BAB V ANALISA HASIL IMPLEMENTASI Analisa ini dilakukan dengan tujuan membandingkan hasil perancangan yang dijelaskan pada bab sebelumnya dimana parameter yang diukur adalah throughput dan delay. 5.1 Hasil Analisa Throughput (Main link) Pengukuran dilakukan dengan menggunakan beban yang berbeda-beda, dimulai dengan beban 20MB, 40MB, dan 60MB. Tujuannya adalah penulis akan ingin memastikan apakah beban juga berpengaruh terhadap hasil pengukuran ini atau tidak. Pertama-tama penulis mencoba menggunakan beban 20MB. Dibawah ini adalah capture pengetestan menggunakan aplikasi wireshark dengan summary (sumber: Wireshark Guide): 1. Time, berisi pengiriman paket dan paket diterima. 2. Capture, jenis operating system yang digunakan dan aplikasi capture yang digunakan. 3. Display, berisi : a. Packet, total paket yang dikirim (satuan KiloByte) b. Between first and last packet, waktu yang dibutuhkan untuk mengirim data. c. Avg Packets/sec, kecepatan rata-rata pengiriman paket perdetik. d. Avg Packet size, besaran paket yang dikirim sebelum dropping data. e. Bytes, paket yang diterima (satuan Byte). f. Avg bytes/sec, kecepatan rata-rata pengiriman data perdetik(satuan byte). 24
25 g. Avg Mbit/sec, kecepatan rata-rata pengiriman data perdetik(satuan Megabit). Gambar 5.1 Capture Pengetesan File Ukuran 20MB Perhitungan throughput:
26 Dari hasil diatas ditemukan dalam setiap detik file yang di transfer sebesar 6,5288 Mbps. Selanjutnya, percobaan dilakukan dengan menggunakan file sebesar 40MB dengan hasil: Gambar 5.2 Capture Pengetesan File Ukuran 40MB Dari gambar diatas hasil perhitungannya adalah sebagai berikut:
27 berikut: Percobaan selanjutnya dilakukan dengan file sebesar 60MB, dengan hasil Gambar 5.3 Capture Pengetesan File Ukuran 60MB Dari hasil pengujian dapat dihitung nilai throughputnya :
28 Untuk detail perbandingan bisa dilihat pada tabel dibawah dimana besaran file sangat berpengaruh terhadap throughput, semakin besar file maka throughput juga semakin besar. Tabel 5.1 Perbandingan Pengetesan Bandwidth No Bandwith Kapasitas File yang di transfer Hasil Perhitungan Throughput 1 10 Mb 20 MB 6,5288 Mbps 2 10 Mb 40 MB 7,9636 Mbps 3 10 Mb 60 MB 8,9989 Mbps Dari tabel diatas ditemukan nilai throughput yang berbeda dimana semakin besar file yang dikirim maka menghasilkan nilai throughput yang lebih besar pula. 5.2 Hasil Analisa delay (Main link) Untuk pengukuran delay masih menggunakan besaran file yang sama dengan pengukuran throughput sebelumnya. Berikut hasil perhitungannya: 1. File ukuran 20 MB 2. File ukuran 40 MB
29 3. File ukuran 60 MB Dari perhitungan diatas dapat dirangkum dalam tabel berikut: Tabel 5.2 Perbandingan Pengetesan Delay No Bandwidth Kapasitas File yang di Hasil Perhitungan Delay transfer Rata-Rata 1 10 Mb 20 MB 1,1788 ms 2 10 Mb 40 MB 0,9556 ms 3 10 Mb 60 MB 0,8552 ms Total Delay Dari tabel diatas, terlihat total delay semakin membesar ketika ukuran file semakin besar, namun untuk delay rata-rata semakin mengecil dikarenakan throughput semakin membesar ketika ukuran file yang dikirim semakin besar.
30 5.3 Hasil analisa throughput dan delay (backup link) Tujuan pengukuran ini adalah sebagai perbandingan dengan jalur sebelumnya dimana jalur sebelumnya melewati node yang lebih sedikit. Hal ini penting sebagai persiapan untuk antisipasi ketika jalur main link terjadi gangguan (misal: fiber Optic Cut).Perbandingan ini akan disampaikan sebelum serah terima jaringan agar ketika main link terjadi problem, user sudah aware dengan kondisi backup link. Penulis mengambil contoh dengan file ukuran 20 MB, berikut penjelasan mapping nya: Gambar 5.4 Switch Over To Backup Link Dari gambar diatas dijelaskan dimana trafik sebelumnya dilewatkan via main link (jalur selatan) dan dilakukan action force to protection via jalur backup (jalur utara). Kita analisa hasil throughput dan delay nya dengan cara yang sama seperti sebelumnya.
31 Gambar 5.5 Capture Pengetesan Jalur Backup Perhitungan throughput dan delay:
32 Tabel 5.3 Perbandingan Hasil Pengetesan Jalur Main Dan Backup NO Bandwidth Kapasitas file Delay (M) Throughput(M) (Mbps)/Percent Delay (P) Throughput (P) (Mbps)/Percent (ms) (ms) 1 10 Mb 20 MB 1,1788 6,5288/65,2% 1,279 5,9950 / 59% Dari tabel diatas, didapatkan hasil bahwa jalur Main link menghasilkan kualitas jaringan yang lebih bagus dibandingkan jalur backup/protection namun dengan perbedaan yang tidak begitu besar dikarenakan penggunaan SFP yang meminimalisir pebedaan kualitas jaringan dengan penambahan power level apabila jarak transmisi lebih jauh. Standarisasi perbandingan bisa dilihat di bab II mengenai dasar teori.