BAB IV ANALISIS SISTEM

dokumen-dokumen yang mirip
besarnya uang pinjaman yang diterima setelah dipotong. Adapun hal-hal yang menyangkut perhitungan pinjaman secara detail adalah sebagai berikut :

BAB III PELAKSANAAN KEGIATAN KERJA PRAKTEK

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK. Sesuai dengan judul dari laporan yaitu Prosedur Pemberian Kredit Guna Bhakti

Prosedur Persetujuan, Pencairan Dana, Dan Pengelolaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Pada Bank BTN Cabang Bekasi Kranji

BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN. Informasi Perkreditan Bank BTPN yang sedang berjalan pada Kantor Cabang

PEMBAYARAN ANGSURAN KREDIT DALAM MENCAPAI PENGENDALIAN INTERN (Studi pada PT. Bank Perkrditan Rakyat Terusan Jaya Mojokerto)

BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Prosedur Pengikatan Jaminan Pada Pembiayaan Murabahah di BPRS

Gambar 4.1 Flowmap Usulan Pengecekan Berkas

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Pada pembahasan bab lima ini akan disampaikan kesimpulan mengenai

BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN

BAB IV ANALISIS KERJA PRAKTEK. Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai suatu proses penguraian dari suatu

BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN. PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) merupakan

BAB V PENUTUP. kesimpulan dari uraian pada bab sebelumnya antara lain: perbankan. Perbankan merupakan industri jasa yang penting dalam menunjang

BAB IV ANALISIS PEMBERIAN KREDIT DAN INFORMASI KEPADA NASABAH DARI PERUM PEGADAIAN DI CPP BENGKULU. 4.1 Sistem Informasi aplikasi yang sedang bejalan

TINJAUAN ATAS PROSEDUR PEMBERIAN KREDIT MIKRO UTAMA PADA BANK BJB KANTOR CABANG CIANJUR

BAB III PEMBAHASAN DAN ANALISIS. A. Karakteristik Pembiayaan Produk Flexi ib Hasanah BNI Syariah Kantor

BAB IV PEMBIAYAAN MUDHARABAH KOPERASI PADA BANK NAGARI CABANG SYARIAH PADANG. Indonesia yang telah beroperasi minimal 2 tahun. 1

BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN. analisa dokumen merupakan salah satu cara yang dapat membantu dalam. Tabel 4.

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. gerlong futsal yang sedang berjalan. Analisis sistem yang sedang berjalan

BAB III ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN. Oleh : Deni Mahdiana,S.Kom,MM,M.Kom

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

BAB IV PEMBAHASAN. pembiayaan untuk beragam keperluan, baik produktif (investasi dan modal

BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN

SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK PERKREDITAN RAKYAT DI INDONESIA. Perihal : Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek Bagi Bank Perkreditan Rakyat

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Ringkasan Informasi Produk/Layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR) - Ritel

Variabel Indikator Sub Indikator Butir Butir Pertanyaan Pengendalian Preventif. 1. Calon nasabah memperoleh informasi kredit.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PROSEDUR PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK UNIT PALSIGUNUNG, DEPOK.

SYARAT DAN KETENTUAN

4.1. Analisa Sistem Informasi validasi pindahan siswa yang sedang berjalan

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan 1. Pelaksanaan IB Rahn Emas di Bank Jateng Syariah Kantor Cabang Semarang Rahn menurut bahasa berarti ats-tsubut dan

PERJANJIAN KERJA SAMA ANTARA UNIVERSITAS MATARAM DENGAN PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. Nomor : MDC.DPS/PKS. /2013

: FEBRINA GINTING NPM : PEMBIMBING : Dr. SRI SUPADMINI, SE., MM

BAB V HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

BAB III ANALISIS SISTEM

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. 15 Januari 2010, dengan Akta Pendirian Koperasi No. 44 dan mendapat

Ringkasan Informasi Produk/Layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR) - Mikro

Grafik Peningkatan Jumlah Nasabah

BAB IV PERANCANGAN SISTEM. Perancangan sistem adalah suatu gambaran sketsa sistem atau pengaturan dari

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK

: MARINA RUMONDANG P. TAMPUBOLON NPM :

BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN Analisis Proses Pengajuan Proposal Dana Bantuan Pemerintah

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

DAFTAR WAWANCARA Jawab

PERANAN BPR UNTUK MASYARAKAT

Syarat dan ketentuan 1. Definisi Dalam syarat dan ketentuan ini, kecuali apabila konteksnya menentukan lain, istilah-istilah berikut ini memiliki arti

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 301/KMK.01/2002 TENTANG PENGURUSAN PIUTANG NEGARA KREDIT PERUMAHAN BANK TABUNGAN NEGARA

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. Analisis yang digunakan dalam pembahasan penelitian ini adalah analisis

BAB III PEMBAHASAN 3.1 Analisis sistem yang berjalan

BAB V PENUTUP. 1. Kebijakan yang diberikan PT. Bank Nagari Cabang Sijunjung dalam. a. Kredit Kepada Masyarakat yang Berpenghasilan Tetap (Kredit

Lampiran 1. Tagihan UKM Kolom Nama Sebagai Catatan Realisasi Simpanan Wajib

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Satuan pengamatan dan Satuan analisis. Sedangkan yang menjadi satuan analisis adalah sistem pengendalian kredit.

BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN. front office menjadi terhambat atau pun tidak efektif dan efisien, dan penulis

BAB III PEMBAHASAN. berjalan di CV. Tour and Travel MARISSA HOLIDAY pada bagian pemesanan

IZIN USAHA PERUBAHAN PENANAMAN MODAL

CONTOH SURAT PERJANJIAN SEWA BELI RUMAH

BAB V PENUTUP. polis asuransi jiwa di PT Asuransi Jiwasraya Cabang Yogyakarta ini

BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN

BAB IV ANALISIS SITEM PEMBERIAN PEMBIAYAAN PADA KJKS BMT AMANAH USAHA MULIA MAGELANG. A. Sistem dan Prosedur Pemberian pembiayaan

No.16/3 /DPTP Jakarta, 3 Maret 2014 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA DAN PT. PERMODALAN NASIONAL MADANI (PERSERO)

BAB IV ANALISIS MEKANISME DAN UPAYA PENINGKATAN SISUKA (SIMPANAN SUKARELA BERJANGKA) DI BMT BUS

g. Permohonan baru untuk mendapat suatu jenis fasilitas. h. Permohonan tambahan suatu kredit yang sedang berjalan.

BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

PROSEDUR PEMBERIAN KREDIT MIKRO PADA PT BPR CHARIS UTAMA JATIROGO TUBAN TUGAS AKHIR. Program pendidikan diploma III.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK. Dalam pelaksanaan Kerja Praktek di PD.BPR BKK TAMAN. KAB.PEMALANG penulis ditempatkan pada Bagian Kredit pada aspek

Flow System. Diperiksa oleh CSO. Surveyor menganalisa Permohonan. Memenuhi Syarat. Input ke Computer Dan dicetak Oleh ADM. Kelengkapan Kredit

Peran Dan Fungsi Asuransi Sebagai Coverage Kredit Nasabah Yang Meninggal Pada Bank Bjb Kantor Cabang Pembantu Cijerah

BAB III TINJAUAN TEORI DAN PRAKTEK

BUPATI BANDUNG BARAT PROVINSI JAWA BARAT

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan zaman yang semakin meningkat membuat masyarakat terus

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. didirikan dengan nama Bank Karya Produksi Desa (BKPD) Kecamatan

BAB IV PEMBAHASAN. A. Proses Pemberian Pembiayaan Oleh Account Officer Kepada Nasabah

BAB III PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

PERATURAN WALIKOTA JAMBI NOMOR 13 TAHUN 2014 TENTANG

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Ada beberapa tahapan dalam pembiayaan mudharabah yang harus dilalui. sebelum dana itu diserahkan kepada nasabah :

PERSYARATAN PENGAJUAN KREDIT SIMPAN PINJAM

BAB II HASIL SURVEY koperasi pegawai negeri mempunyai susunan pengurus sebagai berikut : 1. Ketua : Dra. Sudaryun

BAB I PENDAHULUAN. sangat besar. Sektor sektor ekonomi yang menopang perekonomian di Indonesia

BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI YANG BERJALAN

BAB 4 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBERIAN KREDIT PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT DUTA PAKUAN MANDIRI

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB III PEMBAHASAN. Kata wanprestasi berasal dari bahasa Belanda yang diartikan buruk,

AUDIT OPERASIONAL TERHADAP FUNGSI PEMBERIAN KREDIT UNTUK MENCEGAH KREDIT MACET (Studi Kasus Pada PT.BPR Surya Artha Guna Mandiri Kediri)

DAFTAR ISI ABSTRAK... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR SIMBOL... DAFTAR LAMPIRAN...

BAB IV PEMBAHASAN. A. Sistem Penerimaan Kas dari Pemasangan Sambungan Baru

BAB IV HASIL PENELITIAN

No. 12/ 33 /DKBU Jakarta, 1 Desember 2010 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA BANK PERKREDITAN RAKYAT DI INDONESIA

kesediaannya untuk mengisi pertanyaan pertanyaan sesuai dengan petunjuk dan kerjasamanya dalam mengisi kuisioner ini, saya ucapkan terima kasih.

ABSTRAK. Prosedur pemberian kredit modal kerja

BAB 3 ANALISA SISTEM YANG SEDANG BERJALAN Sejarah Singkat PT. BPR Multi Paramindo Abadi

BAB IV HASIL DAN ANALISIS. slip khususnya pada unit Simpan Pinjam.

BAB IV. PEMBIAYAAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) MIKRO ib PADA BRISYARIAH KANTOR CABANG PADANG

No. 14/ 16 /DPbS Jakarta, 31 Mei 2012 SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK SYARIAH DAN UNIT USAHA SYARIAH DI INDONESIA

serta mencatat semua transaksi pemberian kredit bank secara lengkap

BAB II DASAR TEORI. 2.2 Sistem Suku Bunga Secara umum terdapat dua metode dalam perhitungan bunga, yaitu metode Flat dan Efektif.

BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN

Transkripsi:

BAB IV ANALISIS SISTEM 4.2. Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan Untuk mengetahui sistem yang sedang berjalan dan untuk mempelajari sistem yang ada, diperlukan suatu penggambaran aliran-aliran informasi dari bagian-bagian yang terkait baik dari dalam maupun dari luar organisasi. 4.1.1. Analisa Dokumen Dokumen dokumen yang terkait pada sistem prosedur pemberian Kredit Guna Bhakti, hal ini berkaitan dengan terbentuknya diagram alur dokumen (flow map), diantarnya adalah: 1. Dokumen SP3K (Surat Pemberitahuan Persetujuan Pemberian Kredit) Dokumen ini dibuat setelah permohonan kredit disetujui oleh pimpinan cabang dan pinsi administrasi dimana berisikan mengenai Perjanjian, aturan-aturan dan syarat-syarat kredit yang harus dipenuhi oleh pihak debitur sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Bank Jabar dan dokumen ini dibuat oleh pelaksana KGB. 2. Dokumen Perhitungan pinjaman dan saldo uang yang diterima Dokumen ini dikeluarkan oleh pelaksana KGB berisikan mengenai rincian diantaranya besarnya plafond, besarnya uang angsuran yang harus dibayar, jangka waktu pinjaman, tgl realisasi, tgl berakhirnya realisasi dan besarnya uang pinjaman yang diterima setelah dipotong. Adapun hal-hal 43

44 yang menyangkut perhitungan pinjaman secara detail adalah sebagai berikut : A. Administrasi Pembayaran Kredit Setiap pembayaran angsuran dari debitur baik pokok, bunga maupun denda harus ditatausahakan dengan baik oleh bank. Sebagai tanda bukti pembayaran maka debitur diberikan slip/kwitansi pembayaran. Untuk debitur yang telah melunasi kewajibannya kepada bank, maka perlu dilaksanakan hal-hal sebagai berikut: a. Diberi kwitansi bukti pelunasan yang dicantumkan tanggal pelunasan, dan di paraf oleh pejabat yang berwenang sebagai tanda pengesahan atas pelunasan kredit tersebut. Sedangkan data debitur yang ada dalam program komputer akan menghilang dengan sendirinya dalam jangka waktu tertentu yang terlebih dahulu di back up untuk administrasi bank. Dan dokumen-dokumen di simpan di tempat yang terpisah (khusus untuk yang sudah lunas). b. Bukti asli kepemilikan agunan kredit diserahkan kepada debitur serta dibuat surat tanda penyerahan/penerimaan dan menandatangani tanda terima dalam buku register serah terima agunan. c. Apabila debitur yang bersangkutan berhalangan hadir pada saat pengambilan bukti asli kepemilikan agunan kredit, maka orang yang akan mengambil bukti tersebut harus menyerahkan asli surat kuasa yang bermaterai dari debitur.

45 d. Data kredit yang sudah lunas dipindahkan dari data kredit yang masih efekif serta diadministrasikan secara terpisah. e. Bukti pelunasan kredit tersebut harus diagendakan dengan baik oleh kantor cabang. B. Administrasi Pelunasan Kredit Setiap pembayaran angsuran dari debitur baik pokok, bunga, maupun denda harus diatatausahakan dengan baik oleh bank, sebagai tanda bukti diberikan slip/kwitansi pembayaran.lancar, yaitu pembayaran pokok maupun bunga dibayar tepat pada waktunya. 1. Pelunasan kredit sebelum jatuh tempo diatur dengan surat edaran tersendiri. 2. Debitur harus melunasi kredit sekaligus apabila: a. Mutasi/pindah tugas keluar daerah, sementara gaji pegawai dimana debitur bekerja tidak disalurkan melalui Bank Jabar-Banten atau hanya dilandasi perjanjian kerjasama. b. Mengundurkan diri, pensiun, PHK, atau penyebab lain mengakibatkan pegawai berhenti bekerja. 3. Apabila debitur pindah keluar daerah namun pembayaran gaji instansi/perusahaan tersebut didaerah yang dituju masih dilakukan melalui Bank Jabar-Banten atau dilandasi perjanjian kerjasama, maka penyelesaian kredit debitur dilakukan melalui perkiraan antar kantor. 3. Dokumen kwitansi-kwitansi

46 Dokumen ini dikeluarkan oleh pelaksana KGB berisikan mengenai peryataan pelunasaan kredit kepeda bank dimana si debitur akan melakukan peminjaman uang lagi ke bank. 4. Dokumen Form Permohonan Kredit (FPK) Dokumen ini dikeluarkan oleh customer service berisikan mengenai data debitur, persyaratan-persyaratan, besarnya plafond, jangka waktu yang diajukan oleh calon debitur, tujuan pinjaman uang besarnya pinjaman yang diajukan, dari instansi mana dll. 5. Dokumen berita acara Dokumen yang menyatakan bahwa pemohon benar-benar bekerja di instansi tersebut. 6. Dokumen laporan Dokumen yang berisi data-data mengenai debitur yang telah melakukan permohonan kredit yang nantinya oleh pelaksana KGB akan di serahkan ke pimpinan cabang dan pinsi administrasi. 7. Dokumen Tanda Penyerahan Dan Penerimaan Dokumen ini berisi telah diterimanya agunan dari pihak debitur sebagai bukti untuk jaminan selama kredit belum lunas. 8. Dokumen data keputusan KGB Dokumen ini berisikan data pemohon, data permohonan kredit perhitungan sumber pengembalian kredit, data tambahan, rekomendasi dan lain-lain. 9. Dokumen perjanjian KGB

47 Perjanjian kredit dibuat dengan akta dibawah tangan atau dibuat akta otentik (notariil). a. Pembuatan perjanjian kredit dengan akta dibawah tangan ini biasanya telah dibuat oleh pihak bank, debitur tinggal menyetujuinya. Besarnya plafond untuk dibawah tangan maksimal Rp. 75.000.000,00. b. Pembuatan perjanjian kredit akta notarill, perjanjian ini melibatkan notaries. Besarnya plafond kredit perjanjian ini yaitu diatas Rp. 75.000.000,00 Dalam perjanjian kredit ini juga dibahas tentang pengikatan agunan, diantaranya: a. Agunan yang berupa tanah dan segala benda yang berkaitan dengan tanah diikat dengan pembebanan hak tanggungan. b. Apabila agunan tambahan yang diserahkan berupa deposito, pengikatan agunan dibawah tangan secara gadai dan dilengkapi surat kuasa pencairan kuasa secara notariil. 4.1.2. Analisis Prosedur Yang Sedang Berjalan 1. Bagian customer service memberikan Form Permohonan Kredit (FPK) yang belum diisi kepada debitur. 2. Debitur menerima dan mengisi Form Permohonan Kredit (FPK) tersebut. 3. Debitur menyerahkan FPK yang telah diisi beserta persyaratan yang lengkap termasuk dokumen-dokumen seperti Surat Keputusan (SK) ke

48 customer service. 4. Customer service menerima FPK dan memeriksa kelengkapan dokumennya. 5. Kemudian Customer service menyerahkan FPK dan dokumen permohonan kredit tersebut ke analisis kredit. 6. Analisis kredit menerima FPK dan dokumen permohonan kredit dari customer service kemudian melakukan survey langsung ke instansi tempat debitur bekerja tentang jaminan yang diagunkan kepada pihak bank, dan juga survey berdasarkan dokumen permohonan kredit atau persyaratanpersyaratan termasuk surat-surat keputusan (SK) dari instansi tempat bekerja. 7. Setelah data-data hasil survey dikumpulkan lalu analisis kredit menganalisa data-data tersebut kemudian membuat berita acara dua rangkap yang kemudian diserahkan ke debitur untuk ditanda tangani dan diketahui oleh atasannya, yang menyatakan bahwa pemohon benar-benar bekerja di instansi tersebut. 8. Debitur menerima berita acara tersebut kemudian ditandatangani dan diserahkan kembali ke analisis kredit. 9. Kemudian berita acara (2 lembar) yang telah ditandatangani oleh debitur dan telah diyatakan valid, oleh analisis kredit yang satu diarsipkan bersama dokumen dan yang satunya lagi diserahkan ke pelaksana KGB beserta FPK. 10. Pelaksana KGB menerima berita acara dan FPK tersebut kemudian

49 mengecek dan menginputkan data debitur berdasarkan FPK dan berita acara ke komputer. 11. Pelaksana KGB meminta persyaratan yang belum lengkap ke debitur, Bila persyaratan sudah lengkap / tidak ada masalah maka calon debitur diberi nomor perjanjian kredit pada Map-nya dan di inputkan ke komputer oleh pelaksana KGB. 10. Pelaksana KGB mencetak Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SP3K) [3rangkap], kwitansi-kwitansi [3rangkap], dokumen Perhitungan pinjaman dan saldo uang yang diterima [2rangkap], dokumen perjanjian KGB [2rangkap], dokumen data keputusan KGB [2rangkap] dan dokumen data penyerahan / penerimaan [2rangkap]. 11. Pelaksana KGB menyerahkan (SP3K) [2rangkap], dok.data keputusan KGB [2rangkap] dan perjanjian KGB [2rangkap] ke pimpinan cabang, pinsi administrasi dan debitur untuk ditandatangani dan untuk debitur ditambah dengan kwitansi-kwitansi [3rangkap], dok.tanda penyerahan / penerimaan dan dokumen Perhitungan pinjaman dan saldo uang yang diterima [2rangkap]. 12. Debitur, pimpinan kantor cabang dan pinsi administrasi menyerahkan dokumen-dokumen yang telah ditandatangani ke pelaksana KGB. 13. Pelaksana kredit menyerahkan SP3K 1 lembar ke debitur yang dipakai untuk melakuakan realisasi/pencairan saat penarikan uang di teller dan dokumen lainnya di arsipkan. 14. Pelaksana kredit mengarsipakan dokumen-dokumen lainnya dan

50 mecetak laporan data-data debitur pemohon kredit 2 rangkap dimana yang satu untuk diserahkan kepada pimpinan kantor cabang, satunya lagi untuk diarsipkan. 4.1.2.1.FlowMap Diagram Alir Dokumen (Flow Map) merupakan gambaran antara entity yang terlihat berupa aliran-aliran dokumen yang ada. Bagian alir dokumen disebut juga bagian alir formulir yang merupakan bagian alir yang menunjukan arus dari laporan formulir termasuk tembusannya, mengenai sumber dari alir dokumen tersebut dapat digambarkan pada Flow Map berikut. Keterangan : 1. Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SP3K) 2. Form Permohonan Kredit (FPK) 3. Surat Keputusan (SK) 4. Kredit Guna Bhakti (KGB)

Gambar 4.1.2.1. Flow Map Sistem yang berjalan 51

52 4.1.2.2.Diagram Konteks Diagram Konteks adalah bagian dari flow map diagram (DFD) yang berfungsi memetakan model lingkungan, yang dipresentasikan dengan lingkaran tunggal yang mewakili keseluruhan sistem, dan menggambarkan bagaimana hubungan antara sistem dan entitas yang terlibat. Gambarnya adalah sebagai berikut: Gambar 4.1.2.2. Diagram Konteks Sistem yang Berjalan Keterangan : 1. Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SP3K) 2. Form Permohonan Kredit (FPK) 3. Surat Keputusan (SK) 4. Kredit Guna Bhakti (KGB)

53 4.1.2.3.Data Flow Diagram Data Flow Diagram (DFD) yang berjalan adalah representasi grafik dari sebuah sistem Data Flow Diagram yang berjalan menggambarkan komponen komponen sebuah sistem aliran aliran data diantara komponen komponen tersebut, asal, tujuan dan penyimpanan dari data tersebut. Gambar 4.1.2.3 DFD Sistem yang Berjalan Keterangan : 1. Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SP3K) 2. Form Permohonan Kredit (FPK) 3. Surat Keputusan (SK) 4. Kredit Guna Bhakti (KGB)

54 4.1.3. Evaluasi Sistem Berdasarkan hasil analisa penulis terhadap sistem informasi yang sedang berjalan dalam proses pengolahan data nasabah / pelanggan masih banyak kekurangan dan masih perlu adanya perbaikan-perbaikan yang diperlukan untuk meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan / nasabah. No Kendala Penyelesaian 1. Masih ada keterlambat dan tidak akurat dalam proses pelaporan / pencatatan perlu adanya perbaikan-perbaikan yang diperlukan untuk meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan / pengaduan pelanggan nasabah karena untuk sebuah Bank dikarnakan system yang sedang berjalan masih bersipat manual 2. Penyimpanan data / berkas yang masih manual sehingga sering mengalami penumpukan berkas dan diperlukan suatu Sistem Informasi yang baik, yang dapat melayani kebutuhan informasi dari para pegawai khususnya untuk masalah KGB, misalkan dalam pembuatandokumen-dokumen agar bisa lebih cepat dan akurat dalam penyajiannya. hilangnya berkas. Tabel 4.1.3 Evaluasi sistem