BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

DAFTAR LAMPIRAN. Data Variabel Pertumbuhan Ekonomi Atas Dasar Harga Berlaku. Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Barat Tahun

Nama : Nurlita NPM : Pembimbing : Rini Tesniwati,SE.,MM

PENGARUH ATRIBUT PERUSAHAAN DAN FAKTOR AUDIT TERHADAP AUDIT KETERLAMBATAN (AUDIT DELAY) PADA INDUSTRI OTOMOTIF YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV PEMBAHASAN. Berdasarkan data olahan SPSS yang meliputi audit delay, ukuran

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Textile dan Otomotif yang terdaftar di BEI periode tahun

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun Pengambilan sampel

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Populasi dalam penelitian ini adalah PT. Bank Syariah Mandiri dan Bank

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Berikut adalah kriteria sampel yang digunakan dalam penelitian ini.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL UJI REGRESI PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY. Descriptive Statistics

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

: Suriana Juniarti NPM : Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Dr. Sugiharti Binastuti

PENGARUH MEKANISMECORPORATE GOVERNANCE, KUALITAS AUDITOR, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. atau populasi dan untuk mengetahui nilai rata-rata (mean), minimum, Tabel 4.1. Hasil Uji Statistik Deskriptif

Disusun oleh : Nama : Lonella Dwita NPM : Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Dr. Widyatmini, SE., MM.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang lebih sedikit. Hal ini

: Niken Kurniawati NPM :

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Perusahaan emiten manufaktur sektor (Consumer Goods Industry) yang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. periode dan dipilih dengan cara purposive sampling artinya metode

ANALISIS PENGARUH DANA PIHAK KETIGA, BI RATE DAN RETURN ON ASSETS (ROA) TERHADAP PEMBERIAN KREDIT PADA BANK BUMN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Hasil Statistik Deskriptif. Berdasarkan tabel 4.1 dapat diketahui bahwa dengan jumlah

DAFTAR LAMPIRAN. Kriteria Sampel Nama Provinsi

BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

DAFTAR LAMPIRAN. Data Variabel Pertumbuhan Ekonomi Atas Dasar Harga Berlaku. Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah Tahun

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Statistik deskriptif menggambarkan tentang ringkasan data-data penelitian

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK),

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun Berdasarkan


BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. Statistik Deskriptif menjelaskan karakteristik dari masing-masing

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Pada Rumah Makan Ayam Bakar Kia-Kila

CHAIRUNNISA NURSANI

LAMPIRAN. 1. Data Bank Umum Syariah. Sukuk Ritel (dalam jutaan) Ukuran Perusahaan DPK. Bagi Hasil (dalam jutaan) Suku Bunga.

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. variabel terikat adalah sebagai berikut : Hasil statistik deskriptif pada tabel 4.1 menunjukkan :

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Objek penelitian ini adalah perusahaan LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek

BAB IV HASIL PENELITIAN

Fildza Aqmarina Imanda. II. KERANGKA PEMIKIRAN DAN PERUMUSAN HIPOTESIS Adapun kerangka pemikiran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGARUH LABA BERSIH, ARUS KAS OPERASI, ARUS KAS INVESTASI DAN ARUS KAS PENDANAAN TERHADAP DIVIDEN KAS PADA PERUSAHAAN FARMASI DI BURSA EFEK INDONESIA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode

PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP PRODUKTIVITAS PADA SEKTOR MANUFAKTUR DI INDONESIA

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. penelitian ini meliputi jumlah sampel (N), nilai minimum, nilai maksimum,

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1. Analisis Descriptive Statistics. N Minimum Maximum Mean LDR 45 40,22 108,42 75, ,76969

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. dimana metode yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu suatu metode

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. pembahasan ditampilkan secara sendiri-sendiri. Penelitian ini mengunakan alat

BAB 4 ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN. Penggunaan analisis statistik deskriptif untuk memberikan gambaran data yang akan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. menjelaskan karakteristik sampel terutama yang mencakup nilai rata-rata (mean),

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV. Tabel 4.1. dan Pendapatan Bagi Hasil. Descriptive Statistics. Pembiayaan_Mudharabah E6 4.59E E E9

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. data dari perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (penawaran saham

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. barang konsumsi yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia pada tahun Tabel 4.1

BAB IV ANALISA DAN HASIL PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh GCG dan Manajemen Risiko

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. data jadi jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 sampel. Tabel 4.1. Kriteria Pemilihan Sampel

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum.

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. mudah dipahami dan diinterprestasikan. Pengujian ini bertujuan untuk

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 ANALISIS DATA. Statistika Deskriptif merupakan hal serangkaian teknik statistika yang

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. saham pada perusahaan food and beverages di BEI periode Pengambilan. Tabel 4.1. Kriteria Sampel Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN

Transkripsi:

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Obyek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah pemerintah daerah kabupaten/kota di Indonesia pada tahun 2014. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 69 pemerintah kabupaten/kota di Indonesia yang dipilih secara purposive sampling. Rincian jumlah pemerintah kabupaten/kota yang memenuhi kriteria dalam pengambilan sampel dapat dilihat pada tabel 4.1 Tabel 4.1 Prosedur Pemilihan Sampel No Keterangan Total 1 Pemerintah kabupaten / kota yang terdaftar pada 508 Tahun 2014 2 Pemerintah kabupaten / kota yang belum menyusun (38) LKPD tahun 2014 dan belum diaudit BPK 3 Pemerintah kabupaten/kota yang tidak mengalami (401) audit delay 4 Jumlah outlier 5 Jumlah Sampel 54 Berdasarkan tabel 4.1 total pemerintah kabupaten/kota di indonesia pada tahun 2014 berjumlah 508. Namun, berdasarkan pemilihan sampel yang dilakukan peneliti terdapat 69 pemerintah daerah yang memenuhi kriteria penelitian. Hasil penelitian ini setelah diolah ternyata terdapat 5 outlier. Sehingga hasil akhir sampel penelitian berjumlah 64 sampel. 34

35 B. Uji Kualitas Instrumen Dan Data 1. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif pada penelitian ini menyajikan jumlah data, nilai minimum, nilai maksimum, nilai rata-rata (mean) dan simpangan baku (standar deviation) dari variabel independen dan variabel dependen. Berikut adalah hasil statistik deskriptif penelitian ini: Tabel 4.2 Descriptive Statistics Std. Deviation N Minimum Maximum Mean AUD 64 1 33 16,84 10,105 SIZE 64 25,31 29,83 28,0567,74835 MDR 64,01,95,0778,11695 TMN 64 4 32 14,73 5,541 OPAUD 64 0 1,23,427 JML_ET 64 18 151 52,12 25,818 Valid N (listwise) 64 Berdasarkan Tabel 4.2 dapat diketahui bahwa sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 64 sampel. Variabel AUD (Audit Delay), sebagai variabel dependen memiliki rata-rata waktu 16,84 hari, waktu paling cepat adalah 1 hari sedangkan waktu paling lama adalah 33 hari dengan standar deviasi sebesar 10,10. Variabel independen penelitian ini terdiri dari SIZE, MDR, TMN, OPAUD, dan JML_ET. Variabel pertama yaitu SIZE (Ukuran Pemerintah Daerah) berkisar antara minimum 25,3 hingga maksimum 29,8 dengan nilai rata-rata sebesar 28,057 dengan standar deviasi 0,7484. Variabel MDR (Kemandirian Daerah) memiliki nilai

36 minimum sebesar 0,01 hingga nilai maksimum 0,95 dengan standar deviasi 0,11695. Variabel TMN (Jumlah Temuan Audit) memiliki jumlah temuan paling sedikit sebesar 4 kasus dan temuan terbanyak sebesar 32 kasus dengan rata-rata 14,73 kasus dan standar deviasi 5,541. Variabel OPAUD (Opini Audit) memiliki nilai rata-rata sebesar 0,59 dengan nilai minimum sebesar 0 nilai maksimum sebesar 1, dan standar deviasi 0,427. Variabel JML_ET (Jumlah Entitas Akuntansi) memiliki nilai minimum sebesar 18 entitas hingga nilai maksimum 151 entitas dengan rata-rata sebesar 52,12 dan standar deviasi 25,818. 2. Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi uji normalitas, uji heteroskedastisitas, dan uji multikolinearitas a. Uji Normalitas Uji Normalitas digunakan untuk mengetahui tingkat distribusi normal variabel yang digunakan dalam model regresi. Dalam penelitian ini, uji yang digunakan adalah One-Sample Kolmogorov Smirnov Test. Berikut adalah hasil uji normalitas dalam penelitian ini: Tabel 4.3 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 64 Normal Parameters a,b Mean,0000000 Std. Deviation 8,75933849 Most Extreme Differences Absolute,081 Positive,073 Negative -,081 Test Statistic,081 Asymp. Sig. (2-tailed),200 c,d

37 Berdasarkan tabel 4.3 dapat diketahui bahwa data berdistribusi normal. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji K-S Uji K-S yang menunjukkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) di atas lebih tinggi daripada tingkat signifikansi 0,05 yaitu sebesar 0,200. b. Uji Multikolinearitas Uji Multikolinieritas dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Uji ini dapat dilihat dari nilai Variance Inflation Factor (VIF) dan nilai Tolerance, dimana jika nilai VIF < 10 dan nilai Tolerance> 0,10 maka tidak terjadi masalah multikolinieritas. Berikut adalah hasil uji multikoliniearitas dalam penelitian ini: Tabel 4.4 Coefficients a Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Collinearity Statistics Std. Model B Error Beta t Sig. Tolerance VIF 1 (Constant) 68,288 48,328 1,413,163 SIZE -1,773 1,728 -,131-1,026,309,791 1,264 MDR -16,538 9,872 -,191-1,675,099,992 1,008 TMN -,323,237 -,177-1,365,178,770 1,299 OPAUD 9,639 2,991,407 3,223,002,811 1,233 JML_ET,040,050,103,795,430,778 1,285 a. Dependent Variable: AUD Berdasarkan Tabel 4.4 dapat diketahui bahwa kelima variabel independen tidak memiliki masalah multikolinearitas karena memiliki nilai tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10. Maka

38 dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengalami multikolinearitas antar variabel independen. c. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Uji ini dilakukan dengan uji Glejser yaitu dengan meregres variabel independen dengan absolute residual. Berikut adalah hasil uji heteroskedastisitas pada penelitian ini: Tabel 4.5 Coefficients a Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model B Std. Error Beta t Sig. 1 (Constant) -16,850 25,810 -,653,516 SIZE,941,923,147 1,020,312 MDR -2,158 5,272 -,053 -,409,684 TMN -,103,126 -,119 -,812,420 OPAUD -1,452 1,597 -,130 -,909,367 JML_ET -,005,027 -,025 -,172,864 a. Dependent Variable: ABS_RES Berdasarkan tabel 4.5 dapat diketahui bahwa model penelitian yang digunakan terbebas dari masalah heteroskedastisitas. Hal ini dapat dilihat dari signifikansi variabel SIZE (Ukuran Pemerintah Daerah), MDR (Kemandirian Daerah), TMN (Jumlah Temuan Audit), OPAUD (Opini Audit), dan JML_ET (Jumlah Entitas Akuntansi) diatas 0,05.

39 C. HASIL PENELITIAN (UJI HIPOTESIS) 1. Uji Koefisiensi Determinasi (R 2 ) Uji Koefisien determinasi (R2 ) digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Berikut adalah hasil uji koefisien determinasi dalam penelitian ini: Tabel 4.6 Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1,499 a,249,184 9,129 a. Predictors: (Constant), JML_ET, MDR, OPAUD, SIZE, TMN Berdasarkan tabel 4.6 didapatkan hasil bahwa besarnya koefisien determinasi (Adjusted R2 ) adalah 0,184 atau 18,4%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen SIZE (Ukuran Pemerintah Daerah), MDR (Kemandirian Daerah), TMN (Jumlah Temuan Audit), OPAUD (Opini Audit), dan JML_ET (Jumlah Entitas Akuntansi) dapat menjelaskan variabel dependen AUD (Audit Delay) sebesar 18,4% dan sisanya 81,6% (100%-18,4%) dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian. 2. Uji signifikansi simultan (Uji F) Uji F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Hasil uji signifikan simultan (Uji F) ditunjukkan pada Tabel 4.7.

40 Tabel 4.7 ANOVA a Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 1598,699 5 319,740 3,837,005 b Residual 4833,739 58 83,340 Total 6432,438 63 a. Dependent Variable: AUD b. Predictors: (Constant), JML_ET, MDR, OPAUD, SIZE, TMN Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai F sebesar 3,837 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,005 <α (0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa variabel independen yang teridiri dari ukuran pemerintah, kemandirian daerah, temuan audit, opini audit, dan jumlah entitas akuntansi secara bersama sama berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu audit delay. 3. Uji Parsial (Uji t) Uji t dilakukan guna mengetahui pengaruh signifikansi masingmasing variabel independen yang terdiri dari ukuran pemerintah, tingkat kemandirian daerah, temuan auditor, opini auditor, dan entitas akuntansi terhadap variabel dependen yaitu audit delay dalam persamaan regresi. Tabel 4.8 Coefficients a Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Collinearity Statistics Model B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF 1 (Constant) 68,288 48,328 1,413,163 SIZE -1,773 1,728 -,131-1,026,309,791 1,264 MDR -16,538 9,872 -,191-1,675,099,992 1,008 TMN -,323,237 -,177-1,365,178,770 1,299 OPAUD 9,639 2,991,407 3,223,002,811 1,233 JML_ET,040,050,103,795,430,778 1,285 a. Dependent Variable: AUD

41 Berdasarkan Tabel 4.8 dapat diketahui bahwa persamaan regresinya adalah sebagai berikut: AUD = 68,288 1,773 SIZE 16,538 MDR 0,323 TMN +9,639 OPAUD + 0,40 JML_ET + e Dari hasil persamaan regresi linier berganda menggunakan uji parsial (uji t) yang dilakukan dapat diketahui pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen secara sebagai berikut : a. Hasil Uji Hipotesis 1 Berdasarkan hasil uji parsial yang di tunjukkan Tabel 4.8, variabel ukuran pemerintah (SIZE) memiliki koefisiensi regresi sebesar 1,773 dengan nilai signifikansi 0,309 > α(0,05), maka dapat diartikan bahwa Ukuran pemerintah tidak berpengaruh terhadap audit delay. Dengan demikian untuk Hipotesis pertama (H 1 ) yang menyatakan bahwa Ukuran pemerintah berpengaruh positif terhadap audit delay ditolak. b. Hasil Uji Hipotesis 2 Berdasarkan hasil uji parsial yang di tunjukkan Tabel 4.8, variabel kemandirian daerah (MDR) memiliki koefisiensi regresi sebesar 16,538 dengan nilai signifikansi 0,099 > α(0,05), maka dapat diartikan bahwa kemandirian daerah tidak berpengaruh terhadap audit delay. Dengan demikian untuk Hipotesis kedua (H 2 ) yang

42 menyatakan kemandirian daerah berpengaruh negatif terhadap audit delay ditolak. c. Hasil Uji Hipotesis 3 Berdasarkan hasil uji parsial yang di tunjukkan Tabel 4.8, variabel temuan audit (TMN) memiliki koefisiensi regresi sebesar 0,323 dengan nilai signifikansi 0,178 > α(0,05), maka dapat diartikan bahwa maka dapat diartikan temuan audit tidak berpengaruh terhadap audit delay. Dengan demikian untuk Hipotesis ketiga (H 3 ) yang menyatakan temuan audit berpengaruh positif terhadap audit delay ditolak. d. Hasil Uji Hipotesis 4 Berdasarkan hasil uji parsial yang di tunjukkan Tabel 4.8, variabel opini audit (OPAUD) memiliki koefisiensi regresi sebesar 9,639 dengan nilai signifikansi 0,002 < α(0,05), maka dapat diartikan bahwa maka dapat diartikan bahwa opini audit berpengaruh positif terhadap audit delay. Dengan demikian untuk Hipotesis keempat (H 4 ) yang menyatakan opini audit berpengaruh positif terhadap audit delay diterima. e. Hasil Uji Hipotesis 5 Berdasarkan hasil uji parsial yang di tunjukkan Tabel 4.8,

43 variabel jumlah entitas akuntansi (JML_ET) memiliki koefisiensi regresi sebesar 0,40 dengan nilai signifikansi 0,430 > α(0,05), maka dapat diartikan bahwa maka dapat diartikan bahwa jumlah entitas akuntansi tidak berpengaruh terhadap audit delay. Dengan demikian untuk Hipotesis kedua (H 2 ) yang menyatakan jumlah entitas akuntansi berpengaruh positif terhadap audit delay ditolak. D. Pembahasan 1. Pengaruh Ukuran Pemerintah Daerah Terhadap Audit Delay Uji hipotesis pertama menunjukkan bahwa ukuran pemerintah daerah tidak berpengaruh terhadap audit delay. Hasil ini dibuktikan dari hasil regresi yang menunjukkan koefisiensi regresi sebesar 1,773 dengan nilai signifikansi 0,309 > α(0,05). Sehingga Hipotesis pertama yang menyatakan ukuran pemerintah daerah berpengaruh positif terhadap audit delay ditolak. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian dari Itsniawan dan Suranta (2015), fachrurozi (2014) dan Muladi (2014) yang menyatakan bahwa ukuran pemerintah daerah tidak berpengaruh terhadap audit delay. Beberapa penelitian sebelumnya seperti penelitian yang dilakukan Boyton dan Kell (1996) dalam Halim (2000) menyatakan bahwa suatu entitas yang besar maka cakupan audit yang dilakukan akan semakin besar sehingga akan mempengaruhi lamanya audit delay. Namun penelitian tersebut

44 biasanya dilakukan pada sektor swasta dan pada pemerintahan di luar negeri dimana audit di pemerintah daerah dilakukan oleh KAP yang memiliki fleksibilitas waktu audit. Hal tersebut berbeda dengan audit pada pemerintah daerah di Indonesia, dimana hasil audit yang dilakukan oleh BPK dilaksanakan paling lambat dua bulan sejak tahun anggaran berakhir. Sehingga hal itu dapat mempengaruhi auditor BPK untuk melaksanakan audit secara tepat waktu (Itsniawan dan Suranta, 2015). 2. Pengaruh Kemandirian Daerah Terhadap Audit Delay Uji hipotesis kedua menunjukkan bahwa kemandirian daerah tidak berpengaruh terhadap audit delay. Hasil ini dibuktikan dari hasil regresi yang menunjukkan koefisiensi regresi sebesar 16,538 dengan nilai signifikansi 0,099 > α(0,05). Sehingga Hipotesis kedua yang menyatakan kemandirian daerah berpengaruh negatif terhadap audit delay ditolak. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian dari Cohen dan Laventis (2012) yang menyatakan bahwa kemandirian daerah tidak berpengaruh terhadap audit delay. Hal ini mengindikasikan bahwa peran kemandirian daerah dalam meningkatkan kemampuan keuangan pemerintah yang nantinya akan berdampak pada kemampuan pengelolaan keuangan daerah yang baik sehingga audit delay dapat diminimalisir belum dapat berfungsi sebagai mana mestinya. Menurut Rozai dan Subagyo (2015) Hal ini dimungkinkan karena baik

45 pemerintah yang memiliki tingkat kemandirian yang tinggi maupun rendah dalam pelaksanaan anggaran belanja biasanya cenderung sama yaitu rendah di awal tahun dan menumpuk di akhir tahun (Rozai dan Subagyo, 2015). Dengan menumpuknya pelaksanaan anggaran di akhir tahun ini secara tidak langsung akan mempengaruhi penyampaian laporan keuangan, sehingga baik pemerintah daerah yang memiliki tingkat kemandirian yang tinggi maupun rendah dapat sama-sama melakukan keterlambatan penyampaian laporan audit yang nantinya akan dapat berdampak pada terjadinya audit delay. 3. Pengaruh Temuan Audit Terhadap Audit Delay Uji hipotesis kedua menunjukkan bahwa temuan audit tidak berpengaruh terhadap audit delay. Hasil ini dibuktikan dari hasil regresi yang menunjukkan koefisiensi regresi sebesar 0,323 dengan nilai signifikansi 0,178 > α(0,05). Sehingga Hipotesis ketiga yang menyatakan temuan audit berpengaruh positif terhadap audit delay ditolak. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Nugroho (2014), selain itu penelitian Andriani (2012) juga mendukung hal tersebut. Menurut Andriani (2012), hal ini kemungkinan besar dapat terjadi dikarenakan pengukuran variabel temuan hanya menggunakan jumlah kasus dalam temuan audit saja. Jumlah kasus dalam temuan audit ini dapat tidak mempresentasikan angka sebenarnya, karena jumlah temuan yang banyak belum tentu nilainya material. Sehingga

46 meskipun jumlah kasus temuan audit banyak namun terdapat beberapa kasus yang dimungkinkan nilainya tidak material bagi pemerintahan tersebut, maka prosedur tambahan yang perlu dilakukan oleh auditor tidak terlalu kompleks sehingga audit delay dapat terminimalisir. 4. Pengaruh Opini Audit Daerah Terhadap Audit Delay Uji hipotesis keempat menunjukkan bahwa opini audit berpengaruh positif terhadap audit delay. Hasil ini dibuktikan dari hasil regresi yang menunjukkan koefisiensi regresi sebesar 9,639 dengan nilai signifikansi 0,002 < α(0,05). Sehingga Hipotesis keempat yang menyatakan opini audit berpengaruh positif terhadap audit delay diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Muladi (2012) dan Armansyah dan Kurnia (2012) yang menyatakan bahwa opini audit berpengaruh positif terhadap audit delay, artinya audit delay akan relatif lama pada pemerintah daerah yang mendapat opini selain. Menurut Payne dan Jensen (2002) Hal ini dapat terjadi karena pada opini selain unqualified opinion seperti opini qualified opinion yang diberikan, mengindikasikan selama proses pemeriksaan laporan keuangan, auditor melakukan prosedur tambahan. Sedangkan pemerintah daerah yang mendapatkan unqualified opinion dapat menekan terjadinya audit delay karena auditor telah yakin bahwa daerah telah melaksanakan akuntansinya secara baik sehingga prosedur tambahan tidak dibutuhkan.

47 5. Pengaruh Jumlah Entitas Akuntansi Terhadap Audit Delay Uji hipotesis kedua menunjukkan bahwa jumlah entitas akuntansi tidak berpengaruh terhadap audit delay. Hasil ini dibuktikan dari hasil regresi yang menunjukkan koefisiensi regresi sebesar 0,40 dengan nilai signifikansi 0,430 > α(0,05) Sehingga Hipotesis kelima yang menyatakan jumlah entitas akuntansi berpengaruh positif terhadap audit delay ditolak. Penelitian ini sejalan dengan hasil yang di dapat oleh fachrurozi (2014) dan Itsniawan dan Suranta (2015) bahwa jumlah entitas akuntansi tidak berpengaruh terhadap audit delay. Menurut Itsniawan dan Suranta (2015) hal ini terjadi karena semakin sedikit jumlah entitas akuntansi yang dimiliki pemerintah daerah tidak selalu berdampak pada terminimalisirnya audit delay. Jumlah entitas yang sedikit juga dapat mengakibatkan beban pada tiap entitas menjadi lebih berat sehingga dalam pelaporannya entitas tersebut menjadi kurang efektif.