BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
Universitas Bina Nusantara ABSTRAK

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. penelitian ini, maka penulis dapat menarik simpulan sebagai berikut:

BAB 2 LANDASAN TEORI

Aspek Ekonomi dan Keuangan. Pertemuan 11

ABSTRAK. Kata Kunci: Capital Budgeting, Payback Period, Net Present Value, dan Internal Rate of Return. Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR ISI. Halaman ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... ix DAFTAR GAMBAR... xii

DAFTAR ISI... Halaman ABSTRAKSI.. KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR Latar Belakang Penelitian 1

STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN NECIS LAUNDRY

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

KETERANGAN PELAKSANAAN TUGAS AKHIR... III LEMBAR PENGESAHAN DOSEN PEMBIMBING...

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

BAB I PENDAHULUAN. Bergesernya pola hidup masyarakat secara global yang semakin hari

BAB VI ASPEK KEUANGAN. melakukan penghitungan net present value serta payback period. Proyeksi keuangan ini dibuat. Tabel 6.

BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Daya Mandiri merencanakan investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang.

BAB I PENDAHULUAN. Kondisi suatu pasar yang dapat menjanjikan tingkat profitabilitas yang cukup

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. Dalam dunia usaha sekarang ini, persaingan yang terjadi semakin ketat.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA

METODE ACCOUNTING RATE OF RETURN (ARR)

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

ABSTRAK. Kata kunci: town house, pasar, teknis, NPV, BCR, IRR, PBP

STUDI KELAYAKAN BISNIS PADA USAHA RUMAH MAKAN AYAM BAKAR TERASSAMBEL

BAB I PENDAHULUAN. Dalam dunia usaha yang semakin berkembang saat ini, di mana ditunjukkan

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

Pertemuan 12 Investasi dan Penganggaran Modal

BAB IV PEMBAHASAN MASALAH. 4.1 Sistem Pengadaan Perlengkapan Produksi pada PT. Indomo Mulia

BAB I PENDAHULUAN. bersosialisasi. Dalam bersosialisasi, terdapat berbagai macam jenis hubungan yang

DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL KATA PENGANTAR ABSTRAK DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN 1

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

METODE PENILAIAN INVESTASI. Jakarta, 20 Oktober 2005

ASPEK KEUANGAN. Disiapkan oleh: Bambang Sutrisno, S.E., M.S.M.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan dunia usaha dewasa ini ditandai dengan semakin. meningkatnya persaingan yang ketat di berbagai bidang usaha, hal ini

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

6 ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN SURIMI

Metode Penilaian Investasi Pada Aset Riil. Manajemen Investasi

BAB I PENDAHULUAN. Kondisi perekonomian Indonesia yang terus berkembang ke arah yang

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

VIII. ANALISIS FINANSIAL

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

STUDI KELAYAKAN USAHA PEMBUKAAN CABANG BARU KONVEKSI GIAS MULTI KREASI

BAB I PENDAHULUAN. Dalam menjalankan suatu bisnis maupun dalam usaha menginvestasikan dana

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Minggu-15. Budget Modal (capital budgetting) Penganggaran Perusahaan. By : Ai Lili Yuliati, Dra, MM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS. AsiA Day Madiun-Malang, penelitian menggunakan metode-metode penilaian

BAB IV PEMBAHASAN. Saldo Ratarata. Distribusi Bagi Hasil. Januari 1 Bulan 136,901,068,605 1,659,600, % 1,078,740, %

BAB III METODE PENELITIAN

ANALISA STUDY KELAYAKAN KELANGSUNGAN USAHA JASA FOTO COPY CAHAYA GIRI

STUDI KELAYAKAN BISNIS PADA USAHA TOKO BIN AGIL DI JALAN RAYA CONDET, JAKARTA TIMUR : MUAMMAL IRZAD NPM :

BAB 2 LANDASAN TEORI

III. METODE PENELITIAN. Studi ini dilakukan dengan mengumpulkan literatur, baik berupa buku-buku

ANALISIS KEPUTUSAN INVESTASI

BAB I PENDAHULUAN. Tujuan perusahaan adalah untuk mencapai keuntungan yang maksimal atau laba

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

Bab 6 Teknik Penganggaran Modal (Bagian 1)

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU BAJA MS DI DIREKTORAT PRODUKSI ATMI CIKARANG

ANALISA PEMBUKAAN CABANG BARU PADA CV. BU DENA CATERING. Nama : Mamih Mayangsari Npm : Kelas : 3EA24

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PADA USAHA KECIL WARNET WANGI JAYA

ANALISIS STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN USAHA KONVEKSI PADA CV. TATA SARANA MANDIRI. : Dedik Fahrudin NPM : Jenjang/Jurusan : S1/Manajemen

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

ABSTRAK. Universitas Kristen Marantha. Kata Kunci: Capital Budgeting, Payback Period, Net Present Value, Internal Rate of Return.

BAB III METODE PENELITIAN

KONSEP DAN METODE PENILAIAN INVESTASI

ANALISIS KEPUTUSAN INVESTASI (CAPITAL BUDGETING) Disampaikan Oleh Ervita safitri, S.E., M.Si

III. METODOLOGI PENELITIAN

INTISARI. Kata-kata Kunci: Investasi, Studi Kelayakan, Penganggaran Modal, Analisis Sensitifitas. Universitas Kristen Maranatha

BAB VI ASPEK KEUANGAN

BAB V. Kesimpulan Dan Saran

BAB I PENDAHULUAN. agar dapat mempertahankan dan mengembangkan usahanya. Dalam persaingan

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan dalam dunia usaha pada masa sekarang ini menuntut pelaku

12/23/2016. Studi Kelayakan Bisnis/ RZ / UNIRA

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI AKTIVA TETAP PENAMBAHAN MESIN PERCETAKAN PADA LINEZA PRODUCTION SAMARINDA

BAB I PENDAHAHULUAN I.1

BAB III LANDASAN TEORI

Oleh : Ani Hidayati. Penggunaan Informasi Akuntansi Diferensial Dalam Pengambilan Keputusan Investasi

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

MANAJEMEN KEUANGAN LANJUTAN ANDRI HELMI M, S.E., M.M

LAMPIRAN. Mulai. Merancang bentuk alat. Menggambar dan menentukan dimensi alat. Memilih bahan. Mengukur bahan yang akan digunakan

ABSTRAK Kata Kunci: capital budgeting, dan sensitivity analysis.

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI AKTIVA TETAP DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAPITAL BUDGETING PADA CV. SURYA SEJAHTERA BERSAMA

BAB I PENDAHULUAN. Investasi pada dasarnya merupakan usaha pengalokasian sejumlah modal (uang)

RAMALAN PERMINTAAN PERSEDIAAN OPTIMAL DAGING IKAN MENGGUNAKAN MODEL P (PERIODIK REVIEW)

Transkripsi:

52 BAB HASIL DAN PEMBAHASAN.1 Hasil Pengumpulan Data.1.1 Data History Demand Tabel dibawah ini adalah data History Demand dari pemakaian casted screw : WAKTU JUMLAH (pcs) M2 M30 M36 Januari 0 6 Februari 0 6 8 Maret 36 12 April 32 2 Mei 36 12 200 Juni 32 2 8 Juli 32 2 Agustus 32 2 8 September 0 6 8 Oktober 36 12 November 0 6 Desember 0 6 2005 Januari 36 12 Februari 0 6 8 Maret 32 2 April 32 2 Mei 36 12 Juni 0 6 8 Juli 0 6 Agustus 36 12 September 36 12 8 Oktober 32 2 November 32 2 Desember 18 2 Agar lebih mudah Tabel dalam.1 melihat Histori penggunaan data dan casted arah screw kecenderungannya, selama 1 tahun maka data (Sumber : Seksi TMg) disajikan berupa grafik garis dibawah ini :

53 Grafik Penggunaan Casted Screw M2 Jumlah 5 0 35 30 25 20 15 10 5 0 0 Jan Feb 0 36 Mar 32 Apr 36 Mei 32 Jun 32 Jul Agu 32 Sep 0 0 36 Okt Nov 0 Des 36 Jan Waktu 0 Feb 32 Mar 32 Apr 36 Mei 0 Jun 0 Jul 36 Agu 36 Sep 32 Okt Nov 32 Des 18 Grafik Penggunaan Casted Screw M30 Jumlah 5 0 35 30 25 20 15 10 5 0 6 Jan Feb 6 Mar 12 Apr 2 Mei 12 2 Jun 2 Jul Agu 2 Sep 12 6 6 6 Okt Nov Des Jan Waktu 12 Feb 6 2 Mar Apr 2 12 6 Mei Jun Jul 6 12 Agu Sep 12 2 Okt 2 Nov Des 2 Grafik Penggunaan Casted Screw M36 Jumlah 5 0 35 30 25 20 15 10 5 0 Jan 8 Feb Mar Apr Mei 8 Jun Jul 8 Agu 8 Sep Okt Nov Des Jan Waktu 8 Feb Mar Apr Mei 8 Jun Jul Agu 8 Sep Okt Nov Des Gambar.1 Kecenderungan data histori demand ketiga casted screw (Sumber : Seksi TMg).1.2 Sistem Berjalan.1.2.1 Harga Casted Screw

5 Untuk pengadaan casted screw M2, M30, dan M36, perusahaan selama ini selalu memesan dari MISUMI (supplier). Berikut adalah harga pesan untuk masing-masing casted screw tersebut : M Harga Satuan Rp 2 890 73.870 30 130 111.220 36 1830 151.890 Kurs Mata Uang 1 = Rp 83,- Tabel.2 Harga Pesan Casted Screw (Sumber : Katalog MISUMI hal:169 dan www.bi.go.id).1.2.2 Spesifikasi Material Gambar.2 Illustrasi bentuk casted screw (Sumber : : Katalog MISUMI hal:169) Material yang digunakan oleh MISUMI untuk casted screw adalah S35C yang memiliki kadar karbon 0.32-0,38 dan kekuatan tariknya sebesar 52 kg/mm 2..1.2.3 Waktu Delivery Dari data yang dimiliki oleh seksi LMC, lead time (rentan waktu) antara waktu pemesanan sampai dengan barang diterima ware house (gudang) minimal 3 hari atau sekitar 20 jam kerja..1.3 Sistem Usulan.1.3.1 Material Lokal

55.1.3.1.1 Spesifikasi Material Untuk proses pembuatan sendiri komponen casted screw, maka perusahaan menggunakan salah satu material yang selama ini selalu digunakan untuk membuat komponen lokal. Material-material tersebut ada macam yaitu : SS00 (30), S5C, HMD5, dan SKD11 (SLD). Dari keempat jenis material yang ada, perusahaan menetapkan menggunakan S5C sebagai material pengganti S35C. Alasan kenapa S5C yang ditetapkan dapat dilihat dari tabel komparasi pada lampiran.22, terlihat dengan jelas bahwa material HMD5 dan SKD11 termasuk dalam kategori Tool Steel. Sedangkan material S35C dari MISUMI adalah merupakan material Machinery Steel yang dispesifikasikan memiliki kadar karbon tertentu sehingga bersifat lebih ulet. Dalam kategori yang sama, hanya terdapat satu material yang digunakan PT.TMMIN, yaitu : S5C. Jadi material paling layak yang digunakan sebagai material pengganti S35C adalah S5C. Untuk memperkuat dan memperjelas alasan kenapa material tersebut yang digunakan, dapat dilihat dari tabel dibawah ini : KEKUATAN PERLAKUAN MACAM LAMBANG TARIK PANAS (kg/mm2) S30C Penormalan 8 Baja karbon S35C Penormalan 52

56 konstruksi mesin S0C Penormalan 55 (JIS G 501) S5C Penormalan 58 S50C Penormalan 62 S55C Penormalan 66 Tabel.3 Baja karbon untuk konstruksi mesin (Sumber : Katalog Material ATMI Solo hal:1-6) LAMBANG UNSUR KIMIA (%) C Si Mn P S S30C 0,27-0,33 S35C 0,32-0,38 S0C 0,37-0,3 S5C 0,2-0,8 S50C 0,7-0,53 S55C 0,52-0,58 S15CK 0,13-0,18 0,15-0,35 0,60-0,90 0,030 0,035 Tabel. Unsur kimia baja karbon untuk konstruksi mesin (Sumber : Katalog Material ATMI Solo hal:1-7).1.3.1.2 Harga Material Berikut dicantumkan tabel harga material yang digunakan PT. TMMIN : MATERIAL KESETARAAN TYPE HARGA (Rp/Kg) Flat Rp 5.000,- GOA GST Round Rp 51.000,- GO5 HMD5 Flat Rp 2.500,- DC11/ Flat Rp 68.000,- SLD DC53 Round Rp 66.000,- S5C/ Flat Rp 18.000,- 105 S50C Round Rp 11.000,- SNCM 39 30 Round Rp 20.000,- Karena ada tiga ukuran Tabel berbeda.5 Harga casted raw material screw, PT. maka TMMIN digunakanlah tiga raw (Sumber : Seksi LMC) material silinder yang berbeda dimensinya. Itu nantinya akan mempengaruhi harga jual. Sementara standar pemesanan material dari perusahaan adalah apabila ada

57 bagian dari raw material yang akan diproses dengan mesin, maka bagian tersebut harus dilebihkan 5 mm. Untuk lebih jelasnya dengan melihat tabel.6 dan gambar casted screw. x P D D1 d1 l l1 L T T1 T2 H R 12 x 1.75 38 28 18 30 0 55 10 30 15 1 2 16 x 2.0 6 36 22 35 5 55 10 30 15 18 2 20 x 2.5 8 38 28 5 55 70 15 35 20 19 2 2 x 3.0 55 5 36 55 65 85 20 5 20 22.5 2 30 x 3.5 65 52 2 65 75 95 25 50 20 26 2 36 x.0 85 70 8 75 90 110 30 55 25 35 2 Tabel.6 Gambar teknik dan keterangan detail gambar casted screw (Sumber : Katalog Misumi,hal : 169 ) Bagian-bagian yang dilebihkan 5 mm ialah L (panjang jadi casted screw) dan D (diameter jadi casted screw). Berikut ini adalah cara menentukan berat raw material untuk masing-masing casted screw dengan massa jenis S5C yaitu 7,85 kg/mm 2 : M20 = (¼µ x D 2 x T) x massa jenis x 10-6

58 = (¼ 3,1 x 55 2 x 80) x 7,85 x 10-6 = 1,9 kg M2 = (¼µ x D 2 x T) x massa jenis x 10-6 = (¼ 3,1 x 60 2 x 90) x 7,85 x 10-6 = 1,99 kg M36 = (¼µ x D 2 x T) x massa jenis x 10-6 = (¼ 3,1 x 90 2 x 115) x 7,85 x 10-6 = 5,7 kg Setelah itu tinggal dikalikan dengan harga per kilogram (tabel.7) untuk material S5C yang berbentuk lingkaran, yaitu : Rp 11.000,-/kg. Jadi harga raw material untuk masing-masing casted screw adalah : M2 = Rp 11.000,- x 1,9 = Rp 16.390,- M30 = Rp 11.000,- x 1,99 = Rp 21.890,- M36 = Rp 11.000,- x 5,7 = Rp 63.10,- PT. TMMIN tidak memerlukan biaya simpan untuk raw material casted screw karena barang langsung dipesan ke supplier. Dan barang pesanan dapat diterima pada waktu yang sama dengan waktu pemesanan..1.3.2 Waktu Baku Pembuatan Casted Screw

59 Untuk mengetahui waktu baku pembuatan casted screw yang diproduksi sendiri oleh perusahaan, dilakukanlah pengamatan langsung ke lapangan dimana pengerjaan dilakukan dengan mesin bubut dan mesin milling dan oleh satu orang operator. Masing-masing casted screw telah diamati sebanyak 5 kali, dan dari pencatatan stop watch (dalam unit satuan menit) hasilnya adalah sebagai berikut : M2 = 117 121 119 121 120 M30 = 120 122 119 119 121 M36 = 123 120 122 12 120.1.3.2.1 Waktu Baku Pembuatan M2 Berdasarkan 5 kali waktu pengamatan yang sudah dikerjakan, berikut ini perhitungan awal untuk mengetahui berapa banyaknya frekuensi pengamatan yang layak dikerjakan untuk pengambilan sampel : Waktu terbesar (H) = 121 dan nilai terkecil (L) = 117 X = 117 + 121+ 119 + 121+ 120 5 = 119,6menit R/X = H L 119,6 = 119,6 = 0,03

60 Dari tabel pada lampiran.23, maka untuk harga R/X = 0,03 jumlah pengamatan yang seharusnya dilakukan diestimasikan minimal 3 kali pengamatan (nilai dair tabel untuk R/X = 0,03 dan data sampel pengamatan = 5). Jadi jumlah 5 kali pengamatan untuk M2 ialah sudah layak. Dibawah ini adalah perhitungan waktu baku pembuatan casted screw M2 : Periode pengamatan = 2 minggu (0 jam/minggu) Jumlah Pengamatan = 0 kali (rata-rata kali sehari) (20 kali produktif, 20 kali tidak produktif) Jumlah produk = 20 butir Performance operator selama pengukuran berada 10% dibawah normal, Allowance Time 12,5% Waktu Normal = = TotalWaktuPengama tan xworkactivity(%) xratingfaktor TotalUnit Pr odukselamakegia tan Sampling ( 2x0 jam) x 20 0x0,9 20 = 1,8 jam / unitproduk Waktu Standar = = 100% WaktuNormalx 100% Allowance 100% 1,8 x 100% 12,5% = 2,06 jam / unitproduk.1.3.2.2 Waktu Baku Pembuatan M30

61 Berdasarkan 5 kali waktu pengamatan yang sudah dikerjakan, berikut ini perhitungan awal untuk mengetahui berapa banyaknya frekuensi pengamatan yang layak dikerjakan untuk pengambilan sampel : Waktu terbesar (H) = 122 dan nilai terkecil (L) = 119 X = 120 + 122 + 119 + 119 + 121 5 X = 120,2menit R/X = H L 120,2 = 3 120,2 = 0,025 Dari tabel pada lampiran.23, maka untuk harga R/X = 0,03 jumlah pengamatan yang seharusnya dilakukan diestimasikan minimal 3 kali pengamatan (nilai dari tabel untuk R/X = 0,03 dan data sampel pengamatan = 5). Jadi jumlah 5 kali pengamatan untuk M30 ialah sudah layak. Dibawah ini adalah perhitungan waktu baku pembuatan casted screw M30 : Periode pengamatan = 2 minggu (0 jam/minggu) Jumlah Pengamatan = 0 kali (rata-rata kali sehari) (8 kali produktif, 32 kali tidak produktif) Jumlah produk = 8 butir Performance operator selama pengukuran berada 10% dibawah normal Allowance Time 12,5%

62 Waktu Normal = = TotalWaktuPengama tan xworkactivity(%) xratingfaktor TotalUnit Pr odukselamakegia tan Sampling ( 2x0 jam) x8 0x0,9 8 = 1,8 jam / unitproduk Waktu Standar = = 100% WaktuNormalx 100% Allowance 100% 1,8 x 100% 12,5% = 2,06 jam / unitproduk.1.3.2.3 Waktu Baku Pembuatan M36 Berdasarkan 5 kali waktu pengamatan yang sudah dikerjakan, berikut ini perhitungan awal untuk mengetahui berapa banyaknya frekuensi pengamatan yang layak dikerjakan untuk pengambilan sampel : Waktu terbesar (H) = 123 dan nilai terkecil (L) = 120 X = 123 + 120 + 122 + 12 + 120 5 = 121,8menit R/X = = H L 121,8 3 121,8 = 0,025

63 Dari tabel pada lampiran.23, maka untuk harga R/X = 0,03 jumlah pengamatan yang seharusnya dilakukan diestimasikan minimal 3 kali pengamatan (nilai dair tabel untuk R/X = 0,03 dan data sampel pengamatan = 5). Jadi jumlah 5 kali pengamatan untuk M30 ialah sudah layak. Dibawah ini adalah perhitungan waktu baku pembuatan casted screw M30 : Periode pengamatan = 2 minggu (0 jam/minggu) Jumlah Pengamatan = 0 kali (rata-rata kali sehari) ( kali produktif, 36 kali tidak produktif) Jumlah produk = butir Performance operator selama pengukuran berada 10% dibawah normal Allowance Time 12,5% Waktu Normal = = TotalWaktuPengama tan xworkactivity(%) xratingfaktor TotalUnit Pr odukselamakegia tan Sampling ( 2x0 jam) x 0x0,9 = 1,8 jam / unitproduk Waktu Standar = = 100% WaktuNormalx 100% Allowance 100% 1,8 x = 2,06 jam / unitproduk 100% 12,5%.1.3.3 Harga Casted Screw.1.3.3.1 Ongkos Penggunaan Mesin

6 Dilihat dari konstruksi casted screw diatas, mesin yang digunakan untuk membuatnya adalah mesin bubut dan mesin milling. Jadi untuk aktiva tetap diperoleh dari pembelian mesin bubut dan mesin milling. Berikut ini adalah perhitungan investasi totalnya : a) Mesin bubut = Rp 2.500.000,- b) Mesin milling = Rp 36.000.000,- Total = Rp 60.500.000,- Dari perusahaan menetapkan depresiasi mesin bubut dan mesin milling dihitung selama 5 tahun yang berarti sisa nilainya adalah nol (0). Berikut adalah ongkos penggunaan kedua mesin tersebut : Periode proses = 5 tahun 1 tahun = 12 bulan Hari kerja/bulan Jam kerja per hari = 22 hari kerja aktif = 8 jam 1 jam = 60 menit 1 menit = 60 detik Ongkos/detik = Rp60.500.000, 60x60x8x22x12x5 = Rp 1,59,-.1.3.3.2 Ongkos Tenaga Kerja Langsung Untuk pengoperasian mesin bubut dan mesin milling dilakukan oleh Operator :

65 Gaji per bulan = Rp 900.000,- Hari kerja/bulan Jam kerja per hari = 22 hari kerja aktif = 8 jam 1 jam = 60 menit 1 menit = 60 detik Ongkos/detik = Rp900.000, 60x60x8x22 = Rp 1,2,-.1.3.3.3 Harga Total Casted Screw Lokal Untuk harga sebuah casted screw lokal, ada banyak unsur didalamnya, yaitu : ongkos mesin, ongkos Operator, dan harga raw material. Ongkos mesin/detik = Rp 1,59,- Ongkos Operator/detik = Rp 1,2,- Waktu proses M2 = 2,06 jam = 7.16 detik Waktu proses M30 = 2,06 jam = 7.16 detik Waktu proses M36 = 2,06 jam = 7.16 detik Harga raw material M2 = Rp 16.390,- Harga raw material M30 = Rp 21.890,- Harga raw material M36 = Rp 63.10,- Harga Total M2 = ongkos mesin + ongkos operator + raw material = (1,59 x 716) + (1,2 x 716) + 16390 = Rp 38.712,16,-

66 Harga Total M30 = ongkos mesin + ongkos operator + raw material = (1,59 x 716) + (1,2 x 716) + 21890 = Rp.212,16,- Harga Total M36 = ongkos mesin + ongkos operator + raw material = (1,59 x 716) + (1,2 x 716) + 6310 = Rp 85.62,16,-.2 Perbandingan Sistem Berjalan dengan Sistem Usulan Ada 3 macam item yang diperbandingkan antara sistem berjalan dengan sistem usulan. Tabel.7 menunjukkan perbandingan tersebut : NO ITEM SISTEM BERJALAN SISTEM USULAN M2 M30 M36 M2 M30 M36 1 Material S35C S35C S35C S5C S5C S5C 2 Lead Time 20 jam 20 jam 20 jam 2,06 jam 2,06 jam 2,06 jam 3 Harga Rp73.870,- Rp111.220,- Rp151.890,- Rp38.712,16,- Rp.212,16,- Rp85.62,16,- Tabel.7 Perbandingan Sistem Berjalan dengan Sistem Usulan Dari item material, kualitas MISUMI S35C hanya bisa digantikan oleah material lokal S5C daripada 3 material lokal lainnya (SS00, HMD5, SKD11). Kedua material tersebut sama-sama masuk dalam golongan high carbon steel dan memiliki kekuatan tarik antara 52 58 kg/mm 2. Dari item lead time proses pembuatan, dari MISUMI membutuhkan waktu 3 hari atau tepatnya sekitar 20 jam dari mulai memesan sampai barang diterima ware house. Tapi apabila membuat lokal, satu butir casted screw hanya butuh waktu sekitar 2 jam.

67 Dari item harga, casted screw buatan lokal jauh lebih murah daripada membeli dari MISUMI. Jadi bila setiap ukuran casted screw dibuat lokal maka bisa menghemat ongkos rata-rata diatas 0%..3 Penentuan Metode Peramalan.3.1 Perhitungan Dengan Tiga Jenis Metode Smoothing Eksponensial Penentuan metode peramalan yang paling tepat dilakukan terhadap ketiga ukuran casted screw. Sangat mungkin apabila metode peramalan yang paling tepat antara ukuran yang satu dengan ukuran lainnya berbeda. Inisialisasi untuk tiap-tiap casted screw dan tiap-tiap metode akan berbeda. Penulis akan menggunakan nilai inisialisasi yang menghasilkan nilai MSE dan MAPE paling kecil dengan metode trial dan error dari 0.00 hingga 1.00. Hasil perhitungan untuk ketiga ukuran casted screw dapat dilihat pada lampiran. Penulis akan menggunakan casted screw ukuran M2 sebagai contoh perhitungan..3.1.1 Smoothing Eksponensial Tunggal : Pendekatan Adaptif Dalam metode ini, perlu dilakukan inisialisasi terlebih dahulu. Untuk perhitungan peramalan casted screw M2, dilakukan inisialisasi sebagai berikut : F 2 = X 1 α 2 = 1 β = 0,7 E 1 = 0 M 1 = 0

68 perhitungan dengan menggunakan metode smoothing eksponensial tunggal pendekatan adaptif ditunjukkan pada lampiran.1. Rumus yang digunakan : F t+1 = α t X t + (1 α t )F t e t = X t - F t E t = βe t + (1 β)e t-1 M t = β e t + (1 β)m t-1 α t+1 = PE t = E M t t X t Ft X t (100) 2 MSE = e t / n n i= 1 MAPE = PE n n i= 1 i / Contoh : F 5 = ((1,0)(32)) + ((1 1,0)(36) = 32 e 5 = 36 32 = E 5 = ((0,7)()) + ((1 0,7)(-96,93)) = -23,2 M 5 = ((0,7)( 23,2 )) + ((1 0,7)(96,93))

69 = 29,16 α 5 = 96,93 96,93 = 1,0 36 32 PE 5 = (100) 36 = 11,11 Data yang diperoleh dari hasil perhitungan adalah MSE = 355.511.516,88/23 = 15.57.022,7 MAPE = 7.0,88/23 = 2061,08.3.1.2 Smoothing Eksponensial Ganda : Metode Linear Satu-Parameter dari Brown Hasil perhitungan dengan metode ini dapat dilihat pada lampiran.2. Perhitungan akan menggunakan asumsi : α = 0, S 1 = X 1 S 1 = X 1 ramalan = untuk lima tahun ke depan Rumus yang digunakan adalah S t = αx t + (1 α)s t-1

70 S t = αs t + (1 α)s t-1 a t = S t + (S S ) = 2S t S t b t = α (S t S t ) 1 α F t+m = α t + b t m e t = X t - F t PE t = X t Ft X t (100) 2 MSE = e n n i= 1 t / MAPE = PE n n i= 1 i / Contoh : S 5 = (0,)(36) + (1 0,)(35,9) = 35,72 36 (round up) S 5 = (0,)(35,72)+( 1 0,)(37,58) = 36,76 37 (round up) a 5 = 2(35,72) 36,76 = 3,68 35 (round up) b 5 = 0, (35,72 36,76) 1 0, = 0,817 1 (round up) F 6 = 3,67 + ( 1)(1)

71 = 33,67 3 (round up) e 5 = 36 31,76 =.2 (round up) 36 31,76 PE 5 = (100) 36 = 11,77 Data yang diperoleh dari hasil perhitungan adalah MSE = 520,89/22 = 23,68 MAPE = 268,12/22 = 12,19.3.1.3 Smoothing Eksponensial Ganda : Metode Dua-Parameter dari Holt Hasil perhitungan dengan metode ini dapat dilihat pada lampiran.3. Perhitungan akan menggunakan asumsi : α = 0,51 γ = 0,5 S 1 = X 1 ramalan = untuk lima tahun ke depan Rumus yang digunakan adalah S t = αx t + (1 α) (S t-1 + b t-1 ) b t = γ(s t S t-1 ) + (1 γ)b t-1 F t+m = S t + b t m

72 e t = X t - F t PE t = X t Ft X t (100) 2 MSE = e t / n n i= 1 MAPE = PE n n i= 1 i / Contoh : S 5 = (0,51)() + (1 0,51)(6,88+0,6) = 5,6 b 5 = (0,5)(5,6 6,88) + (1 0,5)(0,6) = -0,39 F 6 = 5,6 + (-0,39)(1) =5,25 e 5 = 7,3 = -3,3 7,3 PE 5 = (100) = 83,55 Data yang diperoleh dari hasil perhitungan adalah MSE = 236,69/22 = 10,76

73 MAPE = 1.219,69/22 = 55,.3.2 Perbandingan Hasil Peramalan Dari perhitungan yang telah dilakukan, langkah selanjutnya adalah membandingkan semua hasil yang diperoleh. Alat pembanding yang digunakan adalah MSE dan MAPE. Tabel.8,.9, dan.10 menunjukkan hasil dari perhitungan peramalan dengan empat metode smoothing eksponensial untuk ketiga casted screw : NO METODE PEMULUSAN EKSPONENSIAL MSE MAPE 1 Tunggal Pendekatan Adaptif 15,57,022.73 2,061.082 2 Ganda Metode Linear Satu-Parameter dari Brown 23.677 12.187 3 Ganda Metode Dua-Parameter dari Holt 22.5 11.961 Tabel.8 Hasil Perhitungan Peramalan Smoothing Eksponensial M2 (Lampiran.1-.3) NO METODE PEMULUSAN EKSPONENSIAL MSE MAPE 1 Tunggal Pendekatan Adaptif 15,512,868.79 13,71.935 2 Ganda Metode Linear Satu-Parameter dari Brown 82.263 65.19 3 Ganda Metode Dua-Parameter dari Holt 70.53 59.089 Tabel.9 Hasil Perhitungan Peramalan Smoothing Eksponensial M30 (Lampiran.7-.9) NO METODE PEMULUSAN EKSPONENSIAL MSE MAPE 1 Tunggal Pendekatan Adaptif 15,509,518.165 10,299.89 2 Ganda Metode Linear Satu-Parameter dari Brown 3.51 27.883 3 Ganda Metode Dua-Parameter dari Holt 10.759 55.0 Tabel.10 Hasil Perhitungan Peramalan Smoothing Eksponensial M36 (Lampiran.13-.15) Metode yang akan digunakan untuk meramalkan ketiga komponen tersebut ditunjukkan pada tabel.11

7 NO CASTED SCREW METODE YANG DIPILIH 1 M2 Ganda Metode Dua-Parameter dari Holt 2 M30 Ganda Metode Dua-Parameter dari Holt 3 M36 Ganda Metode Linear Satu-Parameter dari Brown Tabel.11 Metode Peramalan Smoothing Eksponensial yang Dipilih Metode-metode ini dipilih karena memiliki nilai MSE dan MAPE paling rendah dibanding dengan metode lainnya untuk tiap-tiap casted screw.. Perhitungan Master Production Schedule Metode peramalan smoothing eksponensial yang telah dipilih selanjutnya digunakan untuk menghitung demand lima tahun kedepan (disesuaikan dengan waktu depresiasi mesin) yang nantinya digunakan sebagai MPS. Tabel.12 hanya menampilkan total tiap tahunnya saja, sedangkan untuk detail perbulannya terdapat dalam lampiran-lampiran : M2 (lampiran.-.6), M30 (lampiran.10-.12), M36 (lampiran.16-.18). NO CASTED TAHUN 2006 TAHUN 2007 TAHUN 2008 TAHUN 2009 Tabel.12 MPS Lima Tahun Kedepan untuk Ketiga Casted Screw TAHUN 2010 1 M2 30 296 286 277 269 2 M30 323 336 350 363 376 3 M36 66 69 72 75 78.5 Analisis Biaya Sistem Berjalan.5.1 Perkiraan Biaya Pengeluaran Casted Screw Untuk menghitung harga total produksi casted screw tiap tahunnya, dibutuhkan biaya langsung berupa harga produksi casted screw itu sendiri dan biaya tidak

75 langsung meliputi : maitenance, utilities, dan overhead yang nilainya diasumsikan 10% dari total biaya produksi tiap tahunnya. Disamping itu juga terdapat inflasi tiap tahunnya, berdasarkan data dari www.bi.go.id, diasumsikan sebesar 15% tiap tahunnya. Berikut cara perhitungannya dengan mengambil contoh M36 buatan lokal untuk tahun 2008 : Harga satuan M36 = Rp 85.62,16,- Jumlah M36 tahun 2008 = 72 butir Biaya langsung = Rp 38.712,16,- x 72 = Rp 6.153.275,52,- Biaya tidak langsung = Rp 6.153.275,52,- x 10% = Rp 615.327,55,- Biaya produksi setahun = biaya langsung + biaya tidak langsung = Rp 6.153.275,52,- + Rp 615.327,55,- = Rp 6.768.603,07,- Biaya terpengaruh inflasi = Biaya produksi setahun x 15% = Rp 6.768.603,07,- x 15% = Rp 1.015.290,6,- Total biaya pengeluaran = biaya produksi setahun + biaya terpengaruh inflasi = Rp 6.768.603,07,- + Rp 1.015.290,6,- = Rp 7.783.893,53,- Maka melalui tabel.13 dan.1 dapat diramalkan biaya yang harus dikeluarkan untuk pengadaan casted screw baik memesan melalui supplier atau membuat lokal.

76 NO TAHUN M2 M30 M36 TOTAL 1 2006 Rp 1.887.18,25.- Rp 18.06.867,52,- Rp 7.135.235,7,- Rp 0.087.251,51-2 2007 Rp 1.95.381,19,- Rp 18.791.936,9,- Rp 7.59.56,6,- Rp 0.76.882,32,- 3 2008 Rp 1.005.672,37,- Rp 19.57.933,8,- Rp 7.783.893,53,- Rp 1.36.99,7,- 2009 Rp 13.56.93,2,- Rp 20.302.002,81,- Rp 8.108.222,3,- Rp 1.975.159,66-5 2010 Rp 13.173.167,37,- Rp 21.029.071,78,- Rp 8.32.551,33,- Rp 2.63.790,8,- Tabel.13 Perkiraan Pengeluaran Lima Tahun Kedepan untuk Casted Screw Lokal NO TAHUN M2 M30 M36 TOTAL 1 2006 Rp 28.07.7,2,- Rp 5.3.935,9,- Rp 12.681.296,1,- Rp 86.532.679,2,- 2 2007 Rp 27.626.183,2,- Rp 7.272.98,8,- Rp 13.257.718,65,- Rp 88.156.850,65,- 3 2008 Rp 26.692.866,2,- Rp 9.22.655,- Rp 13.83.11,2,- Rp 89.769.662.,- 2009 Rp 25.852.880,9,- Rp 51.071.667,9,- Rp 1.10.563,75,- Rp 91.335.112,55,- 5 2010 Rp 25.106.227,3,- Rp 52.900.680,8,- Rp 1.986.986,3,- Rp 92.993.89,,- Tabel.1 Perkiraan Pengeluaran Lima Tahun Kedepan untuk Casted Screw Supplier.5.2 Proyeksi Keuntungan Sistem Usulan Dengan perubahan proses pengadaan casted screw yang semula memesan ke supplier kemudian sekarang diproduksi sendiri, maka keuntungan sampai lima tahun kedepan dapat di proyeksikan dalam tabel di bawah ini : Pengeluaran (Cost Development In Supplier) Rp 86.532.679,2,- Pengeluaran (Cost Development Inhouse) Rp 0.087.251,51- Keuntungan Rp 6.5.27,69,- Tabel.15 Proyeksi Keuntungan Investasi Tahun 2006 Pengeluaran (Cost Development In Supplier) Rp 88.156.850,65,- Pengeluaran (Cost Development Inhouse) Rp 0.76.882,32,- Keuntungan Rp 7.09.968,33,- Tabel.16 Proyeksi Keuntungan Investasi Tahun 2007 Pengeluaran (Cost Development In Supplier) Rp 89.769.662.,-

77 Pengeluaran (Cost Development Inhouse) Rp 1.36.99,7,- Keuntungan Rp 8.05.162,66,- Tabel.17 Proyeksi Keuntungan Investasi Tahun 2008 Pengeluaran (Cost Development In Supplier) Rp 91.335.112,55,- Pengeluaran (Cost Development Inhouse) Rp 1.975.159,66,- Keuntungan Rp 9.359.952,89,- Tabel.18 Proyeksi Keuntungan Investasi Tahun 2009 Pengeluaran (Cost Development In Supplier) Rp 92.993.89,,- Pengeluaran (Cost Development Inhouse) Rp 2.63.790,8,- Keuntungan Rp 50.359.103,92,- Tabel.19 Proyeksi Keuntungan Investasi Tahun 2010.5.3 Proyeksi Aliran Kas Sistem Usulan Modal/investasi yang dilakukan adalah 100% biaya PT. TMMIN, sehingga cash flow yang ada tidak dipengaruhi oleh bunga bank. Dalam lampiran.19 terdapat proyeksi aliran kas selama lima tahun kedepan..5. Perhitungan Parameter Keuangan Sistem Usulan dan Sistem Berjalan Dalam perhitungan ini akan dipakai Internal Rate of Return (IRR), yaitu tingkat pengembalian minimal yang dapat menarik investor untuk tetap melakukan investasi. Dalam skripsi ini IRR diasumsikan sama dengan nilai suku bunga safe investmen yang berdasarkan data dari www.bi.go.id adalah 12% per tahun. Sebagai alat analisis kelayakan finansial adalah : 1) Payback Period Method (pemulihan modal) 2) NPV = Net Present Value 3) PI = Profitability Index Method

78 Perhitungan : A B C D E 0 1 2 3 5 P Q R S T U Keterangan : P = Investasi Q = Annual fee tahun pertama R = Annual fee tahun kedua S = Annual fee tahun ketiga T = Annual fee tahun keempat U = Annual fee tahun kelima A = Penerimaan tahun pertama, n1 B = Penerimaan tahun kedua, n2 C = Penerimaan tahun ketiga, n3 D = Penerimaan tahun keempat, n E = Penerimaan tahun kelima, n5 F = Penerimaan tahun keenam, n6.5..1 Payback Period Methode Sistem Usulan Investasi ini didanai sendiri oleh PT. TMMIN, jadi waktu pengembalian modal tidak dipengaruhi oleh suku bunga bank. Karena arus kas bervariasi maka periode pemulihan modal dicari dengan menggunakan pendekatan arus kas komulatif. T = Periode pemulihan modal Io = Investasi inisial Ā = Arus kas tahunan yang seragam

79 T = Io x 1 tahun A URAIAN ARUS KAS TAHUNAN ARUS KAS KOMULATIF WAKTU (T) Io - ( - ) Rp 60.500.000,- A1 Rp 58.55.27,69,- Rp 1.95.572,31,- 1 tahun A2 Rp 1.95.572,31,- 0,03 tahun *) A3 A A5 Jumlah Rp 60.500.000,- 1,03 tahun Tabel.20 Perhitungan Masa Pemulihan Modal dengan Arus Kas Komulatif *) 195572,31 = x 1 = 0,03 tahun 585527.69 TB = 1,03 tahun Dalam kolom Arus Kas Komulatif pada baris pertama dinyatakan nilai investasi inisial, kemudian pada baris berikutnya dinyatakan nilai arus kas ke-t, kemudian ditambahkan kepada nilai I 0. Penambahan dilakukan hingga kolom komulatif menyajkan nilai sebesar yang berarti arus kas tahunan yang diperhitungkan sudah sama dengan nilai I 0..5..2 Perhitungan Nilai Sekarang (NPV) Sistem Usulan Untuk investasi ini, penerimaan tahunan tidak seragam. Dan berdasarkan data dari www.bi.go.id, bila diasumsikan tingkat bunga pengembalian yang diinginkan (cost of capital) adalah13%, maka didapatkan nilai NPV pada tabel.21. Dibawah ini contoh perhitungannya : 1 Faktor diskon tahun ke n = n (1 + sukubunga)

80 Nilai NPV tahun ke n = Arus kas tahun ke n x faktor diskon tahun ke n 1 Faktor diskon tahun ke 3 = 3 (1 + 0,13) = 0,693 Nilai NPV tahun ke 3 = Rp 60.505.162,66,- x 0,693 = Rp 1.930.077,72,- NO ARUS KAS FAKTOR DISKON NILAI SEKARANG 0 Rp 60.500.000,- 1 ( - ) Rp 60.500.000,- 1 Rp 58.55.27,69,- 0,885 Rp 51.812.703,51,- 2 Rp 59.509.968,33,- 0,783 Rp 6.596.305,2,- 3 Rp 60.505.162,66,- 0,693 Rp 1.930.077,72,- Rp 61.59.952,89,- 0,613 Rp 37.67.951,12,- 5 Rp 62.59.103,92,- 0,53 Rp 33.915.293,3,- Total NPV Rp 211.929.330,98,- Tabel.21 Perhitungan Nilai Sekarang (NPV).5..3 Perhitungan Nilai Sekarang (NPV) Sistem Berjalan Keuntungan menjadi seragam yaitu :Rp 5.000.000,-/tahun, berupa potongan harga karena membeli casted screw dalam jumlah yang banyak. Sementara untuk investasinya membeli seperangkat komputer dan mesin fax sebesar Rp.500.000,- dimana tahun kelima nilai sisanya sekitar Rp 1.500.000,-. Dengan tingkat suku bunga bank 12%, maka perhitungan NPV adalah : PW (r=12%) = -Rp.500.000 + Rp 5.000.000 (P/A, r = 12%, 5) + Rp 1.500.000 (P/F, r = 12%, 5) = -Rp.500.000 + Rp 5.000.000 (3,608) + Rp 1.500.000 (0,567)

81 = Rp 1.375.100,-.5.. Profitability Index Methode Sistem Usulan Dari perhitungan nilai NPV diatas, maka dapat dihitung pula nilai cari Profitability Index untuk pembuatan lokal casted screw NPV PI = + 1 I o Rp 211.929.330,98,- = + 1 Rp 60.500.000,- = 3,5 > 1.5.5 Analisis Kelayakan Keuangan Dari perhitungan diatas, diperoleh NPV sistem usulan adalah Rp 211.929.330,98,- sedangkan nilai NPV dari sistem berjalan adalah Rp 1.375.100,-. Berarti nilai keduanya lebih besar dari 0 (NPV > 0) dan sama-sama telah memenuhi syarat nilai kelayakan. Tetapi dari segi jumlah, sistem usulan jauh lebih besar daripada sistem berjalan yang berarti juga lebih layak untuk dilaksanakan. Dari segi Profitability Index diperoleh nilai 3,5. Angka ini juga sudah memenuhi syarat dari uji kelayakan investasi (PI > 1) yang berarti investasi ini juga dinyatakan layak. Modal investasi ini berasal dari PT. TMMIN sendiri. Jadi dengan kondisi normal, waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan modal atas investasi ini membutuhkan waktu 1,03 tahun. Jangka waktu tersebut jelas lebih kecil dari umur investasi dan sanggup memenuhi target perusahaan, sehingga investasi ini dinyatakan layak.