BAB II TINJAUAN PUSTAKA
|
|
|
- Yulia Dharmawijaya
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kompensasi Pengertian Kompensasi Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima para pegawai sebagai balas jasa untuk kerja mereka. Kompensasi (dalam bentuk gaji dan balas jasa lainnya) merupakan komponen-komponen biaya yang paling besar dan penting. Perusahaan mengharapkan agar kompensasi yang dibayarkan memperoleh imbalan prestasi kerja yang lebih besar dari pegawai. Salah satu cara untuk meningkatkan prestasi kerja, motivasi, dan kepuasan kerja pegawai adalah melalui kompensasi. Gary Dessler (2000:396) mendefinisikan kompensasi pegawai sebagai berikut Employee compensation refers to all form of pay or rewards going to employees and arising from their employment. Dari definisi di atas dapat dijelaskan bahwa kompensasi adalah semua imbalan, baik berupa materi (gaji, upah, komisi, dll) maupun non materi (makan siang, liburan, dll) yang seseorang terima sebagai imbalan atas pekerjaannya Komponen Kompensasi Komponen kompensasi terdiri dari berbagai bentuk. Berikut ini akan dijelaskan komponen kompensasi dari beberapa ahli. Komponen kompensasi menurut Mondy dan Noe (1993:443) terdiri dari: A. Financial Compensation Direct Financial Compensation o Wages o Salaries o Commision o Bonuses Indirect Financial Compensation o Insurance Plans :
2 Life, Health, Surgical, Dental, Casuality, etc. o Social Assistance Benefits : Retirement Plans, Social Security, Worker s Compensation, Educational Assistance, Employee Service. o Paid Absences : Vacations, Holidays, Sick Leave, etc. B. Nonfinancial Compensation The Job o Interesting Duties o Challenge o Responsibility o Opportunity for Recognition o Feeling of Achievement o Advancement Opportunities Job Environment o Sound Policies o Competent Supervision o Congenial Coworkers o Appropriate Status Symbols o Comfortable Working Conditions o Flextime o Compressed Workweek o Job Sharing o Cafetaria Compensation Dari hal di atas dapat dijelaskan bahwa komponen kompensasi terdiri dari kompensasi keuangan dan kompensasi non keuangan. Kompensasi keuangan dibagi atas kompensasi keuangan langsung berupa gaji, komisi, bonus dan kompensasi keuangan tidak langsung berupa asuransi, tunjangan, dan pembayaran waktu tidak hadir. Sedangkan kompensasi non keuangan berguna untuk memberikan kepuasan bagi pegawai yang dibagi atas kepuasan yang berasal dari
3 tempat kerja seperti tugas yang menarik, tantangan, tanggung jawab dan kepuasan yang berasal dari lingkungan kerja seperti kebijakan yang baik, atasan yang kompeten, kondisi kerja yang nyaman. Sedangkan Gary Dessler (2000:396) mengemukakan komponen kompensasi terdiri dari: Compensation has two main component. There are direct financials payments in the form of wages, salaries, incentives, commisions, and bonuses, and there are indirect payment in the form of financial benefits like employers-paid insurance and vacation. Dari pendapat tersebut di atas dapat dijelaskan bahwa komponen kompensasi terdiri dari dua komponen utama, yaitu: pembayaran keuangan langsung dalam bentuk upah, gaji, insentif, komisi, bonus dan ada pembayaran yang tidak langsung dalam bentuk tunjangan keuangan seperti asuransi dan uang liburan yang dibayar oleh pemberi kerja atau perusahaan. Malayu S.P. Hasibuan (2001:117) membedakan kompensasi menjadi dua, yaitu: Kompensasi langsung (direct compensation) berupa gaji, upah, upah insentif dan kompensasi tidak langsung (indirect compensation, atau employee welfare atau kesejahteraan pegawai). - Gaji adalah balas jasa yang dibayar secara periodik kepada pegawai tetap serta mempunyai jaminan yang pasti. - Upah adalah balas jasa yang dibayarkan kepada pegawai harian dengan berpedoman atas perjanjian yag disepakati membayarnya. - Upah insentif adalah tambahan balas jasa yang diberikan kepada pegawai tertentu yang prestasinya di atas prestasi standar. - Benefit dan Service adalah kompensasi tambahan (financial atau non financial) yang diberikan berdasarkan kebijaksanaan perusahaan terhadap semua pegawai dalam usaha untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Seperti tunjangan hari raya, uang pensiun, pakaian dinas, kafetaria, sarana ibadah, olahraga, darmawisata dan lain sebagainya.
4 2.1.3 Asas Kompensasi Kompensasi harus ditetapkan atas asas adil dan layak serta dengan memperhatikan undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku. Prinsip adil dan layak harus mendapat perhatian dengan sebaik-baiknya supaya imbalan yang akan diberikan dapat merangsang semangat dan kepuasan kerja pegawai. a. Asas Adil Besarnya kompensasi yang dibayar kepada setiap pegawai harus disesuaikan dengan prestasi kerja, jenis pekerjaan, resiko pekerjaan, tanggung jawab, jabatan pegawai, dan memenuhi persyaratan internal konsistensi. Jadi adil dalam hal ini bukan berarti setiap pegawai menerima kompensasi yang sama besarnya. Asas adil harus menjadi dasar penilaian, perlakuan dan pemberian hadiah atau hukuman bagi setiap pegawai. Dengan asas adil akan tercipta suasana kerjasama yang baik, semangat kerja, disiplin, loyalitas, dan stabilisasi pegawai akan lebih baik. b. Asas Layak dan Wajar Kompensasi yang diterima pegawai dapat memenuhi kebutuhannya pada tingkat normatif yang ideal. Tolak ukur layak adalah relatif, penetapan besarnya kompensasi didasarkan atas batas upah minimal emerintah dan eksternal konsistensi yang berlaku. Perusahaan diharuskan selalu memantau dan menyesuaikan kompensasi dengan eksernal konsumen yang sedang berlaku. Hal ini penting supaya semangat kerja dan pegawai yang berkualitas tidak berhenti Tujuan Kompensasi Tujuan pemberian kompensasi, antara lain sebagai berikut: a. Menghargai prestasi kerja Pemberian kompensasi yang memadai adalah suatu penghargaan organisasi terhadap prestasi kerja para pegawainya. Hal tersebut selanjutnya akan mendorong kinerja pegawai sesuai dengan yang diinginkan organisasi.
5 b. Menjamin keadilan Administrasi pengupahan dan penggajian berusaha untuk memenuhi prinsip keadilan. Keadilan sangat penting dalam penentuan tingkat kompensasi. Sehingga masing-masing pegawai akan memperoleh imbalan sesuai dengan tugas, fungsi, jabatan, dan prestasi kerjanya. c. Mempertahankan pegawai Dengan program kompensasi yang baik, para pegawai akan lebih betah atau bertahan bekerja pada organisasi itu. Hal ini berarti mencegah keluarnya pegawai dari organisasi untuk mencari pekerjaan yang lebih menguntungkan. d. Memperoleh pegawai yang bermutu Kompensasi perlu ditetapkan secara baik untuk menarik para calon pegawai. Karena perusahaan-perusahaan bersaing dalam pasar tenaga kerja, tingkat pengupahan harus sesuai dengan kondisi suplai dan permintaan pegawai. Kadang-kadang tingkat gaji yang relatif tinggi diperlukan untuk menarik para calon pegawai cakap yang sudah bekerja di berbagai perusahaan lain. e. Meningkatkan produktivitas Pemberian kompensasi yang memadai adalah suatu penghargaan organisasi terhadap kinerja para pegawainya, hal tersebut selanjutnya akan dapat menigkatkan produktivitas kerja para pegawai perusahaan. f. Pengendalian biaya Suatu progam kompensasi yang rasional membantu organisasi untuk mendapatkan dan mempertahankan sumber daya manusianya pada tingkat yang layak. Tanpa struktur pengupahan dan penggajian sistematik organisasi dapat membayar kurang atau lebih kepada para pegawainya. Dengan program kompensasi yang baik akan mengurangi seringnya pelaksanaan rekrutmen, sebagai akibat dan makin seringnya pegwai yang keluar mencari pekerjaan yang menguntungkan. Hal ini berarti penghematan biaya untuk rekrutmen dan seleksi calon pegawai baru.
6 g. Memenuhi peraturan Dengan program kopensasi yang baik yaitu memenuhi peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah Produktivitas Definisi Produktivitas John R. Schermerhorn (2002:16) memberikan definisi produktivitas sebagai berikut: Productivity is a summary measure of the quantity and quality of work performance with resource utilization considered. Productivity is ideally achieved through high performance (effectiveness and efficiency) and with a sense of personal satisfaction by people doing the work. Dari definisi tersebut dapat dijelaskan bahwa produktivitas merupakan suatu ukuran dari kuantitas dan kualitas performansi suatu kegiatan dengan memperhatikan sumber daya yang dimanfaatkan. Definisi tersebut mengandung makna bahwa produktivitas merupakan suatu ukuran kinerja yang luas. Produktivitas mengidentifikasikan keberhasilan atau kegagalan perusahaan memproduksi barang dan jasa yang dihasilkan serta sumber daya yang dimanfaatkan. Pencapaian produktivitas perlu didasarkan atas kesadaran untuk melaksanakan kegiatan dengan efektifitas dan efisiensi yang tinggi dengan tetap memperhatikan tingkat kepuasan pegawai yang melaksanakan kegiatan. Tanpa memperhatikan efektifitas dan efisiensi maka dalam pelaksanaan kegiatan cenderung terjadi pemborosan pemakaian sumber daya perusahaan. Efisiensi menggambarkan tingkat penghematan penggunaan sumber input dari ukuran sumber daya yang dimanfaatkan. Demikian pula halnya dengan kepuasan pegawai, bahwa kepuasan pegawai akan menjadi motivasi untuk menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi.
7 James A. Stoner mengutip pendapat John Kenderick yang diterjemahkan Alfonsus Sirait (1993:261) mengemukakan definisi produktivitas sebagai berikut : Produktivitas sebagai hubungan antara keluaran (Output = O) berupa barang dan jasa dengan masukan (Input = I) berupa sumber daya manusia atau bukan, yang digunakan dalam proses produksi : Hubungan tersebut biasanya dinyatakan dalam bentuk rasio O/I. Produktivitas = Output Input Hongren-Foster-Datar (1995:946) yang diterjemahkan oleh Endah Sulistyaningtyas mengemukakan sebagai berikut : Produktivitas (productivity) mengukur hubungan antara masukan yang secara aktual dipakai dan keluaran aktual yang dicapai = makin rendah masukan untuk keluaran tertentu atau makin tinggi keluaran untuk masukan tertentu makin tinggi tingkat produktivitas. Dari kedua pendapat tersebut di atas dapat dijelaskan bahwa pada prinsipnya produktivitas merupakan suatu perbandingan atau rasio antara hasil yang dicapai dengan jumlah sumber daya atau masukan yang digunakan. Semakin efisien pemakaian sumber daya untuk suatu ukuran tertentu maka produktivitas yang dicapai akan semakin tinggi. Menurut Payaman Simanjuntak (1985:30) produktivitas mengandung pengertian filosofis, definisi kerja, dan teknis operasional. Secara filosofis Produktivitas mengandung pandangan hidup dan sikap mental yang selalu berusaha untuk menigkatkan kehidupan, keadaan hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan mutu kehidupan besok harus lebih baik dari hari ini. Untuk definisi kerja Produktivitas merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai (keluaran) dengan keseluruhan sumber daya (masukan) yang dipergunakan persatuan waktu. Teknik operasional mengandung makna : Peningkatan produktivitas yang dapat terwujud dalam empat bentuk, yaitu : 1. Jumlah produksi yang sama dapat diperoleh dengan menggunakan sumber daya yang lebih sedikit dan / atau,
8 2. Jumlah produksi yang lebih besar dapat dicapai dengan menggunakan sumber daya yang sama dan / atau, 3. Jumlah produksi yang jauh lebih besar dapat dicapai dengan menggunakan sumber daya yang sama dan / atau, 4. Jumlah produksi yang jauh lebih besar diperoleh dari pertambahan sumber daya yang relatif lebih kecil. Produktivitas yang dapat dipandang sebagai penggunaan intensif terhadap sumber daya seperti tenaga kerja, mesin, modal dan sumber daya lainnya. Yang jika diukur secara tepat akan menunjukkan kinerja yang efisien. Oleh karena itu maka produktivitas akan menjadi ukuran efisiensi dengan modal, peralatan, manajemen, tenaga kerja, informasi dan waktu maka produktivitas dapat dikaitkan sebagai perbandingan ukuran bagi masukan dari hasil yang diperoleh Tenaga Kerja Definisi Tenaga Kerja Tenaga kerja dalam hal ini yaitu pegawai merupakan salah satu masukan (input) terpenting dalam menghasilkan barang dan jasa. Produktivitas tenaga kerja akan sangat menentukan kualitas dan kuantitas barang dan jasa yang dihasilkan dan terjadi efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya yang lainnya. Definisi tenaga kerja menurut Undang Undang No.13 TH.2003 adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan / atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Menurut Leslie Chadwick (1993:37) tenaga kerja dibagi menjadi 2, yaitu tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tak langsung. - Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang digunakan untuk mentransformasikan bahan mentah menjadi barang jadi, misalnya: pekerja produksi. Tenaga kerja langsung digambarkan sebagai suatu produk yang dapat diketahui secara pasti melalui sistem pencatatan waktu, misalnya dengan lembar waktu, kartu waktu, dan sistem komputer. - Tenaga kerja tidak langsung adalah tipe pekerja di luar perusahaan, misalnya: pembersih, satpam, staf kantin, dan personalia pemeliharaan,
9 dapat juga mencatat bagaimana mereka mencantumkan waktunya melalui lembar waktu atau kartu waktu Produktivitas Tenaga Kerja Pengertian Produktivitas Tenaga Kerja Menurut Usry dan Hammer (1995:288) yang diterjemahkan oleh Herman Wibowo dan Alfonsus Sirait mengatakan bahwa Produktivitas tenaga kerja bisa didefinisikan sebagai ukuran prestasi produksi dengan menggunakan usaha manusia sebagai tolak ukur. Produktivitas adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan seorang pekerja. Bambang Kussriyanto (1993:2) mengatakan bahwa: Produktivitas tenaga kerja adalah perbandingan antara hasil yang dicapai dengan peran serta pekerja per satuan waktu. Berdasarkan definisi di atas dapat diuraikan bahwa produktivitas tenaga kerja sangat ditentukan oleh prestasi tenaga kerja yang bertalian. Banyaknya barang dan jasa yang dihasilkan oleh seorang pekerja akan menjadi indikator tingkat produktivitas tenaga kerja. Sumber daya manusia merupakan salah satu sumber daya yang dimanfaatkan untuk menghasilkan barang dan jasa, oleh karena itu maka efisiensi dalam mengubah sumber daya manusia akan menghasilkan produktivitas tenaga kerja yang lenih baik. Tenaga kerja merupakan salah satu faktor produksi, oleh karena itu maka produktivitas tenaga kerja merupakan kontribusi yang diberikan oleh tenaga kerja terhadap produktivitas total perusahaan Unsur-Unsur Produktivitas Tenaga Kerja Produktivitas tenaga kerja memiliki unsur-unsur sebagai berikut : 1. Efisiensi Efisiensi merupakan suatu ukuran dalam membandingkan pemakaian sumber daya (input) yang direncanakan dengan pemakaian input yang sebenarnya.
10 Apabila input yang sebenarnya digunakan semakin besar penghematannya, maka tingkat efisiensi semakin tinggi. Tetapi semakin kecil input yang dapat dihemat akan semakin rendah tingkat efisiensinya. Jadi pengertian efisiensi berorientasi pada masukan. Produktivitas sebagai rasio output / input merupakan ukuran efisiensi pemakaian sumber daya (input). 2. Efektivitas Efektivitas merupakan ukuran yang memberikan gambaran seberapa jauh target yang ditetapkan dapat dicapai, baik dari segi hasil yang dicapai maupun mutu. Apabila efisiensi dikaitkan dengan efektivitas, walau terjadi peningkatan efektivitas, efisiensinya belum tentu meningkat. menyatakan : George J. Washnis yang dikutip oleh Slamet Saksono (1997:113) Produktivitas mengandung dua konsep utama, yaitu efisiensi dan efektivitas. Efisiensi mengukur tingkat sumber daya, baik manusia, keuangan, maupun alam, yang dibutuhkan untuk memenuhi tingkat pelayanan yang dikehendaki; efektivitas mengukur hasil dan mutu pelayanan yang dicapai. Efisiensi, efektivitas dan produktivitas merupakan konsep yang berlainan, walaupun ketiganya memasukan unsur input dan output dalam mekanisme teknis penganalisasiannya. Secara sederhana ketiganya dapat dibedakan, efisiensi berorientasi pada input, dan efektivitas berorientasi pada output, sedangkan produktivitas berorientasi pada keduanya. Dengan demikian dapat dikatakan produktivitas memiliki makna yang lebih luas dibanding dua konsep yang lainnya. Suatu organisasi yang memenuhi program peningkatan produktivitas harus diawali dengan pengukuran produktivitas, kemudian hasil dari pengukuran tersebut dinilai atau dibandingkan dengan nilai-nilai rencana yang telah ditentukan. Berdasarkan penilaian ini dapat disusun rencana jangka pendek maupun rencana jangka panjang. Dan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan perlu dijalankan usaha peningkatan produktivitas secara formal. Kegiatan siklus ini harus terus
11 menerus dilakukan sebagai upaya peningkatan produktivitas, dengan memulai melakukan pengukuran produktivitas kembali Pengukuran Produktivitas Tenaga Kerja Perusahaan selalu ingin mengetahui sejauh mana jalannya operasi perusahaan, apakah perusahaannya dalam kategori berhasil atau tidak dalam meningkatkan produktivitas. Usaha untuk meningkatkan produktivtas perlu dilakukan dengan mengadakan pengukuran secara periodik dan membandingkan hasil-hasilnya guna menemukan perkembangan produktivitas yang ada. Produktivitas secara umum diformulasikan sebagai berikut : Produktivitas = Output Input - Ukuran output dapat dinyatakan dalam bentuk antara lain : Jumlah satuan fisik produksi / jasa, nilai rupiah / jasa, nilai tambah, jumlah pekerjaan dan sebagainya. - Sedangkan ukuran input dapat dinyatakan dalam bentuk antara lain : Jumlah waktu, jumlah tenaga jam kerja, jumlah biaya tenaga kerja. Tenaga kerja sering dipakai sebagai faktor pengukur produktivitas karena : 1. Besarnya biaya yang dikorbankan untuk tenaga kerja sebagai bagian dari biaya yang terbesar untuk pengadaan produk atau jasa. 2. Masukan pada sumber daya manusia lebih mudah dihitung daripada masukan pada faktor-faktor lain. Menghitung berapa jumlah pegawai (terlepas dari masalah perbedaan keterampilan dan intensitas kerja) dan jumlah jam kerja mereka, jauh lebih mudah ketimbang mencari informasi mengenai faktor-faktor produksi lainnya. 3. Adanya teknologi yang mempermudah operasi merupakan hasil pemikiran sumber daya manusia.
12 Metode pengukuran produktivitas yang dikemukakan oleh Mauled Mulyono (1993:18) yaitu: 1. Pengukuran produktivitas dengan model engineering, cara ini mengacu pada lingkungan fisik. 2. Pengukuran produktivitas dengan model accounting, cara ini mengacu pada lingkungan pasar. Pengukuran dengan model engineering ditujukan untuk mengukur prestasi organisasi dalam lingkungan fisik, yakni mengukur efisiensi organisasi dalam mengubah sumber daya fisik menjadi keluaran fisik. Pengukuran dengan model accounting ditujukan untuk mengukur tingkat produktivitas dengan menggunakan satuan uang, yakni mengukur nilai uang dari masukan dan keluaran. Hongren-Foster-Datar (1995) mengemukakan konsep pegukuran produktivitas yang diterjemahkan oleh Endah Susilaningtyas sebagai berikut : 1. Ukuran Produktivitas Parsial Ukuran ini membandingkan kuantitas dari keluaran yang dihasilkan dengan kuantitas dari satu masukan yang dipakai. Produktivitas Parsial = Kuantitas keluaran yang dihasilkan Kuantitas masukan yang digunakan Kegunaan ukuran produktivitas parsial antara lain : a. Untuk memberitahukan manajer apakah produktivitas masukan individual meningkat atau menurun. b. Memfokuskan pada satu masukan agar mudah menghitung dan memahaminya pada tingkat operasi. Kelemahan produktivitas parsial antara lain : a. Tidak memfokuskan pada produktivitas masukan yang lainnya. b. Ukuran ini tidak mempertimbangkan dampak substitusi suatu masukan dengan msukan yang lain. Misalnya terjadi peningkatan produktivitas pegawai tetapi terjadi penurunan pada produktivitas bahan baku.
13 2. Ukuran Produktivitas Total Ukuran ini merupakan rasio kuantitas keluaran yang dihasilkan terhadap seluruh masukan yang dipakai, dimana masukan adalah gabungan berdasarkan harga periode berjalan. Produktivitas Total = Kegunaan produktivitas total antara lain : Kuantitas keluaran yang dihasilkan Biaya dari seluruh masukan yang digunakan a. Mengukur produktivitas gabungan dari seluruh masukan untuk menghasilkan keluaran dengan demikian akan mengevaluasi substitusi masukan. b. Mengakui bahwa keuntungan produktivitas dapat datang dari pemakaian masukan yang lebih sedikit untuk memproduksi tingkat keluaran tertentu atau dengan kata lain dengan mudah mengubah bauran masukan yang dipakai untuk memproduksi keluaran tersebut. Kelemahan ukuran produktivitas total yaitu pembayaran bonus yang berbasiskan produktivitas parsial akan mendorong pegawai untuk memperbaiki produktivitasnya sendiri dan akan mengabaikan produktivitas total secara keseluruhan. Beberapa metode yang digunakan dalam mengukur produktivitas tenaga kerja yang dikeluarkan oleh Direktorat Bina Produktivitas Tenaga Kerja (1997:67) adalah sebagai berikut : Hasil Penjualan Total Jumlah Tenaga Kerja Nilai Tambah Total Jumlah Tenaga Kerja Total Nilai Tambah Total Biaya Tenaga Kerja Hasil Penjualan (Pabrik) Jumlah Tenaga Kerja Bagian Produksi Nilai Tambah (Pabrik) Jumlah Jam Kerja Bagian Produksi Sumber: Direktorat Bina Produktivitas Tenaga Kerja (1997:67)
14 2.4.4 Manfaat Pengukuran Produktivitas Tenaga Kerja Manfaat pengukuran produktivitas dalam suatu organisasi perusahaan dinyatakan oleh Vincent Gaspersz (1998:24), diantaranya adalah : 1. Perusahaan dapat menilai efisiensi konversi sumber dayanya. 2. Perencanaan sumber-sumber daya akan menjadi lebih efektif dan efisien melalui pengukuran produktivitas, baik dalam perencanaan jangka pendek maupn jangka panjang. 3. Tujuan ekonomis dan non ekonomis dari perusahaan dapat diorganisasikan kembali dengan cara memberikan prioritas tertentu yang dipandang dari sudut produktivitas. 4. Perencanaan target tingkat produktivitas di masa mendatang dapat dimodifikasi kembali berdasarkan informasi pengukuran tingkat produktivitas sekarang. 5. Strategi untuk menigkatkan produktivitas perusahaan dapat ditetapkan berdasarkan tingkat produktivitas yang direncanakan dengan tingkat produktivitas yang diukur. 6. Pengukuran produktivitas perusahaan akan menjadi informasi yanng bermanfaat dalam membandingkan tingkat produktivitas diantara organisasi perusahaan dalam industri sejenis serta bermanfaat pula untuk informasi peoduktivitas industri pada skala nasional maupun global. 7. Nilai-nilai produktivitas yang dihasilkan dari pengukuran produktivitas dapat digunakan dalam perencanaan tingkat keuntungan perusahaan. 8. Pengukuran produktivitas akan menciptakan tindakan-tindakan kompetitif berupa upaya-upaya peningkatan produktivitas terus menerus. 9. Pengukuran produktivitas terus menerus akan memberikan informasi yang bermanfaat untuk menentukan dan mengevaluasi kecenderungan perkembangan produktivitas perusahaan dari waktu ke waktu. 10. Pengukuran produktivitas akan memberikan informasi yang bermanfaat dalam mengevaluasi perkembangan dan efektivitas dari perbaikan terus menerus yang dilakukan dalam perusahaan tersebut.
15 11. Pengukuran produktivitas akan memberikan motivasi kepada orang-orang untuk secara terus menerus melakukan perbaikan dan juga akan meningkatkan kepuasan kerja. Orang-orang akan lebih memberikan perhatian kepada pengukuran produktivitas apabila dampak dari perbaikan produktivitas itu terlihat jelas dan dirasakan langsung oleh mereka. 12. Aktivitas perundingan bisnis (kegiatan tawar menawar) secara kolektif dapat diselesaikan secara rasional, apabila telah tersedia ukuran-ukuran produktivitas Manfaat Peningkatan Produktivitas Peningkatan produktivitas mempunyai manfaat yang sangat penting baik bagi organisasi atau perusahaan itu sendiri maupun bagi pegawainya. Manfaat peningkatan produktivitas bagi perusahaan sebagai berikut : 1. Memperkuat daya saing perusahaan karena dapat memproduksi atau beroperasi dengan biaya yanng lebih rendah dan mutu produksi atau pelayanan lebih baik. 2. Menunjang kelesatarian dan pengembangan organisasi atau perusahaan karena memperoleh keuntungan yang dapat dimanfaatkan untuk investasi baru. 3. Menunjang terwujudnya hubungan industri yang lebih baik. 4. Membantu perluasan kesempatan kerja. Hal ini terjadi karena keuntungan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk ekspansi perusahaan yang berarti membutuhkan pegawai baru. Sedangkan manfaat peningkatan produktivitas bagi pegawai yang bekerja pada perusahaan adalah sebagai berikut : 1. Meningkatkan pendapatan dan jaminan sosial lainnya. Hal tersebut akan memperbesar kemampuan untuk membeli barang dan jasa ataupun keperluan hidup sehari-hari, sehingga kesejahteraan akan lebih baik. dari segi lain, meningkatnya pendapatan tersebut dapat disimpan yang nantinya bermanfaat untuk investasi.
16 2. Meningkatnya harkat dan martabat serta pengakuan terhadap potensi individu. 3. Meningkatkan motivasi dan keinginan berprestasi.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kondisi perekonomian yang semakin kompleks menuntut suatu perusahaan untuk melakukan peningkatan produktivitas, daya saing dan keuntungan usaha agar dapat mempertahankan
Manajemen Kinerja dan Kompensasi :
Penempatan School of Communication Pegawai & Business Manajemen Kinerja dan Kompensasi Bagian I Manajemen Kinerja dan Kompensasi : Macam-macam Kompensasi COMPENSATION Financial Non Financial Direct The
Rekrutmen dan Seleksi SDM
Rekrutmen dan Seleksi SDM Perbedaan Organisasi Publik dengan Organisasi Bisnis PERBEDAAN PUBLIK BISNIS Kepemilikan Eksternal Internal dan/ Eksternal Sudut Pandang Sumber Legitimasi Dari Kepentingan Masyarakat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Manajemen Sumber Daya Manusia 2.1.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Peran Manajemen Sumber Daya Manusia sangat penting bagi suatu organisasi, sebesar atau sekecil
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kompensasi 2.1.1 Pengertian Kompensasi Kompensasi meliputi pembayaran uang tunai secara langsung, imbalan tidak langsung dalam bentuk benefit dan pelayanan (jasa), dan insentif
Manajemen Kinerja dan Kompensasi
Penempatan School of Communication Pegawai & Business Manajemen Kinerja dan Kompensasi Evaluasi Pembelajaran Sebelumnya PERFORMANCE MANAGEMENT IMPROVING INDIVIDUAL AND ORGANIZATIONAL PERFORMANCE REWARD
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian dan Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia Sebelum kita lebih jauh mengupas masalah kompensasi dan motivasi, ada perlunya kita mengetahui terlebih dahulu pengertian dari
BAB II URAIAN TEORITIS. judul penelitian Pengaruh Deskripsi Kerja dan Kompensasi Terhadap Prestasi
BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Penelitian tentang kompensasi telah dilakukan oleh Nurmala (2003) dengan judul penelitian Pengaruh Deskripsi Kerja dan Kompensasi Terhadap Prestasi Kerja
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kompensasi 2.1.1 Pengertian Kompensasi Menurut Rachmawati (2007:146) kompensasi adalah keseluruhan balas jasa yang diterima oleh karyawan sebagai balas jasa dari pelaksanaan
PSIKOLOGI SUMBER DAYA MANUSIA SESI: V HRM COMPENSATION. Kompensasi Insentif Bagi Hasil
SESI: V HRM COMPENSATION Kompensasi Insentif Bagi Hasil SESI: V HRM COMPENSATION KOMPENSASI A. PENGERTIAN KOMPENSASI Drs. Malayu Hasibuan (2006:118) mengemukakan bahwa Kompensasi adalah semua pendapatan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Manajemen Manajemen berperan dalam mengkombinasikan faktor-faktor produksi, proses manajemen terdiri dari kegiatan-kegiatan utama yang disebut dengan fungsi-fungsi
BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia. untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Unsur manusia ini berkembang
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya secara efektif dan efisien
LATAR BELAKANG. Sistem balas jasa memberikan rasa aman fisik Indikator dari motivasi karyawan dalam. Performance Related Pay Penggajian yang dinamis
BALAS JASA LATAR BELAKANG Sistem balas jasa memberikan rasa aman fisik Indikator dari motivasi karyawan dalam bekerja Performance Related Pay Penggajian yang dinamis Dimana Peranan Psikologi dalam Sistem
BAB II LANDASAN TEORI. mempunyai kedudukan yang semakin penting. Meskipun berada atau sedang
5 BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Manajemen Di dalam masyarakat yang selalu berkembang, manusia senantiasa mempunyai kedudukan yang semakin penting. Meskipun berada atau sedang menuju dalam masyarakat
MENETAPKAN UPAH STRATEGIS I K A R U H A N A
MENETAPKAN UPAH STRATEGIS I K A R U H A N A KOMPENSASI PENGERTIAN Kompensasi adalah segala sesuatu yg diterima para karyawan sebagai balas jasa /imbalan atas tenaga dan pikiran yg telah mereka sumbangkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Manajemen Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur. Pengaturan dilakukan melalui proses dan di atur berdasarkan urutan dari fungsi fungsi Manajemen
BAB II LANDASAN TEORI
6 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Telah kita ketahui bersama bahwa manusia selalu berperan aktif dan dominan dalam kegiatan suatu organisasi, karena manusia sebagai perencana,
BAB II LANDASAN TEORI. Teori adalah seperangkat konstruk (konsep), definisi, dan proposisi yang berfungsi untuk
BAB II LANDASAN TEORI Teori adalah seperangkat konstruk (konsep), definisi, dan proposisi yang berfungsi untuk melihat fenomena secara sistematik, melalui spesifikasi hubungan antar variable, sehingga
KOMPENSASI. Pengertian. Tujuan Administrasi Kompensasi 23/12/2014
KOMPENSASI Disajikan oleh: Nur Hasanah, SE, MSc Pengertian Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima para karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka. Tujuan Administrasi Kompensasi Memperoleh
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Manajemen Manajemen merupakan ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS. perusahaan atau organisasi dalam mengatasi persaingan. Perusahaan atau organisasi
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Kompensasi 2.1.1.1 Pengertian Kompensasi Sumber daya manusia merupakan komponen terpenting di dalam suatu perusahaan atau
BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS PENELITIAN. karyawan sebagai pengganti kontribusi jasa mereka pada perusahaan. Sedangkan menurut
BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Konsep Kompensasi. Menurut Rivai & Jauvani (2009 : 741), kompensasi adalah sesuatu yang diterima karyawan sebagai pengganti kontribusi
BAB II KAJIAN PUSTAKA. Penelitian yang dilakukan Akbal Lizar (2011) dengan judul Pengaruh
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori Pada kajian teori ini, peneliti akan menjelaskan tentang teori-teori yang berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan. Adapun kajian teori dalam penelitian ini
BAB I PENDAHULUAN. mampu memanfaatkan sumber daya-sumber daya lainnya yang dimiliki
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dunia bisnis sekarang dituntut menciptakan kinerja karyawan yang tinggi untuk pengembangan perusahaan. Perusahaan harus mampu membangun dan meningkatkan kinerja
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Adapun pengertian kompensasi menurut para ahli sebagai berikut:
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Kompensasi Kompensasi finansial terdiri dari kompensasi tidak langsung dan kompensasi langsung. Kompensasi langsung terdiri dari pembayaran karyawan dalam bentuk
Fakultas Komunikasi dan Bisnis Inspiring Creative Innovation. Kompensasi
Kompensasi Definition Thomas H. Stone : Edwin B. Flippo : Compensation is any form of payment to employees for work they provide to their employer Compensation as the adequate and equitable remuneration
HR COMPENSATION. Kompensasi Insentif Bagi Hasil. Psikologi Sumber Daya Manusia
HR COMPENSATION Kompensasi Insentif Bagi Hasil KOMPENSASI Drs. Malayu Hasibuan (2006:118) Merupakan pendapatan berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima pegawai sebagai imbalan
BAB II LANDASAN TEORI. sumber daya manusia dan sumber daya yang lainnya secara efektif dan efisien. untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen merupakan ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya yang lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai
BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) dengan baik dan maksimal apabila tidak ada pelaksanaannya yakni sumber
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Sumber daya manusia sangat penting bagi pelaksanaan operasional perusahaan. Sumber daya yang ada pada perusahaan tidah dapat berfungsi
BAB II LANDASAN TEORITIS. Kompensasi adalah segala sesuatu yang di terima para karyawan sebagai
6 BAB II LANDASAN TEORITIS A. Uraian Teoritis 1. Pengertian kompensasi Kompensasi adalah segala sesuatu yang di terima para karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka, Handoko (2012:155). Bila kompensasi
BAB II URAIAN TEORITIS
BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu 1. Agung (2006) melakukan penelitian dengan judul Hubungan Kompensasi Terhadap Kualitas Kerja Karyawan Pada PT Barisan Baja Perkasa Medan. Hasil penelitiannya
BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia. Manajemen terdiri dari enam unsur (6M) yang meliputi man, money,
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen terdiri dari enam unsur (6M) yang meliputi man, money, materials, machines, method, dan market. Selanjutnya unsur man (manusia)
BAB II TINJAUAN TEORI
BAB II TINJAUAN TEORI 2.1. Pengertian Manajemen Manajemen terdapat dalam semua kegiatan manusia baik dalam rumah tangga, sekolah, pemerintah, perusahaan, dan sebagainya. Manajemen berasal dari kata to
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Sumber Daya Manusia 2.1.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Hasibuan (2012:10) mengatakan bahwa, manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pembangunan nasional suatu negara salah satu yang mencakup di
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan nasional suatu negara salah satu yang mencakup di dalamnya adalah pengangunan ekonomi. Dalam pembangunan ekonomi tentu memerlukan peran dari lembaga keuangan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kompensasi Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima para karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka (Handoko, 2001:155). Masalah kompensasi merupakan fungsi manajemen
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen sumber daya manusia sangat penting bagi perusahaan dalam mengelola, mengatur, dan memanfaatkan pegawai sehingga dapat berfungsi secara
II. TINJAUAN PUSTAKA Konsep Manajemen Sumberdaya Manusia
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsep Manajemen Sumberdaya Manusia 2.1.1. Manajemen Sumberdaya Manusia Penilaian kualitas terhadap sumberdaya manusia dimaksudkan agar menjadi sumberdaya manusia yang professional,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. karyawan yaitu dengan jalan memberikan kompensasi. Salah satu cara manajemen
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kompensasi 2.1.1 Pengertian Kompensasi Pada dasarnya manusia bekerja ingin memperoleh uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk itulah seorang karyawan mulai menghargai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Manajemen Sumber Daya Manusia 2.1.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Rachmawati (2010:3) manajemen sumber daya manusia merupakan suatu proses pernecanaan, pengorganisasian,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pegawai Honorer Menurut Peraturan Pemerintahan Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2005 dalam Diantari (2013:51) menyebutkan bahwa tenaga honorer adalah Seseorang yang diangkat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Manajemen 2.1.1 Pengertian Manajemen Keberhasilan perusahaan dalam pencapaian tujuannya tidak terlepas dari adanya proses manajemen. Tanpa manajemen jelas berbagai aktivitas
PENGARUH UPAH LEMBUR DAN TUNJANGAN KESEHATAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA CV. SUMBER MULYO KLATEN
PENGARUH UPAH LEMBUR DAN TUNJANGAN KESEHATAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA CV. SUMBER MULYO KLATEN S K R I P S I Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana S-1
Bab 1 Pendahuluan 1 BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan suatu perusahaan ditentukan oleh kemampuan perusahaan dalam
Bab 1 Pendahuluan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan suatu perusahaan ditentukan oleh kemampuan perusahaan dalam mengatasi persaingan dalam dunia bisnis. Hal ini menimbulkan tantangan
BAB II KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS.
BAB II KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS. 2.1. Konsep Kompensasi. 2.1.1. Pengertian kompensasi. Menurut Handoko(2000:155) kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima para karyayawan sebagai balas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kompensasi merupakan seseuatu yang diterima karyawan sebagai penukar dari
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kompensasi 2.1.1 Pengertian Kompensasi Kompensasi merupakan seseuatu yang diterima karyawan sebagai penukar dari kontribusi jasa mereka pada perusahaan (Werther dalam Mangkuprawira
b. Aspek-Aspek Loyalitas Aspek-Aspek loyalitas menurut Saydam ( 2000 ) adalah sebagai berikut : 1) ketaatan atau kepatuhan ;
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Loyalitas Kerja a. Pengertian Loyalitas Kerja Hasibuan (2005), mengemukakan bahwa loyalitas atau kesetiaan merupakan salah satu unsur yang digunakan dalam penilaian
BAB II TINJUAN PUSTAKA
BAB II TINJUAN PUSTAKA 2. 1. Manajemen Secara Umum Keberhasilan suatu produk sangat ditunjang dengan bagaimana organisasi melakukan manajemennya dengan baik. Oleh karena itu penulis akan menjelaskan tentang
BAB II KAJIAN TEORETIS DAN PENGAJUAN HIPOTESIS. Newstrom (dalam Arijanto, 2011:1) mengemukakan bahwa job satisfaction is the
2.1 Kajian Teoretis BAB II KAJIAN TEORETIS DAN PENGAJUAN HIPOTESIS 2.1.1 Kepuasan Kerja Guru Kepuasan kerja pada dasarnya merupakan suatu keadaan yang menunjukkan sikap positif atas hasil yang dicapai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kompensasi 2.1.1 Pengertian Kompensasi Pada dasarnya manusia bekerja juga ingin memperoleh uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk itulah seorang karyawan mulai menghargai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Manajemen 2.1.1 Pengertian Manajemen Keberhasilan perusahaan dalam pencapaian tujuannya tidak terlepas dengan adanya proses manajemen. Tanpa adanya manajemen maka proses aktivitas-aktivitas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Manajemen Sumber Daya Manusia 1. Pengertian Sumber daya manusia Afrida (2003:143) sumber daya mansia adalah manusia yang mampu bekeja untuk memberikan jasa atau usaha kerja
Bab II LANDASAN TEORI. dapat digunakan guna memenuhi kebutuhan itu sendiri. Tugas manajemen yang paling
Bab II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen Sumber Daya Manusia dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang melalui perencanaan, pengarahan dan pengendalian semua unsur
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Hasibuan (2013:10), manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif
BAB II URAIAN TEORITIS. Donuts cabang arteri Jakarta. Tujuan penelitiannya adalah untuk mengetahui
BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Koko Sujatmoko (2007), melakukan penelitian dengan judul pengaruh insentif terhadap prestasi kerja karyawan pada departemen operasional Dunkin Donuts cabang
Pertemuan 7. Nova Yanti Maleha,S.E.MM 10/7/2016 Nova Yanti Maleha/MSDM/IGM 1
Pertemuan 7 Nova Yanti Maleha,S.E.MM E-mail : [email protected] 10/7/2016 Nova Yanti Maleha/MSDM/IGM 1 PENGERTIAN KOMPENSASI? KOMPENSASI Adalah semua pendapatan yang berbentuk uang atau barang, langsung
PENGARUH PEMBERIAN KOMPESANSI LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG TERHADAP KINERJA KARYAWAN CV. SEMI BARU SAMARINDA. Oleh : HERIYANTO
PENGARUH PEMBERIAN KOMPESANSI LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG TERHADAP KINERJA KARYAWAN CV. SEMI BARU SAMARINDA Oleh : HERIYANTO Dosen Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda ABSTRACT "The Effect
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Kompensasi Veithzal Rivai dan Ella Jauvani Sagala (2009) kompensasi merupakan sesuatu yang diterima karyawan sebagai pengganti kontribusi jasa mereka pada organisasi.
BAB II KAJIAN PUSTAKA. dengan demikian dalam menggunakan tenaga kerja perlu adanya insentif yang
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Insentif 2.1.1. Pengertian Insentif Suatu perusahaan di dalam menjalankan usahanya selalu membutuhkan tenaga kerja, oleh karena itu faktor tenaga kerja perlu mendapat perhatian
BAB I PENDAHULUAN. secara mendalam. Menurut Terry dan Rue dalam Suharto dan Cahyono (2005), motivasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pentingnya motivasi dalam bekerja membuat kita perlu memahami tentang motivasi secara mendalam. Menurut Terry dan Rue dalam Suharto dan Cahyono (2005), motivasi
Analisis Produktivitas dengan Menggunakan Metode Parsial POSPAC dan Total David J. Sumanth di PT.Yudhistira Ghalia Surabaya
Analisis Produktivitas dengan Menggunakan Metode Parsial POSPAC dan Total David J. Sumanth di PT.Yudhistira Ghalia Surabaya Sutiyono FTI-UPN Veteran Jawa Timur Abstraksi Pengukuran produktivitas itu penting
Oleh. Dr. Zainuddin Iba, SE., M.M 27 November 2017 BAHAN AJAR M S D M. Bagian-2 KOMPENSASI DAN BALAS JASA
BAHAN AJAR M S D M Oleh Dr. Zainuddin Iba, SE., M.M 27 November 2017 Bagian-2 KOMPENSASI DAN BALAS JASA 1 A. KOMPENSASI 1. Pengertian Kompensasi Kompensasi merupakan sesuatu yang diterima karyawan sebagai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Manajemen merupakan suatu proses dimana dalam pengelolaan suatu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Manajemen Manajemen merupakan suatu proses dimana dalam pengelolaan suatu perusahaan atau organisasi mempunyai prinsip-prinsip manajemen dengan menggunakan semua
BAB I PENDAHULUAN. Di jaman sekarang ini banyak perusahaan yang berusaha untuk memenangkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Di jaman sekarang ini banyak perusahaan yang berusaha untuk memenangkan persaingan dengan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang yang sejenis. Banyak
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kompensasi 2.1.1 Pengertian Kompensasi Adapun pengertian kompensasi menurut para ahli sebagai berikut: a. Menurut Handoko dalam Septawan (2014:5) adalah segala sesuatu yang
BAB I PENDAHULUAN. Robbins & Coulter, (2010) mengatakan bahwa manajemen sumber daya manusia (MSDM)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada dasarnya, setiap perusahaan bertujuan untuk mendapatkan profit yang maksimum dari produk yang dihasilkannya. Hal ini tentunya menuntut seluruh bagian di dalam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pengertian performance sebagai hasil kerja atau prestasi kerja. Namun,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kinerja 2.1.1 Defenisi Kinerja Kinerja berasal dari pengertian performance. Ada pula yang memberikan pengertian performance sebagai hasil kerja atau prestasi kerja. Namun, sebenarnya
PENGARUH UPAH DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PADA CV. RIMBA SENTOSA DI SUKOHARJO
PENGARUH UPAH DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PADA CV. RIMBA SENTOSA DI SUKOHARJO S K R I P S I Diajukan Untuk Melengkapi Tugas dan Syarat-syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana pada Fakultas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kompensasi Setiap orang karyawan yang bekerja dengan serius bukan sekedar bertujuan untuk mendapatkan prestasi dan menunjukan kemampuan yang dimiliki saja tetapi, alasan lainnya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang penting dalam suatu organisasi atau perusahaan, disamping faktor lain seperti aktiva
Subsistem Kompensasi
Subsistem Kompensasi Pengertian Kompensasi Kompensasi merupakan balas jasa yang diberikan oleh organisasi / perusahaan kepada karyawan, yang dapat bersifat finansial maupun non finansial, pada periode
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.1 PRODUKTIVITAS KERJA 1.1.1 Pengertian Produktivitas Kerja Produktivitas kerja adalah suatu ukuran dari pada hasil kerja atau kinerja seseorang dengan proses input sebagai masukan
BAB I PENDAHULUAN. dapat menjadi aset penting yang dapat memaksimalkan nilai perusahaan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dunia usaha saat ini semakin bertambah pesat, hal ini mengakibatkan sebuah perusahaan diharapkan mampu menggunakan sumber daya manusia dengan baik dan
Pert 13 BIAYA TENAGA KERJA. Team Teaching Universitas Islam Malang 2016
Pert 13 BIAYA TENAGA KERJA Team Teaching Universitas Islam Malang 2016 Komponen Biaya Tenaga Kerja Biaya tenaga kerja merupakan salah satu dari tiga elemen biaya produksi. Elemen biaya produksi: Biaya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Manajemen 2.1.1 Pengertian Manajemen Manajemen merupakan alat untuk pencapaian tujuan yang diinginkan. Manajemen yang tepat akan memudahkan terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan,
PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. MARIHAT TAMBUSAI. Rina Boru Manalu
PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. MARIHAT TAMBUSAI Rina Boru Manalu Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Pasir Pengaraian UPP. JL. Tuanku Tambusai KM 10 Desa
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. meningkatkan kinerja. Pemberian imbalan berguna baik bagi perusahaan maupun
2.1 Uraian Teoritis BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1.1 Imbalan Imbalan merupakan motivator yang positif bagi para karyawan untuk meningkatkan kinerja. Pemberian imbalan berguna baik bagi perusahaan maupun karyawan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Manajemen Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur. Pengaturan dilakukan melalui proses dan diatur berdasarkan urutan dari fungsi-fungsi manajemen.
BAB 2 KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS
7 BAB 2 KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Manajemen Sumber Daya Manusia Sumber daya manusia sebagai salah satu unsur dalam organisasi dapat diartikan sebagai manusia
BAB II LANDASAN TEORI. yang dikutip dari buku Hj. Ike Kusdyah Rachmawati (2008:3) Manajemen. Sumber Daya Manusia merupakan suatu proses perencanaan,
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut T. Hani Handoko tentang Manajemen Sumber Daya Manusia yang dikutip dari buku Hj. Ike Kusdyah Rachmawati (2008:3) Manajemen Sumber Daya Manusia
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Ada berberapa pendapat para ahli mengenai pengertian manajemen sumber daya manusia seperti: Menurut Hasibuan (2013:10), Manajemen Sumber
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kompensasi 2.1.1 Pengertian Kompensasi Kompensasi meliputi pembayaran tunai secara langsung, imbalan tidak langsung dalam bentuk benefit dan pelayanan ( jasa ), dan insentif
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kompensasi 2.1.1 Pengertian Kompensasi Karyawan melakukan pekerjaan di instansi maupun perusahaan untuk memperoleh gaji berupa uang untuk memenuhi kebutuhan kehidupanya seharihari.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Manajemen Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari serangkaian kegiatan seperti perencanaan, pengendalian/pengawasan, yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Manajemen Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur. Pengaturan dilakukan melalui proses dan diatur berdasarkan urutan dari fungsifungsi manajemen
BAB II LANDASAN TEORI. tetap/tenaga kerja lepas berdasarkan perjanjian atau kesepakatan kerja baik secara
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Karyawan/Pegawai Definisi pegawai menurut (Mardiasmo, 2011) adalah orang pribadi yang bekerja pada pemberi kerja baik sebagai pegawai tetap atau pegawai tidak tetap/tenaga kerja
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Hasibuan (2010:10), manajemen sumber daya manusia adalah ilmu atau seni yang mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar
BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS
BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoretis 2.1.1 Total Quality Management (TQM) Total Quality Management (TQM) juga diartikan sebagai pendekatan yang berfokus pada pelanggan
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia. Bentuk usaha Pos Indonesia ini berdasarkan Peraturan Pemerintah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pos Indonesia merupakan sebuah badan usaha milik negara (BUMN) Indonesia yang bergerak di bidang layanan pos. Saat ini, bentuk badan usaha Pos Indonesia merupakan perseroan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2. 1 Tenaga Kerja BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tenaga kerja adalah salah satu komponen dari perusahaan dan mempunyai peranan yang sangat penting di dalam operasional perusahaan. Menurut Biro Pusat Statistik
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Manajemen Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur peraturan dilakukan melalui proses yang diatur berdasarkan urutan dan fungsi-fungsi manajemen
