Dasar-dasar Metode Penelitian
|
|
|
- Liana Setiawan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Dasar-dasar Metode Penelitian Modul ke: Observasi Wawancara Fakultas Psikologi Angket Kajian Dokumen Program Studi Psikologi Reno Laila Fitria
2 Berbagai Teknik Pengumpulan Data Observasi, utamanya observasi partisipatif Wawancara, utamanya wawancara mendalam, Kuesioner ditambah kajian dokumen, Tujuan: tidak hanya untuk menggali data tetapi juga untuk mengungkap makna yang terkandung dalam latar penelitian 2
3 Observasi Penggunaan observasi berbeda untuk penelitian kuantitatif dan kualitatif Sama-sama bisa menggunakan observasi: tetapi penerapannya berbeda antara penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif, misalnya penggunaan observasi yang dalam penelitian kuantitatif, dimungkinkan digunakan checklist ataupun rating yang baku. Dalam penelitian kualitatif tidak tepat menggunakan checklist atau rating yang baku buat catatan lapangan 3
4 Observasi Patton (1990) menegaskan bahwa observasi merupakan metode pengumpulan data esensial dalam penelitian, apalagi penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif. Agar memberikan data yang akurat dan bermanfaat maka observasi sebagai metode ilmiah harus dilakukan peneliti yang sudah melewati latiha-latihan yang memadai serta mengadakan persiapan yang teliti dan lengkap. Latihan meliputi: Belajar mengadakan observasi secara umum pada konteks atau subjek yang dipilih atau mengadakan observasi pada topik dengan fokus-fokus khusus Peneliti perlu berlatih bagaimana menuliskan hasil observasi secara deskriptif dan mengembangkan kedisiplinan mencatat kejadian lapangan secara detil dan lengkap 4
5 Pentingnya kegiatan observasi Tujuan observasi: mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktifitas-aktifitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat di dalam aktifitas dan makna kejadian dilihat dari perspektif mereka yang terlibat dalam kejadian yang diamati tersebut. Deskripsi harus akurat, faktual sekaligus teliti tanpa harus dipenuhi catatan panjang lebar yang tidak relevan. 5
6 Pentingnya kegiatan observasi Patton (1990) mengatakan data hasil observasi menjadi penting karena: Peneliti akan mendapatkan pemahaman lebih baik tentang konteks dalam mana hala yang diteliti terjadi atau ada Observasi memungkinkan peneliti bersifat terbuka Observasi memungkinkan peneliti melihat hal-hal yang oleh partisipan atau subjek penelitian sendiri kurang disadari Observasi memungkinkan peneliti memperoleh data yang tidak dapat diperoleh saat wawancara Observasi memungkinkan peneliti bergerak lebih jauh dari perspektif selektif Observasi memungkinkan peneliti merefleksi dan bersikap introspektif 6
7 Variasi dalam pendekatan Observasi Patton (1990) menjelaskan berbagai alternatif cakupan dalam pendekatan observasi yang perlu dipertimbangkan, yaitu: 1. Apakah pengamat berpartisipasi aktif dalam setting yang diamatinya ataukah ia menjadi pengamat pasif, dalam arti tidak terlibat dalam aktivitas yang diamatinya tersebut? Studi antropologis sering memakai observasi partisipatif, akibatnya tidak ada pemisahan tegas antara wawancara dengan observasi, Sementara studi psikologis jarang melakukannya 2. Apakah peneliti melakukan observasinya secara terbuka atau terselubung? Perhatikan isu etis dalam penelitian 3. Apakah observasi perlu dilakukan dalam jangka waktu lama atau waktu terbatas? 4. Variasi berkenaan dengan fokus observasi: fenomena utuh atau aspek-aspek khusus? 7
8 Variasi dalam pendekatan Observasi Banister, dkk (1994) menambahkan: 1. Variasi dalam struktur observasi: Partisipatif, terstruktur atau tidak terstruktur 2. Variasi dalam fokus observasi: luas atau sempit 3. Variasi dalam metode sarana/instrumen yang digunakan dalam melakukan dan mencatat observasi: tulisan tangan, notebook, lembar pengecek, stopwatch, kamera, alat perekam 4. Pemberian umpan balik: kepada orang-orang yang diamati perlu diberikan atau tidak 8
9 Tahapan Observasi Seperti yang dikemukakan Spradley (1980) yang mengungkapkan bahwa tahapan observasi ada tiga yaitu; (1) observasi deskriptif, di mana peneliti mengamati semua yang ada secara menyeluruh, mendeskripsikan semua yang diamati, observasi ini disebut juga sebagai grand tour observation; (2) observasi terfokus, di mana pengamatan difokuskan pada aspek tertentu yang menjadi fokus penelitian, observasi ini disebut juga sebagai mini tour observation. dan; (3) observasi terseleksi, di mana peneliti menyeleksi fokus yang ditemukan secara lebih rinci lagi, 9
10 Observasi Partisipatif Peneliti berperan aktif dalam kegiatan di lapang peneliti mudah mengamati, karena berbaur dengan yang diteliti. Penggunaan cheklist hanya sebagai pelengkap utamanya adalah membuat catatan lapangan yang terdiri dari catatan deskriptif yang berisi gambaran tempat, orang dan kegiatannya, termasuk pembicaraan dan ekspresinya, Juga catatan reflektif yang berisi pendapat, gagasan dan kesimpulan sementara peneliti beserta rencana berikutnya 10
11 Observasi Partisipatif Spradley (1980) membagi partisipasi atau keterlibatan peneliti menjadi empat yaitu; (1) partisipasi pasif, di mana peneliti datang mengamati tetapi tidak ikut terlibat kegiatan yang diamati; (2) partisipasi moderat, di mana peneliti kadang ikut aktif terlibat kegiatan kadang tidak aktif; (3) partisipasi aktif, di mana peneliti terlibat aktif dalam kegiatan yang diteliti; (4) partisipasi lengkap, di mana peneliti sudah sepenuhnya terlibat sebagai orang dalam, sehingga tidak kelihatan sedang melakukan penelitian. Catatan: Sebaiknya sebagai peneliti kualitatif, Anda menggunakan partisipasi lengkap 11
12 Kesimpulan: Observasi 12
13 Catatan lapangan Harus deskriptif Diberikan tanggal dan waktu Dicatat dengan menyertakan informasi-informasi dasar dimana observasi dilakukan, siapa yang hadir disana, bagaimana setting fisik lingkungan, interaksi sosial dan aktivitas sumber Banister dkk. (1994): a)deskripsi konteks; b)deskripsi mengenai karakteristik orang-orang yang diamati; c) deskripsi tentang siapa yang melakukan observasi; d) deskripsi mengenai perilaku yang ditampilkan orang-orang yang diamati; e) interpretasi sementara peneliti terhadap kejadian yang diamati (ingat: harus dipisahkan dari catatan deskriptif); f)pertimbangan mengenai alternatif-alternatif interpretasi lainnya; g) eksplorasi perasaan dan penghayatan peneliti terhadap kejadian yang diamati 13
14 URAIAN HARUS DESKRIPTIF DAN BUKAN INTERPRETATIF! Pengamat tidak mencatat kesimpulan atau interpretasi, melainkan data konkrit berkenaan dengan fenomena yang diamati Deskripsi harus memadai dalam detil dan ditulis sedemikian rupa untuk memungkinkan pembaca memvisualisasikan setting yang diamati. Deskripsi interpretatif dengan menggunakan penyimpulanpenyimpulan dari peneliti harus dihindari 14
15 URAIAN HARUS DESKRIPTIF DAN BUKAN INTERPRETATIF! Interpretasi dengan memberikan label atau oenjelasan sifat (misalnya ruangan sangat nyaman dan indah atau mereka sangat membenci satu sama lain) tidak dianjurkan. Contoh yang benar: ruangan berukuran..., terdengar suara musik dari alat perekam, dan tembok yang berwarna biru lembut digantungi beberapa lukisan pemandangan..., atau kedua lelaki tersebut saling memukul, yangs satu terjatuh dan lelaki yang lain kemudian menginjaknya sampai yang terjatuh tersebut berteriak-teriak. 15
16 Wawancara Percakapan dan tanya jawab yang diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu. Wawancara kualitatif dilakukan bila peneliti bermaksud untuk memperoleh pengetahuan tentang makna-makan subjektif yang dipahami individu berkenaan dengan topik yang diteliti dan bermaksud melakukan eksplorasi terhadap isu tersebut, suatu hal yang tidak dapat dilakukan melalui pendekatan lain (Banister dkk, 1194) 16
17 Variasi dalam Wawancara Kualitatif 1. Wawancara Informal 2. Wawancara dengan pedoman umum 3. Wawancara dengan pedoman terstandar yang terbuka 17
18 1. Wawancara Informal Proses wawancara sepenuhnya didasarkan berkembangnya pertanyaan-pertanyaan secara spontan dalam interaksi yang alamiah Tipe wawancara ini dipakai oleh peneliti yang melakukan observasi partisipatif Dalam situasi ini, orang-orang yang diajak bicara mungkin tidak menyadari bahwa sedang diwawancarai secara sistematis untuk menggali data 18
19 2. Wawancara dengan pedoman umum Peneliti dilengkapi dengan pedoman wawancara yang sangat umum, Biasanya mencantumkan isu-isu yang harus diliput tanpa menentukan urutan pertantaan, bahkan mungkin tanpa bentuk pertanyaan eksplisit Pedoman wawancara digunakan untuk mengingatkan peneliti mengenai aspek-aspek yang harus dibahas, sekaligus menjadi daftar pengecek (checklist) apakah aspek-aspek relevan tersebut telah dibahas atau ditanyakan Dengan pedoman demikian, peneliti harus memikirkan bagaimana pertanyaan tersebut akan dijabarkan secara konkrit dalam kalimat tanya, sekaligus menyesuaikan pertanyaan dengan konteks aktual saat wawancara berlangsung Wawancara dengan pedoman sangat umum ini dapat berbentuk wawancara terfokus, yakni wawancara yang mengarahkan pembicaraan pada hal-hal atau aspek tertentu dari kehidupan/pengalaman subjek Wawancara ini juga bisa berbentuk sebagai wawancara mendalam 19
20 3. Wawancara dengan pedoman terstandar yang terbuka Pedoman wawancara ditulis secara rinci, lengkap dengan set pertanyaan dan penjabarannya dalam kalimat Peneliti diharapkan dapat melaksanakan wawancara sesuai dengan pedoman atau sekuensi yang telah ditulis serta menanyakannya dengan cara yang sama pada respondenresponden yang berbeda. Keluwesan dalam mendalami jawaban menjadi terbatas, dan sangat tergantung pada sifat wawancara dan keterampilan peneliti Bentuk ini akan efektif jika penelitian melibatkan banyak pewawancara, sehingga peneliti perlu melakukan upaya tertentu untuk meminimalkan variasi sekaligus menyeragamkan pendekatan terhadap responden 20
21 Isi Wawancara Proses dan isi wawancara perlu disiapkan Lihat kembali tujuan penelitian anda, apakah anda ingin mengungkap aspek tingkah laku, nilai, atau perasaan? Pertanyaan tentang tingkah laku: bisa mengacu tentang apa yang dilakukan atau biasa dilakukan. Contoh: bila saya mengacu pada kegiatan harian Anda, dapatkah anda menjelaskan apa saja yang anda lakukan mulai dari bangun tidur di pagi hari sampai tidur kembali di malam hari? Peneliti juga dapat menanyakan hal-hal terkait dengan proses pemahaman dan interpretasi responden. Jawaban responden akan memberi kejelasan mengenai pemikiran, tujuan, impian, nilai-nilai yang mereka anut. Contoh pertanyaannya: Bagaimana pendapat anda tentang..., Hal apa yang anda anggap penting...? Pertanyaan tentang perasaan dimaksudkan untuk memperoleh pemahaman tentang aspek afektif dalam diri responden. Contoh: Dapat ibu jelaskan apa yang ibu rasakan? PS: hati-hati dengan pertanyaan tentang pandangan atau opini, ada baiknya ditanyakan pada akhir wawancara, sebab seringkali jika ditanyakan di awal opini belum tentu sungguh-sungguh merefleksikan opini subjek penelitian. 21
22 Menyusun Pertanyaan Pertanyaan harus bersifat netral. Tidak diwarnai nilai-nilai tertentu dan tidak mengarahkan. Peneliti harus menghindari penggunaan istilah-istilah yang resmi, canggih, ataupun tinggi terlebih jika mewawancarai individu yang bukan mewakili kalangan ilmiah atau profesional Peneliti perlu menggunakan pertanyaan terbuka 22
23 Menggunakan pertanyaan terbuka Pertanyaan Tertutup: Warna rambut anda hitam, merah atau pirang? Apakah anda tertarik dengan riset ini? PERTANYAAN TERBUKA: Apa warna rambut anda? Apa yang menjadi ketertarikan anda? Kata-kata untuk pertanyaan terbuka: Apa? Siapa? Dimana? Kapan? Kenapa? Bagaimana? 23
24 Hindari pertanyaan yang mengarahkan (Leading Questions) Izinkan orang untuk menjawab sesuai dengan pandangan, nilai dan pengalaman mereka sendiri Contoh leading questions: Ketakutan apa yang anda rasakan ketika bayi anda menderita diare? tindakan apa yang anda lakukan untuk menghentikan diarenya? Seberapa bagus pelayanan yang bayi anda terima dari rumah sakit? PS: Semua pertanyaan di atas mengarahkan jawaban pada rasa takut, tindakan dan perawatan. Contoh NON-LEADING QUESTIONS: Apa yang anda rasakan ketika diare bayi anda tidak berhenti? Apa yang anda lakukan ketika diare bayi anda tidak berhenti? Apa yang andarasakan terkait dengan treatment yang bayi anda terima di rumah sakit? 24
25 Latihan Penyusunan Pertanyaan NON- Leading (Tidak Mengarahkan) Leading (Mengarahkan) Non-Leading (Tidak Mengarahkan) Apakah menurut anda muntah saat diare serius? Apakah anda mengurangi makan bayi anda ketika ia menderita diare? Apakah anda tahu bahwa bayi kehilangan cairan ketika menderita diare? 25
26 Probing (Menyelidiki lebih Dalam) The key to successful interviewing is learning how to probe effectively...that is, to stimulate an informant to produce more information......without injecting yourself so much into the interaction that you only get a reflection of yourself in the data. (Bernard, 1995) Tekniknya: 1. Berikan pertanyaan dengan awalan Apa? 2. Diam: diamlah beberapa saat dan tunggu informasi diberikan lebih lanjut. Kadangkala anda terlalu sibuk menulis tanpa sadar bahwa informan telah selesai bicara 3. Echo Probe: Mengulangi kembali kalimat terakhir dari informan dan minta mereka kembali melanjutkan. Contoh: baiklah, anak anda tidak mau makan dan malas bermain. Lalu apa yang terjadi? 4. Uh-huh Probe: gunakan affirmative noise atau back chanelling cues. Contoh: ow begitu.., oh iya... 26
27 Hal-hal Praktis yang Perlu diperhatikan Peralatan: Gunakan perekam Pastikan batere atau asupan listrik tersedia Periksa alat perekam sebelum digunakan Sebelum Wawancara: Pilih tempat yang tenang dan bebas dari gangguan Mikrofon/alat perekam perlu ditempatkan dekat dengan informan, peneliti perlu (dan meminta) informan berbicara cukup keras sehingga bisa ditangkap oleh perekam perekam diletakkan di permukaan yang stabil Periksa sistem perekaman 27
28 Hal-hal Praktis yang Perlu diperhatikan Selama wawancara: Wawancara dimulai dengan ucapan peneliti: wawancara dilakukan pada..., tempat dan tanggal...pada (subjek penelitian)... Peneliti harus bicara secara jelas dan tidak terlalu cepat Peneliti meminta responden bicara jelas Jangan memindah-mindahkan barang-barang di dekat alat perekam Alat perekam sebaiknya dimatikan selama pembicaraan yang tidak relevan berlangsung Perhatikan batere atau kaset perekam Di akhir wawancara katakan ini akhir wawancara dengan... Setelah Wawancara: Mendengarkan kembali dan membuat transkrip Membuat kode yang lengkap pada file rekaman Menyimpan rekaman di dalam kondisi yang baik 28
29 Wawancara Mendalam Gunakan Wawancara terbuka data bisa tergali selengkap dan sedalam mungkin. Pemahaman peneliti terhadap fenomena yang ada sesuai dengan pemahaman para pelaku itu sendiri, jika perlu dibantu alat perekam. FGD atau diskusi kelompok tera-rah dapat digunakan untuk mengungkap data dan pemaknaannya dari sekelompok orang berdasarkan hasil diskusi yang terfokus atau terarah pada suatu permasalahan yang akan diteliti. Ingat, FGD merupakan bagian dari wawancara kelompok, karena kebenaran data bukan lagi subyektif individual, tetapi menjadi kebenaran kelompok 29
30 Kajian Dokumen menyelidiki data yang didapat dari: dokumen, catatan, manuskrip, file, foto dan hal-hal lain yang sudah didokumentasikan. 30
31 Angket A. Secara lisan dan langsung: WAWANCARA dilakukan secara individual dan membutuhkan banyak waktu Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam interview: a. Buatlah situasi tanga jawab sewajar mungkin b. Siapkan segala macam pertanyaan yang akan diajukan c. Perhatikan sikap interviewe (guugup, pucat, ragu-ragu, dsb) B. Secara tertulis dan tidak langsung: KUESIONER dilakukan secara massal, tidak tergantung pada waktu Kuesioner tertutup: Jawaban sudah tersedia Kelemahan kuesioner Kuesioner terbuka: Jawaban bebas a. Tidak ada kontak langsung antara kuesionerer dan kuesioneri b. Kadang-kadang pertanyaannya tidak jelas dan bersifat sugestif c. Banyak jawaban yang tidak valid dan tidak betul, karena tidak ada sangsinya 31
32 Angket Yang dimaksud dengan angket adalah suatu cara pengumpulan data atau penelitian mengenai suatu masalah yang umumnya banyak menyangkut kepentingan umum (orang banyak) Angket ini dilakukan dengan mengedarkan suatu daftar pertanyaan yang berupa formulir-formulir,diajukan secara tertulis kepada sejumlah subyek untuk mendapatkan tanggapan, informasi, jawaban dan sebagainya Teknik ini cocok dipakai untuk memperoleh data yang cukup luas, dari kelompok /masyarakat yang populasinya besar dan bertebaran tempatnya Oleh karena angket ini selalu berbentuk formulirformulir yang berisikan pertanyaan pertanyaan (question), maka angket sering disebut questionare. 32
33 Daftar Pustaka Creswell, W.J. (2009), Research design: qualitative & quantitative approaches, California: Sage Publications, Inc. Poerwandari, K. (2009), Pendekatan kualitatif untuk penelitian perilaku manusia, Depok: LPSP3, Fakultas Psikolgi UI Patton, M.Q. (2002). Qualitative research and evaluation. 3rd Ed Djaelani, Aunu Rofiq (2013). Teknik Pengumpulan Data Dalam Penelitian Kualitatif. Semarang: Majalah Ilmiah Pawiyatan. Office of Qualitative & Mixed Methods Research, University of Nebraska, Lincoln Qualitative Research in Business & Management 33
34 Terima Kasih
PROSES WAWANCARA. Penjelasan Materi 15/04/2016
PROSES WAWANCARA 2 Penjelasan Materi Materi kuliah berikut ini disarikan dari buku Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia yang disusun oleh E. Kristi Poerwandari dan diterbitkan LPSP3
Dasar-dasar Metode Penelitian
Dasar-dasar Metode Penelitian Modul ke: Membuat latar belakang masalah Merumuskan masalah Fakultas Psikologi Mencari teori Membuat pertanyaan penelitian Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Reno
Dasar-dasar Metode Penelitian
Dasar-dasar Metode Penelitian Modul ke: Cara Mencari bahan dan sumber pustaka Jurnal dan buku referensi Fakultas Psikologi Kutipan dan menulis referensi Operasionalisasi Variabel Program Studi Psikologi
Dasar-dasar Metode Penelitian
Dasar-dasar Metode Penelitian Modul ke: Etika Dalam Penelitian Fakultas Psikologi Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Reno Laila Fitria Dilema Etis Palys (1992) menjelaskan adanya dua tanggung
Dasar-dasar Metode Penelitian
Dasar-dasar Metode Penelitian Modul ke: Validitas dan Reliabilitas Penelitian Kuantitatif Fakultas Psikologi Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Reno Laila Fitria Apa itu Rencana Penelitian (Research
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Pendekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Desain Penelitian ini dirancang untuk mengetahui bagaimana cara ODHA dalam proses coping stres, sehingga peneliti menggunakan metode pendekatan kualitatif diharapkan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Pendekatan Kualitatif Pendekatan kualitatif bertujuan untuk mempelajari dinamika atau permasalahan, memperoleh pemahaman menyeluruh dan utuh tentang fenomena yang diteliti
BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Bogdan dan Taylor (dalam Moleong, 2006), metode penelitian
41 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Kualitatif Menurut Bogdan dan Taylor (dalam Moleong, 2006), metode penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang akan menghasilkan data deskriptif
BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif atau kualitataif dilakukan dengan mempertimbangkan pendekatan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah pendekatan kualitatif. Menurut Patton (dalam Poerwandari, 2009), pemilihan pendekatan kuantitatif
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
47 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tipe Penelitian Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan yang juga disebut pendekatan investigasi karena
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang digunakan, subjek penelitian, metode pengumpulan data, alat
BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan diuraikan tentang permasalahan penelitian, pendekatan penelitian yang digunakan, subjek penelitian, metode pengumpulan data, alat bantu pengumpulan data, prosedur
dibakukan berdasarkan pengukuran tertentu. Dalam pendekatan kualitatif dilakukan pemahaman
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini akan diuraikan mengenai metode yang digunakan dalam penelitian mengenai Proses Penyesuaian Diri di Lingkungan Sosial pada Remaja Putus Sekolah. Metodologi penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. A. Tipe Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif.
BAB III METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Bogdan dan Taylor, (1995) mendefinisikan metodologi kualitatif sebagai prosedur
BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif, dengan tipe penelitian studi kasus (case studies). Menurut Moleong
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan tipe penelitian studi kasus (case studies). Menurut
Gambaran 26konsep pacaran, Nindyastuti Erika Pratiwi, FPsi UI, Metode Penelitian
Gambaran 26konsep pacaran, Nindyastuti Erika Pratiwi, FPsi UI, 2009 3. Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep pacaran dan perilaku pacaran pada remaja awal. Dalam bab ini akan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai metode yang digunakan dalam penelitian, pemilihan subyek penelitian, metode pengumpulan data, prosedur penelitian, hambatan yang terjadi
Dasar-dasar Metode Penelitian
Dasar-dasar Metode Penelitian Modul ke: Karakteristik Penelitian Kualitatif Fakultas Psikologi Program Studi Psikologi Langkah-langkah/Desain dalam Penelitian Kualitatif; Topik, Tujuan, Pertanyaan Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Dalam sebuah penelitian memiliki dua macam metode penelitian yang dapat digunakan, yaitu secara kuantitatif dan kualitatif. Untuk memilih suatu metode penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. kualitatif deskriptif, dengan tipe penelitian studi kasus (case studies).
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan tipe penelitian studi kasus (case studies). Menurut
BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. PENDEKATAN PENELITIAN Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Poerwandari (2005) menyebutkan bahwa pendekatan kualitatif digunakan jika
BAB III METODE PENELITIAN. diambil kesimpulannya, artinya penelitian yang dilakukan adalah penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian yang dilakukan penulis adalah penelitian deskriptif kualitatif, yaitu hasil penelitian yang kemudian diolah dan dianalisis untuk diambil
BAB III METODE PENELITIAN. berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Dalam penelitian ini digunakan sebuah pendekatan yang dikenal dengan pendekatan kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif
3. METODE PENELITIAN
3. METODE PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran grief pada ayah yang anaknya meninggal dunia secara mendadak. Untuk mendapatkan gambaran tersebut peneliti akan menggali secara
BAB III METODE PENELITIAN. kualitatif deskriptif. Istilah penelitian kualitatif menurut Bogdan dan Taylor
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Istilah penelitian kualitatif menurut Bogdan dan Taylor (dalam Lexy,
Dasar-dasar Metode Penelitian
Dasar-dasar Metode Penelitian Modul ke: Variabel Hipotesis Fakultas Psikologi Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Cara Mencari bahan dan sumber pustaka Jurnal dan buku referensi Kutipan dan menulis
3. METODE PENELITIAN
26 3. METODE PENELITIAN Penelitian ini memiliki tujuan untuk memperoleh gambaran mengenai attachment styles pada gay dewasa muda. Pada bagian ini akan dibahas pengertian pendekatan kualitatif, metode dan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Pendekatan Penelitian Untuk mendapatkan pemahaman yang menyeluruh dan mendalam mengenai gambaran harga diri remaja yang telah melakukan hubungan seks di luar nikah, peneliti
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN Pada bab ini peneliti akan menjelaskan tentang pendekatan penelitian, karakteristik dan jumlah subjek penelitian, teknik pengambilan subjek, metode pengumpulan data, alat pengumpulan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif-naratif. Disebut sebagai
BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah penelitian deskriptif-naratif. Disebut sebagai penelitiandeskriptif naratif karena tujuannya bukan sekedar mendeskripsikan problem dan konflik yang dialami
3. METODE PENELITIAN
25 3. METODE PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengambilan keputusan untuk bekerja pada penderita SLE laki-laki. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa penelitian ini termasuk
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian skripsi ini, peneliti menggunakan pendekatan. penjelajahan: kesimpulanya studi kasus deskriptif.
39 BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Dalam penelitian skripsi ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, dimana hanya melibatkan beberapa
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian mengenai kebahagiaan pada orang dengan epilepsi (ODE) ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang cenderung mengarah kepada metode penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang hadir dalam suatu konteks yang terbatas (bounded context), meski batasbatas
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus didefinisikan sebagai fenomena khusus
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. sesuatu yang berada di luar individu, manusia tidak secara sederhana
BAB III METODOLOGI PENELITIAN III.A Tipe Penelitian Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif. pandangan dasar pendekatan kualitatif menurut Sarantakos (1993) antara lain adalah suatu realitas
TEKNIK PENGUMPULAN DATA DALAM PENELITIAN KUALITATIF
TEKNIK PENGUMPULAN DATA DALAM PENELITIAN KUALITATIF Aunu Rofiq Djaelani FPTK IKIP Veteran Semarang Email : [email protected] ABSTRAK Teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif yang utama adalah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kualitatif. Bogdan dan taylor (dalam Moleong, 2009) Peneliti memilih
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 PENDEKATAN DAN JENIS PENELITIAN Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pendekatan kualitatif. Bogdan dan taylor (dalam Moleong, 2009) Peneliti memilih menggunakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai metode yang digunakan dalam penelitian mengenai Gambaran kepuasan pernikahan kepada pasangan suami istri dewasa
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Hal ini dikarenakan penelitian ini menggunakan data kualitatif dan dideskripsikan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif umumnya digunakan untuk memahami fenomena-fenomena
3. METODE PENELITIAN
3. METODE PENELITIAN 3.1. Pendekatan Penelitian Fenomena perempuan bercadar merupakan sebuah realitas sosial yang terjadi di tengah masyarakat kita. Fenomena yang terjadi secara alamiah dalam setting dunia
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A.Tipe Penelitian Paradigma penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma penelitian kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologis yang tujuan mendapatkan
BAB III METODE PENELITIAN. memperdalam makna individu atau kelompok dalam masalah sosial maupun
BAB III METODE PENELITIAN A. Penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan untuk memahami dan memperdalam makna individu atau kelompok dalam masalah sosial maupun masalah manusia.
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian tersebut maka digunakan metodologi penelitian sebagai berikut:
BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran secara mendalam mengenai pengalaman psikologis pada remaja yang mengalami perceraian orangtua. Untuk mengetahui hasil dari
Metode Observasi. Wawancara Klinis & Sosial
MODUL PERKULIAHAN Metode Observasi Wawancara Klinis & Sosial Pengantar Observasi Wawancara Klinis & Sosial Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Psikologi Psikologi 01 MK61103 Abstract
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menghasilkan dan mengolah data yang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Pendekatan Penelitian Penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk fenomenologi (Mulyana, 2002). Fenomenologi merupakan istilah generik
3. METODE PENELITIAN. 22 Universitas Indonesia. Faktor-Faktor Pendulung..., Nisa Nur Fauziah, FPSI UI, 2008
3. METODE PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai faktorfaktor apa saja yang dapat meminimalisir kambuhnya gangguan bipolar pada penderita. Untuk mendapatkan gambaran tersebut,
BAB III METODE PENELITIAN. A. Pendekatan Penelitian dan Teknik Pengumpulan Data
51 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian dan Teknik Pengumpulan Data 1. Pendekatan Penelitian Pertanyaan-pertanyaan penelitian yang diajukan lebih membutuhkan data kualitatif tetapi dalam
BAB III METODE PENELITIAN. kualitatif lebih menekankan pada cara berfikir yang lebih positifistik yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif lebih menekankan pada cara berfikir yang lebih positifistik yang bertitik
BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang berbentuk studi kasus dengan menggunakan pendekatan metode kontak langsung,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metodologi penelitian adalah serangkaian hukum, aturan dan tata cara tertentu yang diatur dan ditentukan berdasarkan kaidah ilmiah dalam menyelenggarakan suatu penelitian dalam
3. METODE PENELITIAN. Universitas Indonesia. Harapan Pada..., Agita Pramita, F.PSI UI, 2008
3. METODE PENELITIAN Masalah utama yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah gambaran harapan pada remaja penderita Thalassaemia Mayor. Dalam membahas permasalahan tersebut maka penelitian ini menggunakan
3. METODE. Universitas Indonesia
29 3. METODE Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana proses seorang anak menjadi seorang penulis. Oleh sebab itu, peneliti akan menggali bagaimana awal mereka terjun ke dunia penulisan, apa saja
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
55 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Melalui pendekatan ini peneliti dapat memperoleh data yang rinci
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran resiliensi pada istri yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga dengan menggunakan kajian fenomenologi
BAB III METODE PENELITIAN. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif, yaitu suatu jenis penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Kualitatif Peneliti menggunakan penelitian kualitatif, yaitu suatu jenis penelitian yang prosedur penemuan yang dilakukan tidak menggunakan prosedur statistik atau kuantifikasi.
3. METODE PENELITIAN
3. METODE PENELITIAN Penelitian mengenai gambaran kemandirian anak tunggal dewasa muda menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode ini dipilih untuk mendapatkan pemahaman secara mendalam dan menyeluruh
BAB 3 METODE PENELITIAN. kualitatif., artinya data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka melainkan
60 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. PENDEKATAN PENELITIAN Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian pendekatan kualitatif., artinya data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka melainkan
BAB III METODE PENELITIAN. A. Rancangan Penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan identity formation pada gay.
24 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan identity formation pada gay. Dengan tujuan penelitian ini peneliti akan menggunakan metode penelitan kualitatif
BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN. Pada bab ini akan diuraikan mengenai metode yang digunakan dalam penelitian
BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN Pada bab ini akan diuraikan mengenai metode yang digunakan dalam penelitian mengenai Konsep Diri Anak Jalanan usia Remaja. Bungin (2008), menjelaskan bahwa metode
BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian lapangan berarti
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penilitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian lapangan berarti penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN. menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata atau lisan dari orang-orang dan perilaku
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, yaitu jenis penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata atau lisan
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN Bab Metode Penelitian dibagi menjadi enam bagian. Pada bagian pertama dijelaskan tentang pendekatan penelitian. Pada bagian kedua akan dijelaskan tentang subjek penelitian termasuk
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian kualitatif (qualitative research) adalah penelitian yang ditujukan untuk
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Menurut Bogdan dan Taylor (dalam Moeloeng, 2009) mendefinisikan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Kualitatif Untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam dan khusus atas suatu fenomena, serta untuk dapat memahami manusia dalam segala kompleksitasnya sebagai makhluk
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Pendekatan Penelitian Metode adalah aspek yang sangat penting dan besar pengaruhnya terhadap berhasil tidaknya suatu penelitian, terutama untuk mengumpulkan data. Data yang
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini termasuk dalam kategori jenis penelitian Field Research
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penentuan jenis penelitian merupakan hal yang paling dasar yang harus dilakukan sebelum melakukan sebuah penelitian, karena apabila dari pemilihan jenis penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. dan Taylor (Moleong, 2000:3) penelitian kualitatif adalah prosedur
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor (Moleong, 2000:3) penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang bagaimana konflik yang di hadapi seorang Gay, tipe-tipe konflik apa yang dihadapi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai dukungan sosial pada wanita yang mengalami baby blues syndrome. Dari gambaran tersebut, penelitian ini juga bertujuan
BAB III METODE PENELITIAN. pengumpulan datanya tidak dibatasi pada kategori-kategori tertentu saja
BAB III METODE PENELITIAN A. Kerangka penelitian Pendekatan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif. Penelitian kualitatif memungkinkan peneliti mempelajari isu-isu
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Dalam hal ini, peneliti menggunakan design penelitian metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dan menggunakan tekhnik wawancara, observasi
BAB III METODE PENELITIAN. kualitatif. Bogdan dan Taylor mendefinisikan metodologi kualitatif sebagai
31 BAB III METODE PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN Untuk dapat memberikan gambaran serta bentuk regulasi emosi pada pecandu game online, maka penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif. Bogdan dan
BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan tujuan penelitian yang akan dilakukan, yaitu untuk mengetahui
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Berdasarkan tujuan penelitian yang akan dilakukan, yaitu untuk mengetahui gambaran pembentukan identitas seksual gay dewasa awal maka untuk memahami
BAB III METODE PENELITIAN
33 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Fenomena gagal Ujian Nasional merupakan sebuah realitas sosial yang terjadi di dunia pendidikan kita. Fenomena yang terjadi dalam seting nyata ini
Metode-metode dalam Psikologi. By Hiryanto, M.si.
Metode-metode dalam Psikologi Metode-metode dalam Psikologi Untuk menyelidiki obyek psikologi dibutuhkan metode Obyek psikologi sifatnya hidup dan dinamis, sehingga dibutuhkan metode yang sesuai dengan
