Wiwin Wijayanti Kustanto Sri Tomo

dokumen-dokumen yang mirip
SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN UNTUK PENGALOKASIAN DANA BANTUAN LANGSUNG MASYARAKAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN BEASISWA DIi SMK N 1 SUKOHARJO DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW)

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

Sistem Pendukung Keputusan Pengangkatan Karyawan Berdasarkan Hasil Evaluasi Masa Percobaan

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

Penerapan Metode Simple Additive Weighting Pada Aplikasi Penilaian Kinerja Dosen Fakultas Ilmu Komputer Unversitas Muslim Indonesia

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

ARTIKEL APLIKASI PEMILIHAN TEMPAT WISATA KABUPATEN TULUNGAGUNG

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

Kata Kunci: Guru, Decision support systems, MADM, SAW. 1. Pendahuluan

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

PENGEMBANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PENERIMA JAMKESMAS MENGGUNKANA METODE FMADM SAW

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN KELAYAKAN PERANGKAT KANTOR DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DI BAPENDA PROVINSI JAWA BARAT

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

PENENTUAN KARYAWAN TERBAIK MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING PADA PT. PATRA NUR ALASKA

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN JURUSAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY SAW (Studi Kasus SMKN 4 Bandar lampung)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN PEGAWAI MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING STUDI KASUS PT.SURYA ENERGI INDOTAMA (SEI)

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

PENERAPAN SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING UNTUK MENENTUKAN CALON PENERIMA JAMKESMAS DI DESA KWADUNGAN SKRIPSI

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Lokasi Gudang di Perusahaan dengan Metode Weighted Product

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

Sistem Pendukung Keputusan Dengan Metode Fuzzy SAW Untuk Penilaian Kinerja Dosen Politeknik Harapan Bersama Tegal

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM

Perancangan Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan untuk Penerimaan Beasiswa dengan Metode SAW (Simple Additive Weighting)

PENERAPAN METODE FUZZY SAW UNTUK PENYELEKSIAN BEASISWA BIDIKMISI (STUDI KASUS : UNIVERSITAS POTENSI UTAMA)

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN KELULUSAN UJIAN SARINGAN MASUK JALUR PMDK BERDASARKAN NILAI RATA-RATA MATEMATIKA DAN BAHASA INGGRIS

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN PEGAWAI BARU PT.PLN (PERSERO) KANTOR PUSAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN SISWA TELADAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (STUDI KASUS : DI SMP NEGERI 3 TASIKMALAYA)

Journal of Informatics and Technology, Vol 1, No 4, Tahun 2012, p 9-16

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PERBAIKAN INFRASTRUKTUR TI OLEH DIVISI PUSLIA DI BAPENDA PROVINSI JAWA BARAT DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENILAIAN DOSEN BERPRESTASI MENGGUNAKAN WEIGHTED PRODUCT (WP) DI STIKES ALMA ATA YOGYAKARTA

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN JENIS RAMBUT MANUSIA DENGAN MENERAPKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW)

SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN PEMILIHAN USAHA MIKRO DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW)

Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Pemberhentian Karyawan Harian Lepas (Studi Kasus di CV Mitra Abadi Jaya Tangerang)

BAB 1 PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan mengenai latar belakang, identifikasi masalah, tujuan, lingkup tugas akhir, metodologi pengerjaan tugas akhir,

BAB II LANDASAN TEORI

PERANCANGAN SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN UNTUK PENERIMAAN KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING DI CV SURYA ABADI

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN SISWA BARU PADA SMA NEGERI 5 KUPANG DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW)

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

FAKULTAS TEKNIK (FT) UNIVERSITAS NUSANTARA PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA UN PGRI KEDIRI 2016

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENJURUSAN SMA MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

LAPORAN TUGAS AKHIR SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI PENERIMAAN PEGAWAI DI KANTOR POS BLORA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2009 (SNATI 2009) ISSN: Yogyakarta, 20 Juni 2009

Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Pelanggan Terbaik Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Pada Bravo Supermarket Jombang

Penerapan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Dalam Penentuan Remunerasi Karyawan

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENYELEKSIAN CALON SISWA BARU DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) PADA SMA NEGERI 1 SINGKIL

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

LAPORAN SKRIPSI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN SISWA BARU DI MAN 1 KUDUS DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) BERBASIS WEB

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN PENERIMA BEASISWA DI SMA NEGERI 6 PANDEGLANG

Volume : II, Nomor : 1, Pebruari 2014 Informasi dan Teknologi Ilmiah (INTI) ISSN : X

SISTEM PENILAIAN KARYAWAN TERBAIK MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING PADA DEALER MOTOR

IMPLEMENTASI SISTEM REKOMENDASIAN PENERIMAAN BEASISWA DENGAN MENGGUNAKAN FMADM

Desi Reskika Sari ( )

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PERSETUJUAN... ii. HALAMAN PENGESAHAN... iii. HALAMAN PERSEMBAHAN... iv. HALAMAN MOTTO... v. INTISARI...

PENERAPAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING DALAM SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN TABLET

KORELASI NORMATIF PEMILIHAN JURUSAN DI SMK BERBASIS WEB

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

Teknologi Elektro, Vol. 15, No. 2, Juli - Desember

Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Kontrak Kerja Agent Call Center Menggunakan Metode Saw

IMPLEMENTASI METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING DALAM PENENTUAN CALON PENERIMA PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) KECAMATAN JATIKALEN

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PROMOSI JABATAN PEGAWAI PADA BMKG MARITIM SEMARANG.

APLIKASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN KAMBING POTONG MENGGUNAKAN SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW)

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu

Gambar 4.1 Gambar Use Case Diagram

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

Patah Herwanto; Agus Sopandi; Rosida; ABSTRAK

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

Prosiding Seminar Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Vol. 1, No. 1, September 2016 ISSN

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian SyaratGuna Memperoleh Gelar Sarjana Teknik ( S. Kom ) Pada JurusanTeknik Informatika OLEH :

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

Transkripsi:

ISSN : 2338-4018 SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN PENERIMA BANTUAN LANGSUNG TUNAI DI KANTOR KEPALA DESA NGRINGO DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING Wiwin Wijayanti (wiwin.miaw@gmail.com) Kustanto (kustanto@sinus.ac.id) Sri Tomo (szrie@yahoo.com) ABSTRAK Bantuan Langsung Tunai merupakan suatu bentuk bantuan dari pemerintah sebagai bentuk kompensasi dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Permasalahan pada proses penentuan penerima BLT Lemahnya pengawasan pemerintah akan bantuan BLSM membuat sebagian warga yang berhak menerima Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) malah tidak mendapatkan bantuan BLSM. Maka, penulis melakukan penelitian yang bertujuan agar dapat memberikan alternatif keputusan yang terkomputerisasi kepada Kantor Kepala Desa Ngringo tentang penentuan penerima BLT. Dalam proses pembangunan sistem pendukung keputusan untuk menentukan penerima BLT menggunakan metode studi pustaka, observasi, dan wawancara. Peneliti juga melakukan analisis dan perancangan sistem serta melakukan pengujian (uji fungsional dan uji validitas). Berdasarkan pengujian dengan uji fungsional dan uji validitas yang telah dilakukan menyatakan bahwa algoritma Simple Additive Weighting. Output yang dihasilkan oleh sistem yang peneliti buat berupa hasil analisa perangkingan jika nilai atau bobot lebih dari 50 maka tergolong keluarga miskin dan layak menerima bantuan BLT dan sebaliknya apabila hasil perangkingan bernilai kurang dari 50 maka tergolong keluarga mampu. Kata kunci: Sistem Pendukung Keputusan, Simple Additive Weighting, Bantuan Langsung Tunai I. PENDAHULUAN Bantuan langsung tunai (BLT) merupakan suatu bentuk bantuan dari pemerintah sebagai bentuk kompensasi dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), yang tentunya mengimbas kepada kehidupan masyarakat luas termasuk kalangan masyarakat miskin. Untuk mendapatkan bantuan langsung tunai ini, pemerintah menetapkan beberapa kriteria dalam menentukan siapa saja yang berhak menerima bantuan tersebut. Desa Ngringo merupakan salah satu desa di Kecamatan Jaten dengan tingkat kemiskinan diatas rata-rata. Dalam pelaksanaannya, eksekusi daripada Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) ini menghadapi banyak masalah. Contoh masalah BLSM atau BLT Banyak yang salah sasaran, padahal tidak sedikit orang-orang jompo dan miskin justru tidak menerima kartu BLSM, tiga orang di antaranya memiliki sawah bahkan terdapat dua unit sepeda motor di masing-masing rumah mereka[1]. Lemahnya pengawasan pemerintah akan bantuan BLSM membuat sebagian warga yang berhak menerima bantuan BLSM malah tidak mendapatkan bantuan BLSM. Sementara itu, sebagian warga yang tidak berhak menerima bantuan BLSM malah mendapatkan bantuan BLSM. Oleh karena itu, terjadilah protes dan demonstrasi yang disebabkan oleh bantuan BLSM yang tidak tepat sasaran. Dengan mengacu pada masalah yang ada maka tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah menghasilkan Sistem Pendukung Keputusan Bantuan Langsung Tunai menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) di Kantor Kepala Desa Ngringo untuk membandingkan hasil aplikasi dengan hasil di lapangan. Keunggulan metode simple additive weighting dibanding dengan sistem pendukung keputusan yang lain terletak pada kemampuannya dalam melakukan penilaan secara lebih tepat karena didasarkan pada nilai kriteria dan bobot tingkat kepentingan yang dibutuhkan dalam metode SAW juga dapat menyeleksi alternative terbaik dari sejumlah alternative yang ada kemudian 20 Jurnal TIKomSiN

dilakukan proses perangkingan yang jumlah nilai bobot semua kriteria setelah menentukan bobot setiap kriteria[2]. II. METODE PENELITIAN Adapun metodologi penelitian yang digunakan penulis untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ditemukan sebagai berikut: 2.1. Metode Pengumpulan Data a. Metode Observasi. Metode ini diterapkan penulis dengan mendatangi Kantor Kepala Desa Ngringo untuk mendapatkan data misalnya, data warga desa Ngringo yang telah menerima bantuan langsung tunai.. b. Metode Wawancara. Penulis melakukan wawancara dengan salah satu staff Kantor Kepala Desa Ngringo dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Cara ini untuk mendapatkan keteranganketerangan pelengkap guna kelancaran kegiatan penelitian. Dengan cara ini akan memperoleh data yang lengkap dan tepat. c. Liberary Research Teori-teori yang didapat dari buku-buku penunjang yang berhubungan dengan topik yang diambil sebagai bahan pembanding atau dasar pembahasan lanjut, serta untuk memperoleh landasan-landasan teori dari sistem yang akan dikembangkan berhubungan dengan penelitian yang berkaitan dengan teori sistem pendukung keputusan penerimaan bantuan langsung tunai dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW). 2.2. Perancangan Sistem a. Kebutuhan Sistem Software pendukung yang digunakan yaitu Bahasa program PHP dan database menggunakan MySQL. b. Perancangan Basis Data Melakukan Perancangan basis data sebagai tempat penampung data yang akan diakses oleh program. c. Perancangan Diagram ER Mencari hubungan antar tabel data untuk mengkaitkan atau menghubungkan beberapa data dalam satu kunci kaitan tertentu. 2.3. Proses bisnis Sistem yang telah ada belum terintegrasi ke dalam program aplikasi khusus yang memiliki data base metode ini digunakan untuk memudahkan dalam proses pengambilan keputusan persoalan yang akan diselesaikan, diuraikan menjadi unsur-unsur, yaitu: kriteria dan alternative dengan menggunakan metode SAW. 2.4. Membuat program aplikasi Membuat aplikasi berbasis web dengan Bahasa program PHP. 2.5. Pengujian a. Pengujian Sistem: Metode ini dilakukan apakah sistem sesuai dengan perhitungan manual. b. Validitas: Metode ini dilakukan untuk membandingkan hasil aplikasi dengan hasil di lapangan. III. TINJAUAN PUSTAKA 3.1. Sistem Pendukung Keputusan Konsep sistem pendukung keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS) mulai dikembangkan pada tahun 1960-an, tetapi istilah Sistem pendukung keputusan itu sendiri baru muncul pada tahun 1971 yang diciptakan oleh G. Antony Gorry dan Michael S. Scott Morton dengan tujuan untuk menciptakan kerangka kerja guna mengarahkan aplikasi komputer kepada pengambilan keputusan manajemen. Sistem tersebut adalah suatu sistem yang berbasis komputer yang ditujukan untuk membantu pengambil keputusan dengan memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur. Istilah sistem pendukung keputusan mengacu pada suatu sistem yang memanfaatkan dukungan komputer dalam proses pengambilan keputusan. Sistem pendukung keputusan adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semiterstruktur yang spesifik[3]. 3.2. Kriteria Sistem Pendukung Keputusan Sistem pendukung keputusan dirancang secara khusus untuk mendukung seseorang yang harus mengambil keputusan-keputusan tertentu. Berikut ini beberapa kriteria sistem pendukung keputusan. Jurnal TIKomSiN 21

a. Interaktif Sistem pendukung keputusan memiliki user interface yang komunikatif sehingga pemakai dapat melakukan akses secara cepat ke data dan memperoleh informasi yang dibutuhkan. b. Fleksibel Sistem pendukung keputusan memiliki sebanyak mungkin variabel masukan, kemampuan untuk mengolah dan memberikan keluaran yang menyajikan alternatif-alternatif keputusan kepada pemakai. c. Data Kualitas Sistem pendukung keputusan memiliki kemampuan utuk menerima data kualitas yang dikuantitaskan yang sifatnya subyektif dari pemakai nya, sebagai data masukan untukpengolahan data. Misalnya terhadap kecantikan yang bersifat kualitas, dapat dikuantitaskan dengan pemberian bobot nilai seperti 75 atau 90. d. Prosedur pakar Sistem pendukung keputusan mengandung suatu prosedur yang dirancang berdasarkan rumusan formal atau juga berupa prosedur kepakaran seseorang atau kelompok dalam menyelesaikan suatu bidang masalah dengan fenomena tertentu. 3.3. Simple Additive Weighting Method Metode SAW sering juga dikenal istilah metode penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif dari semua atribut[2]. Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternative yang ada. Diberikan persamaan sebagai berikut:. (1) dimana r ij adalah rating kinerja ternormalisasi dari alternatif Ai pada atribut C j ; i=1,2,...,m dan j=1,2,...,n. Nilai preferensi untuk setiap alternative (V i ) diberikan rumus sebagai berikut: (2) Nilai V i yang lebih besar mengindikasikan bahwa alternatif A i lebih terpilih. 3.4. Kelebihan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Kelebihan dari model Simple Additive Weighting (SAW) dibandingkan dengan model pengambilan keputusan yang lain terletak pada kemampuannya untuk melakukan penilaian secara lebih tepat karena didasarkan pada nilai kriteria dan bobot preferensi yang sudah ditentukan, selain itu SAW juga dapat menyeleksi alternatif terbaik dari sejumlah alternatif yang ada karena adanya proses perankingan setelah menentukan nilai bobot untuk setiap atribut. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Use Case Diagram Use Case Diagram mempresentasikan sebuah interaksi antara actor dengan sistem, berikut adalah use case diagram sistem pendukung keputusan penerimaan bantuan langsung tunai. uc Use Case Model Admin Login Mengelola Data Kriteria Mengelola Data Himpunan Sub Kriteria Mengelola Data Alternativ e Penerima BLT Melihat Hasil Analisis Sistem Logout Gambar 1: Use Case Diagram 4.2. Relasi Antar Tabel tabel kriteria id_kriteria nama atribut bobot tabel admin username password * 1 M tabel alternatif id_alternatif no_ktp nama alamat tabel himpunan id_himpunan id_kriteria nama nilai * 1 1 M M tabel klasifikasi id_alternatif id_himpunan Gambar 2: Relasi Antar Tabel 4.3. Tahap Implementasi Program 4.3.1. Menu Utama Halaman Depan Menu utama halaman depan adalah halaman yang pertama kali muncul ketika memasuki sistem. Berisi text tulisan selamat datang, definisi dan pengertian BLT serta kriteria-kriteria BLT. * 22 Jurnal TIKomSiN

Gambar 3. Gambar Tampilan Menu Utama Halaman Depan 4.3.2. Menu Utama Login Admin Form ini digunakan untuk masuk ke dalam menu admin, yakni menu spk yang digunakakn untuk melakukan input, hapus maupun edit data kriteria, sub kriteria dan data alternative. Gambar 6. Gambar Tampilan Menu Admin Data Kriteria Untuk menambah data yaitu dengan mengklik tombol Tambah Data kemudian isi nama kriteria, pilih atribut dan isi bobot yang akan ditambahkan kriteria. Kemudian klik Simpan untuk menyimpan atau Batal untuk membatalkan. Gambar 4. Gambar Tampilan Menu Utama Login Admin 4.3.3. Menu Admin Halaman Depan Halaman menu admin halaman depan adalah halaman yang akan ditampilkan ketika admin sukses melakukan login. Berisi text tulisan selamat datang, definisi dan pengertian BLT serta kriteria-kriteria BLT seperti pada menu utama halaman depan sebelum login. Gambar 7. Gambar Tampilan Menu Admin Data Kriteria Untuk mengedit data yaitu dengan mengklik tombol pada aksi yang bergambar kertas dan pensil data kemudain klik tombol EDIT. Kemudian edit data klik Simpan untuk menyimpan atau Batal untuk membatalkan. 4.3.5.Menu Admin Data Himpunan Sub Kriteria Menu ini digunakan untuk melakukan input data himpunan sub kriteria. Dengan memilih nama kriteria yang telah di inputkan ke dalam data kriteria. Gambar 5. Gambar Tampilan Menu Admin Halaman Depan 4.3.4. Menu Admin Data Kriteria Menu ini digunakan untuk melakukan input data kriteria penerima BLT. Gambar 8. Gambar Tampilan Menu Data Himpunan Sub Kriteria Setelah dipilih salah satu maka akan berubah tampilan menjadi seperti gambar dibawah ini : Jurnal TIKomSiN 23

Gambar 9. Gambar Tampilan Menu Entry Data Himpunan Sub Kriteria Kemudian untuk menambah data yaitu dengan mengklik tombol Tambah Data kemudian isi nama himpunan dan isi nilai yang akan ditambahkan ke dalam himpunan sub kriteria. Kemudian klik Simpan untuk menyimpan atau Batal untuk membatalkan. Gambar 12. Gambar Tampilan Menu Update Data Alternative Penerima BLT 4.3.7 Menu Admin Hasil Analisa Hasil analisa ini digunakan untuk mengetahui hasil perhitungan bobot tiap kriteria dan sub kriteria dalam bentuk matrik kemudian dinormalisasikan dan kemudian hasilnya diranking. Gambar 10. Gambar Tampilan Menu Entry Data Himpunan Sub Kriteria 4.3.6. Menu Admin Data Alternatif Penerima BLT Menu ini digunakan untuk melakukan input data alternative penerima BLT. Gambar 13. Gambar Tampilan Hasil Analisa 4.4. Tahap Pengujian Sistem Untuk memastikan program berjalan dengan baik maka dilakukan pengujian guna mencari bug dalam program. Pengujian yang dilakukan dalam pembangun Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Bantuan Langsung Tunai menggunakan Metode Simple Additive Weighting. Gambar 11. Gambar Tampilan Menu Data Alternative Penerima BLT Kemudian untuk menambah data yaitu dengan mengklik tombol Tambah Data kemudian isi no.ktp, nama, alamat dan kriteriakriteria yang telah terinput di dalam database. Kemudian klik Simpan untuk menyimpan atau Batal untuk membatalkan. 4.4.1 Pengujian Fungsional Pengetesan program dilakukan menggunakan pengujian fungsional untuk menguji fungsi-fungsi khusus dari aplikasi yang dikembangkan. Test input dan output fungsi yang ada tanpa memperhatikan prosesnya. Pada pengujian ini kebenaran aplikasi yang diuji dilihat berdasarkan keluaran yang dihasilkan dari data masukan yang diberikan. Fungsi-fungsi yang ada pada aplikasi, tanpa memperhatikan bagaimana proses untuk mendapatkan keluaran tersebut. Pengujian aplikasi di sini dilakukan hanya pada menu yang ada. 4.4.2.Pengujian Validasi Uji validasi adalah pengujian yang digunakan untuk membandingkan antara hasil 24 Jurnal TIKomSiN

dari program yang dibuat sama dengan hasil perhitungan manual. Uji ini dilakukan di tiap tahap proses perhitungan sehingga akan terlihat bahwa program dibuat sesuai dengan algoritma yang digunakan. Hal pertama yang diuji adalah perhitungan nilai normalisasi pada perhitungan manual. Pada perhitungan manual normalisasi dapat dilihat pada Tabel 1. Perbandingan perhitungan nilai bobot normalisasi pada perhitungan sistem dapat dilihat pada Gambar 14. Tabel 1. Normalisasi Perhitungan Manual Nama C 1 C 2 C 3 C 4 C 5 C 6 C 7 C 8 C 9 C 10 C 11 C 12 C 13 C 14 C 15 C 16 Sariman 1 0.4 0.25 0.5 1 1 1 1 0.5 0.5 0.5 1 0.6 1 1 1 Sakiyem 1 0.4 0.25 0.5 1 1 0.5 1 1 0.5 1 1 0.6 1 1 0.6667 Tri Handayanto 1 1 1 0.5 1 1 0.5 0.5 1 1 0.5 0.8 0.6 1 1 0.6667 Sumarno 1 1 1 1 1 1 1 1 0.5 1 1 0.4 1 1 1 0.6667 Sutrisno 0.5 0.4 0.25 0.5 1 1 0.5 1 1 0.5 0.5 0.8 0.8 1 1 1 Wagimin 1 0.4 0.25 0.5 1 1 0.5 1 0.5 1 1 0.8 0.6 1 1 1 Pariyem 1 0.2 0.25 0.5 1 1 0.5 0.5 1 1 1 0.8 0.6 1 1 0.6667 Sukarno 1 0.4 0.25 0.5 1 1 0.5 1 0.5 1 1 0.8 1 1 1 1 Jiman 1 0.4 1 0.5 1 1 0.5 1 1 1 1 0.8 0.6 1 1 0.6667 Sri Widodo 1 0.4 0.5 1 1 1 0.5 1 1 1 1 0.8 0.8 1 1 0.6667 Sarjono 1 1 1 0.5 1 1 1 1 1 1 1 0.8 1 1 1 0.3333 Gambar 14. Normalisasi Perhitungan Sistem Perbandingan selanjutnya adalah hasil akhir perhitungan perankingan (V) pada perhitungan manual ditunjukkan pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Nilai V pada perhitungan manual Ms. Excel dan sistem. Alternatif Perhitungan Perhitungan Manual Sistem Rangking Sariman 79.25 79.25 8 Sakiyem 78.41667 78.42 9 Tri Handayanto 81.66667 81.67 6 Sumarno 91.16667 91.17 1 Sutrisno 75.25 75.25 11 Wagimen 80.75 80.75 7 Pariyem 76.41667 76.42 10 Sukarno 84.75 84.75 4 Jiman 83.66667 83.67 5 Sri Widodo 85.66667 85.67 3 Sarjono 89.83333 89.83 2 sistem terdapat sedikit perbedaan 0,001 ini dikarenakan ada perbedaan floating point antara perhitungan manual dan perhitungan sistem tetapi perbedaan tersebut masih dapat ditolerir sehingga masih dianggap hasil dari perhitungan manual dan perhitungan sistem adalah sama. V. PENUTUP 5.1. Kesimpulan Dalam penelitian yang telah dilakukan menghasilkan kesimpulan. Adapun kesimpulan yang didapat adalah telah terciptanya sebuah sistem pendukung keputusan penentuan penerima bantuan langsung tunai berbasis web untuk Kantor Kepala Desa Ngringo menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Dilihat dari hasil perbandingan nilai V antara perhitungan manual dan perhitungan 5.2. Saran Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Bantuan Langsung Tunai di Jurnal TIKomSiN 25

Kantor Kepala Desa Ngringo dapat memberikan alternative terbaik dari sejumlah kriteria dengan menggunakan metode algoritma Simple Additive Weighting (SAW). diharapkan dalam penelitian selanjutnya dapat menggunakan metode-metode yang lain untuk kasus yang sama yaitu Penentuan Penerimaan Bantuan Langsung Tunai dan hasilnya dapat dijadikan perbandingan. DAFTAR PUSTAKA [1] Suara Merdeka. (2013, July 02). Dijumpai Pembagian BLSM Salah Sasaran. Retrieved July 01, 2015, from www.suaramerdeka.com: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.ph p/read/cetak/2013/07/02/229499/dijumpai- Pembagian-BLSM-Salah-Sasaran [2] Norfriansyah, Dicky (2014). Konsep Data Mining Vs Sistem Pendukung Keputusan. Yogyakarta : Deepublish [3] Monita, Dita. (2013). Sistem Pendukung Keputusan Penerima Bantuan Langsung Tunai Dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarcy Process. Pelita Informatika Budi Darma, Volume III Nomor: 2, April 2013, Hal : 29. 26 Jurnal TIKomSiN