1 SURVEI PERSEPSI PASAR Triwulan II 2008 Pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2008 diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan triwulan III-2007, tingkat inflasi diperkirakan diatas 10%, dan nilai tukar rupiah terhadap USD berada dalam kisaran Rp9.251-9.500. Kondisi ekonomi makro pada tahun 2008 diperkirakan masih akan mengalami tekanan inflasi. Inflasi diperkirakan di atas 10% dan nilai tukar rupiah terhadap USD berada dalam kisaran Rp9.251-9.500. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi diperkirakan tetap berkisar antara 6,1-6,5%. Kondisi ekonomi makro tahun 2009 diperkirakan relatif lebih baik dari perkiraan kondisi ekonomi makro tahun 2008. Pertumbuhan Ekonomi di triwulan III-2008 diperkirakan lebih rendah dari triwulan III-2007 Perkiraan Kondisi Ekonomi Makro Triwulan III-2008 Hasil Survei Persepsi Pasar (SPP-BI) pada triwulan II-2008 memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi secara tahunan (yoy) pada triwulan III-2008 sebesar 6,1-6,5%, tingkat inflasi diperkirakan diatas 10%, nilai tukar rupiah berada dalam kisaran Rp9.251-9.500. Sementara itu, pertumbuhan ekspor dan impor barang diperkirakan relatif sama dengan kondisi triwulan III-2007. Adapun transaksi berjalan (% surplus dari PDB) diperkirakan berada pada kisaran 1,5-3,0% atau lebih tinggi dari 1,0% realisasi pada triwulan III-2007. Perkiraan pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2008 tersebut (kisaran 6,1-6,5%), sedikit dibawah realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya (6,51%). Mayoritas responden (65,8%) menyatakan tingkat inflasi secara tahunan pada triwulan III-2008 akan berada diatas 10%. Faktor penyebab inflasi tersebut antara lain: dampak kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi pada bulan Mei 2008, faktor ekpektasi kenaikan harga, dan faktor musiman menjelang bulan puasa. Selain itu, kenaikan harga beberapa komoditas dunia disinyalir masih akan mempengaruhi inflasi selama triwulan III-2008. Tekanan inflasi tersebut berimbas pada nilai tukar rupiah terhadap USD dimana responden memperkirakan rupiah akan berada pada kisaran Rp 9.251-9.500 atau sedikit melemah dibandingkan realisasi triwulan III-2007 (Rp9.250). Tabel 1 Perkembangan Beberapa Indikator Ekonomi Triwulanan No. Indikator Ekonomi Realisasi Perkiraan Tw. III-2007 Tw. IV-2007 Tw. I-2008 Tw. II-2008 Tw. I-2008 Tw. II-2008 Tw. III-2008 1. Pertumbuhan Ekonomi (y-o-y) 6,51%** 6,25%*** 6,28%*** n/a 6,1-6,5% 6,1-6,5% 6,1-6,5% 2. Inflasi (y-o-y) 6,95% 6,59% 8,17% 6,59% 6,6-7,0% 6,6-7,0% >10,1% 2. Nilai Tukar Rp/USD Rp 9.250 Rp 9.238 Rp 9.258 Rp 9.259 Rp 9.251-9.500 Rp 9.001-9.250 Rp 9.251-9.500 3. Transaksi Berjalan (% surplus/defisit dari PDB) 1,00% 2,98% 2,31% n/a 1,5-3,0% 1,5-3,0% 1,5-3,0% 4. Pertumbuhan Ekspor Barang (y-o-y) 8,71% 18,44% 21,78% 13,6% 1) 7,6-15,0% 15,1-22,5% 15,1-22,5% 5. Pertumbuhan Impor Barang (y-o-y) 18,00% 14,56% 41,16% 22,08% 1) 7,6-15,0% 7,6-15,0% 15,1-22,5% Keterangan : **) : angka sangat sementara ***) : angka sangat sangat sementara 1) : data s.d Mei 2008 n/a : data belum tersedia Metodologi Survei Persepsi Pasar merupakan survei triwulanan yang dilaksanakan sejak Triwulan IV-2001 terhadap responden yang terdiri dari para ekonom, pengamat/peneliti ekonomi, analis pasar uang/modal serta akademisi. Responden dipilih berdasarkan metode purposive sampling. Saat ini responden survei berjumlah sekitar 100 orang yang tersebar di kota Jakarta, Bandung, Bandarlampung, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Padang, Palembang, Denpasar, Banjarmasin, Makasar, Manado dan Kendari. Pengumpulan data dilakukan melalui mail, faksimili maupun e-mail. Hasil survei disajikan dengan metode pooling (persentase Tim Statistik responden Sektor yang Riil menjawab paling banyak). 1
Kondisi ekonomi makro 2008 masih mengalami tekanan inflasi Perkiraan Kondisi Ekonomi Makro 2008 Harga minyak yang terus merangkak naik di pasar internasional, krisis energi dan krisis pangan yang melanda beberapa kawasan dunia diperkirakan akan memberi tekanan terhadap kondisi ekonomi makro Indonesia selama 2008. Sebanyak 73,7% responden menyatakan bahwa tingkat inflasi pada tahun 2008 akan menembus angka 10%. Nilai tukar rupiah terhadap USD berada pada range Rp9.251-9.500 atau sedikit melemah dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi tahun 2008 diperkirakan masih berkisar antara 6,1-6,5% atau relatif sama dengan realisasi pertumbuhan tahun 2007 sebesar 6,32% dan asumsi Pemerintah dalam APBN-P tahun 2008 (6,4%). Sementara itu, transaksi berjalan dan tingkat pengangguran diperkirakan relatif sama dengan kondisi tahun 2007. Defisit keuangan pemerintah (%PDB) selama tahun 2008 diperkirakan berada pada kisaran 2,1-2,5% atau meningkat dibandingkan defisit di tahun 2007 (1,55%). Tabel 2 Perkembangan Beberapa Indikator Ekonomi 2007, Perkiraan 2008 dan Asumsi Makro APBN-P 2008 Realisasi Perkiraan 2007 Perkiraan 2008 Asumsi Makro No. Indikator Ekonomi Hasil Survei Hasil Survei Hasil Survei Hasil Survei APBN-P 2007 Triwulan III-2007 Triwulan IV-2007 Triwulan I-2008 Triwulan II-2008 2008 1. Pertumbuhan Ekonomi (y-o-y) 6,32% ** 6,1-7,0% 6,1-6,5% 6,1-6,5% 6,1-6,5% 6,40% 2. Inflasi (y-o-y) 6,59% 6,1-7,0% 6,6-7,0% 6,6-7,0% >10,1% 6,50% 3. Nilai Tukar Rp/USD Rp 9.141 Rp 9.001-9.250 Rp 9.251-9.500 Rp 9.001-9.250 Rp 9.251-9.500 Rp 9.100 4. Transaksi Berjalan (% surplus dari PDB) 2,86% 1,5-3,0% 1,5-3,0% 1,5-3,0% 1,5-3,0% - 5. Pertumbuhan Ekspor Barang (y-o-y) 13,99% 15,1-22,5% 15,1-22,5% 7,6-15,0% 15,1-22,5% - 6. Pertumbuhan Impor Barang (y-o-y) 14,98% 7,6-15,0% 7,6-15,0% 7,6-15,0% 15,1-22,5% - 7. Anggaran Pemerintah (% defisit dari PDB) 1,55% 2,1-2,5% 1,1-1,5% 1,6-2,0% 2,1-2,5% - 8. Tingkat Pengangguran 9,11% 10,1-11,0% 9,1-10,0% 9,1-10,0% 9,1-10,0% - Keterangan : **) : angka sangat sementara Menurut responden, beberapa faktor yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi 2008 untuk dapat tumbuh lebih tinggi berasal dari faktor domestik, a.l.: lemahnya penegakan hukum, korupsi, tingginya laju inflasi, masalah kemiskinan, masalah pengangguran, dan rumitnya prosedur/perizinan untuk melakukan investasi. Dari sisi eksternal, faktor lesunya perekonomian dunia dan harga minyak dunia yang cenderung terus meningkat dianggap sebagai faktor yang akan memberikan resiko menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tim Statistik Sektor Riil 2
Tabel 3 Faktor Penghambat Pertumbuhan Ekonomi dan Faktor Risiko 2008 FAKTOR PENGHAMBAT PERTUMBUHAN EKONOMI Pengaruh faktor-faktor internal/ekstenal yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia 2008 Tidak Kurang Cukup (% Responden) Sangat A.FAKTOR INTERNAL 1. Laju Inflasi 1,30 3,90 24,68 51,95 18,18 2. Tingkat suku bunga dalam negeri 2,60 14,29 41,56 37,66 3,90 3. Volatilitas nilai tukar Rupiah 2,60 32,47 42,86 19,48 2,60 4. Kondisi stimulus fiskal yang masih terbatas 0,00 6,49 51,95 32,47 9,09 5. Penurunan kapasitas produksi terpakai 1,32 11,84 51,32 28,95 6,58 6. Tingkat keyakinan konsumen 2,60 12,99 44,16 35,06 5,19 7. Tingkat pengangguran 1,30 10,39 25,97 48,05 14,29 8. Situasi perburuhan yang belum kondusif 1,30 12,99 28,57 53,25 3,90 9. Tingkat upah 2,60 18,18 44,16 33,77 1,30 10. Tingkat kemiskinan 2,63 11,84 22,37 42,11 21,05 11. Prosedur/perizinan untuk melakukan investasi 2,60 10,39 29,87 45,45 11,69 12. Prosedur melakukan repatriasi keuntungan 12,99 20,78 51,95 11,69 2,60 13. Kerusuhan sosial (misal : penjarahan) 7,79 33,77 20,78 27,27 10,39 14. Unjuk rasa yang bersifat anarkis 5,19 31,17 16,88 29,87 16,88 15. Ancaman disintegrasi 18,42 46,05 15,79 11,84 7,89 16. Korupsi 2,63 0,00 17,11 34,21 46,05 17. Ketersediaan Sumber Daya Manusia yang bersih & profesional 5,33 6,67 33,33 38,67 16,00 18. Konflik SARA 13,51 35,14 18,92 22,97 9,46 19. Lemahnya penegakan hukum 0,00 4,05 12,16 35,14 48,65 Pengaruh faktor-faktor internal tersebut secara umum menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2008 0,00 4,23 46,48 45,07 4,23 B. FAKTOR EKSTERNAL 1. Perekonomian dunia yang lesu 0,00 9,21 28,95 44,74 17,11 2. Politik dunia yang tidak stabil dan ancaman perang 7,89 27,63 36,84 26,32 1,32 3. Tingkat suku bunga internasional 8,11 31,08 35,14 22,97 2,70 4. Wabah Penyakit 30,26 36,84 23,68 9,21 0,00 5. Harga minyak dunia 22,22 0,00 22,22 44,44 11,11 Pengaruh faktor-faktor eksternal tersebut secara umum menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2008 2,74 16,44 53,42 27,40 0,00 Pengaruh faktor-faktor risiko politik selama 2008 FAKTOR RISIKO Tidak Kurang Cukup (% Responden) Sangat 1. Koordinasi dalam kabinet 3,90 12,99 35,06 36,36 11,69 2. Hubungan Eksekutif dan Legislatif 1,30 12,99 28,57 45,45 11,69 3. Dukungan publik terhadap kebijakan pemerintah 5,19 7,79 29,87 41,56 15,58 4. Dukungan militer terhadap pemerintah 25,00 34,21 23,68 15,79 1,32 5. Inkonsistensi kebijakan pemerintah 2,60 10,39 31,17 32,47 23,38 6. Transparansi dalam pelaksanaan kebijakan 2,67 12,00 44,00 32,00 9,33 7. Efek Desentralisasi (Masalah yang terkait dengan Otonomi Daerah) 3,90 24,68 33,77 27,27 10,39 8. Situasi keamanan dan politik yang belum stabil 6,67 25,33 38,67 25,33 4,00 9. Gangguan hubungan diplomatik 20,78 48,05 23,38 6,49 1,30 10. Tekanan Internasional 19,48 37,66 32,47 6,49 3,90 11. Ancaman Perang (misal : Konflik Perbatasan) 32,00 40,00 21,33 5,33 1,33 12. Lainnya (kondisi politik menjelang pemilu 2009) 0,00 16,67 16,67 50,00 16,67 Kondisi faktor-faktor risiko politik tersebut secara umum pada 2008 2,63 22,37 42,11 28,95 3,95 Tim Statistik Sektor Riil 3
Kondisi ekonomi makro 2009 diperkirakan lebih baik dari perkiraan tahun 2008 Perkiraan Kondisi Ekonomi Makro 2009 Dengan melihat perkembangan makro ekonomi s.d triwulan II-2008, sebagian besar responden SPP merevisi perkiraan beberapa indikator ekonomi tahun 2009, yaitu tingkat inflasi diperkirakan berkisar antara 6,6-7,0% dan nilai tukar rupiah terhadap USD berada dalam kisaran Rp9.251-9.500. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan tetap berada pada kisaran 6,1-6,5%, dan tingkat pengangguran berkisar antara 9,1-10,0%. Dengan demikian, kondisi makro ekonomi Indonesia pada tahun 2009 relatif lebih baik dari perkiraan tahun 2008. Tabel 4 Perkembangan Perkiraan Beberapa Indikator Ekonomi 2009 No. Indikator Ekonomi Perkiraan 2009 Hasil Survei Hasil Survei Hasil Survei Triwulan IV-2007 Triwulan I-2008 Triwulan II-2008 1. Pertumbuhan Ekonomi (y-o-y) 6,6-7,0% 6,1-6,5% 6,1-6,5% 2. Inflasi (y-o-y) 6,1-6,5% 6,1-6,5% 6,6-7,0% 3. Nilai Tukar Rp/USD Rp 9.251-9.500 Rp 9.001-9.250 Rp 9.251-9.500 4. Tingkat Pengangguran 9,1-10,0% 9,1-10,0% 9,1-10,0% Tim Statistik Sektor Riil 4
PERKIRAAN BEBERAPA INDIKATOR EKONOMI TRIWULANAN Grafik 1 Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi Tahunan pada Triwulan III-2008 Grafik 2 Perkiraan Inflasi Tahunan pada Triwulan III-2008 1 7,1-7,5% >10,1% 65,8% 6,6-7,0% 6,1-6,5% 5,6-6,0% 5,1-5,5% <=5,1% 5,2% 5,5% 1 10,4% 9,6% 6,4% 23,3% 23,1% 33,8% 45,5% 60,3% 56,4% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% Tw I-2008 Tw II-2008 Tw III-2008 Pertumbuhan ekonomi (y-o-y) pada triwulan III- 2008 diperkirakan pada kisaran 6,1-6,5% oleh 45,5% responden. Grafik 3 Perkiraan Nilai Tukar Rp/USD Triwulanan 9,1-10,0% 8,1-9,0% 7,1-7,5% <=7,0% 11,8% 8,2% 10,4% 17,1% 20,5% 71,2% 88,3% 90% 100% Tw. I-2008 Tw. II-2008 Tw. III-2008 Inflasi tahunan (y-o-y) pada triwulan III-2008 diperkirakan >10,1% oleh 65,8% responden. Grafik 4 Perkiraan Surplus Transaksi Berjalan Triwulanan (% dari PDB) Rp 9.501-9.750 Rp 9.251-9.500 Rp 9.001-9.250 Rp 8.751-9.000 3,8% 0,0% 6,6% 10,0% 21,7% 27,3% 31,6% 29,5% 59,2% 64,1% 70,1% 68,3% Nilai tukar Rp/USD pada triwulan III-2008 diperkirakan pada kisaran Rp9.251-9.500 oleh 70,1% responden. Grafik 5 Perkiraan Pertumbuhan Ekspor Barang Tahunan 3,1-4,5% 1,5-3,0% 0,1-1,5% < 0,1% 12,3% 1 12,9% 8,5% 84,9% 84,5% 84,3% 87,3% 90% 100% Transaksi berjalan pada triwulan III-2008 diperkirakan mengalami surplus pada kisaran 1,5-3,0% terhadap PDB oleh 84,9% responden. Grafik 6 Perkiraan Pertumbuhan Impor Barang Tahunan >30,0% >30,0% 16,9% 31,6% 22,5-30,0% 43,4% 15,1-22,5% 5 36,4% 80,0% 19,7% 44,7% 7,6-15,0% 62,3% 17,3% <7,6% 90% 28,6% 22,5-30,0% 5,1% 4,1% 41,6% 15,1-22,5% 26,3% 37,2% 40,5% 10,4% 7,6-15,0% 67,1% 5 54,1% <7,6% Pertumbuhan tahunan (y-o-y) ekspor barang pada triwulan III-2008 diperkirakan pada kisaran 15,1-22,5% oleh 43,4% responden. Pertumbuhan tahunan (y-o-y) impor barang pada triwulan III-2008 diperkirakan pada kisaran 15,1-22,5% oleh 41,6% responden. 1 Sejak survei triwulan II-2008 range jawaban untuk pertanyaan inflasi disesuaikan Tim Statistik Sektor Riil 5
Grafik 7 Perkiraan Kegiatan Investasi Tidak 44,9% 67,5% 64,0% 26,4% Ya 32,5% 36,0% 55,1% 73,6% 90% Sebanyak 32,5% responden menyatakan bahwa triwulan III-2008 merupakan saat yang tepat untuk melakukan investasi di Indonesia. PERKIRAAN BEBERAPA INDIKATOR EKONOMI 2008 Grafik 8 Grafik 9 Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi 2008 2 Perkiraan Inflasi 2008 3 6,6-7,0% 6,1-6,5% 6,6% 3,8% 35,1% 46,1% 50,6% 70,5% >10,1% 9,1-10,0% 13,2% 73,7% 5,6-6,0% 5,1-5,5% <=5,1% 17,9% 7,8% 11,8% 7,7% 6,5% 34,2% 8,1-9,0% 7,1-7,5% <=7,0% 5,3% 9,0% 6,6% 10,5% 20,5% 70,5% Survei Tw IV-2007 Survei Tw I-2008 Survei Tw II-2008 90% 100% Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2008 diperkirakan tumbuh pada kisaran 6,1-6,5% (y-o-y) oleh 46,1% responden. Laju inflasi tahun 2008 diperkirakan akan >10,1% oleh 73,7% responden. Grafik 10 Grafik 11 Perkiraan Nilai Tukar Rp/USD 2008 3 Perkiraan Surplus Transaksi Berjalan 2008 (% dari PDB) Rp 9.751-10rb 3,1% - 4,5% 3,8% Rp 9.501-9.750 Rp 9.251-9.500 Rp 9.001-9.250 Rp 8.751-9.000 0,0% 6,4% 30,3% 33,3% 35,1% 55,8% 57,7% 67,1% 1,5% - 3,0% 0,1% - 1,5% < 0,1% 25,3% 23,1% 15,7% 70,7% 73,1% 80,0% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 90% 100% Nilai tukar Rp/USD tahun 2008 diperkirakan pada kisaran Rp9.251-9.500 oleh 67,1% responden. Surplus transaksi berjalan tahun 2008 diperkirakan akan berada pada kisaran 1,5-3,0% oleh 70,7% responden. 2 Sejak survei triwulan IV-2007 range jawaban untuk pertanyaan pertumbuhan ekonomi diperkecil 3 Sejak survei triwulan II-2008 range jawaban untuk pertanyaan inflasi disesuaikan Tim Statistik Sektor Riil 6
Grafik 12 Perkiraan Pertumbuhan Ekspor Barang 2008 Grafik 13 Perkiraan Pertumbuhan Impor Barang 2008 22,5-30,0% 15,1-22,5% 7,6-15,0% 9,3% 13,3% 14,7% 18,7% 32,1% 68,0% 66,7% 76,0% 90% Survei Tw IV-2007 Survei Tw I-2008 Survei Tw II-2008 Ekspor barang tahun 2008 diperkirakan tumbuh pada kisaran 15,1-22,5% oleh 68,0% responden. Grafik 14 Perkiraan Defisit Anggaran Pemerintah 2008 >30,0% 22,5-30,0% 15,1-22,5% 7,6-15,0% <7,6% 3,8% 9,3% 2 25,3% 28,2% 40,0% 45,3% 50,7% 66,7% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% Impor barang tahun 2008 diperkirakan tumbuh pada kisaran 15,1-22,5% oleh 45,3% responden. Grafik 15 Perkiraan Tingkat Pengangguran 2008 > 2,5% 2,1-2,5% 1,6-2,0% 1,1-1,5% <1,1% 7,0% 5,4% 15,5% 23,0% 26,8% 29,6% 24,3% 33,8% 44,6% 78,9% 90% Anggaran penerimaan dan belanja Pemerintah tahun 2008 diperkirakan akan mengalami defisit pada kisaran 2,1-2,5% terhadap PDB oleh 33,8% responden. >11,0% 10,1-11,0% 9,1-10,0% 8,1-9.0% 6,7% 5,3% 5,2% 7,9% 2 24,7% 25,3% 34,2% 45,3% 5 67,5% Tingkat pengangguran tahun 2008 diperkirakan akan berada pada kisaran 9,1-10,0% oleh 45,3% responden. Grafik 16 Perkiraan Kegiatan Investasi 2008 Tidak 26,9% 54,0% 61,0% Ya 39,0% 46,0% 73,1% 90% Sebanyak 39,0% responden menyatakan bahwa tahun 2008 merupakan saat yang tepat untuk melakukan investasi di Indonesia. Tim Statistik Sektor Riil 7
PERKIRAAN BEBERAPA INDIKATOR EKONOMI 2009 Grafik 17 Grafik 18 Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi 2009 4 Perkiraan Inflasi 2009 5 7,1-7,5% 6,6-7,0% 6,1-6,5% 5,6-6,0% 5,1-5,5% <=5,1% 5,2% 9,1% 5,5% 5,2% 16,9% 16,4% 14,3% 23,3% 32,5% 49,4% 49,3% 58,4% >10,1% 9,1% - 10,0% 8,1% - 9,0% 7,1% - 8,0% 6,1% - 7,0% < 6,1% 9,5% 12,2% 20,3% 19,5% 17,1% 6,5% 13,2% 28,3% 28,4% 74,0% 69,7% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% Survei Tw IV-2007 Survei Tw I-2008 Survei Tw II-2008 Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2009 diperkirakan tumbuh pada kisaran 6,1-6,5% (y-o-y) oleh 49,3% responden. Laju inflasi tahun 2009 diperkirakan akan berada pada kisaran 6,1-8,0% oleh 56,7% responden. Grafik 19 Grafik 20 Perkiraan Nilai Tukar Rp/USD 2009 5 Perkiraan Tingkat Pengangguran 2009 Rp 9.751-10.000 9,2% Rp 9.501-9.750 6,5% 10,4% 42,1% Rp 9.251-9.500 27,3% 42,9% 36,8% Rp 9.001-9.250 54,5% 36,4% 9,2% Rp 8.751-9.000 6,5% 9,1% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% >11,0% 5,2% 7,8% 22,4% 10,1-11,0% 27,3% 31,2% 43,4% 9,1-10,0% 53,2% 41,6% 25,0% 8,1-9.0% 11,7% 18,2% 5,3% <8,1% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% Nilai tukar Rp/USD tahun 2009 diperkirakan pada kisaran Rp9.251-9.500 oleh 42,1% responden. Tingkat pengangguran tahun 2009 diperkirakan akan berada pada kisaran 9,1-10,0% oleh 43,4% responden. 4 Sejak survei triwulan IV-2007 range jawaban untuk pertanyaan pertumbuhan ekonomi dan inflasi diperkecil 5 Sejak survei triwulan II-2008 range jawaban untuk pertanyaan inflasi disesuaikan Tim Statistik Sektor Riil 8