BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 12 TAHUN 2008 T E N T A N G TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS SOSIAL KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KOTAWARINGIN BARAT, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan ketentuan dalam BAB IV Pasal 13 Peraturan Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat Nomor 18 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat, perlu ditetapkan Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Sosial Kabupaten Kotawaringin Barat ; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu menetapkan Peraturan Bupati Kotawaringin Barat tentang Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Sosial Kabupaten Kotawaringin Barat ; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1820); 2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); - 181 -
- 182-3. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1974 Tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kesejahteraan Sosial (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 53 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3039); 4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286) ; 5. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355) ; 6. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844) ; 8. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Struktural (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 197, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4018) sebagaimana telah diubah dengan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 Tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Struktural (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4194); 11. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten / Kota ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737 ) ;
- 183-13. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741 ) ;Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah ; 14. Peraturan Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat Nomor 14 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Daerah Yang Menjadi Kewenangan Kabupaten Kotawaringin Barat (Lembaran Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2008 Nomor 14); 15. Peraturan Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat Nomor 18 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat ; M E M U T U S K A N : Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS SOSIAL KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat. 2. Kabupaten adalah Kabupaten Kotawaringin Barat. 3. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggara urusan pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undangundang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 4. Pemerintah Daerah adalah Bupati dan Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat. 5. Bupati adalah Bupati Kotawaringin Barat. 6. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat. 7. Dinas Sosial adalah Dinas Sosial Kabupaten Kotawaringin Barat. 8. Unit Pelaksana Teknis Dinas yang selanjutnya disebut UPTD adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas Sosial Kabupaten Kotawaringin Barat. 9. Kepala Dinas, adalah Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kotawaringin Barat.
- 184 - BAB II PENETAPAN Pasal 2 Dengan Peraturan Bupati ini ditetapkan Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Sosial Kabupaten Kotawaringin Barat. BAB III SUSUNAN ORGANISASI Pasal 3 Dinas Sosial terdiri dari : 1. Kepala Dinas ; 2. Sekretaris, membawahkan : a. Kepala Sub Bagian Umum, Kepegawaian dan Perlengkapan ; b. Kepala Sub Bagian Keuangan ; c. Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Pengendalian Program ; 3. Bidang, terdiri dari : a. Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, membawahkan : 1) Kepala Seksi Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil ; 2) Kepala Seksi Pemberdayaan Keluarga Fakir Miskin ; 3) Kepala Seksi Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial; b. Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, membawahkan : 1) Kepala Seksi Pelayanan Sosial Anak dan lansia ; 2) Kepala Seksi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat ; 3) Kepala Seksi Pelayanan Rehabilitasi Tuna Sosial, Korban Narkotika, Psikotropika dan Zat Aditif ; c. Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Kesejahteraan Sosial, membawahkan : 1) Kepala Seksi Bansos, Penanganan Korban Bencana dan Tindak Kekerasan ; 2) Kepala Seksi Pengumpulan dan Pengelolaan Sumber Dana Sosial ; 3) Kepala Seksi Jaminan Kesejahteraan Sosial ; 4. Kelompok Jabatan Fungsional ; 5. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD).
- 185 - Pasal 4 Bagan Susunan Organisasi Dinas Sosial sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Bupati ini. BAB IV TUGAS POKOK, FUNGSI DAN KEWENANGAN DINAS SOSIAL Pasal 5 Dinas Sosial mempunyai tugas melaksanakan kewenangan Pemerintahan Daerah dan tugas pembantuan di bidang Kesejahteraan Sosial. Pasal 6 Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, Dinas Sosial menyelenggarakan fungsi : a. Perumusan kebijakan teknis bidang kesejahteraan sosial sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku ; b. Pembinaan dan pengembangan potensi sumber kesejahteraan sosial ; c. Pembinaan, rehabilitasi dan bantuan untuk penyandang masalah kesejahteraan sosial ; d. Perencanaan, pengawasan, monitoring, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan kesejahteraan sosial ; e. Pengelolaan Unit Pelaksana Teknis Dinas ; f. Penyelenggaraan urusan kesejahteraan dinas ; Pasal 7 Untuk melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Dinas Sosial mempunyai kewenangan sebagai berikut : a. Penetapan kebijakan dan rencana bidang sosial skala kabupaten; b. Koordinasi pemerintahan dan penyelenggaraan kerja sama bidang sosial skala kabupaten; c. Identifikasi sasaran penanggulangan masalah sosial skala kabupaten; d. Penggalian dan pendayagunaan potensi dan sumber kesejahteraan sosial skala kabupaten; e. Pelaksanaan program/kegiatan bidang sosial skala kabupaten ; f. Perencanaan dan pengendalian pembangunan regional secara makro di bidang sosial; g. Penyediaan sarana dan prasarana sosial skala kabupaten; h. Pendidikan dan pelatihan bidang sosial ;
- 186 - i. Alokasi sumber daya manusia potensial; j. Penelitian bidang sosial mencakup wilayah kabupaten ; k. Penyusunan kebijaksanaan teknis serta program kerja ; l. Pelaksanaan pengawasan penempatan pekerja sosial profesional dan fungsional panti sosial swasta ; m. Mendukung pelestarian nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan dan kejuangan serta nilai-nilai kesetiakawanan sosial ; n. Mendukung pengembangan pelayanan sosial ; o. Pemberian penghargaan di bidang sosial skala kabupaten ; p. Pemberian izin pengumpulan uang atau barang skala kabupaten q. Pemberian rekomendasi izin undian skala kabupaten ; r. Pengembangan jaminan sosial bagi penyandang cacat fisik dan mental, lanjut usia tidak potensial terlantar yang berasal dari masyarakat rentan dan tidak mampu skala kabupaten ; s. Pemberian izin pengangkatan anak antar WNI. BAB V RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI JABATAN PADA DINAS SOSIAL Bagian Pertama Kepala Dinas Pasal 8 Kepala Dinas Sosial mempunyai tugas memimpin, membina, mengoordinasikan, merencanakan serta menetapkan program kerja, tata kerja dan mengembangkan semua kegiatan sosial serta bertanggung jawab atas terlaksananya tugas pokok Dinas Sosial. Pasal 9 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Kepala Dinas Sosial menyelenggarakan fungsi : a. Merumuskan dan menetapkan kebijakan program bidang sosial sesuai dengan kebijakan pemerintah dan pemerintah daerah; b. Mengoordinasikan perencanaan program bidang sosial; c. Menyelenggarakan kerja sama program bidang sosial ; d. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan program bidang sosial; e. Mengevaluasi terhadap pelaksanaan program bidang sosial; dan f. Pembinaan, pengendalian, monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas.
- 187 - g. Melaksanakan tugas lainnya berdasarkan kuasa yang dilimpahkan oleh Bupati. Bagian Kedua Sekretariat Pasal 10 Sekretaris mempunyai tugas pokok merencanakan, menyusun, melaksanakan, mengatur, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan pelayanan umum, kepegawaian dan perlengkapan, keuangan, perencanaan dan pengendalian program, serta mengoordinasikan penyelenggaraan, evaluasi dan pelaporan tugas bidang secara terpadu. Pasal 11 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10, Sekretaris, menyelenggarakan fungsi : a. Mengoordinasikan penyusunan rencana program kegiatan dan anggaran SKPD; b. Mengatur pelaksanaan urusan umum, kepegawaian dan perlengkapan SKPD ; c. Mengatur pelaksanaan administrasi pengelolaan keuangan SKPD; d. Menyusun evaluasi dan pelaporan kegiatan SKPD ; e. Mengoordinasikan dan membina pelaksanaan tugas bidang secara terpadu ; f. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Pasal 12 Sekretaris, membawahkan : 1. Kepala Sub Bagian Umum, Perlengkapan dan Kepegawaian ; 2. Kepala Sub Bagian Keuangan ; 3. Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Pengendalian Program; Paragraf 1 Sub Bagian Umum, Perlengkapan dan Kepegawaian Pasal 13 Kepala Sub Bagian Umum, Perlengkapan dan Kepegawaian mempunyai tugas menyelenggarakan surat menyurat, kearsipan, hubungan masyarakat, perpustakaan, organisasi dan tata laksana, analisis jabatan, perlengkapan, perbekalan, penggandaan, urusan protokol dan rumah tangga dinas serta melaksanakan urusan administrasi kepegawaian.
- 188 - Pasal 14 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16, Kepala Sub Bagian Umum, Perlengkapan dan Kepegawaian, menyelenggarakan fungsi : a. Melaksanakan urusan tata usaha dan surat menyurat ; b. Menyiapkan sarana / prasarana kantor; c. Melaksanakan penataan kearsipan dan perpustakaan ; d. Melaksanakan urusan Kehumasan; e. Melaksanakan pengelolaan perlengkapan; f. Melaksanakan pengadaan; g. Melaksanakan urusan keprotokolan; h. Melaksanakan urusan rumah tangga Dinas Sosial; i. Melaksanakan koordinasi pelaksanaan urusan umum ; j. Melaksanakan urusan mutasi kenaikan pangkat ; k. Melaksanakan mutasi kenaikan gaji berkala; l. Melaksanakan formasi pegawai; m. Melaksanakan pembinaan disiplin pegawai; n. Menyusun Daftar Urutan Kepangkatan Pegawai; o. Mengoordinasikan Penilaian Pegawai dan Tenaga Fungsional; p. Pengelolaan organisasi dan tata laksana serta analisis jabatan ; q. Menyiapkan bahan perundang-undangan dan hukum; dan r. Pembinaan, pengendalian, monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas. Paragraf 2 Sub Bagian Keuangan Pasal 15 Kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas administrasi keuangan, bimbingan dan pembinaan serta pengawasan Bendaharawan. Pasal 16 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15, Kepala Sub Bagian Keuangan, menyelenggarakan fungsi : a. Melaksanakan penyusunan anggaran keuangan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) ; b. Melaksanakan administrasi keuangan; c. melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap bendaharawan;
- 189 - d. Memeriksa, mengoreksi, mengontrol, pertanggungjawaban keuangan; e. Mengoordinasikan pelaksanaan APBN dan APBD; dan f. Pembinaan, pengendalian, monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas. Paragraf 3 Sub Bagian Perencanaan dan Pengendalian Program Pasal 17 Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Pengendalian Program mempunyai tugas menyiapkan dan menghimpun data dari bidang sebagai bahan penyusunan program dan anggaran Dinas Sosial, serta menghimpun bahan penyusunan pelaporan. Pasal 18 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17, Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Pengendalian Program, menyelenggarakan fungsi : a. Menyiapkan bahan dan data penyusunan program dan anggaran; b. Menghimpun data dari semua bidang sebagai bahan dalam penyusunan program dan anggaran ; c. Pelaksanaan penyusunan program dan anggaran; d. Menyelenggarakan pelaporan dinas ; dan e. Pembinaan, pengendalian, monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas. Bagian Ketiga Bidang Pemberdayaan Sosial Pasal 19 Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial mempunyai tugas koordinasi, perencanaan, pembinaan, pengendalian dan pengembangan pemberdayaan sosial, pembinaan kepahlawanan, perintis kemerdekaan, kejuangan dan kesetiakawanan sosial. Pasal 20 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, menyelenggarakan fungsi :
- 190 - a. Melaksanakan koordinasi, perencanaan, pembinaan, pengendalian pemberdayaan sosial; b. Melaksanakan pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil ; c. Melaksanakan pemberdayaan keluarga fakir miskin ; d. Melaksanakan pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan sosial. e. Melaksanakan pembinaan kesejahteraan sosial keluarga pahlawan dan perintis kemerdekaan ; f. Melaksanakan pembinaan nilai-nilai kepahlawanan, kejuangan, keperintisan dan kesetiakawanan sosial.; dan g. Pembinaan, pengendalian, monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas. Pasal 21 Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, membawahkan : 1. Kepala Seksi Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil ; 2. Kepala Seksi Pemberdayaan Keluarga Fakir Miskin ; 3. Kepala Seksi Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial. Paragraf 1 Seksi Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Pasal 22 Kepala Seksi Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil mempunyai tugas pembinaan dan bimbingan teknis, pengendalian pelaksanaan pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT). Pasal 23 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22, Kepala Seksi Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil, menyelenggarakan fungsi : a. Melaksanakan persiapan pemberdayaan KAT b. Melaksanakan pembinaan dan bimbingan teknis, pengendalian pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil ; c. Melaksanakan pengembangan pemberdayaan komunitas adat terpencil ; d. Melaksanakan pemberdayaan KAT e. Melaksanakan koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan pemberdayaan KAT f. Melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan pemberdayaan KAT.
- 191 - Paragraf 2 Seksi Pemberdayaan Keluarga Fakir Miskin Pasal 24 Kepala Seksi Pemberdayaan Keluarga Fakir Miskin melaksanakan tugas pembinaan dan bimbingan teknis, pengendalian pelaksanaan pemberdayaan keluarga fakir miskin. Pasal 25 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24, Kepala Seksi Pemberdayaan Keluarga Fakir Miskin, menyelenggarakan fungsi : a. Melaksanakan perencanaan, pendataan dan seleksi terhadap keluarga fakir miskin; b. Melaksanakan pembinaan dan bimbingan teknis, pengendalian pelaksanaan pemberdayaan keluarga fakir miskin ; c. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan pemberdayaan keluarga fakir miskin ; d. Melaksanakan program Pembinaan Keluarga Harapan ( PKH ); dan e. Melaksanakan evaluasi, pemantauan pelaksanaan pemberdayaan keluarga dan fakir miskin. Paragraf 3 Seksi Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial Pasal 26 Kepala Seksi Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial mempunyai tugas pembinaan, bimbingan teknis, pengendalian pemberdayaan Organisasi Sosial, Karang Taruna, Pekerja Sosial Masyarakat, Wahana Kesejahteraan Sosial dan Kelembagaan Dunia Usaha serta pembinaan pelestarian nilai-nilai kepahlawanan, kejuangan, keperintisan dan kesetiakawanan sosial. Pasal 27 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26, Kepala Seksi Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial, menyelenggarakan fungsi : a. Melaksanakan pembinaan dan bimbingan teknis pemberdayaan Organisasi Sosial, Karang Taruna, Pekerja Sosial Masyarakat, Wahana Kesejahteraan Sosial dan dunia usaha ; b. Melaksanakan pengembangan kelembagaan Organisasi Sosial, Karang Taruna, Pekerja Sosial Masyarakat, Wahana Kesejahteraan Sosial dan dunia Usaha ; c. Melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap Organisasi Sosial, Karang Taruna, Pekerja Sosial Masyarakat, Wahana Kesejahteraan Sosial dan Dunia Usaha; d. Melaksanakan pembinaan pelestarian nilai-nilai kepahlawanan, kejuangan dan keperintisan; e. Melaksanakan pembinaan kesejahteraan sosial keluarga pahlawan dan perintis kemerdekaan;
- 192 - f. Melaksanakan pengelolaan Taman Makam Pahlawan; g. Melaksanakan pelestarian nilai-nilai kesetiakawanan sosial ; dan h. Pembinaan, pemantauan, monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas. Bagian Keempat Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Pasal 28 Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial mempunyai tugas pelayanan sosial anak dan lanjut usia, koordinasi, bimbingan teknis, pengendalian, pembinaan dan pengembangan rehabilitasi sosial. Pasal 29 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28, Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, menyelenggarakan fungsi : a. Melaksanakan pelayanan kesejahteraan sosial anak; b. Melaksanakan pelayanan kesejahteraan sosial lanjut usia; c. Melaksanakan koordinasi, perencanaan, pembinaan dan pengembangan rehabilitasi sosial penyandang cacat, tuna susila, gelandangan, pengemis, bekas narapidana, korban narkotika, psikotropika dan zat aditif lainnya; d. Melaksanakan bimbingan teknis, pengendalian rehabilitasi sosial ; e. Melaksanakan upaya pencegahan timbulnya masalah tuna sosial; f. Menyelenggarakan evaluasi, pemantauan dan laporan pelaksanaan kegiatan rehabilitasi sosial ; Pasal 30 Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, membawahkan : 1. Kepala Seksi Pelayanan Sosial Anak dan lansia ; 2. Kepala Seksi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat; 3. Kepala Seksi Pelayanan Rehabilitasi Sosial, Tuna Sosial, Korban Narkotika, Psikotropika dan Zat Aditif.
- 193 - Paragraf 1 Seksi Pelayanan Rehabilitasi Sosial Anak dan lansia Pasal 31 Kepala Seksi Pelayanan Rehabilitasi Sosial Anak dan lansia melaksanakan tugas pembinaan dan bimbingan teknis, pengendalian pelaksanaan pelayanan dan perlindungan kesejahteraan sosial anak, dan lanjut usia. Pasal 32 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31, Kepala Seksi Pelayanan Rehabilitasi Sosial Anak dan lansia, menyelenggarakan fungsi : a. Menghimpun bahan pembinaan pelayanan dan perlindungan kesejahteraan sosial anak, serta pelayanan kesejahteraan lanjut usia; b. Pengendalian terhadap pelaksanaan pengasuhan dan pengangkatan anak, serta pelayanan kesejahteraan lanjut usia; c. Melaksanakan pengembangan pelayanan kesejahteraan sosial anak dan lanjut usia ; dan d. Pembinaan, pengendalian, monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas. Paragraf 2 Seksi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat Pasal 33 Kepala Seksi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat melaksanakan tugas bimbingan sosial dan teknis, pengendalian dan pengembangan rehabilitasi penyandang cacat. Pasal 34 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33, Kepala Seksi Rehabilitasi Penyandang Cacat, menyelenggarakan fungsi : a. Menyusun rencana program dan rencana kerja, melaksanakan bimbingan teknis dan pengendalian pelaksanaan rehabilitasi penyandang cacat; b. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan terhadap rehabilitasi penyandang cacat; c. Melaksanakan Rehabilitasi Sosial Keliling Penyandang Cacat; d. Melaksanakan Koordinasi dengan Pusat Rehabilitasi dalam pelaksanaan Rehabilitasi Penyandang Cacat; dan e. Menyelenggarakan evaluasi, pemantauan dan pelaporan pelaksanaan Rehabilitasi Penyandang Cacat.
- 194 - Paragraf 3 Seksi Pelayanan Rehabilitasi Sosial, Tuna Sosial, Korban Narkotika, Psikotropika dan Zat Aditif Pasal 35 Kepala Seksi Pelayanan Rehabilitasi Sosial, Tuna Sosial, Korban Narkotika, Psikotropika dan Zat Aditif mempunyai tugas pembinaan, bimbingan sosial dan teknis, pengendalian dan pengembangan pelayanan dan rehabilitasi tuna sosial rehabilitasi korban narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya. Pasal 36 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35, Kepala Seksi Pelayanan Rehabilitasi Sosial, Tuna Sosial, Korban Narkotika, Psikotropika dan Zat Aditif, menyelenggarakan fungsi : a. Melaksanakan bimbingan teknis, pengendalian pelaksanaan pelayanan dan rehabilitasi sosial gelandangan, pengemis, wanita tuna susila dan bekas nara pidana, rehabilitasi korban narkotika, psikotropika dan zat aditif lainnya; b. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan terhadap kegiatan rehabilitasi sosial gelandangan, pengemis, wanita tuna susila dan bekas nara pidana, rehabilitasi Korban Narkotika, Psikotropika dan zat aditif lainnya; c. Melaksanakan pencegahan timbulnya masalah tuna sosial; d. Melaksanakan pencegahan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan zat aditif lainnya; dan e. Menyelenggarakan evaluasi, pemantauan dan laporan pelaksanaan rehabilitasi sosial dan tuna sosial, kegiatan rehabilitasi korban narkotika, psikotropika dan zat aditif lainnya. Bagian Kelima Bidang Bantuan Dan Jaminan Kesejahteraan Sosial Pasal 37 Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Kesejahteraan Sosial mempunyai tugas koordinasi, bimbingan teknis, pengendalian, pembinaan dan pengembangan pelayanan bantuan sosial tindak kekerasan, pekerja migran dan orang terlantar, pengumpulan dan pengelolaan sumber dana sosial serta jaminan kesejahteraan sosial. Pasal 38 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Kesejahteraan Sosial, menyelenggarakan fungsi :
- 195 - a. Melaksanakan koordinasi, pembinaan dan pengembangan pelayanan bantuan sosial, korban bencana, korban tindak kekerasan dan pekerja migran serta orang terlantar, pengumpulan dan pengelolaan sumber dana sosial serta jaminan kesejahteraan sosial ; b. Melaksanakan bimbingan teknis dan pengendalian terhadap korban tindak kekerasan dan pekerja migran serta jaminan kesejahteraan sosial masyarakat rentan ; c. Melaksanakan upaya pencegahan timbulnya tindak kekerasan dan pekerja migran ; dan d. Menyelenggarakan evaluasi, pemantauan dan pelaporan pelaksanaan kegiatan bantuan dan jaminan kesejahteraan sosial. Pasal 39 Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Kesejahteraan Sosial, membawahkan : 1. Kepala Seksi Bansos dan Penanganan Korban Bencana, dan Korban Tindak Kekerasan ; 2. Kepala Seksi Pengumpulan dan Pengelolaan Sumber Dana Sosial ; 3. Kepala Seksi Jaminan Kesejahteraan Sosial; Paragraf 1 Seksi Bansos, Penanganan Korban Bencana, dan Korban Tindak Kekerasan Pasal 40 Kepala Seksi Bansos, Penanganan Korban Bencana, dan Korban Tindak Kekerasan, mempunyai tugas pembinaan, bimbingan teknis, pengendalian dan pengembangan pelayanan bantuan sosial dan penanganan korban bencana, korban tindak kekerasan, pekerja migran dan orang terlantar. Pasal 41 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40, Kepala Seksi Bansos, Penanganan Korban Bencana, dan Korban Tindak Kekerasan, menyelenggarakan fungsi : a. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan pelayanan bantuan sosial dan penanganan korban bencana, tindak kekerasan dan pekerja migran; b. Melaksanakan pencegahan timbulnya permasalahan tindak kekerasan dan pekerja migran ; c. Melaksanakan bimbingan teknis dan pengendalian terhadap bantuan sosial korban tindak kekerasan dan pekerja migran ; d. Melaksanakan pemulangan orang terlantar ke tempat daerah asal; e. Menyelenggarakan evaluasi, pemantauan dan pelaporan pelaksanaan bantuan sosial korban tindak kekerasan, pekerja migran dan orang terlantar.
- 196 - Paragraf 2 Seksi Pengumpulan dan Pengelolaan Sumber Dana Sosial Pasal 42 Kepala Seksi Pengumpulan dan Pengelolaan Sumber Dana Sosial mempunyai tugas pembinaan, bimbingan teknis, pengendalian dan pengembangan pengumpulan dan pengelolaan sumber dana sosial. Pasal 43 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42, Kepala Seksi Pengumpulan dan Pengelolaan Sumber Dana Sosial, menyelenggarakan fungsi : a. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan kegiatan pengumpulan dan pengelolaan sumber dana sosial, baik yang berasal dari masyarakat dan pemerintah ; b. Melaksanakan bimbingan teknis dan pengendalian terhadap kegiatan pengumpulan dan pengelolaan sumber dana sosial ; c. Menyelenggarakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan pengumpulan dan pengelolaan sumber dana sosial ; d. Memberikan pelayanan pengajuan izin pengumpulan sumbangan sosial dan undian berhadiah ; dan e. Pembinaan, pengendalian, monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas. Paragraf 3 Seksi Jaminan Kesejahteraan Sosial Pasal 44 Kepala Seksi Jaminan Kesejahteraan Sosial mempunyai tugas pembinaan, bimbingan teknis, pengendalian dan pengembangan jaminan kesejahteraan sosial. Pasal 45 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal Kesejahteraan Sosial, menyelenggarakan fungsi : 44, Kepala Seksi Jaminan a. Melaksanakan pembinaan pelaksanaan jaminan kesejahteraan sosial melalui kegiatan asuransi Kesejahteraan Sosial (ASKESOS) Bantuan Kesejahteraan Sosial Permanen (BKSP); dan Program Keluarga Harapan ( PKH ); b. Melaksanakan bimbingan teknis dan pengendalian terhadap kegiatan Asuransi Kesejahteraan Sosial (ASKESOS), Bantuan Kesejahteraan Sosial Permanen (BKSP) dan Program Keluarga Harapan ( PKH ); c. Mengembangkan program jaminan sosial melalui Jaminan Sosial Daerah; d. Mengoordinasikan pelaksanaan jaminan sosial lingkup kabupaten; dan
- 197 - e. Menyelenggarakan Evaluasi, Pemantauan dan Pelaporan pelaksanaan kegiatan Asuransi Kesejahteraan Sosial (ASKESOS), bantuan kesejahteraan sosial permanen (BKSP) dan Program Keluarga harapan (BKSP). BAB VI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 46 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Sosial sesuai bidang keahlian dan kebutuhan. Pasal 47 (1) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46, terdiri dari sejumlah tenaga dalam jenjang Jabatan Fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (2) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. (3) Jumlah Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2), ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4) Jenis Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (3), diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang - undangan yang berlaku. BAB VII UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS Pasal 48 (1) UPTD mempunyai kedudukan sebagai unsur pelaksana teknis operasional Dinas Sosial. (2) UPTD dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Kepala Dinas.
- 198 - BAB VIII TATA KERJA Pasal 49 (1) Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Dinas, Sekretaris, Kepala Bidang, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Sosial, Kepala Sub Bagian, dan Kepala Seksi serta pemegang Jabatan Fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, seimplikasi dan sinkronisasi secara vertikal serta horizontal baik dalam lingkungan Dinas maupun instansi lain sesuai dengan tugas pokok masing masing. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti, memenuhi petunjuk-petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasannya masing-masing serta menyampaikan laporan tepat pada waktunya. BAB IX KETENTUAN PENUTUP Pasal 50 Uraian tugas masing-masing pejabat dan pelaksana pada Dinas Sosial ditetapkan dengan Peraturan Kepala Dinas. Pasal 51 Dengan berlakunya Peraturan Bupati ini, maka segala peraturan yang tidak sesuai dan bertentangan dengan peraturan Bupati ini dinyatakan tidak berlaku lagi.
- 199 - Pasal 52 Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat. Ditetapkan di Pangkalan Bun Pada tanggal BUPATI KOTAWARINGIN BARAT Cap/ttd H. UJANG ISKANDAR, ST, M.Si Diundangkan di Pangkalan Bun Pada tanggal Plt. SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT Cap/ttd Drs. BUDASMAN, M.Si NIP. 19560514 198303 1 002 BERITA DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT TAHUN 2008 NOMOR 12