Minggu 2 STUDI BANDING

dokumen-dokumen yang mirip
BAB VI DESAIN PERANCANGAN

Minggu 5 ANALISA TAPAK CAKUPAN ISI

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV: TINJAUAN KHUSUS PROYEK

BAB 5 KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. dengan lingkungannya yang baru.

BAB IV: KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V : KONSEP. 5.1 Konsep Dasar Perancangan

BAB III : DATA DAN ANALISA

Fasilitas Penginapan dan Wisata Pantai di Sendang Biru, Kabupaten Malang

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP. Gambar 5.1: Kesimpulan Analisa Pencapaian Pejalan Kaki

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN HOTEL

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. V. 1 Konsep Dasar Perencanaan dan Perancangan. mengenai isu krisis energi dan pemanasan global.

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN

BAB IV ANALISA PERENCANAAN

DAFTAR ISI. Halaman HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN. iii PERNYATAAN KEASLIAN KARYA KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR. xiii DAFTAR TABEL.

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN. merupakan salah satu pendekatan dalam perancangan arsitektur yang

BAB V KONSEP. V. 1. Konsep Dasar. Dalam merancang Gelanggang Olahraga di Kemanggisan ini bertitik

BAB VI KONSEP RANCANGAN

- BAB 4 - ANALISA SELATAN UTARA. Gambar 4.1 Foto kondisi eksisting Candranaya (Sumber : Dinas tata kota DKI)

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Main Entrance. Pusat Perbelanjaan. Apartemen 1 Unit Kamar Tidur

HOTEL RESORT DI KOTA BATU MALANG

BAB IV: KONSEP PERENCANAAN

5. HASIL RANCANGAN. Gambar 47 Perspektif Mata Burung

BAB VI HASIL RANCANGAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP. V.1 Konsep Perencanaan dan Perancangan. Konsep desain untuk fungsi M al dan Apartemen ini mencoba menampung kegiatankegiatan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB III: DATA DAN ANALISA

BAB III: DATA DAN ANALISA

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Perencanaan dasar pengunaan lahan pada tapak memiliki aturanaturan dan kriteria sebagai berikut :

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. V.1 Konsep Dasar Perencanaan dan Perancangan

BAB V KONSEP V.1 Konsep dasar Perencanaan dan Perancangan

HOTEL RESORT DI DAGO GIRI, BANDUNG

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Perancangan

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

BAB 4 HASIL DAN BAHASAN

dengan view sungai Serayu sebagai daya tariknya. Resort yang menjadi sarana akomodasi wisata arung jeram memiliki fasilitas penunjang lainnya, yaitu

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V K O N S E P P E R A N C A N G A N

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB VI KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

TEMA. menikmati alam Bali. Lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung yang ada di dalamnya. LEGAL

5 BAB V KONSEP DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB VI : DESAIN RANCANGAN

BAB VI HASIL PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN. konsep dasar yang digunakan dalam Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Boom Di

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN

BAB IV ANALISA PERANCANGAN

TINJAUAN UMUM. - Merupakan kamar atau beberapa kamar / ruang yang diperuntukan sebagai. tempat tinggal dan terdapat di dalam suatu bangunan.

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

PENDAHULUAN. Berbicara tentang tempat tinggal, kota Jakarta menyediakan lahan yang

LATAR BELAKANG MASALAH

BAGIAN DESKRIPSI HASIL RANCANGAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN V. KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:

BAB III: DATA DAN ANALISA

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. Nusantara ini dibagi menjadi beberapa bagian kegiatan, yaitu :

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

BAB III METODE PERANCANGAN. Pencarian ide gagasan yang digunakan dalam proses perancangan resort di

BAB III TINJAUAN KHUSUS

BAB VI KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB IV: KONSEP Konsep Bangunan Terhadap Tema.

lingkungan yang mendukung dengan adanya pantai karang kebagusan yang

DAFTAR ISI. YOGYA SPORT SHOPPING MALLbelanjaan Perl

BAB III : DATA PROYEK APARTEMT WANG RESIDENCE

PRAMBANAN HERITAGE HOTEL AND CONVENTION

LANDASAN PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR (LP3A)

BAB II PEMROGRAMAN. Perkotaan di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat,

BAB VI HASIL PERANCANGAN. Konsep tersebut berawal dari tema utama yaitu Analogy pergerakan air laut, dimana tema

Bab I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang.

Bab V Konsep Perancangan

BAB II DESKRIPSI PROYEK

BAB II DESKRIPSI PROYEK HOTEL KRIDA NUSANTARA

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

Mambruk Anyer Hotel Rates

Bab VI Simulasi Rancangan Kawasan TOD Dukuh Atas

BAB VI HASIL PERANCANGAN

BAB VI HASIL PERANCANGAN. Penerapan Tema dasar Arsitektur Islam yang berwawasan lingkungan pada

BAB V HASIL RANCANGAN

Fasilitas Pernikahan Aquatic di Surabaya

SEMINAR TUGAS AKHIR ARSITEKTUR (KBA 12117) ALUR DESAIN HOSTEL DI TANAH LOT TABANAN MADE NURJAYA PERMANA NIM

HOTEL RESORT PUTRI NAGA TAPAKTUAN LAPORAN PERANCANGAN TKA STUDIO TUGAS AKHIR SEMESTER A TAHUN AJARAN 2010/2011

BAB III ANALISA DAN STUDi BANDING

BAB III METODE PERANCANGAN ARSITEKTUR. yang mendukung teori-teori yang dikerjakan.

BAB VI HASIL PERANCANGAN. Pada bab sebelumnya telah dijelaskan tentang konsep perancangan yang

BAB 6 HASIL RANCANGAN. Perubahan Konsep Tapak pada Hasil Rancangan. bab sebelumnya didasarkan pada sebuah tema arsitektur organik yang menerapkan

BAB V KONSEP. a. Memberikan ruang terbuka hijau yang cukup besar untuk dijadikan area publik.

BAB V KONSEP PERANCANGAN

Transkripsi:

1 Minggu 2 STUDI BANDING TUJUAN Tujuan dari Studi Banding adalah belajar dari karya-karya arsitektur terdahulu menganalisis dan mengevaluasi kelebihan dan kekurangannya. Dalam mata kuliah Perancangan Arsitektur, Studi Banding merupakan cara belajar yang sangat efektif untuk mengenali permasalahan-permaslahan pada suatu kasus tertentu serta alternative pemecahan yang ditawarkan oleh perancang (arsitek) nya. Studi Banding sebaiknya dilakukan pada beberapa objek agar dapat diperloleh typology dari kasus-kasus yang dipelajari. Yang dimaksud dengan Typology adalah Type atau Jenis yang biasanya ditemukan pada proyek-proyek sejenis. Misalnya Typology Hotel adalah deretan kamar-kamar yang linier. Pada umumnya orang akan segera mengenali jenis atau fungsi bangunan hanya dari melihat tampak luarnya, karena type yang digunakan berulang kali pada bangunan sejenis.

2 Ketiga gambar di atas sangat mudah dikenali melalui tampak luar bangunan karena ketiganya memperlihatkan deretan jendela yang merupakan typical jendela kamar tidur pada bangunan Hotel. Maka Typology Hotel adalah letak kamar yang terletak berderet secara linier dan bertumpuk ke atas, hal ini dapat terlihat pada gambar denah bangunan seperti berikut ini: Study Banding dapat juga dikatakan sebagai Study Typology Bangunan. Dari Study Banding pula kita dapat mempelajari bahwa Type-type dapat berubah ataupun berbeda. Pada hotel yang memiliki luas lahan besar dan terletak di tepian kota, type hotel dapat berupa bangunan yang menyebar, menyerupai perkampungan dengan kamar-kamar berbentuk bungalow sebagai representasi rumah-rumah tinggal dalam perkampungan, Seperti contoh di bawah ini: Floating Cottages.

3 LANGKAH-LANGKAH Langkah Awal melakukan Studi Banding adalah mencari objek bangunan yang sejenis dengan tugas atau proyek yang akan dirancang. Misalnya Anda mendapat Tugas membuat Sekolah, maka anda perlu mempelajari bagaimana membuat sekolah tersebut. Belajar dari pendahulu dapat memberikan gambaran dan wawasan dalam memori anda. Sehingga anda perlu mencari data tentang sekolah-sekolah lain sebagai bahan perbandingan. Mengingat Arsitektur adalah bidang ilmu yang hasilnya akan dimasuki, memberikan pengalaman bagi pengguna, maka anda perlu merasakan sebagai pengguna dengan melakukan survey ke salah satu bangunan sekolah yang anda tentukan sendiri. Akan banyak keuntungan yang dapat ditarik bila anda dapat mengunjungi beberapa objek ditambah dengan studi melalui literature ataupun media elektronik seperti internet. Setelah anda memperoleh data dari objek-objek tersebut, anda dapat mulai menginventaris data fisik dan menganalisisnya dengan cara membedah bangunan (karya arsitektur) yang menjadi obkjek studi banding. Tahap pertama yang dapat diperoleh dari hasil studi adalah : 1. Data Ruangan 2. Zoning 3. Akses dan Sirkulasi 4. Organisasi Ruang 5. Perletakan Massa Bangunan dalam tapak dan pembentukan Ruang Luar. 6. Fasilitas DATA RUANGAN & ZONING Dengan melihat denah secara keseluruhan, dapat diperoleh data-data tentang jenisjenis ruangan, besaran dan jumlah ruang, juga zona perletakannya. Dari Gambar Block Plan di atas, misalnya, sudah dapat diketahui Zoning nya. Bagian Bangunan berbentuk Radial sudah dapat dipastikan merupakan daerah dengan Zona Privat (lingkaran biru), karena menilik tampak Bangunannya bagian tersebut adalah kamar-kamar tidur dari kompleks bangunan Hotel ini. Sedangkan Bagian bangunan yang berbentuk persegi, dapat dimungkinkan sebagai Zona Publik

4 dan semi Publik (lingkaran merah). Melihat bentuknya (karena data lengkap tidak diperoleh), kemungkinan fungsi-fungsi yang ada di bawahnya antara lain Lobby, Function Room, Restauran, Café, Banquette Hall (Ball Room), dan lain-lain yang bersifat public atau semi public. Sedangkan Zoning sendiri dapat dibedakan secara Horizontal ataupun Vertikal. Biasanya bangunan seperti dalam gambar, selain pemisahan zoning secara horizontal, pemisahan zoning secara vertical dilakukan dengan cara meletakkan ruang-ruang yang privat jauh dari Entrance, jadi bila entrance di lantai dasar, maka ruang-ruang yang di atasnya berangsur-angsur memiliki sifat semi public. AKSES DAN SIRKULASI Akses adalah pencapaian dari luar bangunan ke dalam tapak. Melihat tatanan yang terlihat dalam gambar di atas, kemungkinan Akses adalah dari arah jalan yang lebih kecil menuju entrance yang terletak di area public (bangunan yang persegi). Hal ini dimungkinkan karena bangunan menghendaki pencapaian tidak langsung, jadi pengunjung dapat mengalami dan menikmati seluruh kompleks bangunan sebelum dapat mengaksesnya. Keuntungan dari system akses seperti ini dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan utama akibat antrian yang akan memasuki area hotel tersebut. Entrance ke bangunan Akses ke Tapak

5 Sedangkan Sirkulasi dalam bangunan khususnya pada area privat (daerah kamarkamar) menggunakan system sirkulasi linier dengan Double Loaded Corridor. Yang dimaksud dengan Double Loaded Corridor adalah koridor dimana dari kedua sisinya dapat diakses ruang-ruang yang ada di kiri dan kanannya. ORGANISASI RUANG Organisasi Ruang dapat dianalisis melalui gambar denah. Misalnya pada denah kamar-kamar yang disusun secara berderet, maka organisasi ruang yang digunakan adalah organisasi linier. Organisasi linier adalah organisasi ruang dimana perletakan ruang-ruang berjajar mengikuti arah garis (line). Akan tetapi pada gambar Blok Plan di atas, organisasi ruangyang digunakan adalah organisasi Radial dengan 3 jari-jari liner yang mengarah ke luar. Sedangkan pada gambar Denah di bawah ini organisasinya adalah organisasi linier yang dibengkokkan, dan di beri break berupa hall pada titik bengkoknya. Hal ini membantu mengurangi kejenuhan bagi pengguna dalam oraganisasi linier. Lingkaran merah menunjukkan organisasi linier, lingkaran ungu menunjukkan hall sebagai pemutus (break) pada pembengkokan organisasi linier. PERLETAKAN MASSA BANGUNAN DALAM TAPAK Dalam gambar Block Plan di atas, tampak bahwa perletakan massa bangunan dibagi dalam 2 zoning yang sangat kontras dan terdiri dari 2 massa bangunan yang bentuk juga sangat berbeda satu sama lain. Kedua massa bangunan dihubungkan dengan ruang luar yang terbentuk di antara keduanya. Mengingat bentuk massa bangunan hotel adalah radial dengan 3 jari-jari, antara kedua jarinya tercipta ruang luar yang berbentuk huruf V dan sebagai penutup adalah salah satu sisi bangunan yang bersifat public. Sedangkan ruang V lainnya lebih bersifat privat dan di daerah itu terdapat kolam renang yang memang sifatnya privat.

6 Lingkaran biru menunjukkan Ruang Luar Pemersatu, sedangkan ruang luar pada lingkatran merah bersifat privat dan terdapat kolam renang sebagai aktifitas yang menghidupkan suasana ruangan. FASILITAS Fasilitas yang dimaksud misalnya jumlah kamar, jenis dan type-type kamar, Fasilitas lain seperti restoran, Café, Ruang Pertemuan Atau Ruang Rapat (Function Room), kolam renang, fitness, lapangan Olah Raga, dll. Hal-hal tersebut di atas dapat diterapkan pada bangunan lain lagi dengan jenis yang sama. Kemudian masing-masing dapat dibandingkan dan hasilnya bisa ada yang sama ada juga yang berbeda. Dalam menarik kesimpulan dapat digunakan system Tabel sebagai berikut Pokok Bahasan Hotel 1 Hotel 2 Hotel 3 Data Ruang & Zoning Akses Zoning Publik dan semi Publik terpisah secara kontras dengan Zoning Privat Akses dari jalan yang lebih privat, pengunjung dapat menikmati kompleks bangunan secara menyeluruh baru dapat masuk ke tapak. Zoning Publik, semi Publik, dan Privat terpisah dengan jelas secara vertikal Akses melalui jalan Utama, langsung ke basement. Drop Off melalui basement. Pejalan kaki diutamakan melalui daerah public di lantai dasar, dimana Zoning Publik, semi public dan privat terpisah dengan jelas secara massa Akses melalui jalan utama. Pegunjung dapat langsung mengetahui dimana daerah masuk. Tidak melalui tahapan-tahapan pengalaman.

7 Pintu Masuk merupakan Surprise Sirkulasi Sirkulasi dalam bangunan menggunakan system linier, dengan double loaded corridor. daerah public juga merupakan fasilitas komersial kota (pertokoan) Sirkulasi dalam bangunan menggunakan system linier, dengan single loaded corridor. Sirkulasi dalam bangunan mengguinakan system network, dengan jalur sirkulasi selasar yang terbuka di kedua sisinya. Organisasi ruang Organisasi Radial Organisasi Linier Organisasi menyebar dengan kelompok-kelompok (cluster) pada fungsi-fungsi yang berzona sama. Perletakan Massa bangunan dalam Tapak Fasilitas Terdiri dari 2 massa yang menunjukkan Zoning yang berbeda Tipe Kamar ada berapa macam? Jumlah kamar, fasilitas kamar? Fasilitas Umum mencakup fasilitas Ball Room, Function Hall, Restoran dengan kapasitas berapa? Massa tunggal berbentuk Vertikal dengan zona public dimanfaatkan untuk fungsi komersial di lantai bawah (Podium) Idem Massa Bangunan menyebar, dengan membentuk kelompok-kelompok sesuai zoning dan fungsi, dan disatukan oleh Ruang luar yang berupa Amphitheatre. idem Setelah tahap analisis dari ke 3 objek studi banding selesai, dapat ditarik kesimpulan dari ketiganya. Misalnya pada bangunan hotel, Sistem yang digunakan dapat beragam, tetapi tetap memiliki kesamaan, yaitu memiliki kamar-kamar tempat menginap dimana penyusunan organisasi dapat berbentuk radial, linier, cluster dll, Sedangkan pemisahan Zona juga dapat dilakukan dengan berbagai cara. Fasilitas yang diberikan juga berbeda-beda tiap hotel. Fasilitas Hotel Bintang 5 pasti jauh lebih lengkap daripada fasilitas hotel bintang 3, baik dari segi jumlah kamar, tipe dan ukuran kamar, jenis restaurant, maupun function roomnya. Hotel-hotel kelas melati berbeda lagi fasilitas yang disediakan. Lokasi Hotel di

8 perkotaan akan menghasilkan rancangan yang berbeda dengan lokasi Hotel di pegunungan ataupun di tepi pantai. Pada umumnya Hotel di perkotaan adalah Hotel Bisnis, dengan lahan yang lebih sempit ketimbang lahan di daerah pegunungan atau pantai. Maka Hotel dipekotaan lebih banyak yang bertinggkat tinggi dengan massa bangunan yang lebih kompak daripada hotel-hotel resort (luar kota). Pada hotel resort lebih banyak yang bertingkat rendah dengan pola menyebar dan teriri dari 2 tipe, yaitu tipe hotel dan tipe bungalow (Cottage). Bungalow adalah sejenis rumah liburan dengan fasilitas hotel tetapi lebih lengkap. Biasanya dalam 1 bungalow terdiri dari beberapa kamar berikut kamar mandinya, memiliki 1 ruang bersama, 1 ruang makan dan pantry. Sehingga pengunjung dapat tinggal dalam suasana rumah. Contoh Cottage di tepi pantai: Jenis Hotel lainnya adalah Guest House. Guest House biasanya dimiliki oleh satu perusahaan untuk menampung karyawannya yang menginap dari luar kota. Bentuknya seperti rumah tinggal dengan beberapa kamar tidur tetapi memiliki pelayanan bertaraf Hotel. PENUTUP Setelah berbagai studi tadi dilakukan, mahasiswa akan memperoleh gambaran dan wawasan, dapat menarik kesimpulan dan dapat melakukan sintesa untuk kemudian menetapkan pola-pola, fasilitas dan kegiatan, respons terhadap tapak, dan membuat TOR sebagai pedoman perancangan.