BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Setting Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di kelas IV SD Negeri Kutowinagun 11 Salatiga kecamatan Tingkir Kabupaten Semarang. 3.1.2 Karakteristik Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Kutowinangun 11 Kecamatan Tingkir Kabupaten Semarang. Dengan jumlah siswa 22 anak. Laki-laki 11 anak dan perempuan 11 anak. Dalam pembelajaran mata Pelajaran IPA dengan materi mendeskripsikan pengaruh kenampakan bumi dan benda langit keaktifan siswa masih pasif dan belum memotivasi anak agar aktif dalam pembelajaran sehingga perlu diambil tindakan untuk memotivasi siswa agar aktif dalam pembelajaran dan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. 3.1.3 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindak Kelas (PTK) dengan menggunakan model Cooperative Learning tipe Tebak Kata. Yang terdiri dari 2 (dua) siklus. Dalam setiap siklus terdiri dari 3 tahap yaitu tahap perencanaan,tahap implementasi dan observasi, dan tahap refleksi. Tahap tersebut disajikan dalam gambar dibawah ini : 34
35 Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat (IGAK Wardhani, 2007: 4). Langkah tindakan yang dilakukan dan digunakan dalam penelitian Tindakan kelas ini adalah dengan model Cooperative Learning Tipe Tebak Kata yaitu : a. Planning (perencanaan) Kegiatan yang dilakukan dalam perencanaan tindakan adalah menyusun rancangan yang akan dilaksanakan sesuai dengan masalah yang di temukan dan gagasan awal yaitu Pra survey, menentukan tujuan pembelajaran, menentukan model pembelajaran, membuat rencana pembelajaran, merancang instrumen, membuat lembar observasi kinerja guru dan aktivitas belajar siswa, dan alat evaluasi setiap pertemuan. Rancangan yang akan penulis laksanakan mengacu pada model Cooperative Learning Tipe tebak kata.
36 b. Acting (Tindakan) dan Observasing (Pengamatan) Peneliti melaksanakan desain model cooperative learning sesuai yang telah direncanakan. Perencanaan yang bersifat fleksibel dan siap dilakukan sesuai dengan apa yang telah terjadi dilapangan untuk manajemen kelas dan mencipatakan kelas yang aktif dalam pembelajaran. Dalam tindakan, observasi sangat berperan untuk melakukan pengamatan kegiatan pengamatan tindakan atau pengambilan data sebagai upaya mengetahui jalannya pembelajaran yang membutuhkan observer. Observer yang ikut mengamati jalannya pembelajaran berdasarkan pedoman observasi yang telah disiapkan oleh peneliti. c. Reflection (Refleksi) Refleksi merupakan kegiatan yang dilakukan secara sistematis selama pelajaran berlangsung. Pada tahap ini peneliti melakukan refleksi terhadap proses kegiatan belajar. Refleksi dilakukan atas dasar hasil pengamatan yang telah dilakukan oleh observer/guru kelas dan peneliti. Setelah tahap refleksi selesai dilakukan, maka diperoleh hasil. Hasil tersebut akan dianalisis apakah sudah sesuai dengan perencanaan atau belum serta kelemahan-kelemahan apa saja yang menghambat proses pembelajaran. 3.2 Prosedur Penelitian a. Tahap Perencanaan Sebelum melaksanakan penelitian peneliti perlu membuat perencanaan sebelum melakukan tindakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Pada tahap identifikasi masalah dan perumusan masalah peneliti bekerja sama dengan wali kelas IV dan dosen pembimbing untuk mengungkap
37 2. dan memperjelas permasalahan yang peneliti hadapi untuk dijadikan jalan pemecahan yang tepat. 3. Peneliti akan Merancang pembelajaran dengan menitik beratkan upaya manajemen kelas dan peningkatan motivasi belajar siswa dengan model cooperative learning tipe tebak kata. 4. Menyiapkan media pembelajaran yang diperlukan yaitu kartu soal dan kartu jawaban. 5. Menyusun lembar observasi sebagai panduan bagi observer dalam mengobservasi dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran. 6. Menyiapkan evaluasi pembelajaran pada setiap siklus b. Tahap Pelaksanaan Setelah melaksanakan perencanaan peneliti perlu melaksanakan pelaksanaan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Merumuskan dan membatasi masalah. Masalah yang diambil dari kehidupan sehari-hari atau masalah aktual biasanya lebih kompleks. Karena itu, siswa harus merumuskan dahulu menjadi masalah yang jelas dan membatasi masalah tersebut. 2. Merumuskan dugaan dan pertanyaan. Siswa di bawah bimbingan guru ditugaskan untuk membuat pertanyaan atau merumuskan dugaan atas jawaban dari permasalahan, artinya dugaan tersebut dapat dirumuskan dalam bentuk pertanyaan maupun pernyataan. 3. Mengumpulkan data atau mengolah data. Untuk menjawab permasalahan yang telah diajukan. Data tersebut dapat diperoleh dari buku, dokumen atau informasi langsung dari narasumbernya. 4. Membuktikan atau menjawab pertanyaan. Siswa harus berusaha memecahkan masalah sehingga betul-betul yakin bahwa jawaban tersebut betul-betul cocok. Apakah sesuai dengan jawaban sementara atau tidak sesuai. Untuk menguji kebenaran jawaban ini tentu saja diperlukan
38 metode-metode lainnya seperti demonstrasi, tugas diskusi, evaluasi dan lain-lain. 5. Merumuskan kesimpulan c. Tahap Observasi Observer digunakan untuk mengamati jalannya pembelajaran berdasarkan pedoman observasi yang telah disiapkan oleh peneliti. Observasi digunakan untuk melihat tingkat keaktifan dan partisipasi siswa saat pembelajaran berlangsung. d. Tahap Refleksi Refleksi diberikan dan dapat diamati untuk mengukur kesesuaian perencanaan pembelajaran serta kelemahan-kelemahan apa saja yang menghambat proses pembelajaran. Apabila hasil yang diperoleh belum mencapai tujuan yang diharapkan akan menggunakan siklus selanjutnya. 3.3 Jenis Data, Teknik Pengumpulan Data, dan Instrumen Penelitian 3.3.1 Jenis Data Jenis data yang akan diambil adalah data efektivitas belajar dan data proses pembelajaran. 3.3.2 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data penelitian ini melalui: a. Wawancara Pertanyaan verbal yang diajukan kepada orang yang dapat memberikan informasi/penjelasan yang berupa hal-hal yang dianggap perlu dalam penelitian adalah kepala sekolah dan guru.
39 b. Observasi Untuk mengetahui perkembangan aktivitas belajar siswa dengan melakukan pengamatan dan penilaian melalui pengisian lembar observasi keaktifan siswa dalam belajar. c. Tes tertulis Data hasil belajar di ambil dari hasil evaluasi pembelajaran berupa soal tes tertulis pilihan ganda untuk melihat keaktifan siswa dalam bermain tebak kata. 3.3.3 Instrumen Penelitian Adapun instrumen penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah: 1. Tes evalusi Tes merupakan alat penilaian yang dimana sebuah lembar evaluasi setelah pembelajaran dilaksanakan. Tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa, kemudian di bandingkan antara hasil pra-siklus dengan hasil siklus untuk mengetahui ada dan tidaknya peningkatan nilai yang dicapai oleh siswa sebagai indikator peningkatan hasil belajar. Penilaian hasil belajar siswa diambil dari proses pra siklus, siklus 1 dan dapat dicari dengan rumus dibawah ini: Ketuntasan individual = Jumlah nilai Jumlah nilai maksimal x 100 % Ketuntasan klasikal = Jumlah siswa yang tuntas belajar Jumlah seluruh siswa x 100 %
40 Keterangan : Ketuntasan individual : Jika siswa mencapai ketuntasan skor > 65 Ketuntasan klasikal Ketuntasan skor > 65 : Jika > 70% dari seluruh siswa mencapai 2. Non tes (Observasi) Observasi adalah suatu teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti serta pencatatan secara sistematis. (Arikunto, 2006). Dalam penelitian ini model ini digunakan menggambarkan aktivitas siswa pembelajaran IPA mengenai percobaan menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Tebak Kata. Penilaian proses dalam PTK ini pengetahuan dialami, dipelajari, dan ditemukan oleh siswa, membangun pemahaman, mengkomunikasikan hasil pemikirannya, siswa berpikir reflektif. Cara menghitung data hasil aktivitas observasi pembelajaran yang dilakukan guru dengan menggunakan media dan alat peraga dalam pembelajaran dinilai dengan rumus dibawah ini: Dengan ketentuan sebagai berikut a. Banyak siswa : 0-4 siswa = 1 (sangat kurang) 5-8 siswa = 2 (kurang) 9-12 siswa = 3 (cukup) 13-16 siswa = 4 (baik) 18-21 siswa = 5 (baik Sekali) b. Kualitas Siswa : 1 = sangat kurang; 2 = kurang; 3 = cukup; 4 = baik; 5 = baik sekali. Observasi keaktifan siswa dilihat dari pengamatan keaktifan siswa selama proses pembelajaran pada mata pelajaran IPA materi energi. Adapun kisi-kisi observasi keaktifan siswa pad atabel 3.1 berikut ini.
41 Tabel 2 Kisi-Kisi Observasi Keaktifan Siswa No Aspek Indikator No. Item 1 Pengetahuan dialami, dipelajari, dan ditemukan oleh siswa a. Melakukan pengamatan atau penyelidikan. 1 2 Siswa melakukan sesuatu untuk memahami materi pelajaran (membangun pemahaman) 3 Siswa mengkomuniaksikan sendiri hasil pemikiran 4 Siswa berpikir reflektif a. Berlatih (misalkan mencoba sendiri konsep-konsep misal berlatih soal) b. Berpikir kreatif, (mencoba memecahkan masalah pada latihan soal yang mempunyai variasi berbeda dari contoh yang diberikan) c. Berpikir kritis (misalnya mampu menemukan kejanggalan,kelemahan,kesalah an yang dilakukan orang lain dalam menyelesaikan soal atau tugas) a. Mengemukakan pendapat b. Menjelaskan c. Berdiskusi d. Menganalisa saat permainan tebak kata a. Mengomentari dan menyimpulkan proses pembelajaran b. Memeprbaiki kesalahan atau kekurangan dalam proses c. Menyimpulkan materi pembelajaran dengan katakatanya sendiri 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Soal tes digunakan untuk mengetahui sejauh mana siswa dalam proses pembelajaran memahami materi kenampakan bumi dan benda langit dengan menggunakan model Cooperative Learning Tipe Tebak Kata. Adapun kisi-kisi soal tes evaluasi pada siklus I dan siklus II adalah sebagi berikut.
42 Tabel 3 Kisi-kisi Soal Tes Siklus I Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IV SD Negeri Kutowinangun 11 Salatiga Semester II Tahun Ajaran 2015/2016 Standar Kompetensi 9. Memahami kenampakan permukaan bumi dan benda langit. Kompetensi Dasar Indikator Bentuk (Nomor soal) Pilihan ganda 9.1 Mendiskripsikan kenampakan bumi. 1. Siswa mampu menyebutkan apa saja kenampakan bumi. 2. Siswa mampu menganalisis penyebab terjadinya kenampakan bumi. 3. Siswa mampu mendiskripsikan pengaruh dari kenampakan bumi. 4. Siswa mampu menjelaskan hal-hal yang mempengaruhi kenampakan bumi. 1,2,5,6,15 17,18,20,7,12 3,4,9,14,8,13,19 10,11,16,18, Tabel 4 Kisi-kisi Soal Tes Siklus II Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IV SD Negeri Kutowinangun 11 Salatiga Semester II Tahun Ajaran 2015/2016 Standar Kompetensi 9. Memahami kenampakan Kompetensi Dasar Indikator Bentuk Soal (nomor Soal) Pilihan ganda 9.2Mendeskripsikan posisi bulan dan kenampakan bumi 1. Mengidentifikasi kenampakan benda langit. 3,7,9,11,13,18,1 6,19
43 permukaan bumi dan benda langit. dari hari ke hari. 2. Mendeskripsikan benda-benda langit yang dapat dilihat tanpa alat bantu (Matahari, Bulan dan Bintang ) 3. Menyebutkan manfaat matahari, bulan dan bintang 4. Mengidentifikasi kenampakan bulan 5. Mengurutkan fasefase bentuk kenampakan bulan. 2,5,8,9,10,12 15,6 1,4, 3,14,17,20 3.4 Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah berdasarkan Keaktifan siswa dalam melaksanakan pembelajaran. 3.5 Teknik Analisis Data Data yang telah diperoleh akan dianalisis dengan membandingkan nilai formatif tes pra siklus, nilai tes setelah siklus I, dan nilai tes setelah siklus II. Sedangkan untuk data penilaian proses dengan membandingkan penilaian proses siklus 1 dan penilaian proses siklus II. Analisis data terhadap hasil penelitian dijelaskan sebagai berikut: 1. Analisis data hasil penelitian yang berupa hasil belajar pra siklus, siklus I dan siklus II dengan cara persentase yaitu dengan menghitung peningkatan ketuntasan belajar siswa secara individual jika siswa tersebut mampu mencapai skor minimal dan ketuntasan klasikal. Analisis tersebut dilakukan dengan menghitung ketuntasan individual dan ketuntasan klasikal dengan rumus sebagai berikut: Ketuntasan individual = Jumlah nilai Jumlah nilai maksimal x 100 %
44 Ketuntasan klasikal = Keterangan Jumlah siswa yang tuntas belajar Jumlah seluruh siswa x 100 % 2. Data penilaian proses diperoleh dari hasil observasi meliputi penilaian pengetahuan dialami, dipelajari, dan ditemukan oleh siswa, membangun pemahaman, mengkomunikasikan hasil pemikirannya, siswa berpikir reflektif. Teknik data yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Teknik kualitatif digunakan untuk menggambarkan aktifitas siswa dalam kegiatan pembelajaran. Sedangkan teknik kuantitatif digunakan untuk menganalisis pencapaian hasil belajar siswa. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriftif untuk setiap pada siklusnya. Adapun penyajian data kualitatif yang berupa hasil belajar kognitif dianalisis dengan menentukan nilai rata-rata tiap siklus. 3.6 Uji Validitas dan Reliabilitas 3.6.1 Uji Validitas Instrumen dikatakan valid apabila instrumen tersebut dapat dengan tepat mengukur apa yang hendak diukur. dengan kata lain validitas berkaitan dengan ketepatan dengan alat ukur, dengan instrumen yang valid akan menghasilkan data yang valid pula. Eko Putro (2012:128). Uji Validitas dalam penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Kutowinangun 11 Salatiga kelas IV Salatiga dengan jumlah siswa 22. Uji validitas dan reliabilitas bertujuan untuk uji coba instrumen adalah mengetahui kelayakan butir soal yang nantinya akan dipergunakan untuk pengukuran variabel penelitian. Untuk mengetahui tingkat validitas instrumen dapat dilihat angkat Correected Item-Total Correlation yang merupakan korelasi antar skor item dengan skor total. Uji validitas dilakukan pada siswa kelas IV SD Negeri Kutowinangun 11 dengan peserta tes sebanyak 22 siswa, dengan jumlah responden (N) = 22, maka nilai r tabel = 0,468 (Anas Sudijono
45 2012: 479). Untuk menghitung Nilai Corrected Item Total Correlation menggunakan alat SPSS versi 20. Berikut ini merupakan uji validitas siklus I dan siklus II yang dilakukan dikelas IV SD Negeri Kutowinangun 11 dapat dilihat pada tabel 3.4 sebagai berikut: Tabel 5 Uji Validitas Soal Evaluasi Siklus I Scale Mean if Item Deleted Item-Total Statistics Scale Variance if Item Deleted Corrected Item- Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted soal1 19.81 55.629.535.914 soal2 19.69 57.029.377.917 soal3 19.69 54.763.705.912 soal4 19.69 55.296.626.913 soal5 19.75 56.600.416.916 soal6 19.81 58.696.131.921 saol7 19.69 55.563.587.914 soal8 19.69 54.763.705.912 soal9 19.75 57.533.290.918 soal10 19.56 55.863.657.913 soal11 19.69 55.296.626.913 soal12 19.69 56.496.453.916 soal13 19.63 55.583.630.913 soal14 19.75 59.933 -.026.923 soal15 19.75 55.667.545.914 soal16 19.69 54.763.705.912 soal17 19.69 55.296.626.913 soal18 19.69 56.496.453.916 soal19 19.81 58.829.113.921 soal20 19.56 55.863.657.913 soal21 19.69 54.763.705.912 soal22 19.56 55.863.657.913 soal23 19.69 54.763.705.912 soal24 19.56 57.329.408.916 soal25 19.69 56.496.453.916 soal26 19.75 59.667.009.922 soal27 19.56 55.863.657.913 soal28 19.81 55.629.535.914 soal29 19.81 54.696.663.912 soal30 19.69 55.296.626.913
46 Berdasarkan uji validitas instrumen pada siklus I soal yang validitasnya memenuhi kriteria sebanyak 20 soal dari 30 item soal, dan terdapat 10 soal yang tidak valid karena r tabel dibawah 0,468 soal yang telah di uji validitas dijadikan instrumen evaluasi pada siswa kelas IV SD Negeri Kutowinangun 11 Salatiga. Untuk mengetahui hasil uji validitas dan reliabilitas instrumen yang akan digunakan sebagai evaluasi siklus II dapat dilihat pada tabel 3.5 berikut ini. Tabel 6 Uji Validitas Soal Evaluasi Siklus II Scale Mean if Item Deleted Item-Total Statistics Scale Variance if Corrected Item- Item Deleted Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted soal1 17.63 80.383.755.943 soal2 17.69 80.763.692.943 soal3 17.69 82.629.484.945 soal4 17.75 82.333.512.945 soal5 17.56 80.663.757.943 soal6 17.50 85.600.193.948 saol7 17.75 80.333.735.943 soal8 17.69 81.163.647.944 soal9 17.63 80.917.693.943 soal10 17.69 81.163.647.944 soal11 17.56 81.196.693.943 soal12 17.56 80.929.725.943 soal13 17.69 79.429.844.942 soal14 17.56 82.263.565.944 soal15 17.63 81.183.662.944 soal16 17.75 82.333.512.945 soal17 17.56 84.263.331.947 soal18 17.56 83.729.393.946 soal19 17.63 85.850.140.949 soal20 17.69 79.429.844.942 soal21 17.75 82.333.512.945 soal22 17.63 82.383.525.945 soal23 17.69 79.429.844.942 soal24 17.69 80.229.753.943 soal25 17.56 82.796.502.945 soal26 17.63 85.317.198.948 soal27 17.56 84.129.346.947 soal28 17.69 82.629.484.945 soal29 17.69 79.429.844.942 soal30 17.63 79.450.864.942 Berdasarkan uji validitas instrumen pada siklus II soal yang memenuhi kriteria validitas sebarnyak 25 soal yang valid dan terdapat 5 soal yang tidak valid karena nilai r tabelnya dibawah 0,468 tetapi peneliti hanya mengguanakan
47 soal yang nilai r tabelnya valid dan tertinggi yang diajdikan instrumen evaluasi pada siswa kelas IV SD Negeri Kutowinangun 11 Salatiga. 3.6.2 Uji Reliabilitas Menurut Thorndike (dalam Purwanto 2011:154) reliabilitas berhubungan dengan akurasi instrumen dalam mengukur apa yang diukur, kecermatan hasil ukur dan seberapa akurat seandainya dilakukan pengukuran ulang. Selain uji validitas instrumen juga dilakuakn uji reliabilitas instrumen pada penelitian ini menggunakan SPSS 20. Batasan instrumen dikatakan reliabel bila hasil pengukuran relatif jika dikenakan pada suatu objek. Untuk menentukan besarnya koofisien reliabiliatas penelitian ini mengacu pada kriteria tingkat reliabilitas yang dikemukan oleh sugiyono (dalam setabasri, 2012) yang menentukan kriteria tingkat reliabilitas pada tabel 3.6 berikut ini.
48 Tabel 7 Kriteria Reliabilitas Instrumen Rentang Kriteria 0,80-1,00 Sangat Reliabel < 0,80-0,60 Reliabel <0,60-0,40 Cukup Reliabel <0,40-0,20 Agak Reliabel <0,20 Kurang Reliabel Hasil uji reliabilitas dilakukan pada kelas IV SD Negeri Kutowinangun 11 Salatiga di uji menggunakan SPSS versi 20 for Windows adalah pada tabel 3.7 berikut ini. Tabel 8 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Siklus I Bentuk Instrumen Koefisien Realibilitas Kategori Pilihan Ganda 0,917 Sangat Reliabilitas Berdasarkan tabel diatas mengenai kriteria reliabilitas, maka instrumen soal pada siklus I, masuk dalam kategori sangat reliabel, dengan nilai 0, 917. Tabel 9 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Siklus II Bentuk Instrumen Koefisien Realibilitas Kategori Pilihan Ganda 0,946 Sangat Reliabilitas Berdasarkan tabel 3.8 reliabiliats siklus II menunjukan reliabilitas 0.946 reliabilitas instrumen yang akan digunakan sebagi tes evaluasi pada siklus II masuk dalam kriteria sangat reliabel.