BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN. diskriptif yaitu suatu metode penelitian yang berusaha mendeskripsikan atau

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. yang sedang diteliti. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT dan Importance

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Gambar 2.5 Diagram Analisis SWOT

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. survei. Menurut Masri Singarimbun (1989:4), penelitian survei dapat digunakan

BAB III METODE PENELITIAN DAN ANALISIS DATA

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

III. METODE KAJIAN. B. Pengolahan dan Analisis Data

BAB III METODE PENELITIAN. atau Sagela Pengucapaan yang sering di pakai masyarakat Gorontalo ini, terletak

III. METODE KAJIAN A. Pengumpulan data B. Metode Analisis

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB. III METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN PARIWISATA SPIRITUAL

Sumber: Anonim (2011) Gambar 2. Peta Lokasi Ocean Ecopark Ancol

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. research) menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif

3.1. Tempat dan Waktu Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. yang terletak di Kecamatan Samarang Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di lokasi perusahaan Bintang Gorontalo dan waktu

KAJIAN EFEKTIFITAS OPERASIONAL TERMINAL MADYOPURO MALANG

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian merupakan segala sesuatu yang mencakup

III. METODOLOGI PENELITIAN. Kabupaten Pesawaran. Penelitian ini dilakukan Bulan Januari-April 2015.

BAB III METODE PENELITIAN. diteliti oleh penulis. Lokasi penelitian dilakukan di Swalayan surya pusat

METODE Lokasi dan Waktu Teknik Sampling

BAB III METODE PENELITIAN. metode analisis deskriptif dimana dalam metode ini penelitan bersifat

BAB III METODE PENELITIAN. berada di Jalan Lembah Pakar Timur 28, Dago Bandung. 2 Masa Bimbingan. 5 Kuesioner. 6 Pengolahan Data.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. mengidentifikasi jenis-jenis makanan tradisional, persepsi wisatawan terhadap

BAB III METODE PENELITIAN. daya tarik wisata budaya yang lebih baik. Dalam pengembangan ini perlu

III. METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan batasan operasional ini meliputi pengertian yang digunakan

IV METODE PENELITIAN. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur.

BAB III METODOLOGI. 3.1 Lokasi dan Waktu Magang Kegiatan magang ini berlokasi di permukiman Telaga Golf Sawangan, yang terletak di Depok.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Analisis SWOT (strengths-weaknessesopportunities-threats)

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam era globalisasi saat ini, bidang pariwisata pantai merupakan salah satu kegiatan atau hal yang mempunyai

BAB III METODE PENELITIAN. Mamuju, mengambil fokus peningkatan kualitas SDM. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2016.

BAB III METODOLOGI. (BPS) dan instansi terkait lainnya. Data yang digunakan adalah PDRB atas dasar

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III. METODE PENELITIAN 1.1. METODE DAN PROSEDUR PELAKSANAAN STUDI. merumuskan studi ini adalah metode deskriptif kualitatif.

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mulya Kencana Kecamatan Tulang Bawang

BAB III METODE PENELITIAN

III METODE PENELITIAN. Daerah penelitian adalah wilayah pesisir di Kecamatan Punduh Pidada,

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penelitian ini berlokasi di Kawasan Wisata Pantai Tanjung Pasir,

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB III METODE PENELITIAN. subjek penelitian dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan

BAB III METODE PENELITIAN. Sanjiwani yang berlokasi di Jalan Ciung Wanara Nomor 2, Kabupaten

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Martadinata No. 81, Malang. Adapun dasar dari pemilihan Bank Rakyat Indonesia

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian menurut Mc Millan dalam Ibnu Hadjar adalah rencana

Gambar 3.1 Denah Lokasi Alam Wisata Cimahi

N = Ukuran populasi. IFE, EFE, SWOT dan QSP. Beberapa metode analisis yang digunakan dapat. a. Analisis Deskriptif. Keterangan : n = Jumlah sampel

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II KERANGKA TEORI. dunia bisnis. Tujaun tersebut hanya dapat dicapai memalui usaha mempertahankan dan

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

EVALUASI KINERJA PENYULUH DAN PENENTUAN PENGEMBANGAN STRATEGI KINERJA PENYULUH PERTANIAN ORGANIK ATAS DASAR FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL KOTA BATU

BAB III METODOLOGI. Gambar 4. Peta Lokasi Penelitian: Masterplan Sentul City (Atas); Jalur Sepeda Sentul City (Bawah) Tanpa Skala

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB III METODOLOGI. Gambar 2. Peta Jakarta Timur Gambar 3. Pata Lokasi Taman Mini Indonesia (Anonim, 2010b) Indah (Anonim, 2011)

III. METODOLOGI PENELITIAN

IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2. Metode Penentuan Sampel

III. METODE PENELITIAN. yang harus di kembangkan dalam Pariwisata di Pulau Pasaran.

METODOLOGI PENELITIAN

BAB II KAJIAN TEORI. bagi suatu perusahaan untuk tetap survive di dalam pasar persaingan untuk jangka panjang. Daya

STRATEGI PEMASARAN DEALER YAMAHA AMIE JAYA UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN MENGGUNAKAN MATRIKS BCG DAN ANALISIS SWOT

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. tepatnya di Jalan Raya Soekarno-Hatta Km 30, PO BOX 119 Ungaran, 50501

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE KAJIAN A. Pengumpulan Data Pengumpulan data yang digunakan adalah : 1. Pengumpulan data primer melalui survei lapangan, wawancara

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. BPK-RI Perwakilan Provinsi Lampung didirikan pada tanggal 7 Juni 2006, berdasarkan Surat

IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2 Metode Penentuan Sampel

BAB IV PEMBAHASAN ANALISIS SWOT MENARA SUCI TOUR AND TRAVEL DAN SHAFIRA TOUR AND TRAVEL. Pendapatan Jumlah jamaah Pendapatan Jumlah

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV ANALISIS PELAKSANAAN DAN DAMPAK KONSELING KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA BAGI REMAJA DI KECAMATAN ULUJAMI KABUPATEN PEMALANG

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Analisis SWOT Deskriptif Kualitatif untuk Pariwisata

METODE PENELITIAN. Lokasi dan Waktu Penelitian

BAB VII FORMULASI DAN PEMILIHAN STRATEGI. oleh perusahaan. Pengidentifikasian faktor-faktor eksternal dan internal dilakukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN

Gambar 2 Tahapan Studi

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif yaitu metode

MATERI 3 ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Seminar Nasional IENACO ISSN: STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING DESTINASI WISATA DAERAH TERTINGGAL

III. METODOLOGI A. KERANGKA PEMIKIRAN

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini bersifat diskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian deskriptif digunakan bertujuan agar peneliti dapat menggambarkan dengan lebih baik sifat-sifat yang diketahui keberadaannya serta relevan dengan variabel-variabel yang diteliti. B. Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di kawasan wisata Pantai Kartini Jawa Tengah.Lokasi tersebut dijadikan sebagai objek penelitian karenaobjek wisata yang indah dan menarik sertaadanya potensi cukup besar untuk menjadikan kawasan Pantai Kartini ini sebagai pariwisata islami. C. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data perimer merupakan data yang diperoleh melalui interaksi secara langsung kepada responden dengan melakukan wawancara dan dibantu dengan menggunakan kuisioner yang diberikan kepada pengelola kawasan wisata Pantai Kartini. Sedangkan data sekunder merupakan data yang diperoleh dari suatu instansi, serta sumber pustaka yang ada. D. Teknik Pengambilan Sampel Menurut Kusmayadi (2004) populasi adalah keseluruhan elemen sejenis, akan tetapi dapat dibedakan satu sama lain karena adanya nilai karakteristik 33

34 yang berlainan. Populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat sekitar kawasan wisata Pantai Kartini dan pengunjung. Sampel adalah bagian dari populasi yang dianggap mewakili karakteristik suatu populasi (kusmayadi, 2004). Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu random sampling, yaitu metode pengambilan sampel dimana semua individu memiliki kesempatan untuk dijadikan elemen populasi. Mudahnya pengambilan sampel akan meminimalisir kesalahan klarifikasi. Setiap elemen dalam populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih atau teknik pengambilan sampel berdasarkan siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dan bersedia untuk dijadikan responden. Penentuan sampel yang dicari dengan memakai rumus Slovin, yaitu : Keterangan : n : Jumlah sampel yang akan diteliti N :Jumlah populasi (warga disekitar kawasan Pantai Kartini tahun 2015) e : Persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih ditolerir (ditetapkan 10%) E. Metode Pengumpulan Data Metode dalam pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. Wawancara, yaitusalah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan jalan bertanya langsung kepada informanatau responden.

35 2. Metode Study Kepustakaan, merupakan taknik pengumpulan data dengan cara membaca penelitian-penelitian terdahulu yang berhubungan dengan permasalahan yang sedang diteliti. 3. Kuisioner, merupakan suatu cara untuk memperoleh informasi dengan memberikan daftar yang berisikan rangkaian pertanyaan mengenai suatu masalah kepada responden yang akan dijadikan sampel. 4. Dokumentasi, teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan literatur-literatur dari perpustakaan, informasi-informasi tertulis baik dari internet atau instansi terkait yang berhubungan dengan penelitian untuk mendapatkan data sekunder. F. Definisi Operasional Variabel Penelitian Untuk menghindari pengertian antara konsep satu dengan yang lainnya agar tidak terjadi kesalah pahaman. Maka istilah yang digunakan dalam penelitian ini diberi batasan sebagai berikut : 1. Pariwisata, merupakan suatu proses kegiatan berkunjung seseorang atau lebih ke luar daerah tempat tinggalnya karena beberapa alas an pribadi, biasanya kebanyakan orang berpariwisata untuk mendapatkan ketenangan jasmani dan rohani. 2. Wisata Islami, kegiatan pariwisata yang dilakukan seseorang baik muslim maupun non-muslim atau disediakan oleh pemerintah, msyarakat, dan lembaga yang didukung berbagai layanan dan fasilitas sesuai dengan syariat islam.

36 3. Potensi wisata, segala sesuatu yang ada dan dimiliki suatu tempat yang menjadi tujuan daerah wisata dan menjadi daya tarik bagi para wisatawan agar berkunjung ke wilayah tersebut. 4. Strategi Pengembangan, serangkaian keputusan yang dibuat untuk mengoptimalkan suatu keunggulan dalam mendapatkan pencapaian secara maksimal sesuai dengan tujuan dan sasaran. 5. Objek Wisata, merupakan segala sesuatu baik tempat atau keadaan alam yang dikembangkan agar menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk mau berkunjung kesuatu tempat atau wilayah. G. Alat Analisis Dalam penelitian ini, metode yang dipilih dan digunakan untuk menganalisis data agar lebih mudah dibaca dan dipahami adalah: 1. Analisis Deskriptif Analisis deskriptif adalah tipe penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran secara jelas mengenai objek yang diteliti dan berusaha melihat fenomena yang terjadi dengan rencana yang telah dibuat sebelumnya khususnya peran pemerintah daerah dalam pengembangan pariwisata dengan maksud didalam melihat fenomena rencana yang telah dibuat dan kenyatann di lapangan tidak selalu dapat dan cukup didapat dengan melihat sesuatu yang nyata, akan tetapi perlu pula melihat sesuatu yang bersifat tersembunyi, dan harus melacaknya lebih jauh ke balik sesuatu yang nyata tersebut (Itamar, 2016).

37 Tujuannya adalah agar pembaca mengetahui secara garis besar mengenai objek penelitian dengan data yang diperoleh melalui hasil dokumentasi, catatan observasi, data resmi berupa dokumen atau arsip, memorendum dalam proses pengumpulan data dan semua pandangan yang diperoleh dari manapun serta dicatat. 2. Analisis Importance Performance Analysis (IPA) Analisis ini mengaitkan antara tingkat kepentingan (importance) suatu atribut yang dimiliki obyek tertentu dengan kenyataan atau kinerja (performance) yang dirasakan oleh pengguna. Langkah pertama untuk analisis IPA yaitu dengan mencari harga kesesuaian.tingkat kesesuaian merupakan perbandingan hasil antara skor kinerja yang memberikan kepuasan pengunjung dengan skor kepentingan. Dengan huruf X sebagai kinerja dan huruf Y sebagai kepentingan. Adapun rumus yang digunakan yaitu : Dengan = Tingkat Kesesuaian Responden = Skor Penilaian Kinerja = Skor Penilaian Kepentingan Langkah kedua adalah menghitung rata-rata tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan untuk setiap item dari atribut dengan rumus: Dengan = Bobot rata-rata tingkat kepuasan item ke-i

38 = Bobot rata-rata tingkat kepentingan item ke-i n = Jumlah responden/sampel Langkah selanjutnya adalah menghitung rata-rata tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan untuk keseluruhan item dengan rumus: dengan: = Nilai rata-rata kepuasan item = Nilai rata-rata kepentingan item p Nilai = Jumlah item ini memotong tegak lurus pada sumbu horizontal, yakni sumbu y mencerminkan kepuasan item (x) sedangkan nilai memotong tegak lurus padasumbu vertikal, yakni sumbu yang mencerminkan kepentingan item (y).setelah diperoleh bobot kepuasan dan kepentingan item serta nilai rata-rata kepuasan dan kepentingan item, kemudian nilainilai tersebut diplotkan kedalam diagram kartesius seperti yang ditunjukan pada gambar 3.1. Untuk menginterpretasikan grafik IPA, maka grafik IPA dibagi menjadi empat buah kuadran berdasarkan hasil pengukuran importance performance sebagaimana terlihat pada gambar 3.1.

39 Kuadran IV ( Prioritas Utama) Kuadran I ( Pertahankan prestasi) Impor- tance y Kuadran III ( Prioritas Rendah) ( Berlebihan) Kuadran II Gambar 3.1 Pembagian Kuadran Importance Performan Analysis Diagram Importance-Performance Analysis (IPA) ini (Gambar 3.1) terdiri dari empat kuadran, yaitu: a. Kuadran I, wilayah yang memuat item-item yang memiliki tingkat kepentingan relatif tinggi dengan tingkat kepuasan yang relatif tinggi pula. Item yang masuk kuadran ini dianggap sebagai faktor penunjang bagi kepuasan pengguna sehingga harus tetap dipertahankan karena semua item ini menjadikan produk atau jasa tersebut unggul di mata pengguna. Performance x Sumber : Supranto (2001) dalam ihsani (2005) b. Kuadran II, wilayah yang memuat item-item dengan tingkat kepentingan yang relatif rendah dan dirasakan oleh pengguna terlalu berlebihan dengan tingkat kepuasan yang relatif tinggi. Biaya yang

40 digunakan untuk menunjang item yang masuk kuadran ini dapat dikurangi agar dapat menghemat biaya pengeluaran. c. Kuadran III, wilayah yang memuat item-item dengan tingkat kepentingan yang relatif rendah dan kenyataan kinerjanya tidak terlalu istimewa dengan tingkat kepuasan yang relatif rendah. Item yang masuk kuadran ini memberikan pengaruh sangat kecil terhadap manfaat yang dirasakan oleh pengguna d. Kuadran IV, wilayah yang memuat item-item dengan tingkat kepentingan yang relatif tinggi tetapi kenyataannya belum sesuai dengan harapan pengguna. Item-item yang masuk kuadran ini harus segera ditingkatkan kinerjanya. 3. Analisis SWOT Analisa SWOT yaitu identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan.analisa ini didasarkan melalui hubungan atau interaksi antara unsur-unsur internal, yaitu kekuatan dan kelemahan, terhadap unsur-unsur eksternal yaitu peluang dan ancaman (Rangkuti, 2006). Analisis SWOT hanya mendeskripsikan situasi yang terjadi bukan sebagai pemecah masalah. Beberapa pemahaman mengenai pengertian kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman menurut Robinson dan pearce, 2003 sebagai berikut :

41 a. Eksternal 1) Peluang (Opportunity) Peluang merupakan sebuah sistuasi yang bersifat positif yang akan dihadapi oleh suatu organisasi, ketika dapat memanfaatkannya dengan baik maka peran dalam mencapai tujuan organisasi akan terwujud. Opportunity merupakan peluang suatu organisasi dalam meningkatkan kualitasnya. Kecenderungan penting merupakan salah satu sumber peluang.identifikasi pasar yang awalnya terabaikan, perubahan pada situasi persaingan atau peraturan perubahan teknologi, serta membaiknya hubungan dengan pembeli atau pemasok dapat memberikan peluang bagi perusahaan. Komponen yang termasuk didalamnya: Kerjasama dengan institusi pendidikan, balai pengobatan dan rumah sakit rujukan. 2) Ancaman/Hambatan (Threat) Hambatan yaitu suatu kendala yang bersifat negatif yang akan dihadapi oleh suatu organisasi, apabila suatu hambatan dapat dihadapi, maka besar peranannya dalam mencapai tujuan organisasi. Ancaman (Threat) merupakan ancaman untuk organisasi baik itu dari luar maupun dari dalam.ancaman merupakan pengganggu utama bagi posisi perusahaan. Komponen didalamnya antara lain: Adanya saingan baru, tuntutan masyarakat, perubahan teknologi, serta peraturan baru atau yang direvisi dapat menjadi ancaman bagi keberhasilan perusahaan.

42 b. Internal 1) Kekuatan (Strength) Kekuatan adalah berbagai macam kelebihan yang bersifat khas yang dimiliki suatu organisasi, yang apabila dapat dimanfaatkan akan berperan besar, tidak hanya untuk memperlancar berbagai kegiatan suatu organisasi, tetapi juga dalam mencapai tujuan yang dimilliki oleh suatu organisasi. Kekuatan yang dimaksud yaitu kelebihan organisasi ketika mengelola kinerja di dalamnya. Komponen yang termasuk dalam Strength antara lain: Sumber Daya Manusia, letak yang strategis, sumber daya keuangan, manajemen, ciri khas organisasi yang sulit ditiru oleh pesaing. 2) Kelemahan (Weakness) Kelemahan adalah berbagai macam kekurangan yang bersifat khas yang dimiliki oleh suatu organisasiyang akan berperan besar ketika dapat diatasi dengan baik. Tidak hanya dalam memperlancar berbagai macam kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi, tetapi juga dalam mencapai tujuan yang dimililiki oleh organisasi tersebut. Komponen yang termasuk didalamnya dapat berupa fasilitas, kapabilitas manajemen dan pemasaran.

43 EFAS IFAS Tabel 3.1 Matrik SWOT Kekuatan / Strength (S) Kelemahan / Weakness (W) Peluang / Opportunities (O) Strategi ( SO ) Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang Strategi ( WO ) Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang Ancaman / Treath (T) Strategi ( ST ) Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman Sumber : Badar, F (2012) dalam Wahid (2015) Strategi ( WT ) Ciptakan strategi yang bersifat defensif dan meminimalkan kelemahan serta menghindari ancaman Matriks ini dapat menghasilkan empat kemungkinan yakni : a) Strategi SO. Strategi ini dibuat dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesarbesarnya b) Strategi ST. Adalah strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi ancaman c) Strategi WO. Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada d) Strategi WT. Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif (bertahan) dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.

44 4. Analisis Trend Linier Trend adalah sebuah gerakan kecenderungan naik atau turun dalam jangka panjang yang diperoleh dari rata-rata perubahan dari waktu ke waktu dan memiliki nilai yang cukup rata atau mulus. Trend yang menurun disebut trend negative, dan trend meningkat disebut dengan trend positif. Trend menunjukkan perubahan waktu yang relative panjang dan stabil.kekuatan yang dapat mempengaruhi trend adalah perubahan populasi, teknologi, harga, dan produktifitas. Metode trend dalam penelitian ini akan menggunakan metode trend linier dan trend non linier (kuadratik). Metode ini dapat diaplikasikan apabila pola data permintaan secara konsisten naik atau turun. Metode yang utama yang dikenal dan digunakan secara luas dalam metode ini adalah regresi. Berikut adalah rumus regresi linier sederhana y = a + bx, dengan Dimana, y = nilai peramalan (variabel yang dicari trend nya) a = konstanta/ nilai trend pada periode tertentu b = nilai kemiringan/ perubahan trend n = jumlah data, x=variabelwaktu

45