BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

RE-DESIGN RUMAH SAKIT KANKER ANAK DENGAN PENDEKATAN HEALING ENVIRONMENT DI JAKARTA BARAT

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1. Jumlah Penduduk dan Angka Beban Tanggungan Menurut Kelompok Usia

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

KONSEP PERANCANGAN RUMAH SAKIT KHUSUS PARU

BAB IV: KONSEP Konsep Dasar WARNA HEALING ENVIRONMENT. lingkungan yang. mampu menyembuhkan. Gambar 4. 1 Konsep Dasar

KAJIAN APLIKASI WARNA INTERIOR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PADA PSIKOLOGI PASIEN ANAK (STUDI KASUS : RSIA HERMINA PANDANARAN)

BAB IV KONSEP PERANCANGAN. Tema Healing Environment tidak hanya diterapkan pada desain bagian luar

BAB V KONSEP PERANCANGAN DAN PERENCANAAN

BAB V KAJIAN PUSTAKA. Pekalongan ini adalah arsitektur humanis. Latar belakang penekanan/

mempunyai sirkulasi penghuninya yang berputar-putar dan penghuni bangunan mempunyai arahan secara visual dalam perjalanannya dalam mencapai unit-unit

BAB 2 TINJAUAN TEORI

Pendekatan Psikologi pada Rancangan Rumah Sakit Onkologi Anak

Bab IV. Konsep Perancangan

Putih Abu Hitam Coklat

Desain Interior Nahdlatul Ulama Jombang dengan Konsep Therapeutic Environment

Survey Pasien Healing Garden (Taman Penyembuhan)


BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB V Konsep. 5.1 Konsep Ide dasar

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR HALAMAN PERSEMBAHAN DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR GRAFIK Latar Belakang 1

TUGAS AKHIR. Perencanaan dan perancangan interior rumah sakit umum di Surakarta (lobby, ruang rawat inap anak dan perpustakaan)

BAB 5 KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. Desain Interior - Universitas Mercu Buana Latar Belakang

BAB.IV. KONSEP DESAIN. IV.1 Tema Perancangan Tema Perancangan Proyek medical spa ini adalah, Refreshing, Relaxing and Theurapetic,

STUDI PERANCANGAN RUANG PUSAT PENYEMBUHAN KANKER DENGAN PENDEKATAN PSIKOLOGI PENGGUNA

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Environmental Graphic Design. Environmental Graphic Design (EGD) merupakan bidang tanpa batas yang

HEALING ARCHITECTURE: DESAIN WARNA PADA KLINIK KANKER SURABAYA

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Angka kesakitan dan rata-rata lama sakit KAB./KOTA ADMINISTRASI KAB ADMINISTRATIF

RUMAH SAKIT KHUSUS JANTUNG DI YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN HEALING ENVIRONMENT

HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN PERNYATAAN UCAPAN TERIMA KASIH ABSTRAK DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR DIAGRAM DAFTAR LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rancangan

BAB V KONSEP PERANCANGAN RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK Penerapan Healing Environment pada Ruang Dalam

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN RUMAH SAKIT JIWA

Persepsi Pengunjung terhadap Tingkat Kenyamanan Bangunan Pelayanan Kesehatan (Studi Kasus RSIA Melati Husada Kota Malang)

PENGEMBANGAN RUANG RAWAT INAP DAN FASILITAS PENUNJANG RUMAH SAKIT KANKER DHARMAIS

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Konsep Kebutuhan dan Besaran Ruang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju, masyarakat

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

REDESAIN RUMAH SAKIT SLAMET RIYADI DI SURAKARTA

Perancangan gedung rawat inap rumah sakit dengan pendekatan Green Architecture khususnya pada penghematan energi listrik. Penggunaan energi listrik me

BAB III TINJAUAN KONSEP HEALING ENVIRONMENT

2. Bagi keluarga pasien dan pegunjung Tenang dan percaya akan kemampuan rumah sakit dalam menangani pasien yang menyatakan tersirat dalam interiornya.

BAB III METODOLOGI. Hospital. Tapak berupa

Pusat Rehabilitasi Diabetes dengan Pendekatan Healing Environment di Surabaya

4.3. Sistem Penyampaian Jasa, Citra Rumah Sakit dan Kepercayaan Pelanggan. Sistem penyampaian jasa terdiri dari physical support dan contact personnel

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Kesehatan Di Rumah Sakit

DENAH LT. 2 DENAH TOP FLOOR DENAH LT. 1

BAB VI HASIL PERANCANGAN

Sebagai Penunjang Konsep Perawatan Parents as Partner

TEMA & KONSEP BERTAHAN SURVIVE PUSAT REHABILITASI KANKER KHUSUS WANITA ZONING OBJEK FASILITAS LOKASI TEMA ISU HARAPAN

Warna Perancangan Ruang Dalam 2015/2016

Redesain Interior Rumah Sakit Negeri Kelas B dengan Konsep Healing Environment

KONSEP DAN APLIKASI HEALING ENVIRONMENT DALAM FASILITAS RUMAH SAKIT

BAB III STUDI LAPANGAN. Syariah Hotel Lor In Solo adalah sebuah Hotel syariah berbintang 4

BAB V KESIMPULAN ARSITEKTUR BINUS UNIVERSITY

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

Architecture. Modern Aesthetic. Neoclassic Style Teks: Widya Prawira Foto: Bambang Purwanto. Home Diary #009 / 2015

UNIVERSITAS DIPONEGORO RUMAH SAKIT KANKER DI SEMARANG TUGAS AKHIR ALIFIA DIAN FARIZHA NIM FAKULTAS TEKNIK JURUSAN ARSITEKTUR

PENGEMBANGAN RS HARUM

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

Desain Interior Malang Eye Center sebagai Pusat Kesehatan yang Bersahabat

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BEAUTY CLINIC DAN WELLNESS CENTER. Penggabungan 2 fungsi dalam 1 bangunan

BAB IV KONSEP PERANCANGAN


BAB I LATAR BELAKANG I.1 Latar Belakang Pegadaan Proyek

ABSTRAK. berkapasitas 32 tempat tidur, poliklinik, unit bedah dan persalinan, unit gawat

Hotel Resor di Labuan Bajo

Tabel 1.1. Sarana Kesehatan di Kota dan Kabupaten Jayapura

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I. 1.1.Latar Belakang

1. Kesan ketika menggunakan / berjalan menuju koridor dan ruangan-ruangan yang berada di FPTK.

REDESAIN RUMAH SAKIT ISLAM MADINAH TULUNGAGUNG TA-115

BABV ADAPTIVE RE-USE. Upaya yang akan dilakukan untuk perencanaan perubahan fungsi bangunan Omah Dhuwur Gallery adalah sebagai berikut:

BAB VI HASIL RANCANGAN

BAB IV: KONSEP PERANCANGAN

KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V KONSEP. Tabel Pemintakatan Tapak No Zona Nama Bangunan Besaran (%) 1 Publik Bangunan Utama Pedodonti Area parkir

BAB I PENDAHULUAN A. PENGERTIAN JUDUL

BAB I REDESAIN RUMAH SAKIT SLAMET RIYADI DI SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Latar Belakang Pengadaan Proyek. Proyek yang diadakan adalah Rumah Sakit Anak yang memiliki

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

TINJAUAN UMUM. - Merupakan kamar atau beberapa kamar / ruang yang diperuntukan sebagai. tempat tinggal dan terdapat di dalam suatu bangunan.

BAB V KONSEP PERANCANGAN

Transkripsi:

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan 5.1.1 Hasil Pengamatan Berdasarkan penelitian terhadap tiga objek rumah sakit kanker, yaitu Rumah Sakit Kanker Dharmais, MD Anderson Children Cancer Center dan Children Hospital of Philadelphia didapatkan hasil perbandingan aspek healing environment sebagai berikut : Gambar 55. Diagram perbandingan aspek healing environment pada rumah sakit kanker anak Berdasarkan hasil diagram tersebut, terlihat bahwa Children Hospital of Philadelphia menggungguli semua aspek dibanding Rumah sakit Kanker Dharmais dan MD Anderson Children Cancer Center, sehingga Children Hospital of Philadelphia dapat dijadikan acuan untuk Perancangan Rumah Sakit Kanker Anak. Rumah sakit Dharmais merupakan Rumah sakit yang paling rendah menerapkah prinsip healing environment sehingga diperlukan proses redesign untuk memperbaiki hal-hal yang belum diterapkan. Untuk mengetahui aspek mana yang paling mempengaruhi proses pemulihan pasien, dapat dilihat pada diagram berikut. 83

84 Gambar 56. Diagram perbandingan aspek healing environment Aspek yang paling mempengaruhi adalah adalah Comfort baru kemudian Family Support, Privacy, dan Enhancing Control. Tetapi pada Rumah sakit kanker Dharmais, aspek yang paling dibutuhkan untuk menjawab permasalahan di Rumah sakit kanker Dharmais adalah aspek comfort dan Family Support. Kedua aspek tersebut sangat perlu diperhatikan untuk menciptakan healing environment di Rumah Sakit Kanker Dharmais. 5.1.2 Hasil Novelty Kriteria desain Healing Environment oleh Huisman dan Morales (2012) dalam jurnal Building and Environment, telah dianalisa terhadap tiga objek rumah sakit kanker, yaitu Rumah Sakit Kanker Dharmais, MD Anderson Children Cancer Center dan Children Hospital of Philadelphia. Namun hasil penelitian belum mencakup aspek anak di dalam kriteria desain tersebut. Kriteria Healing Environment yang dimaksud oleh Huisman dan Morales (2012) adalah prinsip desain pada rumah sakit umum, belum mengarah pada pengguna khusus, yaitu pasien anak yang berusia 0-14 tahun. Peneliti melakukan beberapa wawancara terhadap 10 narasumber yang merupakan orang tua dari pasien anak pada rumah sakit kanker Dharmais. Responden yang berjumlah 10 orang tersebut diberi pilihan faktor-faktor yang dapat mengoptimalkan penyembuhan pasien dan kebutuhan ruang berdasarkan dengan faktor healing environment. Hasil yang didapat adalah sebagai berikut.

85 Gambar 57. Diagram Kebutuhan Ruang Aspek diatas seluruhnya ditambahkan dalam kriteria desain perancangan rumah sakit anak. Aspek-aspek tersebut bisa menjadi faktor healing environment berdasarkan sudut pandang orang tua pasien anak. Kriteria terbagi healing environment dalam 4 faktor, yaitu Enhancing controls, privacy, comfort, family support dan tambahan Children Aspect from Parents Points of View, faktor-faktor tersebut tidak dapat berdiri sendiri untuk menghasilkan suatu lingkungan binaan yang baik untuk mengoptimalkan proses penyembuhan dan pemulihan anak. Aspek anak yang muncul dari preferensi orang tua tersebut dikelompokkan pada 4 faktor lingkungan terapetik sebagai berikut: Faktor Comfort Play room Healing Garden Perpustakaan Faktor Privacy Single Patient room Faktor Family support Family lounge Ruang Tunggu pendamping

86 Gambar 58. Perbandingan Faktor Healing Environment Menurut Preferensi Orang Tua Pasien Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat aspek dalam faktor tersebut yang sebenarnya tidak terlalu berpengaruh terhadap proses pemulihan pasien anak, aspek tersebut adalah aspek Enhancing Control. Kontrol pasien terhadap kondisi di dalam ruang tidak terlalu mempengaruhi kondisi pasien. Pada penerapan aspek privacy juga tidak dapat sepenuhnya di terapkan pada Rumah sakit Dharmais karena rumah sakit ini milik Pemerintah sehingga harus mengikuti peraturan mengenai pembagian kelas ruang rawat inap. Permasalahan tersebut dapat di atasi dengan menyediakan sekat-sekat pemisah antar bed pasien. Kriteria-kriteria seperti inilah yang harus dipilah hingga diaplikasian pada desain rumah sakit yang dirancang. Penerapan Aspek Healing Environment pada Karakter Ruang : Tabel 15. Penerapan Aspek Healing Environment pada Karakter Ruang No. Nama Ruang Persyaratan Ruang Warna Efek 1. Ruang Rawat Inap ketenangan - Jendela mengarah pada view positif - unsur seni dan estetika - fasilitas bagi pendamping - Mengutamakan privasi (sekat pemisah) Kombinasi hijau muda, krem, putih. 2. Ruang Tunggu - Jendela mengarah pada view positif - unsur seni dan estetika - fasilitas bagi pendamping - lokasi berdekatan dengan ruang rawat inap Gradasi cokelat mudah dan putih Memberikan kesan tidak monoton, tenang, dan bersih Menyatu dengan alam

87 No. Nama Ruang 3. Ruang Bermain Persyaratan Ruang Warna Efek - bukaan / jendela mengarah view positif - Material yang aman bagi anak-anak - Berada dekat ruang rawat inap 4. Lobby Menggunakan aspek seni dan estetika 5. Koridor - material yang sehat. -Koridor tidak berbelokbelok dan sirkulasi yang mudah Gradasi biru muda dan krem Gradasi cokelat muda dan hijau muda Gradasi biru dan putih nyaman dan efek aktif dan ceria pada anak-anak ketenangan dan kenyamanan Memberikan kesan tidak monoton, tenang, dan bersih 5.2 Saran Penelitian ini baru membahas ketersediaan kriteria desain Healing Environment menurut Huisman dan Morales (2012) terhadap 3 objek rumah sakit kanker yang kemudian didapatkan rumah sakit mana yang paling banyak memenuhi aspek desain tersebut dan kemudian dijadikan acuan desain dalam perancangan. Karena penulis ingin mengetahui fasilitas apa yang belum diterapkan dalam rumah sakit dari objek pengamatan dan didapatkan hasil aspek anak yang merupakan hasil dari sudut pandang orang tua. Untuk selanjutnya karena penelitian ini terkait dengan preferensi anak, seharusnya suatu aspek baru yang muncul didapatkan dari hasil wawancara atau kuisioner terhadap anak. Sehingga data-data yang didapatkan lebih tepat sasaran.