Hotel Resort Di Gunungkidul

dokumen-dokumen yang mirip
6. BAB VI KONSEP PERANCANGAN PONDOK PESANTREN PENGHAFAL AL-QURAN

5 BAB V KONSEP DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. Adapun pengelompokkan jenis kegiatan berdasarkan sifat, yang ada di dalam asrama

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN V. KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:

BAB V KONSEP. V. 1. Konsep Dasar. Dalam merancang Gelanggang Olahraga di Kemanggisan ini bertitik

BAB VI HASIL RANCANGAN. Konsep perancangan yang digunakan adalah sustainable architecture

HOTEL RESOR DI PANTAI SIUNG GUNUNGKIDUL

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP. V. 1. Konsep Dasar. Dalam merancang Gelanggang Olahraga ini berdasarkan dari konsep

BAB IV PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA DI KELURAHAN KALIGAWE


BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. V. 1 Konsep Dasar Perencanaan dan Perancangan. mengenai isu krisis energi dan pemanasan global.

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

DAFTAR ISI. Halaman Judul Halaman Pengesahan Kata Pengantar Halaman Persembahan Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Bagan Daftar Tabel Abstraksi

DAFTAR ISI. Halaman HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN. iii PERNYATAAN KEASLIAN KARYA KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR. xiii DAFTAR TABEL.

BAB 6 HASIL RANCANGAN. Perubahan Konsep Tapak pada Hasil Rancangan. bab sebelumnya didasarkan pada sebuah tema arsitektur organik yang menerapkan

BAB V KONSEP PERENCANAAN

BAB V KONSEP. Gambar 5.1: Kesimpulan Analisa Pencapaian Pejalan Kaki

BAB IV KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB VI HASIL RANCANGAN. wadah untuk menyimpan serta mendokumentasikan alat-alat permainan, musik,

BAB VI HASIL PERANCANGAN

BAB 5 KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. Pemikiran yang melandasi perancangan dari proyek Mixed-use Building

BAB V K O N S E P P E R A N C A N G A N

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

SEKOLAH MENENGAH TUNANETRA BANDUNG

4 BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV: KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. menghasilkan keuntungan bagi pemiliknya. aktivitas sehari-hari. mengurangi kerusakan lingkungan.

BAB VI HASIL RANCANGAN. Perancangan Pusat Rekreasi Peragaan IPTEK ini terletak di Batu,karena

BAB V KONSEP PERANCANGAN. tema perancangan dan karakteristik tapak, serta tidak lepas dari nilai-nilai

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN. a. Aksesibilitas d. View g. Vegetasi

Bab V Konsep Perancangan

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB 5 KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. dengan lingkungannya yang baru.

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. dan juga tarian Swan Lake, maka tahap berikutnya adalah menerapkan

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. lingkungan maupun keadaan lingkungan saat ini menjadi penting untuk

Asrama Mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta

BAB VI HASIL RANCANGAN. ini merupakan hasil pengambilan keputusan dari hasil analisa dan konsep pada bab

BAB VI KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB VI HASIL RANCANGAN. Perancangan Kembali Citra Muslim Fashion Center di Kota Malang ini

BAB V KONSEP PERANCANGAN BANGUNAN

BAB V PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. Pelatihan

REDESAIN RUMAH SAKIT ISLAM MADINAH TULUNGAGUNG TA-115

BAB V KONSEP PERANCANGAN BANGUNAN

BAB V KONSEP. perencanaan Rumah Susun Sederhana di Jakarta Barat ini adalah. Konsep Fungsional Rusun terdiri dari : unit hunian dan unit penunjang.

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... iv DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR TABEL...

BAB V. KONSEP PERANCANGAN

KONSEP: KONTRADIKSI SPONTAN

BAB V KONSEP. dasar perencanaan Asrama Mahasiswa Binus University ini adalah. mempertahankan identitas Binus University sebagai kampus Teknologi.

DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL

BAB V KONSEP 5.1 Konsep Tata Ruang Luar Gambar 5.1 Skema Site Plan

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

Hotel Resor dan Fasilitas Wisata Mangrove di Pantai Jenu, Tuban

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN HOTEL

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. yang mampu mengakomodasi kebutuhan dari penghuninya secara baik.

Hotel Resor dan Wisata Budidaya Trumbu Karang di Pantai Pasir Putih Situbondo

BAB VI HASIL RANCANGAN. terdapat pada Bab IV dan Bab V yaitu, manusia sebagai pelaku, Stadion Raya

LAMPIRAN 1 PERAN ENERGI DALAM ARSITEKTUR

BAB VI KONSEP. Gambar 6.2 Penempatan Akses Masuk Sumber : Gregorius,

BAB V KONSEP 5.1 Konsep Makro Hotel Resort sebagai Fasilitas Akomodasi Penginapan Kelas Menengah ke Atas

BAB VI KONSEP RANCANGAN

RESOR PANTAI WEDI OMBO DI GUNUNG KIDUL, YOGYAKARTA

Jenis dan besaran ruang dalam bangunan ini sebagai berikut :

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN. merupakan salah satu pendekatan dalam perancangan arsitektur yang

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Dalegan di Gresik ini adalah difraksi (kelenturan). Konsep tersebut berawal dari

BAB IV ANALISA. seperti pencapaian lokasi hingga lingkungan yang memadai.

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN dan PERANCANGAN PUSAT PENDIDIKAN ANAK BERBASIS SENSOMOTORIK DI YOGYAKARTA

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN RUMAH SAKIT JIWA

SOLUSI VENTILASI VERTIKAL DALAM MENDUKUNG KENYAMANAN TERMAL PADA RUMAH DI PERKOTAAN

Bab IV. Konsep Perancangan

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. V.1. Dasar Perencanaan dan Perancangan. Kostel. yang ada didalam. Pelaku kegiatan dalam Kostel ini adalah :

BAB VI KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GRIYȀ PERNIKAHAN DI YOGYAKARTA

BAB IV KONSEP. Langkah-langkah untuk menerapkan Konsep Green Hospital, yaitu :

BAB V KAJIAN TEORI. Menurut Frick (1997), Ekologi dapat didefinisikan sebagai Ilmu yang. mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan

BAB V KONSEP. a. Memberikan ruang terbuka hijau yang cukup besar untuk dijadikan area publik.

Zona lainnya menjadi zona nista-madya dan utama-madya.

BAB VI KONSEP PERANCANGAN

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP DASAR DAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR

BAB V PROGRAM PERENCANAAN & PERANCANGAN KOLAM RENANG INDOOR UNDIP

BAB VI HASIL RANCANGAN

Transkripsi:

BAB VI KONSEP PERANCANGAN 6.1. Konsep Tapak Privat Semi Privat Publik Semi Publik Privat Semi Privat Privat Gambar 6.1. Konsep Tapak Pembagian tapak terbagi atas kebutuhan privasi tiap ruang berdasar kebutuhan akan visibilitas dan aksesibilitas. Akses utama berada pada sisi barat laut tapak. Akses kendaraan akan dibuat mengikuti kontur, sedangkan akses kendaraan akan dibuat memutari kontur. Zona publik ditempatkan pada sisi terendah (selanjutnya disebut elevasi pertama) tapak dengan pertimbangan kedekatan pada jalur akses keluar-masuk site. Zona semi publik berada pada elevasi kedua yang berdekatan dengan zona publik dan privat, zona semi publik dapat digunakan oleh pengunjung dan atau tamu inap yang ingin menggunakan fasilitas rekreasi dan olahraga pada zona ini tanpa mengganggu zona privat. Kenyamanan visibilitas dapat dinikmati oleh pengunjung dan atau tamu hunian 171

pada zona semi publik. Zona semi privat ditempatkan pada elevasi ketiga dan sengaja ditempatkan pada sisi belakang agar tidak mengganggu kenyamanan visibilitas dari tamu hunian di elevasi keempat ke pemandangan pantai dan zona semi publik. Zona privat berada pada elevasi keempat yang memiliki tingkat kenyamanan visibilitas tertinggi pada tapak, serta privasi aktifitas yang lebih terjaga. 6.2. Konsep Tata Massa Area Hunian yang memiliki kualitas view terbaik, mudah dijangkau secara spasial tetapi tidak secara visual. Area Penerimaan yang terlihat dari segala arah dan mudah dijangkau. Area Rekreasi privat yang mudah dijangkau pelaku tetapi tidak terlihat. Memiliki kualitas view maksimal. Function Room, memiliki kualitas visual yang rendah namun memiliki akses yang mudah dijangkau. Area Rekreasi dan Olah Raga, mudah dijangkau oleh pengunjung yang menginp maupun yang tidk menginap. Kualitas view dimaksimalkan. Area servis, memiliki kualitas visual yang rendah namun memiliki kemudahan akses ke segala arah. Ruang terbuka hijau, memiliki kemudahan akses visual dan spasial. Gambar 6.2. Konsep Tata Massa 172

Konsep tata massa di atas dirasa paling efektif dan efisien dalam visibiltas dan aksesibilitas. Penataan massa memberikan fleksibiltas dalam pergerakan mengingat tampak dibangun pada area berkontur. Selain itu kebutuhan air dengan kualitas maksimal diletakkan pada area tertinggi untuk menjaga kualitas air yang digunakan. 6.3. Konsep Sirkulasi Penonjolan fasade bangunan. Memaksimalkan view keluar tapak. Gambar 6.3. Konsep Sirkulasi Gambar 6.4. Jalur Sirkulasi pada Tapak 173

Gambar 6.5. Jalur Sirkulasi tertutup satu sisi pada Tapak Pada area koridor digunakan koridor tertutup salah satu sisinya sehingga air dapat mengalir jatuh agar dapat terjadi proses aerasi. Gambar 6.6. Jalur Sirkulasi Teratap pada Tapak Pada area koridor teratap, atap digunakan sebagai area tangkapan sehingga air yang jatuh pada sirklasi dapat ditampung untuk digunakan. Gambar 6.7. Jalur Sirkulasi Vertikal pada Tapak Pada area sirkulasi vertikal, air mengalir mengikuti kontur sehingga dapat mengalami proses aerasi. 174

Gambar 6.8. Jalur Sirkulasi sebagai Jalur Distribusi Air Pada area koridor, air mengalir mengikuti pola sirkulasi jalan menuju ke ruang-ruang yang membutuhkan air sehingga pengguna dapat merasakan pergerakan air pada jalur sirkulasi. 6.4. Konsep Ruang 6.4.1. Program Ruang Tabel 6.1. Program Ruang Unit Ruang Luas Unti Penerimaan Lobby 335,92 m 2 Unit Hunian Hunian 986,05 m 2 Unit Rekreasi dan Fitness 245,52 m 2 Olahraga Spa 88,4 m 2 Renang 554,71m2 Taman 1588,99 m 2 Unit Pengelola Kantor Pengelola 135,66 m 2 Unit Penunjang Restoran 479,6 m 2 Retail Shop 140,4 m 2 Function Room 211,59 m 2 Unit Pelayanan Dapur 54,03 m 2 Tata Graha 122,72 m 2 Utilitas 247,57 m 2 Unit Keamanan Pos Satpam 4,2 m 2 Unit Parkir Parkir 1690,27m 2 175

TOTAL 6885,63 m 2 6.4.2. Konsep Hubungan Ruang 1 6 5 2 3 7 8 4 9 10 11 12 Diagram 6.1. Konsep Hubungan Ruang Keterangan : 1. Pos Keamanan 2. LOBBY 3. Retail Shop 4. Kantor Pengelola 5. Restoran 6. Dapur 7. Fitness 8. Spa 9. Kolam Renang 10. Function Room 11. Hunian 12. Pelayanan (Servis) Berdasarkan analisis kebutuhan dan program ruang disimpulkan bahwa Hotel Resor di Pantai Siung, Gunungkidul, terdiri dari 4 zona yang di dalamnya 176

terdapat 5 kelompok ruang yang disusun berdasarkan urutan kegiatan dan fungsinya. 4 zona tersebut terdiri dari: 1. Zona Privat, terdiri dari unit hunian dan pelayanan. 2. Zona Semi Privat, terdiri dari unit penunjang (function room). 3. Zona Semi Publik, terdiri dari unit rekreasi dan olahraga. 4. Zona Publik, terdiri dari unit penunjang (restoran). Berdasarkan perhitungan besaran ruang, jumlah total besaran ruang yang dibutuhkan ialah 6885,63 m 2. Berdasarkan analisis kebutuhan air bersih disimpulkan bahwa Hotel Resor di Pantai Siung, Gunungkidul, terdiri dari 4 zona yang di dalamnya terdapat 5 kelompok ruang yang disusun berdasarkan urutan kegiatan dan fungsinya. 4 zona tersebut terdiri dari: 1. Zona Air Tinggi, terdiri dari unit pelayanan (Laundri) dan unit hunian. 2. Zona Air Sedang, terdiri dari unit rekreasi,unit olahraga, dan unit penunjang (restoran). 3. Zona Air Rendah, terdiri dari unit pengelola dan unit penunjang (function room). 6.5. Konsep Pengaruh Gubahan Massa dan Bentuk Terhadap Sistem Pemanfaatan Air Secara Optimal 6.5.1. Konsep Gubahan Massa Berdasarkan analisis tapak (kontur), sistem pengolahan air, organisasi dan kebutuhan ruang, maka gubahan massa jamak lebih tepat digunakan pada Hotel Resor di Pantai Siung dibanding gubahan massa tunggal. Gambar 6.9. Konsep Gubahan Massa Jamak 177

a. Pertimbangan kontur Massa jamak mendapatkan view ke segala arah, dapat memberikan sinar matahari menyeluruh terhadap bagian ruang dalam bangunan, menyesuaikan bentuk kontur sehingga tidak menutup permukaan tanah secara berlebihan. Pada lahan berkontur tajam dan sempit dapat menggunakan sistem terasering, sistem panggung, dan kantilever. b. Pertimbangan pengolahan air Kapasitas penampungan air dapat terbagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan pembagian massa bangunan. c. Pertimbangan organisasi dan kebutuhan ruang Ruang-ruang yang berada dalam massa tunggal dapat dibagi menjadi ruang-ruang yang terpisah ( massa jamak) sehingga kegiatan dalam hotel yang membutuhkan privasi tinggi dapat terakomodasi. 6.5.2. Konsep Bentuk a. Atap Bentuk atap pelana merupakan atap yang tepat untuk diterapkan pada bangunan di daerah beriklim tropis. Selain dapat menangkap air yang jatuh ke dalam bangunan, bentuk atap tersebut sesuai dengan kondisi atap sekitar tapak. Atap pelana dapat diterapkan pada area hunian, pengelola, dan servis. 178

b. Ruang Pada ruang dalam dimanfaatkan sebagai area penmpungan sehingga elemen air dapat digunakan sebagai unsur estetika dalam ruang. c. Pondasi Penempatan bak penampungan air pada area dasar bangunan dapat mengurangi beban struktur bangunan. Selain itu, suhu air dapat terjaga sehingga tidak terpengaruh ambien suhu udara sekitar tapak. 6.6. Konsep Penghawaan Penghawaan pada hotel resor memaksimalkan penghawaan alami mengingat kontur berada di tepi pantai. Pada ruang-ruang tertentu seperti function room akan dibantu dengan penghawaan buatan seperti AC (air-conditioning). Pada ruang-ruang yang memakai atap limasan akan memaksimalkan penghawaan alami dengan menggunakan atap bertingkat sebagai salah satu cara untuk mengalirkan udara panas keluar ruangan. Selain itu dapat juga menggunakan ventilasi pada sisi atas bangunan agar udara panas dapat mengalir.penutup atap dari bahan tanah atau keramik sangat baik untuk kenyamanan suhu ruang dalam karena memliki nilai hambatan hantaran panas yang tinggi dan memiliki kemampuan memantulkan panas yang baik. 179

Gambar 6.10. Sirkulasi Udara dalam Ruang Sumber : http://rencanarumah.com/solusi-untuk-memperlancar-sirkulasi-udarapada-rumah/sirkulasi-udara Bak penampungan air yang diletakkan di dasar bangunan dan kolam di sekitar tapak dapat membantu mereduksi panas matahari yang masuk ke dalam ruangan. Gambar 6.11. Kolam di dasar Bangunan Sirkulasi Udara Kolam Massa Bangunan Gambar 6.12. Kolam di sekitar Bangunan 180

Penggunaan tirai air sebagai salah satu elemen arsitektural dapat membantu penghawaan dalam bangunan. Gambar 6.13. Aplikasi Tirai Air pada Bangunan 6.7. Konsep Pencahayaan Pencahayaan pada hotel resor menggunakan pencahayaan alami dan buatan. Pada siang hari, pencahayaan akan memaksimalkan adanya matahari sebagai sumber cahaya alami. Pada malam hari, pencahayaan akan dibantu dengan pencahayaan bautan dengan menggunakan lampu. Keindahan lampu dapat dimanfaatkan sebagai daya tarik pada malam hari. Pendar-pendar lampu area bawah dapat terlihat pada area kontur atas, demikian juga sebaliknya, sehingga cahaya buatan dapat digunakan sebagai salah satu elemen estetika bangunan pada malam hari. 181

Gambar 6.14. Pencahayaan Alami Memaksimalkan bukaan sebagai salah satu cara pencahayaan alami selain menggunakan atap transparan. Gambar6.15. Atap dengan Material Transparan 182

6.8. Konsep Struktur Konsep struktur pada Hotel Resor di Pantai Siung menggunakan sistem pelat dinding sejajar yang melawan arah garis kontur pada lerengan merupakan solusi yang baik. Konsep sistem struktur meliputi konsep sistem pada tanah dan bangunan. Pada bangunan sistem struktur terdiri dari pondasi, kolom, balok dan rangka atap karena menggunakan sistem struktur rangka. Sistem struktur tanah terdiri dari dinding penahan gaya berat tanah. Bangunan menggunakan sistem struktur rangka. Sistem struktur rangka bangunan terdiri dari pondasi, kolom, balok dan rangka atap. Bangunan panggung dengan struktur Bangunan dengan pelat dinding penahan tanah terhadap lerengan. sejajar dan pondasi berbentuk tangga. Gambar 6.16. Pondasi Bangunan pada Kontur Sumber : Arsitektur Ekologis, Heinz Frick Gambar 6.17. Peletakan Massa terhadap Kontur 183

6.9. Konsep Air Bersih Sistem distribusi air bersih yang diterapkan adalah sistem Up Feet dan Down Feet. Sumber air bersih yang berasal dari air hujan dan air PAM akan disimpan pada ground tank kemudian akan dipompa untuk ditampung pada tangki atas yang diletakkan pada ketinggian tertentu. Air hujan Area Penangkapan Air Hujan Tangki Penjernihan Air PAM Tangki Air Bawah Pompa Distribusi Air Tangki Air Atas Diagram 6.2. Sistem Air Bersih 6.10. Sistem Air Kotor Pada sistem air kotor, area yang paling banyak menghasilkan air kotor adalah kamar mandi, laundri, dan restoran. Air kotor akan diolah menggunakan sewage water treatment plan dan digunakan kembali untuk flushing toilet dan air kolam pada taman. Air Kotor Grey Water Tank Water Treatment Plan Grey Water Reuse Roof Tank Pompa Distribusi Tangki Air Daur Ulang Diagram 6.3. Sistem Pengolahan Air Limbah 184

Gambar 6.18. Sistem Water Treatment Plan Sumber : Koleksi Penulis 6.11. Konsep Drainase Drainase merupakan rangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan/atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal. Pada bangunan Hotel Resor di Pantai Siung, konsep drainase akan digunakan kembali dan diletakkan pada daerah kontur yang lebih rendah dalam bentuk genangan kolam. 185

DAFTAR PUSTAKA Buku: Abornies Glenn, AIA dan Sundra Vlock 2001 dalam Chiara Joseph de dan Michael J. Crosbie, Time Sever Standars for Building types fourth editions, Mcgraw Hill, Singaphore. Panero, J dan Martin Zelnik, Dimensi Manusia dan Ruang Interior, Erlangga, Jakarta. Ching, F.D.K, 2007, Form Space and Order (Third edition), Wiley,Canada. White, Edward. T., 1985, Analisis Tapak Pembuatan Diagram Informasi Bagi Perancangan Arsitektur, Intermatra, Bandung. White, Edward. T. 1985, Tata Atur, ITB, Bandung. Juwana, Ir.Jimmy S. 2005. Panduan Sistem Bangunan Tinggi, Erlangga, Jakarta. Frick, Heinz / Purwanto, LMF.2006. Sistem bentuk struktur bangunan, Kanisius, Yogyakarta. Frick, Heinz / Mulyani, Tri Hesti. 2006. Arsitektur Ekologis, Kanisius, Yogyakarta. Winoto Basuki, Buku Air Hujan dan Kita, Kompas, Jakarta. Website: http://www.scribd.com/doc/50723324/4-sistem-penyaluran-air-limbah-dandrainase#open_download http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/index-rekayasa_lingkungan.htm http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/rekayasa_lingkungan/bab2_sistem_pe nyediaan_air_bersih.pdf http://www.scribd.com/doc/50723324/4-sistem-penyaluran-air-limbah-dandrainase#open_download www.aimyaya.com http://www.kelair.bppt.go.id

http://water.me.vccs.edu/courses/env115/lesson5.htm