BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Budhi Darmakusuma. Analisis Pengaruh Waktu Dan Harga terhadap Keputusan Konsumen Dalam Berbelanja Online Melalui Media Kaskus

Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. berkembang dari tahun ke tahun, dan pada tahun 2004 PT. Bank Danamon

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Elektronik CASIO yang di dirikan sejak tahun Memiliki 125

BAB IV PENGUJIAN. Uji validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat tingkat kevalidan atau

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Pengelompokan Responden Berdasarkan Usia. Salam Sari dapat dilihat pada tabel 3.1 adalah sebagai berikut :

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Novotel Jakarta Mangga Dua Square, hotel bintang 4 yang didirikan pada

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Lazada Indonesia merupakan top online retailer di Indonesia. Perusahaan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

ANALISIS PENGARUH PRODUK, HARGA, PROMOSI DAN TEMPAT TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN RESTORAN RICHEESE FACTORY CABANG DEPOK KELAPA DUA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Analisis Karakteristik Berdasarkan Responden

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Cabang Pekalongan yang berjumlah nasabah. Dengan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. melalui kuesioner. Kuesioner yang disebar sebanyak 34 kuesioner, pekerjaan, dan tingkat pendidika terakhir.

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. berada di meruya selatan. dengan total 100 kuesioner yang diantarkan langsung

BAB IV HASIL dan PEMBAHASAN. buah. Dari 105 kuesioner yang dikirimkan kepada seluruh

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Perusahaan didirikan pada tanggal 20 Maret 1958 di Jakarta. Ruang lingkup

BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN. Berikut ini diringkas pengiriman dan penerimaan kuesioner : Tabel 4.1. Rincian pengiriman Pengembalian Kuesioner

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Textile dan Otomotif yang terdaftar di BEI periode tahun

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Responden dari penelitian ini adalah mahasiswa STAIN Pekalongan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGARUH BUDAYA, SOSIAL DAN PRIBADI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MOBIL TOYOTA AVANZA

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Cabang Majapahit Semarang)

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. dan pembangun ekonomi. Sesuai dengan Undang- Undang Nomor 20 Tahun

BAB IV. HASIL dan PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian yang terdiri dari variabel terikat (dependen) yaitu tingkat

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN. BMT MATRA Pekalongan yakni sebesar 100 orang, sehingga dalam penentuan

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN ALAM WISATA RESTO. Ahmad Mustakim

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KEPUASAN TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PADA BELANJA ONLINE ELEVENIA STUDI KASUS MAHASISWA UNIVERSITAS GUNADARMA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 110 responden yang berada di

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN ANALISIS PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

Pengaruh Media Iklan, Kepercayaan, Kesesuaian Harga dan Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Pembelian Toko Online Zalora

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN. jasa BMT SM NU Cabang Kesesi. a. Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. nama awalnya Perum Pelabuhan Jakarta Cengkareng berdiri sejak tahun 1984.

BAB I V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Karakteristik responden digunakan untuk menggambarkan keadaan atau

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. menjadi sampel dalam penelitian mengenai pengaruh harga, kualitas produk, citra merek

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 5.1 Karakteristik Responden Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk melihat kuat pengaruh

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN ANALISIS PEMBAHASAN. ditawarkan tidak hanya berasal dari produsen lokal saja, namun juga

PENGAUH KUALITAS PRODUK, HARGA, CITRA MEREK DAN DESAIN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MOBIL JENIS MPV MEREK TOYOTA. Risnandar

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

: Murdiana Utami NPM : Pembimbing : Prof. Dr. Didin Mukodim

PENULISAN ILMIAH. Pengaruh Peranan Pimpinan dan Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan PT. Katra Yatra (Radio Suara Bekasi 855 AM)

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DATA. tingkat kebenaran hipotesis penelitian yang telah dirumuskan. Dalam analisis data

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. dari karyawan koperasi pondok pesantren Az-Zahra Pedurungan Semarang

Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Tingkat Harga Terhadap Peningkatan Penjualan Mie Ayam Keriting Permana di Perumahan Harapan Baru 1

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dan teknik sampling yang digunakan adalah teknik accidental sampling. menggunakan kartu Indosat Ooredoo.

BAB IV PEMBAHASAN. Provinsi dan tercatat kedalam Rumah Sakit Tipe D. RS ini telah terdaftar

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK DI DESA PROTO KEDUNGWUNI PEKALONGAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan dengan menyebarkan kuesioner

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. terdaftar pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purwokerto.

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. yang didirikan pada tahun 1999 dengan kantor yang berlokasi di The East

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. elektrik, appliance dan industri umum. PT Yamatogomu Indonesia berdiri

PENGARUH KELOMPOK ACUAN, KESADARAN MEREK, PRODUK DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MOBIL SUZUKI ERTIGA (Studi Kasus Konsumen Sunmotor Jakarta)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kebon Jeruk Satu. mengoptimalkan penerimaan pajak.

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dilakukan oleh peneliti yaitu sebagai berikut: suatu keputusan pembelian.

Gunadarma Tagline. Loo

Bab IV. Analisis dan Hasil Pembahasan. Penelitian ini menggunakan kuisioner yang dibagikan ke 125 orang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. diperoleh dari penyebaran kuesioner pada konsumen.

Transkripsi:

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Perusahaan PT.Asuransi Staco Mandiri adalah suatu perusahaan yang bergerak dibidang asuransi kerugian didukung dengan permodalan yang jumlahnya meningkat secara bertahap sejalan dengan perkembangan usaha. Adapun beberapa jenis asuransi kerugian seperti asuransi tenaga kerja, asuransi kecelakaan diri, asuransi kebakaran dan perluasan jaminan, asuransi kerusakan properti dan sebagainya. PT.Asuransi Staco Mandiri saat ini sudah memiliki 14 kantor cabang yang tersebar dijakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Pekanbaru, Makasar, Palembang dan Balikpapan. Serta 4 kantor pemasaran di Bekasi, Bandar Lampung, Bali dan Cirebon. Untuk meningkatkan pelayanan, pengembangan jaringan usaha akan dilakukan secara bertahap. PT.Asuransi Staco Mandiri merupakan perusahaan asuransi dengan rate menengah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Karena mempunyai tujuan menjamin kepentingan perusahaan atau stakeholder dan tujuan bisnis, antara kemampuan dan sasaran perusahaan. PT.Asuransi Staco Mandiri menciptakan, mengolah, dan memasarkan jasa asuransi umum yang bermutu dengan kondisi yang kompetitif serta memberikan pelayanan secara profesional dengan berorientasi pada kepuasan stakeholder. 40

41 4.1.2 Visi Dan Misi Perusahaan Visi Perusahaan Menjadi perusahaan asuransi umum yang professional, inovatif, efisien dan tumbuh seiring dengan kesempatan yang terbuka serta diperhitungkan dalam industry sesuai dengan kelasnya. Misi Perusahaan a. Menciptakan, mengolah, dan memasarkan jasa asuransi umum yang bermutu dengan kondisi yang kompetitif. b. Memberikan pelayanan secara profesional dengan berorientasi pada kepuasan stakeholder. 4.2 Deskripsi Responden Berdasarkan data yang telah disebar kepada karyawan divisi marketing PT.Asuransi Staco Mandiri yang berada di Jakarta Pusat dengan total 60 kuesioner yang diantarkan langsung kepada karyawan divisi marketing PT.Asuransi Staco Mandiri. Sebelum melakukan pengujian statistik terlebih dahulu melihat Karakteritik profil karyawan divisi marketing PT.Asuransi Staco Mandiri selaku responden. Karakteristik ini didapat dari jawaban yang tercantrum dalam kuesioner.

42 4.2.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Berdasarkan jenis kelamin dibagi menjadi 2 (dua) kategori yaitu Laki-laki dan Perempuan. Dengan melihat Tabel 4.1 dibawah ini dapat kita lihat presentase responden laki-laki dan perempuan. Tabel 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%) Laki-Laki 36 60% Perempuan 24 40% Total 60 100% Sumber : Hasil Olah Data (tahun 2014) Hasil penelitian berdasarkan jenis kelamin (Tabel 4.1) menunjukan bahwa jenis kelamin responden PT.Asuransi Staco Mandiri divisi pemasaran yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 36 responden yaitu 60% dan yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 24 responden yaitu 40%. 4.2.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Dari hasil kuesioner yang dibagikan kepada responden, gambaran umum responden, gambaran umum responden berdasarkan usia bisa dilihat pada tabel 4.2

43 Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Usia Jumlah (Orang) Persentase (%) 20-30 Tahun 18 30% 31-40 Tahun 19 31,66% 41-50 Tahun 21 35% >50 Tahun 2 3,33% Jumlah 60 100% Sumber : Hasil Olah Data (2014) Pada tabel 4.2 dapat dilihat bahwa usia responden PT.Asuransi Staco Mandiri divisi marketing, yang usia 20-30 sebanyak 18 responden yaitu 30%, berusia 31-40 sebanyak 19 responden yaitu 31,66%, berusia 41-50 sebanyak 21 responden yaitu 35%, berusia >50 sebanyak 2 responden yaitu 3,33%. 4.2.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Dari hasil kuesioner yang dibagikan kepada responden, gambaran umum responden berdasarkan pendidikan dapat dilihat pada Tabel 4.3 Tabel 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Pendidikan Jumlah (Orang) Persentase (%) SMA 2 3,33% Diploma 3 18 30% Sarjana/ S1 38 63,34% Sarjana S2 2 3,33% Jumlah 60 100% Sumber : Hasil Olah Data (2014) Pada tabel 4.3 dapat dilihat bahwa jenis pendidikan responden PT,Asuransi Staco Mandiri, yang berpendidikan SMA sebanyak 2

44 responden yaitu 3,33%, pendidikan Diploma 3 sebanyak 18 responden yaitu 30%, pendidikan Sarjana S1 sebanyak 38 responden yaitu 63,33%, pendidikan Sarjana S2 sebanyak 2 responden yaitu 3,33%. 4.2.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Bekerja Dari hasil kuesioner yang dibagikan kepada responden, gambaran umum responden berdasarkan tingkat masa bekerja dapat dilihat pada Tabel 4.4 Tabel 4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Bekerja Lama Bekerja Jumlah (Orang) Persentase (%) < 1 tahun 6 10 1-3 tahun 4 6,67 4-6 tahun 25 41,66 7-9 tahun 20 33,33 > 9 tahun 5 8,33 Jumlah 60 100 Sumber : Hasil Olah Data (2014) Pada tabel 4.4 dapat dilihat bahwa karakteristik responden berdasarkan masa bekerja responden <1 tahun sebanyak 6 responden yaitu 10%, 1-3 tahun sebanyak 4 responden yaitu 6,67%, 4-6 tahun sebanyak 25 responden yaitu 41,66%, 7-9 tahun sebanyak 20 responden yaitu 33,33%, >9tahun sebanyak 5 responden yaitu 8,33%.

45 4.3 Uji Validitas Uji Validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidak valid suatu hasil kuesioner yang disebar kepada responden. Pengukuran validitas menggunakan SPSS 22. 4.3.1 Uji Validitas Lingkungan Kerja Tabel 4.5 Hasil Validitas Variabel Lingkungan Kerja (X1) Indikator Nilai validitas Kriteria Keterangan LK1 0,836 >0,5 Valid LK2 0,745 >0,5 Valid LK3 0,480 <0,5 Tidak Valid LK4 0,435 <0,5 Tidak Valid LK5 0,653 >0,5 Valid LK6 0,762 >0,5 Valid LK7 0,828 >0,5 Valid LK8 0,784 >0,5 Valid LK9 0,681 >0,5 Valid Sumber : Hasil pengolahan data primer (spss) Hasil pengujian validitas terhadap pernyataan lingkungan kerja pada tabel 4.5 dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa pernyataan dalam kuesioner variabel lingkungan kerja yang telah diuji pada anti image correlation terlihat nilai MSA LK3dan LK4 <0,5 Sehingga pernyataan tersebut dikeluarkan dari analisis dan akan dilakukan pengujian ulang. Tabel 4.6 Hasil Validitas Variabel Lingkungan Kerja (X1) Indikator Nilai validitas Kriteria Keterangan LK1 0,815 >0,5 Valid LK2 0,763 >0,5 Valid LK5 0,728 >0,5 Valid LK6 0,779 >0,5 Valid

46 LK7 0,865 >0,5 Valid LK8 0,786 >0,5 Valid LK9 0,714 >0,5 Valid 4.3.2 Uji Validitas Karakteristik Individu Tabel 4.7 Hasil Validitas Variabel Karakteristik Individu (X2) Indikator Nilai validitas Criteria Keterangan KI1 0,514 >0,5 Valid KI2 0,562 >0,5 Valid KI3 0,669 >0,5 Valid KI4 0,637 >0,5 Valid KI5 0,877 >0,5 Valid 4.3.4 Uji Validitas Kinerja Tabel 4.8 Hasil Validitas terhadap validitas Kinerja Karyawan (y) Indikator Nilai validitas Kriteria Keterangan K1 0,767 >0,5 Valid K2 0,725 >0,5 Valid K3 0,829 >0,5 Valid K4 0,699 >0,5 Valid K5 0,349 <0,5 Tidak Valid K6 0,710 >0,5 Valid Sumber : Hasil pengolahan data primer (spss) Hasil pengujian validitas terhadap pernyataan lingkungan kerja pada tabel 4.8 dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa pernyataan dalam kuesioner variable kinerja yang telah diuji pada anti image correlation terlihat nilai MSA K5 <0,5 Sehingga pernyataan tersebut dikeluarkan dari analisis dan akan dilakukan pengujian ulang.

47 Tabel 4.9 Hasil Validitas terhadap validitas Kinerja Karyawan (y) Indikator Nilai validitas Kriteria Keterangan K1 0,778 >0,5 Valid K2 0,753 >0,5 Valid K3 0,828 >0,5 Valid K4 0,703 >0,5 Valid K6 0,739 >0,5 Valid 4.4 Uji Reabilitas Reabilitas sebenarnya adalah alat untuk mengukur kusioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Oleh karena itu, menjamin pengukuran yang konsisten lintas waktu dan lintas beragam item dalam intsrumen yang perlu dilakukan. Suatu kusioner dikatakan reliable jika nilai croanbeach s alpha > 0,60. Tabel 4.10 Uji reabilitas variabel Variabel Nilai cronbach s Alpha Kriteria kesimpulan Lingkungan kerja 0,814 >0,60 Reliable Karakteristik Individu 0,770 >0,60 Reliable Kinerja karyawan 0,726 >0,60 Reliable Sumber : Data primer yang telah diolah SPSS, 2014 Berdasarkan tabel bahwa nilai cronbach s alpha masing-masing variabel adalah >0,60 dengan demikian hasil penelitian tersebut dapat dikatakan realiable. Suatu kuisioner dikatakan realiable (handal) apabila jawaban responden terhadap pertanyaan dalam kuisioner adalah konsisten atau stabil.

48 4.5 Uji Asumsi klasik Tahap berikutnya yang penulis lakukan untuk melakukan pengujian data adalah dengan melakukan Uji Asumsi Klasik pada penelitian data yang multiple regression, ada 3 variabel independent dependen, uji asumsi yang yang dilakukan adalah: normalitas, Multikolinieritas dan heteroskedastisitas secara bersama-sama dengan uji hipotesis mengenai pengaruh Lingkungan kerja dan Karakteristik Individu terhadap kinerja karyawan. Bila hasil uji asumsi klasik menunjukan terjadi normalitas, multikolinieritas dan heteroskedastisitas, maka multiple regression yang telah dilakukan dinilai tidak layak. Bila uji asumsi klasik terpenuhi dalam arti tidak ditemukan terjadinya normalitas, multikolinieritas dan heteroskedastisitas maka analisis berganda yang telah dilakukan tetap digunakan sebagai hasil uji hipotesis penelitian mengenai pengaruh lingkungan kerja dan karakteristik individu terhadap kinerja karyawan. 4.5.1 Uji Normalitas Uji mormalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal ataukah tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal.

49 Gambar 4.1 uji normalitas data Histogram dan Normal P-P Plot Sumber: data primer yang telah diolah spss 2014 Sumber: data primer yang telah diolah spss 2014 Berdasarkan gambar diatas, data dilihat menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal dan grafik histogramnya yang berarti menunjukan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

50 4.5.2 Uji multikolinieritas Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Tabel 4.11 Uji multikolonieritas Coefficients a Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF (Constant) -1.206E-.111.000 1.000 18 Lingkungankerja.088.172.088.512.611.420 2.381 Karakteristikindividu.468.172.468 2,714.009.420 2.381 a. Dependent Variable: kinerja Sumber : Data primer yang telah diolah SPSS, 2014 Berdasarkan hasil tabel hasil perhitungan tolerance 0,420 > 0,10 serta nilai VIF 2.381 < 10,00. Hasil perhitungan VIF juga menunjukan hal yang sama tidak ada satu independen yang memiliki nilai VIF lebih dari 10. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikoloneritas antar variabel independen dalam model regresi. 4.5.3 Uji heteroskedastisitas Pengujian heterokedastisitas dalam penelitian ini dilakukan dengan melihat metode dengan melihat hasil dari scatterplot antara data residu

51 yang telah distandarkan (Sresid) dengan hasil prediksi variabel dependen yang telah distandarkan (Zpred) Gambar 4.2 Hasil Uji Heterokedastisitas Gambar 4.2 Uji Heteroskedastisitas - Scatterplot Sumber : Data primer yang telah diolah SPSS, 2014 Dari grafik, terlihat titik-titik yang menyebar secara acak, tidak membentuk suatu pola tertentu yang jelas, serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 (nol) pada sumbu Y. Hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak digunakan untuk memprediksi Y.

52 4.6 Uji Regresi linear berganda Model yang digunakan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja (X1) dan karakteristik individu (X2) terhadap kinerja karyawan (Y) adalah analisis regresi linier berganda. Dalam model analisis regresi linier berganda yang dipergunakan sebagai variabel gantung (Y) adalah kinerja karyawan, dan sebagai variabel bebas (X1) adalah lingkungan kerja (X1), karakteristik individu (X2). Pada proses pengolahan data, perhitungan menggunakan komputer dalam SPSS versi 22. Untuk mengetahui pengaruh variabel lingkungan kerja dan karakteristik individu terhadap kinerja karyawan digunakan model analisis regresi linear berganda. Ho : lingkungan kerja dan karakteristik individu tidak berpengaruh kepada kinerja karyawan. Ha : lingkungan kerja dan karakteristik individu berpengaruh kepada kinerja karyawan. Skema analisis 1. Jika signifikansi > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak. 2. Jika signifikansi < 0,05 maka Ho ditolah dan Ha diterima. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda disajikan dalam tabel 4.12

53 Tabel 4.12 Hasil perhitungan Regresi Linear Berganda Coefficients Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF (Constant) -1.206E-.111.000 1.000 18 Lingkungankerja.088.172.088.512.611.420 2.381 Karakteristikindividu.468.172.468 2,714.009.420 2.381 Sumber : Data primer yang telah diolah SPSS, 2014 Dari tabel 4.12 didapat persamaan regresi linear berganda dengan 2 variabel independen sebagai berikut : Y = a + b1x1 + b2x2 + e Y = -1.206E-18. + 0,088. X1 +0,468. X2 + e Keterangan Y : Nilai prediksi variabel independen (kinerja karyawan) A : Konstanta, yaitu Y jika X1,X2 = 0 b1 b2 X1 X2 e : Koefisien Regresi variabel X1 : Koefisien Regresi X2 : Lingkungan kerja : Karakteristik individu : Residual eror Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa variable bebas yang paling berpengaruh adalah variabel Lingkungan kerja dengan koefisien 0,088 kemudian diikuti oleh variabel Karakteristik individu dengan koefisien

54 0,468. Persamaan regresi linier berganda mempunyai konstanta sebesar - 1.206 besaran konstanta tersebut menunjukan bahwa jika variabel-variabel independen diasumsikan dalam keadaan tetap, maka variabel kinerja akan turun sebesar 1.206%. dari persamaan tersebut dapat terlihat bahwa variabel bebas (Lingkungan kerja dan Karakteristik individu) berpengaruh positif terhadap kinerja. 4.7 Pengujian Hipotesis 4.7.1 Uji Hipotesis Simultan (Uji F) Tabel 4.13 Uji F ANOVA a Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. Regression 17.065 2 8.533 11.598,000 b 1 Residual 41.935 57 736 Total 59.000 59 a. Dependent Variable: kinerja b.predictors: (Constant), lingkungankerja, karakteristikindividu Sumber : Data primer yang telah diolah SPSS, 2014 Hipotesis : Ho : secara simultan tidak ada pengaruh signifikan antara lingkungan kerja dan karakteristik individu. Ha: secara simultan ada pengaruh signifikan antara lingkungan kerja dan karakteristik individu terhadap kinerja karyawan.

55 Dari uji ANOVA atau F test menunjukan didapat F hitung sebesar 11.598, variabel independen bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen jika nilai probabilitas (pada kolom sig.) lebih kecil dari level signifikan yang ditentukan yaitu 0,05 dan hasil output SPSS diatas, nilai probabilitas 0,000 < 0,05 maka memiliki arti bahwa ada pengaruh yang signifikan, jadi Lingkungan kerja dan Karakteristik individu secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT.Asuransi Staco Mandiri Divisi Marketing 4.7.2 Uji Hipotesis Parsial (Uji t) Tabel 4.14 Uji Hipotesis Parsial (Uji t) Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Sig. B Std. Error Beta (Constant) -1.206E-18.111 1.000 Lingkungankerja.088.172.088.611 Karakteristikindividu.468.172.468.009 Sumber : Data primer yang telah diolah SPSS, 2014 Dari tabel diatas diketahui nilai t-test, yang bertujuan untuk mengetahui besarnya masing-masing variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen, nilai t-test dapat dilihat dari nilai probabilitas pada masing-masing variabel independen. Pengaruh dari masing-masing variabel Lingkungan kerja dan karakteristik individu terhadap Kinerja dapat dilihat dari arah tanda dan tingkat signifikan (probabilitas). Variabel

56 Lingkungan kerja dan Karakteristik individu mempunyai arah yang positif yang berarti berpengaruh signifikan terhadap Kinerja, karena nilai signifikan < 0,05. Dari tabel diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : a. Variabel Lingkungan kerja (X1) memiliki tingkat signifikansi probabilitas sebesar 0,611 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Lingkungan kerja secara parsial tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja. Sehingga dapat diketahui hipotesisnya adalah Ho1 diterima dan Ha1 ditolak. b. Variabel Karakteristik individu (X2) memiliki tingkat signifikansi probabilitas sebesar 0,009 < 0,05. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa Karakteristik individu secara parsial memiliki pengaruh terhadap kinerja. Sehingga dapat diketahui hipotesisnya adalah Ho2 ditolak dan Ha2 diterima. 4.8 Pembahasan Hasil Penelitian 1. Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja. Dari hasil penelitian hipotesis menunjukan bahwa Lingkungan Kerja dengan hasil pengujian simultan berpengaruh terhadap kinerja, sedangkan dengan hasil pengujian parsial tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap kinerja, Hal ini terjadi karena lingkungan kerja di PT.Asuransi Staco Mandiri sudah baik dan dapat membuat kinerja karyawan nyaman dalam bekerja sehingga dapat meningkatkan kualitas

57 kinerjanya. Penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Erick Dwi Adhi Kurniawan (2013) yang menyatakan lingkungan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja. 2. Pengaruh Karakteristik Individu terhadap Kinerja Dari hasil pengujian hipotesis menunjukan bahwa Karakteristik Individu berpengaruh secara positif terhadap kinerja. Karakteristik individu karyawan mempengaruhi terhadap peningkatan kinerja. Hal ini terjadi karena karakteristik individu yang berbeda-beda dimana dalam divisi marketing dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok team terdapat karakteristik individu yang berbeda-beda sehingga memungkinkan terjadi pengaruh karakteristik individu terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Parjono (2006) yang menyatakan karakteristik individu berpengaruh terhadap kinerja. 3. Pengaruh Lingkungan kerja dan Karakteristik individu terhadap Kinerja. Dari hasil penelitian uji simultan (Uji F) dapat dilihat pada tabel 4.13 bahwa Lingkungan kerja dan Karakteristik individu berpengaruh secara Simultan terhadap kinerjakaryawan.