BAB 2 LANDASAN TEORI

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III METODE PENELITIAN. Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah SMK GOTONG ROYONG

BAB III METODE PENELITIAN. suatu penelitian. Adapun yang menjadi objek penelitian ini adalah prestasi belajar

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah asosiatif karena penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. No Unit Kerja Jumlah Karyawan. 1 Haurpugur 8. 2 Cipaku Cicalengka Cibereum 7.

BAB2 LANDASAN TEORI. 2.1 Analisis Jalur

BAB 3 METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan asosiatif. Menurut Nazir

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini, jenis penelitiannya bersifat asosiatif. Dengan penelitian asosiatif

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III METODE PENELITIAN. Tipe penelitian dalam penelitian ini adalah tipe penelitian yang bersifat explanatory research.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. adalah Seluruh Karyawan pada PT. Aditama Graha Lestari. hubungan yang bersifat sebab akibat dimana variabel independen

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory research. Jenis penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN. bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan antar variabel, dan jika ada

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. yang juga dibahas dalam bab ini antara lain definisi operasional variabel, teknik

III. METODE PENELITIAN. tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2006:2). Metode penelitian yang digunakan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian ini merupakan penelitian yang mengambil sampel dari

BAB III METODE PENELITIAN. ialah penelitian deskriptif asosiatif. Melalui penelitian asosiatif, dapat diketahui

BAB III DESAIN PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Universitas Mercu Buana Jakarta, hal tersebut

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Diagram Alir Berikut ini merupakan diagram alur penelitian yang digunakan dalam penelitian ini.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Desain penelitian mengenai jenis penelitian, metode penelitian, unit

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang mempengaruhi dan variabel terikat yaitu variabel yang dipengaruhi. Variabel

BAB II: TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

BAB III METODE PENELITIAN 3.1. VARIABEL PENELITIAN DAN DEFINISI OPERASIONAL

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. fenomena tertentu serta menganalisis hubungan-hubungan antara suatu variabel

C. Teknik Pengambilan Sampel dan Populasi

BAB III METODE PENELITIAN. Tabungan Negara Syariah Cabang Malang yang berada di jalan Bandung No. 40

BAB III METODELOGI PENELITIAN. juga terdapat data-data yang berasal dari pihak Solo Grand Mall dan

III. METODE PENELITIAN. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, karena

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk penelitian asosiatif, yaitu penelitian yang bertujuan

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

III. METODE PENELITIAN. petunjuk terhadap variabel-variabel yang akan diteliti untuk memperoleh dan

BAB IV METODE PENELITIAN. hubungan hubungan antar variabel yang disusun sedemikian rupa sehingga hasil

BAB III METODE PENELITIAN. metode penelitian yang ilmiah pula, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif jenis korelasional, menggunakan

III. METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X semester ganjil SMA Negeri 15

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. penelitian dilakukan dan diukur dalam satuan tahun. responden dan diukur dalam satuan tahun.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian, yaitu sesuatu yang merupakan inti dari problematika penelitian. Dalam

METODE PENELITIAN. Korelasional adalah suatu alat statistik, yang dapat digunakan untuk. menentukan tingkat hubungan antara variabel-variabel ini.

BAB III METODE PENELITIAN. sampel tertentu, teknik pengambilan sampel biasanya dilakukan dengan cara random,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2007) dalam penelitian ini, jenis penelitian yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. variabel penelitian yaitu variabel motivasi belajar mahasiswa dan Fungsi Multimedia

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III METODE PENELITIAN. yang berbentuk sebab akibat (Sugiyono, 2012:297).

BAB III METODE PENELITIAN. tentang manajemen sumber daya manusia dan perilaku organisasi yang relevan

C. Definisi dan Operasionalisasi Variabel BAB III METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat Penelitian

III. METODE PENELITIAN. Definisi operasional mencakup semua pengertian yang digunakan untuk

BAB 2 LANDASAN TEORI Analisis Jalur

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian survei dengan

BAB III METODE PENELITIAN

horizon penelitian ini yaitu cross sectional, di mana informasi yang didapat hanya

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian. Jenis pendekatan yang peneliti gunakan adalah jenis pendekatan analisis

BAB III METODE PENELITIAN. yang akan digunakan sehingga akan mempermudah langkah-langkah penelitian.

Kelurahan Bendan Duwur terdapat 40 pertanyaan yang masing-masing. pertanyaan memiliki empat alternatif jawaban, yaitu:

BAB 3 METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif.

Bab 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Hos Cokroaminoto Ruko Grogol C2, Pekalongan. Alasan dipilihnya toko

BAB III METODE PENELITIAN. Tabel 3. 1 Tabel Desain Penelitian. T-1 Asosiatif Individual-Pelanggan. T-2 Asosiatif Individual-Pelanggan

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. korelasional dengan pendekatan ex post facto dan survey. Metode asosiatif

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODELOGI PENELITIAN. Metode riset yang akan dipakai adalah metode asosiatif pendekatan studi kasus yang

METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bandar

Transkripsi:

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Prestasi (Nilai) Matematika Nilai matematika dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa yang telah diberi nilai atau bobot. Penilaian hasil belajar merupakan kegiatan atau cara yang ditujukan untuk mengetahui tercapainya atau tidaknya tujuan pembelajaran dan juga proses pembelajaran yang telah dilakukan. Ada beberapa jenis penilaian yang dilakukan oleh Guru untuk melihat hasil belajar siswa diantaranya adalah Penilaian formatif, penilaian sumatif, penilaian diagnostik, penilaian selektif, dan penilaian penempatan. Penilaian formatif adalah penilaian yang dilaksanakan pada akhir program belajar-mengajar untuk melihat tingkat keberhasilan proses belajar mengajar itu sendiri. Penilaian sumatif adalah penilaian yang dilaksanakan pada akhir unit program, yaitu akhir catur wulan, akhir semester, dan akhir tahun. Tujuannya adalah untuk melihat hasil yang dicapai oleh para siswa, yakni seberapa jauh tujuan-tujuan kurikuler dikuasai oleh para siswa. (Nana Sudjana,1989.hal:5). 2.2. Variasi Gaya Mengajar Guru Peningkatan kualitas siswa merupakan upaya panjang yang menuntut ketekunan dan kesadaran semua pihak. Sekolah merupakan salah satu wadah yang dibentuk dalam peningkatan kualiatas siswa tersebut, dimana guru merupakan pelaku utama dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, untuk itu seorang guru dituntut untuk memiliki kemampuan dalam mengajar agar proses belajar mengajar dapat berjalan efektif dan efisien. Pada umumnya kegagalan siswa mencerna materi yang diberikan guru disebabkan oleh ketidaksesuaian gaya mengajar guru dengan gaya belajar siswa.

Sebaliknya, apabila gaya mengajar guru sesuai dengan gaya belajar siswa, maka akan terasa sangat mudah dan menyenangkan. Pembelajaran yang berhasil haruslah dalam suasana yang menyenangkan dan menggembirakan. Jika gaya mengajar sama saja digunakan selama satu semester, tentu akan membosankan murid. Namun biasanya guru kurang memperdulikan rasa bosan murid tersebut. Hal inilah yang hendak diatasi dengan jalan mengadakan variasi-variasi. Mengadakan variasai merupakan keterampilan yang harus dikuasai guru dalam pembelajaran, untuk mengatasi kebosanan peserta didik, agar selalu antusias, tekun, dan penuh partisipiasi. Variasi dalam pembelajaran adalah perubahan dalam proses kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan minat belajar peserta didik, serta mengurangi kejenuhan dan kebosanan. 2.3. Minat Belajar Istilah minat bukan hal lain yang sering kita dengar. Minat itu sering diartikan sebagai keinginan untuk melakukan sesuatu. Belajar tidak akan pernah tercapai bila tidak didasari dengan minat dari dalam diri seseorang, karena minat merupakan faktor utama dari segala aktivitas dalam penciptaan belajar. Meskipun faktor-faktor lain seperti motivasi, perhatian orang tua, kondisi ekonomi yang memadai, dan sebagainya yang mendukung seseorang untuk belajar, namun bila tidak didasari minat dari dalam diri sendiri maka belajar tidak akan pernah terjadi. Apabila minat sudah muncul, maka usaha untuk mempelajari sesuatu akan besar pula. Jadi minat sangat erat hubungannya dengan belajar, belajar tanpa minat akan terasa menjemukan, dalam kenyataannya tidak semua minat belajar siswa didorong oleh faktor minatnya sendiri, ada yang mengembangkan minatnya terhadap materi pelajaran dikarenakan pengaruh dari gurunya, temannya, orang tuanya. Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab sekolah untuk menyediakan situasi dan kondisi yang bisa merangsang minat siswa terhadap belajar.

Minat belajar sangat besar pengaruhnya terhadap aktivitas belajar. Siswa yang memiliki minat belajar akan mau belajar dengan sungguh-sungguh tanpa adanya paksaan ataupun suruhan dari orang lain karena adanya daya tarik bagi dirinya sendiri. 2.4. Motivasi Belajar Motivasi merupakan suara hati manusia untuk mendorong semangat dalam melakukan sesuatu guna memperoleh kesuksesan. Motivasi yang kuat dapat membuat seseorang sanggup bekerja ekstra keras agar yang diinginkannya tercapai. Menurut Tu u, motif adalah dorongan yang membuat seseorang berbuat sesuatu. Motif selalu mendasari dan mempengaruhi setiap usaha serta kegiatan seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam belajar bila siswa mempunyai motif yang baik dan kuat, hal itu akan memperbesar usaha dan kegiatannya mencapai prestasi yang tinggi. Siswa yang kehilangan motivasi dalam belajar akan memberi dampak yang kurang baik terhadap prestasi belajarnya. Menurut Syah, motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dengan adanya motivasi baik instrinsik maupun ekstrinsik siswa dapat mempunyai daya gerak untuk belajar sehingga dapat memiliki prestasi yang lebih baik. Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan kekuatan yang menjadi pendorong baik dari dalam maupun dari luar diri individu dalam melakukan sesuatu untuk memperoleh keberhasilan. Siswa yang tidak mempunyai motivasi pada sekolah pilihannya cenderung tidak menyenangi materi pelajaran dan kesulitan untuk menguasai mata pelajaran yang diberikan, sehingga prestasinya rendah. 2.5. Pengertian Metode Belajar

Strategi belajar dan metode belajar merupakan dua konsep yang berbeda, tetapi ada saling keterkaitan satu sama lain. Metode belajar lebih bersifat teknis, menunjuk kepada cara-cara belajar, siswa bersifat pasif, dalam pelaksanaannya memerlukan taktik belajar dengan memperhatikan situasi dan kondisi yang dihadapi secara isidental. Konsep metode belajar relatif lebih sempit daripada strategi belajar karena pada dasarnya belum terkandung unsur tujuan belajar, urutan kegiatan belajar, dan penunjang belajar. Strategi belajar adalah suatu keseluruhan proses belajar yang menitikberatkan keaktifan siswa secara kreatif dan terencana untuk mencapai tujuan dan sasaran tertentu. Dari definisi tersebut, dapat dilihat bahwa dalam strategi belajar terkandung komponen-komponen tujuan belajar, materi yang dipelajari, kegiatan-kegiatan belajar, unsur-unsur penunjang, siapa, kapan, dan dimana belajar dilaksanakan serta penilaian belajar. Tiap strategi belajar secara berjenjang memilki aspek-aspek konseptual teoritis, desain perencanaan, metode belajar, media bantu, teknik dan taktik belajar serta latihan-latihan yang relevan yang diperlukan. Strategi belajar maupun metode belajar sangat diperlukan untuk menciptakan proses belajar siswa yang efektif dan juga bagaimana guru mengajar secara efektif. 2.6. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidak validnya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan kueioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Dalam uji validitas dapat dihitung dengan bantuan SPSS ( Statistical product and service solutions) atau dapat dihitung dengan teknik korelasi Product Moment yaitu dengan rumus sebagai berikut. r = N X 1 X 2 ( X 1 )( X 2 ) (N X 1 2 ( X 1 ) 2 (N X 2 2 ( X 2 ) 2 Dengan : r = Koefisien Korelasi

N = Jumlah Responden X 1 X 2 = Skor Pertanyaan X 1 = skor total Jika nilai r hitung lebih besar dari r tabel maka kuesioner dinyatakan valid. 2.7. Uji Reliabilitas Reabilitas (kepercayaan) menunjuk pada pengertian apakah sebuah instrumen dapat mengukur sesuatu yang diukur secara konsisten dari waktu ke waktu.uji reabilitas dapat dilakukan dengan mengggunakan koefisien Alpha Cronbach. Adapun rumus dari Alpha Cronbach adalah : k 2 σ 2 r = 1 σ k k 1 Dengan : r : Koefisien reabilitas yang dicari k : Jumlah Butir Pertanyaan (soal) 2 σ k σ 2 : Varians butir-butir pertanyaan (soal) ke - k : Varians skor tes Untuk mencari varians butir digunakan rumus sebagai berikut : σ 2 k = X k 2 ( 2 X k) N N Dengan : X k : jumlah skor jawaban subjek untuk pertanyaan ke k N : Jumlah soal Dengan bantuan SPSS perhitungan uji reabilitas dapat dilihat dari Cronbach s Alpha if item deleted, dan jika nilai Cronbach s Alpha >0,60 maka tiap butir soan dinyatakan reliabel. 2.8. Analisis Jalur (Path Analysis)

Aspek teoritis analisis jalur model Sewall tidak ada hal baru, analisis regresi klasik dapat digunakan sehingga asumsi-asumsi regresi klasik terikat pada analisis jalur tersebut. Tujuan analisis jalur adalah apakah model yang diusulkan cocok tidak dengan data, yaitu dengan cara membandingkan matriks korelasi teoritis dengan matriks korelasi empiris. Jika kedua matriks relatif sama, maka model dikatakan "cocok" atau fit. Secara formal pengujian ini menggunakan koefisien multipel determinasi umum. Dalam analisis jalur yang distandarkan korelasi dapat dipecah kedalam komponen-komponen struktural (kausal) dan nonstruktural (nonkausal) didasarkan teori yang dinyatakan dalam diagram jalur. 2.8.1. Diagram Jalur Pada diagram jalur digunakan dua macam anak panah, yaitu : anak panah satu arah yang menyatakan pengaruh langsung dari sebuah variabel eksogen [variabel penyebab (X)] terhadap sebuah variabel endogen [variabel akibat (Y)], misalnya: X 1 Y dan anak panah dua arah yang menyatakan hubungan korelasional antara variabel eksogen, misalnya : X 1 X 2. 2.8.2. Pengujian Analisis Jalur Langkah-langkah menguji analisis jalur sebagai berikut : 1. Merumuskan hipotesis dan persamaan struktural. Struktur : Y = ρ YX1 X 1 + ρ YX2 X 2 + ρ Yε1 2. Menghitung koefisien jalur yang didasarkan pada koefisien regresi a. Gambarkan diagram jalur lengkap, tentukan sub-sub strukturnya dan rumuskan persamaan strukturalnya yang sesuai hipotesis yang diajukan Hipotesis : Naik turunya variabel endogen (Y) dipengaruhi secara signifikan oleh variabel eksogen (X 1 dan X 2 ).

Contoh diagram jalur yang melibatkan kaitan korelatif : ε X 1 ρ 31 ρ 3ε r 12 X 3 X 2 ρ 32 Gambar 2.1 Diagram Jalur yang korelatif X 1 dan X 2 merupakan dua buah variabel eksogen yang satu dengan yang lainnya mempunyai kaitan korelatif. Secara bersama-sama X 1 dan X 2 mempengaruhi X 3. Rumus korelasi PPM (sederhana) sebagai berikut : r xy = n ( XY) ( X).( Y) {n. X 2 ( X) 2 }.{n. Y 2 ( Y) 2 b. Menghitung matriks korelasi antar variabel 1 r x 1 x 2 r x1 x 3 r x1 x 4 R = r x2 x 1 1 r x2 x 3 r x2 x 4 r x3 x 1 r x3 x 2 1 r x3 x 4 r x4 x 1 r x4 x 2 r x4 x 3. 1 c. Menghitung koefisien regresi untuk struktur yang telah dirumuskan. Hitung koefisien regresi untuk struktur yang telah dirumuskan : Persamaan regresi berganda : Y = a + b 1 X 1 + b 2 X 2 + ε Model regresinya : Y = β 1 X 1 + β 2 X 2 + ε... (1) Dalam analisis jalur kita hanya menggunakan X baik sebagai variabel eksogen maupun endogen, untuk itu variabel Y diganti menjadi X 3, sehingga model regresi di atas menjadi : X 3 = β 1 X 1 + β 2 X 2 + ε... (2) Jika semua data pengamatan ditransformasi ke dalam angka baku, artinya Z kl = x kl - x s maka model (2) menjadi l l. (3)

X 3 = ρ 31 X 1 + ρ 32 X 2 + ε...(4) Dimana ρx 3 x 1 dan ρx 3 x 2 adalah koefisien-koefisien jalur yaitu sama dengan koefisien-koefisien regresi untuk variabel yang dibakukan. Persamaan (4) disebut Persamaan Struktural. 3. Menghitung koefisien jalur secara simultan (keseluruhan) Uji secara keseluruhan hipotesis statistik dirumuskan sebagai berikut : H O = tidak ada hubungan linear antara masing-masing variabel bebas dengan variabel terikatnya. H 1 = ada hubungan linear antara masing-masing variabel bebas dengan variabel terikatnya. Kaidah pengujian signifikansi secara manual dengan menggunakan Tabel F Keterangan : n = jumlah sampel k = jumlah variable eksogen F = (n k 1)R 2 yxk 2 k 1 R yxk 2 R yxk = R square Jika F hitung > F tabel, maka tolak H 0 artinya signifikan, dan F hitung F tabel, maka terima H 0 artinya tidak signifikan dengan taraf signifikan (α) = 0,05. Kaidah pengujian signifikansi dengan Program SPSS a) Jika nilai probabilitas 0,05 lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau [0,05 Sig], maka H 0 diterima dan H 1 ditolak, artinya tidak signifikan. b) Jika nilai probabilitas 0,05 lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau [0,05 Sig], maka H 0 ditolak dan H 1 diterima, artinya signifikan. 4. Menghitung koefisien jalur secara individu Hipotesis penelitian yang akan diuji dirumuskan menjadi hipotesis statistik berikut : H 0 : ρ YXk 0; Artinya, tidak terdapat pengaruh variabel eksogen terhadap variabel endogen.

H 1 : ρ YXk = 0; Artinya, terdapat pengaruh variabel eksogen terhadap variabel endogen. Secara individual uji statistik yang digunakan adalah uji t yang dihitung dengan rumus sebagai berikut : t ρ k= k ;dk=n k 1 seρ k Selanjutnya untuk mengetahui signifikansi analisis jalur bandingkan antara nilai probabilitas 0,05 dengan nilai probabilitas Sig dengan dasar pengambilan keputusan sebagai berikut : a. Jika nilai probabilitas 0,05 lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau [0,05 Sig ], maka H 0 diterima dan H 1 ditolak, artinya tidak signifikan. b. Jika nilai probabilitas 0,05 lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau [0,05 Sig], maka H 0 ditolak dan H 1 diterima, artinya signifikan. 5. Menghitung besarnya pengaruh variabel eksogen dengan variabel endogen. Menghitung besarnya pengaruh langsung, pengaruh tidak langsung serta pengaruh total variabel eksogen terhadap variabel endogen secara parsial, dapat dirumuskan sebagai berikut : a. Besarnya pengaruh langsung variabel eksogen terhadap variabel endogen = ρ YXk X ρ YXk ; k = 1,2,3, b. Besarnya pengaruh tidak langsung variabel eksogen terhadap variabel endogen = ρ YXk X r Xk X l X ρ YXl ; k = 1,2,3, l = 1,2,3, c. Besarnya pengaruh total variabel eksogen terhadap variabel endogen adalah penjumlah besarnya pengaruh langsung dengan besarnya pengaruh tidak langsung = [ρ YXk X ρ YXk ] + [ρ YXk X r Xk X l X ρ YXl ] 2.8.3. Koefisien Determinasi Koefisien determinasi (Goodness of it ) dinotasikan dengan R 2. Nilai koefisien determinasi R 2 ini mencerminkan seberapa besar variasi dari variabel tak bebas Y diterangkan oleh variabel bebas X, atau dengan kata lain seberapa besar X

memberikan kontribusi terhadap Y. jika koefiien R 2 = 0, berarti variasi dari variabel tak bebas Y tidak dapat diterangkan oleh variabel bebas X. Dan bila R 2 = 1, maka semua titik berada tepat pada garis regresi. Dengan demikian baik atau buruknya suatu persamaan regresi ditentukan oleh R 2 nya. R 2 ditentukan oleh rumus: r YX1 r YX2 R 2 Y(X 1, X 2, X 3,, X k ) = ρ YX1 ρ YX2 ρ YX3 ρ YXk x r YX3 r YXk