dokumen-dokumen yang mirip
INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT K O T A K U P A N G /

(Sakernas), Proyeksi Penduduk Indonesia, hasil Sensus Penduduk (SP), Pendataan Potensi Desa/Kelurahan, Survei Industri Mikro dan Kecil serta sumber

Boleh dikutip dengan mencantumkan sumbernya


INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT NUSA TENGGARA TIMUR 2014

BPS PROVINSI JAWA BARAT

STATISTIK GENDER 2011

PEREMPUAN DAN LAKI-LAKI DI INDONESIA 2013

Keadaan Ketenagakerjaan Agustus 2017 Di Provinsi Sulawesi Barat

Ketenagakerjaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

KEADAAN KETENAGAKERJAAN NTT FEBRUARI 2016

KABUPATEN ACEH UTARA. Katalog BPS : BADAN PUSAT STATISTIK

No. Katalog :

Katalog BPS : BADAN PUSAT STATISTIK KOTA MAKASSAR

RINGKASAN EKSEKUTIF HASIL PENDATAAN SUSENAS Jumlah (1) (2) (3) (4) Penduduk yang Mengalami keluhan Sakit. Angka Kesakitan 23,93 21,38 22,67

KERJASAMA BAPPEDA KABUPATEN SEMARANG BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN SEMARANG

pareparekota.bps.go.id

Publikasi Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Mamuju merupakan publikasi tahunan yang diterbitkan BPS Kabupaten Mamuju. Publikasi ini memuat

KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA BARAT FEBRUARI 2015

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPRI

INIJIKATDR RAKYAT. ~~QI!i. l~e~ejaht&raan. Kerjasama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Pekalongan dengan Badan Pusat Statistik Kota Pekalongan

BERITA RESMI STATISTIK

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR BUPATI KABUPATEN BANYUASIN... KATA PENGANTAR BAPPEDA KABUPATEN BANYUASIN... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

Katalog :

KEADAAN KETENAGAKERJAAN NTT FEBRUARI 2015




KONDISI KETENAGAKERJAAN SEKADAU TAHUN 2015

Kata pengantar. Tanjungpinang, September 2014 Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau

Indikator Ketenagakerjaan KABUPATEN WAROPEN TAHUN Oleh : Muhammad Fajar

BERITA RESMI STATISTIK

Indikator Kesejahteraan Rakyat 2014

INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KOTA KUPANG 2011

KEADAAN KETENAGAKERJAAN DI DKI JAKARTA AGUSTUS 2012

KEADAAN KETENAGAKERJAAN DKI JAKARTA AGUSTUS 2017

Keadaan Ketenagakerjaan Maluku Utara Agustus 2017

KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA BARAT FEBRUARI 2016

BERITA RESMI STATISTIK

INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN : Bappeda Kabupaten Paser bekerjasama dengan. Badan Pusat Statistik Kabupaten Paser

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. KONDISI UMUM KOTA MAKASSAR. Luas Kota Makassar sekitar 175,77 km 2, terletak di bagian Barat

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

KEADAAN KETENAGAKERJAAN PROVINSI BALI FEBRUARI 2017

KATALOG DALAM TERBITAN INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT TAHUN 2017

madiunkota.bps.go.id

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kota Tual

KEADAAN KETENAGAKERJAAN NTT AGUSTUS 2016

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPRI

KEADAAN KETENAGAKERJAAN PROVINSI BALI FEBRUARI 2016

KEADAAN KETENAGAKERJAAN MALUKU UTARA, FEBRUARI 2017

BERITA RESMI STATISTIK



KEADAAN KETENAGAKERJAAN DI MALUKU UTARA, AGUSTUS 2015

KEADAAN KETENAGAKERJAAN KALIMANTAN SELATAN AGUSTUS 2016



BAB II. GAMBARAN UMUM WILAYAH DAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN DI KABUPATEN SUMBA BARAT

KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA BARAT FEBRUARI 2014

KEADAAN KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2016

PENDAHULUAN Latar Belakang

KEADAAN KETENAGAKERJAAN NTT AGUSTUS 2015

KEADAAN KETENAGAKERJAAN PROVINSI BALI AGUSTUS 2016

KEADAAN KETENAGAKERJAAN PROVINSI BALI AGUSTUS 2015

KEADAAN KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2015 AGUSTUS 2015: TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA (TPT) SEBESAR 4,91 PERSEN

KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA BARAT AGUSTUS 2015

KATA PENGANTAR. iii. Alfatah Sibua, S.Ag, M.Hum. Indikator Sosial Kabupaten Pulau Morotai 2015

KEADAAN KETENAGAKERJAAN NTT AGUSTUS 2014

KEADAAN KETENAGAKERJAAN KALIMANTAN SELATAN FEBRUARI 2013

INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KOTA BONTANG KOTA BONTANG

KEADAAN KETENAGAKERJAAN PROVINSI LAMPUNG AGUSTUS 2017

Data Sosial Ekonomi Kepulauan Riau 2012

KETENAGAKERJAAN PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Katalog BPS

KEADAAN KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2016

BERITA RESMI STATISTIK

INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT PANDEGLANG

KEADAAN KETENAGAKERJAAN FEBRUARI 2017 FEBRUARI 2017: TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA (TPT) SEBESAR 3,80 PERSEN

Penduduk: Usia: Status Perkawinan: Anak Lahir Hidup:

Statistik Daerah Kabupaten Bintan

KEADAAN KETENAGAKERJAAN PROVINSI JAWA BARAT AGUSTUS 2016

STATISTIK PEMUDA BLORA TAHUN 2015

KEADAAN KETENAGAKERJAAN BANTEN AGUSTUS 2016

KEADAAN KETENAGAKERJAAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Februari 2017

KETENAGAKERJAAN PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

KEADAAN KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2016 AGUSTUS 2016: TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA (TPT) SEBESAR 4,31 PERSEN

BAB I PENDAHULUAN. Kabupaten Penajam Paser Utara merupakan. Kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Paser dan

KEADAAN KETENAGAKERJAAN KALIMANTAN UTARA AGUSTUS 2015

Keadaan Ketenagakerjaan Bali Agustus 2017

Transkripsi:

INDIKATOR KESEJAHTERAAN WANITA 2014 ISSN : No. Publikasi : 5314.1420 Katalog BPS : 2104003.5314 Ukuran Buku : 16 x 21 cm Jumlah Halaman : xiv + 31 halaman Naskah : BPS Kabupaten Rote Ndao Penyunting : BPS Kabupaten Rote Ndao Gambar Kulit : BPS Kabupaten Rote Ndao Diterbitkan Oleh : BPS Kabupaten Rote Ndao Dicetak oleh : Boleh dikutip dengan menyebutkan sumbernya

KATA PENGANTAR Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2014 merupakan publikasi edisi kedua yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rote Ndao. Data yang disajikan dalam publikasi ini terutama berasal dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) dan data dari instansi terkait. Publikasi ini dimaksudkan secara deskriptif untuk melihat keadaan sosial wanita di Kabupaten Rote Ndao. Informasi yang berwawasan gender bukan dimaksudkan untuk melihat perbedaan antara pria dan wanita, tetapi hanya sebagai pembanding. Hasil publikasi ini diharapkan dapat dipakai sebagai input yang berarti dalam perencanaan maupun evaluasi hasil pembangunan khususnya di bidang sosial wanita. Disadari pula bahwa publikasi ini belum sepenuhnya memuaskan karena terbatasnya bidang yang dicakup serta belum adanya ukuran kuantitatif yang baku dalam bidang sosial wanita. Untuk itu, saran dan kritik dari semua pihak sangat Kami harapkan guna perbaikan isi publikasi ini di masa mendatang. Akhirnya, Kami menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terbitnya publikasi ini. Baa, November 2014 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Rote Ndao Ir. Suprih Handayani NIP. 19660703 199401 2 001 Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2014 Page i

DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR.. i DAFTAR ISI.... DAFTAR TABEL.... DAFTAR GRAFIK... DAFTAR GAMBAR PENJELASAN TEKNIS. 1. Pendahuluan 1 2. Kependudukan. 3 2.1 Penduduk dan Rasio Jenis Kelamin 3 2.2 Distribusi dan Kepadatan Penduduk.. 4 2.3 Penduduk Menurut Kelompok Umur.. 5 2.4 Status Perkawinan... 6 3. Angkatan Kerja 9 3.1 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK).. 9 3.2 Tingkat Kesempatan Kerja (TKK).. 11 3.3 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)... 12 3.4 Jenis Kegiatan Utama. 13 3.5 Status Pekerjaan Utama.. 15 3.6 Lapangan Pekerjaan Utama dan Pendidikan Pekerja 16 iii v vi vii x Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2013 Page iii

4. Pendidikan... 20 4.1 Tingkat Buta Huruf. 20 4.2 Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan.. 21 5. Kesehatan dan Keluarga Berencana.... 23 5.1 Kesehatan Wanita dan Balita.. 23 5.2 Keluarga Berencana 27 6. Formasi Keluarga 29 6.1 Umur Perkawinan Pertama dan Anak yang Pernah Dilahirkan 29 Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2013 Page iv

DAFTAR TABEL Halaman Tabel 2.1. Tabel 2.2. Tabel 2.3. Tabel 4.1. Tabel 4.2. Tabel 5.1. Tabel 5.2. Tabel 5.2. Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014... 3 Distribusi Penduduk dan Kepadatannya per km 2 Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014... 4 Persentase Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014... 5 Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas Menurut Jenis Kelamin dan Kemampuan Membaca dan Menulis di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014... 21 Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014... 22 Persentase Balita menurut Penolong Kelahiran Terakhir di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2010-2014... 24 Persentase Lamanya Balita Diberi ASI Menurut di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014... 26 Persentase Wanita Berumur 15-49 Tahun yang Berstatus Kawin menurut Alat/Cara KB yang Sedang Digunakan di Kabuapaten Rote Ndao Tahun 2014... 29 Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2013 Page v

DAFTAR GRAFIK Halaman Grafik 3.1 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Rote Ndao 2010-2014... 10 Grafik 3.2 Tingkat Kesempatan Kerja Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Rote Ndao 2013-2014. 11 Grafik 3.3 Tingkat Pengangguran Terbuka Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Rote Ndao 2014... 13 Grafik 3.5 Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014... 16 Grafik 3.6.1 Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Lapangan Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014... 17 Grafik 3.6.2 Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014... 37 Grafik 5.1.1 Persentase Balita Berusia 2-4 Tahun menurut Pernah/Tidak Pernah Disusui dan Jenis Kelamin di Kabupaten Rote Ndao tahun 2014... 25 Grafik 5.1.3 Persentase Balita yang Pernah Diimunisasi Menurut Jenis Imunisasi di Kabupaten Rote Ndao tahun 2014... 27 Grafik 6.1 Rata-rata Anak yang Pernah Dilahirkan Hidup dan Anak Masih Hidup per Wanita Berusia 10 Tahun ke Atas yang Pernah Kawin di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2013... 31 Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2013 Page vi

Daftar Gambar Gambar 2.4.1. Gambar 2.4.2. Gambar 3.4.1 Gambar 3.4.2 Gambar 5.2 Gambar 6.1 Persentase Penduduk Laki-laki Berumur 10 Tahun ke Atas Menurut Status Perkawinan di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014.. 7 Persentase Penduduk Perempuan Berumur 10 Tahun ke Atas Menurut Status Perkawinan di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014..... 8 Persentase Penduduk Laki- Laki Berumur 15 Tahun Ke Atas Menurut Jenis Kegiatan Utama di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014 14 Persentase Penduduk Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas Menurut Jenis Kegiatan Utama di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014 15 Persentase Wanita Berumur 15-49 Tahun Menurut yang Berstatus Kawin Pernah Tidaknya Menggunakan Alat KB dikabupaten Rote Ndao Tahun 2014 28 Persentase Penduduk Wanita Pernah Kawin Berumur 10 Tahun Ke Atas Menurut Umur Perkawinan Pertama(Tahun) di Kabupaten Rote Ndao tahun 2013... 30 Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2013 Page vii

PENJELASAN TEKNIS A. UMUM Perkotaan (urban) adalah suatu karakteristik sosio ekonomi dari unit wilayah administratif terendah. Suatu wilayah dikatakan sebagai perkotaan jika memenuhi persyaratan tertentu dalam hal kepadatan penduduk, lapangan kegiatan ekonomi utama, dan ketersediaan fasilitas perkotaan. Dengan demikian daerah perkotaan tidak identik dengan kota, walaupun pada umumnya hampir semua desa/kelurahan di kota termasuk daerah perkotaan. Desa perkotaan biasanya disebut kelurahan dan dikepalai oleh lurah. Secara operasional penentuan daerah perkotaan dibuat dengan sistem skoring tertentu untuk berbagai macam ciri dan fasilitas/variabel perkotaan. B. KEPENDUDUKAN 1. Belum kawin, ialah mereka yang belum pernah melakukan perkawinan sah secara hukum (adat, agama, negara, dan sebagainya). 2. Kawin, ialah mereka yang berstatus kawin pada saat pencacahan baik tinggal bersama atau terpisah. Termasuk juga yang hidup bersama dan oleh masyarakat lingkungannya dianggap suami isteri. Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2014 Page x

3. Cerai mati, ialah mereka yang suami/isterinya telah meninggal dunia dan belum kawin lagi. 4. Cerai hidup, ialah mereka yang telah hidup terpisah sebagai suami isteri karena bercerai, termasuk mereka yang mengaku cerai walau belum sah secara hukum. 5. Rasio jenis kelamin adalah perbandingan antara banyaknya laki-laki dengan banyaknya wanita (biasanya dikalikan 100). C. KETENAGAKERJAAN 1. Penduduk usia kerja adalah penduduk yang berumur 15 tahun ke atas. 2. Bekerja, ialah bila melakukan kegiatan/pekerjaan paling sedikit 1 jam selama seminggu dengan maksud memperoleh pendapatan atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan. Pekerja keluarga yang tidak dibayar termasuk kelompok penduduk yang bekerja sepanjang memenuhi persyaratan di atas. 3. Angkatan kerja, adalah penduduk usia kerja yang bekerja atau mencari pekerjaan. 4. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), ialah persentase angkatan kerja terhadap penduduk usia kerja. 5. Tingkat Kesempatan Kerja (TKK), adalah persentase angkatan kerja yang bekerja terhadap angkatan kerja. 6. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), ialah persentase angkatan kerja yang tidak bekerja tetapi mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, merasa tidak mungkin mendapatkan Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2014 Page xi

pekerjaan, dan mereka yang telah diterima bekerja tetapi belum mulai bekerja terhadap angkatan kerja seluruhnya. D. PENDIDIKAN 1. Dapat membaca dan menulis. Seseorang dikatakan dapat membaca dan menulis jika ia dapat membaca dan menulis surat/kalimat sederhana dengan suatu huruf. Orang cacat yang sebelumnya dapat membaca dan menulis, kemudian karena cacatnya tidak dapat membaca dan menulis digolongkan dapat membaca dan menulis. 2. Tidak punya ijasah/tidak/belum pernah bersekolah adalah mereka yang tidak/belum pernah bersekolah, termasuk mereka yang tamat/belum tamat sekolah taman kanak-kanak dan tidak melanjutkan ke SD. 3. Masih bersekolah adalah mereka yang sedang mengikuti pendidikan di pendidikan formal dan nonformal tingkat dasar, menengah, atau tinggi. 4. Tamat bersekolah adalah mereka yang telah menyelesaikan pelajaran pada kelas atau tingkat terakhir suatu jenjang sekolah dengan mendapat tanda tamat/ijasah. E. KESEHATAN/KELUARGA BERENCANA 1. Metode kontrasepsi adalah cara/alat pencegah kehamilan. 2. Peserta keluarga berencana adalah orang yang mempraktekkan salah satu metode kontrasepsi. Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2014 Page xii

F. FORMASI KELUARGA Kepala rumah tangga adalah seorang dari sekelompok anggota rumah tangga yang bertanggung jawab atas kebutuhan sehari-hari rumah tangga tersebut atau orang yang dianggap/ditunjuk sebagai kepala dalam rumah tangga tersebut. Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2014 Page xiii

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN Pada dasarnya tolak ukur dari berperan tidaknya wanita dalam pembangunan tidak hanya dilihat dari kontribusinya dalam bidang ekonomi. Secara normatif, pekerjaan rumah tangga adalah pekerjaan wanita yang tidak mempunyai nilai pasar, namun sangat penting fungsinya dalam menciptakan kondisi yang memungkinkan orang lain untuk berproduksi dan menghasilkan pendapatan. Gejala ini tidak dapat diabaikan sebagai sumbangan yang berarti dalam pembangunan. Untuk menilai sejauh mana potensi dan peran wanita, diperlukan data yang berwawasan gender yang dapat merefleksikan kondisi wanita itu sendiri. Guna memenuhi kebutuhan tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) menerbitkan publikasi Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2014. Sebagai instansi penyedia data, BPS belum seluruhnya mengolah data untuk keperluan di atas. Sejauh ini hanya beberapa survei dengan pendekatan rumah tangga khususnya Susenas yang telah diolah dan datanya sebagian besar ditampilkan dalam publikasi ini. Beberapa informasi baru yang berasal dari instansi/lembaga sektoral terkait juga ditambahkan, antara lain keterlibatan wanita dalam politik dan budaya. Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2014 Page 1

Ada beberapa dimensi sosial yang dirasa penting untuk dimasukkan dalam publikasi ini, yaitu : 1. Kependudukan, 4. Kesehatan dan Keluarga Berencana, 2. Ketenagakerjaan, 5. Formasi Keluarga, 3. Pendidikan, 6. Kriminalitas. Indikator yang disajikan berbentuk deskriptif dengan menggunakan ukuran statistik yang lazim digunakan seperti persentase dan rasio yang kesemuanya ditujukan untuk menjelaskan fenomena yang ada. Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2014 Page 2

KEPENDUDUKAN

KEPENDUDUKAN 2.1 Penduduk dan Rasio Jenis Kelamin Pada tahun 2014, rasio jenis kelamin di Rote Ndao sekitar 103,27 yang berarti bahwa pada setiap 100 orang penduduk wanita terdapat sekitar 103 sampai dengan 104 orang penduduk pria. Tabel 2.1. Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014 No. Desa Laki-laki Perempuan Sex Rasio 1 Rote Barat Daya 10740 10630 101,03 2 Rote Barat Laut 12857 12921 99,50 3 Lobalain 13679 12497 109,45 4 Rote Tengah 4255 4048 105,11 5 Rote Selatan 2908 2794 104,08 6 Pantai Baru 7022 6939 101,19 7 Rote Timur 6728 6505 103,42 8 Landu Leko 2684 2502 107,27 9 Rote Barat 4014 3856 104,09 10 Ndao Nuse 1847 1925 95,94 Jumlah 66734 64617 103,27 Sumber: Registrasi Penduduk 2014 Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2014 Page 3

2.2 Distribusi dan Kepadatan Penduduk Tabel 2.2. memperlihatkan bahwa Kabupaten Rote Ndao pada tahun 2014 penduduk paling banyak menurut hasil registrasi ada di Kecamatan Lobalain dengan jumlah penduduk 26.176 jiwa. Sedangkan penduduk paling kecil ada di Kecamatan Ndao Nuse yaitu 3.722 Jiwa. Pada tahun 2014, dengan luas wilayah Kabupaten Rote Ndao sekitar 1.280,10 km 2 yang didiami oleh 131.351 orang maka rata-rata tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Rote Ndao sebanyak 103 orang per kilometer persegi. Kepadatan penduduk tertinggi terdapat di Kecamatan Ndao Nuse yaitu sebesar 266 orang per kilometer persegi. Tabel 2.2. Distribusi Penduduk dan Kepadatannya per km 2 Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014 Luas Kepadatan Penduduk Kecamatan Wilayah Penduduk (orang) (km2) per km2 (1) (2) (3) (4) Rote Barat Daya 21.370 114,57 187 Rote Barat Laut 25.778 172,4 150 Lobalain 26.176 145,7 180 Rote Tengah 8.303 162,5 51 Rote Selatan 5.702 73,38 78 Pantai Baru 13.961 176,18 79 Rote Timur 13.233 110,84 119 Landu Leko 5.186 194,06 27 Rote Barat 7.870 116,28 68 Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2014 Page 4

Ndao Nuse 3.772 14,19 266 Jumlah 131.351 1280,1 103 Sumber: Registrasi Penduduk 2014 2.3 Penduduk Menurut Kelompok Umur Tabel 2.3. Persentase Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014 Kelompok Umur Laki-laki Perempuan (1) (2) (3) 0-4 11,30 11,31 5-9 13,48 13,08 10-14 12,05 12,69 15-19 6,79 6,93 20-24 6,90 6,58 25-29 6,97 7,80 30-34 7,81 9,07 35-39 7,55 5,40 40-44 5,23 5,09 45-49 4,51 4,51 50-54 4,36 4,45 55-59 4,32 3,88 60-64 2,73 1,68 65+ 6,01 7,52 Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2014 Page 5

Diolah dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2013 Pada tabel di atas, penduduk dibedakan menurut kelompok umur produktif (15-64 tahun) dan kelompok umur tidak produktif (0-14 tahun dan 65 tahun atau lebih). Pada tahun 2014, persentase penduduk wanita yang produktif lebih sedikit dibandingkan penduduk laki-laki. Sementara itu untuk kelompok umur 0 9 tahun oenduduk lakilaki juga mempunyai persentase yang lebih banyak dibandingkan penduduk perempuan. Namun demikian struktur penduduk dengan pada kelompok umur 65+ tahun pnduduk wanita lebih banyak dibandingkan penduduk laki-laki. 2.4 Status Perkawinan Belum banyak diteliti apakah wanita yang tidak terikat dalam status perkawinan lebih aktif berpartisipasi dalam pembangunan dibandingkan wanita yang kawin, sebab di samping kesempatan, banyak faktor lain yang memengaruhi aktifitas seseorang. Ada pendapat bahwa antara variabel umur dan status perkawinan sebetulnya ada keterkaitan dengan peranan wanita dalam angkatan kerja. Wanita yang belum terikat dalam perkawinan mempunyai pola kerja dengan waktu penuh, berkelanjutan, dan lebih stabil. Peri kehidupan wanita yang memasuki perkawinan sedikit banyak tergantung pada persepsi dan keputusan suami termasuk juga kondisi sosial ekonomi Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2014 Page 6

pasangannya. Gambar berikut menggambarkan penduduk Kabupaten Rote Ndao dalam status perkawinan. Gambar 2.4.1 Persentase Penduduk Laki-laki Berumur 10 Tahun ke Atas Menurut Status Perkawinan di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014 Diolah dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2014 Gambar 2.4.1 menunjukkan bahwa pada tahun 2014, lakilaki berusia 10 tahun ke atas yang sudah terikat dalam perkawinan sebesar 60,37 persen yang terdiri dari 54,80 persen yang masih memiliki pasangan, 1,42 persen yang cerai hidup dan 4,16 persen yang cerai hidup. Persentase pria yang belum kawin sebesar 39,63 persen. Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2014 Page 7

Gambar 2.4.2 Persentase Penduduk Wanita Berumur 10 Tahun ke Atas Menurut Status Perkawinan di Kabupaten Rote Ndao 2014 Diolah dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2013 Gambar 2.4.2 menunjukkan bahwa hampir sebagian besar penduduk wanita di Rote Ndao berstatus menikah/pernah menikah dengan persentase sebesar 66,26 persen yang terdiri dari 56,48 persen masih kawin, 1,38 persen cerai hidup, dan 8,40 persen cerai mati. Sedangkan persentase perempuan yang belum kawin ada sebesarr 33,74 persen Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2014 Page 8

ANGKATAN KERJA

ANGKATAN KERJA Masalah ketenagakerjaan masih merupakan topik utama dalam analisis peran wanita. Hal yang masih merupakan dilema wanita dalam menjalankan peran ekonomi adalah bahwa masih adanya issue diskriminatif yang dikaitkan dengan wanita dalam angkatan kerja. Di lain pihak wanita kini dituntut untuk tidak hanya mampu menjalankan tugas reproduktif, tetapi juga produktif. Partisipasi wanita dalam angkatan kerja juga dipengaruhi faktor-faktor seperti golongan umur, tingkat pendidikan, status perkawinan, dan perkembangan kesempatan kerja/ekonomi. 3.1 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengindikasikan besarnya penduduk usia produktif yang aktif secara ekonomi di suatu negara atau wilayah. TPAK diukur sebagai persentase jumlah angkatan kerja terhadap jumlah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas). Indikator ini menunjukan besaran relatif dari pasokan tenaga kerja (labour supply) yang tersedia untuk memproduksi barangbarang dan jasa dalam suatu perekonomian. Grafik 3.1 berikut menggambarkan bahwa TPAK penduduk perempan pada tahun 2014 lebih kecil daripada TPAK penduduk Laki-laki (TPAK Perempuan = Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2013 Page 9

65,88 dan TPAK pria = 81,22). TPAK penduduk laki-laki mengalami penurunan sampai dengan tahun 2014. Sedangkan TPAK penduduk perempuan mengalami kenaikan dari 54,35 persen ditahun 2010 menjadi 65,88 persen ditahun 2014. Grafik 3.1 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2010-2014 Diolah dari Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) 2014 Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2013 Page 10

3.2 Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) adalah peluang seorang penduduk usia kerja yang termasuk angkatan kerja untuk bekerja. TKK menggambarkan kesempatan seseorang untuk terserap pada pasar kerja. Ndao 2013-2014 Diolah dari Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) 2014 Tabel 3.2 menunjukkan bahwa pada tahun 2013-2014, TKK penduduk pria lebih tinggi daripada penduduk wanita. Pada tahun 2014 TKK penduduk wanita di Rote Ndao mengalami penurunan sebesar 2,44 persen, dan TKK penduduk laki-laki mengalami Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2013 Page 11

penurunan sebesar 2,38 persen bila dibanding tahun 2013. Pada tahun 2014 TKK penduduk laki-laki sebesar 95,83 persen dan TKK penduduk wanita sebesar 94,15 persen. Secara keseluruhan pada tahun 2014 TKK di Kabupaten Rote Ndao sebesar 95,11 persen. Penduduk di Rote Ndao yang bekerja di sektor primer(pertanian) sebesar 72,03 persen sisanya sebesar 13,63 persen bekerja di sektor sekunder dan 14,33 persen bekerja di sektor tersier. 3.3 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Mereka yang tidak mempunyai pekerjaan tetapi sedang mencari pekerjaan, baik dengan cara melamar langsung maupun melalui relasi atau cara lain dikategorikan sebagai penganggur terbuka. Termasuk di sini mereka yang tidak bekerja tetapi sedang menunggu jawaban atas lamarannya. Pensiunan atau orang cacat yang tidak mencari pekerjaan tidak dikategorikan sebagai penganggur terbuka. Proporsi (persentase) mereka yang mencari pekerjaan, mereka yang sedang mempersiapkan usaha, mereka yang merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan, dan mereka yang telah diterima bekerja tetapi belum mulai bekerja terhadap angkatan kerja disebut pengangguran terbuka. Tingkat pengangguran terbuka diperoleh dari jumlah pengangguran dibagi jumlah angkatan kerja. Berdasarkan diagram 3.3 dapat dilihat bahwa Tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Rote Ndao secara keseluruhan adalah 4,89 persen. Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2013 Page 12

Grafik 3.3 Tingkat Pengangguran Terbuka Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014 Diolah dari Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) 2014 3.4 Jenis Kegiatan Utama Pada gambar 3.4.1 menunjukkan kegiatan utama sebagian besar penduduk laki-laki di Rote Ndao adalah bekerja. Penduduk laki-laki yang berusia 15 tahun ke atas yang masih sekolah sebesar 10,20 persen. Persentase penduduk laki-laki usia 15 tahun ke atas yang tidak bekerja hanya sebesar 3,54 persen, dan sebesar 0,84 persen menunjukkan penduduk laki-laki yang mengurus rumah tangga. Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2013 Page 13

Gambar 3.4.1 Persentase Penduduk Laki-laki Berumur 15 Tahun ke Atas Menurut Jenis Kegiatan Utama di Kabupaten Rote Ndao 2014 Diolah dari Survei Sosial Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) 2014 Pada gambar 3.4.2 menunjukkan kegiatan utama sebagian besar penduduk wanita di Rote Ndao adalah bekerja. Persentase penduduk wanita yang bekerja masih lebih rendah bila dibanding dengan penduduk laki-laki. Penduduk wanita yang berusia 15 tahun ke atas yang masih sekolah sebesar 12,02 persen. Persentase penduduk wanita usia 15 tahun ke atas yang tidak bekerja hanya sebesar 4,49 persen, dan sebesar 17,61 persen menunjukkan penduduk wanita yang mengurus rumah tangga. Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2013 Page 14

Gambar 3.4.2 Persentase Penduduk Wanita Berumur 15 Tahun ke Atas Menurut Jenis Kegiatan Utama di Kabupaten Rote Ndao 2014 Diolah dari Survei Sosial Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) 2014 3.5 Status Pekerjaan Utama Pada grafik 3.5 dapat terlihat bahwa jumlah penduduk lakilaki yang status pekerjaan utamanya berusaha sendiri sebesar 20,46% dan wanita sebesar 8,36% dari total penduduk yang bekerja di kabupaten Rote Ndao. Dari grafik tersebut juga memperlihatkan bahwa pekerja bebas di sektor pertanian didominasi oleh pekerja wanita dengan persentase 2,57 persen sedangkan 1,90 persen laki-laki dari total penduduk yang bekerja di kabupaten Rote Ndao. Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2013 Page 15

Grafik 3.5. Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014 Diolah dari Survei Sosial Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) 2014 3.6 Lapangan Pekerjaan Utama dan Pendidikan Pekerja Perekonomian Rote Ndao sebagian besar ditopang dari sektor primer. Secara keseluruhan baik laki-laki maupun wanita, penduduk yang bekerja di sektor primer yang meliputi pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan dan perikanan sebesar 72,03 persen dan sisanya bergerak di sektor sekunder dan sektor tersier. Sektor primer ini didominasi oleh pekerja laki-laki yaitu sebesar 63,19 persen, sisanya 36,81 persen wanita bekerja di sektor ini. Lain halnya dengan sektor Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2013 Page 16

primer, sektor sekunder didominasi oleh penduduk wanita. Tercatat sebesar 72,07 persen persen penduduk wanita yang bekerja pada sektor sekunder ini yang meliputi sektor pertambangan, industri pengolahan, listrik dan air minum, bangunan. Untuk sektor tersier, penduduk laki-laki memiliki persentase 19,80 lebih banyak daripada penduduk wanita. Grafik 3.6.1. Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Lapangan Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin di Kabupaten Rote Ndao 2014 Diolah dari Survei Sosial Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) 2014 Keterangan : Primer = Sektor Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Perburuan, Perikanan Sekunder = Sektor Pertambangan, Industri Pengolahan, Listrik & Air Minum, Bangunan Tersier = Sektor Perdagangan, Angkutan, Keuangan, Jasa Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2013 Page 17

Grafik 3.6.2 Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014 Diolah dari Survei Sosial Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) 2014 Secara keseluruhan sebanyak 36,37 persen penduduk Rote Ndao yang bekerja baik di sektor primer, sekunder maupun tersier memiliki pendidikan SD. Ada sebanyak 53,50 persen penduduk lakilaki berpendidikan SD yang bekerja,sisanya sebanyak 46,50 persen penduduk wanita berpendidikan SD yang bekerja. Pekerja yang berpendidikan SMA/SMK sebesar 12,71 persen. Untuk pekerja yang berpendidikan SMA keatas secara total ada sekitar 3,32 persen saja. Penduduk yang bekerja dengan pendidikan diatas SMA/SMK itu Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2013 Page 18

diantaranya Diploma I/II ada 0,41 persen, Diploma III ada 0,20 persen, Diploma IV/Sarjana 3,32 persen, dan S2/S3 ada 0,04 persen. Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2013 Page 19

PENDIDIKAN

PENDIDIKAN Peningkatan potensi dan peran wanita akan berhasil baik apabila disertai dengan program peningkatan pendidikannya. Pendidikan berperan sebagai mekanisme utama untuk meningkatkan kualitas dari sumber daya manusia. Hal tersebut merupakan syarat untuk mewujudkan potensi modal yang produktif dan berperan sebagai alat yang efektif untuk merasionalkan sikap dan menanamkan pengetahuan dan keterampilan. Berkaitan dengan hal di atas, beberapa indikator pendidikan seperti angka buta huruf, pendidikan tertinggi yang ditamatkan, tingkat partisipasi sekolah akan disajikan dalam bab ini. 4.1 Tingkat Buta Huruf Tingkat buta huruf merupakan salah satu indikator yang penting untuk melihat kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Penduduk yang melek huruf merupakan syarat minimal untuk dapat berperan secara maksimal dalam membina keluarga dan menjalankan kehidupan sosial. Tabel 4.1. menggambarkan persentase penduduk yang buta huruf di Kabupaten Rote Ndao pada tahun 2014 untuk penduduk berumur Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2014 Page 20

10 tahun ke atas yaitu sebesar 7,30 persen. Persentase penduduk wanita yang buta huruf adalah sebesar 7,04 persen, sedangkan untuk penduduk laki-laki adalah sebesar 7,50 persen. Tabel 4.1. Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas menurut Jenis Kelamin dan Kemampuan Membaca dan Menulis di Kab.Rote Ndao Tahun 2014 Kemampuan Membaca dan Menulis Laki- Laki Perempuan Laki-laki + Perempuan Dapat membaca dan Menulis 92,45 92,96 92,70 - Huruf Latin 88,51 87,45 87,99 - Huruf Arab 3,32 3,08 3,20 - Huruf Lainnya 5,62 7,30 6,45 Buta Huruf 7,55 7,04 7,30 100,00 100,00 100,00 Diolah dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2014 4.2 Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan Indikator pokok dari kualitas pendidikan formal seseorang adalah tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan. Tabel 4.2. menjelaskan bahwa pada tahun 2014, persentase penduduk wanita berusia 10 tahun ke atas di Kabupaten Rote Ndao yang berpendidikan maksimal tamat di jenjang pendidikan SMP atau sederajat lebih tinggi daripada persentase penduduk pria. Sedangkan yang tamat SMA/MA/Paket C ke atas adalah sebaliknya. Untuk pendidikan SMK yang ditamatkan laki-laki adalah 0,75 persen dan wanita 1,91 persen. Persentase yang tamat Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2014 Page 21

SD atau sederajat masing-masing sebesar 34,65 persen untuk wanita dan 31,16 persen untuk pria. Secara lengkap dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut : Tabel 4.2. Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin di Kabupaten Rote Ndao 2014 Pendidikan yang ditamatkan Laki-laki Perempuan Laki-laki + Perempuan (1) (2) (3) (4) Tidak Mempunyai Ijazah 34,31 31,90 33,13 SD/MI/Paket A 31,16 34,65 32,87 SMP/MTs/Paket B 11,19 15,21 13,16 SMA/MA/Paket C 19,50 13,00 16,31 SMK 0,75 1,91 1,32 Diploma I/II 0,33 0,55 0,44 Akademi/Diploma III 0,76 0,32 0,54 S1/DIV+ 2,01 2,45 2,23 Jumlah 100,00 100,00 100,00 Diolah dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2014 Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2014 Page 22

KESEHATAN & KELUARGA BERENCANA

KESEHATAN DAN KELUARGA BERENCANA 5.1 Kesehatan Wanita dan Balita Dalam pembangunan di bidang kesehatan, wanita mempunyai arti penting dalam kedudukannya baik sebagai penerima pelayanan kesehatan maupun sebagai ibu yang berperan meningkatkan kesejahteraan keluarga termasuk di dalamnya kesehatan, gizi balita, dan keluarga berencana. Dalam sistem sosial budaya masyarakat, pola kesehatan wanita berkaitan langsung dengan kesehatan keluarga. Kesehatan balita tidak saja dipengaruhi oleh kesehatan ibu, tetapi juga oleh faktor lain diantaranya penolong kelahiran. Secara keseluruhan, umumnya wanita di Kabupaten Rote Ndao selama empat tahun terakhir sampai pada tahun 2014 memanfaatkan jasa dukun bayi sebagai penolong persalinan (lihat Tabel 5.1.1). Jasa lain yang sedikit lebih besar dimanfaatkan adalah bidan (39,49 persen) serta famili dan lainnya (11,46 persen). Tenaga dokter sebagai penolong persalinan yang paling baik hanya sedikit dimanfaatkan (7,16 persen). Banyak hal sebagai penyebab kondisi ini antara lain kurangnya tenaga medis, kurangnya fasilitas kesehatan, dan terbatasnya kemampuan dan pengetahuan masyarakat. Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2013 Page 23

Kesehatan balita juga ditentukan oleh kesiapan wanita dalam mengasuh bayinya seperti menyusui, memeriksa kesehatan bayi dan imunisasi. Asi merupakan makanan terbaik bagi bayi. SecaraPendapat bahwa ada kecenderungan wanita sekarang enggan menyusui bayinya ternyata belum terbukti. Hal ini dijelaskan dalam Grafik 5.1.1 dimana persentase balita wanita berusia 2-4 tahun yang pernah disusui di Kabupaten Rote Ndao pada tahun 2013 sebesar 26,26 persen dan balita laki-laki berusia 2-4 tahun sebesar 51,69 persen. ASI dengan kandungan zat-zat pentingnya akan lebih bermanfaat bagi kesehatan bayi bila diberikan dalam jangka waktu tertentu. Tabel 5.1 Persentase Balita menurut Penolong Kelahiran Terakhir di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2010-2014 Tenaga Famili Dukun Tahun Dokter Bidan Medis dan Jumlah Bersalin Lainnya Lainnya (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 2010 8,64 35,08 0,17 41,86 14,24 100 2011 2,92 32,92 0,83 46,25 17,08 100 2012 6,67 35,73 0,31 40,82 16,47 100 2013 7,16 39,49 0,30 41,60 11,46 100 2014 3,22 48,53 1,30 37,65 9,30 100 Diolah dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2014 Pemberian jenis makanan yang sehat dan sesuai bagi pertumbuhan bayi merupakan bagian dari tugas penting wanita (ibu) dalam perbaikan gizi dan kesehatan balita. Banyaknya balita berstatus gizi baik dapat menggambarkan berbagai hal diantaranya Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2013 Page 24

keterampilan ibu dalam merawat bayinya secara benar. Studi menunjukkan bahwa memberikan ASI selama dua tahun adalah sangat penting dalam kehidupan setiap anak. Hal itu untuk meningkatkan efektivitas sistem kekebalan tubuh dan memiliki ketahanan terhadap berbagai penyakit, serta memberikan kemampuan lebih besar untuk berinovasi dan meningkatkan kecerdasan. Persentase bayi laki-laki yang disusui sampai dengan umur 24 bulan (2 Tahun) ada sebesar 15,83 persen, sedangkan bayi perempuan yang disusui sampai dengan usia 24 bulan (2 Tahun) ada 22,01 persen. Grafik 5.1.1 Persentase Anak Usia 2 4 tahun yang Pernah Disusui Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Rote Ndao tahun 2014 Diolah dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2014 Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2013 Page 25

Grafik 5.1.2 Persentase Lamanya Balita Diberi ASI Menurut di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014 Lamanya diberi ASI Wilayah (Bulan) (1) (2) Perkotaan 19,81 Perdesaan 17,45 Total 17,5 Diolah dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2014 Pada tahun 2014 rata-rata lamanya pemberian ASI ditingkat perkotaan lebih besar daripada tingkat perdesaan. Pemberian ASI di Wilayah Perkotaan rata-rata diberi ASI selama 19,81 bulan, dan di perdesaan adalah 17,45 bulan. Pada saat awal kelahiran, bayi memang akan mendapat kekebalan atau perlindungan alami dari ibunya. Kekebalan alami bayi ini di dapat saat dilakukan proses inisiasi dini. Namun, kekebalan atau perlindungan alami ini hanya bersifat sementara dan hanya berlaku terhadap suatu jenis penyakit tertentu karena ibu bayi memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut. Antibodi ini tidak akan bertahan lama, maka bayi rentan terkena berbagai penyakit, oleh karena itu disinilah fungsi imunisasi untuk meneruskan kekebalan alami kepada bayi yang telah diberikan oleh ibunya. Grafik 5.1.3 menunjukkan balita secara umum sudah diatas 50 persen. Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2013 Page 26

Grafik 5.1.3. Persentase Balita yang Pernah Mendapat Imunisasi Menurut Jenis Imunisas di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014 Diolah dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2014 5.2 Keluarga Berencana Program keluarga berencana yang telah dikembangkan secara luas dimaksudkan antara lain untuk menekan angka kelahiran. Di Kabupaten Rote Ndao, pada tahun 2014, dari wanita berstatus kawin usia 15-49 tahun sebesar 44,97 persen sedang menggunakan alat kontrasepsi, sedangkan wanita yang tidak menggunakan KB sebesar 55,03 persen. Dari 47,55 persen wanita tersebut di atas, sebagian besar menggunakan suntik KB sebagai alat kontrasepsinya, yaitu sebesar 44,24 persen (lihat Tabel 5.2). Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2013 Page 27

Gambar 5.2. Persentase Penduduk Wanita Berumur 15-49 Tahun yang berstatus Kawin Pernah Tidaknya Menggunakan Alat KB di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014 Diolah dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2014 Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2013 Page 28

Tabel 5.2. Persentase Wanita Berumur 15-49 Tahun yang Berstatus Kawin menurut Alat/Cara KB yang Sedang Digunakan di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014 MOW/tubektomi MOP/vasektomi AKDR/IUD/spiral Suntikan KB Jenis KB Jumlah (1) (2) Susuk KB/norplan/implanon/alwalit Pil KB Kondom/karet KB Intervag/tisue Kondom wanita Cara tradisional 2,19 0,83 2,43 44,24 42,51 5,94 - - - 1,86 Diolah dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2014 Indikator Sosial Wanita Kabupaten Rote Ndao 2013 Page 29