PROGRAM PASCASARJANA PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK SIPIL

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TEORI DASAR PROSES PENILAIAN KESELAMATAN

PROGRAM PASCASARJANA PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK SIPIL

BAB II LANDASAN TEORI

IDENTIFIKASI PENYEBAB KERUSAKAN VALVE PADA MUD PUMP TYPE TRIPLEX PUMP MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS DI PT. X

ANALISA KETERLAMBATAN PROYEK MENGGUNAKAN FAULT TREE ANALYSIS

IDENTIFIKASI POTENSI BAHAYA DAN RESIKO K3 PERTEMUAN 3 FIERDANIA YUSVITA KESEHATAN MASYARAKAT, FIKES UEU

BAB I PENDAHULUAN. di era globalisasi adalah dengan memperhatikan masalah kualitas, kualitas

Keywords: Risk, work accidents, Delphi, FMEA, FTA

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan

BAB III METODE PENELITIAN

Analisis Gangguan Jaringan Kabel dengan Kombinasi Metode Fault Tree Analysis dan Failure Mode and Effect Analysis (Studi kasus PT.

ANALISA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PROYEK MENGGUNAKAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) (STUDY KASUS PADA PROYEK JALAN HOTMIX

BAB III METODE PENELITIAN

#6 FAULT TREE ANALYSIS (FTA)

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

Identifikasi Bahaya Pada Pekerjaan Maintenance Kapal Menggunakan Metode HIRARC dan FTA Dengan Pendekatan Fuzzy

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISA FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN MESIN GRINDER PADA PROSES PRODUKSI PLASTIC FILM DI PT. MUTIARA HEXAGON

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB III TINJAUAN PIRANTI LUNAK

Oleh : Achmad Sebastian Ristianto

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2007

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

Analisa Penyebab Keterlambatan Proyek Pembangunan Sidoarjo Town Square Menggunakan Metode Fault Tree Analysis LOGO. Ridhati Amalia

PERBAIKAN KUALITAS PRODUK UBIN SEMEN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS DAN FAILURE TREE ANALYSIS DI INSTITUSI KERAMIK

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

USULAN PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK STANG ENGKOL DI PRODUSEN SENJATA MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PROBABILITAS KECELAKAAN KAPAL TENGGELAM DI WILAYAH SELAT MAKASSAR

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Memasuki Era pertumbuhan yang maju, lingkungan perusahaan beroperasi

Gambar 3.1 Diagram Alir Sistematika Pemecahan Masalah

Strategi Peningkatan Produktivitas di Lantai Produksi Menggunakan Metode Objective Matrix (OMAX)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin ketatnya persaingan di bidang industri menuntut perusahaan untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya yang

BAB III METODE PENELITIAN

ANALISIS KECACATAN PRODUK MENGGUNAKAN METODE FMEA DAN FTA PADA PT. XXX

ANALISIS KETERLAMBATAN PROYEK PEMBUATAN PETA TEMATIK DI PROV. KALIMANTAN TIMUR MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Bab 2 Landasan Teori 2.1. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pengertian Keselamatan Kerja Pengertian Kesehatan Kerja

BAB II LANDASAN TEORI

IDENTIFIKASI PENYEBAB KECELAKAAN KERJA MENGGUNAKAN FAULT TREE ANALYSIS PADA PROYEK PEMBANGUNAN THE ADHIWANGSA SURABAYA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK BATIK MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS

2.2 Six Sigma Pengertian Six Sigma Sasaran dalam meningkatkan kinerja Six Sigma Arti penting dari Six Sigma...

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Analisis Keselamatan Probabilistik (Probabilistic Safety Analysis)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil Dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Oleh : Taufiq Junaedi ( )

PANDUAN ANALISIS MODUS KEGAGALAN & DAMPAK (AMKD) Failure Mode,Effect and Analysis (FMEA)

HADI SUTANTO NRP

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA) Mata Kuliah : Rancangan Produk Industri (2 SKS) Dosen : Kuni Zu aimah B.,S.Farm., M.Farm., Apt.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

DAFTAR ISI. ABSTRAK...i. KATA PENGANTAR ii. DAFTAR ISI..iv. DAFTAR TABEL viii. DAFTAR GAMBAR.ix. DAFTAR LAMPIRAN..x. 1.1 Latar Belakang Masalah..

USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK CELANA JEANS DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) (STUDI KASUS DI CV.

Bab 3 Metodologi Pemecahan Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

Diajukan Sebagai Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta

USULAN PERBAIKAN KUALITAS PROSES PRODUKSI RUDDER TILLER DI PT. PINDAD BANDUNG MENGGUNAKAN FMEA DAN FTA* 1

Dewi Widya Lestari

BAB V ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

MANAJEMEN RISIKO PROYEK

FMEA SEBAGAI ALAT ANALISA RISIKO MODA KEGAGALAN PADA MAGNETIC FORCE WELDING MACHINE ME-27.1

BAB 2 LANDASAN TEORI. karena apabila diterapkan secara rinci antara produsen dan konsumen akan terjadi

BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

Oleh: Gita Eka Rahmadani

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... ii SURAT PERNYATAAN HASIL KARYA PRIBADI... iii ABSTRAK... iv KATA PENGANTAR DAN UCAPAN TERIMA KASIH... v DAFTAR ISI...

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DI PABRIK ROTI BARITON 1

PENGARUH PENERAPAN SAFETY MANAGEMENT TERHADAP KINERJA PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA SKRIPSI

BAB I Pendahuluan I-1

Seminar Nasional Waluyo Jatmiko II FTI UPN Veteran Jawa Timur

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

4.3 Jenis-jenis dan Definisi Cacat Data Jenis-jenis dan Jumlah Cacat

ANALISA KECACATAN PRODUK TRIPEL DRASSER BALI DENGAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DI PT. GOLDFINDO INTIKAYU PRATAMA GRESIK

IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR KECACATAN PRODUK BETON PAVE DAN GENTENG BETON DENGAN METODE FAULT TREE ANALYSIS DI PT. VARIA USAHA BETON WARU-SIDOARJO

ADLN- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

B D. 1.1 Konsep Model Jaringan

USULAN PERBAIKAN KECELAKAAN KERJA DI TERMINAL PETIKEMAS KOJA BERDASARKAN METODE FMEA (FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS)

SOFTWARE TESTING. Ratna Wardani

IDENTIFIKASI DAN ANALISA RISIKO KECELAKAAN KERJA

BAB II LANDASAN TEORI

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Bab ini berisikan tentang latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, dan sistematika penulisan.

IDENTIFIKASI PENYEBAB KECACATAN PADA PRODUK PIPA PVC DENGAN METODE FAULT TREE ANALYSIS DI PT.TJAKRINDO MAS GRESIK SKRIPSI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN

ANALISIS DEFECT MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) BERDASARKAN DATA GROUND FINDING SHEET (GFS) PT. GMF AEROASIA

KUANTIFIKASI DAN MITIGASI RISIKO PADA SISTEM RANTAI PASOK DI PT. ANEKA GAS INDUSTRI

IDENTIFIKASI PENYEBAB CACAT PADA PRODUK PEMBALUT WANITA DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DI PT SOFTNESS INDONESIA INDAH SURABAYA

ABSTRAK. Kata Kunci: Punch, Kualitas, DMAIC, Upaya Menekan Variasi Kualitas Produk

Transkripsi:

UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA PROGRAM PASCASARJANA PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK SIPIL BAB III METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) 3.1 Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Failure Mode And Effects Analysis (FMEA) pertama kali diperkenalkan pada akhir tahun 1940an di dalam dunia militer oleh US Armed Foreces. Failure Mode And Effects Analysis (FMEA) adalah teknik rekayasa yang digunakan untuk mendefinisikan, mengidentifikasi, masalah, kesalahan dan sebagainya dari sistem, desain, proses dan/atau jasa sebelum suatu produk atau jasa diterima oleh konsumen (Mayangsari dkk, 2015). Failure Mode And Effects Analysis (FMEA) merupakan teknik analisa risiko secara sirkulatif yang digunakan untuk mengidentifikasi bagaimana suatu peralatan, fasilitas/sistem dapat gagal serta akibat yang dapat ditimbulkannya. Hasil FMEA berupa rekomendasi untuk meningkatkan kehandalan tingkat keselamatan fasilitas, peralatan/sistem (Gaspersz, 2002). Menurut Purdianta, FMEA adalah suatu alat yang secara sistematis mengidentifikasi akibat atau konsekuensi dari kegagalan sistem atau proses, serta mengurangi atau mengeleminasi peluang terjadinya kegagalan. Sedangkan menurut stamatis yang mengutip Omdahl dan ASQC, FMEA adalah sebuah teknik yang digunakan untuk mendefinisikan, mengenali dan mengurangi kegagalan, masalah, kesalahan dan seterusnya yang diketahui dan atau potensial dari sebuah sistem, desain, proses atau servis sebelum mencapai ke konsumen. 20

21 Dari definisi - definisi FMEA di atas dapat disimpulkan bahwa FMEA merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisa suatu kegagalan dan akibatnya untuk menghindari kegagalan tersebut. Dalam konteks Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), kegagalan yang dimaksudkan dalam definisi ini merupakan suatu bahaya yang muncul dari suatu proses. Failure Mode And Effects Analysis (FMEA) merupakan sebuah teknik sederhana. Modus kesalahan dari setiap komponen dalam sistem dicatat dalam tabel dan efek dari kesalahan tersebut didokumentasikan. Metode ini merupakan metode yang sistematis, efektif dan rinci. Meskipun kadang-kadang disebut sebagai metode yang memakan waktu berulang-ulang. Secara umum, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) didefinisikan sebagai sebuah teknik yang mengidentifikasi tiga hal, yaitu: 1. Penyebab kegagalan yang potensial dari sistem, desain produk dan proses selama siklus hidupnya. 2. Efek dari kegagalan tersebut. 3. Tingkat kekritisan efek kegagalan terhadap fungsi sistem, desain produk, dan proses. 3.1.1 Tujuan failure mode and effect analysis (FMEA) Tujuan yang dapat dicapai oleh perusahaan jika menggunakan penerapan FMEA adalah (Hariadi, 2006): 1. Untuk mengidentifikasi mode kegagalan dan tingkat keparahannya. 2. Untuk mengidentifikasi karakteristik kritis dan karakteristik signifikansi.

22 3. Untuk mengurutkan proses pekerjaan. 4. Untuk membantu fokus engineer dalam mengurangi perhatian terhadap proses dan membantu mencegah timbulnya permasalahan. 5. Menyediakan dokumen yang lengkap tentang perubahan proses untuk memandu pengembangan proses pekerjaan di masa mendatang. 3.1.2 Langkah langkah Failure Mode And Effect Analyse (FMEA) Berikut langkah-langkah metode FMEA (Yeh dan Hsieh, 2007): 1. Identifikasi fungsi sitem atau proses dan bentuk sebuah struktur hierarki, dengan membagi sistem atau proses menjadi beberapa subsistem atau fungsi proses. 2. Tentukan mode kegagalan dari setiap komponen dan dampaknya. Tentukan tingkat Keparahan/Severity (S) dari masing-masing mode kegagalan masingmasing sesuai dengan efek pada sistem. 3. Tentukan penyebab kegagalan mode dan memperkirakan kemungkinan setiap kegagalan terjadi. Tentukan tingkat Terjadinya/Occurance (O) dari masing masing mode kegagalan sesuai dengan kemungkinan terjadinya. 4. Identifikasi pendekatan untuk mendeteksi kegagalan dan mengevaluasi kemampuan sistem untuk mendeteksi kegagalan sebelum kegagalan terjadi. Tentukan Deteksi/Detection (D) dari masing masing mode kegagalan. 5. Hitung nilai risiko prioritas/risk Priority Number (RPN) dan tentukan prioritas untuk diperhatikan. 6. Tetapkan tindakan yang perlu disarankan untuk meningkatkan kinerja sistem. 7. Tampilkan laporan FMEA dalam bentuk tabel.

23 3.2 Fault tree analysis (FTA) Fault Tree Analysis (FTA) adalah suatu model diagram yang terdiri dari beberapa kombinasi kesalahan (fault) secara pararel dan secara berurutan yang mungkin menyebabkan awal dari failure event yang sudah ditetapkan (Thomas Pyzdek, 2002:591 dalam Setyadi, 2013). Fault Tree Analysis (FTA) awalnya diperkenalkan pertama kali pada tahun 1962 di Bell Telephone Laboratories oleh HA Watson, di bawah US Air force divisi balistik sistem yang berkaitan dengan studi tentang evaluasi keselamatan sistem peluncuran minuteman misile antar benua. Boeing company memperbaiki teknik yang dipakai oleh Bell Telephone laboratories dan memperkenalkan program komputer untuk melakukan analisis dengan memanfaatkan fault tree baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Secara sederhana FTA dapat diuraikan sebagai suatu teknik analitis dimana suatu status yang tidak diinginkan menyangkut kesalahan suatu sistem yang dianalisa dalam konteks operasi dan lingkungannya untuk menemukan semua cara yang dapat dipercaya dalam peristiwa yang tidak diinginkan dapat terjadi. Fault Tree Analysis (FTA) disini bersifat top-down, artinya analisa yang dilakukan dimulai dari kejadian umum (kerusakan secara umum) selanjutnya penyebabnya (khusus) dapat ditelusuri ke bawahnya. Sebuah fault tree mengilustrasikan keadaan dari komponen-komponen sistem (basic event) dan hubungan antara basic event dan top event. Simbol

24 diagram yang dipakai untuk menyatakan hubungan tersebut disebut gerbang logika (logic gate). Output dari sebuah gerbang logika ditentukan oleh event yang masuk ke gerbang tersebut. Output yang diperoleh setelah melakukan FTA adalah peluang munculnya kejadian terpenting dalam sistem dan memperoleh penyebab akar permasalahan. Akar permasalahan tersebut kemudian digunakan untuk memperoleh prioritas perbaikan permasalahan yang tepat pada sistem. Grafik enumerasi akan menggambarkan bagaimana permasalahan bisa terjadi, penggambaran grafik enumerasi menggunakan simbol simbol boolean. Grafik enumerasi ini merupakan pohon kesalahan (fault tree) yang akan dianalisis berdasarkan peluang masing masing penyebab kesalahan. Grafik enumerasi disebut pohon kesalahan (fault tree) karena susunannya seperti pohon, yaitu mengerucut pada suatu kejadian serta semakin ke bawah dipecah menjadi cabang cabang kejadian yang lain. Pada bagian atas dari FTA disebut top event. Top event ini merupakan suatu kejadian yang tidak diinginkan atau ingin dicari tau penyebabnya. Selanjutnya setelah top event dibawahnya akan ada fault event yang lain. Fault event ini ada beberapa jenis, diantaranya: 1. Primary faults Primary faults adalah kesalahan yang terjadi akibat kerusakan pada komponen itu sendiri yang gagal. 2. Secondary faults Secondary faults adalah kesalahan yang terjadi akibat komponen berada pada

25 kondisi yang tidak tepat namun komponen tersebut tidak rusak. 3. Command faults Command faults adalah kesalahan yang terjadi akibat komponen berada pada waktu dan tempat yang salah. Selanjutnya setiap fault ini akan saling berhubungan secara horizontal dengan hubungan and atau or. Jika hubungan yang terjadi antara dua kejadian adalah and berarti kejadian diatasnya baru dapat terjadi jika kedua kejadian dibawah terjadi, namun jika penghubungnya adalah or maka kejadian diatasnya dapat terjadi jika salah satu kejadian dibawahnya terjadi. Contoh penggambaran fauult tree seperti yang dicantumkan pada gambar 3.2 Top event And gate Fault event Basic event Or gate Sumber : Fault tree handbook with aerospace applications Gambar 3.2 Fault tree Pada FTA yang paling penting bagi penggunanya adalah menemukan minimum cut set. Minimum cut set ini merupakan jarak terpendek antara primary

26 fault dengan top event. Semakin pendek jaraknya biasanya akan semakin besar probabilitas terjadinya. Oleh karena itu diambil cut set terpendek. Metode FMEA dan FTA adalah teknik analisis yang sering digunakan untuk mengidentifikasi suatu risiko kegagalan. FMEA digunakan untuk menganalisis suatu risiko kegagalan/kecelakaan, sedangkan FTA digunakan untuk menganalisa kemungkinan sumber-sumber risiko sebelum timbulnya kerugian. 3.2.1 Tujuan FTA (Fault Tree Analysis) Tujuan dari digunakannya FTA menurut Sutanto H, (2010) adalah: 1. Dilakukan untuk mengidentifikasi kombinasi dari equipment failure dan human error yang dapat menyebabkan terjadinya suatu kejadian yang tidak dikehendaki. 2. Dilakukan untuk prediksi kombinasi kejadian yang tidak dikehendaki, sehingga dapat dilakukan koreksi untuk meningkatkan produk safety. 3.2.2 Kelebihan dan kekurangan Fault Tree Analysis (FTA) Penerapan FTA dalam aktualisasi di lapangan memiliki kelebihan dan kekurangan (marvin, 2005), yaitu: 1. Kelebihan a. Disiapkan dalam tahap awal desain dan detail dikembangkan lebih lanjut secara bersamaan dengan pengembangan desain. b. Mengidentifikasi dan merakam jalur kesalahan logis secara sistematis dari efek yang spesifik ke penyebab utama. c. Mudah dikonversi ke pengukuran probabilitas. 2. Kekurangan

27 a. Dapat menyebabkan pohon kesalahan menjadi sangat besar jika analisis diperdalam. b. Tergantung pada kemampuan menganalisis. c. Sulit diterapkan pada sistem dengan kesuksesan parsial. d. Biaya yang dibutuhkan untuk penerapan bisa mahal. Jika dibandingkan dengan metode analisis yang sejenis, kelebihan FTA adalah metode ini dapat digunakan untuk analisis kualitatif dan kuantitatif. Maksudnya adalah: 1. Kuantitatif Metode kuantitatif pada FTA ini menggunakan probabilitas. Jadi kita dapat menentukan mana risiko yang harus diprioritaskan berdasarkan probabilitas kejadian yang terbesar. 2. Kualitatif Metode ini menggunakan boolean, maksudnya dalam menentukan prioritas risiko dapat digunakan shortcut minimum yang biasa dianalisa mengunakan fungsi and dan or. Meskipun bersifat kualitatif tetapi tidak perlu menggunakan rankking di FTA, sehingga subjektivitas dapat dikurangi. 3.2.3 Langkah-langkah Fault Tree Analysis (FTA) Berikut langkah-langkah metode FTA (Yessi, 2014): 1. Mengidentifikasi kejadian/peristiwa terpenting dalam sistem (top level event). Langkah pertama dalam FTA ini merupakan langkah penting karena akan mempengaruhi hasil analisis sitem. Pada tahap ini, dibutuhkan pemahaman tentang sistem dan pengetahuan tentang jenis-jenis kerusakan (undesired

28 event) untuk mengidentifikasi akar permasalahan sistem. Pemahaman tentang sistem dilakukan dengna mempelajari semua informasi tetang sistem dan ruang lingkupnya. 2. Membuat pohon kesalahan Setelah permasalahan terpenting teridentifikasi, langkah berikutnya adalah menyusun urutan sebab akibat pohon kesalahan. Pada tahap ini, couse and effect diagram (Ishikawa) dapat digunakan untuk menganalisis kesalahan dan mengeksploraso keberadaan kerusakan-kerusakan yang tersembunyi. Pembuatan pohon kesalahn dilakukan dengan menggunakan simbol-simbol Boolean. Standarisasi simbol-simbol tersebut diperlukan untuk komunikasi dan konsistenan pohon kesalahan. 3. Menganalisa pohon kesalahan. Analisis pohon kesalahan diperlukan untuk memperoleh informasi yang jelas dari suatu sistem dan perbaikan-perbaikan apa yang harus dilakukan pada sistem. Tahap-tahap analisis pohon kesalahan dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: a. Menyederhanakan pohon kesalahan Tahap pertama analisis pohon kesalahan adalah menyederhanakan pohon kesalahan dengan menghilangkan cabang-cabang yang memiliki kemiripan karakteristik. Tujuan penyederhanaan ini adalah untuk mempermudah dalam melakukan analisis sistem lebih lanjut. b. Menentukan peluang munculnya kejadian atau peristiwa terpenting dalam sistem (top level event).

29 Setelah pohon kesalahan disederhanakan, tahap berikutnya adalah menentukan peluang kejadian paling penting dalam sistem. Pada langkah ini, peluang semua input dan logika hubungan digunakan sebagai pertimbangan penentuan peluang. c. Review hasil analisis Review hasil analisis dilakukan untuk mengetahui kemungkinan perbaikan yang dapat dilakukan pada sistem. 3.2.4 Simbol-simbol Fault Tree Analysis (FTA) Simbol-simbol dalam FTA dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: 1. Simbol-simbol gerbang (gate). Simbol gate digunakan untuk menunjukkan hubungan antar kejadian dalam sistem. Setiap kejadian dalam sistem dapat secara pribadi atau bersama-sama menyebabkan kejadian lain muncul. Adapun simbol-simbol hubungan yang digunakan dalam FTA dapat dilihat pada tabel 3.1. 2. Simbol-simbol kejadian (event) Simbol kejadian digunakan untuk menunjukkan sifat dari setiap kejadian dalam sistem. Simbol-simbol kejadian ini akan lebih memudahkan dalam mengidentifikasi kejadian yang terjadi. Adapun simbol-simbol kejadian yang digunakan dalam FTA seperti yang dicantumkan pada tabel 3.2 3.2.5 Contoh Fault Tree Analysis (FTA) Untuk memudahkan dalam memahami Fault Tree Analysis (FTA) kecelakaan kerja, simak contoh studi kasus berikut: Misal di salah satu proyek konstruksi yang sedang berlangsung, sering mengalami

30 kecelakaan kerja. Setelah diidentifikasi, kecelakaan kerja yang sering terjadi adalah akibat terjatuh, terpeleset dan tersandung. Maka dengan menggunakan metode FTA bisa diidentifikasi seperti pada gambar 3.4 Berdasarkan gambar 3.4 dapat disimpulkan bahwa ada sembilan faktor penyebab kecelakaan terjatuh, terpeleset dan tersandung, yaitu: 1. Kekuatan fisik pekerja yang tidak sesuai dengan pekerjaan 2. Terburu-buru untuk menyelesaikan pekerjaan 3. Bekerja sambil bercanda 4. Meletakkan perkakas disembarang tempat 5. Tidak mengikuti instruksi kerja 6. Melanggar peraturan 7. Terkena tumpahan air minyak 8. Tidak ada petugas khusus yang ditempatkan untuk membersihkan 9. Tidak ada inisiatif pekerja untuk membersihkan karena malas.

31 Tabel 3.1 Simbol simbol hubungan dalam FTA No Simbol gate Nama dan keterangan 1 And gate. Output event terjadi jika semua input event terjadi secara bersamaan. 2 Or gate. Output event terjadi jika paling tidak satu input event terjadi. 3 k n input 1 k out of n gate. Output event terjadi jika paling sedikit k output dari n input event terjadi. 4 Exclusive OR gate. Output event terjadi jika satu input event, tetapi tidak terjadi. 5 Inhibit gate. Input menghasilkan output jika conditional event ada. 6 Priority AND gate. Output event terjadi jika semua input event terjadi baik dari kanan maupun kiri. 7 Not gate. Output event terjadi jika input event tidak terjadi. Sumber : Blanchard, 2004

32 Tabel 3.2 Simbol simbol kejadian dalam FTA No Simbol gate Nama dan keterangan Elipse Gambar elipse menunjukkan kejadian pada level 1 paling atas (top level event ) dalam pohon keselahan Rectangle Gambar rectangle menunjukkan kejadian pada 2 level menengah (intermediate fault event ) dalam pohon kesalahan Circel Gambar circel menunjukkan kejadian pada level 3 paling bawah (lowest level failure event ) atau disebut kejadian paling dasar (basic event ) Diamond Gambar diamond menunjukkan kejadian yang tidak terduga (undeveloped event ). Kejadian - 4 kejadian tak terduga dapat dilihat pada pohon keselahan dan dianggap sebagai kejadian paling awal yang menyebabkan kerusakan. House Gambar house menunjukkan kejadian input 5 (input event ) dan merupakan kegiatan terkendali (signal ). Kegiatan ini dapat menyebabkan kerusakan Sumber : Blanchard, 2004

33 Terjatuh Terpeleset Tersandung Mengangkat beban terlalu berat Bekerja sambil bercanda Meletakkan perkakas di sembarang tempat Sikap kerja yang salah Lantai pabrik licin Kekuatan fisik pekerja yang tidak sesuai dengan pekerjaan Terburu-buru untuk menyelesaikan pekerjaan Tidak mengikuti instruksi kerja Melanggar peraturan Jarang dibersihkan Terkena tumpahan air, minyak Tidak ada petugas khusus yang ditempatkan untuk membersihkan Tidak ada inisiatif pekerja untuk membersihkan karena malas Sumber: Sulistyoko E. (2008) Gambar 3.4 Contoh identifikasi menggunakan fault tree analysis