PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

dokumen-dokumen yang mirip
PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

Daftar Isi. Neraca Konsolidasi Laporan Laba Rugi Konsolidasi Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi... 5

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SIANTAR TOP Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2007 DAN 2006 (TIDAK DIAUDIT)

PT. AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

PT. AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian...4-5

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT. INTANWIJAYA INTERNASIONAL, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2009 DAN 2008

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SURYA TOTO INDONESIA Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 Juni 2010 dan 2009 ( Dalam Rupiah )

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT SIANTAR TOP Tbk. LAPORAN KEUANGAN INTERIM UNTUK TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2009 DAN 2008 (TIDAK DIAUDIT)

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

Catatan 31 Maret Maret 2010

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2010 DAN 2009 (MATA UANG INDONESIA)

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

JUMLAH ASET LANCAR

PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT ANEKA KEMASINDO UTAMA Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2009 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2008 (MATA UANG INDONESIA)

PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Per 30 Juni 2010 dan 2009

Daftar Isi. Neraca Laporan Laba Rugi Laporan Perubahan Ekuitas Laporan Arus Kas Catatan Atas Laporan Keuangan...

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk LAPORAN KEUANGAN

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. pada tanggal 16 Januari 1985 berdasarkan akta notaris Ridwan Suselo, S.H., No. 27.

PT TEMPO SCAN PACIFIC Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 Maret 2010 dan 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

Laporan Keuangan - Pada tanggal 31 Desember 2008 dan untuk periode sejak 8 April 2008 (tanggal efektif) sampai dengan 31 Desember 2008

PT HARTADINATA ABADI, Tbk LAPORAN KEUANGAN. Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2017 dan 2016

PT HARTADINATA ABADI, Tbk LAPORAN KEUANGAN. Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2017 dan 2016

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT Yanaprima Hastapersada Tbk. Laporan Keuangan (tidak diaudit) 30 Juni 2010 Dengan Angka Perbandingan Periode 2009 (Mata Uang Rupiah Indonesia)

PT. TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT ALLBOND MAKMUR USAHA

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT Yanaprima Hastapersada Tbk. Laporan Keuangan (tidak diaudit) 30 September 2010 Dengan Angka Perbandingan Periode 2009 (Mata Uang Rupiah Indonesia)

30 Juni 31 Desember

PT DANASUPRA ERAPACIFIC Tbk. LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2012 DAN 2011

PT RISTIA BINTANG MAHKOTASEJATI Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN

Persediaan Uang muka pembelian mesin dan lainnya

P.T. SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 30 JUNI 2008 DAN 2007

BAB III GAMBARAN UMUM ATAS PT MMS. Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan

PT JAYA REAL PROPERTY TBK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN Per 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010 (Dalam Ribuan Rupiah) 31 Desember 2010

PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI PT INDO EVERGREEN. UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2011 dan 2010

PT Dynaplast Tbk. dan Anak Perusahaan

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2011 DAN 2010 (MATA UANG INDONESIA)

PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA

Neraca Konsolidasi dengan Informasi Tambahan Konsolidasi Neraca Induk Perusahaan

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT GOLDEN RETAILINDO Tbk

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT. Ekadharma International Tbk. & Entitas Anak

PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI. Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

1,111,984, ,724,096 Persediaan 12 8,546,596, f, ,137, ,402,286 2h, 9 3,134,250,000 24,564,101,900

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan

PT ASTRA GRAPHIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN. Catatan 2009*) Kas dan setara kas 2d,

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA)

P.T. KEDAUNG INDAH CAN Tbk

Laporan Keuangan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2005 dan PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk.

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1 3. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 4-5. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 6-7

PT CLIPAN FINANCE INDONESIA Tbk LAPORAN KEUANGAN. 30 September 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (tidak diaudit)

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

P.T. EKADHARMA INTERNATIONAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

PT RODA VIVATEX Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK LAPORAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 31 MARET 2013 DAN 2012

PT. TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT GOLDEN RETAILINDO Tbk

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk


PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk

PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk

AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2c,2e,4, Penyertaan sementara 2c,2f,

PT. TRIWIRA INSANLESTARI Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

MEMBACA LAPORAN KEUANGAN

30 September 31 Desember Catatan

PT ASTRA GRAPHIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN. Catatan 2009*) Kas dan setara kas 2d,

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk. NERACA 30 JUNI 2002 DAN 2001 ( Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Nilai Nominal per Saham ) KEWAJIBAN DAN EKUITAS

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR

Transkripsi:

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2010 (DENGAN ANGKA PERBANDINGAN UNTUK TAHUN 2009) (MATA UANG INDONESIA)

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2010 (DENGAN ANGKA PERBANDINGAN UNTUK TAHUN 2009) Daftar Isi Halaman Neraca Konsolidasi... 1-2 Laporan Laba Rugi Konsolidasi... 3 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi... 4 Laporan Arus Kas Konsolidasi... 5 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi... 6-36

NERACA KONSOLIDASI Catatan ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 2,3,23 86.430.195.376 95.716.426.400 Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp 2.756.463.719 2,4,10 123.426.252.521 105.018.565.294 Piutang lain-lain - pihak ketiga 2,5 7.943.761.290 8.360.109.530 Pajak dibayar di muka 2,13 199.428.489 198.810.489 Persediaan 2,7,10 47.108.146.426 43.315.742.289 Biaya dibayar di muka 2 6.218.179.614 5.111.370.155 Uang muka pemasok dan lainnya 8 6.579.494.086 6.213.753.084 JUMLAH ASET LANCAR 277.905.457.802 263.934.777.241 ASET TIDAK LANCAR Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 74.291.621.699 pada tahun 2010 (Rp 67.180.120.092 pada tahun 2009) 2,9 64.998.202.306 59.818.171.711 Properti investasi 2,9 17.406.861.377 17.406.861.377 Aset pajak tangguhan - bersih 2,13 1.875.245.328 2.231.489.730 Uang jaminan Pihak ketiga 56.589.749 63.730.270 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2,6 1.237.332.263 1.386.559.785 Lain-lain 983.680.000 983.680.000 JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 86.557.911.023 81.890.492.873 JUMLAH ASET 364.463.368.825 345.825.270.114 1

NERACA KONSOLIDASI (lanjutan) KEWAJIBAN DAN EKUITAS Catatan KEWAJIBAN LANCAR Hutang bank jangka pendek 4,7,10 3.574.966.724 4.609.954.157 Hutang usaha 2,11 16.461.574.643 15.232.236.567 Hutang lain-lain 2,12 4.075.038.950 5.782.976.590 Hutang pajak 2,13 3.169.589.638 3.097.706.082 Hutang dividen 266.889.273 260.857.338 Hutang sewa pembiayaan yang jatuh tempo dalam satu tahun 2,9 307.889.607 331.824.226 JUMLAH KEWAJIBAN LANCAR 27.855.948.835 29.315.554.960 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Hutang sewa pembiayaan - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 2,9 1.455.449.565 1.129.801.855 Kewajiban pajak tangguhan - bersih 2,13-275.099.014 Kewajiban imbalan kerja 2,14 9.393.124.137 8.644.827.217 JUMLAH KEWAJIBAN TIDAK LANCAR 10.848.573.702 10.049.728.086 JUMLAH KEWAJIBAN 38.704.522.537 39.365.283.046 HAK MINORITAS ATAS ASET BERSIH ANAK PERUSAHAAN 2 12.000.000 12.000.000 EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp125 per saham Modal dasar - 800.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh - 428.000.000 saham 15 53.500.000.000 53.500.000.000 Tambahan modal disetor - agio saham 1,16 56.700.000.000 56.700.000.000 Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali 2 10.000.000 10.000.000 Akumulasi selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 2 26.755.542.736 24.442.101.327 Saldo laba Telah ditentukan penggunaannya 5.444.684.672 3.343.000.000 Belum ditentukan penggunaannya 183.336.618.880 168.452.885.741 JUMLAH EKUITAS 325.746.846.288 306.447.987.068 JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 364.463.368.825 345.825.270.114 2

LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI Untuk Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Catatan PENJUALAN BERSIH 2,18 252.410.384.802 242.380.463.814 BEBAN POKOK PENJUALAN 2,19 111.489.666.967 107.363.703.547 LABA KOTOR 140.920.717.835 135.016.760.267 BEBAN USAHA 2,6,20 Penjualan 93.896.663.147 87.982.111.052 Umum dan administrasi 23.978.986.556 22.722.761.751 Jumlah Beban Usaha 117.875.649.703 110.704.872.803 LABA USAHA 23.045.068.132 24.311.887.464 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Laba (rugi) selisih kurs - bersih 2 (2.624.748.766) (8.369.184.495) Penghasilan bunga 1.870.683.517 3.516.576.077 Laba atas penjualan aset tetap 2,9 359.795.991 908.190.909 Beban program pengembangan Perusahaan 2,21 (1.958.878.151) (1.112.977.329) Beban imbalan kerja karyawan 2,14 (2.153.444.853) (2.319.626.219) Beban bunga (621.281.653) (812.906.731) Lain-lain - bersih 24.071.000 478.903.563 Penghasilan (Beban) Lain-lain - Bersih (5.103.802.915) (7.711.024.225) LABA SEBELUM MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN 17.941.265.217 16.600.863.239 MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN 2,13 Kini 4.913.556.636 4.076.828.497 Tangguhan (163.257.679 ) (495.400.427) Bersih 4.750.298.957 3.581.428.070 LABA BERSIH 13.190.966.260 13.019.435.169. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR 22 31 30. 3

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI Untuk Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Selisih Nilai Transaksi Akumulasi Saldo Laba Restrukturisasi Selisih Kurs Modal Ditempatkan Tambahan Modal Entitas Karena Penjabaran Telah ditentukan Belum ditentukan Catatan dan Disetor Penuh Disetor-Agio Saham Sepengendali Laporan Keuangan Penggunaannya Penggunaannya Jumlah Ekuitas Saldo 1 Januari 2009 53.500.000.000 56.700.000.000 10.000.000 29.063.630.853 1.113.000.000 163.236.010.572 303.622.641.425 Laba bersih tahun 2009 - - - - - 13.019.435.169 13.019.435.169 Dividen Kas - - - - - (5.572.560.000) (5.572.560.000) Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 2 - - - (4.621.529.526 ) - - (4.621.529.526) Pembentukan cadangan 17 - - - - 2.230.000.000 (2.230.000.000) - Saldo 30 September 2009 53.500.000.000 56.700.000.000 10.000.000 24.442.101.327 3.343.000.000 168.452.885.741 306.447.987.068 Saldo 1 Januari 2010 53.500.000.000 56.700.000.000 10.000.000 26.409.112.558 3.343.000.000 176.450.297.292 316.412.409.850 Laba bersih - - - - - 13.190.966.260 13.190.966.260 Dividen kas - - - - - (4.202.960.000) (4.202.960.000) Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 2 - - - 346.430.178 - - 346.430.178 Pembentukan cadangan 17 - - - - 2.101.684.672 (2.101.684.672 ) - Saldo 53.500.000.000 56.700.000.000 10.000.000 26.755.542.736 5.444.684.672 183.336.618.880 325.746.846.288 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 4

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI Untuk Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Catatan ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan 257.163.903.141 242.112.152.339 Pembayaran kas kepada pemasok, karyawan dan beban operasi lainnya (245.655.771.031) (232.648.934.899) Kas diperoleh dari aktivitas operasi 11.508.132.110 9.463.217.440 Pembayaran untuk: Pajak (8.238.451.210) (9.817.367.603) Beban bunga (621.281.653) (812.906.731) Penerimaan dari penghasilan bunga 1.870.683.517 3.516.576.077 Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 4.519.082.764 2.349.519.183 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Hasil penjualan aset tetap 9 637.606.724 908.190.909 Perolehan aset tetap (5.767.606.032) (8.153.701.271) Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (5.129.999.308) (7.245.510.362) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Sewa pembiayaan 351.676.816 1.085.026.056 Pembayaran pinjaman bank jangka pendek bersih (31.985.300) 826.141.952 Pembayaran dividen kas (4.202.960.000) (5.572.560.000) Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (3.883.268.484) (3.661.391.992) KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS (4.494.185.028) (8.557.383.171) KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 3 90.924.380.404 104.273.809.571 KAS DAN SETARA KAS 30 SEPTEMBER 3 86.430.195.376 95.716.426.400 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 5

1. UMUM Pendirian Perusahaan PT Mustika Ratu Tbk ( Perusahaan ) didirikan berdasarkan akta No. 35 pada tanggal 14 Maret 1978 oleh Notaris G.H.S. Loemban Tobing, S.H. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/188/15 tanggal 22 Desember 1978 dan diumumkan dalam Berita Negara No. 8 tanggal 25 Januari 1980, Tambahan No. 45. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta No. 136 pada tanggal 17 Juli 2008 oleh Notaris Soetjipto, S.H.M.Kn, mengenai penyesuaian anggaran dasar Perusahaan dengan Undang - Undang Perseroan Terbatas No. 40 tahun 2007. Perubahan tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-09469.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 27 Maret 2009. Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi pabrikasi, perdagangan dan distribusi jamu dan kosmetik tradisional serta minuman sehat, dan kegiatan usaha lain yang berkaitan. Perusahaan berdomisili di Jalan Gatot Subroto, Jakarta dan pabrik berlokasi di Jalan Raya Bogor KM. 26,4 Ciracas, Jakarta Timur. Perusahaan memulai kegiatan komersial pada tahun 1978. Penawaran Umum Saham Perusahaan Perusahaan memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif atas Pernyataan Pendaftaran Emisi Saham No. S-874/PM/95 pada tanggal 28 Juni 1995 dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) atas Pendaftaran Perusahaan sebagai Perusahaan Publik. Perusahaan menawarkan 27 juta lembar saham kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp 500 per saham dengan harga penawaran Rp 2.600 per saham melalui bursa efek di Indonesia. Kelebihan harga jual saham atas nilai nominal saham telah dibukukan sebagai agio saham (Catatan 16). Perusahaan memperoleh persetujuan untuk mencatatkan seluruh sahamnya sebanyak 107.000.000 lembar saham di Bursa Efek Jakarta tanggal 27 Juli 1995 berdasarkan Surat Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. S-376/BEJ.1.2/VII/1995 pada tanggal 24 Juli 1995. Pada tahun 2002 Perusahaan melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan nilai nominal lama Rp 500 per lembar saham menjadi nilai nominal baru sebesar Rp 125 per lembar saham. Pemecahan nilai nominal saham tersebut telah diumumkan oleh PT Bursa Efek Jakarta melalui surat No. PENG-453/BEJ.EEM/08-2002 tanggal 1 Agustus 2002. Jumlah saham beredar setelah dilakukan pemecahan nilai nominal menjadi sebesar 428.000.000 lembar saham. 6

1. UMUM (lanjutan) Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham yang diaktakan dengan akta No. 163 tanggal 17 Juli 2008 oleh Notaris Sutjipto, S.H.M.Kn., susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal (2009) adalah sebagai berikut: Presiden Komisaris : Haryo Tedjo Baskoro, MBA Presiden Komisaris : Haryo Tedjo Baskoro, MBA Komisaris Independen : Prof. DR. F. G. Winarno Komisaris Independen : Prof. DR. F. G. Winarno Komisaris : Darodjatun Sanusi, MBA Komisaris : Darodjatun Sanusi, MBA Presiden Direktur : DR. B.R.A. Mooryati Soedibyo Presiden Direktur : DR.B.R.A. Mooryati Soedibyo Wakil Presiden Direktur : Putri Kuswisnuwardani, MBA Wakil Presiden Direktur : Putri Kuswisnuwardani, MBA Direktur : Dewi Nur Handayani, BBA Direktur : Dewi Nur Handayani, BBA Arman S. Tjitrosoebono, MBA Arman S. Tjitrosoebono, MBA Zulfikar Lukman, MBA Jumlah gaji dan tunjangan lain yang diperoleh Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dan Anak Perusahaan adalah sebesar Rp 5.875.800.360 pada tahun 2010 (Rp 4.433.806.740 pada tahun 2009). Pada tanggal (2009), Perusahaan dan Anak Perusahaan masing-masing memiliki 2.418 (2.507) karyawan (tidak diaudit). 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) serta Peraturan dan Pedoman Penyajian Laporan Keuangan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Laporan keuangan konsolidasi disusun berdasarkan basis akrual dengan menggunakan konsep biaya historis (historical cost), kecuali persediaan yang dinyatakan sebesar nilai yang terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value) dan aset tetap Anak Perusahaan luar negeri yang telah dinilai kembali. Laporan arus kas konsolidasi mencerminkan penerimaan dan pembayaran kas dan setara kas dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Laporan arus kas dari aktivitas operasi disusun dengan menggunakan metode langsung. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasi adalah Rupiah. 7

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Prinsip-prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Anak-anak Perusahaan dengan persentase pemilikan lebih dari 50%, baik dimiliki secara langsung maupun tidak langsung adalah sebagai berikut: Persentase Tahun Mulai Pemilikan (%) Jumlah Aset Beroperasi Secara Kegiatan Usaha Domisili Komersial PT Mustika Ratubuana Distribusi dan International perdagangan Jakarta 1992 99,90 99,90 159.839.335.022 150.091.890.677 PT Mustika Ratu Distribusi dan (M) Sdn. Bhd. perdagangan Malaysia 1993 100,00 100,00 35.737.714.545 32.337.908.976 PT Mustika Ratu Properties (M) Penyewaan Sdn. Bhd. properti Malaysia 1997 100,00 100,00 14.154.132.047 14.407.586.998 PT Mustika International Distribusi dan Laboratories * perdagangan Jakarta 1997 99,90 99,90 4.000.000 4.000.000 PT Paras Cantik Distribusi dan Kenanga perdagangan Jakarta 2006 99,80 99,80 1.468.039.800 1.509.043.759 * Tidak aktif beroperasi PT Mustika Ratubuana International (MRBI) saat ini memiliki cabang-cabang yang berlokasi di Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya. Untuk tujuan konsolidasi, akun-akun PT Mustika Ratu (M) Sdn. Bhd., dan PT Mustika Ratu Properties (M) Sdn. Bhd., Anak Perusahaan yang berkedudukan di Malaysia, dikonversikan ke mata uang rupiah dengan dasar sebagai berikut: Akun-akun neraca Akun-akun laba rugi - kurs tengah pada tanggal neraca - kurs rata-rata bulanan pada tahun yang bersangkutan Selisih kurs karena penjabaran akun-akun neraca dan laba rugi dilaporkan secara terpisah pada komponen ekuitas dalam akun Akumulasi Selisih Kurs Karena Penjabaran Laporan Keuangan pada neraca konsolidasi. Semua saldo akun dan transaksi yang signifikan antar perusahaan telah dieliminasi. Bagian proporsional dari pemegang saham minoritas pada Anak Perusahaan disajikan sebagai Hak Minoritas atas Aset Bersih Anak Perusahaan pada neraca konsolidasi. Setara kas Deposito berjangka yang akan jatuh tempo dalam waktu tiga (3) bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya yang tidak dibatasi penggunaannya serta tidak dijaminkan atas hutang, diklasifikasikan sebagai Setara Kas. 8

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Investasi Investasi pada surat berharga diperdagangkan disajikan sebesar nilai wajar. Laba atau rugi yang belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan nilai wajar surat berharga dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi konsolidasi tahun berjalan. Transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa Perusahaan dan Anak Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No. 7 tentang Pengungkapan Pihakpihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa. Semua transaksi material dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan atau yang tidak dilakukan berdasarkan persyaratan dan kondisi normal sebagaimana yang dilakukan dengan pihak ketiga, telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasi. Penyisihan piutang ragu-ragu Penyisihan piutang ragu-ragu ditetapkan berdasarkan penelaahan terhadap kolektibilitas piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun. Persediaan Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan dinyatakan berdasarkan metode masuk pertama keluar pertama (FIFO). Penyisihan persediaan usang ditetapkan untuk menurunkan nilai tercatat persediaan ke nilai realisasi bersihnya berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir tahun. Biaya dibayar di muka Biaya dibayar di muka dibebankan sesuai masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method). Aset tetap Perusahaan menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2007), Aset Tetap. Perusahaan memilih model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset tetapnya. Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai aset. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut: 9

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Aset tetap (lanjutan) Tahun Sewa tanah jangka panjang 99 Bangunan dan prasarana 20/50 Mesin dan peralatan pabrik 10 Peralatan dan perabot kantor 2-5 Kendaraan 5 Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan direview setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif. Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya. Biaya penggantian komponen suatu aset dan biaya inspeksi yang signifikan diakui dalam jumlah tercatat aset jika memenuhi kriteria untuk diakui sebagai bagian dari aset. Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, biaya perolehan serta akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi dibukukan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan. Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar harga perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi biaya perolehan aset dalam penyelesaian akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan. Sesuai dengan PSAK No. 47 tentang Akuntansi Tanah, perolehan tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan. Biaya perpanjangan hak pemilikan tanah ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang periode hak atas tanah atau umur ekonomis tanah. Sesuai dengan PSAK No. 48 tentang Penurunan Nilai Aset, nilai aset ditelaah untuk setiap penurunan dan kemungkinan penghapusan aset ke nilai wajar jika terjadi peristiwa atau perubahan keadaan yang menunjukkan bahwa nilai tercatat tidak dapat diperoleh kembali. Properti investasi Properti investasi adalah properti berupa tanah yang dimiliki Perusahaan untuk kenaikan nilai. Tanah investasi diukur sebesar nilai perolehan dan tidak disusutkan. Sewa Perusahaan menerapkan PSAK No. 30 (Revisi 2007), Sewa. Berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi 2007) klasifikasi sewa didasarkan pada sejauh mana risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewaan berada pada lessor atau lessee, dan pada substansi transaksi dan bukan pada bentuk kontraknya. 10

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Sewa (lanjutan) Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Pada awal masa sewa, lessee mengakui sewa pembiayaan sebagai aset dan kewajiban dalam neraca sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa minimum harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan kewajiban. Beban keuangan harus dialokasikan ke setiap periode selama masa sewa sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo kewajiban. Jumlah yang dapat disusutkan dari aset sewaan dialokasikan ke setiap periode akuntansi selama perkiraan masa penggunaan dengan dasar yang sistematis dan konsisten dengan kebijakan penyusutan aset yang dimiliki. Jika tidak terdapat kepastian yang memadai bahwa lessee akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa, maka aset sewaan disusutkan selama periode yang lebih pendek antara masa sewa dan umur manfaat aset sewaan. Pengakuan pendapatan dan beban Pendapatan dari penjualan lokal diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan. Pendapatan dari penjualan ekspor diakui sesuai dengan persyaratan pengiriman. Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis). Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku terakhir dari Bank Indonesia pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan. Kurs yang digunakan pada tanggal (2009), adalah sebagai berikut: Dolar Amerika Serikat 8.924,00 9.681,00 Ringgit Malaysia 2.891,78 2.781,50 Dolar Singapura 6.774,48 6.841,23 Kurs tersebut dihitung berdasarkan rata-rata kurs beli dan kurs jual uang kertas asing dan/atau kurs transaksi terakhir dari Bank Indonesia untuk tahun berjalan. 11

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali Sesuai dengan PSAK No.38 tentang Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali, tidak ada pengakuan laba atau rugi atas pengalihan aset, saham, atau instrumen kepemilikan lainnya antar entitas sepengendali. Selisih nilai pengalihan dengan nilai buku sehubungan dengan transaksi antar entitas sepengendali bukan merupakan goodwill dan selisih ini disajikan sebagai bagian dari ekuitas. Pajak penghasilan Beban pajak kini disajikan berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak tahun berjalan. Aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui berdasarkan perbedaan temporer antara dasar pelaporan komersial dan dasar pajak atas aset dan kewajiban pada masing-masing tanggal pelaporan. Manfaat pajak masa yang akan datang, seperti akumulasi rugi fiskal yang belum digunakan diakui sejauh terdapat cukup kemungkinan atas realisasi dari manfaat pajak tersebut. Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Perubahan nilai tercatat aset dan kewajiban pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi tahun berjalan, kecuali untuk transakasi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas. Perubahan atas kewajiban pajak dicatat ketika hasil pemeriksaan diterima atau hasil dari keberatan ditetapkan dalam hal pengajuan keberatan oleh Perusahaan atau Anak Perusahaan. Imbalan kerja Perusahaan dan Anak Perusahaan mencatat imbalan kerja berdasarkan Undang-undang No. 13 tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003 ( UU No. 13 ). Berdasarkan PSAK No. 24 (Revisi 2004 Imbalan Kerja ), biaya imbalan kerja dihitung berdasarkan UU No. 13 dengan menggunakan metode perhitungan aktuarial projected unit credit. Keuntungan atau kerugian aktuarial diakui sebagai penghasilan atau beban apabila akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial bersih yang belum diakui untuk masing-masing program pada akhir tahun pelaporan sebelumnya melebihi jumlah 10% dari kewajiban imbalan pasti pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian aktuarial ini diakui selama rata-rata sisa masa kerja karyawan dengan menggunakan metode garis lurus. Biaya jasa lalu yang timbul akibat pengenalan program imbalan pasti atau perubahan kewajiban imbalan kerja dari program sebelumnya harus diamortisasi sampai imbalan kerja tersebut telah menjadi hak karyawan. 12

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Pelaporan segmen Perusahaan dan Anak Perusahaan bergerak dalam bidang pabrikasi, perdagangan dan distribusi jamu dan kosmetik tradisional serta minuman sehat dan kegiatan usaha lain yang berkaitan. Sesuai dengan struktur organisasi dan struktur manajemen serta sistem pelaporan internal Perusahaan dan Anak Perusahaan, pelaporan segmen primer atas informasi keuangan disajikan berdasarkan segmen usaha karena risiko dan imbalan sangat dipengaruhi oleh jenis kegiatan usaha yang berbeda. Pelaporan segmen sekunder ditentukan berdasarkan lokasi geografis dari kegiatan usaha Perusahaan dan Anak Perusahaan. Informasi keuangan atas pelaporan segmen berdasarkan PSAK No. 5 (Revisi 2000) disajikan dalam Catatan 24. Laba bersih per saham dasar Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih tahun berjalan dengan jumlah ratarata tertimbang saham yang beredar selama tahun yang bersangkutan. Pada tanggal (2009), jumlah rata-rata tertimbang saham adalah sebesar 428.000.000 lembar saham. Penggunaan estimasi Penyusunan laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi nilai yang dilaporkan. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang melekat dalam pembuatan estimasi, maka realisasi yang akan terjadi dapat berbeda dengan estimasi yang telah dilaporkan sebelumnya. 3. KAS DAN SETARA KAS Kas Rupiah 724.353.146 1.163.892.893 Ringgit Malaysia 17.292.873 15.798.920 Dolar Amerika Serikat - 544.680 741.646.019 1.180.236.493 13

3. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) Bank Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 11.579.865.329 23.301.161.693 PT Bank CIMB Niaga Tbk 1.595.776.641 1.412.410.089 PT Bank Central Asia Tbk 24.464.633 96.784.480 PT Bank Pan Indonesia Tbk 10.921.959 2.197.663 Dolar Amerika Serikat Standard Chartered Bank 1.393.244.151 1.604.382.420 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 393.954.353 922.802.891 Ringgit Malaysia RHB Bank, Malaysia 135.138.374 867.902.183 Maybank Malaysia - 378.198.970 15.133.365.440 28.585.840.389 Deposito berjangka Rupiah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 10.700.000.000 3.000.000.000 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 100.000.000 3.100.000.000 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 7.100.000.000 5.100.000.000 PT Bank CIMB Niaga Tbk 9.000.000.000 - PT Bank Danamon Tbk 4.750.000.000 1.000.000.000 PT Bank Pan Indonesia Tbk 3.000.000.000 - Dolar Amerika Serikat American Express Bank Ltd, Singapura 35.905.183.917 48.792.658.109 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - 4.957.691.409 70.555.183.917 65.950.349.518 Jumlah 86.430.195.376 95.716.426.400 Tingkat suku bunga per tahun adalah sebagai berikut: Deposito berjangka Dolar Amerika Serikat 0,11% - 7,13% 0,19% - 7,13% Deposito berjangka Rupiah 5,75% - 7,00% 5,50% - 13,00% 14

4. PIUTANG USAHA Rincian piutang usaha kepada pihak ketiga adalah sebagai berikut: 15 Penjualan Langsung Dalam Negeri Jakarta 15.997.693.501 10.396.921.388 Jawa Timur 5.773.039.049 5.455.442.361 Jawa Barat 5.072.376.704 4.781.018.287 Jawa Tengah 2.165.760.142 1.626.258.227 Luar Negeri Malaysia 22.879.773.731 21.087.735.056 Negara lainnya 1.441.041.837 3.640.935.466 Distributor PT Jalur Sutramas 7.466.650.322 6.294.260.943 PT Global Mitra Prima 6.633.076.913 3.129.804.927 PT Dos Ni Roha 4.439.365.324 7.467.688.698 PT Petama Mustika Utama 4.154.709.828 2.753.082.466 PT Rajawali Nusindo 4.010.441.940 4.218.075.042 PT Batu Rusa 3.428.847.685 2.436.589.478 PT Bintang Sri Wijaya 2.835.901.272 2.088.346.942 CV Cakra Nusantara 2.563.961.176 2.289.207.671 PT Laut Indah Jaya 2.284.629.146 1.363.226.924 PT Delta Pusaka Pratama 2.097.262.735 2.049.375.043 PT Antar Mitra Sembada 2.042.483.276 1.229.172.768 PT Anugrah Niaga Jaya 2.003.242.657 1.887.233.453 PT Bintang Central Imada 1.914.583.372 1.213.083.379 UD Duta Air Mentari 1.906.952.734 1.346.010.706 CV Mandiri Abadi 1.839.840.850 1.544.372.352 PT Matakar Pantam 1.823.173.220 2.113.113.491 CV Tiara Mas 1.690.763.268 1.526.064.468 PT Mustika Putri Kapuas 1.609.873.977 1.383.714.945 PD Mitta Jaya 1.573.162.034 772.734.090 CV Sumber Agung Sejahtera 1.549.825.863 2.153.070.853 UD Mitra Kencana 1.482.961.739 - UD Murah Jaya 1.415.022.100 1.749.122.159 PT Mitra Rejeki Lestari 1.414.689.421 1.202.084.221 PT Selatan Jaya Aditama 1.137.202.768 723.878.487 CV Tunggal Jaya 1.042.215.554 712.249.394 CV Media Mustika 861.169.417 772.545.412 PT Andalan Prima Indonesia 805.793.798 578.563.728 CV Ayu Lestari 771.104.738 - CV Sumber Agung Makmur 747.202.716 - PT Matakar Kendari 688.018.730 593.595.622 UD Sehat Indah 600.257.696 218.868.192 CV Bella Karina 581.886.578 542.888.753

4. PIUTANG USAHA (lanjutan) CV Sinar Pagi Cemerlang 541.455.458 508.360.240 CV Trijaya 538.091.434 441.665.461 UD Aneka 451.379.193 359.255.047 PT Distribusi Indonesia Jaya 304.677.623 - Toko Makmur Kita 181.490.981 - PT Astrina Megatama 181.440.000 - UD Yova Jaya Tarakan 169.833.999 - PD Romeico - 722.224.506 PT Citra Manise Sejati - 650.539.271 PT Plambo Pratama - 433.944.173 Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 100.000.000) 1.068.389.741 1.318.704.923 72.853.031.276 60.786.718.228 Jumlah 126.182.716.240 107.775.029.013 Penyisihan piutang ragu-ragu (2.756.463.719) (2.756.463.719) Bersih 123.426.252.521 105.018.565.294 Rincian piutang usaha menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut: Rupiah 101.861.900.672 83.046.358.491 Ringgit Malaysia 22.879.773.731 21.087.735.056 Dolar Amerika Serikat 1.441.041.837 3.640.935.466 Jumlah 126.182.716.240 107.775.029.013 Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu adalah sebagai berikut : Saldo awal tahun 3.055.495.434 3.124.976.607 Penambahan - - Pengurangan (299.031.715) (368.512.888) Saldo akhir tahun 2.756.463.719 2.756.463.719 Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu telah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha. 16

4. PIUTANG USAHA (lanjutan) Analisis umur piutang usaha adalah sebagai berikut: Persentase (%) Lancar 95.141.768.045 82.447.897.195 75,40 76,50 Jatuh tempo 1-30 hari 15.545.710.641 14.657.403.946 12,32 13,60 31-60 hari 11.394.299.276 9.290.207.501 9,03 8,62 Lebih dari 60 hari 4.100.938.278 1.379.520.371 3,25 1,28 Jumlah 126.182.716.240 107.775.029.013 100,00 100,00 5. PIUTANG LAIN-LAIN PIHAK KETIGA Rincian piutang lain-lain pihak ketiga adalah sebagai berikut : PT Dos Ni Roha 3.432.887.769 3.636.417.960 PT Jalur Sutramas 928.603.782 636.985.408 Piutang pendapatan bunga 599.686.070 910.552.858 CV Tiara Mas 426.061.049 343.961.281 PT Batu Rusa 397.096.943 398.791.195 Piutang Spa Wahid Hasyim 249.057.507 275.834.073 CV Cakra Nusantara 246.154.996 177.977.761 PT Petama Mustika Utama 210.636.403 191.682.419 PT Bintang Sriwijaya 194.549.099 263.648.440 Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 100.000.000) 1.259.027.672 1.524.258.135 Jumlah 7.943.761.290 8.360.109.530 6. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan Anak Perusahaan melakukan transaksi dengan pihakpihak yang mempunyai hubungan istimewa, sebagai berikut: Perusahaan dan Anak Perusahaan menyewa ruangan kantor yang dimiliki oleh PT Mustika Ratu Centre, perusahaan afiliasi. Biaya sewa yang dibebankan ke dalam beban usaha sebesar Rp 1.925.240.483 atau 1,63% dari jumlah beban usaha konsolidasi pada tahun 2010 (Rp 2.195.642.883 atau 1,99% dari jumlah beban usaha konsolidasi pada tahun 2009). Perusahaan dan Anak Perusahaan juga menempatkan uang jaminan sewa sebesar Rp 1.237.332.263 atau 0,34% dari jumlah aset konsolidasi pada tanggal (Rp 1.386.559.785 atau 0,40% dari jumlah aset konsolidasi pada 30 September 2009). 17

7. PERSEDIAAN Persediaan terdiri dari: Barang jadi 27.530.673.798 22.494.002.422 Bahan baku 17.535.420.404 16.357.345.667 Barang dalam proses 2.042.052.224 4.464.394.200 Jumlah 47.108.146.426 43.315.742.289 Persediaan barang jadi milik Perusahaan digunakan sebagai jaminan atas hutang yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Catatan 10). Pada tanggal (2009), Persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan pencurian dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 38.965.000.000 dan RM 1.700.000 (Rp 60.000.000.000). Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari risiko kebakaran dan pencurian. 8. UANG MUKA PEMASOK DAN LAINNYA Uang muka terdiri dari: Uang muka pemasok 3.589.554.127 3.532.426.402 Uang muka kontraktor 928.989.723 175.263.928 Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 100.000.000) 2.060.950.236 2.506.062.754 Jumlah 6.579.494.086 6.213.753.084 9. ASET TETAP Rincian aset tetap adalah sebagai berikut: 2010 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir Nilai tercatat Pemilikan Langsung Tanah 11.090.469.852 - - 11.090.469.852 Sewa tanah jangka panjang 15.891.111.759 - - 15.891.111.759 Bangunan dan prasarana 30.463.416.985 903.620.935-31.367.037.920 Mesin dan peralatan pabrik 24.718.824.125 1.748.317.273-26.467.141.398 Peralatan dan perabot kantor 30.627.139.803 867.695.337 8.064.000 31.486.771.140 Kendaraan 15.510.941.323 1.292.087.265 533.027.499 16.270.001.089 Sub Jumlah 128.301.903.847 4.811.720.810 541.091.499 132.572.533.158 18

9. ASET TETAP (lanjutan) 2010 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir Aset dalam penyelesaian Mesin dan peralatan pabrik 1.097.005.625-216.000.000 881.005.625 Jumlah Kepemilikan langsung 129.398.909.472 4.811.720.810 757.091.499 133.453.538.783 Sewa pembiayaan Kendaraan 4.880.400.000 955.885.222-5.836.285.222 Jumlah 134.279.309.472 5.767.606.032 757.091.499 139.289.824.005 Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Sewa tanah jangka panjang 5.753.986.526 110.376.351-5.864.362.877 Bangunan dan prasarana 11.614.487.562 926.281.095-12.540.768.657 Mesin dan peralatan pabrik 14.270.370.724 1.301.289.709-15.571.660.433 Peralatan dan perabot kantor 22.370.322.481 1.721.981.997 1.881.600 24.090.422.878 Kendaraan 13.191.460.566 481.754.654 477.399.166 13.195.816.054 Sub Jumlah 67.200.627.859 4.541.683.806 479.280.766 71.263.030.899 Sewa pembiayaan Kendaraan 2.217.337.678 811.253.122-3.028.590.800 Jumlah 69.417.965.537 5.352.936.928 479.280.766 74.291.621.699 Nilai Buku 64.861.343.935 64.998.202.306 2009 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir Nilai tercatat Pemilikan Langsung Tanah 11.090.469.852 - - 11.090.469.852 Sewa tanah jangka panjang 15.891.111.759-1.873.959.465 14.017.152.294 Bangunan dan prasarana 29.089.783.322 1.068.690.180 821.092.166 29.337.381.336 Mesin dan peralatan pabrik 21.554.777.880 322.670.199 363.909.908 21.513.538.171 Peralatan dan perabot kantor 26.938.949.554 1.817.958.351 401.712.572 28.355.195.333 Kendaraan 16.260.205.636 767.002.467 1.288.513.360 15.738.694.743 Sub Jumlah 120.825.298.003 3.976.321.197 4.749.187.471 120.052.431.729 Aset dalam penyelesaian Bangunan dan Prasarana - 2.008.535.074-2.008.535.074 Mesin dan peralatan pabrik 72.080.000 56.925.000 72.080.000 56.925.000 Jumlah Kepemilikan langsung 120.897.378.003 6.041.781.271 4.821.267.471 122.117.891.803 Sewa pembiayaan Kendaraan 2.696.400.000 2.184.000.000-4.880.400.000 Jumlah 123.593.778.003 8.225.781.271 4.821.267.471 126.998.291.803 19

9. ASET TETAP (lanjutan) 2009 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Sewa tanah jangka panjang 5.614.179.077 106.167.074 662.052.107 5.058.294.044 Bangunan dan prasarana 10.460.134.715 861.708.180 84.610.050 11.237.232.845 Mesin dan peralatan pabrik 13.047.338.049 896.033.255 193.946.818 13.749.424.486 Peralatan dan perabot kantor 20.595.803.875 1.439.679.054 276.909.189 21.758.573.740 Kendaraan 13.999.004.060 686.229.905 1.274.461.659 13.410.772.306 Sub Jumlah 63.716.459.776 3.989.817.468 2.491.979.823 65.214.297.421 Sewa pembiayaan Kendaraan 1.395.988.333 569.834.338-1.965.822.671 Jumlah 65.112.448.109 4.559.651.806 2.491.979.823 67.180.120.092 Nilai Buku 58.481.329.894 59.818.171.711 Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut: Beban pokok penjualan 1.638.630.331 1.449.688.378 Beban penjualan (Catatan 20) 2.008.153.074 1.957.570.425 Beban umum dan administrasi (Catatan 20) 1.861.526.910 1.076.575.845 Jumlah 5.508.310.315 4.483.834.648 Rincian penjualan aset tetap adalah sebagai berikut: Nilai buku 277.810.733 - Harga jual 637.606.724 908.190.909 Laba penjualan 359.795.991 908.190.909 Dalam mutasi pengurangan nilai tercatat dan akumulasi penyusutan, termasuk selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Anak Perusahaan luar negeri sebesar Rp 3.547.582.858 pada tahun 2009, dan Rp 155.373.387 pada tahun 2010 (Rp 1.290.375.210 pada tahun 2009). Jenis pemilikan hak atas tanah milik Perusahaan seluruhnya berupa Hak Guna Bangunan (HGB). Hak atas tanah tersebut akan berakhir dalam berbagai tanggal dari tahun 2028 sampai dengan tahun 2030. Manajemen berpendapat bahwa hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui atau diperpanjang kembali pada saat jatuh tempo. 20

9. ASET TETAP (lanjutan) Perusahaan memiliki tanah seluas 100.995 meter persegi berlokasi di Cibitung, Bekasi, yang belum digunakan untuk usaha. Pada tanggal (2009), jumlah biaya perolehan tanah tersebut sebesar Rp 17.406.861.377 disajikan sebagai Properti investasi dalam akun aset tidak lancar. Jenis pemilikan hak atas tanah milik Perusahaan seluruhnya berupa Hak Guna Bangunan (HGB). Hak atas tanah tersebut akan berakhir pada tanggal 11 Agustus 2028. Manajemen berpendapat bahwa hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui atau diperpanjang kembali pada saat jatuh tempo. Pada tanggal (2009), aset tetap Perusahaan dan Anak Perusahaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 50.799.344.000, dan RM 2.650.000 (Rp 79.140.000.000). Perusahaan juga memiliki asuransi terhadap gangguan usaha sebesar Rp 15.000.000.000. Manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari risiko kebakaran dan risiko lainnya. Persentase penyelesaian aset dalam penyelesaian mencapai 90% pada tanggal (90% pada tanggal 30 September 2009). Berdasarkan penelaahan manajemen, tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal (2009). PT Mustika Ratubuana Internasional ( Anak Perusahaan dalam negeri ) mengadakan perjanjian sewa pembiayaan dengan PT Orix Indonesia Finance, untuk membeli kendaraan dengan jangka waktu 3 tahun yang berakhir pada tanggal 28 Juli 2010. Pada tahun 2009, PT Mustika Ratu Tbk ( Perusahaan ) dan PT Mustika Ratubuana Internasional ( Anak Perusahaan dalam negeri ) mengadakan perjanjian sewa pembiayaan dengan PT Multi Artha Guna Finance, untuk membeli kendaraan dengan jangka waktu 3 tahun yang berakhir pada tanggal 17 Nopember 2012. Pada tahun 2010, PT Mustika Ratu Tbk ( Perusahaan ) dan PT Mustika Ratubuana Internasional ( Anak Perusahaan dalam negeri ) mengadakan perjanjian sewa pembiayaan dengan PT Bank Pan Indonesia, untuk membeli kendaraan dengan jangka waktu 3 tahun yang berakhir pada tanggal 15 April 2013. Pada tahun 2007, Mustika Ratu (M) Sdn. Bhd. ( Anak Perusahaan luar negeri ) mengadakan perjanjian sewa pembiayaan dengan Affin Bank Berhad (Malaysia) dengan jangka waktu 3 tahun hingga 2010. Pembayaran hutang minimum di masa yang akan datang berdasarkan perjanjian sewa pembiayaan pada tanggal 23 Februari 2010, 18 Januari 2009 dan 21 Agustus 2007 adalah sebagai berikut: 21

9. ASET TETAP (lanjutan) Tahun 2009-448.406.022 2010 597.482.230 734.106.237 2011 915.005.009 617.426.338 2012 638.117.162 97.727.616 2013 83.747.437 - Jumlah 2.234.351.838 1.897.666.213 Dikurangi bagian bunga (471.012.666) (436.040.132) Jumlah hutang sewa pembiayaan 1.763.339.172 1.461.626.081 Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun (307.889.607) (331.824.226) Bagian jangka panjang 1.455.449.565 1.129.801.855. Jaminan atas hutang pembiayaan tersebut adalah kendaraan yang bersangkutan. 10. HUTANG BANK JANGKA PENDEK Akun ini merupakan hutang kepada: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 3.574.966.724 4.609.954.157 Perusahaan memperoleh pinjaman dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berupa fasilitas cerukan dengan jumlah maksimum sebesar Rp 7.400.000.000 yang jatuh tempo pada tanggal. Pada tanggal 6 September 2010, Bank memperpanjang jangka waktu pinjaman sampai dengan tanggal 30 September 2011. Pinjaman ini dijamin dengan persediaan barang jadi yang telah diikat secara fidusia senilai Rp 8.880.000.000 (Catatan 7). Pinjaman ini dikenakan tingkat suku bunga sebesar 11,5% pada tahun 2010 (13% pada tahun 2009). Berdasarkan perjanjian kredit dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Perusahaan tidak diperbolehkan untuk melakukan hal-hal berikut ini tanpa memperoleh persetujuan tertulis dari Bank: a. Membagikan dividen lebih dari 50 % dari laba bersih setelah pajak Perusahaan b. Melakukan perubahan pemegang saham (non listed) c. Memindahtangankan barang agunan d. Memperoleh fasilitas kredit atau pinjaman dari pihak lain, kecuali dalam transaksi usaha yang wajar e. Mengikatkan diri sebagai penjamin hutang atau menjaminkan harta kekayaan Perusahaan kepada pihak lain f. Menyewakan objek agunan kredit g. Mengubah bentuk dan tata susunan objek agunan kredit. Kewajiban tersebut telah dipenuhi oleh perusahaan sesuai dengan perjanjian yang ada. 22

11. HUTANG USAHA Akun ini merupakan kewajiban yang timbul atas pembelian bahan baku, suku cadang, perlengkapan pabrik dan/atau jasa dari pihak ketiga, dengan rincian sebagai berikut : 23 PT Sumber Kita Indah 2.151.940.000 2.028.488.000 PT Dynaplast Tbk 1.783.677.759 1.315.313.615 PT Hasil Raya Industri 1.016.182.943 223.055.950 PT Symrise 784.025.823 533.003.323 PT Superlabel Indonesia 716.925.000 546.548.640 PT Berlina 715.603.445 736.972.276 PT Cognis Indonesia 579.722.716 630.620.381 PT Tri Tunggal Artha Makmur 452.764.148 359.109.528 PT Multiplast Jaya Tata Mandiri 442.916.193 649.394.495 PT Kemas Indah Maju 433.681.600 217.910.000 PT Merpati Mahardika 431.277.160 270.201.635 PT Dwipar Loka Ayu 400.463.618 190.548.200 PT Aptar B & H Indonesia 394.102.500 - PT Avesta Continental Pack 366.191.100 - PT Bumi Mulia Indah Lestari 365.796.905 215.146.681 PT Timur Jaya Plastindo 343.274.800 - PT Kartika Tirta Hema 314.899.282 - PT Gunung Slamat 282.920.000 - PT IFF Essence Indonesia 277.554.437 236.714.821 PT White Oils Nusantara 270.974.781 - PT Argapura Trading Com 244.667.337 198.284.326 PT Mane Indonesia 240.911.467 156.436.940 PT Cosmopack Plastindo Utama 239.915.500 - PT Guru Indonesia 232.342.716 146.790.601 PT Sinar Jatimulia Gemilang 219.916.544 284.538.492 PT Subahtera Semesta 209.874.775 139.106.000 PT Grafika Prima Perkasa Mulia 208.395.000 - PT Cahaya Jakarta Printing 190.519.032 181.233.800 PT Prima Kalpast 189.486.000 187.910.800 PT Orientanindo 182.114.000 237.754.439 PT Lautan Luas 153.075.112 230.351.434 PT Surya Renggo Container 134.756.168 134.076.605 UD Arbangiatun Ibu 129.237.600 102.462.900 PT Nardevchem Kemindo 120.245.929 190.074.044 PT Asvelia Gracia Pratama 110.303.600 137.632.484 PT EAC Indonesia - 246.984.661 PT Avantchem - 240.646.465 PT Indographica Ekakarsa - 235.262.500 PT Sukses Makmur International - 216.669.683 PT Mandira Buana - 210.709.400 PT Menjangan Sakti - 182.737.720 CV Lina Kuhon - 175.500.000 PT Rexam Der Kwei Kemas - 172.084.506

11. HUTANG USAHA (lanjutan) PT Techpack Asia - 170.857.500 PT Megasetia Agung Kimia - 105.012.325 PT Hadi Putra Jaya - 129.459.990 PT Inkonverta Indah - 103.365.680 PT Lamipack Primula - 100.859.378 Lainnya (masing-masing di bawah Rp 100.000.000) 1.130.919.653 2.462.406.349 Jumlah 16.461.574.643 15.232.236.567 Rincian hutang usaha berdasarkan jenis mata uang adalah sebagai berikut: Rupiah 15.460.962.219 13.827.871.983 Dolar Amerika Serikat 1.000.612.424 1.404.364.584 Jumlah 16.461.574.643 15.232.236.567 Analisis umur hutang usaha adalah sebagai berikut: Persentase (%) Lancar 14.020.323.123 12.909.320.490 85,17 84,75 Jatuh tempo 1-30 hari 2.095.558.452 1.926.877.926 12,73 12,65 31-60 hari 345.693.068 396.038.151 2,10 2.60 Jumlah 16.461.574.643 15.232.236.567 100,00 100,00 12. HUTANG LAIN-LAIN Hutang lain-lain merupakan hutang kepada pihak ketiga yang timbul atas transaksi sebagai berikut: Periklanan 2.046.451.656 3.869.255.123 Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100.000.000) 2.028.587.294 1.913.721.467 Jumlah 4.075.038.950 5.782.976.590 24

13. PERPAJAKAN a. Pajak dibayar dimuka merupakan Pajak Pertambahan Nilai Anak Perusahaan sebesar Rp 199.428.489 pada (Rp 198.810.489 pada 30 September 2009). b. Hutang pajak: Pajak Penghasilan Pasal 21 550.570.200 392.857.813 Pasal 23 48.643.353 62.634.825 Pasal 25 511.392.096 506.966.109 Taksiran Pajak Penghasilan 574.620.303 395.978.507 Pajak Pertambahan Nilai 917.922.282 828.487.820 Pajak lainnya 566.441.404 910.781.008 Jumlah 3.169.589.638 3.097.706.082 c. Rekonsiliasi antara laba konsolidasi sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi konsolidasi dan taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal (2009) adalah sebagai berikut: Laba konsolidasi sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasi 17.941.265.217 16.600.863.239 Dikurangi laba Anak Perusahaan sebelum pajak penghasilan (8.221.939.166) (7.725.093.159) Laba Perusahaan sebelum pajak penghasilan 9.719.326.051 8.875.770.080 Beda temporer Imbalan kerja 1.292.066.912 1.513.345.829 Penyusutan aset tetap (496.695.935) (320.736.933) Pembayaran imbalan kerja (882.073.977) (110.081.115) Pembayaran sewa pembiayaan (75.200.098) (8.184.698) Beda tetap Beban jamuan tamu, kesejahteraan karyawan, sumbangan dan lain-lain 490.294.836 637.206.548 Beban Pajak - 15.354.975 Penghasilan bunga yang sudah dikenakan pajak penghasilan final (1.278.024.648) (2.947.948.798) Taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan 8.769.693.141 7.854.725.888 25

13. PERPAJAKAN (lanjutan) d. Perhitungan beban pajak kini dan taksiran hutang pajak adalah sebagai berikut: Beban pajak kini Perusahaan 2.192.423.280 2.199.323.243 Anak Perusahaan dalam negeri 2.475.553.817 1.870.721.869 Anak Perusahaan luar negeri 245.579.539 6.783.385 Jumlah 4.913.556.636 4.076.828.497 Pajak penghasilan dibayar di muka Perusahaan Pasal 22 15.707.831 - Pasal 25 2.033.554.807 2.005.022.731 Fiskal luar negeri - 5.000.000 2.049.262.638 2.010.022.731 Anak Perusahaan dalam negeri Pasal 25 2.289.673.695 1.670.827.259 2.289.673.695 1.670.827.259 Jumlah 4.338.936.333 3.680.849.990 Taksiran hutang pajak penghasilan badan Perusahaan 143.160.642 189.300.512 Anak Perusahaan dalam negeri 185.880.122 199.894.610 Anak Perusahaan luar negeri 245.579.539 6.783.385 Jumlah 574.620.303 395.978.507 26

13. PERPAJAKAN (lanjutan) e. Perhitungan manfaat (beban) pajak tangguhan atas beda temporer yang signifikan antara pelaporan komersial dan pajak dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku untuk tahun 2010 (2009) adalah sebagai berikut: Perusahaan Imbalan kerja 102.498.233 448.914.120 Penyusutan aset tetap (137.197.488) (89.806.341) Sewa pembiayaan 13.023.505 - (21.675.750) 359.107.779 Anak Perusahaan dalam negeri Imbalan kerja 44.435.914 33.140.410 Penyusutan aset tetap (50.603.091) (52.343.244) Sewa pembiayaan 191.100.606 155.495.482 184.933.429 136.292.648 Manfaat (beban) pajak penghasilan tangguhan bersih 163.257.679 495.400.427 f. Aset (kewajiban) pajak tangguhan terdiri dari: Perusahaan Aset pajak tangguhan Imbalan kerja 1.737.698.146 1.915.741.337 Kewajiban pajak tangguhan Penyusutan aset tetap (546.407.383) (387.971.109) Sewa pembiayaan 13.023.505 - Aset pajak tangguhan - bersih 1.204.314.268 1.527.770.228 Anak Perusahaan luar negeri Aset pajak tangguhan Penyisihan piutang ragu-ragu 716.680.567 716.680.567 Penyusutan aset tetap (202.224.230) (12.961.065) Aset pajak tangguhan - bersih 514.456.337 703.719.502 Aset pajak tangguhan - bersih 1.718.770.605 2.231.489.730. 27

13. PERPAJAKAN (lanjutan) Anak Perusahaan dalam negeri Aset pajak tangguhan Imbalan kerja 659.955.653 560.810.282 Kewajiban pajak tangguhan Penyusutan aset tetap (1.042.897.663) (1.140.966.902) Sewa pembiayaan 539.416.733 305.057.606 Aset (Kewajiban) pajak tangguhan - bersih 156.474.723 (275.099.014) Jumlah aset (kewajiban) pajak tangguhan - bersih 1.875.245.328 (275.099.014) Pada tanggal (2009), kewajiban pajak tangguhan-bersih Anak Perusahaan luar negeri sudah termasuk selisih penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing. Pada tanggal 23 September 2008, Undang-undang No. 7 tahun 1983 mengenai Pajak Penghasilan diubah untuk keempat kalinya dengan Undang-undang No. 36 Tahun 2008. Perubahan tersebut juga mencakup perubahan tarif pajak penghasilan badan dari sebelumnya menggunakan tarif pajak bertingkat menjadi tarif tunggal yaitu 28% untuk tahun fiskal 2009 dan 25% untuk tahun fiskal 2010 dan seterusnya. Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan Perusahaan telah disampaikan kepada Kantor Pajak sampai dengan tahun fiskal tahun 2009. SPT Tahun 2010 Perusahaan akan dilaporkan sesuai dengan taksiran rugi fiskal yang diungkapkan dalam laporan keuangan. Semua hutang pajak dan pendapatan kena pajak / rugi fiskal telah dihitung dengan baik dan dilaporkan keuangan auditan Perusahaan. 14. KEWAJIBAN IMBALAN KERJA Perusahaan dan Anak Perusahaan memberikan imbalan untuk karyawannya yang telah mencapai usia pensiun yaitu 55 tahun sesuai dengan Undang-undang No.13/2003 tanggal 25 Maret 2003. Kewajiban imbalan kerja tersebut tidak didanai. Mutasi kewajiban imbalan kerja adalah sebagai berikut : Saldo awal tahun 9.002.878.613 7.123.203.897 Penyisihan tahun berjalan 2.153.444.853 2.319.626.219 Pembayaran selama tahun berjalan (1.763.199.329) (798.002.899 ) Saldo akhir tahun 9.393.124.137 8.644.827.217 28

14. KEWAJIBAN IMBALAN KERJA (lanjutan) Asumsi-asumsi dasar yang digunakan dalam menentukan kewajiban imbalan kerja pada tanggal (2009) adalah sebagai berikut: Tingkat bunga 10% per tahun 12% per tahun Tingkat kenaikan upah 7% per tahun 7% per tahun Tingkat kematian CSO 1980 CSO 1980 Umur pensiun normal 55 tahun 55 tahun 15. MODAL SAHAM Berdasarkan catatan dari Biro Administrasi Efek, PT Datindo Entrycom, susunan pemilikan saham Perusahaan pada tanggal (2009) adalah sebagai berikut: 2010 Jumlah Saham Ditempatkan dan Persentase Pemegang Saham Disetor Penuh Pemilikan (%) Jumlah PT Mustika Ratu Investama 305.002.000 71,26 38.125.250.000 Mellon S/A Investors PAC International, Jakarta 38.453.500 8,98 4.806.687.500 BRA. Mooryati Soedibyo 120.000 0,03 15.000.000 Masyarakat (masing-masing dengan pemilikan kurang dari 5%) 84.424.500 19,73 10.553.062.500 Jumlah 428.000.000 100,00 53.500.000.000 2009 Jumlah Saham Ditempatkan dan Persentase Pemegang Saham Disetor Penuh Pemilikan (%) Jumlah PT Mustika Ratu Investama 305.002.000 71,26 38.125.250.000 Mellon S/A Investors PAC International, Jakarta 39.453.500 9,22 4.931.687.500 BRA. Mooryati Soedibyo 120.000 0,03 46.800.000 Masyarakat (masing-masing dengan pemilikan kurang dari 5%) 83.424.500 19,49 10.396.262.500 Jumlah 428.000.000 100,00 53.500.000.000 29

16. TAMBAHAN MODAL DISETOR - AGIO SAHAM Agio saham sebesar Rp 56.700.000.000 merupakan selisih antara jumlah nilai nominal per saham seperti yang tercantum dalam anggaran dasar Perusahaan dengan hasil yang diterima dari para pemegang saham sehubungan dengan penawaran saham kepada masyarakat pada tahun 1995 (Catatan 1). 17. DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM Berdasarkan Rapat Umum Tahunan Para Pemegang Saham, tanggal 9 Juni 2010 para pemegang saham setuju untuk membagikan dividen kas sebesar Rp 4.202.960.000 atau Rp 9,82 per saham untuk tahun buku 2009 dan pembentukan cadangan umum sebesar Rp 2.101.684.672. Berdasarkan Rapat Umum Tahunan Para Pemegang Saham yang diaktakan dengan akta No.112 oleh Aulia Taufani, S.H. pengganti dari Sutjipto, S.H., tanggal 10 Juni 2009 para pemegang saham setuju untuk membagikan dividen kas sebesar Rp 5.572.560.000 atau Rp 13,02 per saham untuk tahun buku 2008 dan pembentukan cadangan umum sebesar Rp 2.230.000.000. 18. PENJUALAN BERSIH Rincian penjualan bersih kepada pihak ketiga, berdasarkan jenis produk adalah sebagai berikut: Penjualan Kosmetik 276.433.553.767 261.037.459.290 Jamu 52.984.586.358 53.710.650.751 Minuman kesehatan 3.088.284.846 3.042.100.448 Lain-lain 9.039.735.451 3.938.976.624 Jumlah 341.546.160.422 321.729.187.113 Retur dan potongan penjualan (89.135.775.620) (79.348.723.299) Penjualan Bersih 252.410.384.802 242.380.463.814 Tidak terdapat penjualan kepada satu pelanggan yang jumlah penjualan selama setahun melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih konsolidasi. 19. BEBAN POKOK PENJUALAN Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut: Bahan baku yang digunakan 89.604.753.606 81.373.490.143 Upah buruh langsung 12.246.225.265 12.324.438.469 Beban pabrikasi 13.857.144.822 12.420.295.671 Beban Produksi 115.708.123.693 106.118.224.283 30

19. BEBAN POKOK PENJUALAN (lanjutan) Persediaan barang dalam proses Awal tahun 4.681.756.477 1.509.507.054 Akhir tahun (2.042.052.224) (4.464.394.200) Beban Pokok Produksi 118.347.827.946 103.163.337.137 Persediaan barang jadi Awal tahun 20.672.512.819 26.694.368.832 Akhir tahun (27.530.673.798) (22.494.002.422) Jumlah 111.489.666.967 107.363.703.547 Tidak terdapat pembelian dari satu pemasok yang jumlah pembelian selama setahun melebihi 10% dari jumlah pembelian konsolidasi. 20. BEBAN USAHA Rincian beban usaha adalah sebagai berikut: Beban penjualan Iklan dan promosi 53.763.411.963 51.311.708.594 Gaji, upah dan imbalan kerja 19.848.501.366 20.902.788.780 Jasa profesional 6.182.490.343 3.845.225.929 Transportasi 3.705.789.418 3.808.399.358 Perjalanan dinas 2.419.098.331 1.724.486.686 Penyusutan aset tetap (Catatan 9) 2.008.153.074 1.957.570.425 Asuransi dan perizinan 867.497.087 505.331.514 Pendidikan dan seminar 815.386.813 636.838.858 Perlengkapan kantor 787.874.108 690.950.451 Telekomunikasi 664.630.059 641.055.109 Perbaikan dan pemeliharaan 486.669.113 406.461.000 Sewa gedung 486.569.852 272.727.570 Listrik dan energi 434.728.429 397.996.743 Jamuan tamu dan sumbangan 76.953.212 125.035.971 Lain-lain 1.348.909.979 755.534.064 93.896.663.147 87.982.111.052 Beban umum dan administrasi Gaji, upah dan imbalan kerja 13.759.093.212 13.189.485.947 Sewa gedung 1.930.040.483 2.345.894.189 Penyusutan aset tetap (Catatan 9) 1.861.526.910 1.076.575.845 31

20. BEBAN USAHA (lanjutan) Telekomunikasi 1.309.839.103 1.163.126.694 Perjalanan dinas 752.526.403 526.029.459 Asuransi dan perizinan 739.391.456 707.946.807 Listrik dan energi 533.328.001 243.673.169 Perbaikan dan pemeliharaan 478.412.723 532.657.353 Perlengkapan kantor 442.854.216 401.214.814 Transportasi 440.914.749 204.031.000 Jasa profesional 427.441.684 852.598.780 Jamuan tamu dan sumbangan 379.191.852 357.466.353 Pendidikan dan seminar 123.460.378 65.225.469 Lain-lain 800.965.386 1.056.835.872 23.978.986.556 22.722.761.751 Jumlah 117.875.649.703 110.704.872.803 21. BEBAN PROGRAM PENGEMBANGAN PERUSAHAAN Akun ini merupakan beban program pengembangan Perusahaan yang terjadi sehubungan dengan program pelestarian dan pengembangan kebudayaan dengan tujuan memelihara citra Perusahaan dan Anak Perusahaan pada produk-produk tradisional. 22. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR Laba bersih per saham dasar dihitung sebagai berikut: Jumlah Rata-rata Laba Bersih Laba Bersih Tertimbang Saham per Saham Dasar 2010 13.190.966.260 428.000.000 31 2009 13.019.435.169 428.000.000 30 32

23. ASET DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING Pada tanggal, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing adalah sebagai berikut: Mata Uang Asing Ekuivalen Rupiah Aset Dolar Amerika Serikat Kas dan setara kas Bank AS$ 200.269 1.787.198.504 Deposito berjangka 4.023.441 35.905.183.917 Piutang usaha 161.479 1.441.041.837 Uang jaminan 132.761 1.184.759.164 AS$ 4.517.950 40.318.183.422 Ringgit Malaysia Kas dan setara kas Kas RM 5.980 17.292.873 Bank 46.732 135.138.374 Piutang usaha 7.912.004 22.879.773.731 Piutang lain-lain - pihak ketiga 7.362 21.288.590 Uang jaminan 10.805 31.245.683 RM 7.982.882 23.084.739.251 Kewajiban Dolar Amerika Serikat Hutang usaha AS$ 112.126 1.000.612.424 Ringgit Malaysia Hutang lain-lain RM 98.536 284.944.979 Aset Bersih 62.117.365.270 Kurs rata-rata mata uang asing pada tanggal 25 Oktober 2010 adalah sebesar Rp 8.927 untuk 1 Dolar Amerika Serikat dan Rp 2.884,8 untuk 1 Ringgit Malaysia. Kurs tersebut dihitung berdasarkan ratarata kurs beli dan jual uang kertas asing dan/atau kurs transaksi yang ditetapkan oleh Bank Indonesia pada tanggal tersebut. Jika aset dan kewajiban dalam mata uang asing pada tanggal dijabarkan dengan menggunakan kurs rata-rata pada tanggal 25 September 2010, maka laba selisih kurs akan menurun sebesar Rp 41.815.264. 33

24. PELAPORAN SEGMEN Informasi berdasarkan segmen usaha adalah sebagai berikut: 2010 Perdagangan Pabrikasi dan distribusi Eliminasi Konsolidasi Penjualan Penjualan ekstern 7.224.724.680 245.185.660.122-252.410.384.802 Penjualan antar segmen 141.110.328.077 - (141.110.328.077) - Jumlah 148.335.052.757 245.185.660.122 (141.110.328.077) 252.410.384.802 Penghasilan Laba kotor 34.318.504.947 110.099.712.491 (3.497.499.602) 140.920.717.836 Beban usaha (21.870.088.987 ) (99.503.060.318 ) 3.497.499.602 (117.875.649.703) Penghasilan bunga - bersih 776.420.811 472.981.053-1.249.401.864 Penghasilan (beban) lain-lain - bersih 2.402.277.885 (911.074.261 ) (7.844.408.404) (6.353.204.780) Beban pajak (2.214.099.030 ) (2.536.199.927 ) - (4.750.298.957) Laba bersih 13.413.015.626 7.622.359.038 (7.844.408.404) 13.190.966.260 Informasi lainnya Aset segmen 329.422.448.092 211.203.221.414 (176.162.300.681) 364.463.368.825 Kewajiban segmen 30.209.095.177 67.548.603.777 (59.053.176.417) 38.704.522.537 Perolehan aset tetap 2.894.981.229 2.872.624.803-5.767.606.032 Beban penyusutan 2.772.053.575 2.736.256.740-5.508.310.315 2009 Perdagangan Pabrikasi dan distribusi Eliminasi Konsolidasi Penjualan Penjualan ekstern 9.200.419.927 233.180.043.887-242.380.463.814 Penjualan antar segmen 129.758.172.340 - (129.758.172.340) - Jumlah 138.958.592.267 233.180.043.887 (129.758.172.340) 242.380.463.814 Penghasilan Laba kotor 39.123.227.384 98.682.332.980 (2.788.800.097) 135.016.760.267 Beban usaha (23.732.612.541) (89.761.060.359) 2.788.800.097 (110.704.872.803) Penghasilan bunga - bersih 2.347.624.956 356.044.390-2.703.669.346 Penghasilan (beban) lain-lain - bersih (2.878.589.166) (1.552.223.852) (5.983.880.553) (10.414.693.571) Beban pajak (1.840.215.464) (1.741.212.606) - (3.581.428.070) Laba Bersih 13.019.435.169 5.983.880.553 (5.983.880.553) 13.019.435.169 Informasi lainnya Aset segmen 313.911.467.055 198.350.430.410 (166.436.627.351) 345.825.270.114 Kewajiban segmen 33.222.419.048 69.089.953.711 (62.947.089.713) 39.365.283.046 34

24. PELAPORAN SEGMEN (lanjutan) Perolehan aset tetap 477.404.272 7.676.296.999-8.153.701.271 Beban penyusutan 2.406.389.136 2.077.445.512-4.483.834.648 Informasi berdasarkan segmen geografis adalah sebagai berikut: 2010 Perdagangan Pabrikasi dan distribusi Eliminasi Konsolidasi Penjualan Luar negeri 13.020.559.161 10.577.387.928 (5.795.834.481) 17.802.112.608 Dalam negeri 135.314.493.595 234.608.272.194 (135.314.493.595) 234.608.272.194 Jumlah 148.335.052.757 245.185.660.122 (141.110.328.077) 252.410.384.802 2009 Perdagangan Pabrikasi dan distribusi Eliminasi Konsolidasi Penjualan Luar negeri 20.845.308.584 22.339.945.155 (11.644.888.656) 31.540.365.083 Dalam negeri 118.113.283.684 210.840.098.731 (118.113.283.684) 210.840.098.731 Jumlah 138.958.592.268 233.180.043.886 (129.758.172.340) 242.380.463.814 25. REVISI PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia menerbitkan revisi PSAK, sebagai berikut: Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2010: 1. PSAK No. 50 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan, berisi persyaratan penyajian dari instrumen keuangan dan pengidentifikasian informasi yang harus diungkapkan. Persyaratan penyajian tersebut diterapkan terhadap klasifikasi instrumen keuangan, dari perspektif penerbit, dalam aset keuangan, kewajiban keuangan, dan instrumen ekuitas; pengklasifikasian yang terkait dengan suku bunga, dividen, kerugian dan keuntungan, dan keadaan dimana aset keuangan dan kewajiban keuangan akan saling hapus. Pernyataan ini mensyaratkan pengungkapan, antara lain, informasi mengenai faktor yang mempengaruhi jumlah, waktu dan tingkat kepastian arus kas masa datang yang terkait dengan instrumen keuangan dan kebijakan akuntansi yang diterapkan untuk instrumen tersebut. PSAK No. 50 (Revisi 2006) ini menggantikan PSAK No. 50 Akuntasi Investasi Efek Tertentu dan diterapkan secara prospektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2010. Penerapan lebih dini diperkenankan dan harus diungkapkan. 35

25. REVISI PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (lanjutan) 2. PSAK No. 55 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, yang mengatur prinsip-prinsip dasar pengakuan dan pengukuran aset keuangan, kewajiban keuangan, dan kontrak pembelian dan penjualan item non-keuangan. Pernyataan ini, antara lain, memberikan definisi dan karakteristik terhadap derivatif, kategori dari instrumen keuangan, pengakuan dan pengukuran, akuntansi lindung nilai dan penetapan dari hubungan lindung nilai. PSAK No. 55 (Revisi 2006) ini menggantikan PSAK No. 55 Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai, dan diterapkan secara prospektif untuk laporan keuangan yang mencakup periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2010. Penerapan lebih dini diperkenankan dan harus diungkapkan. Perusahaan dan Anak Perusahaan sedang mengevaluasi dampak dari revisi PSAK 50 dan 55 dan belum menentukan dampaknya terhadap laporan keuangannya. Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011: a. PSAK 1 (Revisi 2009) Penyajian Laporan Keuangan, yang menetapkan dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan bertujuan umum (general purpose financial statements) agar dapat dibandingkan baik dengan laporan keuangan periode sebelumnya maupun dengan laporan keuangan entitas lain. PSAK 1 (Revisi 2009) ini menggantikan PSAK 1 (1998) Penyajian Laporan Keuangan. b. PSAK 2 (Revisi 2009) Laporan Arus Kas, yang memberikan pengaturan atas informasi mengenai perubahan historis dalam kas dan setara kas dari suatu entitas melalui laporan arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan selama suatu periode. PSAK 2 (Revisi 2009) ini menggantikan PSAK 2 (1994) Laporan Arus Kas. c. PSAK 4 (Revisi 2009) Laporan Keuangan Konsolidasi dan Laporan Keuangan Tersendiri, yang diterapkan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian untuk sekelompok entitas yang berada dalam pengendalian suatu entitas induk dan dalam akuntasi untuk investasi pada entitas anak, pengendalian bersama entitas, dan entitas asosiasi ketika suatu entitas menyajikan laporan keuangan tersendiri sebagai informasi tambahan. PSAK 4 (Revisi 2009) ini menggantikan PSAK 4 (1994) Laporan Keuangan Konsolidasi. d. PSAK 5 (Revisi 2009) Segmen Operasi. Informasi segmen diungkapkan untuk memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis yang mana entitas terlibat dan lingkungan ekonomi dimana entitas beroperasi. PSAK 5 (Revisi 2009) ini menggantikan PSAK 5 (2000) Pelaporan Segmen. e. PSAK 48 (Revisi 2009) Penurunan Nilai Aset. Menetapkan prosedur-prosedur yang diterapkan agar aset dicatat tidak melebihi jumlah terpulihkan dan jika aset tersebut terjadi penurunan nilai, rugi penurunan nilai harus diakui. PSAK 48 (Revisi 2009) ini menggantikan PSAK 48 (1998) Penurunan Nilai Aset. 26. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasi terlampir yang diselesaikan pada tanggal 25 Oktober 2010. 36