PENGEMBANGAN KURIKULUM I. Hakikat pengembangan kurikulum Pengembangan kurikulum merupakan usaha untuk mencari bagaimana rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta carayang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan untuk mencapai tujuan tertentu dalam suatu lembaga. Sesuai dengan UU No. 20 tahun 2003 Bab X tentang kurikulum, pasal 36 ayat 1 bahwa pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Suatu kurikulum diharapkan memberikan landasan, isi, dan menjadi pedoman bagi pengembangan kemampuan siswa secara optimalbsesuai dengan tuntutan dan tantangan perkembangan masyarakat. Proses pengembangan kurikulum di bagi menjadi; 1. Desain, 2. Implementasi, 3. Evaluasi, 4. Penyempurnaan kurikulum. Alasan perlu adanya pengembangan kurikulum sendiri adalah untuk merespon ITEKS, merespon perubahan sosial, memenuhi kebutuhan peserta didik, merespon kemajuan di bidang pendidikan, dan merespon perubahan system pendidikan. II. Kaitan pengembangan, perencanaan, dan implementasi kurikulum Tujuan Desain kurikulum Implementasi instruksional Pengembangan Kurikulum Perencanaan Kurikulum Implementasi kurikulum
III. Struktur perubahan kurikulum secara evolusioner versi Thomas Kulin Conventional, accepted curricular, and instructional practies Continous Social change continous Social indicators presaging change Cricisms and/or crises in education Despute and conflict (anti-thesis) continous Alternative Practices proposed (Thesis) Experimentation and innovation Modified or new practices (synthesis) Dari gambar di atas dapat di simpukan bahwa kurikulum di rancang berdasarkan kebutuhan masyarakat bukan atas dasar keinginan pemerintah. IV. Masalah dalam pengembangan kurikulum Masalah- masalah yang sering di hadapi dalam pengembangan kurikulum antara lain : 1. Cara memilih materi yang akan di ajarkan 2. Perbedaan pandangan para pengembang 3. Penerapan kurikulum pada setiap tingkat pendidikan 4. Perumusan kurikulum yang fleksibel 5. Pengaruh pergantian pimpinan 6. Inisiatif untuk penerapan kurikulum 7. Cara memperoleh informasi yang tepat untuk perumusan kurikulum 8. Pemanfaatan sumber daya untuk perbaiki kurikulum. V. Pelaku dalam pengembangan kurikulum Adapun orang-orang yang terlibat dalam proses pengembangan kurikulum diantaranya:
1. Guru 2. Ahli kurikulum 3. Ahli pendidikan 4. Ahli lain di luar bidang pendidikan 5. Lulusan 6. Siswa 7. Pengguna lulusan VI. Unsur-unsur yang terdapat dalam kurikulum Sebagai program yang akan di jalani siswa di Sekolah: Tujuan Materi pembelajaran Strategi pembelajaran System evaluasi Hal-hal yang di aktualisasikan dalam sekolah Sebagai dokumen, kurikulum terdiri dari: Proses pembuatan rencana kurikulum GBPP/ silabus Perangkat dan buku-buku yang di perlukan dalam proses pembelajaran VII. Komponen esensial kurikulum Tujuan Evaluasi Materi Pembelajaran VIII. Dimensi kurikulum Terdapat beberapa contoh dimensi kurikulum Tahapan Desain komponen kurikulum Tujuan Materi KBM Evaluasi
Implementasi Evaluasi Revisi Fungsi menegemen Planning Organizing Actualing Controling Komponen kurikulum Tujuan Materi KBM evaluasi Fungsi menegemen Planning Organizing Actualing Controling Tahapan Pengembangan kurikulum Tingkatan pengembangan Nasional Regional Lokal Sekolah Tahapan Pengembangan kurikulum Mata pelajaran Matematika Bhs. Indonesia Bhs. Inggris Agama Komponen kurikulum Tujuan Materi KBM evaluasi Mata pelajaran Matematika Bhs. Indonesia Bhs. Inggris Agama Kegiatan
IX. Elemen system kurikulum Kekuatan eksternal Individu yang perlu di didik berdasarkan Setting pendidikan Rumusan tujuan pembelajaran ke arah pemilihan Desain kurikulum, model pembelajaran, dan proses evaluasi untuk antisipasi Kemajuan peserta didik Sumber dasar X. Operasional kurikulum Dokumen tertulis Implementasi pembelajaran Penilaian Hasil belajar Monitoring dan evaluasi keberhasilan Izdiyadatur Rohmah/15105241042 http://izdiyarahmah.blogs.uny.ac.id