Dasar-dasar Metode Penelitian Modul ke: Membuat latar belakang masalah Merumuskan masalah Fakultas Psikologi Mencari teori Membuat pertanyaan penelitian Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Reno Laila Fitria
Berbagai Teknik Pengumpulan Data Observasi, utamanya observasi partisipatif Wawancara, utamanya wawancara mendalam, Kuesioner ditambah kajian dokumen, Tujuan: tidak hanya untuk menggali data tetapi juga untuk mengungkap makna yang terkandung dalam latar penelitian 2
PROSES PENELITIAN Secara garis besar, proses penelitian empiris dibagi menjadi 3 tahapan: Konseptualisasi: Identifikasi Masalah Penelitian Penentuan Sampel Penelitian Pemilihan Metode Penelitian Pengambilan dan Anlisa Data: Pengambilan Data Analisa Data Publikasi: Laporan Penelitian Artikel Jurnal Presentasi (Seminar) Press Release Websites
KONSEPTUALISASI: MEMULAI PENELITIAN Proses konseptualisasi penelitian (perencanaan penelitian) adalah proses merumuskan apa, bagaimana dan mengapa suatu penelitian dilakukan meliputi + 90% proses penelitian proses iteratif (bolak-balik) yang meliputi: Menentukan isu atau permasalahan penelitian sebaiknya dipilih yang spesifik, observable dan dimulai dengan topik yang familiar Menentukan sampel yang akan dijadikan target untuk pengambilan data Memilih pendekatan metodologi yang akan digunakan dalam penelitian menentukan cara pengambilan data pada sampel yang terkait dengan isu yang menjadi fokus dalam penelitian
KONSEPTUALISASI: MASALAH, PERTANYAAN DAN HIPOTESA PENELITIAN Dalam tahap konseptualisasi, ada 3 alat penting untuk memulai penelitian: Pernyataan Masalah Penelitian mengidentifikasikan isuisu dasar atau permasalahan yang akan dijadikan fokus dalam penelitian Pertanyaan Penelitian Pernyataan Masalah Penelitian diturunkan menjadi subtopik-subtopik yang dapat diobservasi dan diukur dalam penelitian Hipotesa Penelitian pernyataan/claim/posisi penelitian yang akan dibuktikan secara empiris (akan dibahas pada pertemuan V)
MASALAH PENELITIAN Pernyataan yang secara umum menjelaskan tujuan dari penelitian menunjukkan permasalahan apa yang akan dijawab melalui penelitian yang akan dilakukan. Berasal dari: pengalaman peneliti; teori-teori hasil penelitian sebelumnya; penemuan baru yang perlu dikembangkan; serta prioritas pengembangan ilmu pengetahuan
MASALAH PENELITIAN YANG BAIK Observable Reproducible Confirmable by Others Meliputi pertanyaan terhadap hubungan antara dua variabel atau lebih Harus dinyatakan secara jelas Proses pengambilan data untuk menjawab masalah penelitian tersebut harus mungkin dilakukan Tidak bertentangan dengan moral atau etika.
MASALAH PENELITIAN Pernyataan Masalah Penelitian meliputi : Penelitian ini dilakukan untuk Apa yang akan dilakukan dalam penelitian: Identifikasi; Deskripsi (menjelaskan) Perbandingan (membandingkan data dari dua atau lebih kelompok atau variabel yang berbeda); Evaluasi (membandingkan data dengan kriteria tertentu) Menentukan hubungan sebab-akibat Kata/kalimat kunci: Apa yang akan diteliti? Siapa yang akan menjadi target penelitian
PERTANYAAN PENELITIAN Pertanyaan penelitian adalah operasionalisasi dari masalah penelitian diturunkan dari pernyataan masalah penelitian menjadi subtopik-subtopik yang dapat diobservasi dan diukur dalam penelitian, meliputi: Pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan topik atau isu spesifik dalam penelitian Pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan kelompok yang menjadi target penelitian
Teori Salah satu unsur terpenting dalam penelitian yang memiliki peran sangat besar dalam pelaksanaan penelitian adalah teori. Karena teori dengan unsur ilmiah inilah yang akan mencoba menerangkan fenomena-fenomena sosial yang menjadi pusat perhatian peneliti ( Masri Singarimbun & Sofyan Efendi, 1989:37). Menurut Kerlinger (1973:9), teori adalah serangkaian asumsi, konsep, konstrak, definisi dan proposisi untuk menerangkan fenomena sosial secara sistematis dengan cara merumuskan hubungan antar variabel. 10
Teori Berdasar pengertian tersebut, definisi teori mengandung tiga hal: Pertama, teori adalah serangkaian proposisi antar konsep-konsep yang saling berhubungan. Kedua, teori menerangkan secara sistematis atau fenomena Ketiga, teori menerangkan fenomena-fenomena tertentu dengan cara menentukan konsep mana yang berhubungan dengan konsep lainnya dan bagaimana bentuk hubungannya. 11
Teori Tata fikir yang ditawarkan dalam penyusunan kerangka teori menggunakan logika reflektif, yaitu logika yang mondarmandir antara proses berfikir induktif dan proses berfikir deduktif, dan tidak dipermasalahkan dari mana harus dimulai. Alat berfikir bukan hanya sekedar mendasarkan pada generalisasi dari rerata keberagaman individul dan rerata frekuensi kejadian, tetapi juga konteks, esensi, indikasi pragmatik, fungsional, atau yang lainnya. 12
3 Hal Pokok Dalam Teori Elemen teori terdiri dari konstruk, konsep dan proposisi. Memberikan gambaran sistematis mengenai fenomena melalui hubungan antar variabel. Tujuan teori adalah menjelaskan dan memprediksi fenomena alam. 13
Masih Ingat Ini? Variabel: karakteristik atau kondisi yang dapat mengalami perubahan atau memiliki nilai-nilai yang berbeda untuk tiap individunya Ciri yang diukur dalam penelitian dinyatakan dalam nilainilai yang bervariasi dalam batas-batas yang dapat diterima Variabel diperoleh karena adanya: Kebervariasian dalam hasil pengukuran Keragaman dalam hasil penghitungan 14
Masih Ingat Ini? (Seringkali) Variabel atau Karakteristik yang ingin diamati (diteliti) dalam Penelitian Psikologi adalah karakteristik internal Tidak dapat diamati langsung dan tidak dapat diukur Variabel-variabel dalam psikologi itu disebut constructs Untuk membuat karakteristik internal dapat diamati dan diukur dengan mendefinisikan (menterjemahkan) construct menjadi definisi operasional (operational definition) 15
Masih Ingat Ini? Constructs: atribut-atribut atau karakteristik internal yang tidak dapat diamati secara langsung, namun berguna (berfungsi) untuk menjelaskan perilaku Operational definition (definisi oprasional) mengidentifikasikan sebuah prosedur (serangkaian operasi) yang mengukur external behavior (perilaku) memiliki dua komponen: (1) menjelaskan serangkaian yang dapat mengukur konstruk; (2) mendefinisikan konstruk sehingga dapat diukur 16
Fungsi Teori Sesuai dengan definisi Kerlinger (1973), bahwa teori adalah seperangkat konstruk (konsep), definisi, dan proporsi yang menyajikan gejala-gejala sistematis, merinci hubungan antar variable-variabel, dengan tujuan meramalkan dan menerangkan gejala tersebut, maka teori memiliki fungsi antara lain: a. Menyediakan kerangka konsepsi penelitian, dan memberikan pertimbangan perlunya penyelidikan b. Melalui teori kita dapat membuat pertanyaan yang terinci untuk penyidikan. c. Menunjukkan hubungan antar variable yang diteliti. d. Kajian pustaka meliputi pengidentifikasian secara sistematis, penemuan, dan analisis dokumen-dokumen yang memuat informasi yang berkaitan dengan masalah penelitian. 17
Fungsi Kajian Pustaka Untuk menemukan teori yang akan dijadikan sebagai acuan dalam penelitian, maka perlu adanya kajian pustaka memiliki beberapa fungsi: Menyediakan kerangka konsepsi atau teori yang direncanakan Menyediakan informasi tentang penelitian-penelitian terdahulu yang berhubungan dengan penelitian yang akan datang. Memberikan informasi tentang semua konstruk yang berhubungan dengan penelitian kita tersedia. Memberikan informasi-informasi tentang metode-metode penelitian yang digunakan, populasi dan sample, instrumen dalam pengumpulan data dan penghitungan-penghitungan statistic yang digunakan pada penelitian sebelumnya. Menyediakan temuan-temuan, kesimpulan-kesimpulan penyelidikan yang dapat dihubungkan dengan penemuan dan kesimpulan kita. Kepustakaan penelitian meliputi laporan-laporan yang diterbitkan dari penelitian yang sebelumnya. 18
Penyusunan Landasan Teori Kerangka teori sebaiknya menggunakan kerangka acuan penelitian sebelumnya yang dapat membantu kita melihat permasalahan yang akan kita teliti Cara penulisan antar sub-bab harus saling terkait Gunakan referensi terbaru Semakin banyak sumber bacaan maka kualitas penelitian Anda akan semakin baik Teori BUKAN merupakan pendapat pribadi Alangkah baiknya apabila dalam akhir Landasan Teori Anda mengajukan model penelitian Anda sendiri 19
Daftar Pustaka Creswell, W.J. (2009), Research design: qualitative & quantitative approaches, California: Sage Publications, Inc. Poerwandari, K. (2009), Pendekatan kualitatif untuk penelitian perilaku manusia, Depok: LPSP3, Fakultas Psikolgi UI Patton, M.Q. (2002). Qualitative research and evaluation. 3rd Ed Djaelani, Aunu Rofiq (2013). Teknik Pengumpulan Data Dalam Penelitian Kualitatif. Semarang: Majalah Ilmiah Pawiyatan. http://www.sagepub.com/upm-data/43144_12.pdf Office of Qualitative & Mixed Methods Research, University of Nebraska, Lincoln www.uk.sagepub.com, Qualitative Research in Business & Management http://web.csulb.edu/~msaintg/ppa696/696quali.htm 20
Terima Kasih