BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III PEMBAHASAN, PERHITUNGAN DAN ANALISA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV PERHITUNGAN PERANCANGAN

BAB IV PERHITUNGAN DAN PERANCANGAN ALAT. Data motor yang digunakan pada mesin pelipat kertas adalah:

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB IV PERHITUNGAN RANCANGAN

BAB III PERANCANGAN Perencanaan Kapasitas Penghancuran. Diameter Gerinda (D3) Diameter Puli Motor (D1) Tebal Permukaan (t)

BAB IV PROSES, HASIL, DAN PEMBAHASAN. panjang 750x lebar 750x tinggi 800 mm. mempermudah proses perbaikan mesin.

IV. ANALISIS TEKNIK. Pd n. Besarnya tegangan geser yang diijinkan (τ a ) dapat dihitung dengan persamaan :

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II DASAR TEORI. c) Untuk mencari torsi dapat dirumuskan sebagai berikut:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II DASAR TEORI Sistem Transmisi

BAB III PERANCANGAN SISTEM TRANSMISI RODA GIGI DAN PERHITUNGAN. penelitian lapangan, dimana tujuan dari penelitian ini adalah :

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

BAB IV PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN

BAB III TEORI PERHITUNGAN. Data data ini diambil dari eskalator Line ( lampiran ) Adapun data data eskalator tersebut adalah sebagai berikut :

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN BAGIAN BAGIAN CONVEYOR

BAB IV PERHITUNGAN DIMENSI UTAMA ESKALATOR. Dari gambar 3.1 terlihat bahwa daerah kerja atau working point dalam arah

BAB III PERANCANGAN. = 280 mm = 50,8 mm. = 100 mm mm. = 400 gram gram

MESIN PERUNCING TUSUK SATE

Perancangan Belt Conveyor Pengangkut Bubuk Detergent Dengan Kapasitas 25 Ton/Jam BAB III PERHITUNGAN BAGIAN-BAGIAN UTAMA CONVEYOR

PERENCANAAN MESIN PENGIRIS PISANG DENGAN PISAU (SLICER) VERTIKAL KAPASITAS 120 KG/JAM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Lampiran 1. Analisis Kebutuhan Daya Diketahui: Massa silinder pencacah (m)

PERENCANAAN MESIN PERAJANG SINGKONG DENGAN KAPASITAS 150 Kg/JAM SKRIPSI

PERANCANGAN MESIN PENGADUK BAHAN DASAR ROTI KAPASITAS 43 KG

BAB II DASAR TEORI 2.1. Sistem Transmisi Motor Listrik

BAB III ANALISA PERHITUNGAN

BAB II DASAR TEORI 2.1 Sistem Transmisi 2.2 Motor Listrik

BAB III PERANCANGAN DAN PERHITUNGAN

BAB II DASAR TEORI 2.1 Konsep Perencanaan 2.2 Motor 2.3 Reducer

SABUK ELEMEN MESIN FLEKSIBEL 10/20/2011. Keuntungan Trasmisi sabuk

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

BAB III PERENCAAN DAN GAMBAR

BAB II LANDASAN TEORI

PERANCANGAN PISAU MESIN PEMIPIL DAN PENGHANCUR BONGGOL JAGUNG HADIYATULLAH

BAB III PERENCANAAN DAN PERHITUNGAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perancangan yaitu tahap identifikasi kebutuhan, perumusan masalah, sintetis, analisis,

BAB II LANDASAN TEORI. khususnya permesinan pengolahan makanan ringan seperti mesin pengiris ubi sangat

Lampiran 1 Analisis aliran massa serasah

Bahan poros S45C, kekuatan tarik B Faktor keamanan Sf 1 diambil 6,0 dan Sf 2 diambil 2,0. Maka tegangan geser adalah:

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

POROS dengan BEBAN PUNTIR

PERANCANGAN MESIN PENGUPAS KULIT KENTANG KAPASITAS 3 KG/PROSES

HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG [1] Tidak diperkenankan mengumumkan, memublikasikan, memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini

BAB III ANALISA PERHITUNGAN. 3.1 Putaran yang dibutuhkan dan waktu yang diperlukan

BAB II DASAR TEORI. 1. Roda Gigi Dengan Poros Sejajar.

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TRANSMISI RANTAI ROL

Hopper. Lempeng Panas. Pendisribusian Tenaga. Scrubber. Media Penampung Akhir

Mulai. Studi Literatur. Gambar Sketsa. Perhitungan. Gambar 2D dan 3D. Pembelian Komponen Dan Peralatan. Proses Pembuatan.

PERENCANAAN OVERHEAD TRAVELLING CRANE YANG DIPAKAI PADA PABRIK PELEBURAN BAJA DENGAN KAPASITAS ANGKAT CAIRAN 10 TON

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Konsep Perencanaan Sistem Transmisi Motor

BAB IV PERENCANAAN PERANCANGAN

RANCANG BANGUN MESIN PEMISAH KULIT ARI JAGUNG. ANDRI YONO ;

BAB IV PERENCANAAN DAN PERHITUNGAN TRANSMISI PADA MESIN PERAJANG TEMBAKAU DENGAN PENGGERAK KONVEYOR

BAB II TEORI DASAR. BAB II. Teori Dasar

SKRIPSI PERANCANGAN BELT CONVEYOR PENGANGKUT BUBUK DETERGENT DENGAN KAPASITAS 25 TON/JAM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. digunakan untuk mencacah akan menghasikan serpihan. Alat pencacah ini

BAB IV ANALISA & PERHITUNGAN ALAT

PERENCANAAN MESIN PERAJANG APEL KAPASITAS 60 KG/JAM

PERENCANAAN MESIN PENGUPAS KULIT KEDELAI DENGAN KAPASITAS 100 KG/JAM

PERENCANAAN MESIN BENDING HEAT EXCHANGER VERTICAL PIPA TEMBAGA 3/8 IN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KINERJA MESIN ROLL PRESS UNTUK MENGOLAH BATANG RUMPUT PAYUNG MENJADI SERAT BAHAN BAKU KOMPOSIT

BAB II LADASAN TEORI

PERANCANGAN CAKE BREAKER SCREW CONVEYOR PADA PENGOLAHAN KELAPA SAWIT DENGAN KAPASITAS PABRIK 60 TON TBS PER JAM

BAB III PROSES PERANCANGAN DAN GAMBAR

BAB VI POROS DAN PASAK

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

RANCANG BANGUN MESIN PENGHANCUR BONGGOL JAGUNG UNTUK CAMPURAN PAKAN TERNAK SAPI KAPASITAS PRODUKSI 30 kg/jam

DISAIN ALAT PENGESUT DAUN NENAS DENGAN SISTEM MEKANIS UNTUK MENGHASILKAN SERAT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TRANSMISI RANTAI ROL 12/15/2011

BAB IV PERHITUNGAN DESAIN

BAB II LANDASAN TEORI. proses tekan geser. Butir beras terjepit dan tertekan cekung lesung antum sehingga

hingga akhirnya didapat putaran yang diingikan yaitu 20 rpm.

BAB II LANDASAN TEORI

TUGAS AKHIR PERANCANGAN MESIN PENGANGKUT PRODUK BERTENAGA LISTRIK (ELECTRIC LOW LOADER) PT. BAKRIE BUILDING INDUSTRIES

BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1 Skema Dinamometer (Martyr & Plint, 2007)

1. Kopling Cakar : meneruskan momen dengan kontak positif (tidak slip). Ada dua bentuk kopling cakar : Kopling cakar persegi Kopling cakar spiral

Kopling tetap adalah suatu elemen mesin yang berfungsi sebagai penerus putaran dan daya dari poros penggerak ke poros yang digerakkan secara pasti

BAB II LANDASAN TIORI

PERENCANAAN MESIN PENIRIS MINYAK PADA ABON IKAN TUNA DENGAN KAPASITAS 30 KG/JAM ARTIKEL SKRIPSI

BAB III PERANCANGAN DAN PERHITUNGAN. Mulai

BAB III PERENCANAAN DAN PERHITUNGAN DESAIN RANGKA DAN BODY. Perhitungan Kekuatan Rangka. Menghitung Element Mesin Baut.

PERENCANAAN MESIN PENGUPAS KULIT KACANG TANAH DENGAN KAPASITAS 400 KG/JAM

LAPORAN TUGAS AKHIR PERANCANGAN MESIN ROUGH MAKER DIAMETER INTERNAL PIPA POLYPROPYLENE Ø 600

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

4 RANCANGAN SIMULATOR GETARAN DENGAN OUTPUT ARAH GETARAN DOMINAN VERTIKAL DAN HORIZONTAL

Jumlah serasah di lapangan

RANCANG BANGUN MESIN PENCACAH RUMPUT GAJAH

Perhitungan Transmisi I Untuk transmisi II (2) sampai transmisi 5(V) dapat dilihat pada table 4.1. Diameter jarak bagi lingkaran sementara, d

PERENCANAAN MESIN PEMECAH KEMIRI DENGAN KAPASITAS 50 KG/JAM SKRIPSI

BAB IV ANALISA PERBANDINGAN DAN PERHITUNGAN DAYA

Transkripsi:

BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN Pada rancangan uncoiler mesin fin ini ada beberapa komponen yang perlu dilakukan perhitungan, yaitu organ penggerak yang digunakan rancangan ini terdiri dari, motor penggerak, puli, sabuk v, kesemuanya akan dihitung secara mendasar saja. Komponen komponen yang akan dilakukan perhitungan, antara lain : 1. Daya Motor 2. Puli 3. Sabuk - v 4. Poros 5. Bantalan 4. 1 Perencanaan Daya Motor Listrik 4.1.1 Perencanaan Daya Motor Sebelum jenis motor yang digunakan ditentukan, terlebih dahulu harus diperhitungkan daya / kerugian daya yang terjadi. Dengan diperhitungkannya pendistribusian daya maka pemilihan motor yang digunakan dapat ditentukan dengan tepat, sehingga tidak akan terjadi kesalahan dalam pemilihan motor, atau dengan kata lain daya yang keluar ( output ) dari motor dapat menggerakkan komponen komponen uncoiler mesin fin ini. Bab IV-1

1. Hambatan yang terjadi pada sistem : M = masa puli bawah + masa belt + masa puli atas + masa roll penggerak M = 2kg + 0.1kg + 3.5kg + 1.2kg = 6.8 kg Mtotal = 6.8 kg Fm (gaya berat dari masa tersebut) = mtotal x g = 68 N 2. Kecepatan putaran roll penarik coil material fin, v ( m/s ) v = 1.13m/s 3. Gaya yang dibutuhkan untuk menggerakkan coil material fin adalah: F = 600 N 4. Gaya gesekan (Fg) pada sistem dianggap 0 5. Daya yang terjadi pada sistem, P ( Watt ) P = ( Fm + F + Fg ) x v = (68 N + 600 N + 0 N ) x 1.13 m/s = 754.84 N. m/s = 754.84 Watt 4. PE yang dibutuhkan PE = P x fc fc = Faktor koreksi = 1.4 = 1211.36 x 1.4 = 1056.77 Watt Bab IV-2

Dengan demikian dapat ditentukan daya motor yang dibutuhkan adalah 1056.77 Watt. Kemudian dilihat dari katalog motor yang terdapat dipasaran yang sesuai dengan yang dibutuhkan adalah 1500 Watt. Maka diambil motor penggerak yang ada dipasaran yaitu motor listrik satu phase 1500 watt atau paling besar P = 2 HP 4.1.2 Perhitungan Motor Penggerak Motor penggerak yang digunakan adalah motor arus AC, dengan spesifikasi : Daya motor : P = 1500 Watt Putaran poros motor : n1 = 1250 rpm Tegangan motor : V = 220 V - 1 phase 1. Daya motor listrik adalah 1500 watt 2. Arus yang terpakai pada motor listrik, I ( Ampere ) I = P / V I = 1500 Watt / 220 Volt = 6.8 7 Ampere 3. Momen puntir motor Mp = 60 P. 2. 3,14. n1 = 60 x 1500. 2. 3,14. 1250 = 11.465 N.m = 11465 Nmm Bab IV-3

4. Dengan adanya daya yang masuk dan daya yang keluar maka dapat di tentukan efisiensi kerja mesin ( ) : = Daya yang keluar x 100 % = Pout x 100 % Daya yang masuk Pin Dimana : Pout = 1056.77 Watt Pin = 1500 Watt = Pout x 100 % Pin = 1056.77 x 100 % 1500 = 70.45 % Jadi efisiensi kerja mesin dengan daya motor 1500 watt adalah sebesar 70.45 %. 4.2 Perhitungan Puli Data data yang digunakan dalam perhitungan ini adalah sebagai berikut : Kecepatan puli 1 n1 = 1250 rpm Kecepatan puli 2 n2 = 271 rpm Diameter puli 1 dp 1 = 71 mm (tabel ukuran puli) Diameter puli 2 dp 2 =? Bab IV-4

Tabel 4.1. Ukuran Puli Penampang sabuk-v A B C D E Diameter lingkaran jarak bagi (dp) 71-100 101-125 126 atau lebih 125-160 161-200 201 atau lebih 200-250 251-315 316 atau lebih 355-450 451 atau lebih 500-630 631 atau lebih α (o) W Lo K Ko e f 34 11.95 36 12.12 9.2 4.5 8.0 15.0 10.0 38 12.30 34 15.86 36 16.07 12.5 5.5 9.5 19.0 12.5 38 16.29 34 21.18 36 21.45 16.9 7.0 12.0 25.5 17.0 38 21.72 36 30.77 38 31.14 24.6 9.5 15.5 37.0 24.0 36 36.95 38 37.45 28.7 12.7 19.3 44.5 29.0 Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin, 1997, Ir. Sularso, MSME, Hal 166 Gambar 4.1 sketsa puli Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin, 1997, Ir. Sularso, MSME, Hal 165 Bab IV-5

Dari data data diatas, dilakukan perhitungan untuk mencari dimensi ukuran puli 1. Perbandingan reduksi i = n1 = 1250 = 4.6 n2 271 Direncanakan diameter puli penggerakkan, dp1 = 71 mm, maka : dp2 = dp1 x i = 71 x 4.6= 326.6 mm 327mm 2. Diameter luar puli dk 1 = 71 mm + 4.5 mm + 4.5 mm = 80 mm dk 2 = 327 mm + 4.5 mm + 4.5 mm = 336 mm 4.3 Perhitungan Sabuk v dan Poros Puli Data data yang digunakan dalam perhitungan ini diantaranya : Daya P = 1500 W Faktor koreksi sabuk-v(16 24 jam) fc = 1,4 Faktor koreksi untuk beban tumbukan kt = 1.5 Bahan poros VCN b = 85 kg/mm 2 = 850N/mm 2 Faktor keamanan Sf 1 = 6 Sf 2 = 1,3 Beban lentur Cb = 2 Bab IV-6

Dari data data di atas tersebut, maka dilakukan perhitungan sebagai berikut : 1. Daya yang ditransmisikan, Pr (W) Pr = fc x P = 1,4 x 1500 = 2100 Watt = 2.1 KW 2. Perbandingan reduksi i = n1 n2 i = 1250 = 4.6 271 3. Momen puntir rencana, T (N.mm) T1 = 9.74 x 10 5 ( P / n1 ) = 9.74 x 10 5 ( 2.1 / 1250 ) = 1636.32 kg.mm = 16363.2 N.mm T2 = 9.74 x 10 5 ( P / n1 ) = 9.74 x 10 5 ( 2.1 / 271 ) = 7547.6 kg.mm = 75476 N.mm Tegangan geser yang diijinkan, a ( N/mm 2 ) a = b. Sf 1 x Sf 2 =. 6 x 1,3 = 10.89 kg/mm 2 = 108.9 N/mm 2 Bab IV-7

4. Diameter poros puli 2, ds 2 (mm) 1/3 ds 2 = 5,1 x kt x Cb x T 2 (mm) = 5,1 x 1,5 x 2 x 7547.6 10.89 1/3 = 21.96 mm 25 mm Jadi diameter poros pada puli 2 adalah 25mm 5. Kecepatan linier sabuk v, v (m/s) V = dp x n1 (m/s) C = Jarak sumbu poros 60 x 1000 = 500 mm V = x C / 2 x n1 (m/s) 60 x 1000 = 3,14 x 250 x 1250 (m/s) 60 x 1000 = 16.35 m/s 6. Panjang keliling sabuk v, L (m) L = 2 x C + ( dp 1 + dp 2 ) + 1 ( dp 2 - dp 1 ) 2 (m) 2 4 C L = 2 x 500 + ( 71 + 327 ) + 1 ( 327-71 ) 2 = 1657,63 mm 4 x 500 Untuk nomor nominal sabuk v di dapat sabuk type A, dengan nomor 66, panjang, L = 1676mm Bab IV-8

4.3 Perhitungan Poros Uncoiler Diasumsikan poros menerima beban statis sebesar 600 N dengan area kritis pada ujung poros, sebagai ilustrasi terjadinya pembebanan pada poros dapat dilihat dari gambar berikut : Gambar 4.2. Skema gaya yang diterima poros penyangga Perhitungan untuk menentukan diameter poros ΣMB = 0 (RA x 200) + (600 x 175) = 0 RA = - (600 x 175) / 200 RA = - 525 N ΣMA = 0 (600x 375) - (RB x 200) = 0 RB = (600 x 375) / 200 RB = 1125 N MA = (RB x 200) (F x 375) = (1125 x 200) (600 x 375) = 0 Nmm Bab IV-9

MB = (RA x 200) + (F x 175) = (525 x 200) + (600 x 175) = 210000 Nmm MC = (RA x 375) + (RB x 150) = (525 x 375) + (1125 x 175) = 393750 Nmm Momen yang dipakai untuk mencari diameter adalah momen yang terbesar (MC) Diketahui : n = kecepatan putaran coil = 36 rpm Tegangan tarik VCN = 850 N/mm 2 Angka keamanan = 3 Tegangan tarik yang diijinkan (fa)= 850/3= 283.3 P = 1500 watt = 1500 Watt = 2.01 HP 2 HP 746 Watt (1 HP = 746 Watt) 1. Torsi pada poros / momen puntir : T = P x 4500 = 2 x 4500 2 n 2 36 = 39.8 kg.m = 39800 kg.mm = 398000 N.mm Bab IV-10

2. Momen puntir ekivalen, Te Te = M 2 + T 2 = 393750 2 + 398000 2 = 559859.8 N.mm 3. Diameter poros berdasarkan momen puntir ekivalen, d (mm) d 1 = = 3 3 16 x Te x fa 16 x 559859.8 3,14 x 283.3 = 21.59 mm 25 mm 4. 5 Perhitungan Bantalan berikut : Data data yang digunakan dalam perhitungan ini adalah sebagai Diameter poros Putaran poros pada putaran roda puli 2 ds = 35 mm n 1 = 271 rpm Beban bantalan Wb = 393750 / 425=926.47N Faktor koreksi fc = 1,4 Koefisien gesek bantalan b = 0,05 Dari data data diatas maka dilakukan perhitungan sebagai berikut : 1. Beban rencana, Wr (N) Wr = fc x Wb = 1,4 x 926.47 = 1297.1 N Bab IV-11

2. Penentuan bahan bantalan serta faktor tekanan maksimum yang diperbolehkan, Pa ( kg/mm 2 ). Bahan bantalan menggunakan besi cor dipakai sebagai bantalan utama pada uncoiler ini, yang mempunyai nilai, Pa = 0,3-0,6 kg/mm 2 Bahan poros menggunakan VCN, dengan kekuatan tarik = 850 N/mm 2. 3. Pemilihan rasio Untuk panjang bantalan pada perencanaannya sebesar 17 mm dan untuk diameter poros 25 mm. jadi rasio d/l didapat : d/l = 25/17 = 1.47 mm Harga sebesar 1.47 terletak didalam perbandingan d/l standar pada bantalan utama mesin ini, yaitu 0,5 2,0 4. Tekanan beban rata rata pada permukan bantalan, P ( N/mm 2 ) P = Wr ( N/mm 2 ) L x d = 1297.1. 17 x 25 = 3.1 N/mm 2 5. Kecepatan keliling, v ( m/s ) v = x d x n 2 60 v = 3,14 x 0,025 x 271 = 0,35 m/s 60 Bab IV-12

6. Harga bantalan, P v ( N/mm 2. m/s ) P v = 3.1 x 0.35 = 1.1 N. m mm 2. s 7. Daya yang diserap bantalan, H ( Watt ) Untuk, H = b. Wr. v = 0,05 x 1297.1 x 0,35 = 22.699 ( N. m /s ) = 22.699 watt P H = H (Kw) 102 P H = 22.699 102 = 0,22 Kw Jadi : Bantalan yang dipakai adalah 6305 dengan panjang bantalan, L = 17 mm, diameter poros, d = 25 mm, dan daya yang di serap bantalan, PH = 0,22 Kw. Bab IV-13

4. 6 Perbandingan Proses Perbedaan antara proses yang lama (uncoiler dengan 1 tempat coil) dan proses yang baru (uncoiler dengan 2 tempat coil + penampung bahan) dalam pembuatan cooling fin radiator dapat dilihat dari tabel perbandingan desain dibawah ini Tabel : 4.2. Perbandingan desain No Item Desain Lama Desain baru 1 Proses 1coil 2coil + accumulator uncoiler accumulator 1) coil bahan hanya dipasang 1 coil 2) saat bahan habis otomatis mesin akan berhenti 3) operator akan mengambil coil bahan baru dan mengganti coil yang kosong tersebut dengan yang baru 4) setelah coil bahan yang baru sudah dipasang maka akan dilakukan penyambungan antara bahan baru dengan bahan lama 5) Mesin fin dapat dijalankan lagi 1) 2 coil bahan dipasang pada 2 uncoiler yang dapat diputar 180 o 2) accumulator digunakan untuk menampung coil bahan yang ditarik dari uncoiler 3) Mesin fin menggunakan bahan yang ada di accumulator untuk produksi 4) saat coil pada uncoiler depan habis maka uncoiler diputar 180 o sehingga uncoiler belakang pindah ke depan. 5) bahan baru disambung dengan bahan lama yang ada pada accumulator 6) uncoiler yang kosong diisi lagi dengan coil bahan baru 7) proses penggantian bahan ini dilakukan tanpa menghentikan kerja mesin fin. Bab IV-14

No Item Desain Lama Desain Baru 2 perhitungan Mesin fin bekerja selama 20 jam Mesin fin bekerja selama 20 jam hasil produksi sehari (1200menit), sehari (1200menit), waktu untuk menghabiskan 1 coil bahan = 40 menit waktu untuk proses ganti bahan = 8 menit waktu total produksi percoil adalah =40+8 =48 menit jumlah pergantian bahan dalam 1 hari kerja = 1200/48 = 25 kali 1 coil dapat menghasilkan 18 radiator (untuk P/N 2576) jumlah produksi radiator 1 hari =18x25 =450 pcs harga radiator (berdasarkan PCC+MCC) per pce = Rp 315 000,- pendapatan perhari = Rp 315 000 x 450 = 141 750 000,- waktu untuk menghabiskan 1 coil bahan = 40 menit waktu untuk proses ganti bahan = 0 menit waktu total produksi percoil adalah =40+0 =40 menit jumlah pergantian bahan dalam 1 hari kerja = 1200/40 = 30 kali 1 coil dapat menghasilkan 18 radiator (untuk P/N 2576) jumlah produksi radiator 1 hari =18x30 =540 pcs harga radiator (berdasarkan PCC+MCC) per pce = Rp 315 000,- pendapatan perhari = Rp 315 000 x 540 = 170 100 000,- Bab IV-15