Manajemen Kinerja dan Kompensasi :

dokumen-dokumen yang mirip
Manajemen Kinerja dan Kompensasi

Manajemen Kinerja dan Kompensasi :

Manajemen Kinerja dan Kompensasi :

Manajemen Kinerja dan Kompensasi

Fakultas Komunikasi dan Bisnis Inspiring Creative Innovation. Kompensasi

Manajemen Kinerja dan Kompensasi

SISTEM PENGUPAHAN DI INDONESIA

Manajemen Kinerja dan Kompensasi :

MENETAPKAN UPAH STRATEGIS I K A R U H A N A

Manajemen Kinerja dan Kompensasi :

Motivasi Karyawan (Bab 10) Meningkatkan kepuasan Kerja Karyawan. Meningkatkan Kinerja Karyawan. Meningkatka n Kinerja Perusahaan

Global Small Business Confidence Monitor

DIPA BADAN URUSAN ADMINISTRASI TAHUN ANGGARAN 2014

KOMPENSASI. Pengertian. Tujuan Administrasi Kompensasi 23/12/2014

PEMBAYARAN BERDASARKAN KINERJA DAN INSENTIF KEUANGAN

CAPAIAN INDIKATOR MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN AREA MANAJEMEN TRIWULAN I TAHUN 2016

LAPORAN PERKEMBANGAN BISNIS

Rekrutmen dan Seleksi SDM

Tunjangan dan Imbalan Nonfinansial

MSDM Materi 11 Tunjangan dan Imbalan Nonfinansial

INTERNASIONAL DEFFERENCES IN THE INCOME DISTRIBUTION

Fakultas Komunikasi dan Bisnis Inspiring Creative Innovation

LATAR BELAKANG. Sistem balas jasa memberikan rasa aman fisik Indikator dari motivasi karyawan dalam. Performance Related Pay Penggajian yang dinamis

MODAL DASAR PD.BPR/PD.PK HASIL KONSOLIDISASI ATAU MERGER

Kualitas kualitas Penting seorang Juara

BAB IX PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH

BAB II LANDASAN TEORI. yang dikutip dari buku Hj. Ike Kusdyah Rachmawati (2008:3) Manajemen. Sumber Daya Manusia merupakan suatu proses perencanaan,

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 08 /PMK.07/2011 TENTANG

PERTEMUAN ADINKES PROVINSI JAWA BARAT. Bandung, 10 Desember 2013

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Fakultas Komunikasi dan Bisnis Inspiring Creative Innovation. 1 st Week

BAB I PENDAHULUAN. pendapatan di daerah setempat. Penyediaan lapangan kerja berhubungan erat dengan

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA (TRANSAKSI KAS) BELANJA WILAYAH MELALUI KPPN UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 (dalam rupiah)

2015 PENGARUH MINAT BELAJAR DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI

Kompensasi Finansial Langsung

Mengelola SDM dan Hubungan Tenaga Kerja

Menyusun system remunerasi

Kompensasi Finansial Langsung

LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA (TRANSAKSI KAS) BELANJA WILAYAH MELALUI KPPN UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2014 (dalam rupiah)

BENEFIT dan TUNJANGAN

Fakultas Komunikasi dan Bisnis Inspiring Creative Innovation. 1 st Week

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Sejak otonomi daerah dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 2001

INDEKS PEMBANGUNAN GENDER DAN INDEKS PEMBERDAYAAN GENDER KOTA BEKASI TAHUN 2013

Daftar Populasi dan Sampel Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. perjalanan, cara berpikir, maupun sifat perkembangan itu sendiri. Hal tersebut

PENGEMBANGAN METODE IMBALAN

BAB I PENDAHULUAN. UU RI No.20 pasal 51 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

DATA PERKEMBANGAN REALISASI INVESTASI PMA DAN PMDN SE JAWA BARAT PERIODE LAPORAN JANUARI - MARET TAHUN 2017

Oleh. Dr. Zainuddin Iba, SE., M.M 27 November 2017 BAHAN AJAR M S D M. Bagian-2 KOMPENSASI DAN BALAS JASA

BAB I PENDAHULUAN. elektronik menjadi lebih pendek. Digitalisasi mempercepat perkembangan

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA DAERAH KOTA SUKABUMI

Human Resource Management System

BERITA RESMI STATISTIK

BAB I PENDAHULUAN. untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat baik material maupun spiritual. Untuk

EVALUASI PELAKSANAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) PROVINSI JAWA BARAT

KATA PENGANTAR Drs. Helmizar Kepala Pusat Kajian Akuntabilitas Keuangan Negara Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI

SISTEM KOMPENSASI PEGAWAI

BAB 1 PENDAHULUAN. satunya adalah dengan berinvestasi. Investasi adalah penanaman modal untuk satu

Potensi Indonesia dinyatakan oleh berbagai studi dan kajian independen, seper[ McKinsey (2012): Unleashing Indonesia s Poten[al

Introduction to. Chapter 11. Managing Employees. MultiMedia by Stephen M. Peters South-Western College Publishing

BAB IV GAMBARAN UMUM DAN OBJEK PENELITIAN. Provinsi Jawa Barat secara geografis terletak di antara Lintang

BAB XIII MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA (SDM)

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) TAHUN 2015

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2014

Fakultas Komunikasi dan Bisnis Inspiring Creative Innovation. Perencanaan SDM (HR PLANNING)

REMUNERASI. OLEH: Nursalam PSIK FK UNAIR

BAB I PENDAHULUAN. Tabel I.1 Data Gaji Pokok di Bagian SDM PT. Pikiran Rakyat. Sumber: Data Perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. daerah, karenanya pembangunan lebih diarahkan ke daerah-daerah, sehingga

How Digitalization is Changing Enterprises and Jobs in Indonesia

BERITA RESMI STATISTIK

BAB IV GAMBARAN UMUM

BAB III KEBIJAKAN PENGUPAHAN DI INDONESIA. A. Perumusan Kebijakan Upah Buruh di Indonesia

TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN. Salah satu dorongan orang bekerja pada suatu organisasi termasuk

BAB V KINERJA PEREKONOMIAN KABUPATEN/KOTA DI JAWA BARAT

BAB I PENDAHULUAN. terpenting yang mampu digunakan menjalankan setiap proses di dalamnya yaitu

SEJARAH DAN PENGERTIAN

BAB II LANDASAN TEORI

UPAH MINIMUM KABUPATEN CIREBON

PENGUKURAN PRODUKTIVITAS RELATIF DAN ANALISIS TINGKAT UPAH TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA SEKTOR INDUSTRI DI JAWA BARAT

TIPOLOGI WILAYAH HASIL PENDATAAN POTENSI DESA (PODES) 2014

BAB I PENDAHULUAN. Sejak kebijakan pemerintah Indonesia tentang Otonomi Daerah

SEMINAR PERAN SISTEM MANUFAKTUR DALAM PENGEMBANGAN INDUSTRI DI INDONESIA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS GUNADARMA DEPOK, 8 OKTOBER 2012 PT.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.11, 2010 Kementerian Keuangan. Dana Bagi Hasil. Pertambangan. Panas Bumi.

Fakultas Komunikasi dan Bisnis Inspiring Creative Innovation. Kompensasi

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

Seminar Nasional Outlook Industri 2018 PEMBANGUNAN INDUSTRI YANG INKLUSIF DALAM RANGKA MENGAKSELERASI PERTUMBUHAN EKONOMI YANG BERKUALITAS

VOICES FROM THE REAL ECONOMY

II. TINJAUAN PUSTAKA Konsep Manajemen Sumberdaya Manusia

Jumlah penduduk Jawa Barat berdasarkan hasil SP2010 sebanyak 43 juta orang dengan laju pertumbuhan sebesar 1,91 persen per tahun

I. PENDAHULUAN. setelah China, India, dan USA. Kondisi ini menyebabkan jumlah pencari kerja

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.

BAB V KINERJA PEREKONOMIAN KABUPATEN/KOTA DI JAWA BARAT

BAB I PENDAHULUAN. Otonomi daerah dan desentralisasi yang efektif berlaku sejak tahun 2001

KATA PENGANTAR. keterampilan para petani dan petugas melalui sekolah lapangan serta pelatihan pemandu (PL I, PL II, PL III).

Transkripsi:

Penempatan School of Communication Pegawai & Business Manajemen Kinerja dan Kompensasi Bagian I Manajemen Kinerja dan Kompensasi : Melakukan penilaian pekerjaan secara eksternal (membandingkan suatu pekerjaan dengan harga market)

Materi Kuliah 1. Konseptual dan Kerangka Kerja Penilaian kinerja 2. Sistem Manajemen Kinerja dan Pengelolaan kinerja, 3. Best Practise Implementasi Kinerja di Perusahaan 4. Proses dan Rancangan Manajemen Kinerja 5. Analisis dan Evaluasi Metode-metode Pengelolaan Kinerja 6. Peran Manager lini dalam Penilaian Kinerja 7. Evaluasi Manajemen Kinerja U T S: 06 s.d 15 Maret 2017 8. Performance management & compensation dan. Macam-macam compensation (financial dan non financial) 9. Melakukan penilaian pekerjaan secara internal (Job grading and valueing) 10. Melakukan penilaian pekerjaan secara eksternal (membandingkan suatu pekerjaan dengan harga market) 1 st Week

Materi Kuliah 11. Pengembangan sistem remuneration. 12. Pengelolaan sistem remuneration 13. Evaluasi sistem remuneration dan Best Practise remuneration di perusahaan. 14. Analisis Implementasi sistim remunerasi di perusahaan U A S : 08 s.d 18 Mei 2017 Perwalian dan Registrasi 31 Juli s.d 15 Agustus 2017 Awal Kuliah Semester Ganjil 2017/2018 21 Agustus 2017 1 st Week

Lulusan PT Dunia Fakultas Komunikasi dan Bisnis Other Spain Turkey Canada Germany France Brazil Mexico United Kingdom Korea Indonesia Japan Russia India US China 2 2 2 2 3 3 3 3 4 4 7 11 11 12 14 18 0 5 10 15 20 1 st Week

Proyeksi Penduduk Indonesia 2013-2017 Usia 2013 2014 2015 2016 2017 0-4 20.863,00 20.907,60 20.937,80 20.949,80 20.955,00 5-9 20.513,60 20.590,20 20.657,50 20.723,40 20.778,70 10-14 20.052,80 20.140,30 20.227,50 20.322,60 20.411,80 15-19 20.539,80 20.138,40 19.744,60 19.844,50 19.940,90 20-24 21.375,40 21.515,20 21.650,70 21.269,40 20.882,60 25-29 20.901,30 20.875,90 20.851,00 21.011,10 21.174,20 30-34 20.500,10 20.682,80 20.797,60 20.862,90 20.855,80 35-39 19.110,10 19.347,70 19.587,80 19.850,90 20.121,30 40-44 17.536,40 17.854,10 18.156,10 18.443,60 18.704,80 45-49 15.545,50 15.901,20 16.253,40 16.603,20 16.949,10 50-54 13.268,10 13.674,90 14.075,50 14.475,00 14.844,90 55-59 10.512,40 11.001,30 11.473,30 11.944,80 12.386,40 60-64 7.645,40 8.049,50 8.477,30 8.816,20 9.286,80 65-69 5.395,80 5.644,80 5.927,50 6.176,90 6.433,40 70-74 3.918,60 3.988,60 4.075,40 4.237,00 4.410,20 75+ 4.335,50 4.502,40 4.679,40 4.810,80 4.953,00 Jumlah 242.013,80 244.814,90 247.572,40 250.342,10 253.088,90

1 Kemampuan Komunikasi 4.69 2 Kejujuran/Integritas 4.59 3 Kemampuan Bekerja Sama 4.54 4 Kemampuan Interpersonal 4.5 5 Beretika 4.46 6 Motivasi/Inisiatif 4.42 7 Kemampuan Beradaptasi 4.41 8 Daya Analitik 4.36 9 Kemampuan Komputer 4.21 10 Kemampuan Berorganisasi 4.05 11 Berorientasi pada Detail 4 12 Kepemimpinan 3.97 13 Kepercayaan Diri 3.95 14 Ramah 3.85 15 Sopan 3.82 16 Bijaksana 3.75 17 Indeks Prestasi (>=3.0) 3.68 18 Kreatif 3.59 19 Humoris 3.25 20 Kemampuan Berwirausaha 3.23 Fakultas Komunikasi dan Bisnis Komponen Pencapaian Keberhasilan Kesimpulan : Soft skills (kemampuan interaksi sosial) dibutuhkan untuk sukses! 1 st Week

PERFORMANCE MANAGEMENT IMPROVING INDIVIDUAL AND ORGANIZATIONAL PERFORMANCE REWARD MANAGEMENT DEVELOPING SKILLS AND COMPETENCIES IMPROVING MANAGERIAL EFFECTIVENESS Performance Management as an Integrating Force

Performance Management Process Proses manajemen kinerja secara sederhana dapat digambarkan sebagai berikut Sumber: DCIPS

Konversi Nilai Performansi RANGE NILAI PRESTASI SEBUTAN > 110 P1 Istimewa > 103 sd < 110 P2 Sangat Baik > 96 sd < 103 P3 Baik > 90 sd < 96 P4 Kurang < 90 P5 Kurang sekali Digunakan utk persyaratan: :Reward :Promosi :Mutasi Digunakan utk: Pelatihan Demosi Pensiun Dini

Potensi Rekrutmen Internal Fakultas Komunikasi dan Bisnis Talent B4 A1 A B3 A3 A2 C B2 B1 Performa nsi

Evaluasi Kuliah Sebelumnya

Pengertian Kompensasi Fakultas Komunikasi dan Bisnis Kompensasi berarti suatu cakupan yang lebih luas dari sekadar upah, yaitu total biaya yang dikeluarkan untuk pekerja, dan biasanya terdiri dari: upah pokok, tunjangan yang pasti diberikan setiap bulan, variable pay, benefit dan perks, program pensiun, kantin, seragam, dan lain sebagainya. Kompensasi (compensation) merupakan istilah dari buku-buku terbitan Amerika Bangsa inggris dan international Labor Organization (ILO) lebih mengenal istilah remunerasi (remuneration), sedangkan di indonesia ada yang mengistilahkan dengan sebutan imbalan. Ronnie R, Masman (2016:2)

Berikut beberapa definisi dari kompensasi: Berdasarkan sejarah masa lalu, kompensasi berarti nilai imbalan balik akan apa yang diberikan (to counterbalance/to offset/to make up for). Istilah kompensasi dalam bahasa jepang adalah kyuko yang mana terdiri dari dua huruf kanji Tiongkok, yaitu karakter kyu dan yo yang keduanya berarti memberikan sesuatu. Dari sudut pandang karyawan, kompensasi adalah imbalan/nilai tukar karena jasa yg diberikan atau penghargaan atas kinerja yg baik. Kompensasi berarti keseluruhan bentuk imbalan yang diberikan dalam bentuk finansial dan nampak, juga termasuk benefit yang diterima oleh karyawan sebagai imbalan atas hubungan kerjanya dengan pihak perusahaan. Ronnie R, Masman (2016:3)

Tujuan Dasar Pemberian Kompensasi dan Benefit Tujuan dasar dari pemberian kompensasi dan benefit adalah untuk memberikan imbal jasa dari suatu pekerjaan/jasa yang dilakukan oleh pekerja kepada pemberi kerja (perusahaan). Untuk itu, faktor kesetaraan internal (internal equity) dan faktor daya saing perusahaan (external competitiveness) menjadi sangat penting untuk senantiasa dijaga. Kompensasi adalah suatu senjata yang ampuh untuk mencapai sasaran-sasaran bisnis. Tentukanlah dengan jenis filosofi strategi kompensasi anda dengan memperhatikan dan menyelaraskan terhadap kebutuhan bisnis anda.

Manajemen Kompensasi Manajemen Kompensasi berarti: sebuah proses pengelolaan pemberian penghargaan (rewards), biasanya dengan mempertimbangkan faktor bobot pekerjaaan (job size), kinerja (performance), dan masa kerja (length of service). Juga menggambarkan cara pekerja dibayar, diakui, dan dihargai yang dipergunakan organisasi untuk mengirimkan pesannya kepada para pekerjanya. Ronnie R, Masman (2016:3)

Sasaran Manajemen Kompensasi Sasaran dari program kompensasi untuk: a. Mampu menarik, mempertahankan dan motivasi karyawan yang berprestasi dan memeberikan kontribbusi bagi perusahaan b. Memotivasi karyawan untuk bekerja memberikan kinerja maksimal c. Mendorong karyawan mengembangkan diri, pengetahuan, sikap, dan keterampilan d. Meningkatkan pengendalian biaya sumber daya manusia.

Sasaran Manajemen Kompensasi Tentunya sasaran manajemen kompensasi tersebut harus di dukung oleh rancang program kompensasi yang berkualitas dan efektif, dan hal tersebut dapat ditinjau dari : 1. Keadilan dan logis secara internal perusahaan 2. Kompetitif secara pasar 3. Mudah diadministrasikan 4. Mendukung kebutuhan pencapaian sasaran bisnis dan dapat diupdate dan menyesuaikan terhadap perusahaan 5. Memenuhi ketentuan Undang Undang (UU) dan peraturan pemerintah (PER-PEM)

Pengelompokan Komponen Kompensasi Sebelum penulis menjelaskan setiap komponen kompensasi satu persatu, dalam pengelompokan setiap komponen kompensasi biasanya terhadap beberapa istilah yang pembaca harus kenali terlebih dahulu, yaitu: 1. Annual Base Salary (ABS), yaitu pendapatan yang diterima secara tunai berdasarkan gaji pokok yang dihitung disetahunkan. 2. Annual Guarantee Cash (AGC), yaitu pendapatan yang diterima secara tunai dan niminalnya tetap setiap bulannya dalam setahun, dan diperhitungan dengan rumus ABS + Tunjangan.

Pengelompokan Komponen Kompensasi 3. Annual Total Cash (ATC), yaitu pendapatan yang diterima total secara tunai dalam setahun termasuk pendapatan tunai yang bersifat variabel, sehingga perhitungannya dengan rumus ATC + Nilai pendapatan Variabel (+insentif jangka pendek) 4. Annual Total Earnings (ATE), yaitu pendapatan yang diterima total secara tunai dalam setahun (ATC), ditambahkan nominal insentif yang bersifat jangka panjang, sehingga diperoleh dengan rumusan ATC + Nilai Pendapatan Insentif Jangka Panjang. 5. Annual Total Remuneration (ATR), yaitu pendapatan ATE yang diterima total secara tunai dalam setahun ditambahkan nominal yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memberikan program benefit dan perks bagi karyawan tersebut.

NON FINANCIAL COMPENSATION THE JOB JOB ENVIRONMENT Interesting duty Challenging Responsibility Opportunity for Recognition Advancement opportunity Competent supervisor Appropriate status symbols Comfortable working condition Flextime Compress work week Job sharing Cafeteria benefit

Jam Kerja Fleksibel (Flexible Working Hour) Fleksibilitas dalam pekerjaan memang menjadi tren yang disukai generasi Y, namun dalam penerapannya masih perlu banyak kajian akan kecocokannya dengan jenis bisnis tertentu dan ketersediaan SDM di pasar tenaga kerja di indonesia.

Ada beberapa contoh sebagai berikut: Flextime Yaitu praktik yang mengizinkan pekerja untuk memilih sendiri jam kerjanya, dalam beberapa batasan. Dalam sistem Flextime, pekerja bekerja dalam jumlah kerja yang sama perharinya dengan jumlah jam kerja mereka pada jadwal nominal. Tetapi, mereka tetap bekerja pada jam yang disebut dengan bandwidth, yang mana adalah panjang jam kerja seharinya, Core time adalah bagian dari hari kerja yang mana semua pekerja harus hadir. Compressed Workweek Yaitu susunan jam kerja yang mengizinkan pekerja untuk memenuhi kewajiban bekerja mereka dalam hari yang lebih sedikit dari pada lima hari kerja yang biasa.

Job Sharing Yaitu pendekatan pekerjaan yang menarik bagi orang yang ingin bekerja lebih sedikit dari 40 jam perminggu. Dalam job sharing dua orang yang berbeda dengan waktu kerja yang berbeda membagi satu pekerjaan dalam cara yang telah disepakati dan dibayar sesuai dengan kontribusi mereka.

Flexible Compensation (Cafetaria Compensation) Yaitu mengizinkan pekerja untuk memilih dari beberapa alternatif benefit yang ada. Karyawan biasanya ditawari benefit dasar dan benefit pilihan. Benefit dasar misalnya tunjangan kesehatan seadanya, asuransi jiwa setara gaji satu tahun, dan waktu libur berdasarkan lama pelayanan. Nantinya, karyawan bisa menggunakan kredit fleksibelnya, misalnya untuk tunjangan kesehatan lengkap termasuk mata dan gigi atau hari libur yang lebih panjang.

Telecommuting Yaitu susunan pekerjaan yang mengatur karyawan agar dapat bekerja dari luar kantor dan melaksanakan pekerjaan dengan menggunakan komputer atau alat elektronik lain sebagai penghubung mereka dengan kantor. Kesadaran akan perlunya life balance, ditambah kombinasi komponen waktu, biaya, belum lagi kemacetan bagi para pekerja di kota besar membuat model bekerja ini menjadi tren.

Part-Time Work Yaitu mengizinkan pekerja untuk bekerja paruh waktu dari waktu biasa. Mereka dibayar sesuai dengan jam kerja mereka. Perubahan Pensiun/Modified Retirement Modified Retirement adalah pilihan yang mengizinkan pekerja yang lebih tua untuk bekerja lebih sedikit dari pada jam biasa untuk beberapa waktu menjelang pensiun.

Macam-macam benefit lain yang masih menjadi tren saat ini di berbagai perusahaan di Indonesia 1. Jaminan social tenaga kerja; seperti jaminan tren saat ini di berbagai perusahaan di Indonesia. - (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial -BPJS). 1. Rencana Pensiun/retirement plans. 2. Pembayaran untuk waktu tidak bekerja/payment for time not worket. 3. Pinjaman lunak karyawan. 4. Pelatihan/pendidikan/benchmarking 5. Fleksibilitas dalam bekerka/work flexibility. 6. Ansuransi kesehatan/health care 7. Asuransi jiwa/insurance life. 8. Employee stock option plans (ESOP)

Penempatan School of Communication Pegawai & Business Manajemen Kinerja dan Kompensasi Bagian I Manajemen Kinerja dan Kompensasi : Melakukan penilaian pekerjaan secara eksternal (membandingkan suatu pekerjaan dengan harga market)

Mekanisme Penetapan Upah Minimum Dewan Pengupahan Provinsi Faktor Pertimbangan: Survey Kebutuhan Hidup Produktivitas (PDRB) Pertumbuhan Ekonomi Usaha Marjinal Rekomendasi Nilai KHL & UM Survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Makanan dan Minuman Sandang Perumahan & Perabot Aneka Kebutuhan Rapat (Pembahasan Hasil) Gubernur Kabupaten Jan s.d Sept Okt s.d Des dilakukan prediksi dg Metode Least Square Usulan Besaran Upah Minimum (UM) Bupati a) > 5% dari UMK b) Perundingan SB/SP& Apindo UMP UMSP UMK UMSK a) > 5% dari UMK b) Perundingan SB & Apindo

Menaker mengacu pada Peraturan yang berlaku Berikut ialah daftar lengkap UMK 2017 di Jawa Barat: 1. Kabupaten Majalengka Rp1.525.632,00 2. Kota Cirebon Rp1.741.682,96 3. Kabupaten Cirebon Rp1.723.578,15 4. Kabupaten Kuningan Rp1.477.352,70 5. Kabupaten Indramayu Rp1.803.239,33 6. Kabupaten Garut Rp1.538.909,00 7. Kabupaten Tasikmalaya Rp1.767.686,00 8. Kota Tasikmalaya Rp1.776.686,00 9. Kabupaten Ciamis Rp1.475.792,82 10. Kota Banjar Rp1.437.522,11 11. Kab. Pangandaran Rp1.433.901,15 12. Kota Depok Rp3.297.489,00 13. Kabupaten Bogor Rp3.204.551,81 14. Kota Bogor Rp3.272.143,00 15. Kab Sukabumi Rp2.376.558,39 16. Kota Sukabumi Rp1.985.494,00 17. Kabupaten Cianjur Rp1.989.115,00 18. Kota Bandung Rp2.843.662,55 19. Kab Bandung Rp2.463.461,49 20. Kab Bandung Barat Rp2.468.289,44 21. Kab Sumedang Rp2.463.461,49 22. Kota Cimahi Rp2.463.461,00 23. Kota Bekasi Rp3.601.650,00 24. Kab Bekasi Rp3.530.438,44 25. Kab Karawang Rp3.605.272,00 26. Kab Purwakarta Rp3.169.549.17 27. Kabupaten Subang Rp2.327.072,00.

Salary Forecast in 2016 The highest pay increases in three years plus historically low inflation rates mean employees across the world can anticipate average salary increases of 2.5% in 2016, net of inflation. Asia, however, surpasses the global average, where real wages are expected to rise by 4.2% the highest globally, Korn Ferry Hay Group s annual salary forecast. Within the region, Vietnam leads the way with the largest real wage increases forecast at 7.3%. China and Thailand are not too far behind, at 6.3% and 6.1%, despite China s economic slowdown, plummeting stock markets and reduced exports. Seeing the benefit of being a part of the fastest growing major economy, Indian workers are forecast to see the highest real wage increase in the last three years, at 4.7% compared to 2.1% last year. Malaysia, Singapore and Hong Kong feature much lower down the order, with forecast increases of 3.9%, 3.7% and 1.4% respectively, net of inflation. Salary forecasts for Asia in 2016: Vietnam 7.3%, China 6.3%, Thailand 6.1%, Philippines 5.2% India 4.7%, Korea 4.3%, Malaysia 3.9%, Singapore 3.7% Indonesia 2.4%, Hong Kong 1.4%, Japan 1.0%

Hasil Survey di Indonesia Hasil Survey Kelly Indonesia Employment Outlook and Salary Guide 2016.pdf

Pertanyaan 1. Menurut saudara benefit apa yang harus ada dalam perusahaan (beri alasan) dan apa tantangannya? 2. Bila Saudara kelak membuka usaha atau menjadi wirausaha bagaimana sistim remunerasi awal yang akan saudara lakukan dengan keterbatasan anggaran dan karyawan semangat untuk bekerja?

School of Communication & Business