Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya Indonesia

dokumen-dokumen yang mirip
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: ( Print) G-121

OLEH : AKBAR RIANIRI BAKRI DOSEN PEMBIMBING : Wing Hendroprasetyo Akbar Putra,S.T.,M.Eng

PENDAHULUAN. Ivan Afandy 1, Wing Hendroprasetyo Akbar Putra 2

Pengukuran Ketebalan serta Posisi Cacat pada Sampel Carbon Steel dan Stainless Steel dengan Metode Ultrasonic Testing.

BAB IV ANALISA. TERSEBUT DIAPLIKASIKAN UNTUK PENDETEKSIAN CACAT DALAM PADA MATERIAL BAJA. DENGAN

STUDI PENENTUAN KEDALAMAN RETAK MEMANJANG PADA POROS PROPELLER MENGGUNAKAN METODE ULTRASONIK

BAB IV ANALISA. tersebut diaplikasikan untuk pendeteksian cacat dalam pada material baja. Dengan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

HASIL, KESIMPULAN DAN SARAN

PENGGUNAAN KURVA DAC (DISTANCE AMPLITUDE CORRECTION) UNTUK MENENTUKAN UKURAN DISKONTINUITAS INTERNAL PADA BAJA KARBON

Ferdy Ramdani 1, Wing Hendroprasetyo Akbar Putra 2 1 Mahasiswa Jurusan Teknik Perkapalan, 2 Staf Pengajar Jurusan Teknik Perkapalan

DASAR TEORI ULTRASONIC TEST

LAPORAN RESMI UJI ULTRASONIK (Ultrasonic Test)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1 Universitas Indonesia

PENGUKURAN PANJANG SIMULASI RETAK PERMUKAAN DENGAN TEKNIK PERAMBATAN GELOMBANG ULTRASONIK PERMUKAAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. Pada tahun 2000-an berkembang isu didunia internasional akan dampak

RANCANG BANGUN SPESIMEN UNTUK KEBUTUHAN ULTRASONIC TEST BERUPA SAMBUNGAN LAS BENTUK T JOINT PIPA BAJA. *

BAB 5 PEMBAHASAN. 39 Universitas Indonesia

DETEKSI CACAT PADA MATERIAL BAJA MENGGUNAKAN ULTRASONIK NON-DESTRUCTIVE TESTING DENGAN METODE CONTINUOUS WAVELET TRANSFORM

HASIL DAN PEMBAHASAN

2. TINJAUAN PUSTAKA Gelombang Bunyi Perambatan Gelombang dalam Pipa

KAITAN VISKOSITAS COUPLANT DENGAN SENSITIVITAS SENSOR ULTRASONIK UNTUK UJI TAK RUSAK

Analisa Perbandingan Kualitas Hasil Pengelasan Dan Struktur Mikro Material Aluminium 5083 Dan 6082 Menggunakan Metode Pengelasan GMAW Dan GTAW

STUDI PENGARUH VARIASI KUAT ARUS PENGELASAN PELAT AISI 444 MENGGUNAKAN ELEKTRODA AWS E316L

PENDEKATAN TEORITIK. Elastisitas Medium

Pengaruh Variasi Arus terhadap Struktur Mikro, Kekerasan dan Kekuatan Sambungan pada Proses Pengelasan Alumunium dengan Metode MIG

KAJIAN EKSPERIMENTAL PENGUKURAN TRANSMISSION LOSS DARI PADUAN ALUMINIUM-MAGNESIUM MENGGUNAKAN METODE IMPEDANCE TUBE SKRIPSI

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambar 5.16 Amplitudo gelombang pada beton dengan lebar cacat 10 cm Gambar 5.17 Grafik lebar cacat vs rata-rata amplitudo Gambar 5.

ANALISIS PENGARUH SALINITAS DAN TEMPERATUR AIR LAUT PADA WET UNDERWATER WELDING TERHADAP LAJU KOROSI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah

Ultrasonic Testing. Prinsip Ultrasonic. Prinsip Pemeriksaan Ultrasonic. Pembangkit ultrasonic 08/01/2012

BAB VII PEMBAHASAN MASALAH. suatu beton. Standar atau prosedur dalam menggunakan metode pengujian ini

ANALISA PERKIRAAN UMUR PADA CROSS DECK KAPAL IKAN KATAMARAN 10 GT MENGGUNAKAN METODE FRACTURE MECHANICS BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA

Oleh: Agung Mustofa ( ) Muhammad Hisyam ( )

Sidang Tugas Akhir (TM091486)

Dapat merambat melalui sebarang medium dengan kecepatan yang bergantung pada sifat-sifat medium

KAJIAN EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK MATERIAL AKUSTIK DARI CAMPURAN SERAT BATANG KELAPA SAWIT DAN POLYURETHANE DENGAN METODE IMPEDANCE TUBE

DEPARTEMEN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA M E D A N 2008

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

TUGAS AKHIR. PENGARUH JENIS ELEKTRODA PADA HASIL PENGELASAN PELAT BAJA St 32 DENGAN KAMPUH V TUNGGAL TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKUATAN TARIKNYA

ANALISA KEKUATAN BENDING PADA PENGELASAN FRICTION STIR WELDING ALUMINIUM 6110

Analisa Perambatan Retak Pada Bagian Poros KM. Surya Tulus Akibat Torsi Dengan Metode Elemen Hingga

BAB II LANDASAN TEORI

INSPEKSI CACAT RETAKAN PADA MATERIAL DENGAN UJI TAK MERUSAK ULTASONIK MENGGUNAKAN METODA ANALISIS FREKUENSI SPEKTROSKOPI

Pembahasan soal latihan dari buku fisika 3A Bab 1 untuk SMA, karangan Mikrajuddin Abdullah. 1. perhatikan gambar gelombang pada disamping.

BAB 10 GELOMBANG BUNYI DALAM ZAT PADAT ISOTROPIK

BAB IV DATA HASIL PENELITIAN

Analisis Perbandingan Laju Korosi Pelat ASTM A36 antara Pengelasan di Udara Terbuka dan Pengelasan Basah Bawah Air dengan Variasi Tebal Pelat

RANGKUMAN MATERI GETARAN DAN GELOMBANG MATA PELAJARAN IPA TERPADU KELAS 8 SMP NEGERI 55 JAKARTA

Gelombang. Rudi Susanto

DEFINISI Gelombang adalah suatu usikan (gangguan) pada sebuah benda, sehingga benda bergetar dan merambatkan energi.

Gelombang Bunyi. Keterangan: γ = konstanta Laplace R = tetapan umum gas (8,31 J/mol K)

Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Riau Kampus Binawidya Pekanbaru, 28293, Indonesia.

LEMBARAN SOAL. Mata Pelajaran : FISIKA Sat. Pendidikan : SMA/MA Kelas / Program : XII ( DUA BELAS )

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2010

FISIKA. 2 SKS By : Sri Rezeki Candra Nursari

Soal dan Pembahasan Gelombang Bunyi dan Cahaya

2. Tinjauan Pustaka Gelombang Mekanik Longitudinal

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT UJI NDT ULTRASONIC TEST DENGAN METODE MICROCONTROLLER

Analisis Kekuatan Konstruksi Sekat Melintang Kapal Tanker dengan Metode Elemen Hingga

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang

Pengujian Sifat Anechoic untuk Kelayakan Pengukuran Perambatan Bunyi Bawah Air pada Akuarium

BAB II PENGUJIAN-PENGUJIAN PADA MATERIAL

BAB III GROUND PENETRATING RADAR

LAPORAN FISIKA LABORATORIUM OPTOELEKTRONIKA

BAB III ALAT PENGUKUR ALIRAN BERDASARKAN WAKTU TEMPUH GELOMBANG ULTRASONIK. Gelombang ultrasonik adalah salah satu jenis gelombang akustik atau

BAB IV HASIL DAN ANALISA. pengujian komposisi material piston bekas disajikan pada Tabel 4.1. Tabel 4.1 Hasil Uji Komposisi Material Piston Bekas

PROSES PENGUJIAN TIDAK MERUSAK

Pendahuluan. Pengujian dan evaluasi nondestruktif (nondestructive testing / evaluation, NDT/E) terhadap berbagai bahan baku terus berkembang

DASAR TELEKOMUNIKASI. Kholistianingsih, S.T., M.Eng

VOLUME BAHAN TERBUANG SEBAGAI PARAMETER ALTERNATIF UMUR PAHAT

Scientific Echosounders

KAPAL JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN

ANALISA KEKERASAN PADA PISAU BERBAHAN BAJA KARBON MENENGAH HASIL PROSES HARDENING DENGAN MEDIA PENDINGIN YANG BERBEDA

Sistem Transmisi Telekomunikasi. Kuliah 6 Jalur Gelombang Mikro

Amoranto Trisnobudi2, Ellyza Herda3 dan Parangtopo3

- - GETARAN DAN GELOMBANG

ANALISIS KERAPATAN BETON DENGAN MENGGUNAKAN CEPAT RAMBAT DAN TRANSMISSION TIME

DINDING PEREDAM SUARA BERBAHAN DAMEN DAN SERABUT KELAPA

Pengaruh arus pengelasan terhadap kekuatan tarik dan struktur mikro pada material aluminium

STUDI EKSPERIMEN PENGARUH VARIASI DIMENSI CIL DALAM (INTERNAL CHILL) TERHADAP CACAT PENYUSUTAN (SHRINKAGE) PADA PENGECORAN ALUMINIUM 6061

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN ANALISA. Gajah Mada, penulis mendapatkan hasil-hasil terukur dan terbaca dari penelitian

Pengaruh Variasi Komposisi Kimia dan Kecepatan Kemiringan Cetakan Tilt Casting Terhadap Kerentanan Hot Tearing Paduan Al-Si-Cu

1. Jika periode gelombang 2 sekon maka persamaan gelombangnya adalah

Gejala Gelombang. gejala gelombang. Sumber:

Bab 2. Teori Gelombang Elastik. sumber getar ke segala arah dengan sumber getar sebagai pusat, sehingga

KAPAL JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN

PENGARUH FEED RATE TERHADAP STRUKTUR MIKRO, KEKERASAN DAN KEKUATAN BENDING PADA PENGELASAN FRICTION STIR WELDING ALUMINIUM 5052

PENGARUH FEED RATE TERHADAP SIFAT MEKANIK PADA FRICTION STIR WELDING ALUMUNIUM

PENENTUAN KOEFISIEN SERAP BUNYI PAPAN PARTIKEL DARI LIMBAH TONGKOL JAGUNG

DESAIN DAN PEMBUATAN ANTENA LOG PERIODIC DIPOLE ARRAY PADA RENTANG FREKUENSI MHz DENGAN GAIN 8,5 dbi

UNIVERSITAS INDONESIA ANALISIS SINYAL SISTEM UT-NDT SONACT-X UNTUK PENDETEKSIAN KERETAKAN TABUNG CNG SKRIPSI RHYAN EDWIN

STUDI KORELASI KEKERASAN BAJA KARBON RENDAH SS400 DENGAN CEPAT RAMBAT DAN ATENUASI GELOMBANG ULTRASONIK SKRIPSI

Transkripsi:

Analisis Pengaruh Ketebalan Nonconductive Coating Terhadap Pendeteksian Panjang Dan KedalamanRetak PadaFilletJoint Bracket KapalAluminium Menggunakan Pengujian Ultrasonik Akbar Rianiri Bakri 1, Wing Hendroprasetyo Akbar Putra 2 1 Mahasiswa Jurusan Teknik Perkapalan, 2 Staf Pengajar Jurusan Teknik Perkapalan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia e-mail: wing@na.its.ac.id 1 Abstrak Konstruksi kapal yang telah beroperasi seringkali terjadi cacat pada daerah lasnya.cacat yang timbul seperti retak,seringterjadi tanpa disadari padasambungan las yang telah dilapisi cat sebelumnya.retak tersebut dapat diperiksa menggunakan metode Ultrasonic testing tanpa menghilangkan cat yang terdapat pada sambungan las. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketebalan cat tersebut terhadap pendeteksian retak dengan metode Ultrasonic testing padafillet joint di braket kapal aluminium.scanning dilakukan pada face C dari spesimen uji. Pada setiap spesimen diberikan beberapa variasi ketebalan nonconductive coating yaitu 100 mikron, 200 mikron, 250 mikron dan 300 mikron dimana sebelum diberikan variasi ketebalan coating, spesimen terlebih dahulu diberikan retak buatan pada daerah toe las dengan variasi ukuran panjang 70 mm, 30 mm, 20 mm, dan 10 mm, dengan kedalaman 2 mm, 4 mm, 6 mm, dan 8 mm. Setelah itu tiap spesimen dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan metode Ultrasonic testing (UT). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh ketebalan nonconductive coating terhadap pendeteksian panjang dan kedalaman retak, dimana kemampuan pembacaan UT terhadap panjang retak pada spesimen dengan ketebalan nonconductive coating 100 mikron rata-rata sebesar 95,814 %, 200 mikron sebesar 89,510 %, 250 mikron sebesar 87,140 % dan 300 mikron sebesar 85,629 % dari ukuran panjang retak sebenarnya. Sedangkan kemampuan pembacaan UT terhadap kedalaman retak pada spesimen dengan ketebalan nonconductive coating 100 mikron rata-rata sebesar 99,219 %, 200 mikron sebesar 98,167 %, 250 mikron sebesar 97,396 % dan 300 mikron sebesar 96,625 % dari ukuran kedalaman crack sebenarnya. Hal ini disebabkan adanya pelemahan gelombang ultrasonik (atenuasi) pada saat gelombang ultrasonik melewati batas permukaan antara nonconductive coating dengan pelat aluminium yang mempunyai impedansi akustik berbeda maka akan terjadi pemantulan dan pembiasan gelombang ultrasonik. Sebagian energi gelombang ultrasonik juga akan hilang saat gelombang melewati interfaces material. Kata kunci:, Nonconductive coating, Ultrasonic testing. PENDAHULUAN kapal yang telah beroperasi seringkali terjadi cacat pada daerah lasnya. Cacat las pada suatu Kkonstruksi apabila tidak segera dilakukan perbaikan, maka pada area tersebut dapat menimbulkan retak yang diperparah dengan penjalaran retak yang lebih meluas sehingga dapat menyebabkan patah getas sehingga merugikan. Jurnal ini akan membahas mengenai sensitivitas pendeteksian panjang dan kedalaman cacat yang dipengaruhi oleh variasi ketebalan nonconductive coating pada sambungan bracket.untuk itu dalam mendeteksi panjang dan kedalaman cacat yang terjadi pada sambungan las dapat dilakukan dengan menggunakan ultrasonic testing (UT). Prinsip dari pengujian ini adalah merambatkan suara pada material dan memantulkan kembali pada daerah yang terdeteksi adanya retak dan ditampilkan pada layar peratalan Ultrasonic Testing. Untuk mengetahui panjang cacat yang diinginkan maka dilakukan pemeriksaan dengan teknik 6dB drop, sedangkan untuk mengetahui kedalaman cacat dapat digunakan teknik 20dB drop sehingga dalam penelitian ini dapat diketahui efektifitas pemeriksaan ultrasonik tes pada daerah yang telah dilapisi nonconductive coating. I. TINJAUAN PUSTAKA A. Karakteristik Aluminium seri 5083 Aluminium seri 5083 banyak digunakan untuk marine applications[1]. Paduan tempa ini menawarkan kekuatan tertinggi diantara paduan nonheattreable lain karena rata-rata mengandung 4,5 % Mg,0,7 % Mn,dan 0,13 % Cr.[2] Tabel 2.1 Kandungan Aluminium 5083 Komposisi % Al 92,4-95,6 Mg 4-4,9 Mn 0,1-1 Si Max 0,4 Cr 0,05 0,25 Ti Max 0,15 Zn Max 0,25 Cu Max 0,1 Fe Max 0,4 Lainnya masing-masing Max 0,05 Lainnya,total Max 0,15. Aluminium 5083 sendiri memiliki kecepatan rambat gelombang ultrasonik untuk gelombang longitudinal sebesar 6,320 ms -1,sedangkan untuk gelombang transversal sebesar 3,130 ms -1 [3] B. Teori Dasar Gelombang Ultrasonik Pada dasarnya dalam pengujian ultrasonik adalah dengan

2 memasukkan getaran ultrasonik ke dalam spesimen. Spesimen kemudian mengubah getaran tersebut dengan beberapa cara. Hasil perubahannya dideteksi oleh sistem pengujian, dan melalui sebuah indikasi, diperoleh informasi mengenai spesimen [4].Pekerjaan seorang inspector adalah mengaplikasikan sistem ke dalam spesimen dan menginterpretasi hasilnya melalui indikasi yang diperoleh. C. Cepat Rambat (Velocity) Pada dasarnya kecepatan rambat gelombang suara sangat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu kerapatan dan sifat elastis dari material.kecepatan rambat gelombang suara juga dipengaruhi oleh satu faktor minor, yaitu poision ratio [5]. Sehingga, kecepatan rambat suara dari suatu material dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut: V L = Compression wave velocity ( longitudinal wave) E = Young s modulus of elasticity ρ = Material density μ = poisson s ratio V T = Compression wave velocity ( longitudinal wave) E = Young s modulus of elasticity G = Modulus of rigidity or shear modulus ρ = Material density μ = poisson s ratio (1) (2) Sedangkan untuk menghitung prosentase dari energi yang dibiaskan pada interface antara dua material dapat menggunakan formula sebagai berikut: dimana, Z 1 = Acoustic Impedance material 1 Z 2 = Acoustic Impedance material 2 E. Pelemahan (Atenuasi) Enegi suara akan mengalami penyebaran (divergensi) selama merambat dalam media tertentu sehingga intensitas energi pada jarak yang semakin jauh dari sumber gelombang suara (transducer) akan menurun. Penurunan intensitas energi juga terjadi di daerah yang jaraknya semakin jauh dari pusat berkas.pelemahan energi yang terjadi berbeda untuk setiap media, tergantung pada tingkat penyerapan dan hamburan energi suara.[5] Gelombang energi yang merambat dalam suatu media tertentu dapat digambarkan sebagai berkas yang berbentuk kerucut yang terbagi menjadi dua zona. Yaitu, Near (dead) Field dan Far field..[5] Intensitas energi suara pada near field bervariasi secara tidak teratur akibat interaksi gelombang suara di dekat transduser.hal ini mengakibatkan pendeteksian diskontinuitas yang letaknya di dekat permukaan menjadi tidak akurat. Sedangkan di dalam far field, intensitas suara berkurang secara teratur secara terus menerus akibat adanya atenuasi dan beam spread.[6] (4) D. Pembiasan (Reflection) Batas antara satu media dengan media yang lain dinamakan interface. Pada interface, gelombang suara akan diteruskan pada media selanjutnya dan sisanya akan dipantulkan kembali menuju media pertama.[6] Dua perbedaan yang mendasar antara media yang satu dengan yang lain adalah densitas dan elastisitas. Hal inilah yang menentukan seberapa besar energi gelombang suara yang diteruskan menuju interface dan seberapa besar pula energi gelombang suara yang dipantulkan kembali menuju media sebelumnya. Masing-masing media memiliki faktor yang dapat digunakan untuk menghitung pembiasan pada daerah interface[6]. Faktor inilah yang biasa disebut acoustic impedance. Acoustic impedance merupakan hasil kali antara densitas dengan elastisitas sehinggga dalam matematika dapat dituliskan sebagai berikut: Gambar 1.Neardan far Zone. Secara umum besarnya near zone selama merambat didalam material dapat dihitung dengan persamaan berikut : Z = Acoustic Impedance ρ = Material density V = Velocity (3) N = (5) N = Panjang near zone D = Diameter probe λ = Panjang gelombang ultrasonik

3 F. Beam Spreading Bentuk pancaran gelombang di dalam material akan mengalami penyebaran. Semakin jauh perambatan gelombang dari permukaan material maka penyebaran gelombang semakin besar pula. Hal ini akan berdampak pada penurunan intensitas energi suara. Penurunan intensitas energi juga terjadi didaerah yang jaraknya semakin jauh dari pusat berkas suara. Penyebaran gelombang atau Beam sperading utamanya dipengaruhi oleh perubahan plane waves menjadi gelombang silinder. Hal ini tergantung permukaan elemen transduser. Secara umum besarnya penyebaran gelombang selama merambat didalam material dapat dihitung dengan persamaan berikut :[5] Ө = Setengah sudut beam spread λ = Panjang gelombang ultrasonik D = Diameter probe B. Metode Scanning Gambar 2.Material uji. Sesuai dengan panduan pada AWS D1.1/D1.1M Gambar S.8 tahun 2010, maka scanning pada material uji dilakukan pada face Cseperti ditunjukkan pada Gambar berikut : II. METODOLOGI PENELITIAN A. Proses pengerjaan material uji Pada peneiltian ini dilakukan tahapan identifikasi material/bahan pengujian agar dapat dilakukan penelitian dengan penggunaan pemeriksaan nondestructive testingyaitu metode Ultrasonic testing (UT). Pada penelitian ini pemilihan jenis material yang akan dilakukan pemeriksaan yaitu Aluminium Alloy 5083. Material tersebut dilakukan suatu tahapan proses pemeriksaan dengan penggunaan Ultrasonik. Spesimen atau material uji akan dipersiapkan pada penelitian ini berjumlah empatbuah yang dipotong dengan ukuran 300 x 300 x 12 mm sebanyak empat buah serta ukuran 300 x 200 x 12 mm sebanyak empat buah spesimen, dimana masing-masing pelat tersebut akan dilas dengan sambungan fillet joint kemudian diberikan crack (retak) buatan pada daerah toe las dengan ukuran bervariasi. Panjang retaknya yaitu 10 mm, 20 mm, 30 mm, 70 mm, sedangkan kedalaman retaknya yaitu 2 mm, 4 mm, 6 mm, dan 8 mm pada setiap material uji. Setelah material uji tersebut diberikan cacat buatan, maka langkah selanjutnya adalah material uji akan diberikan variasi ketebalan cat yang berbeda pada setiap material yaitu dengan ukuran ketebalan 100 mikron, 200 mikron, 250 mikron, 300 mikron, kemudian dilakukan pemeriksaan pada tiap variasi ketebalan dengan menggunakan metode Ultrasonic testing.berikut adalah gambar material uji yang digunakan : Gambar 3.Metode scanning pada material uji. III. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Analisis pengaruh ketebalan nonconductive coating terhadap pembacaan panjang retak. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan nonconductive terhadap pendeteksian panjang retak pada material uji.berikut data hasil pengujian : Tabel 1. Ketebalan nonconductive coating100 mikron. setelahdi cat 1 70 68,65 98,071 2 30 28,96 96,533 3 20 19,29 96,450 4 10 9,22 92,200 Rata-rata 95,814 ketebalan cat 100 mikron akan menghasilkan rata-rata

4 sebesar 95,814 % dari panjang retak sebenarnya. Tabel 2. Ketebalan nonconductive coating200 mikron. setelah dicat 1 70 67,87 96,957 2 30 27,94 93,133 3 20 17,79 88,950 4 10 7,9 79,000 ketebalan cat 200 mikron akan menghasilkan rata-rata sebesar 89,510 % dari panjang retak sebenarnya. Tabel 3. Ketebalan nonconductive coating 250 mikron. Rata-rata 89,510 setelah dicat 1 70 67,23 96,043 Tabel 4. Ketebalan nonconductive coating 300 mikron. setelah dicat Pada pengujian Ultrasonik dengan kondisi retak dilapisi ketebalan cat 300 mikron akan menghasilkan rata-rata sebesar 85,629% dari panjang retak sebenarnya. Selanjutnya adalah membuat grafik perbandingan antara indikasi dan ukuran retak sebenarnya.grafik perbandingan tersebut dibuat untuk tiap-tiap variasi ketebalan nonconductive coating. Perbandingan panjang retak dengan ketebalan Coating 1 70 66,86 95,514 2 30 27,48 91,600 3 20 16,86 84,300 4 10 7,11 71,100 Rata-rata 85,629 2 30 27,71 92,367 3 20 17,27 86,350 4 10 7,38 73,800 Rata-rata 87,140 Pada pengujian Ultrasonik dengan kondisi retak dilapisi ketebalan cat 250 mikron akan menghasilkan rata-rata sebesar 87,140 % dari panjang retak sebenarnya. Pembaaan 100 99 98 97 96 95 94 93 92 91 90 89 88 87 86 85 84 83 95.814 89.510 87.140 85.629 0 50 100150200250300350 Ketebalan Coating Gambar 4.Grafik hubungan ketebalan nonconductive coating terhadap pembacaan panjang retak menggunakan UT.

5 Dari Gambar 4.dapat diketahui bahwa dengan semakin bertambahnya ketebalan nonconductive coating,maka kemampuan pembacaan panjang retak juga akan semakin berkurang. Hal ini disebabkan adanya pelemahan gelombang ultrasonik (atenuasi) pada saat gelombang ultrasonik melewati batas permukaan antara nonconductive coating dengan pelat aluminium yang mempunyai impedansi akustik berbeda maka akan terjadi pemantulan dan pembiasan gelombang ultrasonik. Sebagian energi gelombang ultrasonik juga akan hilang saat gelombang melewati interfaces material. Untuk aluminium alloy 5083 : Z = 17,64 kgm -2 s -1 Untuk nonconductive coating Z = 3,22 kgm -2 s -1 Maka impedansi akustiknya =( setelahdi cat setelah - ) 2 = 47,78% B. Analisis pengaruh ketebalan nonconductive coating terhadap pembacaan kedalaman retak. 1 8 7.86 98.250 2 6 5.85 97.500 3 4 3.85 96.250 4 2 1.89 94.500 Rata-rata 96,625 1 8 7.97 99.625 2 6 5.97 99.500 3 4 3.95 98.750 4 2 1.98 99.000 Rata-rata 99.219 Analisis ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan nonconductive terhadap pendeteksian panjang retak pada material uji.berikut data hasil pengujian : Tabel 5. Ketebalan nonconductive coating 100 mikron. ketebalan cat 100 mikron akan menghasilkan rata-rata sebesar 99,219% dari kedalaman retak sebenarnya. Tabel 6. Ketebalan nonconductive coating 200 mikron. ketebalan cat 200 mikron akan menghasilkan rata-rata sebesar 98,167 % dari kedalaman retak sebenarnya. Tabel 7. Ketebalan nonconductive coating 250 mikron. setelah 1 8 7.88 98.500 2 6 5.87 97.833 3 4 3.89 97.250 4 2 1.92 96.000 ketebalan cat 250 mikron akan menghasilkan rata-rata sebesar 97,396% dari kedalaman retak sebenarnya. Rata-rata 97,396 Tabel 8. Ketebalan nonconductive coating 300 mikron. setelah 1 8 7.86 98.250 2 6 5.85 97.500 3 4 3.85 96.250 4 2 1.89 94.500 Rata-rata 96,625 ketebalan cat 250 mikron akan menghasilkan rata-rata sebesar 96,625 % dari kedalaman retak sebenarnya. Selanjutnya adalah membuat grafik perbandingan antara indikasi dan ukuran retak sebenarnya.grafik perbandingan tersebut dibuat untuk tiap-tiap variasi ketebalan nonconductive coating.

6 Pembaaan Perbandingan kedalaman Retak dengan Ketebalan Coating 100 99 99 98 98 97 97 96 99.22 98.17 97.40 96.63 0 100 200 300 Ketebalan Coating Gambar 5.Grafik hubungan ketebalan nonconductive coating terhadap pembacaan kedalaman retak menggunakan UT. Dari Gambar 5 dapat diketahui bahwa dengan semakin bertambahnya ketebalan nonconductive coating,maka kemampuan pembacaan kedalaman retak juga akan semakin berkurang. Hal ini disebabkan pelemahan gelombang ultrasonik (atenuasi) pada saat gelombang ultrasonik melewati batas permukaan antara nonconductive coating dengan pelat aluminium yang mempunyai impedansi akustik berbeda maka akan terjadi pemantulan dan pembiasan gelombang ultrasonik. Sebagian energi gelombang ultrasonik juga akan hilang saat gelombang melewati interfaces material. Untuk aluminium alloy 5083 : Z = 17,64 kgm -2 s -1 Untuk nonconductive coating Z = 3,22 kgm -2 s -1 Maka impedansi akustiknya =( ) 2 = 47,78% Near field juga turut mempengaruhi pengurangan kemampuan pembacaan kedalam retak.intensitas energi suara pada near field bervariasi secara tidak teratur akibat interaksi gelombang suara di dekat transduser. Hal ini mengakibatkan pendeteksian diskontinuitas yang letaknya di dekat permukaan menjadi tidak akurat..karena semua retak pada penelitian ini terletak pada near field,maka dapat disimpulkan near field ikut berpengaruh dalam pengurangan kemampuan pembacaan kedalaman retak menggunakan Ultrasonic testing. Dengan menggunakan Persamaan (5), dapat dihitung near field dari probe yang digunakan : N = N = D = 1,204 cm V= 0,313 cms -1 f = 4 Mhz = 4,6 cm = 46 mm IV. KESIMPULAN Setelah melakukan proses pengujian Ultrasonik dan melakukan analisis dari hasil pengujian dengan variasi ketebalan nonconductive coating maka dapat di peroleh kesimpulan:keakuratan pembacaan panjang dan kedalaman retak menggunakan pengujian Ultrasonik akan menurun seiring dengan penambahan ketebalan dari nonconductive coating, dimana kemampuan pembacaan UT terhadap panjang retak pada spesimen dengan ketebalan nonconductive coating 100 mikron rata-rata sebesar 95,814 %, 200 mikron sebesar 89,510 %, 250 mikron sebesar 87,140 % dan 300 mikron sebesar 85,629 % dari ukuran panjang retak sebenarnya. Sedangkan kemampuan pembacaan UT terhadap kedalaman retak pada spesimen dengan ketebalan nonconductive coating 100 mikron rata-rata sebesar 99,219 %, 200 mikron sebesar 98,167 %, 250 mikron sebesar 97,396 % dan 300 mikron sebesar 96,625 % dari ukuran kedalaman crack sebenarnya.hal ini disebabkan adanya pelemahan energi (atenuasi) dan pengaruh dari near field. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis A.R.B mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wing Hendroprasetyo A.P., S.T., M.Eng., Selaku dosen pembimbing sekaligus motivator yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam menyelesaikan penelitian ini.tidak lupa kepada seluruh dosen Jurusan Teknik Perkapalan yang telah memberikan ilmu bagi penulis selama masa perkuliahan. DAFTAR PUSTAKA [1]. Alumatter. Alumatter Inc. Alumatter. [Online] 2010. [Cited: November 21, 2012.] http://www.aluminium.matter.org.uk. [2]. Wiryasumarto.Paduan aluminium. Jakarta : s.n., 2008. [3]. Alcoa. Alcoa Inc. Alumina. [Online] january 3, 2000. [Cited: November 20, 2012.] http://www.alcoa.com. [4]. Berke, Michael.Thickness measurement with. New York : Springer-Verlag, 1992. [5]. Krautkrämer.Ultrasonic testing of materials. New York : Springer-Verlag, 1990. [6]. Hellier, Charles.Handbook of Non destructive Evaluation. New York : MacGrow-Hill companies Inc, 2003.