Bab 5. Konsep Dasar. Transi 1

dokumen-dokumen yang mirip
NAMA KELOMPOK: Arief Dio Ramadhan ( ) Indah Kurniawati M ( ) Vito Hamado ( ) S. Nadya Inniar Rosa ( )

Sistem Akuntansi dan Pengembangannya

AKUNTANSI UNTUK PERUBAHAN HARGA

BAB 8 PENDAPATAN A. DEFINISI

Pengungkapan dan Sarana Interpretif

KONSEP MENGENAI PENGAKUAN BEBAN DAN PERTEMUANNYA DENGAN PENDAPATAN I. PERBANDINGAN BIAYA ATAU BEBAN ANTARA SAK/ IFRS DENGAN FASB

UNIVERSITAS INTERNASIONAL BATAM B A T A M GENERAL LEARNING OBJECTIVES

AKUNTANSI PERUSAHAAN DAN STATEMENT KEUANGAN CHAPTER 2

Akuntansi Keuangan Kontemporer Accounting Theory Construction In Accounting

TEORI AKUNTANSI KEUANGAN

Anggota: Susi Ariyanti ( ) Setiasih ( ) Pinesthy Putri H. ( ) Yudha Mahardika ( )

Bab 12 (Suwardjono, 2006) PENGUNGKAPAN DAN SARANA INTERPRETIF

Bidang Pengetahuan dan Profesi Akuntansi

Pengertian Teori Akuntansi

Bab 1 Pengertian Teori Akuntansi

TEORI AKUNTANSI KEUANGAN. 08/04/2018 bandi.staff.fe.uns.ac.id

Bab 13. Akuntansi Manajemen. Transi 1

Chapter 3: Sistem Akuntansi. Transi 1 11/12/2010

Bab 1 Pengertian dan Fungsi Akuntansi

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

PENILAIAN ASSET DAN BISNIS MF. ARROZI ADHIKARA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ESA UNGGUL

TEORI TEORI AKUNTANSI AKUNTANSI

Ekuitas 1. Definisi dan klasifikasi ekuitas 2. Pengakuan dan pengukuran ekuitas 3. Penyajian (pelaporan)

BAB I PENDAHULUAN. Piutang merupakan elemen neraca yang membentuk informasi semantik

TUJUAN LAPORAN KEUANGAN

I. KARAKTERISTIK BIAYA A. Pengertian Biaya Secara umum, dapat dikatakan bahwa cost yang telah dikorbankan dalam rangka menciptakan pendapatan disebut

Pengertian dan Fungsi Akuntansi

Bab 4 Rerangka Konseptual: Suatu Model

BAB I PENDAHULUAN. Kewajiban merupakan elemen neraca yang akan membentuk informasi semantik

Kewajiban TEORI AKUNTANSI. Sumber: Suwardjono., Teori Akuntansi. Penerbit: BPFE-UGM, Yogyakarta. Modul ke: Fakultas EKONOMI

BAB II LANDASAN TEORI

TEORI AKUNTANSI PENGERTIAN TEORI AKUNTANSI

ACCOUNTING UNDER IDEAL CONDITION

RINGKASAN BAB VII KERANGKA KONSEPTUAL FASB

Pengertian Aset (teori akuntansi)

KONSEP METODE HISTORICAL COST VERSUS GENERAL PRICE LEVEL ACCOUNTING DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN

TEORI AKUNTANSI BAB 10 LABA (INCOME)

TINJAUAN HISTORIS PENYUSUNAN RERANGKA KONSEPTUAL. Alwan Sri Kustono. Abstract

Bab 6. Penyesuaian. Transi 1

Laporan Keuangan: Neraca

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Expenses and Loss. Anna Christin SE Ak MM

BAB 2 LANDASAN TEORI. Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang

Asset (aktiva) 1. Definisi dan klasifikasi asset 2. Pengakuan dan pengukuran asset 3. Penyajian (pelaporan)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

UNIVERSITAS ANDALAS FAKULTAS EKONOMI. Accounting Measurement Systems (Sistem Pengukuran Akuntansi) JURUSAN AKUNTANSI

PEREKAYASAAN PELAPORAN KEUANGAN

BAB I AKUNTANSI KEUANGAN DAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN

MAKALAH TENTANG EKUITAS

MAKALAH TEORI AKUNTANSI PENDAPATAN

BAB I PENDAHULUAN. atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan, atau ketika entitas

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS. 1. Teori Relevansi. mempengaruhi keputusan yang diambil, salah satu indikator bahwa suatu

KONSEP DASAR PENGHASILAN: PENGUKURAN DAN PENGAKUAN. PERTEMUAN: 2 bab 3

BAB II LANDASAN TEORI

Lebih lanjut dijelaskan bahwa Kerangka konseptual berisi pembahasan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan: 1. tujuan laporan keuangan

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Informasi akuntansi merupakan informasi kuantitatif dalam bentuk

merupakan KDPPLK (Kerangka Dasar Penyajian dan Pengukuran LK) untuk ETAP

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II LANDASAN TEORI. capaian dan biaya mempresentasi upaya. Konsep upaya dan hasil

PENDAPATAN. Definisi Pendapatan. FASB mendefiniskan pendapatan dan untung sebagai berikut (SFAC No. 6):

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SPR Perikatan untuk Reviu atas Laporan Keuangan

2. Dikuasai Oleh Suatu Unit Usaha

PENGARUH PERUBAHAN KURS VALUTA ASING LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan manufaktur dalam melakukan produksi memerlukan pengorbanan

BAB II BAHAN RUJUKAN. Secara umum ada 3 (tiga) bentuk Laporan Keuangan yang pokok yang

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

TUGAS TEORI AKUNTANSI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS

IFRS - Kerangka konseptual dibagi menjadi 3 level First Level Second Level 1. Karakteristik kualitatif 2. Unsur-unsur laporan keuangan

KONSISTENSI PENERAPAN PRINSIP AKUNTANSI YANG BERLAKU UMUM DI INDONESIA

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 5.1 Kesimpulan Analisis keselarasan definisi/istilah yang dianut dalam penilaian.

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. Perbandingan Perlakuan Akuntansi PT Aman Investama dengan

TUJUAN LAPORAN KEUANGAN

PERTEMUAN KE-1 GAMBARAN UMUM AKUNTANSI

Dengan makna yang sama, IASC mendefinisi sebagai berikut :

PSAK 1 (Penyajian Laporan Keuangan) per Efektif 1 Januari 2015

@UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pada era globalisai ini perkembangan dunia pasar modal semakin pesat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. a. Pengertian Laporan Keuangan

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS. Financial distress merupakan kondisi saat keuangan perusahaan dalam keadaan

Prosiding Seminar Nasional Problematika Hukum dalam Implementasi Bisnis dan Investasi (Perspektif Multidisipliner)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

Pertemuan 9: Laporan Laba Rugi

SELAMAT DATANG PUBLIC HEARING EXPOSURE DRAFT STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH ( ED SAK EMKM

Penutupan Buku Besar & Sistem Komputerisasi

Teori Akuntansi dan Perumusannya

2006 McGraw-Hill Australia Pty Ltd PPTs t / a Akuntansi Keuangan Teori 2e oleh Deegan

STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN PERNYATAAN NO. 06 AKUNTANSI INVESTASI

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Dengan adanya perkembangan ekonomi yang sangat pesat, maka peranan

Bab 12. Sistem Kos Proses. Transi 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Baridwan dalam As ad (2010:26) merupakan ringkasan dari suatu

KONSEP ASSET: (Tinjauan Statement of Financial Accounting Concepts vs Standar Akuntansi Keuangan)

BEBERAPA KRITIK ATAS LABA AKUNTANSI DALAM BENTUK TRADISIONAL:

Transkripsi:

Bab 5 Transi 1

Tujuan Pembelajaran Mencapai kemampuan dan kompetensi peserta untuk: Menjelaskan pengertian dan fungsi konsep dasar. Menyebutkan sumber-sumber konsep dasar. Menyebutkan konsep-konsep dasar yang diajukan dalam tiap sumber. Menyebut berbagai konsep dasar yang tersedia secara teoretis Mendefinisi konsep dasar. Menjelaskan implikasi dianuntnya konsep dasar terhadap standar akuntansi. Memberi contoh pengaruh konsep dasar terhadap standar akuntansi tertentu. Menjelaskan manfaat konsep dasar. Transi 2

Konsep yang dianut dan dijadikan dasar dalam penalaran dan perekayasaan. Disebut dasar karena kalau dianut akan mempunyai implikasi tertentu. Standar pada umumnya dilandasi konsep dasar tertentu. Disebut dengan berbagai nama. Transi 3

Berbagai Nama Postulat (postulates) Asumsi dasar (basic assumptions) Sifat dasar (basic features) Prinsip mendasar/umum (pervasive/broad principles) Aksioma (axioms) Doktrin (doctrines) Konvensi (conventions) Fundamental (fundamentals) Premis dasar (basic premises) Kendala (constraints) Transi 4

Sumber IAI/IASC Paul Grady Accounting Principles Board (APB) Wolk, Tearney, dan Dodd Anthony, Hawkins, dan Merchant Paton dan Littleton Sumber lain (buku-buku akuntansi keuangan pada umumnya termasuk buku-buku teori akuntansi) Transi 5

Mengapa isi berbeda antarsumber? Tujuan penulisan yang berbeda. Persepsi tentang lingkungan akuntansi yang berbeda. Suatu konsep dasar merupakan turunan dari konsep dasar yang lain (perbedaan level konsep). Pencampuran antara konsep dasar dan karakteristik kualitatif informasi. Perbedaan pengertian yang mencakupi konsep dasar. Transi 6

Paton dan Littleton 1. Entitas bisnis atau kesatuan usaha (business entity) 2. Kontinuitas usaha (continuity of activity) 3. Penghargaan sepakatan (measured consideration) 4. Kos melekat (costs attach) 5. Upaya dan hasil/capaian (effort and accomplishment) 6. Bukti terverifikasi dan objektif (verifiable, objective evidence) 7. Asumsi (assumptions) Transi 7

Karakteristik P&L Cukup mendasar Koheren (saling berkaitan secara logis) Menjelaskan konsep dasar lain yang merupakan turunannya Dijadikan basis pembahasan dalam buku ini. Transi 8

1. Kesatuan Usaha Konsep ini menyatakan bahwa perusahaan dipandang sebagai badan atau orang yang: berdiri sendiri, bertindak atas namanya sendiri, dan terpisah dari pemilik. Konsep ini didukung secara administratif dan yuridis. Batas kesatuan adalah ekonomik bukan yuridis. Transi 9

Visualisasi Konsep Kesatuan Usaha Kesatuan Usaha Pemilik terpisah Akuntan Transi 10

Implikasi Konsep Kesatuan Usaha Perusahaan menjadi pusat perhatian akuntansi dan subjek pelaporan Hubungan perusahaan dan pemilik merupakan hubungan bisnis sehingga perlu adanya pertanggungjelasan Ekuitas bermakna sebagai utang perusahaan kepada pemilik (Gambar 5.2) Pendapatan merupakan kenaikan aset (Gambar 5.3) Biaya merupakan penurunan aset (Gambar 5.3) Sistem berpasangan dalam pencatatan dan pelaporan Persamaan akuntansi bukan persamaan aljabar Statemen keuangan berartikulasi (Gambar 5.4) Transi 11

2. Kontinuitas Usaha Kesatuan usaha akan berlangsung terus bila tidak ada gejala atau rencana untuk membubarkannya. Dipertimbangkan pada saat penyusunan statemen keuangan. Lawan/pasangan konsep likuidasi. Dasar validitas konsep: Masa datang tidak pasti Kelangsungan hidup merupakan harapan umum Transi 12

Implikasi Konsep Kontinuitas Usaha Laba periodik menjadi informasi penting dalam menilai daya melaba (earning power) Statemen laba-rugi periodik merupakan penggalan aliran laba jangka panjang sehingga bersifat tentatif Statemen laba-rugi periodik harus disajikan secara komparatif atau serial Fluktuasi laba tahunan adalah hal wajar sehingga untung/rugi luar biasa harus masuk dalam statemen laba-rugi (mendasari all-inclusive) Neraca merupakan sarana untuk menunjukkan sisa potensi jasa bukan nilai perusahaan Transi 13

Implikasi Konsep Kontinuitas Usaha Gambar 5.6 Dengan berjalannya waktu, makin ke kanan sumber ekonomik kesatuan usaha akan semakin besar. Aliran masuk pendapatan dan biaya tentunya juga makin besar. Karena neraca menunjukkan sisa potensi jasa pada suatu saat, pengukuran pos-pos nya berbasis kos historis. Transi 14

3. Penghargaan Sepakatan Jumlah rupiah atau penghargaan sepakatan yang terlibat dalam tiap transaksi atau pertukaran merupakan pengukur dan bahan olah akuntansi yang paling objektif. Dasar validitas konsep: Sebagian kegiatan perusahaan melibatkan pertukaran Kesepakatan dua pihak independen menjamin objektivitas dan keterandalan pengukuran. Transi 15

Kos sebagai Data Dasar/Bahan Olah Sepakatan dapat diartikan sebagai terukur atau diukur oleh dua pihak yang independen. Penghargaan sepakatan disebut juga dengan agregat-harga (price-aggregate). Penghargaan sepakatan atau agregat-harga netral terhadap pihak yang bertransaksi. Istilah cost dapat mengganti measured consideration atau price-aggregate asalkan dimaknai secara luas (in a broad sense). Cost dalam arti luas dapat diserap menjadi kos dan menjadi data dasar akuntansi dalam penyediaan informasi semantik (lihat kembali Gambar 3.3). Kos tidak sama maknanya dengan biaya (expense). Transi 16

Asumsi/Implikasi Penghargaan Sepakatan Pihak yang melakukan pertukaran merupakan pihak yang independen dan setara dalam hal kemampuan dan kehendak (arm s length bargaining). Satuan mata uang stabil. Kos merupakan pengukur bukan elemen statemen keuangan. Biaya tidak tepat sebagai padan kata cost. Kos merepresentasi besarnya jasa di balik angka kos. Kos merupakan pengukur semua elemen statemen keuangan yang berbasis kos historis (Gambar 5.7). Transi 17

Konsep Kos Sebagai Data Dasar Transaksi/kejadian Penghargaan sepakatan kos kos Kesatuan usaha Aset Kewajiban Ekuitas Pendapatan Biaya Untung Rugi Investasi dari pemilik Investasi ke pemilik Laba komprehensif Transi 18

4. Kos Melekat Kos melekat pada objek yang direpresentasinya. Gabungan berbagai objek untuk membentuk objek baru hanya memerlukan gabungan kos yang melekat pada tiap objek pembentuk. Dasar validitas konsep: Tujuan penelusuran kos adalah untuk merunut upaya Kos dapat dipecah dan digabung seakan-akan mempunyai daya saling mengikat Dilandasi kos terkandung (embodied cost) Transi 19

Kos Terkandung versus Kos Penggantian Rp1.500 Rp3.000 Kos terkandung (embodied) Material Berapa kos objek yang nyatanya sekarang ini ada di tangan? Rp500 Rp1.000 Tenaga kerja langsung Seandainya objek ini tidak dimiliki sekarang, berapa jumlah rupiah untuk memperolehnya?? Kos penggantian (displacement) Overhead Transi 20

Implikasi Kos Melekat Aliran fisis operasi direpresentasi dalam aliran kos. Kos mengalami tiga tahap perlakuan: pemerolehan, penelusuran, dan pembebanan. Penggabungan kos tidak memperhitungkan/ mengakui tambahan utilitas objek yang diikuti. Manfaat baru diakui setelah ada kesepakatan pihak independen terhadapnya (Gambar 5.8). Produk menjadi wadah penggabungan kos yang mudah dikaitkan dengan produk. Perioda menjadi wadah penggabungan kos yang tidak mudah dikaitkan dengan produk. Transi 21

5. Upaya dan Hasil Biaya merupakan upaya dalam rangka mencapai hasil atau capaian berupa pendapatan. Jadi, biaya (penyerahan barang dan jasa) menimbulkan pendapatan bukan sebaliknya, pendapatan menanggung biaya. Dasar validitas konsep: Untuk mendapatkan sesuatu orang harus berusaha. Pada umumnya, orang mengharapkan upayanya membuahkan hasil. Upaya dilakukan dengan senang hati dan bukan beban, siksaan, atau cobaan. Hasil pada umumnya sepadan dengan upaya. Transi 22

Implikasi Upaya dan Hasil Perlunya basis asosiasi untuk penentuan laba yang bermakna. Produk merupakan penakar untuk mengasosiasi pendapatan dan biaya yang ideal. Laba akuntansi merupakan residual hasil penandingan. Hanya kos aktual yang ditandingkan. Dianutnya asas akrual. Depresiasi merupakan bagian dari upaya. Penandingan upaya dan hasil dari perspektif jangka panjang. Transi 23

6. Bukti Terverifikasi dan Objektif Kebermanfaatan informasi akan tinggi kalau informasi didukung dengan bukti yang objektif dan dapat diuji kebenarannya. Terverifikasi: memungkinkan orang untuk meyakinkan kebenaran akan sesuatu. Objektif: penentuan kebenaran didasarkan atas fakta bukan subjektivitas. Akuntansi mendasarkan diri pada objektivitas relatif sesuai dengan keadaan yang melingkupi. Transi 24

Implikasi Bukti Terverifikasi dan Objektif Menentukan tingkat kewajaran dalam pengauditan. Tingat keobjektifan bukti harus dilihat dalam perspektif jangka panjang. Bukti dalam akuntansi tidak harus sama dengan bukti yuridis. Keterverifikasian dan keobjektifan bukti dalam akuntansi bersifat relatif atau bertingkat (terbaik diperoleh) bukannya mutlak. Transi 25

6. Asumsi Konsep dasar merupakan asumsi atau paling tidak dilandasi oleh asumsi-asumsi tertentu. Harapan atau pengalaman umum menjadi landasan konsep kontinuitas usaha. Perioda satu tahun diasumsi tidak terlalu pendek atau panjang. Kos sebagai pengukur dilandasi asumsi bahwa orang bertindak rasional. Unit moneter digunakan sebagai pengukur didasarkan pada asumsi bahwa mata uang stabil. Penekanan pada penentuan laba didasarkan pada asumsi bahwa tujuan umum perusahaan adalah mencari laba. Transi 26

Penting Lain Pengakuan hak milik pribadi Keanekaragaman antarentitas Konservatisma Pengendalian internal menjamin keterandalan data Transi 27

Konservatisma Sikap dalam menghadapi ketidakpastian dengan cara mengambil keputusan atas dasar munculan yang terjelek. Implikasi akuntansi: Dalam kondisi ketidakpastian, akuntansi akan memilih perlakuan atau menentukan standar atas dasar munculan yang kurang menguntungkan. Akibatnya, biaya/rugi segera diakui walaupun belum pasti terjadi sementara pendapatan/untung tidak diantisipasi atau diakui walaupun cukup pasti terjadi. Transi 28

Manfaat Menjadi komponen argumen dalam penalaran logis pada tingkat perekayasaan, penetapan standar, atau penerapan standar. Terrefleksi di basis penyimpulan (basis for conclusion) dalam rerangka konseptual sebagai hasil perekayasaan. Terrefleksi di latar belakang penyimpulan (background information) dalam pernyataan standar akuntansi. Terrefleksi di kebijakan akuntansi (accounting policy) perusahaan dalam buku pedoman akuntansi. Transi 29

Dosen bukan dewa pengetahuan yang merampas proses belajar dan berpikir mahasiswa. Dosen adalah fasilitator, motivator, dan inspirator. Transi 30