INTERVENSI PROGRAM UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS UKM

dokumen-dokumen yang mirip
PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL BIDANG UMKM DAN KOPERASI

MATRIK 2.3 RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN KEMENTERIAN/ LEMBAGA TAHUN 2011

PROGRAM STRATEGIS KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM 2015

ADHI PUTRA ALFIAN DIREKTUR PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN UKM BATAM, 18 JUNI 2014

Ketua Komisi VI DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI

PENGEMBANGAN USAHA PEREMPUAN BAGI KESEJAHTERAAN KELUARGA MELALUI KEWIRAUSAHAAN

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA BAB 19 PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH

Menggenjot UMKM dan Pasar Domestik Sebagai Tantangan di MEA Oleh: Mauled Moelyono 2

BAB VI SASARAN, INISITIF STRATEJIK DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM

BAB 5 ARAHAN PENGEMBANGAN USAHA TAPE KETAN SEBAGAI MOTOR PENGGERAK PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL

Strategi UKM Indonesia

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

RENCANA KERJA TAHUNAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM TAHUN 2015

Review Naskah Akademik dan Raperda Kewirausahaan DI Yogyakarta

BAB 20 PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

BAB II PERAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL A. STRUKTUR PEREKONOMIAN INDONESIA

10. URUSAN KOPERASI DAN UKM

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menteri Perindustrian Republik Indonesia

BAB 20 PEMBERDAYAAN KOPERASI SERTA USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH

BAB IV LANDASAN PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN UMKM

AKSELERASI INDUSTRIALISASI TAHUN Disampaikan oleh : Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian

PEMBERDAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DI KOTA BANJARBARU DALAM RANGKA MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS 2015**

Indeks PMI Manufaktur Capai Posisi Terbaik Dibawah Kepemimpinan Presiden Jokowi

I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

ANALISIS PERKEMBANGAN INDUSTRI MIKRO DAN KECIL DI INDONESIA

BAB 19 PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH

BAB I PENDAHULUAN. di Indonesia terdapat sekitar 57,9 juta pelaku UMKM dan diperkirakan akan semakin

Inklusi Keuangan dan (TPAKD) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah. UIN Syarif Hidayatullah, Juli 2017

PENUMBUHAN WIRAUSAHA BARU INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH

BAB I PENDAHULUAN. Pengembangan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Indonesia. kerakyatan yang tidak hanya ditujukan untuk mengurangi masalah

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era perdagangan bebas saat ini, telah terjadi perubahan secara

ANALISIS HASIL PENELITIAN

Tantangan dan Peluang UKM Jelang MEA 2015

BAB I PENDAHULUAN. Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia. memiliki tempat tersendiri dalam perkembangan ekonomi Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pelaku bisnis di Indonesia sebagian besar adalah pelaku usaha mikro, kecil

PEMBANGUNAN KOPERASI DAN UMKM PROVINSI SULAWESI TENGGARA

Menimbang: a. bahwa Koperasi dan Usaha Kecil memiliki peran dan

BAB I PENDAHULUAN. tahan yang kuat dalam kondisi krisis. Dengan keunggulan yang dimiliki oleh

BAB I PENDAHULUAN. oleh negara-negara sedang berkembang tetapi juga di negara-negara maju.

BAB II KERANGKA EKONOMI MAKRO DAERAH. 2.1 Perkembangan indikator ekonomi makro daerah pada tahun sebelumnya;

WALIKOTA BALIKPAPAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH

Strategi Pengembangan UMKM dengan Mengatasi Permasalahan UMKM Dalam Mendapatkan Kredit Usaha

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang UMKM merupakan unit usaha yang sedang berkembang di Indonesia dan

IV.B.10. Urusan Wajib Koperasi dan UKM

Ringkasan Bahan Menteri Perindustrian Pada Seminar Menumbuhkan Ekonomi Kerakyatan untuk Memenangkan MEA I. Gambaran Umum Industri Kecil dan Menengah

IV.B.10. Urusan Wajib Koperasi dan UKM

KINERJA PEMBANGUNAN KOPERASI DAN UMKM DI PROVINSI LAMPUNG

terhadap PDRB Kota Bandung Kota Bandung APBD Pendukung Usaha bagi Usaha Mikro UMKM binaan Kecil Menengah

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEMBATA NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Kawasan Industri Utama Kota Bandung. Unit Usaha Tenaga Kerja Kapasitas Produksi

Disampaikan pada acara : Rapat Koordinasi Nasional Pemberdayaan KUMKM Tahun 2014

Perluasan Lapangan Kerja

KESIMPULAN DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN

I. PENDAHULUAN. Keberhasilan perekonomian suatu negara dapat diukur melalui berbagai indikator

PERAN SERTA BANK INDONESIA DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) *) Oleh : Andang Setyobudi, SE **)

BAB I PENDAHULUAN. pasar belum tentu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang kemampuan

KEMENTERIAN PERTANIAN RI DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN PEDOMAN TEKNIS PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN PETERNAK

TEMA OPTIMALIASI ANGGARAN PEMBANGUNAN KOPERASI DAN UMKM SECARA EFEKTIF DAN EFISIEN

Dampak Positif UMKM Perempuan Kurangi Angka Kemiskinan

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO KECIL TRIWULAN I TAHUN 2013

Oleh: LIES FAHIMAH. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Tengah

BAB III BERBAGAI KEBIJAKAN UMKM

REKOMENDASI SEMINAR STRATEGI DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN EKONOMI JANGKA MENENGAH PROVINSI JAMBI 22 DESEMBER 2005

BAB 23 PERBAIKAN IKLIM KETENAGAKERJAAN

BAB 20 PEMBERDAYAAN KOPERASI, DAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG. Nomor : 08 Tahun 2015

PERATURAN DAERAH PROVINSI BANTEN NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG PEMBERDAYAAN, PENGEMBANGAN DAN PERLINDUNGAN KOPERASI DAN USAHA KECIL

PERAN ASPARTAN (ASOSIASI PASAR TANI) DALAM MENDORONG BERKEMBANGNYA UMKM DI KABUPATEN SLEMAN

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO KECIL TRIWULAN II TAHUN 2013

BAB I PENDAHULUAN. ketimpangan dapat diatasi dengan industri. Suatu negara dengan industri yang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO KECIL TRIWULAN IV TAHUN 2011


PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. Provinsi Sumatera Utara sebagai bagian integral dari Negara Kesatuan

UPT BUPATI PEKALONGAN,

BAB 1 PENDAHULUAN. Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menjadi hal yang sangat penting

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN PERAN KOSPIN JASA SYARIAH CABANG PEMALANG DALAM MENGEMBANGKAN USAHA MIKRO KECIL (UMK) MELALUI

Indikator Kinerja Program / Kegiatan Lokasi

BAB I PENDAHULUAN. Sektor pertanian mempunyai peranan yang sangat penting dalam. secara langsung maupun secara tidak langsung dalam pencapaian tujuan

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR PROVINSI BALI TRIWULAN III TAHUN 2015

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 53 TAHUN 2014 TAHUN 2014 TENTANG

I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Pertama, Kedua, Ketiga, Keempat, Kelima, Keenam, Pertama, Kedua, Ketiga, Keempat, Kelima,

E-UMKM: APLIKASI PEMASARAN PRODUK UMKM BERBASIS ANDROID SEBAGAI STRATEGI MENINGKATKAN PEREKONOMIAN INDONESIA

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

PENDAHULUAN (Renstra Kementrian Koperasi dan UMKM ) diketahui jumlah

Table 5.1. Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif Dinas Perindagkop dan UKM Kota Parepare

Potensi Kerentanan Ekonomi DKI Jakarta Menghadapi Krisis Keuangan Global 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN

WALIKOTA PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KOTA PASURUAN NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN USAHA MIKRO

Analisis Isu-Isu Strategis

Transkripsi:

INTERVENSI PROGRAM UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS UKM Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Saing Rahma Iryanti Deputi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Deputi Kepala Bappenas Jakarta, 15 Juni 2017

MATERI PEMAPARAN Profil UMKM Tantangan dan Kendala Meningkatkan Produktivitas UMKM Dukungan Pemerintah 2

PROFIL UMKM

PERKEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (1) SEKTOR NON PERTANIAN Proporsi Usaha Mikro dan Kecil dibandingkan Usaha Menengah dan Besar Sumber: Sensus Ekonomi 2016, Diolah 4

PERKEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (2) SEKTOR NON PERTANIAN Distribusi Wilayah Usaha Mikro dan Kecil dibandingkan Usaha Menengah dan Besar Sumber: Sensus Ekonomi 2016, Diolah 5

PERKEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (3) SEKTOR NON PERTANIAN Distribusi Sektor Usaha Mikro dan Kecil Berdasarkan Lapangan Usaha Sumber: Sensus Ekonomi 2016, Diolah a. Secara nasional, jumlah unit usaha mikro dan kecil (UMK) mendominasi sekitar 98,33 persen dari total unit usaha secara keseluruhan dan kontribusi UMK terhadap penyerapan tenaga kerja nasional adalah sebesar 76,28 persen. b. Tiga lapangan usaha UMK didominasi oleh 1) lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, serta reparasi dan perawatan kendaraan bermotor, 2) akomodasi dan penyediaan makanan dan minuman, dan 3) industri pengolahan. c. Tiga wilayah penyebaran sektor UMK paling besar adalah di Pulau Jawa, Pulau Sumatera, dan Pulau Sulawesi. 6

JUMLAH PERKEMBANGAN TENAGA KERJA USAHA INDUSTRI MIKRO, MIKRO KECIL, DAN KECIL MENENGAH (4) SEKTORINDUSTRI 60 50 40 30 20 10 0 Makanan dan Minuman Tekstil dan Pakaian Jadi Nilai Tambah Industri Mikro (Triliun Rupiah) Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki Furnitur Logam Dasar dan Barang Logam 2012 2013 2014 2015 Komputer, Perlatan listrik dan Mesin Kendaraan Bermotor dan Alat Angkutan Lainnya 3.5 3 2.5 2 1.5 1 0.5 0 Makanan dan Minuman Jumlah Tenaga Kerja Industri Mikro (Juta Orang) Tekstil dan Pakaian Jadi Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki Furnitur 2012 2013 2014 2015 Logam Dasar dan Barang Logam Komputer, Perlatan listrik dan Mesin Kendaraan Bermotor dan Alat Angkutan Lainnya Nilai Tambah Industri Kecil Jumlah Tenaga Kerja Industri Kecil (Juta Orang) 60 50 40 30 20 10 0 Makanan dan Minuman Tekstil dan Pakaian Jadi Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki Furnitur Logam Dasar dan Barang Logam Komputer, Perlatan listrik dan Mesin 2012 2013 2014 2015 Sumber: Statistik Indonesia 2015 dan 2016, BPS Kendaraan Bermotor dan Alat Angkutan Lainnya 3.5 3 2.5 2 1.5 1 0.5 0 Makanan dan Minuman Tekstil dan Pakaian Jadi Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki Furnitur Logam Dasar dan Barang Logam 2012 2013 2014 2015 Komputer, Perlatan listrik dan Mesin Kendaraan Bermotor dan Alat Angkutan Lainnya

TANTANGAN DAN KENDALA

TANTANGAN Tingginya populasi usia produktif terhadap ketersediaan lapangan kerja (114 juta) Diperlukan terobosan untuk menciptakan usaha dan meningkatkan kerjasama dalam rangka mendorong perekonomian Semakin ketatnya persaingan ekonomi membuat maraknya pelaku UKM/STAR Up Peran* 96,7% tenaga kerja 15,7% ekspor Kendala Produkti vitas rendah Akses ke modal, teknolog i dan pasar * Data: Kementerian KUKM (2015) Kondisi UMKM & Koperasi Potensi yang besar perlu dicarikan upaya keberpihakan (pemerintah, swasta, dan masyarakat) Indonesia merupakan salah satu negara pemilik pelaku UKM terbesar dibanding Asean

KONDISI EXISTING KUALITAS SDM Kualitas SDM secara keseluruhan rendah (62 persen lulusan SLTP dan dibawahnya), mempengaruhi indeks pengetahuan ekonomi Indonesia. 8,77 Taeipei, China Index pengetahuan ekonomi (KEI), asia Rata-rata OECD (8,25) 8,26 6,1 5,21 Rata-rata Asia Pasifik (4,39) 3,11 3,06 0,96 Singapore Malaysia Thailand Indonesia India Myanmar Pendidikan Tingkat Manajer dan Operator Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Tidak Sekolah Sekolah Dasar SMP SMA SMK S1 S2 Mikro Kecil Menengah 0 10 20 30 40 50 Distribusi Gaji Bulanan per Pekerja untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Persentil Usaha Mikro- Kecil Usaha Menengah Rp Rp 1% 45.499,96 21.935,27 5% 125.000,00 102.492,60 10% 200.000,00 340.082,40 25% 41.999,72 718.599,50 50% 800.000,02 1.269.379,00 75% 1.499.999,11 1.934.691,00 90% 2.640.000,44 3.290.291,00 95% 3.791.665,35 5.264.466,00 99% 7.488.002,83 10.700.000,00

KENDALA UTAMA MELAKUKAN BISNIS Salah satu Faktor yang menghambat perkembangan UMK adalah Modal, pinjaman modal dengan suku bunga Suku bunga yang diberlakukan untuk UKM dan Konsumen dibandingkan dengan koperasi atau perusahaan besar, masih tinggi dibandingkan negara lain Rendahnya kepercayaan pihak keuangan kepada pelaku UKM menyebabkan penjaminan yang sulit dipenuhi. Dibutuhkan komunikasi yang dapat menjembatani stiap mitra dan para stakeholders (lembaga inkubator: PT, K/L, Swasta dan masyarakt lainnya) untuk memajukan UKM dan Star Up sbg solusi. Semua UKM (%) Kendala kredit 19,9 Bahan mentah 18,8 Tenaga kerja dan SDM 17,2 Akses pasar 16,7 Penjualan dan distribusi 9,7 Perijinan 7,5 Pelatihan manajerial 3,2 Produksi 3,2 Teknologi produksi 2,2 Keuntungan dan pertumbuhan 1,6

SUMBER PERMODALAN USAHA MIKRO & KECIL Sumber utama permodalan UMK masih modal sendiri, sementara sumber modal perbankan (formal) masih sangat kecil. Kecil Mikro 59.63 80.9 20,3 0,12 13,9 5,2 0% 20% 40% 60% 80% 100% Modal Sendiri Informal Formal Padahal 60% usaha kecil dan 40% usaha mikro memiliki keinginan untuk ekspansi usaha dalam satu tahun ke depan Kecil 39,7 27,3 4,3 6,75 1,9 Mikro 59.3 16,6 1,8 20,3 2,0 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% Tidak Ada Penambahan Sarana Buka Cabang Baru Memperbaiki Kualitas Lainnya Sumber: BPS, Survei Industri Mikro dan Kecil (VIMK)

MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS UMKM

UMKM dalam persaingan usaha Kunci: Produktivitas Indikator Efisiensi Sumberdaya 1. Peningkatan nilai tambah UKM 2. Kualitas produk 3. Upah karyawan 14

Bagaimana meningkatkan produktivitas UKM Bahwa peningkatan produktivitas UKM tetap menjadi agenda utama pemerintah sebagai salah satu upaya meningkatkan daya saing perekonomian Indonesia. Perlu identifikasi mengenai determinan pembentuk tingkat produktivitas UKM, sehingga langkah-langkah intervensi yang dilakukan benar-benar terfokus dan memberikan hasil yang optimal. Walaupun tingkat produktivitas merupakan masalah internal perusahaan (pelaku usaha), tetapi bila hanya pelaku UKM saja yang berkomitmen untuk meningkatkan performa, produktivitas UKM akan berjalan lambat dan tidak memberikan hasil yang optimal. 15

PERAN PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS Peningkatan produktivitas idealnya merupakan proses interaksi diantara pemerintah sebagai regulator dan fasilitator dan pelaku usaha/ukm. Sehingga peningkatan produktivitas merupakan interaksi diantara tiga determinan 1 2 3 Kualitas tenaga kerja, berkaitan dengan tingkat pendidikan, keterampilan, dan etos kerja Kemampuan manajerialukm, berkaitan dengan upaya perusahaan untuk melakukan inovasi, capital deepening (pendalaman kapital), peningkatan kemampuan teknologi (technological capabilities), sistem renumerasi, dan jenjang karir. Lingkungan kebijakan, berkaitan dengan kebijakan pemerintah, baik yang langsung ditujukan di bidang ketenagakerjaan ataupun penyediaan insentif untuk memfasilitasi peningkatan produktivitas 16

DUKUNGAN PEMERINTAH KEPADA UMKM

DUKUNGAN PEMERINTAH KEPADA UKM Kemudahan perijinan: Fasilitasi kemudahan perijinan sesuai Perpres No. 98 Tahun 2014 tentang Perizinan untuk Usaha Mikro dan Kecil Pemberian izin dalam bentuk satu lembar naskah legalitas yang diterbitkan Pemda (Kecamatan) bagi usaha mikro dan kecil Pemberian izin ditujukan untuk memberikan kepastian hukum dan sarana pemberdayaan bagi usaha mikro dan kecil untuk mengembangkan usahanya Bentuk pemberdayaan yang dapat diakses usaha mikro dan kecil dengan adanya izin usaha tersebut mencakup kepastian dan perlindungan usaha, pendampingan usaha, kemudahan akses pembiayaan, dan lainnya Penyediaan sistem registrasi usaha secara on Peningkatan akses ke pembiayaan: Penguatan start-up capital bagi wirausaha pemula Penguatan lembaga keuangan mikro dalam rangka meningkatkan profesionalisme dan jangkauan layanannya bagi usaha mikro dan masyarakat lainnya Penyediaan skema kredit usaha mikro dengan dukungan penjaminan kredit Penyediaan pendampingan/penyiapan bagi usaha mikro yang akan mengajukan kredit usaha mikro berpenjaminan, dan selama pengelolaan kredit Penguatan permodalan koperasi pemula di wilayah miskin untuk memfasilitasi pengembangan usaha skala mikro oleh anggotanya Penyediaan start-up capital bagi wirausaha pemula, yang selama ini tidak dapat mengakses modal awal untuk memulai usaha 18

DUKUNGAN PEMERINTAH KEPADA UKM Peningkatan keterampilan: Pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi SDM usaha mikro Diklat bagi usaha mikro di bidang kewirausahaan, teknis, manajemen, keuangan, dan pemasaran Fasilitasi peningkatan keterampilan usaha melalui lembaga pendidikan di perdesaan Penyediaan pendampingan usaha melalui kerja sama dengan lembaga pendampingan bisnis swasta/perguruan tinggi Peningkatan produktivitas: Penguatan sentra usaha mikro, khususnya dalam pengembangan komoditas unggulan Peningkatan produktivitas melalui penguatan sistem bisnis bagi koperasi/sentra usaha mikro dalam pengembangan komoditas unggulan, yang dilengkapi dengan bantuan penerapan teknologi, akses ke saprodi, dan pendampingan manajemen Fasilitasi pengembangan jaringan/kerja sama usaha antara koperasi/sentra usaha mikro dengan mitra usaha besar/menengah/kecil Peningkatan akses pasar: Revitalisasi pasar rakyat dan penataan pedagang kaki lima efektif Revitalisasi pasar rakyat yang dikelola koperasi, termasuk di daerah tertinggal, perbatasan dan mitigasi bencana Pendampingan manajemen pengelolaan pasar rakyat oleh koperasi Fasilitasi penataan pedagang informal/ kaki lima skala mikro di perkotaan dan wilayah tujuan wisata Fasilitasi promosi produk usaha mikro pada event lokal dan kepariwisataan 19

DUKUNGAN PEMERINTAH KEPADA UKM Penguatan kelembagaan: Pemasyarakatan koperasi dan peningkatan kerja sama dengan organisasi masyarakat sipil (usaha sosial) Pemasyarakatan dan pendampingan perkoperasian bagi kelompok-kelompok usaha produktif yang telah terbentuk di masyarakat (kelompok usaha bersama/kub/kube, poktan/gapoktan, kelompok nelayan, dll.) Pengembangan kerja sama dengan organisasi masyarakat sipil dalam bentuk usaha sosial dalam meningkatkan kemandirian usaha mikro dan masyarakat dalam pengembangan usaha produktif dan penyelesaian masalah sosial Penguatan sistem pendukung usaha lainnya: Peningkatan kualitas produk, pengenalan pasar ekspor, fasilitasi promosi, dukungan akses pembiayaan, dukungan akses ke listrik, layanan pendampingan usaha terpadu, penyuluhan perkoperasia Sosialiasi dan bimbingan teknis tentang merek dan sertifikasi halal, khususnya bagi usaha mikro di industri pengolahan makanan/minuman dan obat-obatan/jamu Penyelenggaraan pameran produk yang dapat diikuti oleh usaha mikro Sosialisasi dan ujioba ekspor untuk usaha mikro melalui peran trading house Pengembangan credit rating yang mencakup usaha mikro dalam rangka meningkatkan akses ke pembiayaan Pemanfaatan pembangkit listrik tenaga mikrohidro yang dikelola koperasi Peningkatan layanan pendampingan terpadu melalui Pusat Pendampingan Usaha terpadu di kabupaten/ kota Penyediaan penyuluhan perkoperasian bagi masyarakat 20

PENUTUP 1. Salah satu faktor eksternal yang bisa mempengaruhi peningkatan produktivitas UKM adalah pemerintah. 2. Intervensi pemerintah dalam meningkatkan kinerja UKM dapat untuk memperbaiki lingkungan usaha agar pelaku usaha dan masyarakat berjalan baik. 3. Dengan menciptakan lingkungan usaha yang kondusif akan memperbesar daya tarik UKM yang dapat memberi sumbangan pada pertumbuhan ekonomi, penciptaan kesempatan kerja dan pengurangan kesenjangan