OPINI. Tustiyana Windiyani 1

dokumen-dokumen yang mirip
Jurnal Pendidikan Dasar, ISSN , Vol.3; No.5--Desember 2012

SKALA PENGUKURAN GUTTMAN DAN RATING SCALE

Pengukuran dan Penetapan Skala DOSEN : DIANA MA RIFAH

DATA, TEKNIK PENGUMPULAN DATA DAN INSTRUMEN PENELITIAN.

PSIKOMETRI. Oleh: Prof. Dr. I Wayan Koyan, M.Pd. Pascasarjana Undiksha Singaraja

NON TES Penilaian Unjuk Kerja (Observasi, Daftar Cek, Skala Pilihan/Rating Scale) Penilaian Sikap (Skala Sikap/Skala Likert)

Teknik Pengumpulan Data. Prepared By : Dr. Mustakim, MM.

STATISTIK EKONOMI. Fakultas Ekonomi-Akuntansi Universitas Negeri Jakarta. Nisrina Anzilla

1 R i m a R a c h m a w a t i

STATISTIKA. Pendahuluan 3 SKS. Hugo Aprilianto, M.Kom. - Pengertian Statistik - Jenis - Karakteristik - Kegunaan - Skala Pengukuran - Sumber Data

SKALA PENGUKURAN DAN INSTRUMEN UNTUK PENELITIAN KUANTITATIF

INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA SCALE & MEASUREMENT SCALE : ALAT PENGUKUR DATA MEASUREMENT : UKURAN DATA

Instrumen Psikologis

NON TES. Penilaian Unjuk Kerja(Observasi, Daftar Cek, Skala Pilihan/Rating Scale) Penilaian Sikap(Skala Sikap/Skala Likert)

RANDOM SAMPLING SEDERHANA DAN TEKNIK MEMBUAT SKALA

SPSS FOR WINDOWS INTRODUCTION

BAB III METODE PENELITIAN

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA PROGRAM PASCASARJANA

BAB III METODE PENELITIAN

LECTURE NOTES Measurement and Scaling Concepts

MODEL EVALUASI BERBASIS KOMPETENSI MATAKULIAH MENGGAMBAR TEKNIK MESIN

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun

INDEKS DAN SKALA PENGUKURAN SIKAP

Pertemuan Ke-5. Skala Pengukuran. Pertemuan 5_Statistik Inferensial

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Hipotesis yang telah dirumuskan perlu diuji kebenarannya, untuk

ANGKET WAWANCARA PENGAMATAN NON TES PORTOFOLIO PENUGASAN PROYEK. Parsaoran Siahaan Fisika, UPI

Skala Pengukuran Scaling. tedi last 10/16

BAB 6 SKALA PENGUKURAN DAN INSTRUMEN PENELITIAN. Teknik pengukuran merupakan aturan dan prosedur yang digunakan

BAB III METODE PENELITIAN. mengumpulkan, mengorganisir, menganalisa, serta menginterpretasikan data. Hal

Teknik Pengumpulan Data

Pertemuan 5. Skala Pengukuran dan Instrumen Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode campuran (Mixed Method), yaitu metode

POPULASI, SAMPEL DAN SUBJEK PENELITIAN

Hanif Fakhrurroja, MT

PSIKOMETRI. Pengantar Psikometri MODUL PERKULIAHAN. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh 01

Pembobotan Butir Pernyataan Dalam Bentuk Skala Likert Dengan Pendekatan Distribusi Z

STATISTIKA 2. Oleh: T. Parulian. Statistika 2 - Ir. T. Parulian, MSi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Rencana Pelaksanaan Perkuliahan

BAB III METODE PENELITIAN

mencakup aspek kognitif, psikomotorik, dan/atau afektif sesuai dengan karakteristik mata pelajaran (Peraturan Pemerintah, 2005: 80).

TEKNIK PENGUMPULAN DATA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengamatan dilakukan pada konsumen tetap santika hotel, khususnya terhadap

MENYUSUN INSTRUMEN YANG VALID Dalam menyusun dan menganalisis instrument non tes pada makalah ini, kami menggunakan Skala Likert supaya dalam

(Disarikan dari berbagai sumber)

BAB III METODE PENELITIAN. data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono,2013:2). Melalui penelitian,

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. dengan menggunakan jenis penelitian eksplanatif dan metode penelitian kuantitatif.

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2008 : 2), Metode Penelitian pada dasarnya

EVALUASI PEMBELAJARAN GEOGRAFI

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Surakhmad (Andrianto, 2011: 29) mengungkapkan ciri-ciri metode korelasional, yaitu:

HAND OUT MATA KULIAH Prosedur Penelitian (2)

PERTEMUAN 4 PENGUKURAN

INSTRUMEN PENELITIAN (METODE PENELITIAN PENDIDIKAN : DR. HERI RETNAWATI)

Paradigma penelitian adalah jendela ilmu pengetahuan

BAB III METODE PENELITIAN. terhadap data serta penampilan dari hasilnya.

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam Pedoman Operasional Penulisan Skripsi disebutkan bahwa Desain

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

INDIKATOR DAN INSTRUMEN PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. pemikiran ataupun suatu peristiwa masa sekarang. Sehingga penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. mencapai suatu tujuan, sedangkan tujuan dari penelitian adalah mengungkapkan,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian kuantitatif dan (b). Penelitian kualitatif (Azwar, 2007: 5). Dalam

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. sebagaimana pada awal perkembangannya. Hasan (2008 : 207)

III. METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yaitu tentang data

KONSTRUKSI INSTRUMEN NON TES

BAB VII TEKNIK PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN

Skala Pengukuran Dalam Penelitian

CONTENT VALIDITY (Validitas Isi)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Suatu pendekatan metode penelitian digunakan untuk memecahkan

III. METODE PENELITIAN. angka-angka analisis menggunakan statistik (Sugiyono, 2012:7). Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif. Menurut Prof. Dr. Sugiyono (2009), metode penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesa. 32

B A B VIII TEKNIK PENGUKURAN

BAB III METODE PENELITIAN

Manfaat Metode Penelitian

MENULIS PROPOSAL PENELITIAN: METODE PENELITIAN KUANTITATIF (PART IV)

III. METODE PENELITIAN. menyangkut masalah cara kerja untuk memahami obyek yang menjadi sasaran yang

SILABI. Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan dan Sasaran Belajar Cara Pengajaran. : memahami dan menjelaskan definisi pengukuran

III. METODE PENELITIAN. suatu kebenaran pengetahuan dengan menggunakan cara-cara ilmiah. Sukardi

BAB III METODE PENELITIAN

Dewi Gayatri, M.Kes.

Transkripsi:

OPINI INSTRUMEN UNTUK MENJARING DATA INTERVAL. NOMINAL, ORDINAL DAN DATA TENTANG KONDISI, KEADAAN, HAL TERTENTU DAN DATA UNTUK MENJARING VARIABEL KEPRIBADIAN Tustiyana Windiyani 1 Abstract This article is talking about types of measurement in order to meazure some variabels which has interval, nominal, ordinal data, as well as variabels which are talking about a condition, an existence and an event. Else, this article also gives some statements about meazuring an attitude of a person. A. Pendahuluan Dalam bidang pengukuran, dikenal adanya jenis alat ukur yang biasa digunakan untuk mengukur variabel yang ada hubungannya dengan sikap, pendapat, pandangan, persepsi seseorang terhadap wacana tertentu, tentang kondisi, keadaan, hal tertentu. bentuk-bentuk pengukuran jenis ini akan menggunakan instrumen yang dipakai untuk menjaring data interval, nominal dan ordinal. Selain itu ada juga jenis alat ukur yang biasa digunakan untuk mengukur kepribadian seseoramg. Kesemua Jenis pengukuran ini akan dijelaskan secara rinci dalam artikel ini. 1. Skala Skala adalah seperangkat nilai atau skor yang ditetapkan kepada subjek, objek, atau tingkahlaku dengan tujuan mengukur sifat. Pada umumnya skala dipergunakan untuk mengukur sikap, persepsi, nilai dan minat. Skala tidak mengungkapkan keberhasilan atau kegagalan, kekuatan atau kelemahan objek ukur. Skala hanya mengukur seberapa jauhseseorang memiliki cirri atau sifat yang ingin diteliti. 1 Dosen PGSD Universitas Pakuan Bogor a) Skala Likert data interval Skala jenis Likert merupakan sejumlah pernyataan yang bergradasi dari positif sampai dengan negatif. Persetujuan responden terhadap pernyataan positif (yang menyenangkan) diangap sama derajatnya dengan persetujuan responden terhadap pernyataan negatif (yang tidak menyenangkan). Yang penting pernyataan diberikan skor secara konsisten. 1) Pilihan ganda Pramuka berjiwa sosial Untuk pernyataanpositif A. Sangat setuju 5 B. Setuju 4 C. Ragu-ragu 3 D. Tidak setuju 2 E. Sangat tidak setuju 1 Untuk pernyataan negatif A. Sangat setuju 1 B. Setuju 2 Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 3, No. 5 Desember 2012 203

Instrumen Untuk Menjaring Data Interval, Nominal dan Data tentang Kondisi, Keadaan, Hal Tertentu C. Ragu-ragu 3 tersusun dalam satu garis kontinuum D. Tidak setuju 4 yang didasarkan atas kata sifat yang bipolar E. Sangat tidak setuju 5 tersebut. Check List/Daftar Pengecekan Jawaban positif ada disebelah kiri; dan b) Skala Guttman: Teknik Kumulatif Skala Guttman digolongkan sebagai skala yang berdimensi tunggal yaitu skala yang menghasilkan kumulatif jawaban yang butir soalnya berkaitan satu dengan yang lain. seorang jawaban negatif ada di bagian kanan garis. Melalui garis kontinuum ini, skor sikap seorang responden dapat dibandingkan dengan skor sikap suatu kelompok dan pola penilaian responden juga dapat dibandingkan dengan pola penilaian orang lain. respoden yang setuju dengan Data interval pernyataan nomor satu, dia akan setuju juga dengan pernyataan nomor dua, tiga dan seterusnya. Osgood menggunakan skala yang terdiri dari tujuh titik dengan angka nol sebagai titrik tengah. Jawaban yang diberikan harus tegas: - Ya Tidak Jenis Evaluatif: - Benar Salah Baik +3 +2 +1 0-1 -2-3 Buruk - Pernah Tidak Pernah Bersih +3 +2 +1 0-1 -2-3 Kotor - Positif Negatif Manis + 3 +2 +1 0-1 -2-3 Pahit Bentuk soal bisa berbentuk pilihan ganda atau chek list. Jenis Potensi: Setiap jawaban diberi skor 1 dan 0. Kuat + 3 +2 +1 0-1 -2-3 Lemah Besar + 3 +2 +1 0-1 -2-3 Kecil Pernahkah pimpinan anda melakukan supervisi di tempat anda bekerja? Berat + 3 +2 +1 0-1 -2-3 Ringan A. Pernah 1 Jenis Keadaan B. Tidak Pernah 0 Aktif + 3 +2 +1 0-1 -2-3 Pasif Data ratio atau data interval Cepat + 3 +2 +1 0-1 -2-3 Lambat Panas + 3 +2 +1 0-1 -2-3 Dingin c) Semantik Differential Skala Osgood Dalam skala ini perbedaan makna ini, responden dianggap memiliki dua macam penilaian bagi suatu makna yaitu makna denotatif dan makna konotatif. Makna denotatif menunjuk langsung bendanya/objeknya. Makna konotatif harus diinterpretasikan terlebih dahulu dengan menggunakan kata sifat yang mempunyai dua kutub (bipolar). Dalam skala Osgood ini jawaban berbentuk/ d) Skala Thurstone (Methods of Equal- Appearing Intervals) Skala ini dlaksanakan dengan meminta responden memilih pernyataan-pernyataan di dalam suatu daftar yang mencerminkan pernyataan yang paling dekat dengan keberadaan/kedudukan responden. Butir-butir pernyataan diacak sedemikian rupa dan skor responden adalah rata-rata dari skor yang diperole dari tiga pernyataan yang dipilih. 204 Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 3, No. 5 Desember 2012

Tustiyana Windiyani e) Rating Scale: data interval Keempat bentuk skala di muka semuanya mempergunakan data kualitatif yang dikuantitatifkan. Rating Scale sebaliknya. Data mentah kuantitatif lalu dikonversikan menjadi pengertian kualitatif. 0 = bila sama sekali belum tahu 1 = telah mengetahui sebanyak 25% 2 = telah mengetahui sebanyak 50% 3 = telah mengetahui sebanyak 75% 4 = telah mengetahui sebanyak 100% Seberapa tinggi pengetahuan anda bidang studi berikut ini sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan? Pengetahuan Pengetahuan Sebelum Bidang Studi Sesudah Mengikuti Mengikuti Pelatihan Pelatihan 0 1 2 3 4 Kepemimpinan 0 1 2 3 4 0 1 2 3 4 Komunikasi 0 1 2 3 4 0 1 2 3 4 Pengambilan Keputusan 0 1 2 3 4 Instrumen Untuk Menjaring Data Nominal: A. Berapakah jumlah pegawai di Universitas Negeri Jakarta? B. Berapa orang yang bisa berbahasa Inggris? C. Siapa nama pemimpin yang anda suka? D. Dari mana anda belajar tata kerja yang baru? Instrumen Untuk Menjaring Data Ordinal Beri rangking kepada pegawai berikut ini dalam hal kedisiplinan kerja! Anton 3 Boy 8 Corry 6 Dedi 4 Ika 1 Yuli 2 Nining 7 Ade 5 Novi 9 Anis 10 Jenis Alat Ukur Penelitian Yang Biasa Dipergunakan Untuk Mengukur Variabel Proses Perkembangan 2. Indeks Indeks adalah ukuran yang bersifat ordinal yang disusun sedemikian rupa sehingga memiliki kemampuan untuk mengurutkan responden dalam urutan yang lebih akurat menurut variabel tertentu. Indeks merupakan ukuran gabungan buat suatu variabel agar diperoleh ukuran yang lebih lengkap dan tepat. Indeks dibuat didasarkan atas beberapa pertanyaan yang digabungkan menjadi satu. Misalnya, untk mengukur nilai ekonomi anak, digunakan indeks nilai ekonomi anak yang terdiri atas beberapa pertanyaan; dan skor responden adalah jumlah dari skor lima pertanyaan tadi. Indeks adalah akumulasi skor untuk tiap pertanyaan. apabila suatu indeks terdiri atas lima pertanyaan. Dan setiap pertanyaan memiliki jenjang skor 1 sampai 3, maka skor indeks berkisar antara 5 dan 15, tergantung pada jawaban responden. Indeks kelas Ekonomi Disusun atas dasar jawaban pada pertanyaan: Apakah keluarga Anda memiliki barang ini? Barang Jumlah Harga Skor Skor Total Lampu Petromaks 5 Rp 50.000 1 5 Sepeda 2 Rp 100.000 20 40 Televisi 1 Rp 500.000 100 100 Jam Tangan 3 Rp 75.000 30 90 Mobil Sepeda Motor 1 Rp 5.000.000 500 500 Skor Indeks = 1035 Jenis Alat Ukur Yang Biasa Dipergunakan Untuk Mengukur Variabel Yang Berhubungan Dengan Kondisi, Keadaan, Hal atau Situasi Tertentu. a) Kuesioner Kuesioner dilakukan secara tertulis melalui daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden penelitian. Keuntungan dari teknik ini adalah hasil penelitian Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 3, No. 5 Desember 2012 205

Instrumen Untuk Menjaring Data Interval, Nominal dan Data tentang Kondisi, Keadaan, Hal Tertentu tidak disuasanai oleh penampilan, perasaan atau tingkah laku responden karena materi dan instruksi dibuat baku. Kuesioner ada dua macam. Kuesioner berstruktur atau tertutup berisi pertanyaan dengan pilihan jawaban. Kuesioner tak berstruktur tidak memiliki pilihan jawaban. Responden diberi kebebasan untuk mengungkapkan pendapat dan sikap mereka. Jenis pertanyaan: c) Observasi/Pengamatan Dalam banyak hal, pengamatan atau observasi dipergunakan terhadap tingkahlaku sebagai criteria validitas atas jawaban kuesioner. Peneliti melakukan pengamatan apakah tingkahlaku responden sesuai dengan sikap atau pendapat yang diberikan olehnya. Observasi juga dilakukan terhadap jalannya suatu peristiwa atau suatu keadaan langsung. Dalam hal ini, peneliti menetapkan terlebih 1) Pertanyaan tentang fakta diri responden. Misalnya jenis kelamin, tempat tinggal, umur, pendidikan, agama, pekerjaan, pendapatan dll. dahulu tingkahlaku yang ingin dite- liti, kemudian menentukan prosedur sistematis untuk menetapkan, menggolongkan, dan mencatat tingkahlaku tersebut 2) Pertanyaan tentang opini/pendapat. Misalnya: Bagaimana pendapat Anda tentang Keluarga Berencana? baik dalam situasi yang wajar maupun yang buatan Observasi dapat dilakukan dengan dua 3) Pertanyaan tentang persepsi. Pertanyaan cara: tentang persepsi tidak mem- 1. Observasi Tidak Terstruktur: permasalahkan benar/salah. Yang ingin diketahui adalah gambaran mengenai sesuatu dari sudut pandang a) Pengamat terlibat langsung dan tanpa menggunakan pedoman pengamatan. responden. Misalnya: Mana- kah yang lebih Anda sukai, makan di restoran atau di rumah? b) Pengamat tidak terlibat langsung dan tanpa menggunakan pedoman. 4) Pertanyaan tentang informasi/ 2. Observasi Terstruktur: pengetahuan. Pertanyaan ini ingin mengetahui tingkat pengetahuan responden tentang sesuatu itu a) Pengamat menggunakan pedoman pengamatan. sejauh mana. Misalnya: Sejak kapan rumah ini dihuni? d) Studi Dokumentasi Dalam studi ini, data diperoleh dari sumber-sumber tertulis/dokumen. Dalam b) Wawancara Wawancara dilakukan secara langsung/ tatap muka dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Keuntungan dari teknik ini ialah apabila pewawancara bisa membina hubungan baik dengan responden maka informasi yang benar dan akurat akan didapat. Wawancara memiliki hal ini, peneliti menyelidiki benda- benda tertulis seperti buku, majalah, dokumen, catatan, peraturan, notulen rapat, catatan harian. Dalam hal tertentu, peneliti dapat juga menyelidiki bendabenda peninggalan sejarah lainnya. Studi dokumentasi dapat dilakukan dengan dua cara: dua macam bentuk yaitu wawanbenda cara berstruktur yaitu pertanyaan telah disediakan dan wawancara tidak berstruktur 1) Pedoman dokumentasi yang memuat garis-garis besar kategori yang ingin dicari datanya. yaitu pertanyaan diajukan se- cara bebas kepada responden. 2) Check list yaitu daftar variabel yang akan dikumpulkan datanya. Jenis Alat Ukur Yang Biasa Diper- 206 Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 3, No. 5 Desember 2012

Tustiyana Windiyani gunakan Untuk Mengukur Variabel Yang Berhubungan Dengan Kepribadian e) Daftar Inventori Dalam teknik ini, responden diminta untuk menunjukkan apakah tiap-tiap pernyataan yang ada merupakan cirri tingkahlaku mereka dengan jalan memberi tanda cek pada jawaban Ya/Tidak atau Tidak Tahu. Skor diperoleh dengan jalan menjumlahkan jawaban yang sesuai dengan pilihan responden. f) Skala Penilaian/Rating Scales Skala penilaian meminta responden untuk menilai tingkahlaku atau penampilan orang lain. Penilai diminta untuk menentukan suatu titik dalam suatu kontinum atau suatu kategori yang menggambarkan cirri tingkahlaku orang yang dinilai. Titik/kategori tersebut diberi skor/ angka. Skala ini ada dua macam. 1) Skala Grafis yaitu penyusun tes menetapkan nilai angka pada titiktitik deskriptif. 1 2 3 4 5 6 7 Paling Jelek Biasa Paling Baik 2) Skala Kategori dilakukan dengan cara penilai memilih salah satu kategori yang paling tepat untuk menunjukkan ciri tingkah laku orang yang dinilai. Misalnya yang sedang dinilai adalah kreativitas penilai. Maka bentuk alat ukurnya: Pilih salah satu kategori berikut ini: 1. Luar Biasa Kreatif 2. Sangat Kreatif 3. Kreatif 4. Kurang Kreatif 5. Sama sekali Tidak Kreatif g) Teknik Proyektif Teknik ini dilakukan dengan cara meminta seseorang memberikan respon kepada suatu stimulus yang ambigu atau yang tak tersusun baik. Teknik ini disebut proyektif karena seseorang diharapkan memproyeksikan kebutuhan, keinginan, ketakutan, kecemasannya sendiri ke dalam stimulus tersebut. Atas dasar ini, peneliti menyusun gambaran menyeluruh tentang struktur kepribadian orang tersebut. Dua tes Proyektif yang biasa dipergunakan adalah Tes Apersepsi Tematik di mana responden diperlihatkan noda tinta sebagai stimulus dan Teknik Rorschach yang menunjukkan gambar-gambar dan responden diminta bercerita tentang gambar-gambar tersebut. DAFTAR PUSTAKA Anderson, Scarcia B., On Educational Testing. Jossey-Bass Publishers, London, 1983. Gronlund, Measurement and Evaluation in Teaching. Mac Millan Publishing Company, New York, 1985. Nunnally, Jum C., Psychometric Theory. Tata Mc. Graw-Hill Publishing Company Limited, New Delhi 1984. Prof. DR. T. Raka Joni M.Sc. Pengukuran dan Penilaian Pendidikan. YP2LPM, 1984. Prof. DR. Toeti Soekamto, Dasar-Dasar Penyusunan Soal Ujian. Makalah, PPS IKIP Jakarta, l996. Prof. DR. Sudarsono Soedirjo, M.Sc., Ed. Pentingnya Evaluasi Dalam Proses Belajar dan Pembelajaran. 2002 Safrit, Margaret J., Evaluation in Physical Education. Prentice Hall Inc., Englewood Cliffs, N.J., 1981. Thorndike, R. L., Aplied Psychometric. Houghton Mifflin Company, Boston, 1982. Worthen, B.R. and Sanders, J.R., Educational Evaluation: Theory and Practice. Wortington, Ohio, 1973. W. Popham, James, Modern Educational Measurement. Prentice Hall Inc., Englewood Cliffs, N.J., 1981. Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 3, No. 5 Desember 2012 207