BAB IV HASIL PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
SKRIPSI. Oleh : SIGIT PUNTO PRASONGKO K PROGRAM PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

105 BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data yang dilakukan, penelitian ini memberikan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

Bambang Wijanarko. Pendidikan Kepelatihan Olahraga JPOK FKIP Universitas Sebelas Maret

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN. A. Kesimpulan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. keterampilan membaca nyaring dengan pemahaman bacaan siswa kelas II SD

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. pemahaman mata pelajaran gambar teknik (X 1 ) dan kreativitas (X 2 ) serta

III. METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 2 Gadingrejo

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Minat dan Pengetahuan Dasar Pemesinan serta satu variabel terikat

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. korelasi, karena data penelitian ini berupa angka-angka. Hal ini sesuai dengan

BAB III METODE PENELITIAN

Oleh: Wahyu Hidayat ABSTRAK

III. METODE PENELITIAN. bulan Januari tahun 2015 di SMA Negeri 1 Terbanggi Besar. Penelitian. dilakukan selama 5 minggu pembelajaran (5X pertemuan).

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2012/2013

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan April dan Mei Semester genap Tahun

METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan di SMP Negeri 3 Bandar Lampung pada tahun

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang dipakai adalah penelitian inferensial. Penelitian inferensial

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN. Pada Bab ini penulis akan membahas hasil penelitian tentang Pengaruh

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket uji coba

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. belajar PKn siswa kelas VIII SMP Negeri se- Kecamatan Playen tahun ajaran

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI semester genap

METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII semester genap

BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan sifat dan tujuannya, penelitian ini merupakan penelitian ex

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Tujuan penelitian dapat tercapai dengan data yang diperoleh dari objek penelitian. Data penelitian dikumpulkan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Uji Asumsi. Sebelum melakukan analisis dengan menggunakan analisis regresi,

BAB III METODE PENELITIAN. bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan antar variabel, dan jika ada

HUBUNGAN KOORDINASI MATA TANGAN, POWER OTOT LENGAN,

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi eksperimen dengan populasi penelitian yaitu

PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA DAN MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA

PENGARUH KEMAMPUAN MEMORI DAN MINAT BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VII SMP AL ISLAM 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2011/2012

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Januari 2013 semester genap tahun

BAB III METODE PENELITIAN

KEMAMPUAN LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK DITINJAU DARI KEMAMPUANMOTORABILITYPADA SISWA PUTRA KELAS IV DAN V SD NEGERI 3 MOJOROTO KEDIRI TAHUN 2015

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung. Dalam penelitian ini seluruh

PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK ELEKTRONIKA SMKN 1 MAGELANG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data Dari hasil penelitian, peneliti memperoleh data studi lapangan berupa data tentang penerapan

untuk mengetahui hubungan antara kelincahan dan kekuatan power tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Bandar Lampung pada semester

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kranggan Kabupaten Temanggung, dengan populasi penelitian sebanyak 219

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. model, salah satunya memiliki karakteristik combine School yang

III. METODE PENELITIAN. Bangunrejo Lampung Tengah pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013

HUBUNGAN MOTIVASI, LINGKUNGAN BELAJAR, DAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung pada tahun pelajaran 2011/2012. SMA Al-

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB III METODE PENELITIAN. metode penelitian yang ilmiah pula, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. Untuk memperoleh data dalam pengujian ini, penulis telah membagikan

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN MEMORI TERHADAP PRESTASI BELAJAR BIOLOGI PADA SISWA KELAS XI IA SMA NEGERI COLOMADU TAHUN AJARAN 2011/2012

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. eksperimen. Pada penelitian ini peneliti melakukan satu macam perlakuan yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. analisis, (c) hasil pengujian hipotesis penelitian, (2) pembahasan, dan (3) keterbatasan penelitian.

BAB III METODE PENELITIAN. Kemampuan komunikasi siswa yang diukur adalah kemampuan berkomunikasi

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1

BAB III METODE PENELITIAN

DAFTAR ISI ABSTRAK... KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMA KASIH... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI MAN 1 Bandar

BAB IV HASIL PENELITIAN. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. adalah metode penelitian ex-post facto, yaitu penelitian yang dilakukan untuk

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Program Studi Pendidikan Ekonomi angkatan FKIP-UKSW

Oleh: Kartika Nugraheni NIM ABSTRAK

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini penulis akan membahas hasil dan pembahasan penelitian tentang

KORELASI ANTARA BIMBINGAN BELAJAR ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SDN PREMULUNG NO.94 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2014/ 2015 NASKAH PUBLIKASI

BAB IV PEMBAHASAN. subyek dengan rentang usia dari 15 tahun sampai 60 tahun dan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. masing di deskripsikan dalam bentuk rata rata atau Mean (M), Median

HUBUNGAN UKURAN PANJANG LENGAN, UKURAN TINGGI BADAN,

BAB IV HASIL PENELITIAN. Dalam penelitian ini data yang dianaisis adalah Fasilitas belajar (X 1 ),

HUBUNGAN ANTARA ASPEK DALAM MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR KOGNITIF BIOLOGI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 8 BATAM

Transkripsi:

53 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Tujuan penelitian dapat dicapai dengan mengumpulkan data dari masing-masing variabel penelitian. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel bebas yaitu Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan, Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan, dan VO 2 max serta satu variabel terikat yaitu Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter. Data yang diperoleh dari tiap-tiap variabel tersebut kemudian dikelompokkan dan dianalisis dengan statistik, seperti terlihat pada lampiran. Adapun ringkasan deskripsi data secara keseluruhan disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut : Tabel 4. Deskripsi Data Hasil Tes Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan, Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan, VO 2 max dan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter. Variabel N Mean SD Max Min Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan 22 1,00 0,03 1,08 0,94 Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan 22 0,50 0,02 0,55 0,47 VO 2 max 22 43,51 4,00 51,90 35,00 Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter 22 47,03 8,71 63,04 29,04 53

54 B. Uji Reliabilitas Tingkat keajegan hasil tes diketahui melalui uji reliabilitas dari masingmasing variabel. Hasil uji reliabilitas data Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter kemudian dikategorikan, dengan menggunakan pedoman tabel koefisien dari Book Walter yang dikutip Mulyono B. (2001: 22), yaitu: Tabel 5. Range Kategori Reliabilitas Kategori Reliabilitas Excellent 0,95 0,99 Sangat Bagus 0,90 0,94 Cukup 0,80 0,89 Kurang 0,70 0,79 Tidak Signifikan 0,60 0,69 Adapun hasil uji reliabilitas data Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 6. Ringkasan Hasil Uji Reliabilitas Variabel Reliabilitas Kategori Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter 0,937 Sangat Bagus

55 C. Uji Prasyarat Analisis 1. Uji Normalitas Sebelum dilakukan analisis data perlu diuji distribusi kenormalannya. Uji normalitas data penelitian ini menggunakan metode Lilliefors. Hasil uji normalitas tes Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan (X 1 ), Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan (X 2 ), VO 2 max (X 3 ) dan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter (Y), dalam penelitian sebagai berikut : Tabel 7. Ringkasan Hasil Uji Normalitas Data Variabel N M SD L hitung L tabel Kesimpulan X 1 22 1,00 0,03 0,168 0,188 Berdistribusi Normal X 2 22 0,50 0,02 0,182 0,188 Berdistribusi Normal X 3 22 43,51 4,00 0,143 0,188 Berdistribusi Normal Y 22 47,03 8,72 0,111 0,188 Berdistribusi Normal Dari hasil uji normalitas yang dilakukan pada tiap-tiap variabel tersebut dapat diketahui bahwa nilai signifikansi hitung dari tiap-tiap variabel lebih kecil dari taraf signifikansi 5%. Dengan demikian H 0 masing-masing variabel diterima. Hasil tersebut menunjukkan bahwa data hasil tes Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan (X 1 ), Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan (X 2 ), VO 2 max (X 3 ) dan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter (Y) tersebut termasuk data yang berdistribusi normal. 2. Uji Linieritas Uji linieritas hubungan antara masing-masing prediktor dengan kriterium yaitu: Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan (X 1 ), Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan (X 2 ), VO 2 max (X 3 ) dan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter (Y). Pengolahan data dilakukan dengan teknik analisis

varians dari Sudjana (2002:332). Hasil ringkasan uji linieritas tersebut disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut : 56 Tabel 8. Ringkasan Hasil Uji Linieritas Hubungan antara Prediktor dengan Kriterium Variabel N F F tabel Simpulan X 1 Y 22 0,41 2.85 Model linier diterima X 2 Y 22 0,40 2.85 Model linier diterima X 3 Y 22 0.47 2.85 Model linier diterima Berdasarkan ringkasan hasil linieritas tersebut dapat diketahui bahwa signifikansi hitung linieritas yang diperoleh dari tiap-tiap variabel lebih kecil dari taraf signifikansi 5%. Dengan demikian H 0 linieritas ketiga variabel tersebut dapat diterima. Yang berarti bahwa baik korelasi antara X 1 Y, X 2 Y dan X 3 Y berbentuk linier. D. Uji Hipotesis 1. Hasil Perhitungan Koefisien Korelasi Masing-Masing Prediktor a. Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan rumus korelasi product moment dari Pearson yang dikutip Sudjana (1992: 239) menunjukkan angka r X 1 Y sebesar 0,197. Sedangkan r tabel dengan taraf signifikansi 5% sebesar 0,423. Ternyata nilai r hitung lebih kecil dari r tabel. Karena r hitung < r tabel maka hipotesis nol diterima yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan dengan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter. Korelasi positif menunjukkan bahwa hubungan antara Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter adalah searah. Artinya, jika Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan

meningkat maka nilai Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter juga akan meningkat, akan tetapi kecepatan renang menurun. 57 b. Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan rumus korelasi product moment dari Pearson yang dikutip Sudjana (1992: 239) menunjukkan angka r X 2 Y sebesar -0,093. Sedangkan r tabel dengan taraf signifikansi 5% sebesar 0,423. Ternyanta nilai r hitung lebih kecil dari r tabel. Karena r hitung < r tabel maka hipotesis nol diterima yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan dengan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter. Korelasi negatif menunjukkan bahwa hubungan antara Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter adalah tidak searah. Artinya, jika Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan meningkat maka nilai Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter akan menurun, akan tetapi kecepatan renang meningkat. c. VO 2 max terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter Berdasarkan hasil analisis data menggunakan rumus korelasi product moment dari Pearson yang dikutip Sudjana (1992: 239) menunjukkan angka r X 3 Y sebesar -0,626. Sedangkan r tabel dengan taraf signifikansi 5% sebesar 0,423. Ternyanta nilai r hitung lebih besar dari r tabel. Karena r hitung > r tabel maka ada hubungan yang signifikan antara VO 2 max dengan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter. Korelasi negatif menunjukkan bahwa hubungan antara VO 2 max terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter adalah tidak searah. Artinya, jika VO 2 max meningkat maka nilai Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter akan menurun, akan tetapi kecepatan renang meningkat.

58 d. Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan dan Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan secara bersamaan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter Berdasarkan hasil analisis data menggunakan rumus korelasi ganda antara Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan (X 1 ) dan Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan (X 2 ) terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter (Y) menunjukkan angka koefisien kolerasi r X 1 X 2 Y sebesar 0,314. Sedangkan r tabel dengan taraf signifikansi 5% sebesar 0,423. Ternyanta nilai r hitung lebih kecil daripada r tabel. Karena r hitung < r tabel maka hipotesis nol di terima yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan dan Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan secara bersamaan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter. e. Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan dan VO 2 max secara bersamaan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter Berdasarkan hasil analisis data menggunakan rumus korelasi ganda antara Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan (X 1 ) dan VO 2 max (X 3 ) terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter (Y) menunjukkan angka koefisien kolerasi r X 1 X 3 Y sebesar 0,704. Sedangkan r tabel dengan taraf signifikansi 5% sebesar 0,423. Ternyanta nilai r hitung lebih besar daripada r tabel. Karena r hitung > r tabel maka hipotesis nol di tolak yang berarti ada hubungan yang signifikan antara Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan dan VO 2 max secara bersamaan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter. f. Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan dan VO 2 max secara bersamaan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter Berdasarkan hasil analisis data menggunakan rumus korelasi ganda antara Panjang Tungkai Tinggi Badan (X 2 ) dan VO 2 max (X 3 ) terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter (Y) menunjukkan angka koefisien kolerasi r X 2 X 3 Y sebesar 0,626. Sedangkan r tabel dengan taraf signifikansi 5% sebesar 0,423. Ternyanta nilai r hitung lebih besar daripada r tabel. Karena r hitung > r tabel maka hipotesis nol di tolak yang berarti ada hubungan yang signifikan

antara Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan dan VO 2 max secara bersamaan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter. 59 2. Hasil Perhitungan Koefisien Korelasi Tiga Prediktor Berdasarkan hasil analisis data menggunakan rumus korelasi product moment yang dikutip Sudjana (1992: 239) menunjukkan angka r X 123 Y sebesar 0,730. Sedangkan r tabel dengan taraf signifikansi 5% sebesar 0,423. Ternyata nilai r hitung lebih besar dari r tabel. Karena r hitung > r tabel maka hipotesis nol di tolak yang berarti ada hubungan yang signifikan antara Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan, Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan dan VO 2 max dengan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter. Berdasarkan hasil uji signifikasni regresi menunjukkan angka F hitung sebesar 10,874 (F tabel = 3,52) taraf signifikansi 5%. (taraf signifikansi yang telah ditentukan = 0.05). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan, Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan dan VO 2 max terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter. 3. Sumbangan Masing-Masing Prediktor Dari hasil analisis data yang telah dilakukan diperoleh sumbangan relatif dan sumbangan efektif masing-masing prediktor terhadap kriterium disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut : Tabel 9. Ringkasan Hasil Sumbangan Masing-Masing Prediktor Prediktor SR SE Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan 16.45 % 8.78 % 4.21 % 2.25 %

60 VO2max 79.34 % 42.34 % 4. Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis pada dasarnya merupakan langkah awal untuk menguji persyaratan yang dikemukakan pada rumusan hipotesis bisa diterima atau tidak. Hipotesis yang diajukan bisa diterima jika data yang terkumpul bisa mendukung pernyataan hipotesis. Sebaliknya hipotesis ditolak jika data yang terkumpul tidak mendukung pernyataan hipotesis. Adapun hasil pengujian hipotesis sebagai berikut : a. Hubungan Antara Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter Berdasarkan hasil penelitian dan analisis kolerasi yang telah dilakukan data Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan (X 1 ) terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter (Y) diperoleh angka koefisien kolerasi sebesar 0.197. Nilai tersebut lebih kecil dari r tabel taraf signifikansi 5% yang telah ditentukan yaitu 0.423. Hal ini menunjukan bahwa, Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter tidak dipengaruhi oleh Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan. Dapat disimpulkan bahwa Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan: Ada hubungan Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter pada mahasiswa putra pembinaan prestasi renang JPOK FKIP UNS Tahun 2014 tidak dapat diterima kebenarannya. b. Hubungan Antara Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter Berdasarkan hasil penelitian dan analisis kolerasi yang telah dilakukan data Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan (X 2 ) terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter (Y) diperoleh angka koefisien kolerasi sebesar -0.093. Nilai tersebut lebih kecil dari r tabel taraf signifikansi 5% yang telah ditentukan yaitu 0.423. Hal ini menunjukan bahwa, Kecepatan

61 Renang Gaya Bebas 50 meter tidak dipengaruhi oleh Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan. Dapat disimpulkan bahwa Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan: Ada hubungan Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter pada mahasiswa putra pembinaan prestasi renang JPOK FKIP UNS Tahun 2014 tidak dapat diterima kebenarannya. c. Hubungan Antara VO 2 max Terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter Berdasarkan hasil penelitian dan analisis kolerasi yang telah dilakukan data VO 2 max (X 3 ) terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter (Y) diperoleh angka koefisien kolerasi sebesar -0.626. Nilai tersebut lebih besar dari r tabel taraf signifikansi 5% yang telah ditentukan yaitu 0.423. Hal ini menunjukan bahwa, Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter dipengaruhi oleh VO 2 max. Dapat disimpulkan bahwa VO 2 max memiliki hubungan yang signifikan dengan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan: Ada hubungan VO 2 max terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter pada mahasiswa putra pembinaan prestasi renang JPOK FKIP UNS Tahun 2014 dapat diterima kebenarannya. d. Hubungan Antara Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan, Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan Dan VO 2 max Dengan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter Berdasarkan hasil penelitian dan analisis kolerasi yang telah dilakukan data Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan (X 1 ), Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan (X 2 ) dan VO 2 max (X 3 ) terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter (Y) diperoleh angka koefisien kolerasi sebesar 0.723. Nilai tersebut lebih besar dari r tabel taraf signifikansi 5% yang telah ditentukan yaitu 0.423. Hal ini menunjukan bahwa, Kecepatan Renang Gaya

62 Bebas 50 meter dipengaruhi oleh Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan, Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan dan VO 2 max. Dapat disimpulkan bahwa Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan, Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan dan VO 2 max memiliki hubungan yang signifikan dengan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan: Ada hubungan Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan, Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan dan VO 2 max terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter pada mahasiswa putra pembinaan prestasi renang JPOK FKIP UNS Tahun 2014 dapat diterima kebenarannya. E. Pembahasan Hasil Analisis Data Pembahasan hasil analisis data ini memberikan penafsiran lebih lanjut mengenai hasil-hasil analisis data yang telah dikemukakan sebelumnya yaitu sebagai berikut: a. Sumbangan Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada data Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan terhadap kemampuan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter diperoleh presentase sumbangan relatif sebesar 16.45 % dan sumbangan efektif 8.78 %. Hal ini membuktikan bahwa dari ketiga variabel yang diteliti, variabel Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan memberikan sumbangan yang sedang terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter. b. Sumbangan Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada data Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter diperoleh presentase sumbangan relatif sebesar 4.21 % dan sumbangan efektif 2.25 %. Hal ini membuktikan bahwa dari ketiga variabel yang diteliti, variabel Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan memberikan sumbangan yang paling kecil terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter.

63 c. Sumbangan VO 2 max terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter Berdasarkan analisis yang telah dilakukan terhadap data VO 2 max dengan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter diperoleh prosentase sumbangan relatif sebesar 79.34 % dan sumbangan efektif 42.34 %. Hal ini membuktikan bahwa dari ketiga variabel yang diteliti, variabel VO 2 max memberikan sumbangan yang paling besar terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter. d. Sumbangan Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan, Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan dan VO 2 max terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter Berdasarkan analisis yang telah dilakukan terhadap Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan, Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan dan VO 2 max terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter dapat diketahui bahwa ketiga variabel tersebut memberikan sumbangan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter sebesar 53.37 %. Hal ini membuktikan bahwa Rasio Rentang Lengan Tinggi Badan, Rasio Panjang Tungkai Tinggi Badan dan VO 2 max memberikan peranan yang cukup besar terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter. Kekurangan sumbangan yang diberikan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter dikarenakan masih banyak variabel bebas lain di luar dari ketiga variabel tersebut yang juga memberikan sumbangan terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 meter. e. Diskusi Secara teori dan mengkaji penelitian-penelitian yang sebelumnya dalam cabang olahraga renang, seharusnya dalam skripsi penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antar variabel-variabel bebas terhadap variabel terikatnya. Akan tetapi setelah dilakukan penelitian dan dilakukan olah data, ternyata hasil yang didapat berbeda dari hipotesis yang ada atau hipotesis tidak terbukti.

64 Untuk mengantisipasi kesalahan dalam penelitian ini maka dilakukan diskusi antara peneliti dan dosen penguji supaya tidak membuat salah penafsiran bagi orang yang membacanya. Dari hasil diskusi yang dilakukan ditetapkan bahwa hipotesis tidak terjadi bisa dikarenakan : 1) Kesalahan dalam pengambilan sampel. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa putra pembinaan prestasi renang JPOK FKIP UNS Tahun 2014. Dimana pembinaan prestasi renang diikuti mahasiswa semester genap yaitu semester 2, 4, 6 dan 8. Tentunya jika semua mahasiswa semester genap digunakan akan sangat mempengaruhi data penelitian, dikarenakan semester awal seperti semester 2 dan 4 kurang mahir dalam pengusaan teknik renang dibanding dengan semester atas seperti semester 6 dan 8 yang tentunya lebih baik dalam pengusaan teknik renang. Akan lebih baik jika sampel yang digunakan adalah semester atas seperti semester 6 dan 8 atau salah satu dari semester 6 atau 8 tersebut yang dalam penguasaan teknik renang lebih baik. 2) Kesalahan dalam pengambilan data. Terjadi kesalahan bisa karena ketidak telitian petugas dalam mengambil data-data pengukuran. Serta keseriusan dari sampel sendiri juga dapat mempengaruhi dalam pengambilan data.