BAB IV UJI COBA DAN IMPLEMENTASI

dokumen-dokumen yang mirip
PROTOTIPE ROBOT DENGAN SISTEM TERTANAM BERBASIS PEMROGRAMAN WEB TOTO

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT. Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai bagaimana alat dapat

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB V PENGUJIAN DAN ANALISIS. dapat berjalan sesuai perancangan pada bab sebelumnya, selanjutnya akan dilakukan

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB 3 PERANCANGAN ALAT

BAB IV PENERAPAN DAN ANALISA

PENGONTROLAN LAMPU LALU LINTAS BERBASIS WEB MENGGUNAKAN WIRELESS LAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM DAN PENGUJIAN. meliputi pembahasan mengenai proses perekaman gambar berdasarkan interval

TUGAS AKHIR PENGENDALIAN ROBOT MOBILE BERBASIS IP (Internet Protocol) MELALUI JARINGAN WIFI. Oleh: Gama Wardhana ( )

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT

PERANCANGAN PENGONTROL ROBOT BERKAMERA VIA JARINGAN INTERNET (TCP/IP)

Aplikasi Kamera Pemantau & Electrical Appliance Remote. Berbasis PC Menggunakan Microcontroller. Arduino Uno & LAN Connection

BAB III PERANCANGAN ALAT UKUR KECEPATAN PUTAR DENGAN MENGGUNAKAN ROTARY ENDOCER

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

PERANCANGAN SISTEM KENDALI GERAK PADA PLATFORM ROBOT PENGANGKUT

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

Manual Book SID-SEKOLAH Manual Book SID-SEKOLAH

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI ALAT

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA. komponen-komponen sistem yang telah dirancang baik pada sistem (input)

A. INSTALLASI SOFTWARE

Bab 4 Implementasi dan Evaluasi

BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK

BAB IV HASIL DAN UJI COBA. Berikut ini akan dijelaskan tentang tampilan hasil rancangan dari

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT

A. INSTALLASI SOFTWARE

BAB IV IMPLEMENTASI DAN UJI COBA

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

LAMPIRAN. Tabel.1. Tabel Daftar Komponen. Nama komponen Jenis komponen Jumlah komponen

JARINGAN KOMPUTER. Zaid Romegar Mair, S.T., M.Cs

4. Pilih direktori tempat penyimpanan lalu klik Lanjut. A. INSTALLASI SOFTWARE 1. Masukkan CD Program ke dalam CD ROM

BAB IV TESTING DAN IMPLEMENTASI

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. dan perangkat lunak yang digunakan. hasil rancangan yang ada. Halaman web dibuat dengan basis php

ROBOT PEMINDAH BARANG YANG DIKONTROL DAN DIMONITOR MELALUI JARINGAN INTERNET

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

DAFTAR ISI Daerah SR(Special Relay) Daerah TR(Tempory Relay) Daerah DM (Data Memory) Daerah HR(Holding Relay)..

Analisis Desain Sistem Web Kendali Kamera Pengawas Pada Ruang Server Berbasis Port Controlling

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. telah dibuat pada tahap tiga. Adapun kebutuhan software (perangkat lunak) dan

BAB I PENDAHULUAN E-15

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI PERANGKAT KERAS

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT. 3.1 Blok ahap ini akan diketahuin alurdiagram Rangkaian

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN. 1. Perangkat Keras a. Proscessor : Intel Core i M b. RAM : 2 GB c. Hardisk : 500 GB

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM. Tahap perancangan dalam pembuatan program merupakan suatu hal yang

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

Choirul Amri. I. Pendahuluan.

MEMBUAT JARINGAN WIFI ACCESS POINT-REPEATER WDS MENGGUNAKAN TP-LINK TL-WA801ND

ROBOT PENGHINDAR HALANGAN DENGAN MIKROKONTROLER AT89C51

Gambar 18. Koneksi Peer to Peer. Switch. Komputer B. Gambar 19. Topologi Star menggunakan 3 PC

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB IV PENGUJIAN RPBOT PENGHISAP DEBU

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

PERANCANGAN PROTOTIPE KONTROL MOBILE ROBOT PEMINDAH BENDA

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

PERCOBAAN 7 KOMUNIKASI WIRELESS MODE AD-HOC

MANAJEMEN CATU DAYA BERBASIS MIKROKONTROLER MELALUI MEDIA WEB DENGAN STUDI KASUS MANAJEMEN CATU DAYA ROUTER

PENGENDALI LAJU KECEPATAN DAN SUDUT STEERING PADA MOBILE ROBOT DENGAN MENGGUNAKAN ACCELEROMETER PADA SMARTPHONE ANDROID

SISTEM PENGENDALI PERALATAN RUMAH BERBASIS WEB

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

Iman Wibisono

BAB III PERANCANGAN Gambaran Alat

BAB IV ANALISA KERJA DARI SISTEM WIRELESS SENSOR NETWORK BERBASIS INTERNET PROTOCOL (IP) UNTUK PEMBACAAN TINGKAT POLUSI UDARA

CARA MEMASANG WIFI ACCESS POINT DENGAN MODEM

III. METODE PENELITIAN. Lampung dan di Masjid Al Wasi i Universitas Lampung dimulai pada bulan Maret

Wireless LAN. Reesa akbar EEPIS-ITS

LAMPIRAN 1. Instalasi Jaringan Wireless Bridge Instalasi dan Konfirgurasi TP-LINK TL-WR841ND 1. Persiapan Instalasi Jaringan pad Gedung

Manual Book SID-KOPERASI Manual Book SID-KOPERASI

BAB IV PERANCANGAN. 4.1 Flowchart

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

Manual Book SID RENTAL BUKU, by Manual Book SID RENTAL BUKU, by

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

RANCANG BANGUN ROBOT PENYEIMBANG BERBASIS ANDROID

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

Transkripsi:

BAB IV UJI COBA DAN IMPLEMENTASI Setelah melakukan pengumpulan kebutuhan dan membangun prototyping perancangan alat terhadap prototipe robot dengan sistem tertanam berbasis pemrograman web, langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian evaluasi dan implementasi prototyping terhadap sistem. Dalam tahap pengujian meliputi pengujian software dan hardware dengan tujuan untuk memastikan bahwa masukan yang didefinisikan akan menghasilkan keluaran sesuai dengan yang diharapkan. Sedangkan implementasi adalah merupakan suatu penerapan dari perancangan sistem yang sudah dilakukan sebelumnya, adapun tujuannya implemetasi disini adalah untuk mengkaji mengenai rangkaian sistem, baik software maupun hardware dalam bentuk satu kesatuan sistem informasi yang terpusat. 4.1. Uji Coba Setelah semuanya tersusun dengan baik, selanjutnya adalah melakukan serangkaian uji coba pada masing masing blok rangkaian yang bertujuan untuk mendapatkan kesesuaian spesifikasi, teori perancangan dan hasil yang didapat. Pada proses pengujian ini menggunakan metode black box testing hal ini bertujuan untuk menunjukan spesifikasi fungsional dari perangkat lunak, cara berjalannya aplikasi sistem yang dibuat, apakah data keluaran telah berjalan sebagaimana yang diharapkan pada perencanaan. Metode pengujian black box ini merupakan metode pengujian dengan program kasus pegujian yang berbasis spesifikasi dan pengujian dapat dilakukan pada saat proses pengembangan sistem. Dalam proses pengujian terhadap sebuah perangkat lunak harus ditetapkan kategori keberhasilan dalam setiap kasus yang diuji. Dapat dilihat pada tabel berikut ini 4.1.1. Uji Perangkat Lunak (Software) 69

70 Dalam pengujian perangkat lunak (software) ini terdiri dari beberapa tahapan antara lain: 4.1.1.1. Pengujian IP Addres Komputer Sebelum melakukan pengujian koneksi terlebih dahulu harus mengetahui ip address yang terdapat di komputer server yang menjadi pusat controlling untuk alat, yaitu dari command promt ketik ipconfig maka ip address komputer akan terlihat, apakah ip address sesuai dengan segmen ip yang terdapat di wireless access point dan mikrokontroler atau belum. Gambar 4.1. IP Address Komputer Server 4.1.1.2. Pengujian Koneksi Server ke Wireless Robot Dalam koneksi Server yang digunakan dengan Robot melalui Wireless Access Point sebagai penghubung, sangat mempengaruhi terhadap respon kontrol yang akan diberikan, oleh karena itu untuk mendapatkan hasil pengontrolan di butuhkan pengujian untuk mengetahui koneksinya, karena semakin jauh jarak Robot ke server sinyal akan semakin kecil dan sebaliknya. Wireless Lan pada server harus di berikan alamat IP Address 192.168.1.1, Subnet Mask 255.255.255.0 dan untuk alamat IP Address Wireless Access Point 192.168.1.7, Subnet Mask 255.255.255.0 dengan Gateway 192.168.1.1, sedangkan IP Address Mikrokontroler 192.168.1.8, Subnet Mask 255.255.255.0 dengan Gateway 192.168.1.1, dalam pengujian dilakukan proses ping dari Web Server ke Access Point dan Mikrokontroler yang ada di robot hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah koneksi antara web server dengan alat terhubung dengan baik.

71 Tabel 4.1 Pengujian Koneksi Server ke Robot Cara Pengujian Target yang harus dicapai Pengujian Ping dari Server Packets : Send = 4 ke Access Point Robot Recieve = 4, Lost = 0 Pengujian Ping dari Server Packets : Send = 4 ke Mikrokontroler Robot Recieve = 4, Lost = 0 Hasil yang didapat Packets : Send = 4 Recieve = 4, Lost = 0 Packets : Send = 4 Recieve = 4, Lost = 0 Gambar 4.2. Pengujian Ping dari Server ke AP Robot Gambar 4.3. Pengujian Ping dari Server ke Mikrokontroler Robot Dari hasil pengujian di dapatkan bahwa paket diterima 100% (seratus persen) oleh Robot maka Robot ini bisa di control secara sempurna, sedangkan

72 jarak wireless access point robot adalah sesuai standard access point yang di gunakan yaitu TP-Link TL-WA801ND. 4.1.1.3. Uji Web Berikut ini tahapan pengujian web pada masing-masing halaman, halaman web yang paling utama pada pengujian halam controlling robot karena hal ini merupakan uji coba koneksi antara alat robot wireless dengan apllikasi web apakah berjalan dengan baik atau tidak, berikut ini tampilan web controlling alat robot wireless nya. Gambar 4.4. Tampilan Utama Web Kontrol Wireless Robot Pada halama ini terdapat tombol about me, controlling dan logout, about me untuk menampilkan halaman about me, controlling untuk melakukan proses pengontrolan robot yang akan dilakukan oleh pengguna, logout untuk keluar dari web control dan video demo alat robot wireless untuk membuktikan bahwa alat sudah diimplementasikan dan jalan dengan baik.

73 Gambar 4.5. Tampilan halaman about me about me untuk menampilkan halaman biodata tentang penulis (nama, nim, jurusan, fakultas dan judul skripsi) pilih tomol home untuk kembali ke tampilan home web. Gambar 4.6. Tampilan room controller Untuk bisa masuk ke web kontrol masuk ke room controlling dan masukan username dan password (username : toto & password mercubuana) yang sudah di daftarkan terlebih dahulu untuk mengaksesnya.

74 Gambar 4.7. Tampilan Kontrol Web Server Wireless Robot Di dalam halaman web control ini terdiri dari lima tombol yaitu tombol up, down, stop, right, left. Tombol tombol ini berfungsi untuk mengontrol robot bergerak, tombol up untuk menggerakan robot bergerak maju, tombol down untuk menggerakan robot mundur, tombol stop untuk menghentikan pergerakan robot, tombol right untuk menggerakan robot belok kanan dan tombol left untuk menggerakan robot belok kiri. berikut ini hasil pengujiannnya. Tabel 4.2 Tabel Pengujian pada kontrol web Antar muka Cara yang diuji Pengujian Halaman Klik Tombol Controlling Up Klik Tombol Down Klik Tombol Stop Target yang harus dicapai Menggerakan robot untuk bergerak Maju Menggerakan robot untuk bergerak Mundur Menghentikan pergerakan robot Hasil yang didapat Robot bergerak Maju Robot bergerak Mundur Robot akan berhenti bergerak

75 Tabel 4.3 Lanjutan Tabel Pengujian pada kontrol web Klik Tombol Menggerakan robot Robot bergerak Right untuk bergerak Belok Kanan Belok Kanan Klik Tombol Menggerakan robot Robot bergerak Left untuk bergerak Belok Kiri Belok Kiri Dari hasil pengujian yang dilakukan pada aplikasi web dan alat robot diperoleh hasil yang sesuai dengan target yang harus dicapai ini berarti antara aplikasi dan alat wireless robot telah berjalan dengan baik. Dalam ujicoba mobilitas wireless robot, untuk gerak robot ke depan dan ke belakang tidak di temui kendala yang berarti, namun dalam pergerakan ke kanan dan ke kiri, Robot tidak bisa diatur posisinya karena terlalu cepat dalam pergerakannya. Hal tersebut dikarenakan belum adanya mekanisme belok yang ditentukan dalam bentuk sudut, sehingga robot akan berhenti bergerak ke kiri dan kanan sesudah perintah berhenti diterima. 4.1.1.4. Pengujian Koneksi Client ke Server Server dan klien harus terhubung dengan menggunakan komunikasi wireless LAN yang stabil karena jika tidak, dapat mempengaruhi pengiriman dan penerimaan data, saat hal itu tidak terpenuhi maka pengontrolan terhadap Wireless Robot akan terganggu atau terputus. Setelah komputer sharing dinyatakan siap komputer client memanggil alamat URL Server untuk mengakses komputer server. Klien harus login terlebih dahulu kedalam website LogIn, sebagai persyaratan untuk autentifikasi user. Dengan menggunakan koneksi wireless LAN ini komputer client bisa mengontrol dan mengendalikan robot seperti di kendalikan dari webserver, dan Respon yang di dapatkan cukup untuk pengontrolan Robot scara baik.

76 Gambar 4.8. Akses halaman Web Server 4.1.2. Uji Hardware 4.1.2.1. Pengujian Rangkaian Catu Daya Adaptor sebagai sumber daya merupakan bagian yang sangat penting dalam realisasi perangkat keras yang berupa motor Servo DC dan Wireless Access Point disini membutuhkan catu daya yang besarnya adalah +12 volt. Sedangkan pada rangkaian Mikrokontroler membutuhkan tegangan input +5 volt namun untuk tenaga kerja Mikrokontroler sendiri +4,5V s/d +5,5V Volt sehingga dibutuhkan penurun tegangan dengan menggunakan IC Regulator 7805. Gambar 4.1 adalah merupakan gambar catu daya berikut dengan titik yang berikan dengan tanda angka yang kemudian akan ditampilkan dari hasil pengujian tersebut berdasarkan angka yang tertera pada rangkaian tersebut. Gambar 4.9. Pengujian Catu Daya

77 Dari hasil pengujian pada rangkaian diatas didapatkan hasil yang terukur sebenarnya adalah sebagai berikut : Tabel 4.4 Pengujian Catu Daya No Target yang harus Pengujian dicapai Pengukuran pada Output tegangan 1 point (1) +12 Volt Pengukuran pada Output tegangan +5 2 point (2) Volt Pengukuran pada Output tegangan +5 3 point (3) Volt Hasil yang didapat Output tegangan + 12 Volt Output tegangan + 5 Volt Output tegangan + 5 Volt 1. Hasil pengukuran antara Point (1) yang merupakan keluaran dari Adaptor 5,5 Ah dengan ground (-) mendapatkan hasil + 12 Volt. 2. Hasil untuk pengukuran catu daya Aki pada Point (2), (3) dengan (-) mendapatkan hasil + 5 volt. Dari hasil pengujian rangkaian catu daya didapatkan hasil yang masih dalam batas toleransi yang diizinkan, sehingga pada rangkaian catu daya ini sudah dapat digunakan dengan baik. 4.1.2.2. Pengujian Driver Motor Rangkaian Driver Motor ini merupakan jembatan yang menghubungkan antara rangkaian Mikrokontroler yang menerima inputan perintah dari Server sehingga bisa membuat motor servo bergerak sesuai dengan arah yang yang ditentukan. Dalam pengujiannya akan di berikan bit 1 dan 0 pada port input IC driver motor sehingga pergerakan motor dapat terlihat.

78 Gambar 4.10. Pengujian Driver Motor Table 4.5 Pengujian Driver Motor No Pengujian Target yang harus dicapai Hasil didapat yang 1 Pemberian Bit 0 pada Pin 2 dan Bit 0 pada Pin 7 Motor A Tidak Bergerak Motor A Tidak bergerak 2 Pemberian Bit 1 pada Pin 2 dan Bit 0 pada Pin 7 Motor A Berputar Clockwise Motor A Berputar Clockwise 3 Pemberian Bit 0 pada Pin 2 dan Bit 1 pada Pin 7 Motor A Berputar Anti Clockwise Motor A Berputar Anti Clockwise 4 Pemberian Bit 0 pada Pin 10 dan Bit 0 pada Pin 15 Motor B Tidak Bergerak Motor B Tidak bergerak 5 Pemberian Bit 1 pada Pin 10 dan Bit 0 pada Pin 15 Motor B Berputar Clockwise Motor B Berputar Clockwise 6 Pemberian Bit 0 pada Pin 10 dan Bit 1 pada Pin 15 Motor B Berputar Anti Clockwise Motor B Berputar Anti Clockwise Dari pengujian yang dilakukan dengan pemberian bit 0 dan 1 pada kombinasi masing port input pada driver motor di peroleh hasil pengujian bahwa rangkaian Driver motor siap di gunakan karena setiap logika bit yang dibutuhkan sudah sesuai.

79 4.1.2.3. Pengujian Rangkaian Mikrokontroler Pengujian pada rangkaian mikrokontroler ini dilakukan untuk dapat memastikan apakah rangkaian ini dapat bekerja sesuai dengan instruksi yang sudah diberikan. Untuk dapat mengaktifkan rangkaian ini, pertama yang dilakukan adalah memberikan teganan kerja sebesar 5 volt pada mikrokontroler. Dan memastikan rangkaian ini dengan Driver Motor terhubung dengan benar. Uji coba selanjutnya yaitu dengan mencoba memasukkan listing program sederhana untuk inisialisasi output pada program dan mengeluarkan data pada output. Setelah listing program dimasukkan kedalam mikrokontroler Atmega 8535, langkah selanjutnya adalah memastikan apakah hasil output sesuai dengan yang diharapkan. Maka sudah dipastikan rangkaian mikrokontroler dapat digunakan. Adapun penggalan dari listing program yang pakai dalam serangkaian uji coba tersebut adalah sebagai berikut : Table 4.6 Pengujian Mikrokontroler Pengujian Target yang harus dicapai Hasil yang didapat Pemberian nilai Port A = &H00 Motor A Motor B Tidak Bergerak Motor A Motor B Tidak Bergerak Pemberian nilai Port A = &H50 Motor A = Clockwise Motor B = Clockwise Motor A = Clockwise Motor B = Clockwise Motor A = Clockwise Pemberian nilai Motor A = Clockwise Motor B = Anti Port A = &H90 Motor B = Anti Clockwise Clockwise Motor A = Anti Pemberian nilai Motor A = Anti Clockwise Clockwise Motor B = Port A = &HA0 Motor B = Anti Clockwise Anti Clockwise Motor A = Anti Pemberian nilai Motor A = Anti Clockwise Clockwise Port A = &H60 Motor B = Clockwise Motor B = Clockwise Dengan melihat hasil target yang harus dicapai dengan hasil yang didapat sudah sesuai, maka rangkaian Mikrokontroler siap untuk digunakan.

80 4.1.3. Evaluasi Sitem Proses evaluasi dilakukan untuk mendapatkan kesesuaian antara perangkat keras yang sudah di uji coba dengan perangkat lunak yang telah dimasukkan kedalam mikrokontroler Atmega 8535. Listing program untuk Konfigurasi port ini sangat berpengaruh untuk mendeklarasikan port yang akan digunakan untuk output dan input mikrokontroler. Pada listing progam Config Porta = Output tersebut di atas bisa di ketahui bahwa port a (pin nomor 33 sampai dengan 40) pada mikrokontroler digunakan untuk output program yaitu sebagai input driver motor sehingga Wireless Robot dapat bergerak sesuai dengan arah yang ditentukan. Dan juga dari program tersebut nilai port a di berikan nilai awal aktif 11111111 atau HFF yang di tunjukkan pada listing program Porta = &HFF. Pada listing program pemberian nilai untuk Mac Address perangkat, IP Address, Subnet Mask, Gateway untuk Robot. Pada listing ini TCP/IP, Wireless Robot diberikan inisialisasi untuk konfigurasi : a. Mac Address = 12.128.12.34.56.78 b. Ip Address = 192.168.1.8 c. Subnet Mask = 255.255.255.0 d. Gateway = 192.168.1.1 Program pembacaan dan penulisan data, dalam subrutin program ini merupakan proses pembacaan data dari saat di eksekusi merupakan program pembacaan dari embedded TCP/IP dan di tulis dalam memori sementara pada EEPROM untuk selanjutnya di proses ke subrutins selanjutnya yaitu program pemberian nilai port a. Program pemberian nilai port a merupakan program yang paling penting dikarenakan melalui program inilah mikrokontroler yang sebagai pemroses dari Wireless Robot menterjemahkan inputan dari server yang dalam bentuk data html untuk memberikan nilai port a sehingga robot dapat bergerak sesuai dengan apa yang diperintahkan.

81 Dalam subrutin program ini saat di eksekusi akan memberikan nilai pada port a yaitu sesuai dengan data SHTML yang dikirim dari server, dapat dilihat pada tabel 4.5. Tabel 4.7 Pemberian nilai port A No Data SHTML Nilai port A Arah Robot Stat_1 1 /maju.htm &H50 Maju MAJU 2 /kanan.htm &H90 Putar kanan KANAN 3 /mundur.htm &HA0 Mundur MUDUR 4 /kiri.htm &H60 Putar kiri KIRI 5 /stop.htm &H00 Berhenti STOP Dari tabel dapat diketahui bahwa Wireless Robot dapat menerima perintah maju, kanan, kiri, mundur dan berhenti yang dikirim oleh server. Data SHTML merupakan alamat yang diberikan oleh server, dan diterjemahkan sebagai perintah oleh mikrokontroler untuk merubah nilai port a sehingga Wireless Robot dapat bergerak menuju ke arah yang ditentukan. Sedangkan Stat_1 merupakan status yang akan dikirimkan oleh mikrokontroler ke server. Subrutin yang terakhir adalah pengiriman data status pergerakan wireless robot. Dari subrutin ini saat dieksekusi robot akan mengirimkan Stat_1 ke server sehingga pada website server ataupun client yang sedang mengakses akan muncul kondisi roda yang diinginkan yaitu, MAJU, KANAN, KIRI, MUNDUR, dan STOP. 4.1.4. Implementasi Prototyping Dalam implementasi prototyping Prototipe robot dengan sistem tertanam berbasis pemrograman web, mengahasilkan suatu alat prototipe wireless robot yang dapat dikendalikan dari jarinangan wireless LAN dan dapat di kontrol dengan baik oleh server yang terhubung secara langsung ke wireless robot melalui koneksi wireless, atau bisa juga klien mengakses server melalui jaringan wireless LAN dengan memasukan URL Server tersebut di komputer kliennya.

82 Gambar 4.11. Model Prototipe alat Wireless Robot Bentuk Robot disesuaikan dengan kebutuhan ruang rangkaian komponen yang menyusun, Wireless Robot dibuat dua lantai untuk memudahkan dalam penyusunan dan pemasangan rangkaian. Lantai dasar bagian bawah merupakan tempat untuk Embedded TCP/IP, Mikrokontroler Atmega 8535, Driver Motor dan Motor Servo, Pada lantai atas ditempatkan Wireless Access Point TP-LINK TL-805ND dan adaptor AC/DC. Bodi Robot secara keseluruhan terbuat dari triplek yang dilapisi skotlet agar terlihat rapih dan supaya robot dapat kokoh menopang beban. Roda bagian depan terbuat dari akrilik yang diberikan tambahan bantalan karet, sedangkan untuk roda belakang menggunakan dua buah Roller Ball Caster yang dapat bergerak kesegala arah, sehingga diharapkan pergerakan Robot dapat berjalan dengan baik saat di kontrol melalui web server. Pada sisi control yang diletakkan di server, dibuat program web kontrol yang berbasis HTML dengan sekuriti login user. Untuk membuat server dapat di akses oleh user klien di mana saja melalui jaringan wireless ataupun bisa juga lewat internet yang mana disisi user klien hanya memerlukan tambahan software berupa web browser, dan koneksi internet tentunya untuk koneksi dengan server

83 yang sudah di share ke internet. Perambah internet yang bisa di gunakan dalam pengontrolan seperti Internet Explorer, Firefox, Opera Browser.