AbdulHakim SdanEva Sari E. Br. Aritonang Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan

dokumen-dokumen yang mirip
Ema Yesha Sinaga dan Abd. Hakim Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan ABSTRACT

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK BESARAN DAN SATUAN

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA

PENGARUHMODEL PEMBELAJARANINQUIRY TRAINING TERHADAPHASILBELAJARSISWA PADAMATERI POKOK ELASTISITAS KELAS XI SEMESTER I DI MAN 1 MEDAN T.

Iramaya Fridayanti Sinaga dan Nurdin Siregar Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan ABSTRAK

Ridwan Abdullah Sani dan Maryono Jurusan Pendidikan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Medan Jl. Willem Iskandar, Pasar V, Medan ABSTRAK

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK LISTRIK DINAMIS

Fatima Hannum dan Nurdin Bukit Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan ABSTRAK

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBER HEAD TOGETHER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMP PADA MATERI GETARAN DAN GELOMBANG

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) BERBANTU MEDIA FLASH TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMA

PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI IPA DI SMA NEGERI 14 PADANG.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINNING

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN METODE INKUIRI DAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL DALAM PEMBELAJARAN FISIKA

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PETA PIKIRAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK GETARAN DAN GELOMBANG DI KELAS VIII SMP NEGERI 12 BINJAI

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS VIII SMP NEGERI 3 PERCUT SEI TUAN T.A 2012/2013

Karya Sinulingga dan Denny Munte Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Negeri Medan Jl. Willem Iskandar, Psr V -Medan. = 4,479 dan t tabel.

PENGARUH PENGGUNAAN METODE PANCINGAN KATA KUNCI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SIGUMPAR TAHUN PEMBELAJARAN 2012/2013

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK USAHA DAN ENERGI KELAS VIII MTS N-3 MEDAN

Nova Rina Setia Sari Sinaga dan Sehat Simatupang Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan

Rita Juliani dan Saima Putrini R. Harahap Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan

PENGARUH MODEL COOPERATIVE SCRIPT TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 9 LUBUKLINGGAU ABSTRAK

Khairun Nisa Marwan dan Rita Juliani Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan ABSTRAK

PERBEDAAN HASIL BELAJAR FISIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT DAN MODEL KONVENSIONAL PADA MATERI POKOK BESARAN DAN SATUAN

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN LATIHAN INKUIRI DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA MATA PELAJARAN FISIKA

DAFTAR ISI BAB II PEMBELAJARAN IPA TERPADU MODEL CONNECTED, PENGUASAAN KONSEP KEPENDUDUKAN DAN LINGKUNGAN, DAN SIKAP ILMIAH SISWA...

PENGKONSTRUKSIAN KONSEP FISIKA MELALUI PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA PADA MATERI POKOK GERAK LURUS DI KELAS X SMA SWASTA UISU MEDAN

Ajeng Utrifani dan Betty M. Turnip Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Unimed

IMPLEMENTASI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA

Dila Sari dan Ratelit Tarigan Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan

Pengaruh Pembelajaran Problem Posing Berbasis Aktivitas Menggunakan Kartu Pertanyaan Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Palu

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SIPISPIS T.P. 2012/2013

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA YP Unila

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DISERTAI DENGAN KEGIATAN DEMONSTRASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR ASAM, BASA, DAN GARAM

THE IMPLEMENTATION OF PROBLEM BASED LEARNING IN STUDENT S LEARNING OUTCOMES

Oleh : Yeyen Suryani dan Sintia Dewiana. Abstrak

PERBANDINGAN KETERAMPILAN PROSES SAINS ANTARA KELOMPOK SISWA YANG DIAJAR DENGAN MODEL POE DAN MODEL DISCOVERY

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMP PADA MATERI GAYA DAN HUKUM NEWTON T.

Furry Aprianingsih, Elsje Theodore Maasawet, Herliani Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Mulawarman Samarinda

Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako (JPFT) Vol. 2 No. 1 ISSN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Perintis 1

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mempengaruhi pemahaman konsep matematika siswa. Penelitian ini

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE BERBASIS PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK LISTRIK DINAMIS

Yosico Indagiarmi 1 and Abd Hakim S 2

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen kuasi

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SUHU DAN KALOR

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE BERBASIS PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK LISTRIK DINAMIS

Maryetta Evi Hariati: Mahasiswa FKIP Universitas Jambi Page 0

METODE PENELITIAN. Bandarlampung Tahun Ajaran 2013/2014 dengan jumlah siswa sebanyak 200

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi

A1C FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI AGUSTUS,

PENGARUH METODE QUANTUM LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA DASAR II PADA MAHASISWA SEMESTER II T.A GENAP 2008/2009 PRODI FISIKA UNIB

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI SOSIAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS IX SEMESTER I SMP NEGERI 8 KOTA JAMBI ARTIKEL ILMIAH OLEH

Denni Saulina Tambunan dan Alkhafi Maas Siregar Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan ABSTRAK

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA yang berjumlah 200

Kata kunci : Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Hasil Matematika Siswa

Oleh Sariduma Sinaga Prof. Dr. Rosmawaty, M.Pd.

Nur Azizah Haqiqi. Pemanfaatan Lahan Sekolah sebagai Sumber Belajar untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Konsep Klasifikasi Makhluk Hidup

PENGGUNAAN METODE PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DI SMP NEGERI 4 KUNINGAN

Inna Sakinah Manik dan Nurdin Bukit Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Unimed

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAHTERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 LAHATPADA MATERI SUHU DAN KALOR

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING MENGGUNAKAN MEDIA POWERPOINT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

OLEH : DIAN PUSPITO SARI NPM : ( )

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Swadhipa Tahun

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. serta data hasil belajar siswa yang berupa nilai pre-test dan pos-test. Hasil dari

Gayus Simarmata FKIP Universitas HKBP Nomensen Pematangsiantar

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A-MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA. Nurlia Astika, Ngurah Ayu Nyoman M

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

PENERAPAN TEORI MOTIVASI KOMPETENSI MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT PADA MATERI LISTRIK DINAMIS

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA MAN DOLOK MASIHUL SERDANG BEDAGAI TAHUN PELAJARAN

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA KONSEP KALOR DI KELAS X SMA N 2 PEUSANGAN

III METODE PENELITIAN

PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE NHT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 18 MEDAN

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PENCAPAIAN KONSEP DENGAN MENGGUNAKAN PETA PIKIRAN SEBAGAI UPAYA MENGURANGI MISKONSEPSI SISWA

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK BESARAN DAN SATUAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen. Perlakuan dalam

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE BERBANTUAN KOMPUTER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SEMESTER II SMP NEGERI 3 KISARAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. digunakan adalah pretest-posttest with Nonequevalent Control Grup. Kelompok Pretes Perlakuan Postes.

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri I Natar

BAB III METODE PENELITIAN. 2013/2014 yaitu mulai tanggal 06 Februari sampai 26 Februari 2014 di SMAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBANTUAN MACROMEDIA FLASH

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian eksperimen semu, yang mana variabel-variabelnya

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERMAIN JAWABAN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN KOLOID DI KELAS XI IPA SMA

Derlina dan Bintang Nainggolan Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan

Surono, Pengaruh model pembelajaran inquiry...

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIVE TIPE JIGSAW PADA MATERI SUHU DI KELAS VII-6 SMP NEGERI 1 TEBING TINGGI

Irdes Hidayana Siregar dan Rita Juliani Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Negeri Medan Abstrak

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA semester ganjil

PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW

EDU-MAT Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 5, Nomor 1, April 2017, hlm 47 52

Pengaruh Penggunaan Media Video Terhadap Peningkatan Pemahaman Konsep Suhu dan Kalor Pada Siswa Kelas X Man 1 Palu.

G. Lian Y. Nababan. NIM ABSTRAK. antara hasil belajar siswa menggunakan model konvensional dengan model

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA N 7 Bandar

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

Transkripsi:

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERPINDAHAN KALOR DAN ASAS BLACK DI KELAS X SEMESTER II SMA ST.THOMAS 3 MEDAN T.A 213/214 AbdulHakim SdanEva Sari E. Br. Aritonang Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan evaaritonang47@yahoo.co.id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hasil belajar siswa dengan model pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar siswa. Nilai rata-rata hasil belajar siswa yang diberi perlakuan dengan model pembelajaran kontekstual adalah 74,53 dan dengan pembelajaran konvensional adalah 68,59. Aktivitas belajar siswa selama mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual adalah 64,53 termasuk pada kriteria aktif. Berdasarkan hasil analisis perhitungan uji t, terdapat perbedaan yang signifikan akibat pengaruh penerapan model pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar siswa. Kata Kunci: model pembelajaran kontekstual, aktivitas, hasil belajar. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan proses interaksi yang mendorong terjadinya belajar. Dengan adanya belajar maka terjadilah perkembangan, jasmani dan mental siswa. Disamping itu, pendidikan merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan sumber daya manusia yang memiliki karakteristik tertentu seperti wawasan ilmu pengetahuan yang luas, kemampuan untuk menyelesaikan masalah. Proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik, seorang guru harus cerdas dan tanggap dalam merencanakan, menyusun dan mendesain suatu proses belajar mengajar sehingga tujuan-tujuan pembelajaran dapat tercapai. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah terutama dalam bidang Ilmu Pengetahuan. Hal ini terbukti dari usaha pemerintah dalam melakukan inovasi seperti perubahan kurikulum, penataan guru dan dosen, memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan, penggunaan metode, model, dan pendekatan mengajar, juga pelaksanaan penelitian. Kesemuanya dilakukan dalam upaya untuk memperbaiki pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah yang pada akhirnya diharapkan meningkatkan hasil belajar siswa. Sains sulit, diperkuat oleh pendapat Siti Nurohomah dkk (211:45) menyatakan bahwa fisika adalah pelajaran sains yang terkesan sulit, sehingga siswa lebih dahulu merasa tidak mampu sebelum mempelajarinya.sedangkan pendapat dari Zulirfan (211:2) menyatakan bahwa fisika penting untuk diajarkan pada sekolah formal karena 11

merupakan bagian dari kehidupan kita, melekat dengan fenomena jagat raya dan lingkungan kehidupan serta mendukung kemajuan teknologi pada saat ini. Meskipun demikian banyak siswa yang menyatakan IPA fisika merupakan pelajaran yang sulit. Beberapa faktor yang menyebabkan hasil belajar siswa itu rendah, antara lain: (1) sistem pengajaran yang kurang efektif, kurang efisien, dan kurang membangkitkan minat siswa untuk belajar sehingga siswa merasa bosan dalam belajar fisika. (2) kualitas rancangan pengajaran yang kurang menarik minat siswa untuk belajar.hal ini rendahnya hasil belajar di sebabkan proses pembelajaran yang didominasi masih berpusat pada guru. Dominasi guru dalam pembelajaran ini menyebabkan siswa lebih banyak menunggu sajian dari guru daripada menemukan sendiri pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal tersebut perlu digunakan suatu metode atau model pembelajaran yang berpusat pada siswa. Rendahnya hasil belajar fisika didukung dari hasil wawancara kepada salah seorang guru fisika dan pengalaman penulis saat melakukan Program Pengalaman Lapangan Terpadu (PPLT) Tahun 213. Pembenahan yang dapat dilakukan oleh seorang guru dalam mengatasi pembelajaran teacher centered antara lain guru harus mampu berinteraksi secara baik dengan siswa sehingga guru bukan hanya sebagai pusat pemberi informasi melainkan sebagai fasilitator untuk siswa. Untuk itu guru harus mampu memilih model pembelajaran yang tepat dalam menyampaikan setiap pembelajaran yang diajarkan. Salah satu alternatif model pembelajaran yang memungkinkan diterapkan adalah model pembelajaran kontekstual. Model pembelajaran kontekstual adalah sebuah sistem yang merangsang otak untuk menyusun pola-pola yang mewujudkan makna. Lebih lanjut Elaine (212: 187) menyatakan model pembelajaran kontekstual adalah suatu sistem pembelajaran yang cocok dengan otak yang menghasilkan makna dengan menghubungkan muatan akademis dengan konteks dari kehidupan sehari-hari siswa. Jadi model pembelajaran kontekstual adalah usaha untuk membuat siswa aktif dalam memompa kemampuan diri tanpa merugi dari segi manfaat, sebab siswa berusaha mempelajari konsep sekaligus menerapkan dan mengaitkannya dengan dunia nyata. Model pembelajaran kontekstual merupakan konsep belajar yang beranggapan bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan secara alamiah sehingga belajar akan lebih bermakna jika anak bekerja dan mengalami sendiri apa yang dipelajarinya. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di SMA St.Thomas 3 Medan pada semester II T.A 213/214. Penelitian ini melibatkan dua kelas yang diberi perlakuan berbeda. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran kontekstual sedangkan dikelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Untuk mengetahui hasil belajar fisika siswa dilakukan dengan memberikan tes pada kedua kelas sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Desain penelitian yang digunakan adalah desain control 12

group pretest-posttest design. Desain penelitian ini ditunjukkan pada Tabel 1. Tabel 1. control group pretestposttest design Pret Perlaku Post Kelas es an es Eksperime T n 1 X 1 T 2 T Kontrol 1 X 2 T 2 Keterangan : X 1 = model pembelajaran kontekstual X 2 = model konvensional T 1 = Pemberian pretes T 2 = Pemberian postes Uji Liliefors digunakan untuk mengetahui data kedua sampel beristribusi normal. Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah kedua sampel berasal dari populasi yang homogen. Uji homogenitas menggunakan uji t dua pihak. Kriteria pengujian adalah: terima H o jika t t 1-α dimana t 1-α didapat dari daftar distribusi t dengan peluang (1- α) dan dk = n 1 + n 2 2 dan α =,5. Untuk harga t lainnya H o ditolak. Adapun hasil instrumen kemampuan kognitif siswa kelas eksprimen dan kelas kontrol pada pretes seperti Ditunjukkan pada Gambar 1. Skor 9 8 7 6 5 4 3 2 1 Eksprimen Kontrol C1 C2 C3 C4 C5 C6 Kemampuan Kognitif Berdasarkan Taksonomi Bloom Gambar1.Diagram batang kemampuan kognitif siswa pada pretes Sedangkan hasil instrumen kemampuan kognitif siswa kelas eksprimen dan kelas kontrol pada postes ditunjukkan pada Gambar 2. 13

Skor 12 1 8 6 4 2 Eksprimen Kontrol C1 C2 C3 C4 C5 C6 Kemampuan Kognitif Berdasarkan Taksonomi Bloom Gambar 2.Diagram batang kemampuan kognitif siswa pada postes HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini termasuk jenis penelitian quasi experiment yang melibatkan dua kelas yang diberi model pembelajaran yang berbeda yaitu pada kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran kontekstual dan pada kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Sebelum kedua kelas diberikan perlakuan yang berbeda, kedua kelas terlebih dahuluu diberikan pretes yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Berdasarkan hasil pretes yang diperoleh, nilai rata rata pretes kelas eksperimen 47,5 dan nilai pretes kelas kontrol 51,56. Selanjutnya kelas eksperimen dan kelas kontrol diberikan perlakuan yang berbeda. Pada kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran kontekstual dan pada kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Setelah kedua kelas diberi perlakuan, masing-masing kelas diberi postes untuk melihat adanya perbedaan akibat diberikan perlakuan pembelajaran yang berbeda. Dari data postes kedua kelas diperoleh nilai rata-rata postes untuk kelas eksperimen sebesar 74,53 dan nilai rata-rata postes kelas kontrol sebesar 68,59. Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan antara nilai postes kelas eksperimen dengan kelas kontrol Berdasarkan hasil uji normalitas dengan menggunakan uji Lilliefors untuk kedua sampel diperoleh bahwa nilai pretes dan postes berdistribusi normal seperti ditunjukkan pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Data Pretes & Postes Kedua Kelas Kelas Eksperimen L hitung,128 Kontrol,1298 Eksprim en L hitung,1499 Kontrol,1335 Pretes L tabel,15662 Postes L tabel,15662 Kesimp ulan Normal Normal 14

Sedangkan hasil uji homogenitas kelas eksprimen dan kelas kontrol ditunjukkan pada Tabel 3. Tabel 3. Hasil Uji Homogenitas Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Sampel t hitung t tabel Kesimpulan Pretes -1,35 1,999 Homogen Pengujian homogenitas data pretes pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan dengan uji t dua pihak untuk mengetahui apakah kelompok sampel berasal dari populasi yang homogen atau tidak. Hasil uji hipotesis kelas eksprimen dan kelas kontrol ditunjukkan pada Tabel 4. Tabel 4. Hasil Uji Hipotesis Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Sampel t hitung t tab bel Kesimpulan Kemampuan Pretes -1,35 1,99 awal siswa sama Postes 2,41 1,99 Ada pengaruh Berdasarkan Tabel 4, didapat t hitung > t tabel dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan akibat penerapan model pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan pretes, aktivitas, postes, dan aktivitas terendah sampai tertinggi maka dapat ditunjukkan pada Gambar 3. Kriteria Nilai 6 Frekuensi 5 4 3 2 1 Kriteria Nilai BSASB BASB BAB KASB KAB KAC KAK KCASB KCAB SKAB SKAC SKAK SKCASB SKCAB SKCAK Kriteria Nilai Gambar 3. Diagram batang kategori nilai pretes, aktivitas, postes. Keterangan BSASB: Baik, Sangat Aktif, Sangat Baik BASB : Baik, Aktif, Sangat Baik KCASB:Kurang,Cukup, Aktif,Sangatt Baik KCAB : Kurang, Cukup Aktif, Baik SKAB : Sangat Kurang, Aktif, Baik BAB : Baik, Aktif, Baik SKAC: Sangat Kurang, Aktif, Cukup KASB : Kurang, Aktif, Sangat Baik SKAK:Sangat Kurang, Aktif, KAB : Kurang, Aktif, Baik Kurang KAB : Kurang, Aktif, Baik SKCASB: Sangat Kurang, Cukup KAC : Kurang, Aktif, Cukup Aktif, Sangat Baik KAK : Kurang, Aktif, Cukup 15

SKCAK: Sangat Kurang, Cukup Aktif, Kurang Aspek aktivitas yang dinilai antara lain:menyajikan masalah, menemukan permasalahan, membangkitkan lebih banyak pertanyaan, kolaborasi kelompok, menganalisis percobaan, dan merefleksikan. Aktivitas dinilai berdasarkan urutan aktivitas terendah-tertinggi, urutan pretes terendah-tertinggi, dan berdasarkan kelompok. Data nilai siswa berdasarkan urutan nilai rata-rata aktivitas terendah sampai tertinggi. Yang dapat dilihat pada gambar grafik berikut ini. Pretes 8 7 6 5 4 3 2 1 y = 1,382x + 25,15 Pretes 15 3 35 35 4 45 45 5 5 5 5 55 55 55 7 7 Aktivitas Gambar 4 Grafik nilai pretes terhadap aktivitas Berdasarkan analisis regresi yang ditunjukkan pada Gambar 4 diatas.bentuk persamaan y ax b; y memiliki arti adalah subjek dalam variabel dependen yang diprediksi, a adalah harga y ketika harga x = (harga konstan), b adalah angka arah atau koefisien regrsi yang menunjukkan angka peningkatan atau penurunan variabel dependen yang berdasarkan kepada perubahan variabel independen. Bila (+) arah grafik naik, dan bila ( ) arah grafik turun, sedangkan x adalah subjek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu. 16

1 9 8 7 6 5 4 3 2 1 y = -,45x + 72, 53,7 57,4 57,43 Postes Postes Gambar 5 Grafik nilaipostes terhadap aktivitas Berdasarkan pada Gambar 5 y ax b; analisis regresi diatas. Bentuk persamaan y memiliki arti adalah subjek dalam variabel dependen yang diprediksi, a adalah harga y ketika harga x = (harga konstan), b adalah angka arah atau koefisien regersi yang menunjukkan angka peningkatan atau penurunan variabel dependen yang berdasarkan kepada perubahan variabel independen. Bila (+) arah grafik naik, dan bila ( ) arah grafik turun, sedangkan x adalah subjek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu. 8 7 6 5 4 3 2 1 53,7 68,53 79,63 62,97 72,23 74,6 57,4 66,67 62,96 61,1 61,13 62,97 66,67 68,5 72,23 74,6 Aktivitas pretes y =,543x + 39, pretes Aktivitas Gambar 6 Grafik nilai pretes berdasarkan kelompok terhadap aktivitas Berdasarkan analisis regresi y ax b; y memiliki arti adalah yang ditunjukkan pada Gambar 6 subjek dalam variabel dependen diatas. Maka bentuk persamaan yang diprediksi, a adalah harga y 17

ketika harga x = (harga konstan), b adalah angka arah atau koefisien regersi yang menunjukkan angka peningkatan atau penurunan variabel dependen yang berdasarkan kepada perubahan variabel independen. Bila (+) arah grafik naik, dan bila ( ) arah grafik turun, sedangkan x adalah subjek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu. Postes 1 9 8 7 6 5 4 3 2 1 y =,44x + 7,97 postes 53,7 57,4 57,43 61,1 61,13 62,97 66,67 68,5 72,23 74,6 Aktivitas Gambar 7 Grafik nilai postes berdasarkan kelompok terhadap aktivitas dihadapi oleh penulis. Kendala itu diantaranya menyajikan masalah yang autentik sesuai dengan topik pada materi, Menganalisis percobaan, kendala ini terletak di fase pertama dan kelima pada sintaks model pembelajaran kontekstual. Kendala selanjutnya, pada fase ketiga ketika penulis membangkitkan lebih banyak pertanyaan tiap kelompok, suasana kelas kurang kondusif. Berdasarkan analisis regresi yang ditunjukkan pada Gambar 7 diatas. Maka, bentuk persamaan y ax b; y memiliki arti adalah subjek dalam variabel dependen yang diprediksi, a adalah harga y ketika harga x = (harga konstan), b adalah angka arah atau koefisien regersi yang menunjukkan angka peningkatan atau penurunan variabel dependen yang berdasarkan kepada perubahan variabel independen. Bila (+) arah grafik naik, dan bila ( ) arah grafik turun, sedangkan x adalah subjek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu. Penerapan model pembelajaran kontekstual yang telah dilakukan oleh penulis belum mendapatkan hasil yang optimal karena pada pembelajaran masih ada beberapa kendala yang KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, penulis mengemukakan kesimpulan sebagai berikut: (1) Hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual khususnya pada materi perpindahan kalor dan asas black memberikan nilai rata-rata dengan kategori baik dan aktif (2) 18

Hasil belajar siswa dengan menggunakan pembelajaran konvensional khususnya pada materi perpindahan kalor dan asas black memberikan nilai rata-rata dengan kategori cukup dan aktif (3)Aktivitas siswa yang dikembangkan dari model pembelajaran kontekstual memberi informasi bahwa dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran ditinjau dari hasil ratarata aktivitas disetiap pertemuan dinyatakan dengan kategori aktif. (4) Ada perbedaan yang signifikan akibat pengaruh model pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar siswa pada materi perpindahan kalor dan asas black di kelas X semester II SMA St.Thomas 3 T.A 213/214. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan di atas, sebagai tindak lanjut dari penelitian ini disarankan beberapa hal sebagai berikut: ( 1) Masih banyak pembenahan dalam penyusunan instrumen soal (3) Masih perlu pembenahan aktivitas dalam implementasi model pembelajaran kontekstual. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, S., (29), Manajemen Penelitian, Penerbit, Rineka Cipta, Jakarta. Arikunto, S., (212), Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta Arikunto., (21), Prosedur Penelitian, Penerbit, Rineka Cipta, Jakarta Sudjana, (2 5), Metode Statistik, Penerbit Tarsito, Bandung. Nurohomah, S., Setyadi., E Kurniawan., dan Ashari., (211), Pemanfaatan Kartun Fisika Sebagai Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Pada Siswa Kelas VII Mts N Purworejo.Jurnal Pendidikan Fisika Universitas Muhmmadiyah Purworejo. Radiasi. Vol. 1. No. 1. Hal. 45 (accessed 3/17/214 4:39 PM) Rusman., (212) Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru, Penerbit Raja Grafindo Persada, Jakarta Zulirfan., (211), Persepsi terhadap Pelajaran dan Performansi Guru IPA Fisika Siswa SMP N Kota Pekanbaru.Jurnal Pendidikan Fisika FKIP Universitas Riau (accessed 3/19/214 9:55 AM) 19