengan penuh konsentrasi! Mendata Pokok-Pokok Anekdot Mendata pokokpokok anekdot Bacalah teks anekdot Dosen yang juga Menjadi Pejabat Nah dari teks anekdot yang telah And abaca, Anda sudah mengetahui (1) Siapa yang diceritakan dalam anekdot? (2) Masalah apa yang diceritakan dalam anekdot? (3) Temukan unsur humor dalam anekdot tersebut! (4) Menurut pendapatmu, selain menceritakan hal yang lucu, adakah pesan tersirat yang hendak disampaikan pencerita dalam sanekdot tersebut? (5) Mengapa cerita lucu tersebut disebut anekdot? (6) Sekarang bandingkan hasil kerjamu dengan analisis berikut ini.

TUGAS 1 Setelah memahami analisis anekdot Dosen yang juga Menjadi Pejabat, bacalah anekdot Cara Keledai Membaca Buku Dan kerjakanlah (1) Siapa yang diceritakan dalam anekdot? (2) Masalah apa yang diceritakan dalam anekdot? (3) Temukan unsur humor dalam anekdot tersebut! (4) Menurut pendapatmu, selain menceritakan hal yang lucu, adakah pesan tersirat yang hendak disampaikan pencerita dalam sanekdot tersebut? Nom. Judul Cara Keledai Membaca Buku 1. Siapa yang diceritakan dalam anekdot?. 2. Masalah apa yang diceritakan dalam anekdot? 3. Temukan unsur humor dalam anekdot tersebut! 4. Pesan tersirat yang hendak disampaikan pencerita dalam sanekdot tersebut? 5. Mengapa cerita lucu tersebut disebut anekdot?.... Sudah dikerjakan? Bagus! Setelah itu coba kerjakan pertanyaan berikut! 1. Jelaskan batasan anekdot dengan singkat dan jelas! 2. Sebutkan isi pokok anekdot! 3. Jelaskan fungsi anekdot. Apabila perlu sertai dengan contoh.... Kegiatan Belajar 2 Mengidentifikasi Penyebab Kelucuan Anekdot Baik, mari terus dilanjutkan ya? Kelucuan dalam anekdot biasanya disampaikan dengan bahasa yang singkat, tetapi mengena. Dalam anekdot berjudul Dosen yang juga menjadi Pejabat terdapat sindiran atas dosen yang juga menjadi pejabat. Cerita tersebut

menjadi lucu karena alasan dosen tidak mau berdiri, duduk terus selama mengajar, karena takut akan kehilangan kursi jabatannya apabila ia berdiri. TUGAS 2 Penyebab kelucuan anekdot Cara Keledai Membaca Buku adalah Kerjakan di kolom di bawah ini, ya? Penyebab kelucuan anekdot Cara Keledai Membaca Buku adalah Setelah menyelesaikan tugas-tugas di atas selanjutnya adalah Mengonstruksi Makna Tersirat dalam Sebuah Teks Anekdot Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu: 1. membandingkan anekdot dengan humor; 2. menganalisis kritik yang disampaikan secara tersirat dalam anekdot; 3. menyimpulkan makna tersirat dari anekdot. Pada bagian sebelumnya, kamu telah mengkritisi teks anekdot dari aspek makna tersiratnya. Sekarang saatnya kamu mengonstruksi makna tersirat dalam sebuah teks anekdot. Untuk mengonstruksi makna tersirat dalam anekdot, lakukan kegiatankegiatan berikut ini. KEGIATAN 1 Membandingkan Anekdot dengan Humor Agar bisa menjawab kegiatan di atas, Bacalah baca pada Buku Teks Pelajaran (BTP): Buku Bahasa Indonesia Buku Siswa. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, hal. 85 s.d. 95.

Perhatikan contoh perbandingan antara anekdot Dosen yang Menjadi Pejabat dengan Surat Cinta Tukang Buah kepada Tukang Sayur berikut ini. Isi Dosen yang Menjadi Pejabat Surat Cinta Tukang Buah kepada Tukang Sayur Ide Cerita Peristiwa nyata Rekaan Isi Masalah terkait tokoh public atau masalah yang menyangkut orang banyak Fungsi Komunikasi Makna tersiratnya Menyampaikan kritik/sindiran secara halus Menyadarkan para pejabat agar jika masa jabatannya habis mereka bersedia untuk turun dari jabatannya dan siap digantikan oleh yang lain. Masalah kehidupan sehari-hari, umum Menghibur Tidak ada makna atau pesan tersirat yang disampaikan. Baik, tetap semangat! TUGAS 1 Sekarang, cobalah membaca cerita-cerita lucu 1. Mau Gaji Besar 2. Prifesi Anak-Anak Penjual Kue 3. Nangka Impor 4. Cerita 4 Kemudian kenalilah mana yang merupakan anekdot dan mana yang merupakan cerita lucu (humor)? Kerjakan pada kolom berikut Anekdot.... Humor (Lucu)...

TUGAS 2 Berdasarkan hasil kerjamu di atas, sekarang rumuskanlah persamaan dan perbedaan antara humor dan anekdot. Gunakan tabel berikut. Tabel Perbedaan Humor dan Anekdot Ide Cerita Aspek Humor Anekdot.. Isi Fungsi Komunikasi.... Persamaan Humor dan Anekdot Tetap Semangat! KEGIATAN 2 Menganalisis Kritik yang Disampaikan dalam Anekdot Dalam kegiatan sebelumnya, kamu sudah memahami bahwa salah satu perbedaan antara humor dan anekdot adalah pada fungsinya. Humor hanya berfungsi untuk menghibur sedangkan anekdot berfungsi untuk menyampaikan makna tersirat (biasanya berupa kritik). Kritik dalam anekdot seringkali disampaikan dalam bentuk sindiran,

tidak disampaikan secara langsung. Hal itu dilakukan untuk menghindari konflik antara pihak yang menyampaikan sindiran dengan pihak yang disindir. Tujuannya agar pesan yang ingin disampaikan, kritiknya, dapat diterima oleh pihak yang dikritisi tanpa menimbulkan ketersinggungan. Untuk itulah pencerita menggunakan ungkapan yaitu berupa kata, frasa, atau kalimat yang bermakna idiomatis, bukan makna sebenarnya. Berikut adalah contoh analisis kritik atau sindiran dalam anekdot Dosen yang Menjadi Pejabat Kata, frasa, klausa, atau kalimat Kursi Takut kursi direbut orang Makna idiomatis Jabatan Takut kursi direbut orang lain Nahh Berdasarkan identifikasi kata dan klausa idiomatis dalam tabel di atas dapat disimpulkan bahwa kritik yang disampaikan dalam anekdot tersebut ditujukan pada para pejabat yang tidak mau atau takut dilengserkan. TUGAS 1 Bacalah kembali teks anekdot yang telah kamu idetifikasi sebelumnya, kemudian analisislah kritik/ sindiran yang ada di dalamnya dengan menggunakan table berikut yaa Judul Anekdot :.. Kata, frasa, klausa, atau kalimat Makna idiomatis

KEGIATAN 3 Menyimpulkan Makna Tersirat dalam Anekdot Pada pembelajaran sebelumnya, Anda sudah mempelajari bahwa di dalam anekdot terdapat sindiran yang disampaikan melalui humor. Dalam kegiatan pembelajaran ini kamu akan belajar menyimpulkan makna tersirat yang disampaikan melalui anekdot. Makna tersirat anekdot berbeda dengan sindiran dan kritikan, tetapi lebih mengarah pada tujuan yang ingin disampaikan oleh si pembuat kritik. Baik, sekarang mari Anda baca dan perhatikan lagi anekdot Dosen yang juga Pejabat sekali lagi. Sekarang Anda tahu khan.. Dalam teks anekdot di atas kritik yang disampaikan ditujukan kepada para pejabat yang takut dan tidak mau turun dari jabatannya atau takut kehilangan jabatan. Tujuan yang ingin disampaikan tentu bukan hanya menyindir para pejabat yang tidak mau atau takut kehilangan jabatannya, tetapi jauh lebih dari itu yaitu agar para pejabat sadar bahwa jabatan itu ada masanya. Ketika masa jabatan sudah habis, hendaknya para pejabat itu dengan legawa bersedia digantikan oleh orang lain. Jadi, makna tersirat yang dimaksud lebih mengarah pada pesan moral yang hendak disampaikan melalui anekdot. Pesan moral itu dapat dirunut dari kritikan atau sindiran yang disampaikan lewat anekdotdalam teks anekdot di atas kritik yang disampaikan ditujukan kepada para pejabat yang takut dan tidak mau turun dari jabatannya atau takut kehilangan jabatan. Tujuan yang ingin disampaikan tentu bukan hanya menyindir para pejabat yang tidak mau atau takut kehilangan jabatannya, tetapi jauh lebih dari itu yaitu agar para pejabat sadar bahwa jabatan itu ada masanya. Ketika masa jabatan sudah habis, hendaknya para pejabat itu dengan legawa bersedia digantikan oleh orang lain. Jadi, makna tersirat yang dimaksud lebih mengarah pada pesan moral yang hendak disampaikan melalui anekdot. Pesan moral itu dapat dirunut dari kritikan atau sindiran yang disampaikan lewat anekdot

TUGAS 1 Bacalah kembali anekdot-anekdot di atas, kemudian tentukan makna tersiratnya. Kerjakan di table berikut ya? Judul Anekdot Kritikan/Sindiran Makna Tersirat Selamat mudah-mudahan Anda sudah memahami 1. Mendata pokok-pokok anekdot 2. Mengidentifikasi penyebab kelucuan anekdot 3. Membandingkan anekdot dan humor 4. Menganalisis kritik yang disampaikan dalam anekdot 5. Menyimpulkan makna tersurat dalam anekdot Sukses untuk Anda dan harus tetap semangat mengikuti hal-hal menarik berkaitan dengan Anekdot. Tapi jangan lupa mintalah tes formatif sebagai tanda Anda selesai mengerjakan UKB ini.