BAB 5 HASIL PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 4 METODE PENELITIAN. 4.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan studi observasional analitik potong lintang (crosssectional).

UNIVERSITAS INDONESIA

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. empat tipe, yaitu atrisi, abrasi, erosi, dan abfraksi. Keempat tipe tersebut memiliki

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 107 mahasiswa profesi PSPDG

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. gigi geligi dan struktur yang menyertainya dari suatu lengkung gigi rahang atas

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

Lampiran 1 Lembar Penjelasan Kepada Calon Subjek Penelitian LEMBAR PENJELASAN KEPADA CALON SUBJEK PENELITIAN

HUBUNGAN ANTARA BRUXISM DAN NYERI ATAU KAKU SENDI TEMPOROMANDIBULA

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara. 6 Evaluasi pasca perawatan penting untuk mendeteksi penyebab

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. rumit pada tubuh manusia. Sendi ini dapat melakukan 2 gerakan, yaitu gerakan

HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MEMPERTEMUKAN GIGI ATAS DAN GIGI BAWAH (CLENCHING) DENGAN NYERI KEPALA SKRIPSI. Jovian Purnomo

BAB 5 HASIL PENELITIAN. 5.1 Hasil Analisis Univariat Analisis Statistik Deskriptif Lama Kehilangan, Usia dan Ekstrusi Gigi Antagonis

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

PERBANDINGAN PROFIL LATERAL WAJAH BERDASARKAN JENIS KELAMIN PADA MAHASISWA USU RAS DEUTROMELAYU.

BAB I PENDAHULUAN. Oklusi secara sederhana didefinisikan sebagai hubungan gigi-geligi maksila

BAB I PENDAHULUAN. beberapa komponen penting, yaitu sendi temporomandibula, otot

BAB I PENDAHULUAN. fungsi pengunyahan, bicara, dan penelanan. Sistem stomatognatik terdiri dari tiga

BAB I PENDAHULUAN. dimana sebanyak 129,98 juta jiwa merupakan penduduk dengan jenis kelamin

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini menggunakan subyek siswa-siswi kelas I SD Negeri

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEHILANGAN GIGI PADA LANSIA DI PANTI JOMPO ABDI/DHARMA ASIH BINJAI TAHUN 2010

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

KARAKTERISTIK DAN MOTIVASI PEMAKAIAN PIRANTI ORTODONTI CEKAT PADA SISWA SMP DAN SMA BODHICITTA DAN HUSNI THAMRIN MEDAN

BAB V HASIL PENELITIAN

I.PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Nesturkh (1982) mengemukakan, manusia di dunia dibagi menjadi

BAB I PENDAHULUAN. percaya diri. Salah satu cara untuk mendapatkan kesehatan rongga mulut adalah dengan

BAB 5 HASIL PENELITIAN. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 30 mahasiswa FKG UI semester VII tahun 2008 diperoleh hasil sebagai berikut.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

SKOR PLAK PADA PASIEN PENGGUNA PIRANTI ORTODONTI CEKAT DI PRAKTEK DOKTER GIGI DENGAN MENGGUNAKAN ORTHO PLAQUE INDEX

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. (Pedersen, 1966). Selama melakukan prosedur pencabutan gigi sering ditemukan

BAGIAN ILMU BIOLOGI ORAL FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

BAB 1 PENDAHULUAN. Ukuran lebar mesiodistal gigi bervariasi antara satu individu dengan

Relationship of Occlusal Schemes with the Occurrence of Temporomandibular Disorders

ABSTRACT DENTAL MALOCCLUSION AND SKELETAL MALOCCLUSION INFLUENCE AGAINST TEMPOROMANDIBULAR DYSFUNCTION

GAMBARAN PENCABUTAN GIGI MOLAR SATU MANDIBULA BERDASARKAN UMUR DAN JENIS KELAMIN DI BALAI PENGOBATAN RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT MANADO TAHUN 2012

BAB V HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. penilaian Frankl Behavior Rating Scale pada responden yang berjumlah 44

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. penting dalam perawatan prostodontik khususnya bagi pasien yang telah

BAB 4 HASIL DAN ANALISIS HASIL

BAB 1 PENDAHULUAN. Dewasa ini masyarakat semakin menyadari akan kebutuhan pelayanan

BAB 1 PENDAHULUAN. humor. Apapun emosi yang terkandung didalamnya, senyum memiliki peran

PERSEPSI MASYARAKAT KECAMATAN TOMPASO TERHADAP PEMAKAIAN GIGI TIRUAN

BAB 5 HASIL PENELITIAN

DATA PERSONALIA PENELITI

BAB I PENDAHULUAN. bagi tubuh. Fungsi gigi berupa fungsi fonetik, mastikasi dan. ataupun yang hilang bisa berdampak pada kesehatan.

Perawatan ortodonti Optimal * Hasil terbaik * Waktu singkat * Biaya murah * Biologis, psikologis Penting waktu perawatan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Ukuran lebar mesiodistal gigi setiap individu adalah berbeda, setiap

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. retak), infeksi pada gigi, kecelakaan, penyakit periodontal dan masih banyak

PERBEDAAN PROFIL LATERAL WAJAH BERDASARKAN JENIS KELAMIN PADA MAHASISWA USU RAS DEUTRO-MELAYU

HUBUNGAN DIMENSI VERTIKAL ANTARA TULANG VERTEBRA SERVIKALIS DAN POLA WAJAH PADA OKLUSI NORMAL

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat yang tinggal di Desa

BAB 3 METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian ini adalah penelitian observasional dengan metode

JARAK INTERINSISAL PEMBUKAAN MULUT MAKSIMAL SUKU BATAK KELOMPOK UMUR TAHUN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

*coret yang tidak perlu

TINGKAT KECEMASAN TERHADAP PERAWATAN GIGI DAN MULUT PADA PASIEN POLI GIGI RSUD DR. PIRNGADI MEDAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Kehilangan gigi geligi disebabkan oleh faktor penyakit seperti karies dan

HUBUNGAN MATURITAS GIGI DENGAN USIA KRONOLOGIS PADA PASIEN KLINIK ORTODONTI FKG USU

EVALUASI KEBERHASILAN PERAWATAN ORTODONTI PIRANTI CEKAT PADA TAHUN DENGAN MENGGUNAKAN PEER ASSESMENT RATING INDEX

HUBUNGAN BODY MASS INDEX (BMI) DENGAN PENGALAMAN KARIES GIGI PADA MURID KELAS III DAN IV SD ST.THOMAS 2 MEDAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia mempunyai masalah karies dan gingivitis dengan skor DMF-T sebesar

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMAKAIAN GIGITIRUAN DI DESA UJUNG RAMBUNG KECAMATAN PANTAI CERMIN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI FEBRUARI 2010

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN di RS PKU Muhammadiyah Gamping yang merupakan salah satu. Yogyakarta. RS PKU Muhammadiyah Gamping

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental kuasi dengan desaincross sectional. 26

TINGKAT KEBUTUHAN PERAWATAN ORTODONTI BERDASARKAN DENTAL HEALTH COMPONENT PADA SISWA SMAN 8 MEDAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Maturitas adalah proses pematangan yang dihasilkan oleh pertumbuhan dan

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. sagital, vertikal dan transversal. Dimensi vertikal biasanya berkaitan dengan

BAB I PENDAHULUAN. sudah dimulai sejak 1000 tahun sebelum masehi yaitu dengan perawatan

BAB 4 METODE PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

PERUBAHAN LEBAR DAN PANJANG LENGKUNG GIGI PADA KASUS NON-EKSTRAKSI MALOKLUSI KLAS I ANGLE DI KLINIK PPDGS ORTODONTI FKG USU

BAB IV HASIL PENELITIAN. Kejadian Miopia pada Anak di SDN Cemara Dua Surakarta telah dilakukan pada

BAB 5 HASIL PENELITIAN. Tabel 1 : Data ph plak dan ph saliva sebelum dan sesudah berkumur Chlorhexidine Mean ± SD

Symmetric Measures. Asymp. Std. Approx. T b Approx. Measure of Agreement Kappa

BAB 1 PENDAHULUAN. Teknik radiografi yang digunakan dalam bidang kedokteran gigi ada dua yaitu teknik intraoral dan ekstraoral.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. tempat, yaitu PAUD Amonglare, TK Aisyiyah Bustanul Athfal Godegan,

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. permukaan oklusal gigi geligi rahang bawah pada saat rahang atas dan rahang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. berbentuk maloklusi primer yang timbul pada gigi-geligi yang sedang

NILAI KONVERSI JARAK VERTIKAL DIMENSI OKLUSI DENGAN PANJANG JARI TANGAN KANAN PADA SUKU BATAK TOBA

BAB I PENDAHULUAN. wajah yang menarik dan telah menjadi salah satu hal penting di dalam kehidupan

BAB 1 PENDAHULUAN. dan harmonis.pada saat mendiagnosis dan membuat rencana perawatan perlu diketahui ada

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB V HASIL PENELITIAN. n = 3990 = 363, sampel 3990 (5%) 2 + 1

HUBUNGAN PENILAIAN KLINIS TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN PEMAKAI GIGI TIRUAN PENUH DI RSGMP FKG USU

BAB 4 ANALISA HASIL. Tabel 4.1 Gambaran Subjek Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Frekuensi Persentase.

Transkripsi:

BAB 5 HASIL PENELITIAN 5.1. Distribusi Subjek Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa program akademik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia tahun 2005-2008, dengan jumlah subjek 78 orang, terdiri dari 68 perempuan dan 10 laki-laki. 13% 87% Perempuan Laki-laki Diagram 5.1. Distribusi Subjek Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin 5.2 Distribusi Subjek Penelitian Berdasarkan Usia Diagram 5.2 menunjukkan distribusi subjek penelitian berdasarkan usia. Subjek penelitian ini terdiri dari mahasiswa FKG UI usia 17-23 tahun. Dari 78 subjek, 9 orang berusia 17 tahun, 32 orang berusia 18 tahun, 12 orang berusia 19 tahun, 12 orang berusia 20 tahun, 9 orang berusia 21 tahun, 3 orang berusia 22 tahun dan 1 orang berusia 23 tahun.

35 30 25 frekuensi 20 15 10 5 0 17 18 19 20 21 22 23 Usia Diagram 5.2. Distribusi subjek penelitian berdasarkan usia 5.3 Distribusi Tiga Tipe Oklusi ( Oklusi Seimbang, Group Function dan Cuspid Protected ) Tabel 5.3. Distribusi tiga tipe oklusi (Oklusi seimbang, group function dan cuspid protected) mahasiswa program akademik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia angkatan 2005-2008 Tipe Oklusi Frekuensi Presentase Oklusi Seimbang 4 5% Group Function 66 85% Cuspid Protected 3 4% Lain-lain 5 6% Total 78 100% Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa dari 78 subjek penelitian, sebanyak 4 subjek (5%) memiliki tipe oklusi seimbang, 66 subjek (85%) memiliki tipe group function, 3 subjek (4%) memiliki tipe cuspid protected, dan 5 subjek ( 6%) tidak termasuk ke dalam ketiga tipe oklusi ini.

Berikut ini adalah gambaran distribusi tiga tipe oklusi ( oklusi seimbang, group function dan cuspid protected ) mahasiswa program akademik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia angkatan 2005-2008. 70 66 60 50 Frekuensi 40 30 20 10 4 3 5 0 oklusi seimbang group function cuspid protected lain-lain Tipe oklusi Diagram 5.3.1. Distribusi tiga tipe oklusi (oklusi seimbang, group function dan cuspid protected) pada mahasiswa FKG UI angkatan 2005-2008 4% 6% 5% 85% oklusi seimbang group function cuspid protected lain-lain Diagram 5.3.2. Persentase tiga tipe oklusi (oklusi seimbang, group function dan cuspid protected) pada mahasiswa FKG UI angkatan 2005-2008

18 BAB 6 PEMBAHASAN 6.1. Pembahasan Hasil Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi frekuensi tipe oklusi ( oklusi seimbang, group function dan cuspid protected ) mahasiswa program akademik angkatan 2005-2008. Dalam penelitian ini, jumlah subjek sebanyak 78 orang. Adapun hasilnya adalah sebanyak 4 subjek (5%) memiliki tipe oklusi seimbang, 66 subjek (85%) memiliki tipe group function, 3 subjek (4%) memiliki tipe cuspid protected, dan 5 subjek ( 6%) tidak termasuk ke dalam ketiga tipe oklusi ini. Ada tiga tipe hubungan gigi posterior yang dapat terjadi selama gerakan lateral mandibula, yaitu oklusi seimbang, group function dan cuspid protected. Pada penelitian ini telah didapatkan data distribusi frekuensi tiga tipe oklusi tersebut dari 78 subjek. Selain itu, pada penelitian ini juga ditemukan tipe oklusi lain selain dari tiga tipe oklusi di atas. Penentuan tipe oklusi dalam penelitian ini dilakukan secara visual, dengan melihat ada atau tidaknya kontak gigi pada sisi kerja dan sisi keseimbangan. Pemeriksaan secara visual dipilih karena dianggap cara yang paling mudah untuk dilakukan, mengingat keterbatasan pengetahuan dan pengalaman peneliti dalam menggunakan alat/ material spesifik, seperti articulating paper atau shim stock. Salah satu kriteria penting yang perlu diperhatikan adalah subyek memiliki oklusi kelas I, tidak pernah menjalani perawatan ortodonti, tidak memakai gigi tiruan, serta jumlah gigi lengkap ( 28 gigi ). Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa mayoritas subjek penelitian memiliki tipe oklusi group function dengan presentase sebesar 85%, diikuti dengan tipe oklusi lain-lain 6%, oklusi seimbang 5% dan cuspid protected 4%. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan di Kyushu university, Jepang oleh Takahiro, Tatsuo dan Kiyoshi terhadap 86 orang, yang menyatakan bahwa paling banyak dijumpai individu dengan tipe oklusi Universitas Indonesia

19 group function (45,3%), diikuti dengan balanced occlusion (41,8) dan yang paling sedikit adalah cuspid protected (9,3%). 6.2. Kelemahan Penelitian Kelemahan yang terdapat dalam penelitian ini adalah penelitian dilakukan pada ruang lingkup terbatas ( terbatas pada mahasiswa FKG UI ), sehingga jumlah subjek juga terbatas. Pemeriksaan hanya dilakukan secara visual, tidak menggunakan alat/ material tertentu, kuesioner tidak mencakup faktor-faktor lokal yang mempengaruhi oklusi, misalnya tambalan yang tidak baik, karies gigi, kontur gigi, gigi yang malposisi atau impaksi. Selain itu, pada penelitian ini tidak dipertimbangkan faktor-faktor lain yang mempengaruhi oklusi seperti otot-otot mastikasi dan sendi temporomandibular. Universitas Indonesia