SUATU BUKTI DARI WEDDERBURN S LITTLE THEOREM

dokumen-dokumen yang mirip
ORDER UNSUR DARI GRUP S 4

GELANGGANG ARTIN. Kata Kunci: Artin ring, prim ideal, maximal ideal, nilradikal.

PENGKONSTRUKSIAN BILANGAN TIDAK KONGRUEN

STRUKTUR ALJABAR: RING

Himpunan Ω-Stabil Sebagai Daerah Faktorisasi Tunggal

0,1,2,3,4. (e) Perhatikan jawabmu pada (a) (d). Tuliskan kembali sifat-sifat yang kamu temukan dalam. 5. a b c d

BEBERAPA SIFAT DARI SUBGRUP FUZZY

IDEAL PRIMA DAN IDEAL MAKSIMAL PADA GELANGGANG POLINOMIAL

INJEKSI TOTAL AJAIB PADA GABUNGAN GRAF K 1,s DAN GRAF mk 3 UNTUK m GENAP

PEMBUKTIAN AUTOMORFISMA PADA GELANGGANG POLINOM MIRING UNTUK PEMBENTUKAN GELANGGANG POLINOM MIRING BERSUSUN. Amir Kamal Amir

TINGKATAN SUBGRUP DARI SUBHIMPUNAN FUZZY

DEKOMPOSISI PRA A*-ALJABAR

SIFAT ARMENDARIZ P A D A BEBERAPA RING GRUP

KONVOLUSI DARI PEUBAH ACAK BINOMIAL NEGATIF

HUBUNGAN DAERAH DEDEKIND DENGAN GELANGGANG HNP

KAITAN SPEKTRUM KETETANGGAAN DARI GRAF SEKAWAN

Volume 9 Nomor 1 Maret 2015

STABILISASI SISTEM DESKRIPTOR LINIER KONTINU

Isomorfisma dari Gelanggang Polinom Miring Kompleks ke Gelanggang Quaternion Riil

SYARAT AGAR SUATU GRAF DIKATAKAN BUKAN GRAF AJAIB TOTAL

HUBUNGAN ANTARA HIMPUNAN KUBIK ASIKLIK DENGAN RECTANGLE

STRUKTUR SEMILATTICE PADA PRA A -ALJABAR

Daerah Ideal Utama Adalah Almost Euclidean

AKAR-AKAR POLINOMIAL SEPARABLE SEBAGAI PEMBENTUK PERLUASAN NORMAL PADA RING MODULO

KEKONVERGENAN BARISAN DI RUANG HILBERT PADA PEMETAAN TIPE-NONSPREADING DAN NONEXPANSIVE

STABILISASI SISTEM DESKRIPTOR DISKRIT LINIER POSITIF

IDEAL PRIMA DAN IDEAL MAKSIMAL PADA GELANGGANG POLINOMIAL PRIME IDEAL AND MAXIMAL IDEAL IN A POLYNOMIAL RING

2 G R U P. 1 Struktur Aljabar Grup Aswad 2013 Blog: aswhat.wordpress.com

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PERSETUJUAN... II HALAMAN PENGESAHAN... III KATA PENGANTAR... IV DAFTAR ISI... V BAB I PENDAHULUAN...

PEMBENTUKAN IDEAL MAKSIMAL GELANGGANG POLINOM MIRING MENGGUNAKAN IDEAL GELANGGANG TUMPUANNYA

STABILISASI SISTEM KONTROL LINIER DENGAN PENEMPATAN NILAI EIGEN

BILANGAN KROMATIK LOKASI UNTUK GRAF K n K m

BATAS ATAS RAINBOW CONNECTION NUMBER PADA GRAF DENGAN KONEKTIVITAS 3

Kriteria Struktur Aljabar Modul Noetherian dan Gelanggang Noetherian

SOLUSI POSITIF DARI SISTEM SINGULAR DISKRIT

Modul Perkalian. Oleh Samsul Arifin Jurusan Matematika FMIPA UGM Sekip Utara Yogyakarta 55281

HIMPUNAN KUBIK ASIKLIK DAN KUBUS DASAR

JURNAL MATEMATIKA DAN KOMPUTER Vol. 4. No. 2, 65-70, Agustus 2001, ISSN : SYARAT PERLU LAPANGAN PEMISAH

PENENTUAN ANGGOTA KELAS RAMSEY MINIMAL UNTUK PASANGAN (2K 2, C 4 )

II. LANDASAN TEORI. Pada bagian ini akan dikaji konsep operasi biner dan ring yang akan digunakan

REALISASI POSITIF STABIL ASIMTOTIK SISTEM LINIER DISKRIT DENGAN POLE KONJUGAT KOMPLEKS

SIFAT-SIFAT DINAMIK DARI MODEL INTERAKSI CINTA DENGAN MEMPERHATIKAN DAYA TARIK PASANGAN

PRA A*-ALJABAR SEBAGAI SEBUAH POSET

BILANGAN KROMATIK LOKASI DARI GRAF ULAT

HIMPUNAN BILANGAN BULAT NON NEGATIF PADA SEMIRING LOKAL DAN SEMIRING FAKTOR. Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Semarang 50275

SYARAT PERLU LAPANGAN PEMISAH. Bambang Irawanto Jurusan Matematika FMIPA UNDIP. Abstact. Keywords : extension fields, elemen algebra

EKSISTENSI TITIK TETAP DARI SUATU TRANSFORMASI LINIER PADA RUANG BANACH

EKSISTENSI DAN KONSTRUKSI GENERALISASI

PELABELAN TOTAL SISI AJAIB PADA GRAF BINTANG

PENENTUAN HARGA OPSI CALL TIPE EROPA MENGGUNAKAN METODE TRINOMIAL

IDEAL DAN SIFAT-SIFATNYA

TOPOLOGI METRIK PARSIAL

Konstruksi Matriks NonNegatif Simetri dengan Spektrum Bilangan Real

TEORI GRUP SUMANANG MUHTAR GOZALI KBK ALJABAR & ANALISIS

MENENTUKAN PERPANGKATAN MATRIKS TANPA MENGGUNAKAN EIGENVALUE

PELABELAN TOTAL AJAIB PADA GABUNGAN GRAF BINTANG DAN BEBERAPA GRAF SEGITIGA

Elvri Teresia br Sembiring adalah Guru Matematika SMA Negeri 1 Berastagi

BILANGAN STRONG RAINBOW CONNECTION UNTUK GRAF RODA DAN GRAF KUBIK

RAINBOW CONNECTION PADA BEBERAPA GRAF

PENGANTAR GRUP. Yus Mochamad Cholily Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang

PENENTUAN SUATU GRUP KUOSIEN FUZZY DARI SUATU GRUP

Pembentukan Ideal Prim Gelanggang Polinom Miring Atas Daerah ( )

REALISASI POSITIF STABIL ASIMTOTIK DARI SISTEM LINIER DISKRIT

APOTEMA: Jurnal Pendidikan Matematika. Volume 2, Nomor 2 Juli 2016 p ISSN BILANGAN SEMPURNA GENAP DAN KEPRIMAAN BI LANGAN MERSENNE

SIFAT-SIFAT PENGEMBANGAN RING ARMENDARIZ DAN RING MCCOY

SUATU KAJIAN TITIK TETAP PEMETAAN k-pseudononspreading SEJATI DI RUANG HILBERT

DEFISIENSI SISI-AJAIB SUPER DARI GRAF KIPAS

Sifat Lapangan pada Bilangan Kompleks

Tujuan Instruksional Umum : Setelah mengikuti pokok bahasan ini mahasiswa dapat mengenal dan mengaplikasikan sifat-sifat Ring Polinom

PENGERTIAN RING. A. Pendahuluan

ALJABAR WEYL, CONTOH GELANGGANG NOETHER DAN PRIM

Teorema Cayley-Hamilton pada Matriks atas Ring Komutatif

KARAKTERISASI GRAF POHON DENGAN BILANGAN KROMATIK LOKASI 3

GRAF AJAIB TOTAL. Kata Kunci: total magic labeling, vertex magic, edge magic

I. PENDAHULUAN. Aljabar dapat didefinisikan sebagai manipulasi dari simbol-simbol. Secara historis

Analisis Real. Johan Matheus Tuwankotta 1. December 3,

BAB III PERLUASAN INTEGRAL

PEMODELAN KELAHIRAN MURNI DAN KEMATIAN MURNI DENGAN DUA JENIS KELAMIN DENGAN PROSES STOKASTIK

Diktat Kuliah. Oleh:

Pengantar Teori Bilangan

KESTABILAN TITIK TETAP MODEL PENULARAN PENYAKIT TIDAK FATAL

RAINBOW CONNECTION PADA GRAF k-connected UNTUK k = 1 ATAU 2

MODEL DINAMIKA CINTA DENGAN MEMPERHATIKAN DAYA TARIK PASANGAN

SYARAT PERLU UNTUK GRAF RAMSEY (2K 2, C n )-MINIMAL

APLIKASI DEKOMPOSISI NILAI SINGULAR PADA KOMPRESI UKURAN FILE GAMBAR

BILANGAN KROMATIK LOKASI UNTUK GRAF K n K m

PELABELAN TOTAL (a, d)-sisi ANTIAJAIB SUPER PADA SUBDIVISI GRAF BINTANG

PERAN TEOREMA COHEN DALAM TEOREMA BASIS HILBERT PADA RING DERET PANGKAT

RUANG TOPOLOGI LEMBUT KABUR

PENURUNAN METODE NICKALLS DAN PENERAPANNYA PADA PENYELESAIAN PERSAMAAN KUBIK

MATHunesa Jurnal Ilmiah Matematika Volume 3 No.6 Tahun 2017 ISSN

BILANGAN RAINBOW CONNECTION UNTUK BEBERAPA GRAF THORN

Buku 1: RPKPS (Rencana Program dan Kegiatan Pembelajaran Semester)

KARAKTERISASI SUATU IDEAL DARI SEMIGRUP IMPLIKATIF

Beberapa Sifat Ideal Bersih-N

II. SISTEM BILANGAN RIIL. Handout Analisis Riil I (PAM 351)

Transkripsi:

Jurnal Matematika UNAND Vol. 1 No. 2 Hal. 66 70 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND SUATU BUKTI DARI WEDDERBURN S LITTLE THEOREM PUTRI ANGGRAYNI Program Studi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas Padang, Kampus UNAND Limau Manis Padang, Indonesia putri.anggrayni@gmail.com Abstrak. Dalam Wedderburn s Little Theorem dinyatakan bahwa setiap gelanggang pembagian yang mempunyai sejumlah berhingga unsur adalah komutatif, sehingga merupakan suatu lapangan. Teorema ini telah dibuktikan oleh banyak orang dengan berbagai ide berbeda. Dalam paper ini akan dikaji suatu bukti yang berdasarkan pada dua fakta mengenai lapangan berhingga. Kata Kunci: Gelanggang pembagian, lapangan berhingga. 1. Pendahuluan Gelanggang merupakan struktur penting dalam aljabar modern. Jika setiap unsur tak-nol dari suatu gelanggang R membentuk grup terhadap operasi perkalian, maka R disebut gelanggang pembagian (division ring). Dengan demikian satu hal yang hilang dari R untuk menjadi suatu lapangan adalah komutatifitas terhadap perkalian. Pada tahun 1905 seorang matematikawan Skotlandia, Joseph H. M. Wedderburn, membuktikan suatu teorema yang dinyatakan sebagai berikut: Setiap gelanggang pembagian berhingga merupakan suatu lapangan. Teorema yang lebih dikenal sebagai Wedderburn s Little Theorem ini telah dibuktikan oleh banyak orang dengan berbagai ide berbeda. Wedderburn sendiri telah memberikan tiga buah bukti dari teorema ini pada 1905, dan bukti lainnya diberikan oleh Leonard E. Dickson pada tahun yang sama. Selanjutnya Emil Artin, Hans Zassenhaus, Nicolas Bourbaki, dan Ernst Will adalah nama-nama terkenal yang juga telah membuktikan teorema ini. Dalam paper ini akan dikaji suatu bukti dari Wedderburn s Little Theorem yang berdasarkan pada dua fakta berikut, sebagaimana yang ditulis dalam [1]: (1) Grup perkalian dari unsur-unsur tak-nol dari suatu lapangan berhingga adalah siklis [2]. (2) Jika F adalah suatu lapangan berhingga dan α 0, β 0 adalah dua buah unsur di F, maka terdapat unsur a dan b di F sedemikian sehingga 1 + αa 2 + βb 2 = 0 [2]. 66

Suatu Bukti dari Wedderburn s Little Theorem 67 2. Wedderburn s Little Theorem pada Gelanggang Pembagian Berhingga Sebelum mengkaji bukti dari Wedderburn s Little Theorem, akan dibuktikan beberapa lema dan akibat berikut. Lema 2.1. [1] Misalkan D adalah suatu gelanggang pembagian dengan karakteristik p > 0, Z(D) = {z D zx = xz, x D} adalah center dari D, dan P adalah lapangan prima dengan p unsur, dimana P termuat di Z(D). Andaikan a D, a / Z(D) sedemikian sehingga a pn = a untuk suatu n > 0, maka terdapat suatu x D sedemikian sehingga 1. xax 1 a, 2. xax 1 P (a), lapangan yang diperoleh dengan menggandengkan a ke P. Bukti. Didefinisikan suatu pemetaan δ a : D D oleh δ a (y) = ya ay untuk semua y D. Karena a algebraic atas P, maka P (a) merupakan suatu lapangan berhingga dan mempunyai p m unsur, untuk suatu bilangan bulat m. Semua unsur P (a) memenuhi u pm = u. Melalui suatu pembuktian yang mudah, diperoleh bahwa δa pm (y) = ya pm a pm y = ya ay = δ a (y) untuk semua y D. Dengan demikian δa pm (y) = δ a (y). Jika λ P (a), maka δ a (λx) = (λx)a a(λx) = λ(xa ax) = λδ a (x), karena λ komutatif dengan a. Dengan demikian pemetaan λi : D D, yang didefinisikan oleh λi(y) = λy, komutatif dengan δ a untuk setiap λ P (a). Karena setiap unsur P (a) memenuhi polinomial u pm u, maka u pm u = (u λ 1 )(u λ 2 ) (u λ p m), dimana λ i adalah p m unsur yang berbeda di P (a). Dengan menggunakan fakta bahwa (λ i I) δ a = δ a (λ i I) untuk semua λ i P (a), maka diperoleh 0 = δ pm a δ a = (δ a λ 1 I) (δ a λ 2 I) (δ a λ p mi) dimana (δ a λi)(x) = δ a (x) λx. Selanjutnya misalkan λ 1 = 0, dan andaikan untuk setiap λ i 0 diperoleh (δ a λ i I) 0, y 0 D; maka [(δ a λ 2 I) (δ a λ p mi)](x) 0, y D, x 0. Namun karena 0 = δa pm δ a = δ a (δ a λ 2 I) (δ a λ p mi) maka diperoleh δ a = 0, sehingga 0 = δ a (y) = ya ay mengakibatkan a Z(D). Hal ini bertentangan dengan hipotesa bahwa a / Z(D). Dengan demikian, terdapat suatu λ 0 di P (a) dan suatu x 0 di D sedemikian sehingga (δ a λi)(x) = 0, yaitu xa ax λx = 0. Karena λ 0, maka xax 1 = a + λ a, dan karena λ P (a), maka xax 1 P (a). Lema di atas memberikan akibat berikut ini. Akibat 2.2. [1] xax 1 = a i a untuk suatu bilangan bulat i. Bukti. Misalkan a berorde s, maka semua akar dari polinomial u s 1 di lapangan P (a) adalah 1, a, a 2,, a s 1. Karena (xax 1 ) s = xa s x 1 = 1, dan karena xax 1 P (a), dengan xax 1 adalah suatu akar dari u s 1 di P (a), maka xax 1 = a i.

68 Putri Anggrayni Lema 2.3. [2] Misalkan D adalah suatu gelanggang pembagian berhingga sedemikian sehingga setiap subgelanggang pembagian sejatinya adalah komutatif. Misalkan a, b D memenuhi ab ba tetapi b t a = ab t, untuk suatu bilangan bulat t, maka b t Z(D). Bukti. Misalkan himpunan N D (b t ) = {x D xb t = b t x}. N D (b t ) merupakan suatu subgelanggang pembagian dari D. Jika N D (b t ) D, maka berdasarkan hipotesa, N D (b t ) adalah komutatif. Namun a, b N D (b t ) dan ab ba; akibatnya N D (b t ) tidak komutatif dan haruslah N D (b t ) = D. Dengan demikian b t Z(D). Lema 2.4. [2] Jika y D sedemikian sehingga y r = 1, maka y = λ i. Bukti. Perhatikan lapangan C(y) = {c D cy = yc} yang merupakan perluasan dari Z(D). Karena r adalah prima, maka unsur-unsur λ 0, λ 1, λ 2,, λ r 1 Z(D) semua berbeda dan memenuhi λ i y = yλ i. Oleh karena itu λ i C(y), i = 0, 1,, r 1. Perhatikan bahwa polinomial p(y) = y r 1 berada di lapangan Z(D) dan λ i C(y), i = 0, 1,, r 1 mengakibatkan p(λ i ) = 0. Karena polinomial p(y) memiliki paling banyak r akar di lapangan C(y), maka jelaslah bahwa y = λ i, i = 0, 1,, r 1. Dengan demikian, y Z(D). Lema 2.5. [3] Misalkan D adalah suatu gelanggang pembagian berhingga dengan char D 2 dan andaikan terdapat a 1, b 1 D sedemikian sehingga 1. a 1 b 1 = b 1 a 1 b 1 a 1 ; 2. a 2 1 = b 2 1 = α 0; 3. terdapat suatu ξ, η Z(D) sedemikian sehingga 1 + ξ 2 αη 2 = 0; maka a 1 + ξb 1 + ηa 1 b 1 = 0. Bukti. Perhatikan bahwa (a 1 + ξb 1 + ηa 1 b 1 ) 2 = a 2 1 + ξ 2 b 2 1 + η 2 a 1 b 1 a 1 b 1 + ξa 1 b 1 + ξb 1 a 1 + ηa 2 1b 1 + ηa 1 b 1 a 1 + ξηb 1 a 1 b 1 + ξηa 1 b 2 1 = α + ξ 2 α + η 2 [a 1 ( a 1 b 1 )b 1 ] = α[1 + ξ 2 αη 2 ] = 0. Karena D adalah suatu gelanggang pembagian, maka a 1 + ξb 1 + ηa 1 b 1 = 0. Berikut adalah hasil utama dari paper ini. Teorema 2.6. [1] Setiap gelanggang pembagian berhingga merupakan suatu lapangan. Bukti. Misalkan D adalah suatu gelanggang pembagian berhingga dan Z(D) adalah center dari D. Jika teorema tidak benar untuk semua gelanggang pembagian berhingga D, maka D dipilih sedemikian sehingga D memiliki orde minimal di antara gelanggang-gelanggang pembagian non-komutatif. Dengan demikian, setiap gelanggang pembagian berhingga dengan orde kurang dari orde D adalah komutatif. Akan ditunjukkan bahwa asumsi mengenai gelanggang D ini akan menuju pada suatu kontradiksi. Setiap unsur taknol di D mempunyai orde berhingga, sehingga beberapa pangkat positif dari unsur-unsur taknol tersebut berada di Z(D). Misalkan w D, maka

Suatu Bukti dari Wedderburn s Little Theorem 69 orde dari w yang relatif ke Z(D) adalah bilangan bulat positif terkecil m(w) sedemikian sehingga w m(w) Z(D). Pilih suatu unsur a D, a / Z(D) yang memiliki orde minimal yang tepat relatif ke Z, dan misalkan orde ini adalah r. Diklaim bahwa r adalah suatu bilangan prima. Berdasarkan Akibat 2, terdapat suatu x D sedemikian sehingga xax 1 = a i a, untuk suatu i Z. Karena r adalah bilangan prima, dengan menggunakan Fermat s Little Theorem [4], diperoleh x r 1 ax (r 1) = a ir 1 = a 1+ru = aa ru = λa dimana λ = a ru Z(D). Dengan demikian, x r 1 a = λax r 1. Karena x / Z(D) dan berdasarkan sifat minimal r, diperoleh x r 1 / Z(D). Hal ini mengakibatkan λ 1. Selanjutnya misalkan b = x r 1 ; dengan demikian bab 1 = λa; akibatnya λ r a r = (λa) r = (bab 1 ) r = ba r b 1 = a r karena a r Z(D). Hal ini mengakibatkan λ r = 1. Karena λ r = 1, maka b r = λ r b r = (λb) r = (a 1 ba) r = a 1 b r a, sehingga ab r = b r a. Karena ab r = b r a dan ab ba maka berdasarkan Lema 3 diperoleh b r Z(D). Grup perkalian dari unsur-unsur tak nol Z(D) adalah siklis dan dibangun oleh suatu unsur γ Z(D). Dengan demikian a r = γ n, b r = γ m, untuk suatu bilangan bulat n dan m. Jika n = kr, dengan k adalah suatu bilangan bulat, maka ( a ) r = 1, γ k sehingga berdasarkan Lema 4 diperoleh a = λ i. Oleh sebab itu a Z(D). Hal ini γ k bertentangan dengan a / Z(D). Dengan demikian r n, dan dengan cara yang sama r m. Selanjutnya misalkan a 1 = a m dan b 1 = b n, maka a r 1 = a rm = γ nm = b rn = b r 1 sehingga diperoleh a r 1 = b r 1 = α Z(D). Kemudian karena ba = λab maka b = λaba 1. Oleh karena itu b n = λ n (aba 1 ) n = λ n ab n a 1, dan b n a = λ n ab n sehingga a = λ n b n ab n. Hal ini mengakibatkan a m = λ mn (b n ab n ) m = λ mn b n a m b n sehingga b n a m = λ mn a m b n. Dengan demikian diperoleh b 1 a 1 = µa 1 b 1, µ = λ mn Z(D). (2.1) Karena λ r = 1 dan r tidak membagi m maupun n, maka µ 1, tetapi µ r = 1. Melalui perhitungan sederhana menggunakan (1), akan diperoleh (b 1 1 a 1) r = µ 1+2+ +(r 1) b r 1 ar 1 = µ r(r 1)/2. Jika r adalah bilangan prima ganjil, maka (b 1 1 a 1) r = 1. Oleh sebab itu, berdasarkan Lema 4, b 1 1 a 1 = λ i Z(D) sehingga a 1 = λ i b 1. Perhatikan bahwa b 1 a 1 = b 1 (λ i b 1 ) = (λ i b 1 )b 1 = a 1 b 1. Hal ini berkontradiksi dengan b 1 a 1 = µa 1 b 1, µ 1. Dengan demikian, teorema terbukti jika r merupakan bilangan prima ganjil. Jika r = 2, maka diperoleh dua unsur a 2 1 = b 2 1 = α Z(D) dan µ = 1, karena µ 2 = 1, µ 1. Dengan demikian b 1 a 1 = a 1 b 1 a 1 b 1 ; sebagai konsekuensi, karakteristik D bukanlah 2. Selanjutnya, karena Z(D) adalah suatu lapangan berhingga dan a 2 1 = b 2 1 = α 0 Z(D), maka terdapat unsur ξ, η Z(D) sedemikian sehingga 1+ξ 2 αη 2 = 0. Berdasarkan Lema 5 diperoleh bahwa a 1 +ξb 1 +ηa 1 b 1 = 0. Namun 0 = a 1 (a 1 + ξb 1 + ηa 1 b 1 ) + (a 1 + ξb 1 + ηa 1 b 1 )a 1 = 2a 2 1 = 2α 0.

70 Putri Anggrayni Karena 0 0 adalah hal yang mustahil, maka kontradiksi ini mengakhiri bukti dari Wedderburn s Little Theorem. 3. Ucapan Terima kasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Admi Nazra, Ibu Lyra Yulianti, Bapak Muhafzan, dan Bapak Ahmad Iqbal Baqi yang telah memberikan masukan dan saran sehingga paper ini dapat diselesaikan dengan baik. Daftar Pustaka [1] Herstein, I. N. 1961. Wedderburn s theorem and a theorem of Jacobson. The American Mathematical Monthly. Vol. 68, No.3, hal. 249-251 [2] Herstein, I. N. 1999. Topics in Algebra. Second Edition. John Wiley and Sons, New York [3] Paley, H. dan P. M. Weichsel. 1966. A First Course in Abstract Algebra. Holt, Rinehalt and Winston Inc, New York [4] Rosen, K. H. 2005. Elementary Number Theory and Its Applications. Fifth Edition. Pearson, Addison Wesley, Boston