BAB III PEMBAHASAN MULAI

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. yang terdapat pada Centrifugal Gas Compressor. dibantu oleh mesin pengerak lain atau penggerak utama (prime mover).

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 2, (2012) ISSN:

KOMPRESOR. Perancangan Alat Proses. Abdul Wahid Surhim 2015

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

DOSEN PEMBIMBING : Prof.Dr.Ir. I Made Arya Djoni,M.Sc.

MARABUNTA MACHINDO Hydraulic and Hard Chrome Specialist CNC Miling and CNC Lathe

Bab III Data Perancangan GRP Pipeline

CARA MENGKAJI PIPING & INSTRUMENTATION DIAGRAM

ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR SOLAR DAN BIODIESEL B20 TERHADAP PERFORMANSI ENGINE VOLVO D9B 380

PERANCANGAN KOMPRESSOR SENTRIFUGAL PADA TURBOCHARGER UNTUK MENAIKAN DAYA MESIN BENSIN 1500cc SEBESAR 25%

Uji Eksperimental Pertamina DEX dan Pertamina DEX + Zat Aditif pada Engine Diesel Putaran Konstan KAMA KM178FS

PROGRAM STUDI DIII TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2014

TINJAUAN TEKNIS EKONOMIS PEMAKAIAN DUAL FUEL PADA TUG BOAT PT. PELABUHAN INDONESIA II

OLEH : DADANG HIDAYAT ( ) DOSEN PEMBIMBING : Dr. Bambang Sudarmanta, ST., MT.

BAB V ANALISA AKHIR. pengujian Dynotest dan Uji Konsumsi Bahan Bakar Pada RPM Konstan untuk

OPTIMALISASI PEROLEHAN MINYAK MENGGUNAKAN PEMISAHAN SECARA BERTAHAP

Grafik bhp vs rpm BHP. BHP (hp) Putaran Engine (rpm) tanpa hho. HHO (plat) HHO (spiral) Poly. (tanpa hho) Poly. (HHO (plat)) Poly.

BAB IV PERHITUNGAN. 4.1 Siklus Gabungan (dual combustion Cycle) Pada Turbocharger ini memakai siklus gabungan yang disebut juga

TERMODINAMIKA SIKLUS KERJA DAN PEMAKAIAN BAHAN BAKAR MESIN DIESEL EMPAT LANGKAH 350 HP, 400 RPM (KAJIAN TEORITIS) Aloysius Eddy Liemena *) Abstract

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisa Teknis Pemilihan Packing set pada Mesin Diesel Reverse Engineering

BAB III SISTEM PLTGU UBP TANJUNG PRIOK

BAB IV HASIL PENGAMATAN & ANALISA

Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia

BAB IV PENGOLAHAN DAN ANALISA DATA

PEMBAHASAN. 1. Mean Effective Pressure. 2. Torque And Power. 3. Dynamometers. 5. Specific Fuel Consumption. 6. Engine Effeciencies

ANALISA PENGARUH PARAMETER SISTEM PENGKONVERSIAN WET GAS TERHADAP PERFORMA KOMPRESOR SENTRIFUGAL

PENGARUH PENAMBAHAN ADITIF PADA PREMIUM DENGAN VARIASI KONSENTRASI TERHADAP UNJUK KERJA ENGINE PUTARAN VARIABEL KARISMA 125 CC

BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN PENINGKATAN PERFORMA MESIN YAMAHA CRYPTON. Panjang langkah (L) : 59 mm = 5,9 cm. Jumlah silinder (z) : 1 buah

ANALISIS MESIN PENGGERAK PEMBANGKIT LISTRIK DENGAN BAHAN BAKAR BIOGAS. Tulus Subagyo 1

Ilham Budi Santoso Moderator KBK Rotating.

BAB IV PERHITUNGAN HIDRAULIK

BAB IV ANALISA DATA DAN PERHITUNGAN

BAB III PERENCANAAN DAN PERHITUNGAN

PERHITUNGAN UJUK KERJA TURBIN GAS SOLAR SATURN PADA UNIT PEMBANGKIT DAYA JOINT OPERATING BODY PERTAMINA PETROCHINA EAST JAVA (JOB P-PEJ)

PENGARUH VARIASI PERBANDINGAN BAHAN BAKAR SOLAR-BIODIESEL (MINYAK JELANTAH) TERHADAP UNJUK KERJA PADA MOTOR DIESEL

V Reversible Processes

Jl. Pertanino. 18/KavA. Duren Tiga. Pancoran. Jakarta Selatan. Indonesia Phone:

Prediksi Performa Linear Engine Bersilinder Tunggal Sistem Pegas Hasil Modifikasi dari Mesin Konvensional Yamaha RS 100CC

LAMPIRAN A PERHITUNGAN DENGAN MANUAL. data data dari tabel hasil pengujian performansi motor diesel. sgf = 0,845 V s =

Mesin Penggerak Kapal PROGRAM STUDI TEKNIK PERKAPALAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

Bab 3 Data Operasi Sistem Perpipaan pada Topside Platform

ANALISA PENGARUH PEMANASAN AWAL BAHAN BAKAR SOLAR TERHADAP PERFORMA DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA MESIN MOTOR DIESEL SATU SILINDER

Abstrak. TUJUAN PENELITIAN Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh keausan ring piston terhadap kinerja mesin diesel

KAJIAN UNJUK KERJA MOTOR BAKAR MENGGUNAKAN PROGRAM VISUAL BASIC

Aisyah [1] Prodi S1 Ilmu Komputasi, Fakultas Informatika, Universitas Telkom [1] [1]

BAB IV RANCANGAN KILANG LNG MINI DENGAN SUMBER GAS SUAR BAKAR

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

ANALISIS PERFORMANSI MOTOR BAKAR DIESEL SWD 8FG PLTD AYANGAN TAKENGON ACEH TENGAH

ASPEK TORSI DAN DAYA PADA MESIN SEPEDA MOTOR 4 LANGKAH DENGAN BAHAN BAKAR CAMPURAN PREMIUM METHANOL

BUKU PETUNJUK PRAKTIKUM MESIN-MESIN FLUIDA

Basic Comfort Air Conditioning System

ANALISA PERBANDINGAN PERFORMANSI SINGLE DAN DOUBLE TURBOCHARGER PADA CUMMINS ENGINE K50 SERIES

PERENCANAAN ULANG INSTALASI POMPA PENYALUR BASE OIL DI PT PERTAMINA PRODUCTION UNIT GRESIK

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PT. RAJA RAFA SAMUDRA

PROSES KERJA GAS COMPRESSOR DIDALAM PENGOLAHAN GAS ALAM DI PT. CNOOC SES Ltd.

Analisa Penerapan Mesin Hybrid Pada Kapal KPC-28 dengan Kombinasi Diesel Engine dan Motor Induksi Yang Disuplai Dengan Batterai

BAB 4 PENGOLAHAN DAN ANALISA DATA

III. METODOLOGI PENELITIAN. Alat-alat dan bahan yang digunakan dalam proses pengujian ini meliputi : mesin

Session 4. Diesel Power Plant. 1. Siklus Otto dan Diesel 2. Prinsip PLTD 3. Proses PLTD 4. Komponen PLTD 5. Kelebihan dan Kekurangan PLTD

KAJIAN KEEKONOMIAN DESAIN SEPARATOR SURFACE FACILITIES PADA LAPANGAN X ABSTRAK

Bagaimana perbandingan unjuk kerja motor diesel bahan bakar minyak (solar) dengan dual fuel motor diesel bahan bakar minyak (solar) dan CNG?

LAPORAN SKRIPSI ANALISA DISTRIBUSI TEMPERATUR PADA CAMPURAN GAS CH 4 -CO 2 DIDALAM DOUBLE PIPE HEAT EXCHANGER DENGAN METODE CONTROLLED FREEZE OUT-AREA

BAB IV PERHTUNGAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Daya motor dapat diketahui dari persamaan (2.5) Torsi dapat diketahui melalui persamaan (2.6)

Optimasi Daya dan Torsi pada Motor 4 Tak dengan Modifikasi Crankshaft dan Porting pada Cylinder Head

BAB IV HASIL YANG DICAPAI DAN POTENSI KHUSUS 1.1 KETERSEDIAAN DEBIT AIR PLTM CILEUNCA

Perhitungan Unjuk Kerja Turbin Gas SOLAR SATURN Pada Unit

FLUID MACHINES LABORATORY MECHANICAL ENGINEERING BRAWIJAYA UNIVERSITY JL. MAYJEN HARYONO 167 MALANG TELP/FAX :

BAB 3 DATA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

BAB III METODELOGI STUDI KASUS. Mulai. Studi literatur dan kajian pustaka

PREDIKSI PERFORMA LINEAR ENGINE BERSILINDER TUNGGAL SISTEM PEGAS HASIL MODIFIKASI DARI MESIN KONVENSIONAL YAMAHA RS 100CC

UNJUK KERJA MESIN BENSIN 4 SILINDER TYPE 4G63 SOHC 2000 CC MPI

BAB II LANDASAN TEORI. stage nozzle atau nozzle tingkat pertama atau suhu pengapian turbin. Apabila suhu

Andik Irawan, Karakteristik Unjuk Kerja Motor Bensin 4 Langkah Dengan Variasi Volume Silinder Dan Perbandingan Kompresi

Pengaturan Kondisi Idle dan Akselerasi pada Motor Berbahan Bakar Gas

:... (m) / (bar) vacuum. Viscocity :...(mm 2 /s) Chemical Material Pompa Mech.Seal Design Konsentrasi Media :...(%)

UJI PERFORMANSI MESIN OTTO SATU SILINDER DENGAN BAHAN BAKAR PREMIUM DAN PERTAMAX PLUS

Analisis Pengaruh Penambahan Durasi Camshaft terhadap Unjuk Kerja dan Emisi Gas Buang pada Engine Sinjai 650 cc

PA U PESAW PESA AT A T TER

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) POMPA KOMPRESOR. Disusun Oleh: Rianto Wibowo

STUDI EKSPERIMENTAL PERBANDINGAN REFRIJERAN R-12 DENGAN HYDROCARBON MC-12 PADA SISTEM PENDINGIN DENGAN VARIASI PUTARAN KOMPRESOR. Ir.

PETUNJUK PRAKTIKUM MESIN KAPAL JURUSAN TEKNIK SISTEM PERKAPALAN MARINE ENGINEERING

BAB I PENDAHULUAN. I. 1 Latar Belakang

BAB III 1 METODE PENELITIAN

Rancang Bangun Sistem Penginjeksian Gas Pada Modifikasi Dual Fuel Diesel Engine

BAB II LANDASAN TEORI

Perencanaan Water Jet Sebagai Alternatif Propulsi Pada Kapal Cepat Torpedo 40 M Untuk Meningkatkan Kecepatan Sampai 40 Knot

SEPARATOR. Nama Anggota: PITRI YANTI ( } KARINDAH ADE SYAPUTRI ( ) LISA ARIYANTI ( )

ANALISA KINERJA MEKANISME SINGLE ACTING DAN DOUBLE ACTING KOMPRESOR TORAK MODEL SUPERIOR SW64 SKRIPSI SAAD RIDWANULLAH NIM:

CH 3 -O-CH 3. Pabrik Dimethyl Ether (DME) dari Styrofoam bekas dengan Proses Direct Synthesis. Dosen Pembimbing: Dr.Ir. Niniek Fajar Puspita, M.

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 2, (2014) ISSN:

Transkripsi:

BAB III PEMBAHASAN 3.1. Diagram Alir Pemilihan Kompresor MULAI DESIGN BASIS Discharge Pressure Temperatur Flow Head Komposisi Gas INPUT DATA PEMILIHAN JENIS KOMPRESOR ANALISA PERHITUNGAN RUMUS EMPIRIS OUTPUT DATA PERHITUNGAN KATALOG PENENTUAN GAS KOMPRESOR SELESAI Gambar 3.1 Diagram Alir Pemilihan Gas Kompresor 22

3.2. Penjelasan Diagram Alir a. Input data adalah proses pengambilan data yang berasal dari design basis berupa kebutuhan tekanan, temperatur, kapasitas, komposisi dan kandungan gas yang akan di kompresikan. b. Pemilihan jenis kompresor adalah proses menentukan jenis kompresor apa yang akan digunakan, hal ini dapat dilihat berdasarkan pertimbangan input data yang diperoleh. c. Analisa Perhitungan menggunakan rumus-rumus empiris juga menggunakan grafik untuk menentukan nilai dari data-data lanjutan yang ingin diperoleh dari perencanaan kompresor d. Output Data Perhitungan adalah data hasil perhitungan yang akan digunakan untuk memilih kompresor yang sesuai dengan spesifikasi yang ada dipasaran. e. Penentuan Gas Kompresor membandingkan hasil perhitungan dengan spesifikasi yang ada dipasaran. 3.3. Pengumpulan Data Dari hasil pengumpulan data yang diperoleh, maka data data tersebut akan diolah dengan menggunakan perhitungan berdasarkan teori pada Bab II. Kondisi operasi yang diinginkan pada gas compresor adalah sebagai berikut : Elevasi plant adalah 500 ft dpl. Sehingga barometric pressure adalah 14.429 psia a. Pressure absolute pada suction adalah P s = 520 psig + 14,429 = 534,429 psia b. Pressure absolute pada discharge adalah P d = 1250 psig + 14,429 = 1264,429 psia c. Temperatur absolute pada suction adalah T s = 85 o F + 460 = 545 o R d. Temperatur absolute pada discharge adalah T d = 199 o F + 460 = 659 o R e. Kapasitas gas yang diinginkan perhari adalah 45 MMSCFD 23

Dalam perhitungan ini yang akan dibahas adalah mengetahui jenis kompresor yang akan digunakan terhadap Natural Gas yang dihasilkan dari Rambutan Station menuju ke Singa Gas Plant dan menentukan spesifikasi kompresor yang akan digunakan. Berikut adalah Natural Gas Specification yang diperoleh dari Lab Rambutan Station. Tabel 3.1 Tabel komposisi gas Component Unit Value Methane % mole 87.23 Ethane % mole 6.01 Propane % mole 3.28 i-butane % mole 0.80 n-butane % mole 0.77 i-pentane % mole 0.11 n-pentane % mole 0.05 Hexane % mole 0.05 Heptane % mole 0.02 Octane % mole 0.02 Nitrogen % mole 0.39 Carbon Dioxide % mole 1.18 H 2 O % mole 0.09 3.4. Pemilihan Jenis Kompresor Bersadarkan data yang diperoleh dari design basis maka dipilih jenis kompresor gas tipe reciprocating atau kompresor jenis torak. Dengan mengacu pada tabel 2.1 Perbandingan beberapa jenis kompresor, beberapa pertimbangan adalah sebagai berikut : a. Gas Compression plant ini di rencanakan untuk kebutuhan gas sebesar 45 MMSCFD, dengan 3 unit kompresor gas. Dengan ritme 2 unit operasi, dan 1 unit stand by. Masing-masing gas compressor direncakanan memiliki kapasitas 22,5 MMSCFD. b. Gas Compression plant ini berfokus untuk menaikkan tekanan yang berasal dari Rambutan Gas Station menuju Gn Megang Receiving Facility Plant. Sehingga reciprocating compressor menjadi pilihan untuk Gas Compression Plant ini. 24

c. Gas Compression plant ini membutuhkan sebuah kompresor dengan effisiensi tinggi pada beban penuh dan beban sebagian. Hal ini dikarenakan input proses berasal dari proses lain di Rambutan Station. d. Tekanan discharge yang diinginkan pada gas compression plant ini sebesar 1250 Psig masuk dalam range medium tinggi. Sehingga pemilihan reciprocating compressor di anggap tepat untuk kasus ini. e. Reciprocating compressor dianggap lebih effisien dengan menggunakan gas engine langsung sebagai penggerak, memanfaatkan sumber gas yang tersedia. 3.5. Analisa Perhitungan Untuk memudahkan penyelesaian dalam pengolahan data, maka perlu dicari data data pendukung sebagai berikut : 3.5.1. Specific Heat Ratio (k) Untuk menghitung nilai k untuk gas, kita perlu mengetahui constant pressure molar heat capacity (MC p ) untuk gas dan component critical pressure dan temperatur. Dengan penataan ulang dan subsitusi kita memperoleh : Dari data komposisi gas dapat kita hitung pada Tabel 3.2 Perhitungan nilai k : 25

Tabel 3.2 Perhitungan nilai k Component Name Chemical Formula Unit Value Mol Fraction (y) Individual Component Mol Mass (M) (y. M) Individual Component MC p @ 75C y. MC p Component Critical Presure P c, kpa (abs) y. Pc Component Critical Temperatur T c, K y. T c Methane CH 4 % mole 87.23 0.8723 16.043 13.994 37.870 33.034 4,604.00 4,016.07 190.60 166.26 Ethane C 2 H 6 % mole 6.01 0.0601 30.070 1.807 58.819 3.535 4,880.00 293.29 369.80 22.22 Propane C 3 H 8 % mole 3.28 0.0328 44.097 1.446 83.585 2.742 4,249.00 139.37 369.80 12.13 i-butane C 4 H 10 % mole 0.8 0.008 58.124 0.465 110.408 0.883 3,739.00 29.91 408.20 3.27 n-butane C 4 H 10 % mole 0.77 0.0077 58.124 0.448 110.334 0.850 3,648.00 28.09 425.20 3.27 i-pentane C 5 H 12 % mole 0.11 0.0011 72.151 0.079 135.581 0.149 3,381.00 3.72 460.40 0.51 n-pentane C 5 H 12 % mole 0.05 0.0005 72.151 0.036 136.160 0.068 3,199.00 1.60 781.11 0.39 Hexane C 6 H 14 % mole 0.05 0.0005 86.178 0.043 162.308 0.081 3,012.00 1.51 507.40 0.25 Heptane C 7 H 16 % mole 0.02 0.0002 100.205 0.020 188.293 0.038 2,736.00 0.55 540.30 0.11 Octane C 8 H 18 % mole 0.02 0.0002 114.232 0.023 209.232 0.042 2,486.00 0.50 568.80 0.11 Nitrogen N 2 % mole 0.39 0.0039 28.013 0.109 29.140 0.114 3,399.00 13.26 126.30 0.49 Carbon Dioxide CO2 % mole 1.18 0.0118 44.010 0.519 39.261 0.463 7,382.00 87.11 304.20 3.59 Water H 2 O % mole 0.09 0.0009 18.015 0.016 33.832 0.030 22,105.00 19.89 647.20 0.58 Total 100.000 1.000 M Mix = 19.01 MC p Mix = 42.03 P c Mix = 4,634.85 T c Mix = 213.19 k = MC p / MC v = 42.03/(42.03-8.3145) = 1.246 26

3.5.2. Specific Gravity (SG) Spesific Gravity merupakan perbandingan antara berat molekul gas dan berat molekul udara (SG udara = 28.964) dirumuskan dengan : Dari tabel perhitungan komposisi gas, nilai berat molekul gas campuran (Mmix) adalah 19.833. Sehingga Specific Gravity gas yang akan dikompresikan dapat dihitung : γ g = 19.010 28.964 = 0.656 3.5.3. Compresibility Factor (Z) Dengan didapatkannya data-data dari Natural Gas, maka hal yang menunjang lainnya dalam menentukan Reciprocating Gas Compressor adalah Compressibility Factor dari natural gas yang akan dikompresi. Grafik 3.1 Pseudeocritical Properties of Natural Gas 27

Compressibility Factor dari Natural Gas yang mempunyai komponen gas lebih dari satu (Mixture of Gases) dapat dihitung dengan mencari Pseudocritical Properties dari pressure dan temperatur, yang dapat dihitung dengan menggunakan kurva Pseudocritical properties of Natural Gas. Dengan diketahuinya Specific Grafity (SG) dari Natural Gas sebesar = 0.656, maka Compressibility Factor dapat diketahui dengan langkah sebagai berikut (lihat Grafik 3.1 Pseudeocritical Properties of Natural Gas). a. Mencari Pseudeocritical Temperature (PCT) Dengan menarik gasris vertical dari Specific Gravity of The Gas sebesar : 0.656 ke atas hingga menyentuh garis miring Miscelloneus Gasses yang pertama, kemudian menarik garis horizontal ke kiri hingga didapatkan Pseudeocritical Temperatur sebesar 381 o R b. Mencari Pseudeocritical Pressure (PCP) Dengan cara yang sama ketika mencari pseudeocritical Temperatur diatas dapat diketahui juga Pseudeocritical Pressure, dimana garis miring Miscelloneuous Gases-nya ada dibagian atas dari garis Misccelloneous Gases Temperatur, maka di dapat nilai Pseudeocritical Pressure sebesar 672 Psia. Dari perhitungan didapat data : PCT : 381 o R PCP : 672 Psia 28

c. Menghitung Reduce Temperatur dan Reduce Presure Reduce Temperatur Tpr, dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut : Suction Discharge Sedangkan untuk menghitung Reduce Pressure Ppr, dapat digunakan rumus sebagai berikut : Suction Discharge Dari data yang dimiliki bahwa Temperatur Suction T s 545 ºR dan T 2 659 ºR, maka Reduce temperaturnya Tpr adalah : Dan untuk Reduce Pressure Ppr, dengan Pressure Suction sebesar 534.429 psia dan Pressure Discharge 1264.429 psia. 29

d. Kurva Comprecibility Factor Setelah mengetahui Reduce Temperatur dan Pressure Temperatur, maka selanjutnya Compressibility Factor dapat dicari dengan menggunakan Kurva Compressibility Factor dibawah ini : Grafik 3.2 Kurva Compressibility Factor [ GPSA (Gas Processors Suppliers Association) Engineering Data Book ] Pada Pseudeocritical Pressure posisi bagian atas cari nilai 0.79 dan 1.88, lalu tarik garis vertikal kebawah hingga menyentuh kurva Pseudocritical Temperature di garis 1.43 dan 1.72 kemudian tarik garis horizontal ke kiri hingga mendapatkan nilai Compressibility Factor yang mempunyai nilai sebesar Z suc = 0.8994 dan Z disc = 0.9012 Z avg = (0.8994 + 0.9012)/2 = 0.9 30

3.5.4 Ratio Kompresi (R) Ratio Kompresi (compression ratio) merupakan perbandingan antara tekanan discharge dan tekanan suction dari kompressor. R = P d /P s = 1264.429 psia / 534.429 psia = 2.366 Nilai Ratio kompresi dalam perhitungan ini adalah 2.366, jika mengacu pada tabel 2.7 Pemilihan jumlah tahapan kompresi berdasarkan ratio kompresi, maka kompressor yang akan direncanakan adalah single-stages compressor. 3.5.5 Menghitung Effisiensi Volumetrik (VE%) Dalam perhitungan ini telah didapatkan bahwa jenis reciprocating gas compressor merupakan single-stage compressor, sehingga untuk menghitung effisiensi volumetric dapat menggunakan persamaan berikut : Single-stage compressors VE% = 93 R 8(R 1/k 1) VE% = 93 2.366 8(2.366 1/1.246 1) VE = 82.7 % 3.5.6 Inlet Cubic Feet per Minute (ICFM) Kapasitas plant adalah 45 MMSCFD, reciprocating gas compressor dipilih untuk beroperasi 2 unit, dan 1 unit stand by. Sehingga masing-masing reciprocating compressor direncanakan memiliki kapasitas 22.5 MMSCFD. Dalam hal ini 22.5 MMSCFD setara dengan 15,624.90 SCFM. Tekanan barometric standart (P std ) pada elevasi 500 ft adalah : 14.429 dan, temperatur standard (T std ) adalah 520 ºR. 31

Maka nilai Maximum Inlet Flow dapat dihitung dengan persamaan konversi berikut : ICFM = SCFM (P std / P s ) (T s /T std ) = 15,624.90 (14.429 / 534.429) (545 / 520) = 438.7 ICFM 3.5.7 Menghitung Perpindahan Torak (PD) Dengan asumsi : Bore (D) : 267 mm = 0.86 ft Stroke (S) : 144 mm = 0.47 ft RPM : 1400 rpm Maka dapat kita hitung perpindahan torak secara teoritis dengan menggunakan persamaan berikut : Perpindahan torak = V s x N = (π/4) D 2 x S x N (ft 3 /min) = (3.14/4) (0.86) 2 x 0.47 x 1400 (ft 3 /min) = 382 (ft 3 /min) Dalam hal ini, selisih nilai antara Perpindahan torak (PD) dengan Maksimum Inlet Flow merupakan besaran clearence volume., dimana persentasenya dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut : C = clearence volume ft 3 / piston displacemen ft 3 (%) = (438.7 382) / 438.7 (%) = 12.9 % 32

3.5.8 Menghitung Kebutuhan Brake Horse Power (kw) Untuk memperkirakan kebutuhan brake horse power single-stages compressor, dapat dihitung dengan persamaan : = 1159 BHP 3.6. Analisa Data Setelah menghitung semua variabel yang diperlukan, maka untuk mempermudah mengetahuinya sebaiknya data-data yang telah ada akan dikumpulkan didalam sebuah tabel, selanjutnya data-data tersebut akan dilihat dan akan disesuaikan dengan tabel Reciprocating Gas Compressor yang telah disediakan dipasaran. Perhitungan yang akan digunakan adalah perhitungan dalam menentukan kebutuhan Reciprocating Gas Compressor, disamping itu juga akan menentukan HP primemover yang sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan gas compressor tersebut. 3.6.1 Type Reciprocating Gas Compressor Ada beberapa type Reciprocating Gas Compressor yang dibagi menjadi beberapa kelompok Reciprocating Gas Compressor. Dalam penelitian ini kami memilih dan membandingkan tipe Reciprocating Gas Compressor fabrikasi dari ARIEL Coorp Heavy Duty Balanced Opposed Compressors dan CAMSERV SUPERIOR Compressor. 33

ARIEL Coorp Heavy Duty Balanced Opposed Dalam hal ini terdapat dua jenis Tipe frame Gas Compressor dari ARIEL Coorp, yaitu JGK dan JGT dimana JGK merupakan frame dengan kecepatan 1200 rpm, dan stroke yang lebih panjang sebesar 5.5 sedangkan untuk frame tipe JGT merupakan frame dengan kecepatan tinggi 1500 rpm, dan panjang strok lebih pendek 4.5. Perbandingan antara spesifikasi JGK dan JGT adalah sebagai berikut : Tabel 3.3 Frame Specification JGK/JGT Ariel Reciprocating http://www.arielcorp.com/ariel_products.aspx?id=64 34

CAMSERV SUPERIOR Compressor Terdapat beberapa jenis reciprocating putaran tinggi dari CAMSERV Process and Compression System. Hal ini dapat menjadi pembanding dalam menentukan kompressor apa yang akan digunakan. Tabel 3.4 CAMSERV High Speed Reciprocating Compressor http://www.c-a-m.com/forms/product.aspx 3.6.2 Type Reciprocating Gas Compressor dan Prime Mover Penggerak utama (primemover) yang digunakan oleh ARIEL Corp. menggunakan motor bakar dari Caterpillar, dengan cara menyesuaikan spesifikasi kebutuhan reciprocating gas compressor dengan spesifikasi dari penggerak. Dari data-data hasil perhitungan, maka dapat dilakukan pemilihan type compressor dan penggeraknya dengan membandingkan dengan spesifikasi gas compressor dan penggerak yang ada di pabrikan. 35

a. Perbandingan Pertama Dengan mempertimbangkan BHP dan putaran permenit dari hasil perhitungan maka untuk reciprocating gas compressor ARIEL dipilih jenis compressor type JGT/4. Tabel 3.5 Perbandingan gas compressor Ariel Corp Type JGT/4 No Description Calculated Actual 1 Rated Power, BHP 1159 2600 2 Stroke, mm 114 114 3 RPM, Maximum 1400 1500 4 Bore, mm 267 267.279 5 Max Pressure, psig 1250 1270 6 VE % 82.70% - Detail Spesifikasi Reciprocating Gas Compressor Ariel type JGT/4 sebagai berikut : Tabel 3.6 Detail Spesifikasi Ariel Type JGT/4 Frame JGT JGT/4 Number of throws 4 Rated Power, BHP 2600 Rated Power, kw 1939 Stroke, inches 4.5 Stroke, mm 114 RPM, maximum 1500 Piston speed, FPM 1125 Piston speed, m/s 5.72 Total Rod Load, lbs 74000 Total Rod Load, N 329168 Tension, lbs 37000 Tension, N 164584 Compression, lbs 40000 Compression, N 177929 Average Weight with cylinders, lbs 25000 Average Weight with cylinders, kg 11340 Maximum Length, inches 97 Maximum Length, mm 2464 Nominal Width, inches 169 Nominal Width, mm 4293 Crankshaft Centerline, from bottom, inches 17 Crankshaft Centerline, from bottom, mm 431.8 36

b. Perbandingan Kedua Dengan mempertimbangkan BHP dan putaran permenit dari hasil perhitungan maka untuk reciprocating gas compressor CAMSERV dipilih jenis compressor RAM High-speed Separable Reciprocating Compressor and Engines Tabel 3.7 Perbandingan gas compressor CAMSERV RAM No Description Calculated Actual 1 Rated Power, BHP 1159 2375 2 Stroke, mm 114 127 3 RPM, Maximum 1400 1500 4 Bore, mm 267 161 5 Max Pressure, psig 1250 1600 6 VE % 82.70% - Detail Spesifikasi Reciprocating Gas Compressor CAMSERV RAM High-speed Separable Reciprocating Compressor and Engines Tabel 3.8 Detail Spesifikasi CAMSERV RAM 37

Dalam hal ini, kedua jenis compressor dapat digunakan dan di aplikasikan pada Project Gas Compression and Pipeline Facility di Gunung Megang, dengan memperhitungkan perhitungan manual dengan spesifikasi yang terdapat di pasaran. Untuk Penggerak menggunakan Gas Engine Caterpillar model G3516LE dengan spesifikasi : Driver Data Type : Natural Gas Engine Manufactured : Caterpillar Model : G3516LE BHP : 1150 1340 bhp RPM : 1200 1400 rpm Gambar 3.2 Detail Spesifikasi Caterpillar Gas Engine 38