BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. terletak di Jalan Raya Medan-Binjai km 15,5 Diski, Deli Serdang. PT. Wijaya

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. dan Bp. Bambang Heriyanto pada tanggal 15 September 1994 dan Surat Izin Usaha

BAB I PENDAHULUAN. terbaik. Produk dengan kualitas yang baik memerlukan bahan baku dengan

BAB I PENDAHULUAN. yang menentukan intensitas persaingan pada industri adalah daya tawar supplier.

I. PENDAHULUAN. agregat pada perbandingan tertentu. Mortar dapat dicetak ke dalam bentuk. yang bervariasi, diantaranya adalah paving block.

keadaan ini mendukung persaingan di segala bidang semakin kompetitif. Dunia

BAB I PENDAHULUAN. yang dikelolah, maka tidak sedikit instansi maupun badan usaha yang ada

Vol.17 No.1. Februari 2015 Jurnal Momentum ISSN : X PENGARUH PENGGUNAAN FLY ASH SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT TERHADAP KUAT TEKAN PAVING BLOCK

BAB 1 PENDAHULUAN. menjadi unsur utama bangunan. Kelebihan beton antara lain memiliki kuat tekan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. dengan cepat. Hal ini disebabkan karena beberapa keuntungan dari penggunaan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

PENGARUH PENAMBAHAN PECAHAN KERAMIK PADA PEMBUATAN PAVING BLOCK DITINJAU DARI NILAI KUAT TEKAN

BAB 1 PENDAHULUAN. rendah laba yang diperoleh perusahaan makin rendah pula kinerja perusahaan.

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

KAJIAN OPTIMASI KUAT TEKAN BETON DENGAN SIMULASI GRADASI UKURAN BUTIR AGREGAT KASAR. Oleh : Garnasih Tunjung Arum

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Batako merupakan salah satu jenis batu yang biasanya digunakan sebagai

BAB I PENDAHULUAN. lentur (flexible pavement) dan perkerasan kaku (rigid pavement). Secara struktural

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ANALISA WAKTU PENGECORAN PADA LANTAI EMPAT PROYEK GEDUNG SEKOLAH DI SURABAYA

BAB I PENDAHULUAN. tinggi pula tingkat kebutuhan dari perusahaan akan barang-barang. Suatu

MEMPELAJARI PENGENDALIAN KUALITAS PENGETESAN BAHAN BAKU UTAMA DI PT ADHIMIX PRECAST INDONESIA PLANT SENTUL

BAB I PENDAHULUAN. 1.1Latar Belakang

LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA. direktur PT. Surya Terang Pratama dan Bapak Ali selaku manajer keuangan.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

KEBIJAKAN OPERASI PADA TOKO MATERIAL SUBUR SEJAHTERA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

ANALISA PENYEBAB SISA MATERIAL KONSTRUKSI

LAMPIRAN 1. KUESIONER PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. mencampurkan semen portland, air, pasir, kerikil, dan untuk kondisi tertentu

BAB IV Analisis Data

BAB 1 PENDAHULUAN. informasi sebagai pendukung hasil kerja yang lebih efektif dan efisien.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

I. PENDAHULUAN. manusia hingga saat ini. Di indonesia sendiri dikenal beberapa jenis

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fly ash terhadap kuat

Kajian Potensi Terjadinya Tuntutan Penyedia Jasa Pada Proyek Konstruksi BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PEMANFAATAN LIMBAH ASPAL HASIL COLD MILLING SEBAGAI BAHAN TAMBAH PEMBUATAN PAVING. Naskah Publikasi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Semen yang digunakan pada penelitian ini ialah semen PCC merek

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

ANALISIS RANTAI PASOK PADA PT ADHIMIX PRECAST INDONESIA DENGAN METODE AHP

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Sifat Agregat Halus Sudibyo (2012), melakukan pengujian pengaruh variasi umur beton terhadap nilai kuat tekan beton dengan

BAB I PENDAHULUAN. pemerintah membuat program untuk membangun pembangkit listrik dengan total

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

KAJIAN KARAKTERISTIK MORTAR DENGAN MENGGUNAKAN TAILING DAN ADDITIVE SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN

BAB III METODE PENELITIAN. Obyek pada penelitian ini adalah CV. Bagiyat Mitra Perkasa. Lokasi

BAB I PENDAHULUAN. general supplier equipment dan kontraktor barang seperti alat elektronik,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Permasalahan. Konsumen tidak lagi hanya menginginkan produk yang berkualitas, tetapi juga

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Batako merupakan salah satu alternatif bahan dinding yang murah dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Paving block (bata beton) banyak digunakan dalam bidang konstruksi dan

PENGARUH VARIASI BENTUK PAVING BLOCK TERHADAP KUAT TEKAN

BAB I PENDAHULUAN. dalam dunia konstruksi modern saat ini.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

KUALITAS BATA BETON DARI BAHAN PASIR KALIJALI DENGAN CAMPURAN SEMEN PADA BERBAGAI VARIASI CAMPURAN LEBIH DARI 28 HARI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

POKJA PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN NUNUKAN KOMPLEK PERKANTORAN GADIS II SELISUN, NUNUKAN 77482

ALTERNATIF PENGGUNAAN BATU KORAL UNTUK BETON DENGAN KUAT TEKAN fc 30 MPa

EVALUASI PELAKSANAAN PROYEK PEMELIHARAAN BERKALA JALAN DALAM KOTA KABUPATEN WONOGIRI TESIS

BAB I PENDAHULUAN I 1

BAB I PENDAHULUAN. mulai dirintis sejak tahun Bidang utama PT Berkah Kulina Nusantara adalah

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. UD. Rohmat Jaya adalah suatu perusahaan kerupuk yang didirikan pada

BAB IV METODE PENELITIAN. A. Bahan atau Material Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan bahan baku pada proses produksi, sehingga pada saat ini. pemasok merupakan salah satu bagian dari proses produksi.

KAJIAN KRITERIA DALAM SISTEM PEMILIHAN PEMASOK MATERIAL OLEH PERUSAHAAN KONTRAKTOR DI KOTA KUPANG MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS

LAMPIRAN 1 DATA HASIL PEMERIKSAAN AGREGAT

PENGARUH UKURAN BUTIR MAKSIMUM AGREGAT PADA BETON HIGH VOLUME FLY ASH (HVFA)

BAB I PENDAHULUAN. penelitian ini merupakan hasil limbah olahan besi-besi bekas produksi dari PT. Inti General Yaja

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN Bab 1 berisikan pendahuluan yang menjelaskan latar belakang diangkatnya penelitian ini, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah serta sistematika dalam penulisan proposal penelitian ini. 1.1 Latar Belakang Salah satu kegiatan yang penting bagi perusahaan manufaktur adalah melakukan manajemen persediaan. Dalam melakukan manajemen persediaan melibatkan aktivitas pengadaan bahan baku. Bahan baku sendiri erat kaitannya dengan pemasok, dimana sebuah perusahaan memperoleh bahan baku yang diperlukan untuk proses produksi dari beberapa pemasok. Dengan demikian, pemasok menjadi salah satu pihak eksternal yang memiliki peranan penting dalam menjamin kelancaran proses produksi (Andriana dan Djatna, 2012). Menurut Andriana dan Djatna (2012), manajemen persediaan sebuah perusahaan memiliki pengaruh pada semua fungsi usaha, terutama keuangan, operasi dan pemasaran. Bagian keuangan menghendaki tingkat persediaan yang rendah, sedangkan bagian pemasaran dan operasi menginginkan persediaan selalu ada agar kebutuhan konsumen dan kebutuhan produksi dapat dipenuhi. Ketika persediaan tidak dapat mencukupi permintaan yang ada, perusahaan akan mengalami kerugian. Untuk menjaga agar persediaan bahan baku tetap optimal, jadwal pembelian, harga, kualitas bahan baku dan hubungan kerjasama yang baik dengan pihak pemasok perlu diperhatikan. Pemilihan pemasok yang efektif dapat membantu perusahaan mencapai hasil produksi yang diinginkan. Umumnya dalam proses pengiriman bahan baku dari pemasok kerap terjadi permasalahan-permasalahan seperti ketidaksesuaian antara waktu kesepakatan

pengiriman bahan baku dengan waktu pengiriman realisasi serta kualitas bahan baku dari pemasok yang berbeda-beda. Kualitas bahan baku berbeda-beda disebabkan karena jumlah pemasok untuk bahan baku pasir, batu basal, batu mangga, dan batu split yang lebih dari satu pemasok. Untuk itu perusahaan perlu melakukan pemilihan pemasok untuk melihat kinerja dari pemasok sehingga memudahkan dalam memilih pemasok. PT Igasar merupakan bagian dari PT Semen Padang yang bergerak dalam bidang distribusi, menyediakan jasa sewa alat berat, kontruksi, perdagangan umum, dan produksi bahan bangunan. Berdasarkan beberapa kegiatan yang dilakukan oleh PT Igasar, kegiatan yang paling utama adalah produksi bahan bangunan. Jenis bahan bangunan yang dihasilkan oleh PT Igasar terdiri dari beton cetak dan beton jadi. Beton cetak yang diproduksi oleh PT Igasar terdiri dari hollow brick, paving block, pipa beton (polongan), dan kanstain sedangkan beton jadi yang diproduksi oleh PT Igasar adalah ready mix concrete. Untuk membuat bahan bangunan PT Igasar memerlukan beberapa bahan baku seperti pasir, batu mangga/basal, split, air, bahan adiktif dan semen. Dalam proses pengadaan bahan baku ini ada yang melibatkan satu pemasok atau beberapa pemasok. Bahan-bahan baku zat adiktif dan semen hanya melibatkan satu pemasok sedangkan untuk pasir, batu mangga/basal, dan split melibatkan beberapa pemasok. Berdasarkan data diketahui bahwa pemasok bahan baku ke PT Igasar mengalami beberapa pergantian untuk tahun 2015 dan 2016. Hal ini disebabkan karena habisnya kontrak dengan pemasok serta ketidakmampuan dari pemasok untuk memenuhi jumlah order yang diinginkan. Tabel 1.1 menampilkan perbandingan pemasok PT Igasar pada tahun 2015 dengan tahun 2016. 2

Tabel 1.1 Perbandingan Pemasok Batu Mangga, Batu Basal batu Split dan Pasir untuk tahun 2015 dan 2016 Pemasok No Jenis Bahan Baku 2015 2016 1 2 3 Batu Mangga dan batu Basal Batu Split Pasir 1 CV Patamuan Indah CV Patamuan Indah 2 CV Yudi Kontraktor CV Yudi Contraktor 3 CV Pratama mandiri CV Pratama Mandiri 4 UD Minang Jaya UD Minang Jaya 5 CV Sarana Raya Kargo PT Sarana Karya Kargo 6 PT Budi Persada Teknik PT Harapan Mandiri 7 IDR Enam 8 PT Permata Perkasa Abadi IGS 9 Syafiq Abadi 1 CV Berkah CV Berkah 2 PT Kuansing Mineral Sejahtera PT Kuansing Mineral Sejahtera 3 PT Lima Prima Jaya (10-20) PT Lima Prima Jaya 4 UD UNCU PT Mega Kurnia Perkasa 5 CV Mangindo Alam Lestari UD Cahaya Anugrah 6 CV Pratama mandiri Rimbo Paraduan 7 PT Kiambang Raya Mandiri Surya Prima Mandiri 8 PT Angera Harapam Mandiri Persada Raya Kembar 9 CV Gloria Konstruksi 10 Nandya Karya 1 PT Serumpun PT PP CC 3 PT Serumpun PT PP CC 3 2 CV Lubuk Kilangan CV Lubuk Kilangan 3 CV Kiambang Raya Mandiri CV Kiambang Raya Mandiri 4 CV Jaya Perkasa Utama CV Afrino Pratama 5 CV Putra Salido Igasar Pasir Groting 6 CV U.N.D Marsya Mandiri Sejahtera 7 CV sarana Multi Abadi PT Anugrah Abdi Bersama 8 CV Velisa jaya Utama Cahaya Agung Utama Igasar 9 CV Merapi Anugrah mandiri PT Mega Kurnia Perkasa 10 CV Yossa Karya PT Geo Alam Putra Sikas 11 CV ABI PT PP CC 7 12 CV Citra Dwi Perkasa Syahputa Utama 13 CV Swaputra Utama Minang Jaya 14 CV Sarana Karya Cargo Kiambang Tabel 1.1 memperlihatkan bahwa pemasok yang memasok bahan baku ke PT Igasar mengalami sebagian besar pergantian dari tahun 2015 sampai tahun 2016. Hal ini disebabkan karena sistem pemasok ada yang bersifat kontrak atau pemasok lepas yang mengajukan bahan baku ke perusahaan. Dampak dari sering bergantinya pemasok adalah sulitnya perusahaan dalam menentukan pemasok yang tepat karena pemasok yang terus berganti, akibatnya kualitas dari bahan baku tidak sama. Standar PT Igasar dalam melakukan pemilihan pemasok adalah berdasarkan harga bahan baku serta berdasarkan pemasok yang dapat memenuhi order paling cepat. Namun berdasarkan data tahun 2016 diketahui bahwa perusahaan mengalami permasalahan dengan kualitas bahan baku yang dikirimkan serta adanya keterlambatan dalam proses pengiriman bahan baku ke PT Igasar. Adapun 3

permasalahan kualitas yaitu adanya bahan baku yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan uji kualitas yang dilakukan, namun pemasok tersebut masih dapat memasok bahan baku ke PT Igasar. Hal ini tentu akan berpengaruh buruk pada kualitas beton yang dihasilkan baik beton cetak yang terdiri dari paving block, hollow brick, polongan dan kainstain maupun beton jadi yaitu ready mix. Gambar 1.1 dan Gambar 1.2 menampilkan data uji bahan baku pasir, dan batu split. Gambar 1.1 Hasil Uji Kualitas Pasir yang tidak Sesuai Standar PT Igasar tahun 2016 (Sumber: PT Igasar) Gambar 1.2 Hasil Uji Kualitas Batu Split yang tidak Sesuai Standar PT Igasar tahun 2016 (Sumber: PT Igasar) Berdasarkan Gambar 1.1 dan Gambar 1.2 dapat dilihat bahwa hasil pengujian kualitas untuk pasir dan batu split terdapat beberapa pemasok yang memiliki persentase hasil uji kualitas yang kecil. Hal ini disebabkan karena hasil pengujian pemasok yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan perusahaan. Dalam melakukan uji kualitas terdapat beberapa jenis tes yang dilakukan. Pengujian yang dilakukan terhadap pasir adalah pengujian kadar lumpur, kadar organik, Zone, kadar air, tingkat penyerapan, berat jenis dan fine modulus. 4

Sedangkan pengujian terhadap batu split adalah pengujian berat jenis, penyerapan agregat, kadar lumpur, kadar air dan tingkat keausan. Berdasarkan beberapa jenis tes yang dilakukan terhadap bahan baku pasir dapat dilihat bahwa tidak ada pemasok yang 100% sesuai dengan harapan PT Igasar. Persentase tertinggi untuk pengujian kualitas pasir adalah 72.5 % oleh pemasok PT Anugrah Abdi Bersama dan PT Mega Kurnia Perkasa. Sedangkan persentase uji kualitas terendah adalah 37,5 %. Sedangkan untuk pemasok batu split, pemasok yang memiliki persentase uji kualitas tertinggi (100%) CV Berkah, PT Lima Prima Jaya dan PT Mega Kurnia Perkasa. Pengujian kualitas hanya dilakukan terhadap bahan baku batu split dan pasir karena batu mangga dan batu basal akan diolah kembali menjadi batu split dan juga abu batu. Sehingga pengujian akan dilakukan setelah batu tersebut diolah. Pengujian untuk batu mangga dan basal hanya berdasarkan pengamatan secara langsung melaui bentuk fisik dari batu tersebut untuk melihat kandungan komponen-komponen yang tidak diperlukan yang terdapat didalam bahan baku batu mangga dan batu basal. Selain permasalahan kualitas bahan baku yang dihasilkan, terdapat permasalahan lain yang dapat mengganggu proses produksi yaitu permasalahan keterlambatan pengiriman bahan baku oleh pemasok ke perusahaan. Tabel 1.2-1.4 menampilkan data keterlambatan pengiriman bahan baku oleh pemasok. Tabel 1.2 Keterlambatan Waktu Pengiriman Bahan Baku Batu Mangga dan Batu Basal Tahun 2016 Pemasok Total Keterlambatan Frekuensi Pemesanan Rata-Rata Waktu (hari) Pengiriman (Hari) (500 Ton) Terlambat per Pemesanan CV Patamuan Indah 0 2 0 CV Yudi Contraktor 1 8 0,125 CV Pratama Mandiri 6 6 1 UD Minang Jaya 2 8 0,25 PT Harapan Mandiri 2 2 1 PT Sarana Karya Kargo 3 1 3 Syafiq Abadi 1 7 0,143 Indarung VI 0 12 0 PT Permata Perkasa Abadi 3 2 1,5 (Sumber: PT Igasar) 5

Tabel 1.3 Keterlambatan Waktu Pengiriman Bahan Baku Batu Split Tahun 2016 Material Batu Split (500 Ton) CV Berkah 4 2 2 PT Kuansing Mineral Sejahtera 0 2 0 PT Lima Prima Jaya 3 9 0.33 PT Mega Kurnia Perkasa 0 2 0 UD Cahaya Anugrah 7 2 3.5 Rimbo Paraduan 0 1 0 Surya Prima Mandiri 3 1 3 Persada Raya Kembar 0 3 0 CV Gloria Konstruksi 0 1 0 Nandya Karya 0 1 0 (Sumber: PT Igasar) Pemasok Total Keterlambatan Pengiriman (Hari) Frekuensi Pemesanan Rata-Rata Waktu Keterlambatan (Hari) Tabel 1.4 Keterlambatan Waktu Pengiriman Bahan Baku Pasir Tahun 2016 Material Pasir (1000 Ton) PT Serumpun PT PP CC 3 0 2 0 CV Lubuk Kilangan 4 4 1 CV Kiambang Raya Mandiri 5 6 0.833 CV Afrino Pratama 2 2 1 Igasar Pasir Groting 0 1 0 Marsya Mandiri Sejahtera 8 1 8 PT Anugrah Abdi Bersama 2 1 2 Cahaya Agung Utama Igasar 0 1 0 PT Mega Kurnia Perkasa 4 9 0.444 PT Geo Alam Putra Sikas 9 11 0.818 PT PP CC 7 0 1 0 Syahputa Utama 0 1 0 Minang Jaya 1 1 1 Kiambang 5 6 0.833 (Sumber: PT Igasar) Pemasok Total Keterlambatan Pengiriman (Hari) Frekuensi Pemesanan Rata-Rata Waktu Keterlambatan (Hari) Berdasarkan Tabel 1.2-1.4 dapat dilihat bahwa berdasarkan frekuensi pemesanan bahan baku yang dilakukan oleh PT Igasar, terdapat keterlambatan yang dilakukan oleh pemasok dalam mengirimkan bahan baku. Berdasarkan Tabel 1.2 diketahui bahwa dari 9 pemasok yang memasok batu mangga/basal ke perusahaan frekuensi pemesanan terbanyak adalah oleh Indarung VI dengan frekuensi 12 kali pengiriman, dan juga Indarung VI tidak pernah mengalami keterlambatan atau mengirimkan bahan baku lewat deadline yang diminta PT Igasar. Sedangkan 8 pemasok lainnya hanya mengirim bahan baku 1-8 kali kali dengan waktu keterlambatan pengiriman adalah 1-6. Pemasok yang memiliki waktu rata-rata keterlambatan paling lama adalah CV Sarana Karya Kargo dengan rata-rata keterlambatan 3 hari. Sedangkan pada Tabel 1.3 juga terdapat beberapa 6

keterlambatan pengirimn baku baku bahan baku batu split. Dari 10 pemasok yang ada PT Lima Prima menjadi pemasok paling banyak mengirimkan bahan baku yaitu 9 kali dengan rata-rata waktu keterlambatan 0.33 hari. Sedangkan 9 pemasok lainnya hanya mengirimkan 1-3 kali dimana terdapat 6 pemasok yang tidak mengalami keterlambatan dan sisanya terlambat 3-6 hari. Waktu rata-rata keterlambatan pengiriman terlama adalah 3.5 hari oleh UD Cahaya Anugrah. Begitu juga dengan Tabel 1.4 yang menampilkan frekuensi pengiriman bahan baku dan keterlambatan pengiriman pasir. Dari 14 pemasok PT Geo Alam Sikas menjadi pemasok yang paling banyak mengirimkan bahan baku yaitu 11 kali pengiriman dan total waktu keterlambatan adalah 9 hari selama 11 kali pemesanan. Sedangkan 13 pemasok lainnya ada yang terlambat 0-8 hari. Akibat adanya permasalahan kualitas bahan baku serta keterlambatan dalam pengirimn bahan baku akan berdampak negatif kepada perusahaan. Bahan baku yang tidak memenuhi standar akan mempengaruhi kualitas beton yang akan dihasilkan perusahaan baik itu beton jadi maupun beton cetak. Permasahan kualitas beton akan mengakibatkan menurunnya permintaan dari konsumen karena beton yang dihasilkan perusahaan kurang baik. Sedangkan akibat dari adanya keterlambatan dalam proses pengiriman bahan baku akan memiliki pengaruh besar terhadap terhambatnya proses produksi. Karena salah satu yang menjamin berjalan lancar/tidaknya proses produksi adalah ketersediaan bahan baku yang diperlukan. Penelitian Putri (2016), telah melakukan pemilihan pemasok terhadap bahan baku pasir, batu mangga, batu basal, dan batu split pada PT Igasar. Kriteria yang digunakan dalam melakukan pemilihan ini adalah biaya bahan baku, ketepatan waktu pemasok, jumlah reject, fleksibilitas, alat transportasi, surat izin usaha, ketidaksesuaian sampel dan bahan baku, serta banyaknya kandungan komponen yang tidak diperlukan dalam bahan baku. Pemilihan pemasok dilakukan dengan menggunakan metode Fuzzy untuk melakukan pembobotan terhadap kriteria yang telah dirumuskan dan TOPSIS untuk meranking alternatif-alternatif yang ada pada PT Igasar. 7

Namun demikian pemilihan pemasok untuk bahan baku batu split, batu mangga/basal dan pasir perlu dilakukan kembali karena pemasok yang memasok ke PT Igasar tahun 2016 berbeda dengan tahun 2015. Selain itu pada penelitian sebelumnya belum melibatkan kriteria kualitas bahan baku, performance history, dan beberapa kriteria lainnya yang dapat mempengaruhi dalam proses pemilihan pemasok bahan baku. Pengujian kualitas bahan baku merupakan salah satu kriteria penting dalam memilih pemasok. Beberapa pengukuran yang dilakukan pada uji kualitas batu split adalah berat jenis, penyerapan agregat, kadar lumpur, kadar air dan keausan untuk bahan baku. Sedangkan uji kualitas untuk pasir adalah kadar lumpur, kadar organik, ZONE, kadar air, penyerapan, berat jenis dan fine modulus. Sedangkan untuk kriteria performance history juga penting digunakan sebagai salah satu kriteria dalam pemilihan pemasok bahan baku, karena dengan mengetahui tingkat performance pemasok dimasa lalu seperti konsistensi kualitas, kemampuan pemenuhan order dan sebagainya perusahaan dapat memilih pemasok yang berkualitas. Dari beberapa permasalahan yang terjadi seperti kualitas bahan baku yang tidak sesuai standar serta karena adanya keterlambatan pengiriman bahan baku, maka perusahaan perlu melakukan pemilihan pemasok bahan baku kembali meskipun telah dilakukan sebelumnya. Pemilihan pemasok bahan baku dilakukan dengan menambah beberapa kriteria seperti yang disarankan oleh peneliti sebelumnya yaitu kriteria kualitas yang merupakan salah satu kriteria penting dalam memilih pemasok serta performance history. Untuk itu PT Igasar perlu melakukan pemilihan pemasok bahan baku kembali dengan mempertimbangkan kriteria lain selain yang digunakan peneliti sebelumnya. 1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya perumusan masalah dalam penelitian ini adalah perlunya dilakukan pemilihan pemasok untuk membantu perusahaan dalam memilih pemasok yang memasok di PT Igasar. 8

1.3 Tujuan Penelitian Tujuan dilakukan penelitian mengenai pemilihan pemasok di PT Igasar adalah sebagai berikut: 1. Menentukan bobot kriteria dalam pemilihan pemasok PT Igasar. 2. Menentukan ranking pemasok berdasarkan tingkat performasi keseluruhan. 1.4 Batasan Masalah Batasan dalam penelitian ini adalah : 1. Penelitian dilakukan di PT Igasar hanya untuk pemasok pasir, batu split dan batu mangga atau batu basal. 2. Data pemasok yang digunakan adalah data pemasok tahun 2016. 1.5 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Bagian ini menjelaskan tentang latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan, batasan masalah, dan sistematika penulisan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan pustaka berisikan uraian teori-teori yang digunakan sebagai dasar untuk penelitian yang dilakukan. BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bagian ini menjelaskan tentang langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian sehingga penelitian yang dilakukan dapat berjalan secara jelas dan sistematis sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. 9

BAB IV PENGOLAHAN DATA Bab ini berisikan pengumpulan data dan tahapan-tahapan dalam pengolahan data mengenai evaluasi pemasok bahan baku pasir, split dan batu mangga/basal di PT Igasar. Tahapan yang dilakukan yaitu merumuskan kriteria, validasi kriteria, menentukan bobot dari masing-masing kriteria dan sub kriteria, meranking pemasok dan analisis sensitivitas. BAB V ANALISIS Bab ini berisikan analisis terhadap kriteria yang digunakan dalam pemilihan pemasok bahan baku, bobot dari masing-masing kriteria, dan hasil dari perankingan pemasok. BAB VI PENUTUP Bab ini berikan kesimpulan yang didapatkan dari penelitian mengenai pemilihan pemasok bahan baku di PT Igasar dan saran untuk penelitian selanjutnya. 10