INJ - 24 x 1 Single Core Heatshrinkable Cable Joint

dokumen-dokumen yang mirip
INJ 24 x 3 Three Core Heatshrinkable Cable Joint

FASTINDO Connecting Power

FASTINDO Connecting Power

FASTINDO Connecting Power

Tabel 4.1. Komponen dan Simbol-Simbol dalam Kelistrikan. No Nama Simbol Keterangan Meter analog. 1 Baterai Sumber arus

BOOTCAMP SERTIFIKASI TEKNISI INSTALASI FIBER OPTIK (TIFO)

BAB III PROSES PRODUKSI KABEL PADA MESIN EKSTRUDER 15 JA

PERALATAN KERJA PEMIPAAN

9/3/2014 STRAIGHT & CROSS

Buku Petunjuk Pemakaian Pengering Rambut Ion Negatif

BAB III METODE & DATA PENELITIAN

Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun.

Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun.

Bahan Listrik. Bahan penghantar padat

BIDANG KEAHLIAN TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO SMKN 2 WONOSARI

Antenna Super J-Pole untuk 70 cm Band Oleh YC0PE Ridwan Lesmana

Buku Petunjuk Pemakaian Pengeriting Rambut Berpelindung Ion

BAB 6 SISTEM PENGAMAN RANGKAIAN KELISTRIKAN

PEMASANGAN. 1 Sambungan gas A B C. PERINGATAN! Silakan baca bab Keselamatan.

through, crossover dan rollover. Sedangkan untuk penyambungan kabel dengan

JOBSHEET PRAKTIKUM 4 WORKSHOP INSTALASI PENERANGAN LISTRIK

CRIMPING KABEL UTP. Alat dan bahan yang digunakan dalam penyusunan kabel UTP untuk LAN, yaitu:

PEDOMAN PEMERIKSAAN (KOMISIONING) INSTALASI TENAGA LISTRIK

BAB IV P E N G U J I A N

MATERIAL / PERALATAN INSTALASI DOMESTIK & NON DOMESTIK

Merangkai Rangkaian Pada Kit Praktikum Laboratorium Dasar Teknik Elektro Sekolah Teknik Elektro dan Informatika

DA V Series BUKU PETUNJUK PENGGUNAAN PEMANAS AIR (WATER HEATER) DAN KARTU GARANSI DAFTAR ISI

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Adapun hasil studi yang dikaji oleh penulis dari pemasangan gardu portal type

Commercial Wiring / Electrical Installation. LKS SMK Tingkat Provinsi Bali. Tahun 2012 KISI-KISI SOAL BIDANG LOMBA : Tingkat Provinsi Bali

S o l a r W a t e r H e a t e r. Bacalah buku panduan ini dengan seksama sebelum menggunakan / memakai produk Solar Water Heater.

BAB I RANGKA PEMBAGI UTAMA

PEDOMAN PEMERIKSAAN (KOMISIONING) INSTALASI TENAGA LISTRIK

PETUNJUK PENGGUNAAN. Chest freezer EFE EFI EFL

UNIT I INSTALASI PENERANGAN PERUMAHAN SATU FASE

LAPORAN PRAKTIKUM LAS DAN TEMPA

Gambar 3.1 : Kondisi motor baik

MESIN PENGGORENG VAKUM (VACUUM FRYER)

BAB III METODE PROSES PEMBUATAN

BAB II ISOLATOR PENDUKUNG HANTARAN UDARA

Trouble shooting Air Conditioner AQA-FC2400BG AQA-FC4800BG. Standing Floor Type Air Conditioner TROUBLE SHOOTING AIR CONDITIONER

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Bab empat berisi tentang proses installasi serta setting pemasangan fiber

MENYAMBUNG DAN MENCABANG KABEL F.20.05

AQA-KC105AGC6 AQA-KC105AG6 AQA-KC109AG6. Trouble shooting Air Conditioner. Split Type Air Conditioner TROUBLE SHOOTING AIR CONDITIONER

CARA CRAMPING KABEL UTP DENGAN KONEKTOR RJ 45 ( Kabel Straight)

BAB I LAS BUSUR LISTRIK

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN LEMARI PENDINGIN (REFRIGERATOR) DOMO

Frekuensi yang digunakan berkisar antara 10 hingga 500 khz, dan elektrode dikontakkan dengan benda kerja sehingga dihasilkan sambungan la

Pemeliharaan Trafo Distribusi

PENGANTAR PENGKABELAN (WIRING)

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

ΔL = ΔT. α. L 1. ΔA = ΔT. β. A 1 PEMUAIAN

TEKNOLOGI KOMUNIKASI

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2015 sampai Maret Yang

BAB III METODE PENELITIAN. Pada prinsipnya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui

1.1 ISOLASI Gagal Mengisolasi

PROSEDUR PERLENGKAPAN PEMADAM KEBAKARAN. A. Perlengkapan Pemadam Kebakaran 1. Sifat api Bahan bakar, panas dan oksigen harus ada untuk menyalakan api.

BAB XX DEFORMASI PADA KONSTRUKSI LAS

ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN TEKEP ISOLATOR SEBAGAI PENGGANTI DISTRIBUTION TIE TERHADAP RUGI-RUGI DAYA DI PENYULANG KUBU

Paparan Publik Tahun 2016 PT KMI WIRE AND CABLE Tbk Jakarta, 10 Agustus 2016

Standard Operating Procedure PENGOPERASIAN CHAINSAW (CHAINSAW OPERATION)

BAB III LANDASAN TEORI

MODUL POWER THRESHER. Diklat Teknis Dalam Rangka Upaya Khusus (UPSUS) Peningkatan Produksi Pertanian dan BABINSA

BAB I PENDAHULUAN. dalam pengelolaan listrik, salah satunya adalah isolasi. Isolasi adalah suatu alat

Pengkabelan Pada Jaringan Komputer

BAB IV PEMBAHASAN. 4.1 Implementasi Pemeriksaan Rutin

LAPORAN AKHIR PEMELIHARAAN KABEL TANAH TERHADAP GANGGUAN HUBUNG SINGKAT

LAPORAN TUGAS SENSOR DAN AKTUATOR Linear Variable Differential Transformers (LVDT)

BAB III IMPLEMENTASI TEKNIK PENYAMBUNGAN SERAT OPTIK

Gambar 11 Sistem kalibrasi dengan satu sensor.

SISTEM KELISTRIKAN AC MOBIL

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Joining Methods YUSRON SUGIARTO

BAB III PERANCANGAN DAN PERAKITAN ALAT

UJIAN NASIONAL Tahun Pelajaran 2011/2012 SOAL TEORI KEJURUAN

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kelistrikan

Training Center ISSUED - 4/17/2004 1

SUBMARGED ARC WELDING (SAW)

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2012, dan Maret 2013 di

Cara Mengkrimping Kabel RJ45 dan Urutan Warna Kabel Straight & Cross. smk muhammadiyah 6 Donomulyo Dwi andrianto

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN CHEST FREEZER DOMO

BAB III PERENCANAAN DAN PEMBUATAN. 3.1 Langkah-Langkah Dalam Merancang Motor Induksi 3 Phase. memerlukan langkah-langkah sebagai berikut :

MAKALAH PELATIHAN PROSES LAS BUSUR NYALA LISTRIK (SMAW)

SMPK 6 PENABUR JAKARTA ULANGAN TENGAH SEMESTER 2 ( )

BAGAIMANA HUBUNGAN ANTARA SIFAT BAHAN KIMIA SEHARI-HARI DENGAN STRUKTUR PARTIKEL PENYUSUNNYA? Kegiatan 2.1. Terdiri dari

CCTV Installation Guide

DASAR TEORI. Kata kunci: Kabel Single core, Kabel Three core, Rugi Daya, Transmisi. I. PENDAHULUAN

Bab III Rancangan dan Prosedur Percobaan

SISTEM PROTEKSI RELAY

PENGERING RAMBUT. Gambar 1. Pengering Rambut

BAB I PENDAHULUAN. minim gangguan. Partial discharge menurut definisi IEEE adalah terjadinya

BUKU PETUNJUK DWP 375A - 1 -

PENGGUNAAN MOTOR LISTRIK PADA HAIRDRYER

MODUL 1 2 DI KLAT PRODUKTI F MULOK I I BAHAN KERJA

BAB I PENDAHULUAN. Terjadinya kegagalan alat-alat listrik yang bertegangan tinggi ketika dipakai

BAB I DASAR-DASAR KELISTRIKAN

PELATIHAN PENGELASAN DAN PENGOPERASIAN KOMPRESOR

ROTARY DIPOLE untuk Band 80m Oleh YC0PE Ridwan Lesmana

PENTANAHAN JARING TEGANGAN RENDAH PLN DAN PENTANAHAN INSTALASI 3 SPLN 12 : 1978

GROUNDING SYSTEM HASBULLAH, MT. Electrical engineering Dept. Oktober 2008

Training Center Tujuan

Transkripsi:

FASTINDO Connecting Power Instruksi Pemasangan INJ - 24 x 1 Single Core Heatshrinkable Cable Joint Karakteristik dan Aplikasi Produk : INSTALASI ISOLASI KABEL TEGANGAN LISTRIK JUMLAH INTI UKURAN KONDUKTOR UNDER GROUND XLPE / PVC 24 KV 1 Core 16 s/d 00 sqmm Page 1 of 6

Instuksi Pemasangan Single core heatshrinkable cable Joint INJ 24 x 1 INSTRUKSI UMUM 1. Konektor harus terbuat dari bahan yang sama dengan penghantar / inti kabel. 2. Untuk menciutkan, gunakan gas LPG, propane, atau butane.. Alat pembakar harus diatur sedemikian rupa hingga diperoleh api berwarna biru dan ujung berwarna kuning. Hindari pemakaian api berwarna biru yang runcing. 4. Api harus disapukan merata untuk menghindari pemanasan pada satu titik. 5. Bersihkan minyak / kotoran yang mungkin masih menempel pada bagian kabel atau. 6. Dilarang sama sekali melakukan pemotongan atau tubing yang disediakan dalam kit. 7. Pemanasan harus dilakukan dengan merata sekeliling titik awal pemanasan, baru kemudian secara bertahap berpindah kearea berikutnya, hindarkan terjadinya gelembung udara pada / tubing. 8. Pemanasan dinyatakan sempurna apabila seluruh permukaan / tubing menciut merata. DAFTAR ISI KIT No Deskripsi Qty No Deskripsi Qty 1. Konektor Optional 2. Pita mastik kuning panjang 6 10. Pita anyaman tembaga lapis timah (untuk tape shield) Konektor u 5 (untuk wire shield). Pita mastik kuning pendek 6 11. Selongsong luar pelindung keseluruh sambungan 4. Minyak silikon 12. Kawat pengikat screen tembaga 2 5. Pita mastik merah 9 6. Selongsong pengendali stress 7. 8. Selongsong isolasi dalam (merah) Selongsong isolasi dengan semikon ( merah dan hitam ) 9. Jaring screen tembaga 1. Pita Ampelas 14. Timah solder (untuk tape shield) 15. Pita PVC 1 16. Cairan pembersih + lap 1 17. Instruksi pemasangan 1 1 Page 2 of 6

PERSIAPAN KABEL - Atur kedudukan kedua ujung kabel yang akan disambung hingga masing masing ujung saling melewati. Buat tanda garis di tengah bagian tumpang tindih, dan potong kedua kabel dititik ini. - Bersihkan jaket kabel dari kotoran yang menempel, dengan cairan + lap pembersih. - Kupas jaket kabel A dan B sesuai dengan ukuran pada gambar berikut : AGAR DIPERHATIKAN - Pengupasan semikonduktif kabel harus rata dan jangan sampai menggores / melukai isolasi kabel. - Pengupasan screen tembaga harus rata tidak boleh bergerigi atau ada bagian yang tajam. a. Kabel dengan metal tape shield, Jaket kabel Screen Tembaga (metal tape shield) Konduktor Isolasi kabel Screen Isolasi Kabel A Kabel B b. Kabel dengan wire shield, screen tembaga tidak dipotong, melainkan dipuntir tiap phasa nya. Jaket Kabel Screen Tembaga (wire shield) Konduktor Isolasi Kabel Screen Isolasi Kabel A Kabel B Keterangan : - Jarak Pengupasan Standar dalam ( mm ) - K = Setengah ukuran panjang konektor ditambah 5 mm Page of 6

LANGKAH LANGKAH PEMASANGAN 1. PENEMPATAN SELONGSONG / TUBING. Masukkan pengendali stress (hitam), isolasi (merah), isolasisemikonduktif (merah/hitam) dan lapisan luar menyelimuti kabel. Selongsong semi-konduktif Selongsong isolasi Selongsong pengendali stress Selongsong lapisan luar 2. PEMASANGAN KONEKTOR. Pasangkan konektor menghubungkan kedua ujung konduktor kabel. Press dengan menggunakan crimping tools. Setelah selesai bersihkan isolasi kabel dengan lap dan cairan pembersih yang telah disediakan. Konektor sudah dipress Proses pengepresan konektor. PITA MASTIK KUNING PANJANG Lilitkan pita mastik kuning panjang di atas permukaan konektor sampai menutupi isolasi kabel sepanjang 2 cm, dimulai dari salah satu ujung menuju ujung konektor yang lain, dan isi celah antara konektor dan isolasi sampai tebalnya sama dengan isolasi kabel. Mastik kuning panjang 4. PITA MASTIK KUNING PENDEK Lilitkan pita mastik kuning pendek pada masing masing ujung potongan semi konduktif kabel, tidak perlu tebal, mulai dari posisi 1 cm sebelum ujung semi konduktif kabel hingga 1,5 cm melewati ujung semi konduktif kabel. 2 Mastik kuning pendek 5. MINYAK SILIKON & MASTI MERAH PENDEK Lumasi isolasi kabel dan seluruh permukaan mastik kuning dengan minyak silikon yang telah disiapkan dalam kit. Lilitan satu kali pita mastik merah pada ujung potongan screen tembaga disamping/sejajar pita mastik kuning pendek. Mastik merah Pelumasan minyak silicon Page 4 of 6

6. SELONGSONG PENGENDALI STRESS (HITAM) Geser pengendali stress (hitam) hingga menutupi pita mastik merah, lalu ciutkan dari tengah secara rata keujung ujungnya. Kemudian lilitkan satu kali pita mastik merah pada ujung ujung pengendali stress yang sudah diciutkan. Pita mastik merah 7. SELONGSONG ISOLASI (MERAH) Geser isolasi dalam (merah) menutupi pengendali stress lalu ciutkan dari tengah secara rata keujung ujungnya. Kemudian lilitkan satu kali pita mastik merah pada ujung ujung isolasi dalam (merah) yang sudah diciutkan. Pita mastik merah 8. SELONGSONG ISOLASI SEMI-KONDUKTIF (MERAH / HITAM) Geserkan isolasi semi-konkonduktif (merah-hitam) menutupi isolasi dalam (merah) lalu ciutkan dari tengah secara rata keujung ujungnya. 9. a. KABEL DENGAN TAPE SHIELD Solderkan pita anyaman tembaga lapis timah pada screen tembaga, pastikan proses solder dilakukan secara sempurna sehingga pita anyaman tembaga menempel kuat pada screen tembaga kabel. Solder pita anyaman tembaga Page 5 of 6

b. KABEL DENGAN WIRE SHIELD Sambung kembali screen tembaga kabel dengan menggunakan konektor u-5. kemudian dipress sempurna. Sambung puntiran screen tembaga dengan konektor u-5 10. JARING SCREEN TEMBAGA Lilitkan jaring screen tembaga yang telah tersedia dalam kit, proses pelilitan dilakukan tumpang tindih menutupi komponen sebelumnya. Ikatlah kedua ujung screen tembaga dengan pita PVC. Proses pelilitan jaring screen tembaga Pita PVC 11. SELONGSONG LAPISAN LUAR Geser salah satu pelindung luar dan tempatkan bagian ujungnya tepat ditengah, kemudian ciutkan seperti proses penciutan sebelumnya. Lakukan hal yang sama untuk pelindung luar yang satunya dengan menempatkan bagian ujungnya tumpang tindih (overlap) denganjarak 20 cm di atas ujung pelindung yang pertama. Ujung pelindung luar overlap 20 cm 20 cm 12. PROSES AKHIR Biarkan sambungan dingin sendiri hingga mencapai temperature yang sama dengan temperatur sekitarnya. Apabila dirasakan perlu untuk mendapatkan tambahan keterangan teknis pesangan ataupun permasalhan teknis lainnya dapat menghubungi kami di: PT. FASTINDO PIRANTI KABEL Jl. Pegambiran kav. 292 A, Rawamangun Jakarta 1220-Indonesia Phone. (021) 47555 (Hunting) Fax. (021) 475505 E-Mail : fastindo@fastindo.co.id Website : http://www.fastindo.co.id Page 6 of 6