BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 ALUR PROSES Gambar 4.1 Proses Design 17
18 4.2 PEMBAHASAN Prosedur perencanaan water treatment didalam Pt. Tirta Teknosys melalui beberapa langkah antara lain : 1. Konsultasi Dengan Klien Peran ini penting agar tidak terjadi salah pengertian dan miskomunikasi antara konsultan dan klien, dimana sering terjadi karena kesalahan persepsi, kesalahan lingkup ruang kerja, kesalahan memahami/mendiagnosis permasalahan dan lainnya. Jika terjadi salah satu atau beberapa atribut diatas, maka yang mengalami kerugian adalah pihak klien dan konsultan. Baik dari segi waktu, biaya, sumber daya dan lainnya. Karena pada dasarnya klien lebih paham proses internal dan konsultan bisa membantu melihat dari sudut pandang yang berbeda atau best practice yang dipahaminya, atau bagaimana menyusun peta proses, atribut proses atau model proses sesuai karakter organisasi. Keuntungan dalam process consulting ini adalah klien belajar memahami proses secara lebih utuh dan menyeluruh, adanya pihak ketiga independen yaitu konsultan yang bisa memberikan bantuan dalam melihat proses-proses yang ada, serta kelemahan proses berdasarkan pemahamannya. Selain itu, klien bisa belajar mandiri melalui metode, cara dan bantuan konsultan, sehingga bisa menjalani sendiri ketika terjadi permasalahan dalam proses di kemudian hari. 2. Survei Kondisi Lapangan Survei lapangan atau survei lokasi adalah tahapan awal yang sangat penting dalam merencanakan suatu kegiatan perencanaan proyek dimana dalam survei lokasi tersebut kita dapat mengetahui letak keadaan tanah dan keadaan lingkungan tersebut sehingga perencana dapat semaksimal mungkin untuk dapat merencanakan bangunan yang akan didirikan di lokasi tersebut. Tidak hanya bermanfaat bagi perencana bangunan, dalam tahap survei llapangan juga harus dilakukan oleh tim menejem proyek dimana tim ini sagat menentukan akan kualitas dan waktu pekerja, karena tim ini merencanakan beberapa hal yang sangat mendukung dalam pelaksanaan pekerjaan.
19 Survei lapangan sangatlah penting karena perencanaan baik itu penempatan material dan pengiriman jenis material banyak sedikitnya material dan material apa saja yang di dahulukan itu tergantung dari survei lapangan, penggunaan alat beratpun di hitung di dalam tahap survei lapangan.enis Struktur : perencana tidak akan kesulitan untuk memilih jenis struktur yang akan digunakan karena telah melihat jenis tanah dan lingkungan yang akan didirikan bangunan. a. Material : penempata material dan banyaknya material yang di timbun untuk melaksanakan pekerjaan, jumlah pengiriman dan jangka waktu pengiriman harus tepat karena agar material tidak terlalu banyak menimbun sehingga mengganggu pengguna jalan ataupun lokasi tempat timbunan tersebut. b. Rute material masuk : membuat rute material yang masuk hingga ke lokasi proyek sangatlah penting karena bila kita menempatkan material terlalu jauh (lokasi bangunan berada dalam gang sehingga truck atau pickup tidak dapat masuk) itu akan memboroskan waktu dan tenaga sehingga pekerjaan sangat molor, atau material terlalu dekat dengan proyek sehingga dapat mengganggu pekerjaan yang akan dilakukan. c. Alat berat : pemilihan alat berat ini sangatlah penting karena harga sewa yang mahal dan memakan tempat, dalam survei lapangan kita mengetahui alat berat jenis apa yang cocok untuk proyek yang akan kita kerjakan. d. Penempatan pekerja : penempatan pekerja atau biasa disebut dengan MES kita dapat menempatkan pekerja yang sesuai bila terlalu jauh dari lokasi proyek yang di kuatirkan adalah ketepatan waktu para pekerja untuk masuk kerja, bila terlalu dekat dengan proyek pekerja banyak yang sedikit2 pulang itu juga membuang waktu dalam pekerjaan. 3. Studi Pustaka Studi kepustakaan adalah segala usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Informasi itu dapat diperoleh dari buku-buku ilmiah, laporan penelitian, karangan-karangan ilmiah, tesis dan disertasi, peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan, buku tahunan, ensiklopedia, dan sumber-sumber tertulis
20 baik tercetakmaupunelektroniklain. Adapun dalam membuat desain kita harus mengacu pada standarisasi yang telah ditentukan. Studi pustaka merupakan suatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari suatu penelitian desain. Teori-teori yang mendasari masalah dan bidang yang akan diteliti dapat ditemukan dengan melakukan studi kepustakaan. Selain itu seorang peneliti dapat memperoleh informasi tentang penelitian-penelitian sejenis atau yang ada kaitannya dengan penelitiannya. Dan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Dengan melakukan studi kepustakaan, peneliti dapat memanfaatkan semua informasi dan pemikiran-pemikiran yang relevan dengan penelitiannya. 4. Membuat Gambar Pelaksana / Gambar Shop Drawing Gambar Shop Drawing adalah gambar detail yang disertai dengan ukuran dan bentuk detail sesuai acuan pelaksana dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan di lapangan sesuai dengan gambar perencanaan yang sudah dibuat sebelumnya.dalam pembuatan gambar akan menggunakan software AUTOCAD yang merupakan aplikasi perangkat lunak untuk desain dibantu komputer (CAD) dan penyusunan, baik dalam format 2D dan 3D. Perangkat ini sangat memudahkan dalam mendesain instalasi pengolahan air. Karena dengan perangkat ini bisa mengurangi kesalahan dilapangan. Gambar 2dimensi dapat dibuat dalam bentuk 3dimensi dengan software ini. Jadi apabila ada kesalahan bisa segera perbaiki,dan tidak perlu memakan biaya dan waktu yang banyak.
21 Gambar 4.2 Drawing Flow Diagram Bangka Residence IV
22 Gambar 4.3 Drawing Layout Ruang Filter Bangka Residence IV
23 Gambar 4.4 Drawing Section Ruang Filter Bangka Residence IV
24 Gambar 4.5 Drawing Isometrik Ruang Filter Bangka Residence IV
25 5. Menyesuaikan Gambar Pelaksana Dengan Kondisi Nyata Di Lapangan Sering kali apa yang sudah direncanakan oleh perencana tidak memungkinkan unuk di laksanakan di lapangan karena kondisi kenyataan ternyata berbeda atau bisa jadi ada perubahan bentuk struktur pekerjaan sebelumnya yang menyebabkan pekerjaan selanjutnya harus berubah,disini lah tugas drafter untuk membuat gambar kerja yang dapat di laksanakan. 6. Menjelaskan Kepada Pelaksanaan Dilapangan / Surveyor Gambar Shop Drawing yang sudah dibuat adakalanya kurang dipahami oleh pelaksanaan di lapangan baik dari segi bentuk detail struktur maupun ukuran bangunansehingga diperlukan kordinasi yang baik dengan pihak lapangan agar struktur bangunan yang dibuat sesuai dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya. 7. Membuat Gambar Akhir Pekerjaan /Asbuilt Drawing Gambar Asbuilt drawing adalah gambar laporan hasil pelaksanaan yang sudah dibuat di lapangan untuk di jadikan pertanggung jawaban kepada pemilik projek atau owner,gambar asbuild drawing dibuat setelah pekerjaan selesai dan tidak ada perubahan dilapangan. Proses Pengolahan Air Pengolahan Air (Water Treatment) adalah Suatu proses pengolahan air dari sumur untuk di proses sedemikian rupa sehingga dapat di gunakan sebagai bahan baku produk ataupun air konsumsi. Tujuan utama dari pengolahan air ini adalah untuk meningkatan kesehatan serta untuk mengurangi kadar mineral yang tidak perlu untuk tubuh. Teknologi pengolahan air yang berkembang sangat cepat telah mengubah paradigma hidup masyarakat di era moderen. Penggunaan air minum tanpa dimasak bukan hal yang baru lagi. Trend hidup instant disemua lini telah merangsang para ilmuan dari berbagai belahan dunia untuk menciptakan teknologi yang serba praktis, baik dalam proses maupun dalam kegunaan akhir dari produk, dengan jaminan standar mutu dan kesehatan yang prima. Lebih spesifik di PT. Tirta
26 Teknosys Company mengerjakan projek yang diambil dari air sumur bor (Deep Weel) yang berkedalaman 100-125 meter dan ditampung di Reservoir/bak penampung (Hohnholz, Juergen,1989 ). Gambar 4.6 Reservoir dalam keadaan terbuka. Gambar 4.7 Reservoir dalam keadaan tertutup Kemudian distransfer ke tangki flocculator dengan menggunakan motor pompa untuk pencampuran bahan kimia, dengan menggunakan Agitator yang berbentuk baling-baling yang berfungsi untuk menghomogenkan campuran air dengan bahan kimia, sehingga membentuk makronfloc yang mudah disedimentasi (dipisahkan padatan).
27 Gambar 4.8 Tanki pencampuran bahan kimia dengan air Gumpalan kotoran didalam Tanki Flocculator tidak semuanya dapat mengendap sempurna, gumpalan dengan ukuran besar dan berat akan mengendap, sedangkan gumpalan berukuran kecil dan ringan masih melayang layang dalam air. mendapatkan air yang betul-betul jernih di lakukan proses penyaringan. Koagulasi (Penambahan Bahan Kimia) Koagulasi merupakan proses penambahan bahan kimia ke dalam air agar kotoran/partikel dalam air yang berupa padatan tersuspensi misalnya zat warna organik, lumpur halus, bakteri dan lainlain dapat menggumpal dan cepat mengendap. Adapun bahan kimia yang ditambahkan yaitu lime/kapur, Ferro sulfat, dan Chlorine/kaporit. Lime (CaOH) berfungsi untuk menurunkan alkalinity air, Ferro sulfat (FeSo4) fungsinya sebagai pengental gumpalan yang ada pada flocculater Tank, Chlorine (CL2) fungsinya untuk membunuh kuman ataupun bakteri yang terdapat pada air, dan di gunakan juga untuk mengoksidasi zat besi menjadi bentuk oksida yang tidak larut dalam air, sehingga dapat di pisahkan dengan cara penyaringan. Air setelah homogen dengan bahan kimia, akan di alirkan secara perlahan ke tanki Tube Settler dengan bantuan mesin pompa sesuai dengan kebutuhan produksi.
28 Gambar 4.9 Tanki penyaringan Air Air di tanki Tube Settler akan dilakukan penyaringan dengan menggunakan alat saring (Honey Cone) yang berbentuk sarang lebah yang terdapat di dalam tanki, fungsinya untuk menyaring sisa-sisa kotoran yang terbawa air menuju tanki settler sehingga mendapatkan air yang benar-benar jernih dari hasil penyaringan. Selesai penyaringan dengan bantuan mesin pompa air akan mengalir secara perlahan masuk ke Sump Well untuk pengendapan. Gambar 4.10 Tanki Pengendapan Air Air tersebut didiamkan sampai gumpalan kotoran yang terjadi mengendap semua, setelah mengendap air akan tampak lebih jernih. Endapan yang terkumpul di dasar tanki dapat di bersihkan dengan membuka kran penguras yang terdapat di bawah tanki. Air sebelum masuk ke sand Filter kemudian akan melewati Filter Amiad
29 yang ada di saluran pipa untuk di adakan penyaringan kembali, dimana untuk memastikan sisa partikel yang mungkin lolos terbawa air menuju tanki Sand Filter. Gambar 4.11 Tanki Penyaringan air yang sudah mengendap Air yang masuk kedalam tanki sand Filter sudah jernih tetapi masih mengandung chlorine 1-3 ppm, sehingga dilakukan penyaringan kembali untuk menghilangkan Chlorine tersebut. Air olahan yang telah terproses dalam tankisand Filter selanjutnya akan dialirkan ke Giant tank yang berkapasitas 50.000 liter untuk di tampung dengan bantuan motor pompa. Gambar 4.12 Giant tanki (Penampungan air olahan) Air kemudian dialirkan ke Carbon Filter. Carbon Filter ini berfungsi untuk menghilangkan residu Chlorine dan juga menyerap Bau, rasa dan warna.
30 Gambar 4.13 Tanki penyaringan menggunakan arang aktif Air dalam Carbon Filter ini mengalami adsorbsi, yaitu proses penyerapan zat-zat yang akan dihilangkan oleh permukaan arang aktif. Setelah disaring melalui carbon filter, air dialirkan melalui filter Catridge untuk penyaring partikel kecil yang mungkin masih tersisa. Gambar 4.14 Penyaringan akhir menghasilkan air siap konsumsi Filter Catridge yg digunakan ada dua buah yang masing-masing memiliki filter/penyaring yang berukuran satu mikron dan dapat menyaring padatan atau kekeruhan sampai ukuran lima mikron. Air yang keluar dari Filter Catridge ini sudah sangat jernih dan sudah siap untuk di konsumsi/diproduksi meskipun tidak dipanaskan lebih dahulu.