BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1, Objek Penelitian Objek penelitian untuk tugas akhir ini adalah Process Cycle Efficiency pada proses produksi Blank Cilynder Head Type KPH di PT. X melalui pemetaan produk menggunakan metode value stream mapping. 3.2, Deskripsi Objek Penelitian Proses produksi Blank Cylinder Head Type KPH merupakan salah satu produksi komponen engine sepeda motor Honda. Material input yang masuk ke produksi Blank Cylinder Head Type KPH adalah Ingot material Alumunium HD2G yang telah ditentukan standard komposisinya. Tahap-tahap proses produksi Blank Cylinder Head Type KPH meliputi : a. Proses Melting adalah proses peleburan ingot HD2G dengan suhu sampai 700 o C. b. Proses LPDC adalah proses pembentukan Blank Cylinder Head. c. Proses Chipping adalah proses Perontokan pasir resin yang terbentuk pada proses LPDC. d. Proses Cutting adalah proses pemotongan gate yang pada yang terbentuk pada proses LPDC. e. Proses Trimming adalah proses gerinda untuk menghilangkan bars yang terbentuk pada proses LPDC.
21 f. Proses T4 adalah Proses treatment Blank untuk meningkatkan kekerasan material Blank Cylinder Head g. Proses Blasting adalah proses penembakkan material stell ball pada Blank Cylinder Head untuk mendapatkan tampilan visual Blank yang baik. h. Final Inspection adalah proses pemeriksaan akhir Blank visual secara menyeluruh pada point-point kualitas secara visual. Proses pembuatan Blank Cylinder Head dilaksanakan di seksi LPDC (Low Pressure Die Casting). Seksi LPDC merupakan Batch Production, atau Produksi Hulu yang sistem produksinya memiliki min-max Stock. Pada dasarnya, pemindahan barang yang dilakukan di proses Blank Cylinder Head Type KPH bersifat manual. Salah seorang operator mengambil barang dari stasiun yang mendahului sebelum dilakukan proses produksi kemudian setelah proses selesai harus mengantarkan barang dari ke stasiun berikutnya. Peralatan pemindah barang yang digunakan dalam proses produksi Blank Cylinder Head Type KPH terlihat pada tabel 3.1. Alat Fork Lift Craine Hand Lift Fungsi Untuk Handling Ingot, Molten, dan Blank Cylinder Head Untuk memindahkan Blank Cylinder Head dalam keranjang LPDC dan Heat Tretment Untuk memindahkan Blank Cylinder Head dalam kereta Finis Good (Sumber : Pengamatan lapangan, 2009) Tabel 3.1. Peralatan Pemindah Barang pada Proses Produksi Blank Cylinder Head Type KPH
22 3.3, Pengumpulan Data 3.3.1, Sumber Data 3.3.1.1. Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari objek penelitian. Data primer yang dibutuhkan antara lain : 1. Data mesin-mesin yang ada pada proses produksi Blank Cylinder Head Type KPH yang meliputi jumlah mesin, kegunaan dari setiap mesin serta operator yang mengoperasikan mesin. 2. Data aliran proses produksi, yaitu urutan aktivitas dalam proses produksi Blank Cylinder Head Type KPH yang diperoleh dari pihak manajemen, observasi dan wawancara. 3. Data waktu siklus operator (baik loading maupun unloading) dan waktu siklus mesin pada proses produksi Blank Cylinder Head Type KPH melalui observasi. 4. Data jumlah produksi Blank Cylinder Head Type KPH dalam satu waktu siklus operator (data ini digunakan untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan per satu Blank pada setiap prosesnya). 5. Data WIP dan inventory yang terbentuk setiap work station melalui observasi dan standart yang telah ditentukan. 6. Data waktu tempuh operator dan fasilitas pemindah barang. 7. Data jumlah produk setiap lot dan jumlah produk yang dipindahkan melalui wawancara dan observasi.
23 8. Data jumlah Blank Cylinder Head ketika operator melakukan handling loading dan handling unloading melalui wawancara dan observasi. 9. Data waktu set up dan down time pada setiap mesin yang diperoleh melalui wawancara. 10. Data waktu transportasi dari stasiun satu ke stasiun yang lain dan metode pemindahannya. 3.3.1.2. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh melalui studi literatur dan studi dari penelitian sejenis yang diteliti oleh peneliti sebelumnya. Data sekunder yang dibutuhkan adalah data umum perusahaan dan data penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. 3.3, Pengolahan Data Setelah semua data selesai dikumpulkan, tahap selanjutnya adalah melakukan pengolahan data dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Membuat peta Value Stream Mapping (VSM) a. Membuat SIPOC chart (Supplier-Input-Process-Output-Customer) Suplier INPUT OUTPUT OUTPUT Costumer (Sumber : Premysis Consulting, 2008) Gambar 3.1 Bagan SIPOC chart
24 b. Memetakan proses dengan Top down chart (Sumber : Premysis Consulting, 2008) Gambar 3.2 Bagan Top Down Chart c. Menggambarkan urutan proses-proses, alur material dan alur informasi (Sumber : Premysis Consulting, 2008) Gambar 3.3. Pembuatan alur material pada Blank value stream mapping
25 d. Menambahkan data proses dan data lead time (Sumber : Premysis Consulting, 2008) Gambar 3.4. Format pengisian data proses dan lead time 2. Menghitung value added time (VAT) dan non value added time (NVAT) VAT terdiri dari loading time, waktu proses dan unloading time. Sedangkan NVAT diantaranya Waiting time, handling loading time, waktu transportasi dan handling unloading time, inventory, rejection, Down time, Set Up time. Tahap-tahap pengukurannya adalah sebagai berikut : a. Uji keseragaman dan kecukupan data 1) Hitung standar deviasi n 1 σ = ( x ( n 1) i= 1 _ i x ) 2 2) Hitung batas atas UCL = _ x + 3 3) Hitung batas bawah LCL = _ x 3
26 4) Uji keseragaman dengan menghilangkan data-data outliers 5) Hitung kecukupan data 2 2 40 N Xi ( Xi) N ' =,N > N Xi 2 b. Hitung waktu rata-rata X = N' Xi c. Hitung waktu tiap Blank, Waktu / Blank = X / man power/ Blank 3. Analisis lead time dan process lead time (total lead time) a. Hitung lead time, LT = inventory x Waktu / Blank b. Hitung process lead time, PLT = VAT + NVAT + LT 4. Menghitung nilai Process Cycle Efficiency (PCE) PCE VAT = x 100% PLT 5. Analisis improvement Hal penting lain yang sangat perlu dilakukan sebelum implementasi adalah dengan menganalisis improvement yang telah dilakukan. Analisis tersebut diantaranya menghitung selisih lama lead time, selisih nilai PCE, efisiensi lintasan produksi, dll sebelum dan sesudah rekomendasi.
27 6. Usulan improvement Memberikan usulan-usulan improvement dari analisis yang telah dilakukan. 3.4, Langkah Penelitian Berikut ini adalah langkah-langkah dari penelitian yang dilakukan, mulai dari tahap awal sampai tahap akhir, yang dapat dilihat pada Gambar 3.5.
Gambar 3.5. Langkah Penelitian 28