BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. bahan baku produk ataupun air konsumsi. Tujuan utama dari pengolahan air ini

RANCANGAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR. Oleh DEDY BAHAR 5960

PERANCANGAN PERPIPAAN PADA PROSES PRODUKSI CARBONATED SOFT DRINK

Pengolahan Air Gambut sederhana BAB III PENGOLAHAN AIR GAMBUT SEDERHANA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Water Treatment Air sungai dan Sumur Bor menjadi Air Bersih Proses pengolahan air (water treatment system)

PROSES PENGOLAHAN AIR SUNGAI MENJADI AIR MINERAL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Penelitian Terdahulu

Perancangan Instalasi Unit Utilitas Kebutuhan Air pada Industri dengan Bahan Baku Air Sungai

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat adalah keadaan lingkungan. Salah satu komponen lingkungan. kebutuhan rumah tangga (Kusnaedi, 2010).

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. bahan-bahan yang ada dialam. Guna memenuhi berbagai macam kebutuhan

PENGOLAHAN AIR BERSIH. PENGOLAHAN UNTUK MENGURANGI KONSENTRASI ZAT Kandungan Fe, CO2 agresif, bakteri yang tinggi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. manusia, karena air diperlukan untuk bermacam-macam kegiatan seperti minum,

PROSIDING ISSN: E-ISSN:

BAB 6 PEMBAHASAN 6.1 Diskusi Hasil Penelitian

INSTALASI PLUMBING. 2. Sarana pemipaan dalam gedung (air bersih dan air kotor) 3. Sarana peralatan sanitair dan perlengkapannya

BAB 1 PENDAHULUAN. karena itu air berperan penting dalam berlangsungnya sebuah kehidupan. Air

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISA KOMPOSIT ARANG KAYU DAN ARANG SEKAM PADI PADA REKAYASA FILTER AIR

Mn 2+ + O 2 + H 2 O ====> MnO2 + 2 H + tak larut

Lokakarya Fungsional Non Penelti a) Sistem parit oksidasi b) Sistem kolam aerobik, yaitu suatu kolam yang tidak terlalu dalam dengan permukaannya yang

BAB I PENDAHULUAN % air. Transportasi zat-zat makanan dalam tubuh semuanya dalam

LEMBAR PERSETUJUAN SETELAH PENJELASAN (INFORMED CONSENT)

EVALUASI EFISIENSI KINERJA UNIT CLEARATOR DI INSTALASI PDAM NGAGEL I SURABAYA

BAB VIII UNIT DAUR ULANG DAN SPESIFIKASI TEKNIS Sistem Daur Ulang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Petunjuk Pengunaan Saringan Air Nazava Nazava Tulip sipon

GAMBARAN PENGOLAHAN AIR BERSIH DI PDAM KOTA SINGKAWANG

-disiapkan Filter -disusun pada reaktor koagulasi (galon dan botol ukuran 1.5 Liter) -diambil 5 liter dengan gelas ukur

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. terdapat di bumi dan sangat penting bagi kehidupan. Suatu molekul air terdiri atas

BAB I PENDAHULUAN. dalam tubuh manusia itu sendiri (Mulia, 2005). fungsi tersebut dengan sempurna. Konsumsi air rata-rata setiap orang adalah

PENGARUH MEDIA FILTRASI ARANG AKTIF TERHADAP KEKERUHAN, WARNA DAN TDS PADA AIR TELAGA DI DESA BALONGPANGGANG. Sulastri**) dan Indah Nurhayati*)

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Salah satu sumber air baku bagi pengolahan air minum adalah air sungai. Air sungai

BAB I PENDAHULUAN. Penduduk Kabupaten Kotawaringin Barat sebagian besar. menggunakan air sungai / air sumur untuk kegiatan sehari-hari seperti

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. dengan berbagai macam cara, tergantung kondisi geografisnya. Sebagian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI TEPUNG BERAS

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

Peningkatan Kualitas Air Bersih Desa Makamhaji Dengan Alat Penjernih Air

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB III DESKRIPSI ALAT DAN PROSEDUR PENELITIAN

TESIS STUDI EFEKTIVITAS LAMELLA SEPARATOR DALAM PENGOLAHAN AIR SADAH

MAKALAH TEKNOLOGI LINGKUNGAN TEPAT GUNA MAKALAH TEKNOLOGI SEDERHANA PENGOLAHAN AIR GAMBUT

BAB IV PERANCANGAN GAMBAR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Air adalah senyawa kimia yang terdiri dari dua atom hydrogen (H) dan satu

sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

TEKNIK PENYEDIAAN AIR MINUM TL 3105 SLIDE 04. Yuniati, PhD

Kalau anda punya masalah, pertanyaan, atau saran, silahkan hubungi kami di

BERIKAN FEEDBACK ANDA DAN DAPATKAN HADIAHNYA!

BAB I PENDAHULUAN. industri berat maupun yang berupa industri ringan (Sugiharto, 2008). Sragen

Mengapa Air Sangat Penting?

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. peranannya dalam kesehatan manusia. Disamping digunakan untuk air minum,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Mutu air adalah kadar air yang diperbolehkan dalam zat yang akan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Perancangan Instalasi Penjernihan Air (IPA)

Lampiran 1. Mesin dan Peralatan. - Mesin. - Bagian Water Treatment. a. Sand Filter. Diameter Tangki : 81 cm

BAB I PENDAHULUAN. Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya di kotakota

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Air merupakan kebutuhan yang sangat pokok bagi kehidupan. Semua makhluk

CV. BINTANG AIR SILAMPARI C O M P A N Y P R O F I L E

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan manusia di dunia ini. Air digunakan untuk memenuhi kebutuhan

BAB I PENDAHULUAN. mengganggu kehidupan dan kesehatan manusia (Sunu, 2001). seperti Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat,

BAB 5 TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR LIMBAH FASILITAS LAYANAN KESEHATAN SKALA KECIL

UJI KEMAMPUAN SLOW SAND FILTER SEBAGAI UNIT PENGOLAH AIR OUTLET PRASEDIMENTASI PDAM NGAGEL I SURABAYA

BAB I PENDAHULUAN. yang mau tidak mau menambah pengotoran atau pencemaran air (Sutrisno dan

BAB IV METODE PENELITIAN. A. Tahap Penelitian. Tahapan penelitian yang dilakukan dapat digambarkan dengan skema berikut : Mulai

BAB IV METODE PENELITIAN. A. Tahap Penelitian. Tahapan penelitian yang dilakukan dapat digambarkan dengan skema berikut : Mulai

BAB I PENDAHULUAN. memperhatikan kelayakan air yang dikonsumsi. Secara fisis, air bersih

Standart Kompetensi Kompetensi Dasar

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 LatarBelakang

PRAKARYA. by F. Denie Wahana

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PEMBUATAN PENGOLAH AIR KOTOR MENJADI AIR BERSIH PADA DAERAH BANJIR DI DUSUN KALIDENGEN II TEMON KULON PROGO

ANALISIS PENGENDALIAN MUTU PADA PROSES PRODUKSI AIR MINUM DALAM KEMASAN (AMDK) YASMIN DI PT. JAYA LESTARI SEJAHTERA. Hilmy Pandu Oktapriana

TIN206 - Pengetahuan Lingkungan Materi #6 Genap 2014/2015. h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n. w e b l o g. e s a u n g g u l. a c.

IRWNS Kinerja Alat Pengolahan Air Minum Portable

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

DIAGRAM ALIR 4. Teknik Lingkungan. Program Studi. Nama Mata Kuliah. Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum. Jumlah SKS 3

BAB V ANALISIS PEMBAHASAN. Tabel 5.1 Hasil Uji Lab BBTKLPP Yogyakrta. Hasil

BAB 1 PENDAHULUAN. kelangsungan hidup manusia. Untuk itu diperlukan suatu instalasi pengolahan air

BAB I PENDAHULUAN. digunakan oleh manusia untuk keperluan sehari-harinya yang memenuhi

PRISMA FISIKA, Vol. V, No. 1 (2017), Hal ISSN :

PETUNJUK UMUM UNTUK MERAWAT SISTEM SEPTIK TANK

Air menjadi kebutuhan utama bagi makhluk hidup, tak terkecuali bagi manusia. Setiap hari kita mengkonsumsi dan memerlukan air

Kalau anda punya masalah, pertanyaan, atau saran, silahkan hubungi kami di

PENGOLAHAN LIMBAH PEWARNAAN KONVEKSI DENGAN BANTUAN ADSORBEN AMPAS TEBU DAN ACTIVATED SLUDGE

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. banyak, bahkan oleh semua makhluk hidup. Oleh karena itu, sumber daya air

BAB I PENDAHULUAN. untuk transportasi, baik di sungai maupun di laut (Wardhana, 2004).

BAB III METODE PERCOBAAN. - Kuvet 20 ml. - Pipet Volume 10 ml Pyrex. - Pipet volume 0,5 ml Pyrex. - Beaker glass 500 ml Pyrex

LAPORAN PENDAHULUAN LABORATORIUM UNIT PROSES WATER TREATMENT

BAB I PENDAHULUAN. Air merupakan kebutuhan yang paling utama bagi makhluk hidup. Manusia

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH PENAMBAHAN KONSENTRASI CaCo3 DAN KARBON AKTIF TERHADAP KUALITAS AIR DI DESA NELAYAN I KECAMATAN SUNGAILIAT KABUPATEN BANGKA

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH PEMANASAN BAHAN BAKAR DENGAN RADIATOR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KINERJA MESIN BENSIN

BAB I PENDAHULUAN. Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang

Analisis Zat Padat (TDS,TSS,FDS,VDS,VSS,FSS)

BAB I PENDAHULUAN. bumi ini yang tidak membutuhkan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa

-1- DOKUMEN STANDAR PERENCANAAN TEKNIS TERINCI

Transkripsi:

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 ALUR PROSES Gambar 4.1 Proses Design 17

18 4.2 PEMBAHASAN Prosedur perencanaan water treatment didalam Pt. Tirta Teknosys melalui beberapa langkah antara lain : 1. Konsultasi Dengan Klien Peran ini penting agar tidak terjadi salah pengertian dan miskomunikasi antara konsultan dan klien, dimana sering terjadi karena kesalahan persepsi, kesalahan lingkup ruang kerja, kesalahan memahami/mendiagnosis permasalahan dan lainnya. Jika terjadi salah satu atau beberapa atribut diatas, maka yang mengalami kerugian adalah pihak klien dan konsultan. Baik dari segi waktu, biaya, sumber daya dan lainnya. Karena pada dasarnya klien lebih paham proses internal dan konsultan bisa membantu melihat dari sudut pandang yang berbeda atau best practice yang dipahaminya, atau bagaimana menyusun peta proses, atribut proses atau model proses sesuai karakter organisasi. Keuntungan dalam process consulting ini adalah klien belajar memahami proses secara lebih utuh dan menyeluruh, adanya pihak ketiga independen yaitu konsultan yang bisa memberikan bantuan dalam melihat proses-proses yang ada, serta kelemahan proses berdasarkan pemahamannya. Selain itu, klien bisa belajar mandiri melalui metode, cara dan bantuan konsultan, sehingga bisa menjalani sendiri ketika terjadi permasalahan dalam proses di kemudian hari. 2. Survei Kondisi Lapangan Survei lapangan atau survei lokasi adalah tahapan awal yang sangat penting dalam merencanakan suatu kegiatan perencanaan proyek dimana dalam survei lokasi tersebut kita dapat mengetahui letak keadaan tanah dan keadaan lingkungan tersebut sehingga perencana dapat semaksimal mungkin untuk dapat merencanakan bangunan yang akan didirikan di lokasi tersebut. Tidak hanya bermanfaat bagi perencana bangunan, dalam tahap survei llapangan juga harus dilakukan oleh tim menejem proyek dimana tim ini sagat menentukan akan kualitas dan waktu pekerja, karena tim ini merencanakan beberapa hal yang sangat mendukung dalam pelaksanaan pekerjaan.

19 Survei lapangan sangatlah penting karena perencanaan baik itu penempatan material dan pengiriman jenis material banyak sedikitnya material dan material apa saja yang di dahulukan itu tergantung dari survei lapangan, penggunaan alat beratpun di hitung di dalam tahap survei lapangan.enis Struktur : perencana tidak akan kesulitan untuk memilih jenis struktur yang akan digunakan karena telah melihat jenis tanah dan lingkungan yang akan didirikan bangunan. a. Material : penempata material dan banyaknya material yang di timbun untuk melaksanakan pekerjaan, jumlah pengiriman dan jangka waktu pengiriman harus tepat karena agar material tidak terlalu banyak menimbun sehingga mengganggu pengguna jalan ataupun lokasi tempat timbunan tersebut. b. Rute material masuk : membuat rute material yang masuk hingga ke lokasi proyek sangatlah penting karena bila kita menempatkan material terlalu jauh (lokasi bangunan berada dalam gang sehingga truck atau pickup tidak dapat masuk) itu akan memboroskan waktu dan tenaga sehingga pekerjaan sangat molor, atau material terlalu dekat dengan proyek sehingga dapat mengganggu pekerjaan yang akan dilakukan. c. Alat berat : pemilihan alat berat ini sangatlah penting karena harga sewa yang mahal dan memakan tempat, dalam survei lapangan kita mengetahui alat berat jenis apa yang cocok untuk proyek yang akan kita kerjakan. d. Penempatan pekerja : penempatan pekerja atau biasa disebut dengan MES kita dapat menempatkan pekerja yang sesuai bila terlalu jauh dari lokasi proyek yang di kuatirkan adalah ketepatan waktu para pekerja untuk masuk kerja, bila terlalu dekat dengan proyek pekerja banyak yang sedikit2 pulang itu juga membuang waktu dalam pekerjaan. 3. Studi Pustaka Studi kepustakaan adalah segala usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Informasi itu dapat diperoleh dari buku-buku ilmiah, laporan penelitian, karangan-karangan ilmiah, tesis dan disertasi, peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan, buku tahunan, ensiklopedia, dan sumber-sumber tertulis

20 baik tercetakmaupunelektroniklain. Adapun dalam membuat desain kita harus mengacu pada standarisasi yang telah ditentukan. Studi pustaka merupakan suatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari suatu penelitian desain. Teori-teori yang mendasari masalah dan bidang yang akan diteliti dapat ditemukan dengan melakukan studi kepustakaan. Selain itu seorang peneliti dapat memperoleh informasi tentang penelitian-penelitian sejenis atau yang ada kaitannya dengan penelitiannya. Dan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Dengan melakukan studi kepustakaan, peneliti dapat memanfaatkan semua informasi dan pemikiran-pemikiran yang relevan dengan penelitiannya. 4. Membuat Gambar Pelaksana / Gambar Shop Drawing Gambar Shop Drawing adalah gambar detail yang disertai dengan ukuran dan bentuk detail sesuai acuan pelaksana dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan di lapangan sesuai dengan gambar perencanaan yang sudah dibuat sebelumnya.dalam pembuatan gambar akan menggunakan software AUTOCAD yang merupakan aplikasi perangkat lunak untuk desain dibantu komputer (CAD) dan penyusunan, baik dalam format 2D dan 3D. Perangkat ini sangat memudahkan dalam mendesain instalasi pengolahan air. Karena dengan perangkat ini bisa mengurangi kesalahan dilapangan. Gambar 2dimensi dapat dibuat dalam bentuk 3dimensi dengan software ini. Jadi apabila ada kesalahan bisa segera perbaiki,dan tidak perlu memakan biaya dan waktu yang banyak.

21 Gambar 4.2 Drawing Flow Diagram Bangka Residence IV

22 Gambar 4.3 Drawing Layout Ruang Filter Bangka Residence IV

23 Gambar 4.4 Drawing Section Ruang Filter Bangka Residence IV

24 Gambar 4.5 Drawing Isometrik Ruang Filter Bangka Residence IV

25 5. Menyesuaikan Gambar Pelaksana Dengan Kondisi Nyata Di Lapangan Sering kali apa yang sudah direncanakan oleh perencana tidak memungkinkan unuk di laksanakan di lapangan karena kondisi kenyataan ternyata berbeda atau bisa jadi ada perubahan bentuk struktur pekerjaan sebelumnya yang menyebabkan pekerjaan selanjutnya harus berubah,disini lah tugas drafter untuk membuat gambar kerja yang dapat di laksanakan. 6. Menjelaskan Kepada Pelaksanaan Dilapangan / Surveyor Gambar Shop Drawing yang sudah dibuat adakalanya kurang dipahami oleh pelaksanaan di lapangan baik dari segi bentuk detail struktur maupun ukuran bangunansehingga diperlukan kordinasi yang baik dengan pihak lapangan agar struktur bangunan yang dibuat sesuai dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya. 7. Membuat Gambar Akhir Pekerjaan /Asbuilt Drawing Gambar Asbuilt drawing adalah gambar laporan hasil pelaksanaan yang sudah dibuat di lapangan untuk di jadikan pertanggung jawaban kepada pemilik projek atau owner,gambar asbuild drawing dibuat setelah pekerjaan selesai dan tidak ada perubahan dilapangan. Proses Pengolahan Air Pengolahan Air (Water Treatment) adalah Suatu proses pengolahan air dari sumur untuk di proses sedemikian rupa sehingga dapat di gunakan sebagai bahan baku produk ataupun air konsumsi. Tujuan utama dari pengolahan air ini adalah untuk meningkatan kesehatan serta untuk mengurangi kadar mineral yang tidak perlu untuk tubuh. Teknologi pengolahan air yang berkembang sangat cepat telah mengubah paradigma hidup masyarakat di era moderen. Penggunaan air minum tanpa dimasak bukan hal yang baru lagi. Trend hidup instant disemua lini telah merangsang para ilmuan dari berbagai belahan dunia untuk menciptakan teknologi yang serba praktis, baik dalam proses maupun dalam kegunaan akhir dari produk, dengan jaminan standar mutu dan kesehatan yang prima. Lebih spesifik di PT. Tirta

26 Teknosys Company mengerjakan projek yang diambil dari air sumur bor (Deep Weel) yang berkedalaman 100-125 meter dan ditampung di Reservoir/bak penampung (Hohnholz, Juergen,1989 ). Gambar 4.6 Reservoir dalam keadaan terbuka. Gambar 4.7 Reservoir dalam keadaan tertutup Kemudian distransfer ke tangki flocculator dengan menggunakan motor pompa untuk pencampuran bahan kimia, dengan menggunakan Agitator yang berbentuk baling-baling yang berfungsi untuk menghomogenkan campuran air dengan bahan kimia, sehingga membentuk makronfloc yang mudah disedimentasi (dipisahkan padatan).

27 Gambar 4.8 Tanki pencampuran bahan kimia dengan air Gumpalan kotoran didalam Tanki Flocculator tidak semuanya dapat mengendap sempurna, gumpalan dengan ukuran besar dan berat akan mengendap, sedangkan gumpalan berukuran kecil dan ringan masih melayang layang dalam air. mendapatkan air yang betul-betul jernih di lakukan proses penyaringan. Koagulasi (Penambahan Bahan Kimia) Koagulasi merupakan proses penambahan bahan kimia ke dalam air agar kotoran/partikel dalam air yang berupa padatan tersuspensi misalnya zat warna organik, lumpur halus, bakteri dan lainlain dapat menggumpal dan cepat mengendap. Adapun bahan kimia yang ditambahkan yaitu lime/kapur, Ferro sulfat, dan Chlorine/kaporit. Lime (CaOH) berfungsi untuk menurunkan alkalinity air, Ferro sulfat (FeSo4) fungsinya sebagai pengental gumpalan yang ada pada flocculater Tank, Chlorine (CL2) fungsinya untuk membunuh kuman ataupun bakteri yang terdapat pada air, dan di gunakan juga untuk mengoksidasi zat besi menjadi bentuk oksida yang tidak larut dalam air, sehingga dapat di pisahkan dengan cara penyaringan. Air setelah homogen dengan bahan kimia, akan di alirkan secara perlahan ke tanki Tube Settler dengan bantuan mesin pompa sesuai dengan kebutuhan produksi.

28 Gambar 4.9 Tanki penyaringan Air Air di tanki Tube Settler akan dilakukan penyaringan dengan menggunakan alat saring (Honey Cone) yang berbentuk sarang lebah yang terdapat di dalam tanki, fungsinya untuk menyaring sisa-sisa kotoran yang terbawa air menuju tanki settler sehingga mendapatkan air yang benar-benar jernih dari hasil penyaringan. Selesai penyaringan dengan bantuan mesin pompa air akan mengalir secara perlahan masuk ke Sump Well untuk pengendapan. Gambar 4.10 Tanki Pengendapan Air Air tersebut didiamkan sampai gumpalan kotoran yang terjadi mengendap semua, setelah mengendap air akan tampak lebih jernih. Endapan yang terkumpul di dasar tanki dapat di bersihkan dengan membuka kran penguras yang terdapat di bawah tanki. Air sebelum masuk ke sand Filter kemudian akan melewati Filter Amiad

29 yang ada di saluran pipa untuk di adakan penyaringan kembali, dimana untuk memastikan sisa partikel yang mungkin lolos terbawa air menuju tanki Sand Filter. Gambar 4.11 Tanki Penyaringan air yang sudah mengendap Air yang masuk kedalam tanki sand Filter sudah jernih tetapi masih mengandung chlorine 1-3 ppm, sehingga dilakukan penyaringan kembali untuk menghilangkan Chlorine tersebut. Air olahan yang telah terproses dalam tankisand Filter selanjutnya akan dialirkan ke Giant tank yang berkapasitas 50.000 liter untuk di tampung dengan bantuan motor pompa. Gambar 4.12 Giant tanki (Penampungan air olahan) Air kemudian dialirkan ke Carbon Filter. Carbon Filter ini berfungsi untuk menghilangkan residu Chlorine dan juga menyerap Bau, rasa dan warna.

30 Gambar 4.13 Tanki penyaringan menggunakan arang aktif Air dalam Carbon Filter ini mengalami adsorbsi, yaitu proses penyerapan zat-zat yang akan dihilangkan oleh permukaan arang aktif. Setelah disaring melalui carbon filter, air dialirkan melalui filter Catridge untuk penyaring partikel kecil yang mungkin masih tersisa. Gambar 4.14 Penyaringan akhir menghasilkan air siap konsumsi Filter Catridge yg digunakan ada dua buah yang masing-masing memiliki filter/penyaring yang berukuran satu mikron dan dapat menyaring padatan atau kekeruhan sampai ukuran lima mikron. Air yang keluar dari Filter Catridge ini sudah sangat jernih dan sudah siap untuk di konsumsi/diproduksi meskipun tidak dipanaskan lebih dahulu.