BAB III: GAMBARAN UMUM LOKASI STUDI

dokumen-dokumen yang mirip
EVALUASI TANGGA KEBAKARAN SEBAGAI SARANA EVAKUASI KEBAKARAN ( STUDI KASUS UMB TOWER )

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

kondisi jalur di pusat perbelanjaan di jantung kota Yogyakarta ini kurang BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Pranata Pembangunan Pertemuan 1 Pentingnya Tangga kebakaran. Sahid Mochtar, S.T., MT. Ratna Safitri, S.T., M.Ars.

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN. A. Obyek Penelitian

128 Universitas Indonesia

Pemeriksaan Keandalan dan Kelaikan Bangunan Gedung

DAFTAR PUSTAKA. Audit Energi Pada Bangunan Gedung. Jakarta: Departemen Pertambangan dan. Energi. Direktotat Jendral Pengembangan Energi.

LAPORAN PERANCANGAN ARSITEKTUR AKHIR PERANCANGAN GEDUNG RUMAH SAKIT PENDIDIKAN KELAS B SATELIT

PENGEMBANGAN RS HARUM

DAFTAR PERTANYAAN AUDIT KESELAMATAN KEBAKARAN GEDUNG PT. X JAKARTA

BAB III : DATA DAN ANALISA

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

KATA PENGANTAR. Denpasar, Agustus 2016 Penulis, Indra Prananda

BAB V PROGRAM PERANCANGAN FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO

SISTEM PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN I

BAB VI KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TAMAN PINTAR DI KOTA SOLO DENGAN METAFORA ARSITEKTUR

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV: KONSEP PERANCANGAN

BAB III: DATA DAN ANALISA

INTI BANGUNAN. Pertemuan 14: 7 Desember 2009

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

BAB III: DATA DAN ANALISA

BAB VI HASIL RANCANGAN. Perancangan Pusat Seni Tradisi Sunda di Ciamis Jawa Barat menggunakan

BAB IV INSTALASI SISTEM DETEKSI KEBAKARAN

EVALUASI DESAIN JALUR EVAKUASI PENGGUNA BANGUNAN DALAM KONDISI DARURAT PADA BANGUNAN APARTEMEN X

DAFTAR ISI. PROYEK AKHIR SARJANA... i. KATA PENGANTAR... ii. DAFTAR GAMBAR... ix. DAFTAR TABEL... xiii PENDAHULUAN Data Ukuran Lahan...

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... iv DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR TABEL...

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH JAKARTA SELATAN Arsitektur Tropis

LAMPIRAN. Proposal Penelitian Studi Evaluasi Jalur Evakuasi Terhadap Keselamatan Karyawan Pada Wisma Barito Pasific

BAB IV ANALISA PERENCANAAN

BAB 6 HASIL RANCANGAN. Perancangan Batu convention and exhibition center merupakan salah satu

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB 5 KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. dengan lingkungannya yang baru.

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN CENGKARENG OFFICE PARK KONSEP DASAR PERANCANGAN

BAB IV DISKRIPSI HASIL RANCANGAN

BAB II: TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV KONSEP. 4.1 Ide Awal

BAB IV: KONSEP Konsep Bentuk Bangunan Neo Vernakular

BAB I PENDAHULUAN. di masyarakat berusaha mendidik mahasiswanya agar dapat menjadi SDM yang

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. mempunyai risiko bahaya kesehatan, mudah terjangkit penyakit atau

BAB VII PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG KULIAH SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS DIPONEGORO

BAB VI HASIL RANCANGAN

BAB IV: KONSEP Konsep Bentuk Massa Bangunan

BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN RELOKASI PASAR IKAN HIGIENIS REJOMULYO SEMARANG

EMERGENCY PLANING AND EVACUATION LANGKAH-LANGKAH DALAM MENGHADAPI BAHAYA KEBAKARAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB III LANDASAN TEORI. A. Evaluasi Sistem Proteksi Kebakaran Gedung

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN STUDI BANDING

PENGENALAN OBJEK. SIDANG TUGAS AKHIR SEKOLAH TINGGI MODE SURABAYA Tema HAUTE COUTURE Cherry Candsevia Difarissa

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN V. KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:

BAB V PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. Pelatihan

Evaluasi Fungsi Tangga Darurat pada Gedung-gedung di Universitas Negeri Semarang

Zona lainnya menjadi zona nista-madya dan utama-madya.

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

sambil berjalan tulisan jalur evakuasi dan tangga evakuasinya Suatu hari, saat proses perkuliahan berlangsung di gedung FKIK

PROSEDUR KEADAAN DARURAT

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. V. 1 Konsep Dasar Perencanaan dan Perancangan. mengenai isu krisis energi dan pemanasan global.

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR STASIUN INTERMODA DI TANGERANG

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. penerapan topik dan tema arsitektur tropis pada proyek tersebut. 3. Luas Lahan : 15.

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

Redesain Kampus Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Ta 115 DAFTAR ISI

GEDUNG SEKRETARIAT ASEAN

PROGRAM KERJA MANAJEMEN FASILITAS DAN KESELAMATAN

Lampiran 1 DENAH INSTALASI ICU. Universitas Sumatera Utara

BAB V PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

TUGAS AKHIR PERANCANGAN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN JATISAMPURNA - BEKASI

BAB V KONSEP DASAR PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. dalam perancangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tata Boga.

PERSYARATAN BANGUNAN UNTUK PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN

BAB 4 KONSEP PERANCANGAN

BAB VI HASIL RANCANGAN. mengacu pada tema dasar yaitu high-tech architecture, dengan tujuh prinsip tema

BAB V KONSEP PERANCANGAN

PROSEDUR PEMADAM KEBAKARAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

REDESAIN RUMAH SAKIT ISLAM MADINAH TULUNGAGUNG TA-115

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN


BAB VI HASIL PERANCANGAN

BAB VI HASIL PERANCANGAN. Konsep desain kawasan menggunakan konsep dasar transformasi yang

SISTEM STRUKTUR PADA BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT

Prosedur Operasional Baku. Penggunaan Studio Arsitektur

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB 6 HASIL RANCANGAN. Perancangan Shopping Center ini terletak di Buring kecamatan

TEMA DAN KONSEP. PUSAT MODE DAN DESAIN Tema : Dinamis KONSEP RUANG KONSEP TAPAK LOKASI OBJEK RANCANG

BAB VI HASIL RANCANGAN. ini merupakan hasil pengambilan keputusan dari hasil analisa dan konsep pada bab

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN. Tujuan dari perancangan Pusat Gerontologi di Jawa Barat merupakan

UTILITAS 02 ELECTRICAL SYSTEM PROGRAM STUDI TEKNIK ARSITEKTUR UNIVERSITAS GUNADARMA. Veronika Widi Prabawasari

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

KANTOR SEWA DAN APARTEMEN DI JAKARTA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR SIMBIOSIS

Perancangan Convention and Exhibition di Malang

BAB 3 HASIL RANCANGAN DAN PEMBUKTIANNYA 3.1 NARASI DAN ILUSTRASI HASIL RANCANGAN

BAB V. KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. Total keseluruhan luas parkir yang diperlukan adalah 714 m 2, dengan 510 m 2 untuk

Terminal Antarmoda Monorel Busway di Jakarta PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TERMINAL ANTARMODA

Transkripsi:

BAB III: GAMBARAN UMUM LOKASI STUDI 3.1. Deskripsi studi kasus Universitas Mercu Buana didirikan pada 22 Oktober 1985. Sampai saat ini, telah mempunyai 4 kampus yang terdiri dari kampus utama yang dinamakan Kampus A terletak di daerah Meruya, Jakarta Barat, kampus B, terletak di Menteng, Jakarta Pusat, kampus C di Depok, Jawa Barat, serta Kampus D di Bekasi, Jawa Barat. Pada penelitian ini, studi kasusnya berada di kampus A atau disebut juga dengan kampus menara Bhakti yang saat ini telah memiliki 7 buah bangunan utama yaitu 5 Gedung Perkuliahan yang terdiri atas 4 gedung berlantai 4, dan 1 gedung berlantai 5, 1 gedung untuk kegiatan kemahasiswaan berlantai 2 dan 1 gedung Rektorat berlantai 2 seperti yang terlihat pada gambar 35. Disamping itu terdapat sebuah masjid dengan yang terdiri dari 2 lantai untuk keperluan beribadah bagi mahasiswa/i dan masyarakat sekitar yang beragama islam. gambar 35. Masterplan kampus menara Bhakti ( www.maps.google.co.id ) Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 66

= batas kawasan Universitas Mercu Buana = gedung rektorat = gedung perkuliahan = gedung kegiatan mahasiswa = UMB Tower = Masjid UMB Keterangan gambar 35 Pada tahun 2009, kampus menara Bhakti telah mempunyai UMB Tower setinggi 7 lantai sebagai gedung perpustakaan, auditorium berbentuk teater, Lab komputer pusat, ruang - ruang kelas, business Center dan ruang yayasan, seperti lebih dijelaskan pada tabel 6 berikut ini : tabel 6. Fungsi tiap lantai UMB Tower No. Lantai Fungsi Luas area (m²) 1 Semi basement R. laboratorium komputer, dll 1056,713 m² 2 Lantai 1 Business Center, exhibition hall, dll 986,8 m² 3 Lantai 2 R. yayasan, R. Kelas, dll 986,8 m² 4 Lantai 3 R. kelas, dll 783,8 m² 5 Lantai 4 R. kelas, dll 783,8 m² 6 Lantai 5 Perpustakaan, dll 783,8 m² 7 Lantai 6 Perpustakaan, dll 783,8 m² Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 67

8 Lantai 7 Auditorium, dll 783,8 m² 9 Lantai Utilitas R. Control panel lift, dll 119 m² JUMLAH 7068,313 m² UMB Tower mempunyai 2 core yang berfungsi sebagai zona fasilitas servis bagi pengguna bangunan, pusat kontrol ME (mekanikal elektrikal), sirkulasi vertikal, dan lain-lain. Sistem tangga kebakaran terdapat di dalam core tersebut sebagai sarana evakuasi dan sirkulasi vertikal bagi pengguna bangunan tersebut seperti terlihat pada setiap gambar denah berikut ini : gambar 36. denah lantai semi basement UMB Tower Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 68

gambar 37. denah lantai 1 UMB Tower gambar 38. denah lantai 2 UMB Tower Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 69

gambar 39. denah lantai 3 UMB Tower gambar 40. denah lantai 4 UMB Tower Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 70

gambar 41. denah lantai 5 UMB Tower gambar 42. denah lantai 6 UMB Tower Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 71

gambar 43. denah lantai 7 UMB Tower gambar 44. denah lantai utilitas UMB Tower Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 72

= batas core = tangga kebakaran Keterangan gambar 36 gambar 44 Dilihat dari jumlah core, maka terdapat 2 tangga kebakaran pada setiap lantai bangunan tersebut. Jumlah lantai UMB Tower ada 9, maka secara keseluruhan ada 18 lapis tangga kebakaran dengan perincian 16 dari bahan beton bertulang seperti terlihat pada gambar 45, dan 2 berbentuk spiral dari bahan baja seperti terlihat pada gambar 46 berikut : gambar 45. tangga kebakaran UMB Tower Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 73

gambar 46. tangga kebakaran spiral UMB Tower Efektifitas dari tangga kebakaran tersebut juga ditentukan oleh komponenkomponen pendukungnya, yaitu : 1. Petunjuk arah jalan keluar Sebuah koridor pada bangunan harus dilengkapi dengan tanda (sign) yang menggambarkan arah menuju ke tangga kebakaran dengan tujuan membantu pengguna bangunan dalam menyelamatkan jiwanya. Petunjuk arah jalan keluar mempunyai standar yang secara umum yaitu harus terlihat dengan jelas oleh pengguna bangunan yang berada di koridor tersebut walaupun pada saat terjadinya keadaan darurat (kebakaran). Contoh sebuah petunjuk arah jalan keluar terlihat di gambar 47. Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 74

gambar 47. sign exit UMB Tower 2. Lampu darurat Pada saat terjadinya kebakaran, seluruh aliran listrik pasti akan dimatikan agar tidak memungkinkan korsleting listrik akibat suhu panas api dan terbakarnya kabel-kabel elektrikal pada bangunan tersebut. Maka pada saat situasi kebakaran itu terjadi, diperlukan lampu darurat sebagai penerangan jalan bagi pengguna bangunan untuk mengevakuasi jiwanya dengan berlari ke arah tangga kebakaran sampai pada ke lantai dasar lalu dapat keluar dari bangunan tersebut dengan selamat. Contoh sebuah lampu darurat terlihat di gambar 48. gambar 48. lampu darurat tangga kebakaran UMB Tower 3. Sistem kendali asap Efek asap dari benda yang terbakar ataupun dari api yang menyala di dalam ruangan bangunan dapat melumpuhkan seseorang yang menghirupnya. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem yang dapat se-maksimal mungkin mengeluarkan asap atau mengusir asap dari dalam tangga kebakaran agar Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 75

pengguna bangunan aman pada saat mengevakuasi diri di dalamnya tanpa terganggu oleh asap. Contoh sebuah sistem kendali asap terlihat di gambar 49. gambar 49. pressure fan tangga kebakaran UMB Tower 4. Pintu darurat Fungsi dari sebuah tangga kebakaran akan sia-sia apabila tidak adanya pintu darurat, karena api dan asap yang telah menyebar di dalam ruang-ruang bangunan akan tertahan oleh pintu darurat pada saat tertutup. Persyaratan utama pintu darurat adalah kekuatannya yang dapat menahan panas api kurang dari 2 jam tanpa terbakar dan harus dapat tertutup secara otomatis pada saat terbuka. Contoh sebuah pintu darurat terlihat di gambar 50 dan gambar 51. Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 76

gambar 50. pintu darurat tampak belakang UMB Tower gambar 51. pintu darurat tampak depan UMB Tower Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 77