0 IV. METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Bidang Pengelolaan Wilayah III Bengkulu dan Sumatera Selatan, SPTN V Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) (gambar ). Luas TNKS yang ada di Propinsi Sumatera Selatan yaitu 45.16 Ha yang terletak di Kabupaten Musi Rawas dan Kotif Lubuk Linggau. Secara umum, kawasan tersebut memiliki 4 tipe hutan yaitu hutan dataran rendah, hutan perbukitan, hutan sub pegunungan, dan hutan pegunungan. Kondisi topografinya bergelombang, berlereng curam dan tajam dengan ketinggian antara 00 sampai 300 meter dpl. Kawasan tersebut merupakan daerah aliran sungai (DAS) utama Sumatera Selatan yaitu DAS Musi yang merupakan sungai yang membelah kota-kota di Sumatera Selatan. Gambar Peta lokasi penelitian.
1 Akses menuju kantor SPTN V Lubuk Linggau sangat mudah. Dari kota Sunagia Penuh dapat ditempuh dengan kendaraan umum melalui Bangko selama 6-8 jam perjalanan. Selain itu dapat pula ditempuh dari kota Bengkulu dengan kendaraan umum melalui Curup selama 3-4 jam perjalanan. Dari kantor SPTN V Lubuk Linggau menuju kawasan hutan taman nasional dapat ditempuh dengan kendaraan umum dengan lama perjalanan 1-15 jam. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 9 Juni sampai 9 Desember 008. B. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan sebagai objek penelitian adalah harimau sumatera dan satwa mangsanya serta vegetasi yang ada di lokasi penelitian. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah peta lokasi SPTN V Lubuk Linggau yaitu berupa peta topografi, GPS Garmin 76 CSX untuk menandakan koordinat titik jejak yang ditemukan, tali tambang, meteran untuk mengukur jejak dan diameter pohon, kompas menentukan arah jalur, golok, kamera Olympus FE 30 7,1 Megapixel untuk mendokumentasikan temuan, dan alat pengukur waktu. C. Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan merupakan data hasil pengamatan sepanjang jalur transek yang telah ditentukan. Data yang diambil berupa data primer dan sekunder. C.1. Data Primer Data primer diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan. Data primer merupakan data yang digunakan untuk menganalisis bentuk sebaran spasial aktivitas harimau sumatera dan hubungan antara tipe aktivitas yang dilakukan oleh harimau sumatera dengan habitat yang ada di lokasi penelitian. Data primer terdiri dari : 1. Karakteristik habitat, meliputi kondisi fisik habitat dan komposisi vegetasi.. Data mengenai aktivitas harimau sumatera. Data ini didapatkan dari kegiatan pengamatan yaitu berupa perjumpaan tidak langsung (jejak kaki, cakaran di tanah, cakaran di pohon, kotoran, dan cover). Pengamatan dilakukan mulai pukul 08.00 15.00 WIB.
Metode yang digunakan yaitu dengan mengamati aktivitas harimau sumatera dari tanda-tanda yang ditemukan pada jalur pengamatan. Pada setiap wilayah kerja dibuat jalur transek, disesuaikan dengan jalur yang telah ada di lokasi penelitian. Dengan pertimbangan tipe habitat, luasan serta waktu yang dibutuhkan, maka penelitian ini dilaksanakan dengan rincian sebagai berikut : 1. Hutan dataran rendah : 5 jalur. Hutan perbukitan : 30 jalur 3. Hutan sub pegunungan : 1 jalur 4. Hutan pegunungan : 9 jalur Setiap jalur merupakan garis lurus sepanjang,5 km. Jadi panjang total jalur yang diamati adalah sepanjang 140 km dengan luasan total hutan yaitu 1.601,4 km². Luasan masing-masing sebagai berikut: hutan dataran rendah (188,453 km²), hutan perbukitan (755,094 km²), hutan subpegunungan (461,950 km²) dan hutan pegunungan (195,95 km²). Tahapan dalam kegiatan pengamatan adalah sebagai berikut : 1. Menentukan jumlah, letak, serta arah jalur pengamatan pada peta.. Melakukan pengamatan, seluruh perjumpaan baik secara langsung atau tidak langsung. Selanjutnya perjumpaan dicatat dalam tabel pengamatan dan difoto sebagai dokumentasi temuan di lapangan. Untuk mengetahui struktur dan komposisi jenis tumbuhan dilakukan dengan cara analisis vegetasi yang dilakukan dengan cara sampling pada lokasi penelitian. Metode yang digunakan adalah metode garis berpetak dengan lebar jalur 0 m dan panjang jalur 00 m. Jumlah plot yang digunakan sebanyak 10 plot pengamatan atau disesuaikan dengan kondisi lapangan.
3 c b a aaaaaa d 10 m a b d Arah jalur 0 m Gambar 3 Perencanaan analisis vegetasi dengan metode jalur berpetak. Keterangan : a : Petak tingkat semai dan tumbuhan bawah ( m x m) b : Petak tingkat pancang (5 m x 5 m) c : Petak tingkat tiang (10 m x 10 m) d : Petak tingkat pohon (0 m x 0 m) C.. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh dari studi pustaka ataupun wawancara dengan masyarakat setempat yang ada di lokasi penelitian. Data sekunder ini dibutuhkan untuk mendukung data primer yang didapatkan. Adapun data sekunder yang didapatkan adalah keberadaan satwa mangsa, kondisi harimau sumatera dan habitatnya pada waktu sebelum penelitian, ancaman dan gangguan yang terjadi, interaksi antara harimau sumatera dengan masyarakat, serta kondisi penduduk di sekitar TNKS. D. Analisis Data D.1. Analisis Vegetasi Analisis vegetasi adalah suatu cara untuk mempelajari komposisi jenis dan struktur vegetasi. Hasil dari analisis vegetasi akan dihitung sehingga didapatkan Indeks Nilai Penting (INP) untuk mengetahui jenis suatu vegetasi yang paling dominan. Penghitungan analisis vegetasi adalah sebagai berikut :
4 Kerapatan (K) : Kerapatan Relatif (KR) : Frekwensi (F) : Frekwensi Relatif (FR) : Dominansi (D) : Dominasi Relatif (DR) : Indeks Nilai Penting (INP) : KR + FR + DR (Soerianegara & Indrawan, 00) Luas bidang dasar jenis ke-i Jumlah individu suatu jenis Luas unit contoh Kerapatan suatu jenis Kerapatan seluruh jenis Jumlah plot ditemukan suatu jenis Jumlah seluruh plot Frekwensi suatu jenis Frekwensi seluruh jenis Jumlah bidang dasar Luas petak contoh Dominasi suatu jenis Dominasi seluruh jenis 1 = π 4 d i d i = diameter setinggi dada (± 130 cm) X 100% X 100% X 100% D.. Analisis Bentuk Sebaran Spasial Aktivitas Harimau sumatera Bentuk sebaran spasial aktivitas dari harimau sumatera ditentukan dengan menggunakan pendekatan nilai indeks penyebaran sebagai berikut : Keterangan : S = keragaman contoh X = rata-rata contoh ID = S X Untuk menentukan pola sebarannya digunakan uji Chi-Square dengan persamaan sebagai berikut : Keterangan : X² = Nilai hitung chi square N = jumlah aktivitas harimau sumatera
5 Kriteria uji yang digunakan untuk N<30, sebagai berikut : 1. Jika. Jika 3. Jika X X 0.975 maka pola sebaran spasial aktivitas, seragam X < < maka pola sebaran spasial aktivitas, acak 0.975 X X 0.05 X X 0.05 maka pola sebaran spasial aktivitas, kelompok D. 3. Analisis Hubungan Antara Tipe Aktivitas dan Karakteristik Habitat Analisis hubungan dilakukan antara aktivitas harimau sumatera dengan karakteristik habitat yang ada di TNKS. Hal ini dimaksudkan untuk menyelidiki hubungan antara tipe habitat dengan jenis-jenis aktivitas yang dilakukan oleh harimau sumatera. Hubungan tersebut dianalisis dengan menggunakan chi kuadrat. Adapun tahapannya sebagai berikut : D.3.1. Pengisian Tabel Penggunaan Habitat oleh Harimau Sumatera Untuk mempermudah pengelompokan data mengenai aktivitas harimau sumatera, maka setiap perjumpaan baik langsung maupun tidak langsung yang mengindikasikan keberadaan harimau sumatera beserta aktivitasnya dimasukan ke dalam tabel isian. Tabel Tabel isian aktivitas harimau sumatera No Jenis aktivitas Frekuensi 1 3 4 5 6 7 8 Berjalan Cakaran di Tanah Cakaran di pohon Membuang kotoran Berlindung Mengasuh anak Membersihkan diri Lainnya Tipe habitat
6 Setiap temuan yang ada dimasukkan ke dalam tabel sehingga dapat diketahui frekuensi keseluruhan dari aktivitas harimau sumatera pada suatu tipe habitat tertentu. Hal ini juga untuk mengetahui karakteristik habitat yang disukai oleh harimau sumatera, dengan indikasi bahwa tempat yang lebih disukai akan lebih banyak digunakan oleh harimau sumatera untuk beraktivitas. D.3.. Analisis Hubungan Parameter Penduga Selanjutnya data aktivitas harimau sumatera akan dianalisis menggunakan metode uji chi-kuadrat yaitu antara tipe aktivitas harimau sumatera dengan karakteristik habitat yang digunakan. Langkah pengiujian yang dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Hipotesis Ho : tidak ada hubungan antara tipe aktivitas dengan karakteristik habitat H1 : ada hubungan antara tipe aktivitas dengan karakteristik habitat.kriteria Pengujian Jika X² hitung kurang dari X²tabel maka terima H0 pada taraf nyata, dengan derajat bebas (v) = (b-1) (k-1) dimana b dan k masing-masing menyatakan baris dan kolom. Keterangan : Oi Ei =Frekuensi hasil pengamatan ke-i = Frekuensi harapan ke-i