1. Introduction to Site Planning SITE PLANNING PROCESS

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV ANALISA TAPAK

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

1.1 MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN

Site Site planning Site condition

BAB III METODE PERANCANGAN. dengan objek perancangan. Kerangka rancangan yang digunakan dalam proses

BELAWAN INTERNATIONAL PORT PASSANGER TERMINAL 2012 BAB I. PENDAHULUAN

PENDAHULUAN. Berbicara tentang tempat tinggal, kota Jakarta menyediakan lahan yang

BAB III METODE PERANCANGAN Ruang Lingkup Penelitian Untuk Rancangan. Penelitian tentang upaya Perancangan Kembali Pasar Karangploso

BAB I PENDAHULUAN. Service), serta media alam sebagai media pembelajaran dan tempat. school melalui penyediaan fasilitas yang mengacu pada aktivitas

PENETAPAN LOKASI PENDATAAN ANALISIS KAWASAN DAN WILAYAH PERENCANAAN PENYUSUNAN KONSEP PENYUSUNAN RENCANA UMUM DAN PANDUAN RANCANGAN

MATA KULIAH PERENCANAAN TAPAK

BAB I PENDAHULUAN 1.7 Latar Belakang

BAB III METODE PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB III METODE PERANCANGAN. ingin dibuat sebelum kita membuatnya, berkali-kali sehingga memungkinkan kita

BAB 3 METODA PERANCANGAN. Lingkup metoda penyusunan rencana Pembangunan Pusat Sains dan Teknologi di

Gambar 3. Peta Orientasi Lokasi Studi

BAB III METODE PERANCANGAN Ruang Lingkup Penelitian Untuk Rancangan

2016 BANDUNG SPORTS CLUB

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

UTARINA KUSMARWATI BAB I PENDAHULUAN

BAB III METODE PERANCANGAN. proses merancang, disertai dengan teori-teori dan data-data yang terkait dengan

1 A p a r t e m e n S i s i n g a m a n g a r a j a S e m a r a n g

KANTOR DINAS KESEHATAN KABUPATEN KUDUS

BAB III METODE PERANCANGAN. perancang dalam mengembangkan ide rancangan. Metode yang digunakan dalam

Halaman Judul... i Abstrak... ii Kata Pengantar... iii Daftar Isi... iv Daftar Gambar... viii Daftar Tabel... x Daftar Diagram...

HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PERNYATAAN ABSTRAK KATA PENGANTAR

BAB 3 METODOLOGI PERANCANGAN

BAB III METODE PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. RUMAH SAKIT UMUM TARUTUNG [Pick the date] 1.8. Latar Belakang. ARSITEKTUR FUNGSIONAL Page 11

RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH DI KABUPATEN SEMARANG BAB I PENDAHULUAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Dalegan di Gresik ini adalah difraksi (kelenturan). Konsep tersebut berawal dari

BAB 3 METODE PERANCANGAN. Metode perancangan yang digunakan dalam perancangan Convention and

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PERANCANGAN ARSITEKTUR dan PERANCANGAN KOTA

BAB I PENDAHULUAN. Bambang Herawan ( ) Universitas Sumatera Utara

BAB IV ANALISIS. 4.1 ANALISIS FUNGSIONAL a) Organisasi Ruang

KAWASAN WISATA BUNGA KOTA BANDUNG

BAB III METODE PERANCANGAN

DAFTAR ISI DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Tujuan Kerangka Pikir Studi...

S K R I P S I & T U G A S A K H I R 6 6

Bab I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang.

BAB III. Metode Perancangan. sarana atau tempat untuk refreshing. Hal ini tidak terlepas dari metode

BAB III METODOLOGI PERANCANGAN. Taman Wisata Budaya dan Seni Madura. Hal ini merupakan rincian dari langkahlangkah

BAB I PENDAHULUAN. I. 1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. 1.2 Pemahaman Judul dan Tema

APARTEMEN HIJAU DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

PENDAHULUAN BAB I. Latar Belakang. Kota Jakarta, ibukota negara sekaligus sebagai pusat ekonomi dan pusat

Universitas Sumatera Utara

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN. a. Aksesibilitas d. View g. Vegetasi

BAB III METODE PERANCANGAN

III. METODOLOGI. Gambar 1 Peta lokasi penelitian

BAB III METODE PERANCANGAN. Ide perancangan ini muncul dikarenakan tidak adanya suatu tempat untuk

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Dukuh Atas Interchange Station BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

Fakultas Teknik Sipil Dan Perencanaan Jurusan Arsitektur

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI LEMBAR JUDUL ± LEMBAR PENGESAHAN ±± LEMBAR PERSEMBAHAN LEMBAR MOTTO ABSTRAKSI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR

Wahana Wisata Biota Akuatik BAB I PENDAHULUAN

BAB III METODE PERANCANGAN

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER PROGRAM STUDI ARSITEKTUR ARC 205

BAB III METODOLOGI PERANCANGAN

BAB III METODOLOGI PERANCANGAN. Metode yang digunakan dalam perancangan Malang Wedding Center adalah

1. Pola-pola Kegiatan Perkotaan 2. Pola-pola Kegiatan Setempat 3. Pengangkutan dan Sirkulasi

Desa Mandiri Berbasis Ecovillage

BAB III METODOLOGI PERANCANGAN

BAB 3 METODOLOGI PERANCANGAN. Dalam kajian perancangan ini berisi tentang penjelasan dari proses atau

STUDIO TUGAS AKHIR BAB I PENDAHULUAN

Wedding Mall di Semarang 1 BAB I PENDAHULUAN

BAB III METODE PERANCANGAN. Pengembangan Seni Rupa Kontemporer di Kota Malang ini menggunakan

Bab I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

METODOLOGI. Lokasi dan Waktu. Keterangan Jl. KH. Rd. Abdullah Bin Nuh. Jl. H. Soleh Iskandar

BAB III METODE PERANCANGAN. Ide perancangan muncul setelah melihat potensi kebudayaan di Madura

PERANCANGAN ULANG JALUR HIJAU JALAN BARAT-TIMUR KOTA BARU BANDAR KEMAYORAN. Oleh: Syahroji A

Pokok Bahasan Analisis Program, Tapak dan Lingkungan. Subject Matter Expert Ir. Irina Mildawani, MT. Agus Suparman, ST., MT.

BAB III. Metode Perancangan. Perancangan sentra industri batu marmer di Kabupaten Tulungagung

Asrama Mahasiswa UNDIP Mohammad Iqbal Hilmi L2B09060

BANDUNG EXHIBITION HALL STUDIO PERANCANGAN TUGAS AKHIR TEMA : BANGUNAN BENTANG LEBAR. Hall A sifatnya publik dipakai untuk event pameran indor

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB III METODE PERANCANGAN. kualitatif, analisis kualitatif adalah analisis dengan cara mengembangkan,

Universitas Sumatera Utara

METODOLOGI Waktu dan Tempat

9/16/2013 BAHAN & WAKTU PRAKTIKUM BAHAN & WAKTU PRAKTIKUM PENGERTIAN LANSKAP PRAKTIKUM 1 PENGENALAN ARSITEKTUR LANSKAP

BAB III METODE PERANCANGAN. teori-teori dan data-data yang di dapat dari studi literatur maupun studi lapangan, sehingga dari

Scanned by CamScanner

BAB I PENDAHULUAN. A. JUDUL Terminal Bus Tipe A di Surakarta, dengan penekanan pada tampilan arsitektur modern.

BAB I PENDAHULUAN ROSE MILLIA LESTARI

BAB III METODE PERANCANGAN. kualitatif, karena penelitian ini bertujuan membuat deskripsi, gambaran atau

Gambar 2 Peta lokasi studi

Pengembangan Stasiun Kereta Api Pemalang di Kabupaten Pemalang BAB I PENDAHULUAN. commit to user

PEDOMAN PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN (Permen PU 06/2007)

BAB III METODE PERANCANGAN. pengumpulan data, analisis, dan proses sintesis atau konsep perancangan.

Transkripsi:

SITE PLANNING PROCESS

CONTENT 1. Proses Teknis Perencanaan Tapak 2. Perumusan Tujuan Program Pengembangan 3. Pemilihan Tapak 4. Analisis Tapak 5. Komponen Kegiatan/Program 6. Kebutuhan Ruang 7. Hubungan Fungsional 8. Standar kebutuhan dan ruang 9. Jaringan sistem Page 2

OBJECTIVES 1. dapat menguraikan prosedur perencanaan tapak dalam bentuk diagram 2. mampu menjelaskan 5 faktor yang dipertimbangkan dalam perumusan program pengembangan tapak 3. dapat menguraikan dengan ringkas 11 kriteria pemilihan tapak yang dikemukakan Gruen 4. mampu menjelaskan pengertian dan komponen analisis tapak 5. dapat menguraikan komponen dan lingkup keluaran analisis tapak Page 3

6. mampu menjelaskan dengan ringkas 2 pendekatan dan 4 pertimbangan dalam perumusan komponen kegiatan/program 7. mampu menjelaskan 4 pertimbangan untuk merumuskan kebutuhan ruang 8. mampu mengenal 6 jenis standar kebutuhan ruang 9. mengerti pemakaian metoda Alexander untuk merumuskan komponen kegiatan/syarat desain 10. mengerti proses penyusunan hubungan fungsional 11. mampu menjabarkan hubungan fungsional kegiatan ke dalam bentuk jaringan sistem Page 4

1. SITE PLANNING PROCESS Acuan Pengembangan: Jenis Kegiatan Visi dan Misi Lokasi Program Tapak Standar Kebutuhan Penetapan Komponen PENGEMBANGAN PROGRAM Syarat Antar- Komponen Standar Ruang Hubungan Fungsional Kebutuhan Ruang Konsep-Konsep Rencana Jaringan Sistem PENYUSUNAN KONSEP RENCANA Struktur Ruang Alt. Konsep Rencana Tapak Penyesuaian Program dan Tapak Dll. PERSIAPAN Pemilihan Tapak Analisis Tapak PEMILIHAN DAN ANALISIS TAPAK Lahan Layak Bangun Evaluasi Konsep Konsep Rencana Terpilih Rencana Tapak: Tata Letak Tata Massa Prasarana Lanskap PENYSUNAN RENCANA TAPAK Pematangan Lahan dan Konstruksi Penghitungan Biaya Pembangunan KONSTRUKSI PEMBIAYAAN Page 5

2. FORMULATION of SITE DEVELOPMENT Fungsi utama yang akan dikembangkan Visi, misi, tema pengembangan Lokasi Program pengembangan tapak: Komponen dan jenis kegiatan Jumlah/unit, luasan, intensitas dll Page 6

3. SITE SELECTION Tujuan : Memilih kualitas tapak yang cocok untuk: 1. jenis dan besaran/luasan tertentu dari suatu kegiatan berdasarkan pertimbangan ekonomi yang dihasilkan analisis (pasar) 2. Kesesuaian dengan konstruksi program Source: Shopping Towns USA: the Planning of Shopping Centers, Victor Gruen & Larry Smith) Page 7

Alternatif : 1. memilih tapak yang layak pada suatu lokasi yang ditentukan 2. tapak sudah ditentukan berdasarkan kepemilikan lahan 3. tapak sudah disediakan dalam rencana yang lebih makro Page 8

Kriteria pemilihan tapak 1. Lokasi 2. Penguasan/pembebas an lahan 3. Peruntukan 4. Ukuran 5. Bentuk 6. Kesatuan 7. Karakteristik fisik 8. Karakteristik fisik 9. Jalan dan aksesibilitas 10. Ketampakan (visibility) 11. Guna lahan Page 9

1. Lokasi: paling sesuai dengan hasil survey ekonomi (dari sudut pandang bisnis) 2. Penguasaan/pembebasan lahan: mudah dikuasai/dikendalikan; pembebasannya harus mudah dari alternatif site : ada yang lebih menguntungkan sehingga murah Pertimbangan ekonomi: pertimbangan fisik dari ekonomi 3. Biaya: biaya lahan harus sebanding dengan keseluruhan biaya --- pertimbangan ekonomi (reasonable cost) Page 10

4. Peruntukan: - harus sesuai dengan program; atau memungkinkan untuk rezoning (mengubah peruntukan) - zona komersial lebih mahal 5. Ukuran: ukuran tapak harus mampu menampung konstruksi fasilitas, termasuk pengembangan awal + fasilitas pendukung + perluasan 6. Bentuk: bentuk tapak harus rasional, menguntungkan bagi perencana Page 11

l p & l tidak sebanding p useless untuk struktur/transport tidak beraturan, tidak bisa dimanfaatkan (layak) biarpun luasnya cukup mungkin bermanfaat bagi arsitek yang imajinatif terpisah oleh jalan = 3 site Page 12

Row jalan, tegangan tinggi, saluran, dan lain-lain. 7. Kesatuan: tapak harus satu kesatuan, tidak terbagi oleh jalan, saluran dan lain-lain yang dapat memisahkan pembangunan Row jalan, tegangan tinggi, saluran, dan lain-lain. 8. Karakteristik fisik: karakter fisik lahan menguntungkan perencanaan, biaya pematangan dan konstruksi yang reasonable. Kemiringan curam; di atas/bawah jalan: perlu inconventional planning Page 13

- gampang kalau cut = fill - tambahan biaya - fill dari tempat lain tetap tidak bisa dipakai - biasanya harga murah diikuti dengan ongkos pematangan tinggi -> sama dengan harga tinggi tanpa pematangan split level untung rugi Page 14

9. Jalan dan aksesibiltas: Jaringan jalan sekitar & akses jalan harus bisa maksimal manfaat bagi usaha yang direncanakan. Jika kapasitas jalan tidak dapat menampung tambahan lalu lintas: apakah pemerintah akan/siap/dapat meningkatkan kapasitas Double-deck jalan? apakah developer diijinkan membangun sendiri (tambahan $). kalau 1 & 2 negatif, kegiatan dikurangi, atau pindah lokasi perpindahan akses dari jalan ke tapak harus mudah/smooth Double-deck hanya atap yang kelihatan dari jalan Page 15 unallwaclive

10. Ketampakan: struktur di tapak harus bisa tampak dari jalur dan jalan sekitar. hanya slope yang kelihatan strukture existing menutupi tapak (billboard, structure, ect.) Page 16

11. Guna lahan: Guna lahan sekitar harus sesuai/compatible dengan program, tidak ada penyaring dan dapat memperkaya karakter tapak. 11 syarat tudak mudah dipenuhi: Contoh dengan pembobotan : lokasi : 50 (keadaan sekitar: penduduk, traffic, transport) Ukuran : 15 (size) Fisik : 25 (bentuk, one piece, akses, pemotongan, utiliti, visibility, LU sekitar) Kemudahan: 10 (biaya pembebasan) Page 17

4. SITE ANALYSIS Proses pemahaman kualitas tapak dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi karakter tapak, maksud pada tiap faktor, dan kategori faktor dalam perancangan Fungsi/tujuan: Menyesuaikan tapak dengan program Memelihara lingkungan alami Orientasi: Terhadap tujuan Terhadap tapak Pandangan: Ahli teknik Petani/ahli pertanian Pengembang/kontraktor Page 18

Page 19

FAKTOR-FAKTOR Air Fisiografis Orientasi Vegetasi View Iklim, dsb ALAM BUATAN Lokasi Budaya Prasarana Fasilitas Bangunan Jalan Page 20

MAKSUD 1. Melayani keperluan fungsional manusia 2. Melayani keperluan rekreatif 3. Menjaga proses alam (lingkungan fisik/biologis) 1. Potensi tapak: dapat digunakan sebaik mungkin (sumber-sumber, view, dll 2. Persoalan tapak: yang diperhatikan, vulnerable, perlu upgrading/ improvement 3. Fitur tapak: keistimewaan yang khas, menyenangkan, harus dilindungi KATEGORI 4. Tanda bahaya: harus dihindari pematangan mahal Page 21

SCOPE of SITE ANALYSIS Garis besar analisis: Lokasi (eksternal) Atas permukaan tanah Permukaan tanah Bawah permukaan Unsur analisis: 1. Lokasi 2. Lingkungan 3. Ukuran dan peruntukan 4. Status lahan dan peraturan 5. Fisik dasar 6. Fisik binaan 7. Sirkulasi 8. Prasarana 9. Indra (sensory) 10. Penduduk dan budaya 11. iklim Page 22

TAUTAN LINGKUNGAN Page 23

ANALISIS TAPAK UKURAN & WILAYAH Page 24

KEISTIMEWAAN ALAMI & BUATAN Page 25

ANALISIS TAPAK SIRKULASI Page 26

ANALISIS TAPAK PANCAINDERA Page 27

ANALISIS TAPAK PANCAINDERA MANUSIA & BUDAYA UTILITAS Page 28

ANALISIS TAPAK IKLIM Page 29

CONTOH KONDISI Pola Jaringan Jalan Page 30

KONDISI MASSA BANGUNAN Bangunan Tepi Sungai di Siak Sri Indrapura Page 31

CONTOH PEMETAAN PERSOALAN Page 32

CONTOH PERSOALAN/KENDALA Persoalan Kota Siak Sri Indrapura Page 33

CONTOH POTENSI Pengembangan Wisata Kota Siak Page 34

References: White, Edward T. Analisis Tapak: Pembuatan Diagram Informasi bagi Perancangan Arsitektur. 1985 Page 35