BAB 2 KERANGKA TEORI

dokumen-dokumen yang mirip
الزئيسيت الدوليت في الصحيفخين من خالل الخماسك والاحساق من هطىضهما. وخلظ البحث أن جزابط العناوين الدوليت في صحيفت والشزق ألاوسط وألاهزام في مىغىع

BAB I PENDAHULUAN. maupun sebagai komunikan (mitra baca, penyimak, pendengar, atau pembaca).

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 19 Penipuan Terungkap

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 08 Penyamaran Orang Tak Dikenal Terkuak

PENANDA KOHESI REFERENSI BAHASA JERMAN DALAM ROMAN TRÄUME WOHNEN ÜBERALL KARYA CAROLIN PHILIPPS SKRIPSI

HUBUNGAN MINAT MEMBACA DENGAN KETERAMPILAN MEMAHAMI ISI TEKS BAHASA JERMAN. Widya Astuti, Lucky Herliawan Y.A., Pepen Permana ABSTRAK

DEIKSIS DALAM ROMAN UND SAGTE KEIN EINZIGES WORT KARYA HEINRICH BÖLL: SUATU ANALISIS PRAGMATIK JURNAL. Oleh : Adriani Rasinta Mananohas

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Kajian ini mengungkapkan pemarkah kohesi gramatikal dan pemarkah kohesi

BAB I PENDAHULUAN. mempunyai hubungan pengertian antara yang satu dengan yang lain (Rani dkk,

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 13 Hari Bunga Mawar

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Suatu wacana dituntut untuk memiliki keutuhan struktur. Keutuhan

Kesalahan Penggunaan Konjungsi als dan wenn Pada Karangan Mahasiswa Semester Empat Angkatan 2009 Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang.

Untuk Profesor juga sesuatu yang sulit. Profesor berkonsentrasi dengan akhiran Artikel maskulin dalam Akkusativ.

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 17 Lingkaran di Ladang Gandum

BAB I PENDAHULUAN. Di dalam pembelajaran bahasa, salah satu bahan ajar dasar penting yang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Isma Mentari, 2015

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 22 Peselancar Yang Hilang

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 20 Angket Pendengar

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa merupakan hal penting yang perlu dipelajari karena bahasa

Philipp memberitakan dari Schwarzwald (Blackforest) dan dia menikmati suasana karnaval. Tetapi teman kerjanya, Paula, tidak menyukai tradisi ini.

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 26 Perpisahan Ayhan

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 09 Musik untuk Raja Ludwig

SUPLEMEN BAGI PEMBELAJARAN MENULIS

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini banyak buku ajar bahasa Jerman yang beredar di masyarakat dengan

BAB 1 PENDAHULUAN. Kebutuhan akan bahasa asing termasuk bahasa Jerman saat ini telah menjadi

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. karena dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu berhubungan dengan bahasa.

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 16 Ikarus

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 18 Pengintaian di Malam Hari

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 25 Sambutan terhadap Kapal Laut

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Pada bagian akhir tesis ini, penulis sajikan simpulan sebagai jawaban atas rumusan

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 06 Bagaimana Raja Ludwig Meninggal?

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 23 Penyelam dengan Sirip Hiu

BAB I PENDAHULUAN. untuk saling memahami maksud atau keinginan seseorang.

BAB l PENDAHULUAN. mempelajari struktur dan tatabahasa. Kumpulan kata tanpa struktur dan

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa adalah alat komunikasi antarmanusia. Dengan bahasa seseorang

2015 ANALISIS FRASA PREPOSISI DENGAN MODIFIKATOR AUS SEBAGAI ERGÄNZUNGEN DAN ANGABEN DALAM ROMAN BESCHÜTZER DER DIEBE

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 11 Burung Hantu Yang Bisa Berbicara

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 07 Ludwig, Raja Dongeng

BAB I PENDAHULUAN. Iklan merupakan media yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia

BAB I PENDAHULUAN. (percakapan) untuk mengungkapkan suatu informasi dari pembicara, sebab kata

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 24 Surat Kabar Hamburg

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 03 Perjalanan ke Berlin

BAB I PENDAHULUAN. sangat berpengaruh terhadap makna yang terdapat dalam sebuah wacana. Salah

BAB I PENDAHULUAN. yang saling berhubungan untuk menghasilkan rasa kepaduan atau rasa kohesi

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 02 Radio D menelpon

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 04 Menunggu Rerkan Kerja Baru

BAB I PENDAHULUAN. Penguasaan kemampuan berbahasa Indonesia sangat penting sebagai alat

PRIX JEUNESSE SUITCASE #2

BAB I PENDAHULUAN. terlepas dari peristiwa komunikasi untuk mengungkapkan gagasan, ide,

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB V PENUTUP. ini. Pada bagian simpulan akan dipaparkan poin-poin utama yang diperoleh dari keseluruhan

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa sangatlah penting dalam kehidupan sehari-hari, karena bahasa

BAB I PENDAHULUAN. komponen yang memiliki pola yang beraturan. Aturan tersebut dapat disusun

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 12 Surat Pendengar

BAB 1 PENDAHULUAN. maupun tulisan. Bahasa juga memegang peranan penting dalam kehidupan sosial

BAB I PENDAHULUAN. Tarigan (1987 : 27), Wacana adalah satuan bahasa yang terlengkap dan tertinggi atau

PENANDA HUBUNGAN REPETISI PADA WACANA CERITA ANAK TABLOID YUNIOR TAHUN 2007

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

KOHESI GRAMATIKAL ANTARKALIMAT DAN ANTARPARAGRAF DALAM KARANGAN ARGUMENTASI KELAS X SMA NEGERI I SUKODONO KABUPATEN SRAGEN SKRIPSI

PENGARUH ADVANCE ORGANIZER

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 15 Kostum Karnaval

B AB II KONSEP, LANDASAN TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

BAB 2 LANDASAN TEORI

KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN BAHASA JERMAN SISWA KELAS XI BAHASA SMA NEGERI 8 MALANG SEBAGAI PROGRAM NON PASCH

BAB 1 PENDAHULUAN. Pada dasarnya pembelajaran bahasa Jerman berorientasi pada empat

BAB I PENDAHULUAN. kalimat satu dengan kalimat lain, membentuk satu kesatuan. dibentuk dari kalimat atau kalimat-kalimat yang memenuhi persyaratan

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan. Tanpa

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM QUIZ (TQ) PADA KETERAMPILAN MEMBACA SISWA KELAS X SMA N 1 KAMAL. Novita Putri Pratiwi

No. RPP/JER/21 Revisi : 00 Tgl : 1 Maret 2011 Hal dari

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) 1. Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog sederhana tentang Kehidupan Keluarga

BAB I PENDAHULUAN. Di Indonesia terdapat banyak lembaga pendidikan formal maupun nonformal

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia. Kohesi gramatikal..., Bayu Rusman Prayitno, FIB UI, 2009

Kata Kunci : Penguasaan Kosakata, Media Permainan Tic Tac Toe.

RANCANGAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 10 Wawancara dengan Raja Ludwig

oleh Cindhy Dwi Meidany

ANALISIS KESALAHAN MENENTUKAN GRAMMATIKAL KASUS DI DALAM KALIMAT BAHASA JERMAN

BAB I PENDAHULUAN. dari peristiwa komunikasi. Di dalam komunikasi manusia memerlukan sarana

RUBRIK PENILAIAN KARANGAN MAHASISWA PS SASTRA JERMAN FIB UI DAN PESERTA KURSUS KELAS BAHASA JERMAN LBI UI 1

BAB I PENDAHULUAN. Demikian juga halnya dengan belajar bahasa Jerman. Dalam bahasa Jerman

BAB I PENDAHULUAN. bermasyarakat untuk dapat berinteraksi dengan manusia yang lain. Bahasa adalah

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 05 Raja Ludwig Hidup Kembali

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR DALAM PEMBELAJARAN KOSAKATA BAHASA JERMAN PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 PAKEM SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. Dalam mempelajari sebuah bahasa, termasuk bahasa Jerman, pembelajar

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa tidak pernah lepas dari kehidupan manusia sehari-hari. Setiap

ANALISIS PENANDA KOHESI DAN KOHERENSI PADA KARANGAN. NARASI SISWA KELAS VIII MTs AL-HIDAYAH GENEGADAL TOROH GROBOGAN TAHUN AJARAN 2012/2013

KEUTUHAN WACANA LEMBAR KERJA SISWA (LKS): ANALISIS KOHESI DAN KOHERENSI (JURNAL INI MASIH MELALUI PROSES PENYUNTINGAN)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam berinteraksi, manusia memerlukan bahasa. Bahasa memegang

BAB IV KESIMPULAN. Jenis Kata. N o. Kata kerja (verba) Kata benda (nomina) Kata sifat (adjektiva) Adverbia. werben (um jmd.) gewinnen.

KALIMAT MAJEMUK KOORDINATIF BAHASA JERMAN: KAJIAN TATA BAHASA TRANSFORMASI. Abd. Kasim Achmad Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Makassar

BAB I PENDAHULUAN. dengan orang lain. Banyak sekali cara untuk berkomunikasi. Bentuk komunikasi

KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN TEKNIK MAKE A MATCH DALAM PEMBELAJARAN KOSAKATA BAHASA JERMAN DI SMA NEGERI 1 PRAMBANAN SLEMAN SKRIPSI

Transkripsi:

BAB 2 KERANGKA TEORI 2.1 Teks Teks berasal dari bahasa Latin textus, bentuk verbanya texere, yang berarti jaringan (Heinz, 1994: 15). Berdasarkan pengertian etimologisnya, jaringan, komponen penyusun teks harus saling berhubungan agar membentuk jaringan yang satu, utuh, dan kuat. Hal ini sesuai dengan pernyataan Brinker (1988) dalam Heinz (1994: 15) bahwa teks adalah kesatuan bahasa tertulis yang terdiri atas 10. Seperti telah dituliskan pada bab sebelumnya, teks memiliki fungsi komunikatif. Adanya unsur komunikatif dalam teks didukung pula oleh pernyataan Wawrzyniak (1980) dalam Heinz (1994: 16): Kommunikation erfolgt durch Texte, die zwischen den Kontaktpartnern (Sprecher und Versteher, Schreiber und Leser) ausgetauscht werden. Unser Texten verstehen wir hier sowohl schriftliche als auch mündliche Äuβerungen, die unterschiedlicher Längen sein können: von einem Ein-Wort-Text bis zu Gesamttext eines mehr bändige Romans. Menurut Wawrzyniak, komunikasi melalui teks tidak hanya terbatas pada yang tertulis saja, melainkan juga ujaran karena satu kata atau satu ujaran dapat mengkomunikasikan sesuatu. Oleh karena data penelitian ini merupakan teks berita tertulis, penelitian ini hanya akan dititikberatkan pada teks tertulis saja. Berdasarkan pemaparan di atas, definisi teks yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kesatuan bahasa tertulis yang terdiri atas lebih dari satu kalimat. Teks mempunyai fungsi komunikatif sebagai media untuk menyampaikan pesan (message) dari penulis atau penutur kepada pembaca atau mitra tutur. 10 Menurut Brinker (1988) Teks als (schriftlich) fixierte sparchilche Einheit, die in der Regel mehr als Satz umfaβt.

2.2 Intertekstualitas Intertekstualitas adalah hubungan makna atau bentuk antara serangkaian kalimat, klausa, atau kata dengan serangkaian kalimat, klausa, atau kata lain 11. Menurut Beaugrande/Dressler (1981) dalam Heinz (1994: 58) ada dua jenis intertekstualitas. Kedua jenis intertekstualitas tersebut adalah sebagai berikut. a. Intratekstualitas (als Bezug auf die Textsorte) Intratekstualitas adalah hubungan makna atau bentuk antara serangkaian kalimat, klausa, atau kata dengan serangkaian kalimat, klausa, atau kata lain yang terdapat dalam teks yang sama. Umumnya, terdapat dalam puisi dengan adanya pengulangan kata di beberapa bait dan juga pada surat kabar dengan adanya pengulangan kata di beberapa paragraf. b. Eksratekstualitas (als Bezug auf andere Texte) Ekstratekstualitas adalah hubungan makna atau bentuk antara serangkaian kalimat, klausa, atau kata dalam suatu teks dengan serangkaian kalimat, klausa, atau kata dalam teks lain. Ekstratualitas dapat diwujudkan dalam bentuk pengulangan nama tokoh, hal, ataupun peristiwa dari satu teks ke dalam teks yang lain. Pemahaman intertekstualitas yang dijabarkan Norman Fairclough sebenarnya, tidak berbeda dengan pemahaman Beaugrande/Dressler. Hanya saja Fairclough tidak membedakan antara intratekstualitas dan ekstratekstualitas. Fairclough menyatakan bahwa intertekstualitas berkaitan dengan elemen aktual teks lain yang ada dalam sebuah teks 12. Menurut Fairclough, intertekstualitas berbicara mengenai hubungan teks satu dengan teks lainnya dan hubungan tersebut dapat berupa kutipan sebuah ujaran atau kesimpulan dari apa yang telah dituliskan sebelumnya mengenai peristiwa atau event yang ingin dilaporkan atau disampaikan. Kedua teori di atas akan dipadukan untuk menganalisis data penelitian ini. Intertekstualitas menurut Fairclough adalah hubungan elemen aktual teks lain yang ada dalam sebuah teks. Teori ini akan semakin diperlengkap dengan teori 11 Intertextuality means that a sequence of sentences is related by form meaning to other sequence of sentences. (Renkema, 1993: 37). 12 Intertetxtualiity is the presence of actual elements of other text within a text-quotation. (Fairclough, 2003: 39)

Beaugrande/Dressler (Heinz, 1994: 58) yang membagi intertekstualitas menjadi dua, yaitu intratekstualitas dan ekstratekstualitas. Intertekstualitas suatu teks berkaitan dengan kohesi dan koherensi teks tersebut. Kohesi dan koherensi merupakan salah satu alat untuk menentukan intertekstualitas sebuah teks. Kohesi dan koherensi suatu pernyataan atau kalimat berkaitan dengan proposisi dan presupposisi kalimat tersebut. 2.3 Kohesi Kohesi berhubungan dengan unsur eksplisit teks, yaitu unsur gramatikal. Kohesi sebuah teks berarti melihat bagaimana unsur gramatikal yang ada dalam teks saling berhubungan satu dengan yang lain dan membentuk kesatuan makna. Menurut Halliday/Hasan (1976) dalam Heinz (1994: 33) kohesi merupakan relasi struktural antara dua atau lebih elemen dalam sebuah teks. Sebagai contoh Paul hat angerufen. Er kommt morgen. Er merupakan pronomina orang ketiga laki-laki dalam bahasa Jerman. Pronomina er pada kalimat Er kommt morgen mengacu pada nomina Paul. Dengan demikian, proposisi dari kedua kalimat tersebut adalah Paul menelpon, ia akan datang besok. Unsur gramatikal yang saling berhubungan dalam kedua kalimat tersebut, yaitu Paul dan er, menyebabkan kedua kalimat tersebut mempunyai hubungan makna, meskipun tidak ada penghubung (konjuktion/konnexion) di antara kedua kalimat tersebut. Menurut Halliday/Hasan (1976) dalam Heinz (1994: 35-36) ada tiga jenis kohesi. Ketiga jenis kohesi tersebut adalah sebagai berikut. a. Substitusi Substistusi merupakan bentuk pengulangan suatu bagian teks yang memiliki keterkaitan makna dengan suatu bagian teks lain yang tertulis sebelumnya. Contoh: Paul ist mit Flocki zum Tierarzt gegangen. Er hat ihm eine Spritze gegeben. Dalam contoh di atas, er merupakan substitusi untuk Tierarzt (dokter hewan). Oleh karena yang biasanya memberikan suntikan

(eine Spritze) adalah dokter, er tidak mungkin mengacu pada Paul. Substitusi tidak hanya berupa pronomina persona (er, sie), melainkan juga pronomina demonstrativa es, das, dies (-e,-es,- em),dan artikel ein (-e, -er,-em,-en). Selain itu, substitusi dapat berupa sinonim, hiponim, hipernim, dan juga metafor. Contoh: - Auf dem Markt heute morgen gab es ganze Stände voll mit verschiedenfarbigen Petunien. Diese Balkonpflanzen sind für mich einfach die allerschönsten. - Das Gold wurde von einem Drachen bewacht. Der Lindwurm tötete jeden, der den Schatz erobern wollte. Petunien Balkonplanzen merupakan contoh bentuk substitusi yang menggunakan hubungan hiponim hipernim. Drachen Lindwurm Schatz merupakan contoh bentuk substitusi yang menggunakan hubungan sinonim dari ketiga kata tersebut yang sama-sama mempunyai arti naga. b. Elipsis Elipsis adalah penghilangan suatu bagian kalimat tanpa mengubah makna kalimat. Fungsi elipsis adalah untuk memadatkan kalimat. Contoh: Ich liebe dich! Ich dich auch! Dalam contoh di atas, kata yang dielipsiskan adalah liebe. c. Rekurrenz Rekurrenz merupakan pengulangan salah satu elemen dari teks sebelumnya di teks berikutnya. Contoh: Gestern habe ich einen Vogel beim Nestbau beobachten. Der Vogel war ganz klein, hat aber trotzdem ziemlich grosse Zweige angeschleppt. Als Nistplatz hatte sich der Vogel ausgerechnet die Nische über unserem Rolladenladenkasten ausgesucht. Dalam contoh di atas, kata yang diulang atau di-rekurrenz-kan adalah Vogel.

2.4 Koherensi Menurut Bussmann (1990) dalam Heinz (1994: 42) koherensi disebut sebagai textbildender Zusammenhang von Sätzen yaitu hubungan atau keterkaitan dari kalimat-kalimat yang membentuk satu teks. Menurut Bussmann koherensi merupakan perpaduan antara hubungan gramatikal (kohesi) dan hubungan makna antarkalimat dalam teks itu sehingga dapat membentuk kesatuan makna. Selain itu, ada unsur lain yang juga berkaitan dengan koherensi, yaitu die Sinnkontituität atau keberlangsungan makna. Die Sinnkontituität atau keberlangsungan makna teks berarti melihat apakah teks tersebut mempunyai kesinambungan isi dari judul hingga kalimat terakhir dalam teks tersebut. Beaugrande/Dressler dalam Heinz (1994: 43) menjelaskan dengan baik perbedaan Sinn dan Bedeutung. Beaugrande/Dressler mengatakan bahwa dengan Bedeutung (arti) kita dapat menunjukkan, menjelaskan, ataupun menggambarkan sesuatu berdasarkan apa yang ada di kepala kita yang kita dapatkan secara indrawi (virtuelle Bedeutung). Akan tetapi, dengan Sinn (makna), kita menunjukkan sebuah pemahaman terhadap sesuatu yang disampaikan melalui sebuah pernyataan. Menurut Beaugrande/Dressler, banyak pernyataan yang memiliki lebih dari satu kemungkinan arti, tetapi dalam penggunaannya dalam teks, satu pernyataan atau satu kata hanya mempunyai satu makna. Dari pemaparan di atas, disimpulkan bahwa koherensi melihat hubungan makna antarkalimat dalam sebuah teks sebagai satu kesatuan makna. Kohesi atau hubungan gramatikal antarkalimat dapat membantu menemukan kekoherensian teks itu. Koherensi juga berkaitan dengan die Sinnkontituität atau keberlangsungan makna dari semua unsur penyusun teks. (1) Kahn kritisierte seinen Chef. Er wurde entlassen. (2) Es regnet. Gib mir den Hund! Er pada kalimat Er wurde entlassen mengacu pada Kahn. Verba pada kalimat tersebut adalah wurde entlassen. Entlassen berarti memecat. Wurde merupakan verba bantu yang berfungsi membentuk verba pasif sehingga wurde entlassen berarti dipecat. Dengan demikian, er pada kalimat Er wurde entlassen mengacu pada Kahn bukan pada seinen Chef, dengan presupposisi Kahn adalah

pegawai, Kahn mengkritik pimpinannya (seinen Chef) sehingga Kahn dipecat. Berdasarkan analisis di atas, kalimat (1) merupakan kalimat yang koheren yang mempunyai hubungan sebab-akibat. Meskipun tidak ditemukan hubungan kohesi secara eksplisit, kalimat (2) juga merupakan kalimat yang koheren. Es regnet yang berarti hujan merupakan alasan mengapa penutur meminta mitra tuturnya menyerahkan anjing (itu). Presupposisi kalimat (2) adalah anjing itu akan sakit jika kehujanan. Dengan demikian, meskipun pada kalimat (2) tidak ada kata yang saling mengacu, kalimat (2) tetap koheren karena mempunyai hubungan makna sebab-akibat secara implisit. Berdasarkan dua contoh di atas, terlihat bahwa untuk menemukan hubungan makna atau koherensi sebuah teks diperlukan proses interpretasi, terlebih jika tidak ditemukan hubungan kohesi secara eksplisit. Pentingnya proses interpretasi ini sejalan dengan penjelasan yang ada pada bab 1 mengenai bagan komunikasi. Dalam penjelasan bagan komunikasi, dituliskan bahwa untuk dapat menangkap pesan yang dikomunikasikan penulis kepada pembacanya melalui tulisan, perlu dilakukan proses interpretasi, yaitu usaha menemukan makna terdalam, baik dari sebuah pernyataan, kalimat, atau teks dan menjelaskannya 13. Agar interpretasi tidak terlalu melebar dan dapat mendekati makna yang sebenarnya, dalam berinterpretasi seseorang tetap harus memerhatikan keberlangsungan makna (die Sinnkontituität) antarunsur penyusun teks tersebut. 2.5 Proposisi Proposisi adalah makna dasar dari sebuah pernyataan 14. Untuk menentukan proposisi sebuah pernyataan atau kalimat yang perlu diperhatikan adalah verba dari pernyataan atau kalimat tersebut yang umumnya berfungsi sebagai predikat. John finally bought a present for mother. 13 Interpretasi = interpretieren: versuchen, den tieferen Sinn von etwas zu erklären (Langenscheidt, 2003: 542) 14 The proposition can be describe as the meaning of a simple assertive sentence. (Renkema, 2004: 87)

13 Verba dari contoh kalimat di atas adalah bought, bentuk lampau dari buy, yang berarti membeli. Untuk menentukan proposisi kalimat di atas, kala (dalam konteks ini bought yang menunjukkan bahwa kala kalimat di atas adalah lampau) ataupun verba modal tidak perlu diperhatikan. Dengan demikian, proposisi dari kalimat di atas adalah John membeli (sesuatu). Berdasarkan contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa hal utama dalam menentukan sebuah proposisi adalah predikat dan subjek pelaku suatu pernyataan atau ujaran. Selain itu, dapat disimpulkan pula bahwa proposisi merupakan makna dasar dari sebuah pernyataan. 2.6 Presuposisi (Praanggapan) Ketika membaca sebuah teks, tidak semua kalimat atau pernyataan yang tertulis dapat langsung dipahami. Begitu halnya ketika pengguna teks mencoba menemukan hubungan semantik (koherensi) antara suatu pernyataan atau kalimat dengan pernyataan atau kalimat lain tanpa ditandai hubungan kohesi (lihat contoh kalimat (2) halaman 11). Hal tersebut mungkin terjadi karena adanya informasi implisit yang tersimpan di dalam pernyataan atau kalimat yang tertulis tersebut. Informasi tersebut sengaja diimplisitkan karena adanya anggapan di benak penulis teks bahwa pengguna teks sudah mengetahui informasi tersebut 15. Informasi implisit itulah yang disebut presuposisi 16. Presuposisi suatu pernyataan atau kalimat dapat merupakan hal yang bertentangan dengan pernyataan atau kalimat tersebut, contoh: John is opening the window, presupposisi dari kalimat tersebut adalah The window is closed before. Selain itu, presupposisi juga dapat dilihat dari salah satu kata dalam pernyataan atau kalimat dan juga struktur kalimatnya, contoh Carl has flu again. Presupposisi dari kalimat tersebut adalah Carl has had the flu before. Presupposisi tersebut muncul ditandai dengan adanya kata again yang menunjukkan pengulangan terhadap suatu hal yang pernah terjadi sebelumnya. 15 Dies wenigsten meint der Sprecher, und dies versteht der Hörer auch, wenn er den gennanten Satz vernimmt. (Engel, 1988: 99) 16 A special type of implicit information is called presupposition, meaning to assume beforehand. (Renkema, 2004: 133). Universitas Indonesia