Jurnal Pendidikan Dasar, ISSN , Vol.3; No.5--Desember 2012
|
|
|
- Glenna Sutedja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Jurnal Pendidikan Dasar, ISSN , Vol.3; No.5--Desember 2012 INSTRUMEN UNTUK MENJARING DATA INTERVAL. NOMINAL, ORDINAL DAN DATA TENTANG KONDISI, KEADAAN, HAL TERTENTU DAN DATA UNTUK MENJARING VARIABEL KEPRIBADIAN Tustiyana Windiyani 1 Abstract This article is talking about types of measurement in order to meazure some variabels which has interval, nominal, ordinal data, as well as variabels which are talking about a condition, an existence and an event. Else, this article also gives some statements about meazuring an attitude of a pers A. Pendahuluan Dalam bidang pengukuran, dikenal adanya jenis alat ukuryang biasa digunakan untuk mengukur variabel yang ada hubungannya dengan sikap, pendapat, pandangan, persepsi seseorang terhadap wacana tertentu, tentang kondisi, keada-an, hal tertentu. bentuk-bentuk pengukuran jenis ini akan menggunakan instrumen yang dipakai untuk menjaring data interval, nominal dan ordinal. Selain itu ada juga jenis alat ukur yang biasa digunakan untuk mengukur kepribadian sese-oramg. Kesemua Jenis pengukuran ini akan dijelaskan secara rinci dalam artikel ini. 1. Skala Skala adalah seperangkat nilai atau skor yang ditetapkan kepada subjek, objek, atau tingkahlaku dengan tujuan mengukur sifat. Pada umumnya skala dipergunakan untuk mengukur sikap, persepsi, nilai dan minat. Skala tidak mengungkapkan keberhasilan atau kegagalan, kekuatan atau kelemahan objek ukur. Skala hanya mengukur seberapa jauh seseorang memiliki cirri atau sifat yang ingin diteliti. a) Skala Likert data interval Skala jenis Likert merupakan sejumlah pernyataan yang bergradasi dari positif sampai dengan negatif. Persetujuan responden terhadap pernyataan positif (yang menyenangkan) dianggap sama derajatnya dengan persetujuan responden terhadap pernyataan negatif (yang tidak menyenangkan). Yang penting pernyataan diberikan skor secara kon-sisten. Contoh: 1) Pilihan ganda Pramuka berjiwa sosial Untuk pernyataan positif A. Sangat setuju 5 B. Setuju 4 C. Ragu-ragu 3 D. Tidak setuju 2 E. Sangat tidak setuju 1 Untuk pernyataan negatif A. Sangat setuju 1 1 Dosen PGSD Universitas Pakuan Bogor 203
2 B. Setuju 2 C. Ragu-ragu 3 D. Tidak setuju 4 E. Sangat tidak setuju 5 Check List/Daftar Pengecekan No Pernyataan 1 Pramuka berjiwa sosial + 2 Pramuka tidak berjiwa - sosial b) Skala Guttman: Teknik Kumulatif Skala Guttman digolongkan sebagai skala yang berdimensi tunggal yaitu skala yang menghasilkan kumulatif jawaban yang butir soalnya berkaitan satu dengan yang lain. Contoh: seorang respoden yang setuju dengan pernyataan nomor satu, dia akan setuju juga dengan pernyataan nomor dua, tiga dan seterusnya. Jawaban yang diberikan nanus tegas: - Ya Tidak - Benar Salah - Pernah Tidak Pernah - Positif Negatif Bentuk soal bisa berbentuk pilihan ganda atau chek list. Setiap jawaban diberi skor 1 dan 0 : Contoh : Pernahkah pimpinan anda melakukan supervisi di tempat anda bekerja? A. Pernah 1 B. Tidak Pernah 0 Data ratio atau data interval c) Semantik Differential Skala Osgood Dalam skala ini perbedaan makna ini, responden dianggap memiliki dua ma-cam penilaian bagi suatu makna yaitu makna denotatif dan makna konotatif. Jawaban Ss s rg ts sts Makna denotatif menunjuk langsung bendanya/objeknya. Makna konotatif harus diinterpretasikan terlebih dahuiu dengan menggunakan kata sifat yang mempunyai dua kutub skor (bipolar). Dalam skala Osgood ini jawaban berbentuk/tersusun dalam satu garis kontinuum yang didasarkan atas kata sifat yang bipolar tersebut. Jawaban positif ada disebelah kiri; dan jawaban negatif ada di bagian kanan garis. Melalui garis kontinuum ini, skor sikap seorang responden dapat dibandingkan dengan skor sikap suatu kelompok dan pola penilaian responden juga dapat dibandingkan dengan pola penilaian orang lain Data interval Osgood menggunakan skala yang terdiri dari tujuh titik dengan angka nol sebagai titrik tengah Contoh: Jenis Evaluatif: Baik Buruk Bersih Kotor Manis Pahit Jenis Potensi: Kuat Lemah Besar Kecil Berat Ringan Jenis Keadaan Aktif Pasif Cepat Lambat Panas Dingin d) Skala Thurstone (Methods of Equal-Appearing Intervals) Skala ini dlaksanakan dengan meminta responden memilih pernyataan-pernyataan di dalam 204
3 suatu daftar yang mencerminkan pernyataan yang paling dekat dengan keberadaan/kedudukan responden. Butir-butir pernyataan diacak sedemikian rupa dan skor responden adalah rata-rata dari skor yang diperole dan tiga pernyataan yang dipilih. e) Rating Scale: data interval Keempat bentuk skala di muka semuanya mempergunakan data kualitatif yang dikuantitatifkan. Rating Scale sebaliknya. Data mentah kuantitatif lalu dikonversikan menjadi pengertian kualitatif. Contoh: 0 = bila sama sekali belum tahu 1 = telah mengetahui sebanyak 25% 2 = telah mengetahui sebanyak 50% 3 = telah mengetahui sebanyak 75% 4 = telah mengetahui sebanyak 100% Seberapa tinggi pengetahuan anda bidang studi berikut ini sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan? Pengetahuan Pengetahuan Sebelum Sesudah Bidang Studi Mengikuti Mengikuti Pelatihan Pelatihan Kepemimpinan Komunikasi Pengambilan Keputusan Instrumen Untuk Menjaring Data Nominal: A. Berapakah jumlah pegawai di Universitas Negeri Jakarta? B. Berapa orang yang bisa berbahasa Inggris C. Siapa nama pemimpin yang anda suka? D. Dari mana anda belajar tata kerja yang baru? Instrumen Untuk Menjaring Data Ordinal Beri rangking kepada pegawai berikut ini dalam hal kedisiplinan kerja! Anton 3 Boy 8 Corry 6 Dedi 4 Ika 1 Yuli 2 Nining 7 Ade 5 Novi 9 Anis 10 Jenis Alat Ukur Penelitian Yang Biasa Dipergunakan Untuk Mengukur Variabel Proses Perkembangan 2. Indeks Indeks adalah ukuran yang bersifat ordinal yang disusun sedemikian rupa sehingga mmiliki kemampuan untuk mengurutkan responden dalam urutan yang lebih akurat menurut variabel tertentu. Indeks merupakan ukuran gabungan buat suatu variabel agar diperoleh ukuran yang lebih lengkap dan tepat. Indeks dibuat didasarkan atas beberapa pertanyaan yang digabungkan menjadi satu. Misalnya, untk mengukur nilai ekonomi anak, digunakan indeks nilai ekonomi anak yang terdiri atas beberapa pertanyaan; dan skor responden adalah jumlah dari skor lima pertanyaan tadi. Indeks adalah akumulasi skor untuk tiap pertanyaan. Contoh: apabila suatu indeks terdiri atas lima pertanyaan. Dan setiap pertanyaan memiliki jenjang skor 1 sampai 3, maka skor indeks berkisar antara 5 dan 15, tergantung pada jawaban responden. 205
4 Contoh: Indeks kelas Ekonomi Disusun atas dasar jawaban pada pertanyaan: Apakah keluarga Anda memiliki barang ini? Barang Jumlah Harga Skor Skor Total Lampu Petromaks 5 Rp Sepeda 2 Rp Televisi 1 Rp Jam Tangan 3 Rp Mobil Sepeda Motor 1 Rp Skor Indeks = Jenis Alat Ukur Yang Biasa Dipergunakan Untuk Mengukur Variabel Yang berhubungan Dengan Kondisi, Keadaan, Hal atau Situasi Tertentu. a) Kuesioner Kuesioner dilakukan secara tertulis me-lalui daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden penelitian. Keuntungan dari teknik ini adalah hasil penelitian tidak disuasanai oleh penampilan, perasaan atau tingkah laku responden karena materi dan instruksi dibuat baku. Kuesioner ada dua macam. Kuesioner berstruktur atau tertutup berisi pertanyaan dengan pilihan jawaban. Kuesioner tak berstruktur tidak memiliki pilihan jawaban. Responden diberi kebebasan untuk mengungkapkan pendapat dan sikap mereka. Jenis pertanyaan: 1) Pertanyaan tentang fakta diri responden. Misalnya jenis kelamin, tempat tinggal, umur, pendidikan, agama, pekerjaan, pendapatan dll. 2) Pertanyaan tentang opini/pendapat. Misalnya, Bagaimana pendapat Anda tentang Keluarga Berencana? 3) Pertanyaan tentang persepsi. Pertanyaan tentang persepsi tidak mempermasalahkan benar/salah. Yang ingin diketahui adalah gambaran mengenai sesuatu dari sudut pandang responden. Misalnya: Manakah yang lebih Anda sukai, makan di restoran atau di rumah? 4) Pertanyaan tentang informasi/ pengetahuan. Pertanyaan ini ingin mengetahui tingkat pengetahuan responden tentang sesuatu itu sejauh mana. Misalnya: Sejak kapan rumah ini dihuni? b) Wawancara Wawancara dilakukan secara langsung/ tatap muka dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Keuntungan dari teknik ini ialah apabila pewawancara bisa membina hubungan baik dengan responden maka informasi yang benar dan akurat akan didapat. Wawancara memiliki dua macam bentuk yaitu wawancara berstruktur yaitu pertanyaan telah disediakan dan wawancara tidak berstruktur yaitu pertanyaan diajukan secara bebas kepada responden. c) Observasi/Pengamatan Dalam banyak hal, pengamatan atau observasi dipergunakan terhaca: kahlaku sebagai criteria validitas atas jawaban kuesioner. Peneliti melakukan pengamatan apakah tingkahlaku responden sesuai dengan sikap atau pendapat 206
5 yang diberikan olehnya. Observasi juga dilakukan terhadap jalannya suatu peristiwa atau suatu keadaan langsung. Dalam hal ini, peneliti menetapkan terlebih dahulu tingkahlaku yang ingin diteliti, kemudian menentukan prosedursistematis untuk menetapkan, menggolongkan, dan mencatat tingkahlaku tersebut baik dalam situasi yang wajar maupun yang buatan Observasi dapat dilakukan dengan dua cara: 1. Observasi Tidak Terstruktur: a) Pengamat terlibat langsung dan tanpa menggunakan pedoman pengamatan. b) Pengamat tidak terlibat langsung dan tanpa menggunakan pedoman. 2. Observasi Terstruktur: a) Pengamat menggunakan pedoman pengamatan. d) Studi Dokumentasi Dalam studi ini, data diperoleh dari sumber-sumber tertulis/dokumen. Dalam hal ini, peneliti menyelidiki bendabenda tertulis seperti buku, majalah, dokumen, catatan, peraturan, notulen rapat, catatan harian. Dalam hal tertentu, peneliti dapat juga menyelidiki benda-benda peninggalan sejarah lainnya. Studi dokumentasi dapat dilakukan dengan dua cara: 1) Pedoman dokumentasi yang memuat garis-garis besar kategori yang ingin dicari datanya. 2) Check list yaitu daftar variabel yang akan dikumpulkan datanya. Jenis Alat Ukur Yang Biasa Dipergunakan Untuk Mengukur Variabel Yang Berhubungan Dengan Kepribadian e) Daftar Inventori Dalam teknik ini, responden diminta untuk menunjukkan apakah tiap-tiap pernyataan yang ada merupakan ciri tingkahlaku mereka dengan jalan memberi tanda cek pada jawaban Ya/Tidak atau Tidak Tahu. Skor diperoleh dengan jalan menjumlahkan jawaban yang sesuai dengan pilihan responden. f) Skala Penilaian/Rating Scales Skala penilaian meminta responden untuk menilai tingkahlaku atau penampilan orang lain. Penilai diminta untuk menentukan suatu titik dalam suatu kontinum atau suatu kategori yang menggambarkan ciri tingkahlaku orang yang dinilai. Titik/kategori tersebut diberi skor/ angka. Skala ini ada dua macam. 1) Skala Grafts yaitu penyusun tes menetapkan nilai angka pada titik-titik deskriptif Paling Jelek Biasa Paling Baik 2) Skala Kategori dilakukan dengan cara penilai memilih salah satu kategori yang paling tepat untuk menunjukkan ciri tingkah laku orang yang dinilai. Misalnya yang sedang dinilai adalah kreativitas penilai. Maka bentuk alat ukurnya: Pilih salah satu kategori berikut ini: 207
6 1. Luar Biasa Kreatif 2. Sangat Kreatif 3. Kreatif 4. Kurang Kreatif 5. Sama sekali Tidak Kreatif g) Teknik Proyektif Teknik ini dilakukan dengan cara meminta seseorang memberikan respon kepada suatu stimulus yang ambigu atau yang tak tersusun baik. Teknik ini disebut proyektif karena seseorang diharapkan memproyeksikan kebutuhan, keinginan, ketakutan, kecemasannya sendiri ke dalam stimulus tersebut. Atas dasar ini, peneliti menyusun gambaran menyeluruh tentang struktur kepribadian orang tersebut. Dua tes Proyektif yang biasa dipergunakan adalah Tes Apersepsi Tematik di mana responden diperlihatkan noda tinta sebagai stimulus dan Teknik Rorschach yang menunjukkan gambar-gambar dan responden diminta bercerita tentang gambargambar tersebut. DAFTAR PUSTAKA Anderson, Scarcia B., On Educational Testing. Jossey-Bass Publishers, London, Gronlund, Measurement and Evaluation in Teaching. Mac Millan Publishing Company, New York, Nunnally, Jum C, Psychometric Theory. Tata Mc. Graw-Hill Publishing Company Limited, New Delhi Prof. DR. T. Raka Joni M.Sc. Pengukuran dan Penilaian Pendidikan. YP2LPM, Prof. DR. Toeti Soekamto, Dasar-Dasar Penyusunan Soal Ujian. Makalah, PPS IKIP Jakarta, Prof. DR. Sudarsono Soedirjo, M.Sc, Ed. Pentingnya Evaluasi Dalam Proses Belajar dan Pembelajaran Safrit, Margaret J., Evaluation in Physical Education. Prentice Hall Inc., Englewood Cliffs, N.J., Thorndike, R. L, Aplied Psychometric. Houghton Mifflin Company, Boston, Worthen, B.R. and Sanders, J.R., Educational Evaluation: Theory and Practice. Wortington, Ohio, W. Popham, James, Modern Educational Measurement. Prentice Hall Inc., Englewood Cliffs, N.J.,
OPINI. Tustiyana Windiyani 1
OPINI INSTRUMEN UNTUK MENJARING DATA INTERVAL. NOMINAL, ORDINAL DAN DATA TENTANG KONDISI, KEADAAN, HAL TERTENTU DAN DATA UNTUK MENJARING VARIABEL KEPRIBADIAN Tustiyana Windiyani 1 Abstract This article
SKALA PENGUKURAN GUTTMAN DAN RATING SCALE
SKALA PENGUKURAN GUTTMAN DAN RATING SCALE A. Pengertian Skala Pengukuran Skala merupakan prosedur pemberian angka-angka atau symbol lain kepada sejumlah ciri dari suatu objek Pengukuran adalah proses,
Teknik Pengumpulan Data. Prepared By : Dr. Mustakim, MM.
Teknik Pengumpulan Data Prepared By : Dr. Mustakim, MM. Teknik Pengumpulan Data 1. Angket (Questionnaire) a). Angket Terbuka (angket tidak berstruktur) ialah angket yang disajikan dalam bentuk sederhana
Pengukuran dan Penetapan Skala DOSEN : DIANA MA RIFAH
Pengukuran dan Penetapan Skala DOSEN : DIANA MA RIFAH Pendahuluan Pengukuran berarti menggunakan angka atau simbol lain atas karakteristik obyek menurut aturan yang sudah dispesifikasikan sebelumnya Skala
NON TES Penilaian Unjuk Kerja (Observasi, Daftar Cek, Skala Pilihan/Rating Scale) Penilaian Sikap (Skala Sikap/Skala Likert)
SKALA LIKERT) NON TES Penilaian Unjuk Kerja (Observasi, Daftar Cek, Skala Pilihan/Rating Scale) Penilaian Sikap (Skala Sikap/Skala Likert) Kemampuan yang diharapkan:. Menyusun penilaian unjuk kerja dalam
PSIKOMETRI. Oleh: Prof. Dr. I Wayan Koyan, M.Pd. Pascasarjana Undiksha Singaraja
PSIKOMETRI Oleh: Prof. Dr. I Wayan Koyan, M.Pd. Pascasarjana Undiksha Singaraja 1 BAB I PENGUKURAN A. PENGERTIAN 1. PSIKOMETRI a. PSIKOMETRI ADALAH KOMBINASI DARI PENGUKURAN DAN STATISTIKA (KERLINGER b.
DATA, TEKNIK PENGUMPULAN DATA DAN INSTRUMEN PENELITIAN.
DATA, TEKNIK PENGUMPULAN DATA DAN INSTRUMEN PENELITIAN DATA PENELITIAN Data adalah fakta empirik yang dikumpulkan oleh peneliti untuk kepentingan memecahkan masalah atau menjawab perta- nyaan penelitian.
SPSS FOR WINDOWS INTRODUCTION
SPSS FOR WINDOWS Abdul Rohman, S.E INTRODUCTION SPSS pada awalnya singkatan dari Statistical Package for the Social Sciences namun seiring dengan perkembangan pasar software ini yang semakin meluas sehingga
STATISTIKA. Pendahuluan 3 SKS. Hugo Aprilianto, M.Kom. - Pengertian Statistik - Jenis - Karakteristik - Kegunaan - Skala Pengukuran - Sumber Data
STATISTIKA 3 SKS Pendahuluan - Pengertian Statistik - Jenis - Karakteristik - Kegunaan - Skala Pengukuran - Sumber Data Hugo Aprilianto, M.Kom STATISTIK ilmu untuk mengumpulkan data, mengolah, menyajikan,
STATISTIK EKONOMI. Fakultas Ekonomi-Akuntansi Universitas Negeri Jakarta. Nisrina Anzilla
STATISTIK EKONOMI Fakultas Ekonomi-Akuntansi Universitas Negeri Jakarta Nisrina Anzilla 8335128433 Data yang diperoleh dari suatu penelitian yang masih berupa random dapat disusun menjadi data yang berurutan
Pembobotan Butir Pernyataan Dalam Bentuk Skala Likert Dengan Pendekatan Distribusi Z
Pembobotan Butir Pernyataan Dalam Bentuk Skala Likert Dengan Pendekatan Distribusi Z Oleh : Baso Intang Sappaile ) Abstrak: Skala adalah alat pengumpul data yang dapat merupakan skala penilaian yang sifatnya
Pertemuan Ke-5. Skala Pengukuran. Pertemuan 5_Statistik Inferensial
Pertemuan Ke-5 Skala Pengukuran Pertemuan 5_Statistik Inferensial 1 Model Skala Pengukuran Para ahli sosiologi membedakan skala pengukuran menurut gejala sosial yang diukur, yaitu : 1. Skala pengukuran
Instrumen Psikologis
Instrumen Psikologis Sumber : 1. Wahyu Widhiarso (2014). Bahan Kuliah (Skala Psikologi). Fakultas Psikologi UGM 2. Azwar, S. (2004). Sikap Manusia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar 3. http://berbagireferensi.blogspot.com/2011
SKALA PENGUKURAN DAN INSTRUMEN UNTUK PENELITIAN KUANTITATIF
SKALA PENGUKURAN DAN INSTRUMEN UNTUK PENELITIAN KUANTITATIF EKO HERTANTO PROGRAM PASCASARJANA Pada prinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran terhadap fenomena sosial maupun alam. Karena pada prinsipnya
NON TES. Penilaian Unjuk Kerja(Observasi, Daftar Cek, Skala Pilihan/Rating Scale) Penilaian Sikap(Skala Sikap/Skala Likert)
NON TES Penilaian Unjuk Kerja(Observasi, Daftar Cek, Skala Pilihan/Rating Scale) Penilaian Sikap(Skala Sikap/Skala Likert) Kemampuan yang diharapkan: 1. Menyusun penilaian unjuk kerja dalam pembelajaran
STATISTIKA 2. Oleh: T. Parulian. Statistika 2 - Ir. T. Parulian, MSi
STATISTIKA 2 Oleh: T. Parulian MATERI Pertemuan 1 : Skala Pengukuran Variabel Penelitian Pertemuan 2 : Metode dan Distribusi Sampling 1 Pertemuan 3 : Metode dan Distribusi Sampling 2 Pertemuan 4 : Teori
1 R i m a R a c h m a w a t i
Instrumen penelitian diperlukan dalam penelitian kuantitatif untuk mengukur nilai variabel yang diteliti. Oleh karena itu jumlah instrument penelitian tergantung pada jumlah variabel yang diteliti. Jika
INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA SCALE & MEASUREMENT SCALE : ALAT PENGUKUR DATA MEASUREMENT : UKURAN DATA
Andriani Kusumawati INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA SCALE & MEASUREMENT SCALE : ALAT PENGUKUR DATA MEASUREMENT : UKURAN DATA DASAR PEMBUATAN SKALA Bilangannya berurutan Selisih antara bilangan-bilangan adalah
INDEKS DAN SKALA PENGUKURAN SIKAP
INDEKS DAN SKALA PENGUKURAN SIKAP Konsep Skala dan Indeks Skala Ukuran dimana peneliti menangkap intensitas, arah, tingkat, atau potensi suatu variable dan mengatur respons atau observasi pada sebuah kontinum.
ANGKET WAWANCARA PENGAMATAN NON TES PORTOFOLIO PENUGASAN PROYEK. Parsaoran Siahaan Fisika, UPI
ANGKET WAWANCARA NON TES PENGAMATAN PORTOFOLIO PENUGASAN PROYEK DATA Informasi yang diperoleh dari hasil pengamatan (melihat, mendengar...) Data nominal data yang menunjukkan kategori/ label misal: jenis
RANDOM SAMPLING SEDERHANA DAN TEKNIK MEMBUAT SKALA
PERTEMUAN 3 RANDOM SAMPLING SEDERHANA DAN TEKNIK MEMBUAT SKALA Random Sampling Sederhana Adalah pengambilan sampel secara acak sehingga setiap anggota populasi mempunya kesempatan yang sama untuk menjadi
BAB III METODE PENELITIAN. mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun karakteristik,
PERTEMUAN 4 PENGUKURAN
PERTEMUAN 4 PENGUKURAN PENGUKURAN PSIKOLOGI Pengantar Pengertian Karakteristik Tingkat pengukuran Jenis pengukuran Pengantar Perkembangan ilmu pengetahuan baik dari segi keilmuan dan metode pengukuran
LECTURE NOTES Measurement and Scaling Concepts
LECTURE NOTES Measurement and Scaling Concepts LEARNING OUTCOMES 1. LO 1: Describe the basics of research methodology and the research report 2. LO 3: Construct questionnaires, measurement and scaling,
Skala Pengukuran Scaling. tedi last 10/16
Skala Pengukuran Scaling tedi last 10/16 SKALA PENGUKURAN Objek yang secara fisik dapat diukur dengan instrumen kalibrasi tidak memiliki masalah dalam pengukuran (misalnya : tinggi badan, ukuran meja,
INSTRUMEN PENELITIAN (METODE PENELITIAN PENDIDIKAN : DR. HERI RETNAWATI)
INSTRUMEN PENELITIAN (METODE PENELITIAN PENDIDIKAN : DR. HERI RETNAWATI) PENGERTIAN & JENIS-JENIS INSTRUMEN PENELITIAN PENGERTIAN Sugiyono (2014:133) Instumen penelitian digunakan untuk mengukur nilai
BAB 6 SKALA PENGUKURAN DAN INSTRUMEN PENELITIAN. Teknik pengukuran merupakan aturan dan prosedur yang digunakan
BAB 6 SKALA PENGUKURAN DAN INSTRUMEN PENELITIAN Teknik pengukuran merupakan aturan dan prosedur yang digunakan untuk menjembatani antara apa yang ada dalam dunia konsep dengan apa yang terjadi di dunia
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode campuran (Mixed Method), yaitu metode
29 III. METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Penelitian ini menggunakan metode campuran (Mixed Method), yaitu metode yang memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dalam hal metodologi (seperti dalam
SKALA PSIKOLOGI. Wahyu Widhiarso
SKALA PSIKOLOGI Wahyu Widhiarso ELEMEN dalam Skala Psikologi SKALA- seperangkat nomor yang digunakan untuk menjelaskan konstrak psikologis INSTRUMENT- alat yang dipakai untuk menjalakan operasi pengukuran
MENYUSUN INSTRUMEN YANG VALID Dalam menyusun dan menganalisis instrument non tes pada makalah ini, kami menggunakan Skala Likert supaya dalam
MENYUSUN INSTRUMEN YANG VALID Dalam menyusun dan menganalisis instrument non tes pada makalah ini, kami menggunakan Skala Likert supaya dalam penafsiran instrumen dapat disimpulkan. Menurut Popham (1995:187)
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN A. Metode yang Digunakan Menurut Koentjaraningrat merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan disimpulkan bahwa metode adalah cara kerja untuk memperoleh
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Pengumpulan Data Oleh: Ali Muhson, M.Pd. 1 Proses Penelitian Select Problem Interpret the data Report the Findings Review The Literature Analyze the Data Design the Study Collect the Data 2 1 Jenisnya:
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Populasi merupakan bagian terpenting dari sebuah penelitian. Arikunto (2010, hlm. 173) berpendapat bahwa populasi adalah keseluruhan subjek penelitian.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA PROGRAM PASCASARJANA
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA PROGRAM PASCASARJANA Alamat: Karangmalang Yogyakarta 55281 Telepon : 0274 586168 Psw. 229, 550836 -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Rencana Pelaksanaan Perkuliahan
No. Dokumen Revisi : 00 Tgl. berlaku Hal 1 dari 5 Rencana Pelaksanaan Perkuliahan Nama Mata Kuliah : Asesmen Pembelajaran Matematika Kode Mata Kuliah : PMA 8207 SKS : 2 Dosen : Dr. Jailani Program Studi
Pertemuan 5. Skala Pengukuran dan Instrumen Penelitian
Pertemuan 5 Skala Pengukuran dan Instrumen Penelitian Learning Outcomes Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu : Menjelaskan tentang macam-macam skala pengukuran. Menguraikan tentang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif, yang bertujuan untuk menggambarkan dan mengungkapkan suatu masalah, keadaan, peristiwa sebagaimana
BAB III METODE PENELITIAN
35 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara atau jalan yang ditempuh sehubungan dengan penelitian yang dilakukan, yang memiliki langkah-langkah yang sistematis. Sugiyono
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Kerangka Pikir BAB III METODOLOGI PENELITIAN Kerangka pikir berisikan tahapan-tahapan yang akan ditempuh dalam melaksanankan penelitian. Penelitian di dalam penelitian ini terbagai ke dalam beberapa
RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR
DIREKTORAT PEMBINAAN SMA DITJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR HAKIKAT PENILAIAN Penilaian merupakan rangkaian kegiatan untuk memperoleh,
BAB III METODE PENELITIAN. dibuat secara sistematis dan logis, sehingga dapat dijadikan pedoman yang. betul-betul dan mudah diikuti secara mendasar.
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian merupakan pedoman dan langkah-langkah yang digunakan peneliti untuk melakukan penelitiannya, penelitian ini berangkat dari adanya
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian yang Digunakan Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah menurut Sugiyono dalam buku Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D (2014). Penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian 1. Metode Penelitian Metode penelitian yang tepat sangat diperlukan dalam pelaksanaan suatu penelitian. Metode penelitian dapat digunakan sebagai pedoman
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian, Subjek Populasi, dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di SMA Negeri 6 Bandung, yang beralamat di Jalan Pasirkaliki No.
mencakup aspek kognitif, psikomotorik, dan/atau afektif sesuai dengan karakteristik mata pelajaran (Peraturan Pemerintah, 2005: 80).
1 Pendahuluan PENGGUNAAN SEMANTIC DIFFERENTIAL UNTUK MENILAI RESPONS ESTETIK SISWA Oleh: Bambang Prihadi*) Penilaian afektif menjadi kebutuhan yang mendesak dalam pelaksanaan penilaian hasil belajar seni
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah level of explanation yaitu penelitian deskriptif dan asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Menurut Siregar (2013, p.15)
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Yang Digunakan Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Nasir (1999:64), menjelaskan bahwa metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pengembangan Multimedia Pembelajaran 3.1.1 Tahap Analisis Tahap analisis dimulai dari menetapkan tujuan pengembangan multimedia pembelajaran serta pemilihan materi yang akan
BAB III METODE PENELITIAN. Pendidikan Teknik Arsitektur yang beralamatkan di Jln. Setiabudhi No. 207 Bandung.
27 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur yang beralamatkan di Jln. Setiabudhi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian yang Digunakan Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah menurut Sugiyono dalam buku Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D (2014). Penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai tujuan penelitian, secara umum menggambarkan bagaimana sutu proses penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto, karena dalam penelitian
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto, karena dalam penelitian ini tidak dibuat perlakuan/manipulasi terhadap variabel-variabelnya, tetapi hanya
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan dan Metodologi 3.1.1 Pendekatan Objektif Pendekatan objektif adalah pendekatan yang menganggap perilaku manusia disebabkan oleh kekuatan kekuatan di luar kemauan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara atau jalan yang ditempuh untuk mencapai tujuan. Tujuan penelitian adalah untuk mengungkapkan, menggambarkan dan menyimpulkan
POPULASI, SAMPEL DAN SUBJEK PENELITIAN
POPULASI, SAMPEL DAN SUBJEK PENELITIAN A. Populasi Penelitian Populasi adalah suatu kelompok besar yang menjadi objek penelitian yang di dalamnya terdapat manusia, hewan, tumbuhan dan benda-benda yang
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam bab ini akan diuraikan rancangan penelitian yang dianggap relevan
27 BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini akan diuraikan rancangan penelitian yang dianggap relevan dengan permasalahan yang diteliti, untuk menjelaskan hubungan antara minat mahasiswa dalam membaca buku
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian kuantitatif dan (b). Penelitian kualitatif (Azwar, 2007: 5). Dalam
49 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian dapat diklasifikasikan dari berbagai cara dan sudut pandang. Dilihat dari pendekatan analisisnya, penelitian dibagi atas dua macam, yaitu:
Paradigma penelitian adalah jendela ilmu pengetahuan
Tim Pengajar MPA Paradigma penelitian adalah jendela ilmu pengetahuan Paradigma penelitian yang dipilih akan berpengaruh terhadap: Perumusan masalah penelitian. Pemilihan teori. Perumusan hipotesis. Metode/strategi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Hipotesis yang telah dirumuskan perlu diuji kebenarannya, untuk
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Hipotesis yang telah dirumuskan perlu diuji kebenarannya, untuk memperoleh jawaban atau rumusan hipotesis tersebut, maka diperlukan suatu metode penelitian.
EVALUASI PEMBELAJARAN GEOGRAFI
EVALUASI PEMBELAJARAN GEOGRAFI PERTEMUAN PERTAMA DOSEN: SRI HAYATI DAN MAMAT RUHIMAT Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah Evaluasi Pembelajaran Geografi merupakan kajian mengenai prinsip-prinsip pengukuran
III. METODE PENELITIAN. angka-angka analisis menggunakan statistik (Sugiyono, 2012:7). Penelitian
31 III. METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif karena data penelitian barupa angka-angka analisis menggunakan statistik (Sugiyono, 01:7). Penelitian kuantitatif
BAB III METODE PENELITIAN. terhadap data serta penampilan dari hasilnya.
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan penelitian kuantitatif, seperti yang dijelaskan oleh Arikunto (006. 1) bahwa penelitian
LAPORAN TUGAS METODE PENELITIAN
LAPORAN TUGAS METODE PENELITIAN (KUISIONER) Disusun Oleh: Nama : Musafak NPM : 35412164 Kelas : 3ID08 Hari : Sabtu Dosen : Dr. Ina Siti Hasanah, S.T., MT JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
35 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah : Untuk mengetahui bagaimana persepsi guru tentang kinerja kepala sekolah di SMA Negeri 0 Cipondoh Kota Tangerang.
(Disarikan dari berbagai sumber)
CHAPTER 6 MEASUREMENT SCALES (Disarikan dari berbagai sumber) MEASUREMENT Selecting observable empirical events. Using numbers or symbols to represent aspects of the events. Applying a mapping rule to
III. METODE PENELITIAN
45 III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini adalah penelitian sensus, menurut Arikunto (1996: 115) populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua
MODEL EVALUASI BERBASIS KOMPETENSI MATAKULIAH MENGGAMBAR TEKNIK MESIN
JURNAL TEKNIK MESIN, TAHUN 22, NO. 1, APRIL 2014 23 MODEL EVALUASI BERBASIS KOMPETENSI MATAKULIAH MENGGAMBAR TEKNIK MESIN Oleh: Basuki Dosen Teknik Malang Email: [email protected] Abstrak. Tujuan penelitian
INDIKATOR DAN INSTRUMEN PENELITIAN
RESUME PRESENTASI KELOMPOK 5 INDIKATOR DAN INSTRUMEN PENELITIAN Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan Dosen : Dr. Heri Retnawati, M.Pd Disusun Oleh: Nira
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN
51 BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Menurut Ari Kunto (1998:15), variabel adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian, sedangkan tempat di mana
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pada penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai
BAB III METODE PENELITIAN Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian Lokasi Penelitian
19 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 3.1.1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah di SMK Negeri 9 Garut, Jl. Raya Bayongbong Km.7 Desa Panembong Kecamatan
BAB III METODE PENELITIAN. a. Pendekatan Penelitian. menguji hipotesis yang telah ditetapkan. 1
51 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian 1. Jenis dan Sifat Penelitian a. Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif yaitu penelitian yang berdasarkan pada
TEKNIK PENGUMPULAN DATA
TEKNIK PENGUMPULAN DATA Pengumpulan Data Adalah pencatatan peristiwa peristiwa atau hal-hal atau keterangan-keterangan atau karakteristik-karakteristik sebagian atau keseluruhan elemen populasi yang akan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Dalam penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel gaya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Identifikasi Variabel Dalam penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel gaya kepemimpinan partisipatif dan Work
BAB III METODE PENELITIAN
A III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat non eksperimental, dengan
( )= m = Angka tertinggi dalam skor jawaban n = Angka terendah dalam skor jawaban b = Banyaknya kelas/kategori jawaban
Lampiran Surat Sekretaris Badan Nomor : 293/BKIPM.1/HM.210/II/2015 Tanggal : 03 Februari 2015 Perihal : Metode Penghitungan Service Level Agreement (SLA) Dan Persepsi User Terhadap Kemudahan Akses Layanan
Gambar 3.1 Proses Analisis Multimedia dalam Pendidikan
BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Pengembangan Multimedia Pembelajaran Dalam penelitian ini penulis mengambil 5 tahap pengembangan multimedia menurut Munir (2003), yaitu: (1) analisis, (2) desain, (3) pengembangan,
Hanif Fakhrurroja, MT
Metodologi Penelitian: Metode dan Instrumen Pengumpulan Data Hanif Fakhrurroja, MT PIKSI GANESHA, 2012 Hanif Fakhrurroja @hanifoza [email protected] Pendahuluan Definisi Metode pengumpulan data adalah
BAB III METODE PENELITIAN. mengumpulkan, mengorganisir, menganalisa, serta menginterpretasikan data. Hal
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan suatu cara atau langkah dalam mengumpulkan, mengorganisir, menganalisa, serta menginterpretasikan data. Hal tersebut sejalan dengan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pra eksperimen (pre
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pra eksperimen (pre experimental design) dengan desain kelompok tunggal pretes dan postes (one group
SILABUS EVALUASI PENDIDIKAN ILMU KOMPUTER (IK 501)
Evaluasi Pendidikan Ilmu 1 SILABUS EVALUASI PENDIDIKAN ILMU KOMPUTER (IK 501) I. DESKRIPSI Mata kuliah ini merupakan salah satu mata kuliah dalam rumpun Maka Kuliah Dasar (MKD) bertujuan untuk membekali
BAB III METODE PENELITIAN. hasilnya, secara umum data yang di peroleh dari penelitian dapat di gunakan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara yang di gunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan penelitiannya. Melalui penelitian, manusia dapat menggunakan hasilnya,
BAB III METODE PENELITIAN
A. Lokasi dan Waktu Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Tempat pelaksanaan penelitian ini mengambil lokasi di SMK Wirakarya 1 Ciparay Jalan Raya Andir Nomor 17 Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung 40381.
III. METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Menurut
III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 3), penelitian deskriptif adalah penelitian yang dimaksudkan
BAB III METODE PENELITIAN
26 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Berdasarkan tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memperoleh informasi tentang peningkatan kemampuan analisis siswa SMA setelah diterapkan
BAB III METODE PENELITIAN O X O
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP. Pembelajaran yang dilakukan menggunakan model reciprocal
BAB III METODE PENELITIAN. penggunaan data-data numerik atau berupa angka-angka yang dapat dicari
46 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif. Dengan penggunaan data-data numerik atau berupa angka-angka yang dapat dicari dengan menggunakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Menurut Arifin (2011: 68), metode eksperimen merupakan cara praktis untuk
BAB III METODE PENELITIAN. ditetapkan terlebih dahulu sebelum penelitian dilakukan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian merupakan suatu rancangan kerja penelitian yang akan digunakan dalam penelitian, oleh karena itu rancangan penelitian harus ditetapkan
BAB III METODE PENELITIAN. Surakhmad (Andrianto, 2011: 29) mengungkapkan ciri-ciri metode korelasional, yaitu:
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Pada penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, yaitu pendekatan yang menggunakan data yang dikualifikasikan/dikelompokkan dan
BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2008 : 2), Metode Penelitian pada dasarnya
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Menurut Sugiyono (008 : ), Metode Penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode penelitian
III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian ialah suatu prosedur atau cara untuk mengetahui sesuatu yang
28 III. METODE PENELITIAN A. Metode yang digunakan Metode penelitian ialah suatu prosedur atau cara untuk mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah-langkah sistematis dalam melakukan penelitian (Husaini
