dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV ANALISIS DAN HASIL DATA

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB IV HASIL SIMULASI DAN KINERJA SISTEM

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Saat pengujian perbandingan unjuk kerja video call, dibutuhkan perangkat

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB IV HASIL YANG DIHARAPKAN

BAB III METODE PENGEMBANGAN

MODUL 9 PENGUKURAN QoS STREAMING SERVER

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

ANALISA PERFORMANSI LIVE STREAMING DENGAN MENGGUNAKAN JARINGAN HSDPA. Oleh : NRP

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

diperoleh gambaran yang lebih baik tentang apa yang terjadi di jaringan dan dapat segera diketahui penyebab suatu permasalahan.

BAB 4. Setelah melakukan perancangan topologi untuk merancang sistem simulasi pada

BAB III METODE PENELITIAN. sebelumnya yang berhubungan dengan VPN. Dengan cara tersebut peneliti dapat

ANALISIS KINERJA TRAFIK WEB BROWSER DENGAN WIRESHARK NETWORK PROTOCOL ANALYZER PADA SISTEM CLIENT-SERVER

BAB I PENDAHULUAN. di mana awalnya konsep jaringan komputer ini hanya untuk memanfaatkan suatu

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS HASIL IMPLEMENTASI

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. perangkat software dan hardware untuk mendukung dalam penelitian analisis

BAB IV ANALISA PENGUNAAN FRAME RELAY. 4.1 Proses percobaan Penggunaan Frame Relay. Pada proses penganalisaan ini penulis melakukan tes untuk

BAB IV PENANGANAN GANGGUAN DAN. PERFORMANCE MONITORING PADA LINK EoS

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA DATA

ANALISIS KINERJA TRAFIK VIDEO CHATTING PADA SISTEM CLIENT-CLIENT DENGAN APLIKASI WIRESHARK

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. jaringan. Topologi jaringan terdiri dari 3 client, 1 server, dan 2 router yang

UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO. STUDI PERBANDINGAN KUALITAS JARINGAN VoIP PADA STANDART WIRELESS a, b, dan g.

BAB 4. ANALISA. 4.1 Analisa Pengujian Pemilihan Jalur Pengiriman Data

BAB 4 PERANCANGAN. 4.1 Perancangan dan Analisa Skenario

BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN PENGAMATAN. dan pengamatan yang dilakukan terhadap analisis bandwidth dari sistem secara

Implementasi Sinkronisasi Uni-Direksional antara Learning Management System Server dan User pada Institusi Pendidikan Berbasis Moodle

BAB III ANALISIS METODE DAN PERANCANGAN KASUS UJI

BAB IV PEMBAHASAN. 4.1 File Trace Input

1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Membedakan Bandwidth, Speed dan Throughput 12 OKTOBER 2011

BAB III ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN. berlangsung di TELKOM R&D Center PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk Jl.

Uji Performansi Jaringan menggunakan Kabel UTP dan STP

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Bab I PENDAHULUAN. Voice over Internet Protocol (VoIP) adalah teknologi yang mampu

BAB 3 ANALISA DAN RANCANGAN MODEL TESTBED QOS WIMAX DENGAN OPNET. menjanjikan akses internet yang cepat, bandwidth besar, dan harga yang murah.

B A B IV A N A L I S A

BAB 1 PENDAHULUAN. dinamakan hotspot. Batas hotspot ditentukan oleh frekuensi, kekuatan pancar

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

TUGAS UTS MENGHITUNG THROUGHPUT DAN UTILISASI BANDWIDTH DARI APLIKASI VIDEO STREAMING YOUTUBE


BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. mendapat perbandingan unjuk kerja protokol TCP Vegas dan UDP dengan

IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN

Perangkat pendukung dan tools yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Tools Laptop Kabel Ethernet sebagai media Logi

Integrasi Aplikasi Voice Over Internet Protocol (VOIP) Dengan Learning Management System (LMS) Berbasis

BAB 4 ANALISA DATA. Gambar 4.1 Tampilan pada Wireshark ketika user melakukan register. 34 Universitas Indonesia

STUDY ANALISIS QOS PADA JARINGAN MULTIMEDIA MPLS

BAB I PENDAHULUAN. harinya menggunakan media komputer. Sehingga banyak data yang disebar

BAB I PENDAHULUAN. informasi yang memiliki dan menyediakan layanan-layanan beraneka ragam,

BAB I PENDAHULUAN. Dengan semakin majunya teknologi telekomunikasi, routing protocol

PERBANDINGAN KINERJA JARINGAN METROPOLITAN AREA NETWORK DENGAN INTERNET PROTOCOL VERSI 4 DAN VERSI 6

BAB 4 PERANCANGAN JARINGAN DAN EVALUASI. penulis memilih untuk merancang topologi jaringan yang baru dengan

Nama : Naufal Fazanny Wafda NPM : Jurusan : Teknik Informatika Pembimbing : Cut Asiana Gemawati, S.Kom., MMSI

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Sebelum melakukan simulasi dan analisis perbandingan unjuk kerja

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam Tugas Akhir ini adalah studi

ANALISIS LAYANAN VIDEO PADA JARINGAN ATM DENGAN MULTIPROTOCOL LABEL SWITCHING

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Terdahulu

BAB I PENDAHULUAN. yang cukup besar untuk kemajuan dunia telekomunikasi. Di dalam dunia

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB IV DISKRIPSI KERJA PRAKTEK

QUALITY OF SERVICE PADA WIRELESS BTS DENGAN MANAJEMEN BANDWIDTH SIMPLE QUEUE

Ridwansyah, ST MT. Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika Fakultas Teknik UNM

Analisis Quality of Service Video Streaming Berbasis Web

BAB 3 Metode dan Perancangan 3.1 Metode Top Down

BAB 4 IMPLEMENTASI SISTEM. mendukung proses implementasi, antara lain: Operating System yang digunakan pada komputer Server.

BAB IV SIMULASI DAN ANALISA

3. Metode Perancangan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

ANALISIS QUALITY OF SERVICE JARINGAN WIRELESS SUKANET WiFi DI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UIN SUNAN KALIJAGA

Bab 3 Parameter Simulasi

ANALISIS KINERJA JARINGAN MULTIPROTOCOL LABEL SWITCHING (MPLS) UNTUK LAYANAN VIDEO STREAMING

ANALISIS QUALITY OF SERVICE (QoS) JARINGAN INTERNET DI SMK TELKOM MEDAN

ANALISIS KUALITAS LAYANAN VIDEO CALL MENGGUNAKAN CODEC H.263 DAN H.264 TERHADAP LEBAR PITA JARINGAN YANG TERSEDIA

PACKET SWITCHING. Rijal Fadilah

Bab III PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

Gambar 3.1 Alur Penelitian

BAB III PERANCANGAN DAN SIMULASI SOFTSWITCH. suatu pemodelan softswitch ini dilakukan agar mampu memenuhi kebutuhan

PRAKTIKUM 14 ANALISA QoS JARINGAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Perancangan Sistem dan Blok Diagram Sistem. diagram seperti yang terlihat seperti Gambar 3.1.

BAB III IMPLEMENTASI DAN PERENCANAAN

ANALISA PERFORMANSI APLIKASI VIDEO CONFERENCE PADA JARINGAN MULTI PROTOCOL LABEL SWITCHING [MPLS] ANITA SUSANTI

BAB III METODOLOGI. beragam menyebabkan network administrator perlu melakukan perancangan. suatu jaringan dapat membantu meningkatkan hal tersebut.

HASIL DAN PEMBAHASAN. Grafik Komposisi Protokol Transport

ANALISA KINERJA AD-HOC ON DEMAND DISTANCE VECTOR (AODV) PADA KOMUNIKASI VMES

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN I-1

ANALISA PERFORMANSI LIVE STREAMING DENGAN MENGGUNAKAN JARINGAN HSDPA

ANALISIS KINERJA JARINGAN MULTIPROTOCOL LABEL SWITCHING (MPLS) UNTUK LAYANAN VIDEO STREAMING

Quality of Service. Sistem Telekomunikasi Prodi S1 Informatika ST3 Telkom Purwokerto

BAB I PENDAHULUAN. Analisis Kinerja Protocol SCTP untuk Layanan Streaming Media pada Mobile WiMAX 3

Transkripsi:

BAB V ANALISA HASIL IMPLEMENTASI Analisa ini dilakukan dengan tujuan membandingkan hasil perancangan yang dijelaskan pada bab sebelumnya dimana parameter yang diukur adalah throughput dan delay. 5.1 Hasil Analisa Throughput (Main link) Pengukuran dilakukan dengan menggunakan beban yang berbeda-beda, dimulai dengan beban 20MB, 40MB, dan 60MB. Tujuannya adalah penulis akan ingin memastikan apakah beban juga berpengaruh terhadap hasil pengukuran ini atau tidak. Pertama-tama penulis mencoba menggunakan beban 20MB. Dibawah ini adalah capture pengetestan menggunakan aplikasi wireshark dengan summary (sumber: Wireshark Guide): 1. Time, berisi pengiriman paket dan paket diterima. 2. Capture, jenis operating system yang digunakan dan aplikasi capture yang digunakan. 3. Display, berisi : a. Packet, total paket yang dikirim (satuan KiloByte) b. Between first and last packet, waktu yang dibutuhkan untuk mengirim data. c. Avg Packets/sec, kecepatan rata-rata pengiriman paket perdetik. d. Avg Packet size, besaran paket yang dikirim sebelum dropping data. e. Bytes, paket yang diterima (satuan Byte). f. Avg bytes/sec, kecepatan rata-rata pengiriman data perdetik(satuan byte). 24

25 g. Avg Mbit/sec, kecepatan rata-rata pengiriman data perdetik(satuan Megabit). Gambar 5.1 Capture Pengetesan File Ukuran 20MB Perhitungan throughput:

26 Dari hasil diatas ditemukan dalam setiap detik file yang di transfer sebesar 6,5288 Mbps. Selanjutnya, percobaan dilakukan dengan menggunakan file sebesar 40MB dengan hasil: Gambar 5.2 Capture Pengetesan File Ukuran 40MB Dari gambar diatas hasil perhitungannya adalah sebagai berikut:

27 berikut: Percobaan selanjutnya dilakukan dengan file sebesar 60MB, dengan hasil Gambar 5.3 Capture Pengetesan File Ukuran 60MB Dari hasil pengujian dapat dihitung nilai throughputnya :

28 Untuk detail perbandingan bisa dilihat pada tabel dibawah dimana besaran file sangat berpengaruh terhadap throughput, semakin besar file maka throughput juga semakin besar. Tabel 5.1 Perbandingan Pengetesan Bandwidth No Bandwith Kapasitas File yang di transfer Hasil Perhitungan Throughput 1 10 Mb 20 MB 6,5288 Mbps 2 10 Mb 40 MB 7,9636 Mbps 3 10 Mb 60 MB 8,9989 Mbps Dari tabel diatas ditemukan nilai throughput yang berbeda dimana semakin besar file yang dikirim maka menghasilkan nilai throughput yang lebih besar pula. 5.2 Hasil Analisa delay (Main link) Untuk pengukuran delay masih menggunakan besaran file yang sama dengan pengukuran throughput sebelumnya. Berikut hasil perhitungannya: 1. File ukuran 20 MB 2. File ukuran 40 MB

29 3. File ukuran 60 MB Dari perhitungan diatas dapat dirangkum dalam tabel berikut: Tabel 5.2 Perbandingan Pengetesan Delay No Bandwidth Kapasitas File yang di Hasil Perhitungan Delay transfer Rata-Rata 1 10 Mb 20 MB 1,1788 ms 2 10 Mb 40 MB 0,9556 ms 3 10 Mb 60 MB 0,8552 ms Total Delay Dari tabel diatas, terlihat total delay semakin membesar ketika ukuran file semakin besar, namun untuk delay rata-rata semakin mengecil dikarenakan throughput semakin membesar ketika ukuran file yang dikirim semakin besar.

30 5.3 Hasil analisa throughput dan delay (backup link) Tujuan pengukuran ini adalah sebagai perbandingan dengan jalur sebelumnya dimana jalur sebelumnya melewati node yang lebih sedikit. Hal ini penting sebagai persiapan untuk antisipasi ketika jalur main link terjadi gangguan (misal: fiber Optic Cut).Perbandingan ini akan disampaikan sebelum serah terima jaringan agar ketika main link terjadi problem, user sudah aware dengan kondisi backup link. Penulis mengambil contoh dengan file ukuran 20 MB, berikut penjelasan mapping nya: Gambar 5.4 Switch Over To Backup Link Dari gambar diatas dijelaskan dimana trafik sebelumnya dilewatkan via main link (jalur selatan) dan dilakukan action force to protection via jalur backup (jalur utara). Kita analisa hasil throughput dan delay nya dengan cara yang sama seperti sebelumnya.

31 Gambar 5.5 Capture Pengetesan Jalur Backup Perhitungan throughput dan delay:

32 Tabel 5.3 Perbandingan Hasil Pengetesan Jalur Main Dan Backup NO Bandwidth Kapasitas file Delay (M) Throughput(M) (Mbps)/Percent Delay (P) Throughput (P) (Mbps)/Percent (ms) (ms) 1 10 Mb 20 MB 1,1788 6,5288/65,2% 1,279 5,9950 / 59% Dari tabel diatas, didapatkan hasil bahwa jalur Main link menghasilkan kualitas jaringan yang lebih bagus dibandingkan jalur backup/protection namun dengan perbedaan yang tidak begitu besar dikarenakan penggunaan SFP yang meminimalisir pebedaan kualitas jaringan dengan penambahan power level apabila jarak transmisi lebih jauh. Standarisasi perbandingan bisa dilihat di bab II mengenai dasar teori.