BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Menurut Arikunto (1998), penelitian korelasional merupakan penelitian untuk mengetahui ada atau tidak adanya hubungan antara dua variabel atau lebih. Dengan teknik korelasional peneliti dapat mengetahui hubungan sebuah veriabel dengan variabel lain. Besar atau tingginya hubungan tersebut dinyatakan dalam koefisien korelasi. Dalam penelitian ini diupayakan memastikan signifikansi hubungan antara interaksi teman sebaya dengan kompetensi interpersonal pada Anggota Palang Merah Remaja Wira Palang Merah Indonesia Kota Salatiga. 3.2 Populasi dan Sampel 3.2.1 Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya, populasi dalam metode penelitian digunakan untuk menyebutkan serumpun atau sekelompok objek yang menjadi masalah sasaran penelitian yang merupakan keseluruhan (universum) (Sugiono,2011). Populasi dalam penelitian ini adalah Palang Merah Remaja Wira PMI kota Salatiga yang berada di sekolah sekolah di Salatiga. 24
Tabel 3.1 Gambaran populasi penelitian No. Nama Sekolah Jumlah anggota PMR wira Aktif 1 SMK N 1 50 2 SMK N 2 40 3 SMK N 3 25 4 SMK Diponegoro 38 5 SMA N 2 Salatiga 49 Jumlah 202 Sumber: PMI Kota Salatiga 3.2.2 Sampel Menurut sugiyono (2011) sampel penelitian adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel, proporsional sampling (proportional sampling). Teknik ini menghendaki cara pengambilan sampel dari setiap sub populasi dengan memperhitungkan besar kecilnya sub populasi tersebut. Sampel dalam penelitian adalah anggota 120 PMR Wira yang di ambil di 5 sekolah di salatiga. Tabel 3.2 Gambaran sampel penelitian No. Nama Sekolah Jumlah anggota PMR wira Aktif 1 SMK N 1 30 2 SMA N 2 Salatiga 26 3 SMK N 2 24 4 SMK Diponegoro 20 5 SMK N 3 20 Jumlah 120 25
3.3 Variabel penelitian dan Definisi operasional Menurut Sugiyono (2011) variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari sehingga diperoleh hasil informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulan variable yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Variabel bebas : Interaksi teman sebaya b. Variabel terikat : Kompetensi interpersonal 3.4 Definisi operasional Definisi tiap variabel sebagai berikut 1. Interaksi teman sebaya adalah kedekatan hubungan antara individu yang satu dengan yang lain dalam pergaulan kelompok teman sebaya yang meliputi remaja yang diterima kelompok remaja yang diabaikan, dan remaja yang ditolak kelompok teman sebayanya. Remaja yang diterima kelompoknya memiliki sifat toleran, luwes, energik, riang, memiliki rasa humor, bertingkah sewajarnya, antusias, mendorong dan merencanakan aktivitas kelompok. Sementara itu remaja yang diabaikan memiliki karakterisitik yang berlawanan dengan remaja yang diterima. Beberapa karakteristik tersebut adalah, kurang percaya diri, cenderung bereaksi secara kasar, gugup, mengisolasi diri. 2. Kompetensi interpersonal adalah suatu bentuk kemampuan yang dimiliki individu untuk menciptakan suatu interaksi yang efektif agar indifidu itu dapat produktif, kreatif, inovatif dan mudah untuk bersosialisasi. 26
3.5 Metode pengumpulan data 3.5.1 Tehnik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dalam bentuk skala. Ada dua jenis skala yang digunakan dalam proses pengumpulan data yaitu (a) skala kompetensi interpersonal (b) skala interaksi teman sebaya,. Jadi dalam penelitian ini menggunakan 2 jenis skala penilaian. Yaitu skala skala kompetensi interpersonal diambil dari aspek-aspek kompetensi interpersonal Buhrmester (1988) dan skala interaksi teman sebayadiambil dari aspek-aspek interaksi teman sebaya Darten (dalam Listyaningsih, 2004) yang telah penulis modifikasi. Skala skala interaksi teman sebaya skala kompetensi interpersonal disajikan dalam pernyataan yang harus direspon oleh subyek dengan 4 alternatif jawaban, yaitu : TS : Tidak Sesuai KS : Kurang Sesuai S SS : Sesuai : Sangat Sesuai Model skala yang dikembangkan untuk kedua skala mengadopsi dari model yang dikembangkan. Untuk setiap butir pernyataan favorabel dan unfavorabel pemberian nilainya dalam tabel 3.3 seperti berikut : 27
Tabel 3.3 Tabel kategori skor instrumen Jawaban Unfavorabel Favorabel TS : Tidak Sesuai 4 1 KS : Kurang Sesuai 3 2 S : Sesuai 2 3 SS : Sangat Sesuai 1 4 Angket kompetensi interpersonal diadobsi dari teori yang diambil berdasarkan aspek-aspek kompetensi interpersonal teori Buhrmester, dkk (1988) yang telah dimodifikasi. Kisi-kisi angket kompetensi interpersonal ini ditunjukan sebagai berikut. Tabel 3.4 Kisi- kisi skala kompetensi interpersonal Aspek No. Butir Favorabel No. Butir Unfavorabel Jumlah Inisiatif Keterbukaan Asertif Dukungan emosional Pengatasan konflik 02 07,18,23 04 06,11,17 01,03,20 05,12,14,19,22 10,16,26,27 09,13,21,24 25,28,29 08,15,30 Jumlah 11 19 30 6 7 5 6 6 Sedangkan angket interaksi teman sebaya diadobsi dari teori yang diambil berdasarkan aspek-aspek interaksi teman sebaya menurut Darten (dalam Listyaningsih, 2004 ) yang telah dimodifikasi. Kisi-kisi angket interaksi teman sebaya ini ditunjukan sebagai berikut 28
Tabel 3.5 Kisi-kisi angket interaksi teman sebaya No. Aspek Indikator Butir Item Jumlah F UF 1. Jumlah remaja berada di luar rumah dan 2 Keterlibatan remaja di dalam kelompok 3 Kecenderungan remaja untuk berkumpul 4 Bermain asosiatif berusaha melepaskan diri dari orang tua 5 Sikap kerjasama pada sekelompok teman sebaya mengunjungi teman 41,42 43,44 4 Menjalin hubungan akrabdengan teman sebaya Memperoleh penerimaan dari teman 2,3,4 1,5,6 6 7,8 9 3 Mendapat dukungan dari 10,12 11,13 4 teman sebaya Teman sebagai sumber 14,16,17 15 4 informasi baru Terbuka kepada teman 18,19 20 3 Mengikuti kegiatan 22,23,24 21,25 5 kelompok Menghabiskan waktu bersama teman sebaya 36,37 38,39,40 5 Senang bekerja sama 26,27,29 28 4 Mempunyai prinsip dan 30,33,34, 31,32 6 nilai-nilai yang dianut bersama 35 Jumlah 44 3.6 Pengujian Validitas dan Reliabilitas Data 3.6.1 Validitas Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala interaksi teman sebaya yang berisikan 44 butir item yang dikembangkan oleh Darten (dalam Listyaningsih, 2004). Setelah diambil data siswa, dilakukan analisis butir item untuk menetapkan reliabilitas angket. Untuk mengetahui validitas item dan reliabilitas dari instrument, Suatu item dikatakan valid apabila item tersebut mampu menjalankan fungsi ukurnya 29
atau memberi hasil ukur yang sesuai dengan maksud pengukuran tersebut (Azwar, 2001). Kriteria untuk menentukan validitas instrumen digunakan pedoman dari Ali (1995) yang menyatakan bahwa suatu item instrumen penelitian dianggap valid jika memilki coefisien corrected item to total correlation 0,20 dengan kategori sebagai berikut : 0,00 0,20 : tidak valid 0,21 0,40 : validitas rendah 0,41 0,60 : validitas sedang 0,61 0,80 : validitas tinggi 0,81 1,00 : validitas sangat tinggi Uji coba skala penilaian interaksi teman sebaya ini dilakukan kepada 30 anggota PMR yang menjadi subyek penelitian. Pengujian validitas untuk masing-masing skala dihitung dengan menggunakan Corrected Item Total Corelation dari tiap-tiap indikator α Cronbach, yang perhitungannya menggunakan program komputer SPSS (Satistical Product Service Solution) release 11.5 for windows. Setelah dianalisis untuk skala penilaian interaksi teman sebaya terdapat 4 item yang tidak valid, yaitu item nomor 3, 19, 20, 42. Dan nilai terkecil yang didapatkan adalah -0.006 dan tertinggi 0,677. Keempat item yang tidak valid tersebut dinyatakan gugur dan selanjutnya tidak diolah dalam analisis data korelasi. Untuk Skala Penilaian kompetensi interpersonal menurut Buhrmester, dkk (1988) yang berisikan 30 butir item. Pengujian validitas 30
untuk masing-masing skala dihitung dengan menggunakan Corrected Item Total Corelation dari tiap-tiap indikator α Cronbach, yang perhitungannya menggunakan program komputer SPSS (Satistical Product Service Solution) release 11.5 for windows. Setelah dianalisis untuk skala penilaian kompetensi interpersonal terdapat 30 item yang valid dengan item dengan skor terendah 0,322 dan tertinggi 0,711. 3.6.2 Reliabilitas Sebuah penelitian dikatakan reliabel jika jawaban terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu dan menunjukkan sejauh mana pengukuran itu dapat memberikan hasil yang relatif tidak berbeda bila dilakukan pengukuran kembali terhadap subjek yang sama. Menurut Azwar (2001) untuk menguji reliabilitas digunakan teknik Alpha Cronbach, dikatakan reliabel jika besarnya korelasi minimal α 0,070. Untuk mengetahui reliabilitas alat ukur. α > 0.9 dikatakan sangat tinggi α > 0.8 dikatakan tinggi α > 0.7 dikatakan cukup tinggi α > 0.6 dikatakan rendah α > 0.5 dikatakan rendah α < 0.05 dikatakan sangat rendah 31
Maka hasil data skala sikap interaksi sosial teman sebaya ini memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi, atau dengan kata lain data hasil skala penilaian dapat dipercaya. Tabel 3.6 Reliability Statistics Cronbach's N of Alpha Items. 8751 40 Uji reliabilitas untuk skala penilaian interaksi teman sebaya diperoleh α: 0. 8641 Sesuai kriteria, koefisien reliabilitas antara 0,7 sampai 0,8 cukup tinggi untuk penelitian dasar. Maka hasil data dari skala penilaian interaksi teman sebaya ini memiliki tingkat reliabilitas yang cukup tinggi, atau dengan kata lain data hasil skala penilaian ini dapat dipercaya Tabel 3.7 Reliability Statistics Cronbach's N of Alpha Items.8939 30 Uji reliabilitas untuk skala penilaian kompetensi interpersonal diperoleh α: 0. 8939 Sesuai kriteria, koefisien reliabilitas antara 0,7 sampai 0,8 cukup tinggi untuk penelitian dasar. Maka hasil data dari skala penilaian kompetensi interpersonal ini memiliki tingkat reliabilitas yang cukup tinggi, atau dengan kata lain data hasil skala penilaian ini dapat dipercaya 32
3.6 Teknik Analisa Data Setelah data yang diperlukan terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah menganalisa data tersebut. Langkah ini menjadi penting mengingat analisa data sangat diperlukan dan erat kaitannya dengan proses penarikan kesimpulan suatu penelitian. Untuk menganalisa data dalam penelitian ini menggunakan perhitungan statistik, yaitu uji korelasi Kendall s tau_b karena menguji keeratan hubungan antara dua variabel yang datanya ordinal. Sedangkan untuk pengolahan data dilakukan dengan program komputer SPSS for Windows Release 11.5 33