KONSTRUKSI INSTRUMEN NON TES
|
|
|
- Lanny Hermawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 KONSTRUKSI INSTRUMEN NON TES
2 KONSTRUKSI INSTRUMEN NON TES Terutama digunakan untuk memperoleh informasi hasil belajar non-tes untuk mengukur perubahan tingkah laku yang berkenaan dengan ranah kognitif, afektif, psikomotorik berhubungan dengan apa yang dibuat dan dikerjakan peserta didik. Berkenaan dengan penampilan yang dapat diamati
3 KONSTRUKSI INSTRUMEN NON TES Participation chart / bagan partisipasi Check list atau daftar cek Rating scale atau skala lajuan Attitude scales atau skala sikap Yang memberikan respons adalah adalah penilai bias pengamat perlu ditekan atau diminimalkan.
4 Perencanaan Rencanakan apa yang akan diamati Menentukan tingkah laku yang akan diamati dan paling besar kontribusinya untuk menjelaskan hasil belajar siswa Jangan salah sample / salah waktu mengambil sample Hasil observasi segera dicatat dan dianalisa Interpretasi harus dilakukan setelah pengamat mengendapkan informasi hasil observasi Interpretasi tidak boleh terlalu subyektif Perlu latihan menggunakan perangkat tes menyamakan persepsi penggunaan perangkat tes
5 PARTICIPATION CHARTS Mengukur keikut sertaan / partisipasi anak didik dalam PBM Efektif untuk mengamati kegiatan diskusi kelas
6 Fakultas : Jurusan : Mata Kuliah : Tanggal : Tujuan : No Nama Participation charts Kualitas kontribusi sangat penting ragu tak relevan Abdulla Budi Cucu juanna Dede santika Endang kastono Fadry Gareng Halimun India Joko santoso IIII II IIIII IIIII IIII II IIIII III III IIII IIIII IIIII IIIII III IIII IIII III
7 keterangan Sangat : Mengemukakan gagasan baru yang penting dalam diskusi Penting : Mengemukakan alasan penting dalam pendapatnya Meragukan : Pendapat yang tak didukung oleh data atau informasi lanjut Tidak relevan : Gagasan yang diajukan tidak relevan dengan masalah
8 saran Participation charts harus dipakai bersama dengan instrumen lain seperti rating scale atau attitude scales
9 CHECK LISTS Menentukan derajat atau peringkat suatu unsur, komponen, karakteristik baik dlam bandingannya dengan kriteria tertentu ataupun dibandingkan dengan kelompok lain Check list hanya menyatakan ada atau tidak adanya suatu hal yang sedang diamati bukan memberikan data peringkat atau derajat kualitas tertentu. Check list menghendaki dicantumkannya komponen yang mungkin diamati baik yang remeh ataupun yang penting.
10 Aspek yang diamati Check Memperhatikan keinginan untuk menyenangkan guru atau orang dewasa Menyatakan rasa gembira secara lisan Menyatakan rasa sedih secara lisan Memperhatikan sikap sedih Memperlihatkan sikap gembira Meniru tingkah laku orang dewasa Meniru sikap orang dewasa yang lebih kompleks Meniru kata-kata orang dewasa Tertawa atau senyum pada saat yang tepat Mengucapkan selamat kepada orang yang berbahagia Mengucap salam dengan hangat dan tuius
11 Check list Contoh diatas adalah check list yang mengindikasikan hal yang positif artinya makin banyak komponen yang ada makin baik sikap interpersonal yang dimiliki oleh peserta didik Check list sangat fleksibel mencek kemampuan semua jenis dan tingkat hasil belajar Mutu check list ditentukan kemampuan menyusun komponen uji dan kemampuan pengamat dalam menandai ada atau tidaknya komponen yang diujikan
12 RATING SCALE Skala lajuan Alat pengukuran non-tes yang menggunakan suatu prosedur ter-struktur untuk memperoleh informasi tentang sesuatu yang diobservasi yang menyatakan posisi sesuatu dalam hubungannya dengan yang lain.
13 Unsur rating scale Adanya pernyataan tentang keberadaan atau kualitas keberadaan dari suatu unsur atau karakteristik tertentu Adanya petunjuk penilaian tentang pernyataan tersebut Komponen tersebut mirip dengan tes obyektif adanya stem dan option
14 Contoh Numerical Rating Scale Berapa aktifkah peserta didik berpartisipasi dalam kegiatan kelas? Jawaban : : tidak memuaskan 2 : di bawah rata-rata 3 : rata-rata 4 : di atas rata-rata 5 : sempurna
15 Descriptive Graphic Rating Scale Hampir sama dengan Numerical rating Scale Amat baik digunakan untuk mendeskripsikan suatu profil kegiatan, prosedur
16 Bagaimana aktifitas siswa dalam diskusi? Aktif Tidak aktif Bagaimana kemampuan mendukung pendapat orang lain? Logis Tak Jelas Bagaimana kemampuan membantah pendapat? Tepat Klise
17 Ranking Methods Rating Scale Untuk menyusun ranking kedudukan siswa dalam aspek kegiatan belajar Untuk memeriksa kemampuan siswa menentukan kedudukan relatif dari suatu prosedur nama kecepatan ketepatan ucapan media jumlah Aminah Basuki Candra
18 Paired Comparisons Rating Scale Dilakukan dengan membandingkan hasil kerja antar siswa secara berpasangan (paired) Nama Nana Amir Osman Gani Jumlah Nana Amir Osman Gani
19 Kebaikan Paired Comparison Rating Scale Hasil akan lebih obyektif karena pembandingan dilakukan berpasangan Baik untuk pembandingan hasil kegiatan atau kerja kurang baik untuk membandingkan kegiatan prosedur kerja Mudah dilakukan tanpa kriteria yang rumit
20 Kekurangan Paired Comparison Rating Scale Aspek yang dibandingkan tidak dinyatakan dengan rinci interpretasi data bisa tidak tepat atau keliru tafsir Adanya Halo effect severity effect - central tendency effect logical error yang bisa membuat salah interpretasi pengukuran.
21 SKALA SIKAP Untuk sikap yang dapat diamati dan diukur Sikap adalah identitas kecenderungan positif atau negatif terhadap suatu obyek psikologis tertentu. Skala Likert Skala Thurstone Skala Guttmann
22 Skala LIKERT Skala dengan lima angka Skala 1 ( satu ) negatif / buruk Skala 5 ( lima ) positif / baik Beberapa jenis butir soal yang dapat dikonstruksi Pernyataan Kognitif (opini terhadap obyek) Pernyataan Afektif (perasaan terhadap obyek) Pernyataan Psiko-motorik (tingkah laku terhadap obyek)
23 Contoh skala Likert Petunjuk : jawab semua butir soal dengan kategori jawaban sebagai berikut A = sangat setuju B = setuju C = tidak punya pendapat D = tidak setuju E = sangat tidak setuju Sikap terhadap pengenaan hukuman di sekolah 1. Guru baik tidak memukul 2. Murid yang dipukul guru akan bersikap negatif terhadap sekolah 3. Murid akan menghormati guru yang main pukul 4. Murid yang tidak baik layak dipukul 5. Dst
24 Skala Thurstone Tiga teknik skala sikap Metode Paired Comparisons Metode Equal-appearing intervals Metode Successive intervals
25 Skala Guttmann Penyusunan sederetan pernyataan opini tentang suatu obyek sikap secara berurutan. Responden diminta untuk menyatakan pendapatnya tentang pernyataan tersebut
26 Contoh skala Guttmann 1. Pengguguran kandungan dapat diterima 2. Pengguguran kandungan dapat diterima bila untuk alasan KB 3. Pengguguran kandungan dapat diterima bila sebagai akibat perkosaan 4. Pengguguran kandungan dapat diterima bila bayi mengalami cacat serius 5. Pengguguran kandungan dapat diterima bila ibu dalam kondisi bahaya
EVALUASI PEMBELAJARAN GEOGRAFI
EVALUASI PEMBELAJARAN GEOGRAFI PENILAIAN NON TES DOSEN: SRI HAYATI DAN MAMAT RUHIMAT PENILAIAN Bentuk dan Jenis Penilaian Non-Tes Tes Skala Sikap Cek Lis Kuesioner Studi Kasus Portofolio Tes Lisan Tes
SKALA PENGUKURAN GUTTMAN DAN RATING SCALE
SKALA PENGUKURAN GUTTMAN DAN RATING SCALE A. Pengertian Skala Pengukuran Skala merupakan prosedur pemberian angka-angka atau symbol lain kepada sejumlah ciri dari suatu objek Pengukuran adalah proses,
EVALUASI PENDIDIKAN JASMANI (PNJ 3226) SRIDADI, M.Pd
EVALUASI PENDIDIKAN JASMANI (PNJ 3226) SRIDADI, M.Pd DISKRIPSI MATA KULIAH EVALUASI PENJAS SD (PJK 3226) Mata kuliah ini bertujuan memberikan bekal kepada mahasiswa agar mampu melakukan penilaian dan analisis
BAB 7. MANAJEMEN KINERJA. Tujuan-Tujuan Strategis Organisasi
Pemahaman tentang manajemen kinerja Kriteria pengukuran kinerja Metode-metode dalam penilaian kinerja Sumber-sumber informasi kinerja Pemberian Umpan Balik Kinerja Penerapan manajemen kinerja untuk pengambilan
Pertemuan Ke-5. Skala Pengukuran. Pertemuan 5_Statistik Inferensial
Pertemuan Ke-5 Skala Pengukuran Pertemuan 5_Statistik Inferensial 1 Model Skala Pengukuran Para ahli sosiologi membedakan skala pengukuran menurut gejala sosial yang diukur, yaitu : 1. Skala pengukuran
PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI PENINGKATAN MUTU PROSES DAN EVALUASI PEMBELAJARAN. ( As ari Djohar )
PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI PENINGKATAN MUTU PROSES DAN EVALUASI PEMBELAJARAN ( As ari Djohar ) A. Asumsi Dasar 1. Peningkatan mutu pendidikan tinggi merupakan kebutuhan utama yang selalu harus
NON TES Penilaian Unjuk Kerja (Observasi, Daftar Cek, Skala Pilihan/Rating Scale) Penilaian Sikap (Skala Sikap/Skala Likert)
SKALA LIKERT) NON TES Penilaian Unjuk Kerja (Observasi, Daftar Cek, Skala Pilihan/Rating Scale) Penilaian Sikap (Skala Sikap/Skala Likert) Kemampuan yang diharapkan:. Menyusun penilaian unjuk kerja dalam
Instrumen Psikologis
Instrumen Psikologis Sumber : 1. Wahyu Widhiarso (2014). Bahan Kuliah (Skala Psikologi). Fakultas Psikologi UGM 2. Azwar, S. (2004). Sikap Manusia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar 3. http://berbagireferensi.blogspot.com/2011
INDIKATOR DAN INSTRUMEN PENELITIAN
RESUME PRESENTASI KELOMPOK 5 INDIKATOR DAN INSTRUMEN PENELITIAN Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan Dosen : Dr. Heri Retnawati, M.Pd Disusun Oleh: Nira
Pengukuran dan Penetapan Skala DOSEN : DIANA MA RIFAH
Pengukuran dan Penetapan Skala DOSEN : DIANA MA RIFAH Pendahuluan Pengukuran berarti menggunakan angka atau simbol lain atas karakteristik obyek menurut aturan yang sudah dispesifikasikan sebelumnya Skala
X. Pengembangan Instrumen Penilaian PBM A. Aspek yang DiPenilaian
Penilaian PBM Penilaian PBM X. Pengembangan Instrumen Penilaian PBM A. Aspek yang DiPenilaian No Komponen Aspek yang dinilai 1 Kompetensi/tujuan Abilitas yang terkandung didalamnya Rumusan kompetensi Tingkat
STRATEGI PENGEMBANGAN ASESMEN
STRATEGI PENGEMBANGAN ASESMEN STRATEGI PENGEMBANGAN ASESMEN TK PRODI 1. MENENTUKAN KOMPETENSI LULUSAN 2. MENJABARKAN KOMPETENSI LULUSAN MENJADI SEJUMLAH SUBKOMPETENSI 3. MENJABARKAN SUBKOMPETENSI MENJADI
RUBRIK PENILAIAN. Nama kelompok/ Penilaian Individu Peserta Memuaskan Baik Cukup Kurang cukup 1
RUBRIK PENILAIAN. Format Lembar Penilaian Diskusi (Kelompok) No Sikap/Aspek yang dinilai Nama kelompok/ peserta Penilaian kelompok 1. Menyelesaikan tugas kelompok dengan baik 2 Kerjasama kelompok (komunikasi)
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan jasmani sebagai bagian integral dari proses pendidikan secara
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan jasmani sebagai bagian integral dari proses pendidikan secara keseluruhan. Karena dengan pendidikan jasmani dapat mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan
BAB III METODE PENELITIAN. Tindakan kelas (PTK), artinya penelitian ini berbasis pada masalah di kelas
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penilitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan kelas (PTK), artinya penelitian ini berbasis pada masalah di kelas tersebut. Penelitian
Dewi Gayatri, M.Kes.
Dewi Gayatri, M.Kes. Observasi Wawancara Angket Test Peneliti melakukan pengamatan langsung dengan cara tes, kuesioner, rekaman gambar, rekaman suara Bentuk Observasi non sistematis (tanpa instrumen) Observasi
Oleh: JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FPMIPA UPI
Oleh: JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FPMIPA UPI PENDAHULUAN Kerangka Dasar Kurikulum menekankan adanya penilaian kelas. Penilaian hasil belajar meliputi penilaian kelas, penilaian akhir yang diselenggarakan
Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol. IX. No. 1 Tahun 2011, Hlm PENILAIAN AFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN AKUNTANSI. Oleh Sukanti 1.
Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol. IX. No. 1 Tahun 2011, Hlm. 74-82 PENILAIAN AFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN AKUNTANSI Oleh Sukanti 1 Abstrak Terdapat empat karakteristik afektif yang penting dalam
PROGRAM STUDI S1 KEBIDANAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
PROGRAM STUDI S1 KEBIDANAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MANUAL PROSEDUR EVALUASI HASIL BELAJAR PROGRAM STUDI S1 KEBIDANAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA NO DOKUMEN Revisi : 1 Tanggal
Tenaga peneliti terlatih. Sampel dipilih yg representatif. Kontrol variabel secara ketat. Perlu pengujian validitas dan reliabilitas
PERBEDAAN EKSPERIMEN FORMAL ACTION RESEARCH peneliti Tenaga peneliti terlatih Dilakukan oleh guru sampel Desain Sampel dipilih yg representatif Kontrol variabel secara ketat Sudah ada kelas yg dibina Dapat
PENILAIAN AFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN AKUNTANSI. Sukanti. Abstrak
PENILAIAN AFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN AKUNTANSI Sukanti Abstrak Terdapat empat karakteristik afektif yang penting dalam pembelajaran yaitu: (1) minat, 2) sikap, 3) konsep diri, dan 4) nilai. Penilaian afektif
II. TINJAUAN PUSTAKA. Tujuannya untuk mengetahui kekurangan yang terjadi agar kegiatan yang
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kerangka Teoretis 1. Hasil Belajar Evaluasi merupakan proses penilaian yang dilakukan setelah melakukan kegiatan. Tujuannya untuk mengetahui kekurangan yang terjadi agar kegiatan
Instrumen Bimbingan dan Konseling Bidang Pribadi-Sosial INSTRUMEN SKALA Variabel: Kepercayaan Diri
Instrumen Bimbingan dan Konseling Bidang Pribadi-Sosial INSTRUMEN SKALA Variabel: Kepercayaan Diri A. Skala Saifuddin Azwar (2012: xvii) mengemukakan bahwa, skala merupakan perangkat pertanyaan yang disusun
PERKULIAHAN 4: EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA ALAT EVALUASI (LANJUTAN)
PERKULIAHAN 4: EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA ALAT EVALUASI (LANJUTAN) 3. Pembuatan Alat Evaluasi Ditinjau dari pembuatnya, alat evaluasi dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu alat evaluasi buatan
BAB II KAJIAN PUSTAKA. pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar 5
9 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Hasil Belajar 1. Pengertian Hasil Belajar Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar 5 Hasil belajar adalah perubahan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Seting Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Dukuh 01 Salatiga Tahun Pelajaran 2012/2013. Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah siswa Kelas 3 SD. Penelitian
NON TES. Penilaian Unjuk Kerja(Observasi, Daftar Cek, Skala Pilihan/Rating Scale) Penilaian Sikap(Skala Sikap/Skala Likert)
NON TES Penilaian Unjuk Kerja(Observasi, Daftar Cek, Skala Pilihan/Rating Scale) Penilaian Sikap(Skala Sikap/Skala Likert) Kemampuan yang diharapkan: 1. Menyusun penilaian unjuk kerja dalam pembelajaran
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran, konsep-konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan jumlah yang banyak dan terbagi
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Hasil Belajar Menurut Gagne dalam Agus Suprijono (2011: 5-6) bahwa hasil belajar itu berupa: informasi verbal, keterampilan intelektual, strategi kognitif,
BAB II KAJIAN PUSTAKA
5 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Kajian Teori Dalam kajian pustaka ini dipaparkan berbagai macam teori tentang Hasil Belajar, Ilmu Pengetahuan Alam, Pembelajaran IPA itu sendiri serta Langkahlangkah pembelajaran
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Subjek Populasi/ Sampel Penelitian 3.1.1 Lokasi Penelitian Lokasi pada penelitian ini yaitu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian dilakukan di SMK Negeri
Malfreth Adi Lobo Agustina Yansip Kushardjono
Malfreth Adi Lobo 702011080 Agustina Yansip 702011149 Kushardjono 702012608 Tugas 4 : Identifikasi Awal Sikap dan Karakter Siswa Pengalaman belajar merupakan proses yang dinamis dan kompleks dalam keseharian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah PTK. Penelitian tindakan kelas mengandung tiga arti yaitu penelitian, tindakan, dan kelas. Suyadi (2012:18) menyimpulkan
PENILAIAN PEMBELAJARAN IPA. Heru Kuswanto
PENILAIAN PEMBELAJARAN IPA Heru Kuswanto A. Tujuan Penilaian Penilaian merupakan bagian integral dari proses belajar mengajar. Penilaian meliputi pengumpulan informasi melalui berbagai teknik penilaian
JENIS DAN PERENCANAAN EVALUASI P E R T E M U A N K E 4
JENIS DAN PERENCANAAN EVALUASI P E R T E M U A N K E 4 JENIS EVALUASI 1. EVALUASI SUMATIF BERTUJUAN UNTUK: Mengetahui kecakapan atau keterampilan yang dikuasai siswa Meramalkan kecakapan siswa dalam menyelesaikan
III. METODOLOGI PENELITIAN. penelitian (seseorang, lembaga, masyarakat, dan lain-lain) secara sistematis, faktual
24 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang akan digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengeksplorasi,
III. METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah research and development
III. METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah research and development atau penelitian pengembangan. Metode ini memadukan penelitian dan pengembangan secara
Pertemuan 6. Nova Yanti Maleha, S.E.MM 07/10/2016
Pertemuan 6 Nova Yanti Maleha, S.E.M.M 1 PRESTASI KERJA ADALAH HASIL KERJA YANG DICAPAI SESEORANG DALAM MELAKSANAKAN TUGAS-TUGAS YANG DIBEBANKAN KEPADA- NYA YANG DIDASARKAN ATAS KECAKAPAN, PENGALAMAN,
BAB 6 HASIL PENELITIAN
BAB 6 HASIL PENELITIAN Pada bab ini dijelaskan hasil analisis data yang telah diperoleh peneliti selama tanggal 7 Mei - 16 Mei 2008 di Unit Produksi II/III, Indarung, PT. Semen Padang. Responden penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan. untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Menurut Sugiyono (2015: 8), metode penelitian kuantitatif
TEKNIK PENILAIAN NON TES
TEKNIK PENILAIAN NON TES Penilaian Unjuk Kerja Dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Cocok untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik menunjukkan
III. METODE PENELITIAN. Lampung Tahun Ajaran 2009/2010 dengan jumlah siswa 29 orang yang terdiri
III. METODE PEELITIA A. Setting Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 4 SMA egeri 10 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2009/2010 dengan jumlah siswa 29 orang yang terdiri dari 10 orang siswa
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pengolahan data hasil tes dan angket mengenai Kontribusi Hasil Belajar
A. Pemaparan Data BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pengolahan data hasil tes dan angket mengenai Kontribusi Hasil Belajar Membuat Kriya Tekstil dengan Teknik Makrame Terhadap Kesiapan Kerja di Kriya
BAB II KAJIAN PUSTAKA
5 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Metode Demonstrasi 2.1.1.1 Hakekat Metode Demonstrasi Metode demonstrasi merupakan metode yang sangat efektif, sebab membantu siswa untuk mencari jawaban
BAB II KAJIAN TEORI. mendalam pada bidang ilmu yang berkaitan.
11 BAB II KAJIAN TEORI A. Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yangdiberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji seperangkat peristiwa,
BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS PENELITIAN. Perubahan tingkah laku dapat berupa hasil belajar siswa dalam sebuah
10 BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Kajian Teoritis 2.1.1 Hasil Belajar Perubahan tingkah laku dapat berupa hasil belajar siswa dalam sebuah proses pembelajaran untuk mencapai tujuan
BAB II KAJIAN TEORETIS. A. Kemampuan Pemahaman Matematis, Metode Pembelajaran Buzz. Group, Pembelajaran Konvensional, dan Sikap
BAB II KAJIAN TEORETIS A. Kemampuan Pemahaman Matematis, Metode Pembelajaran Buzz Group, Pembelajaran Konvensional, dan Sikap 1. Kemampuan Pemahaman Matematis Pemahaman merupakan terjemahan dari istilah
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Meningkatan hasil belajar bagi siswa yang kurang mampu dalam memahami mata pelajaran biologi merupakan penelitian tindakan kelas yang direncanakan pelaksanaannya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan disemua jenjang pendidikan yang memiliki peran yang sangat penting. Dalam proses pembelajaran matematika
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PERFORMANCE ASSESSMENT SEBAGAI BENTUK PENILAIAN BERKARAKTER KIMIA
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PERFORMANCE ASSESSMENT SEBAGAI BENTUK PENILAIAN BERKARAKTER KIMIA Rr. Lis Permana Sari Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY E-mail : [email protected] ABSTRAK Pelaksanaan Kurikulum
BAB I PENDAHULUAN. Semua orang yang mengalami sekolah secara formal, mungkin juga sekolah informal
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Semua orang yang mengalami sekolah secara formal, mungkin juga sekolah informal dan nonformal, tak terhindar dari pengukuran (measurement) dan tes. Suatu tes
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar workshop tentang
53 III. METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar workshop tentang pendidikan kesehatan reproduksi bagi siswa pada jenjang sekolah menengah. Metode dari
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian ini termasuk dalam penelitian korelasional kuantitatif. Penelitian korealasional kuantitatif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui
LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN TES Untuk dapat memperoleh alat penilaian (tes) yang memenuhi persyaratan, setiap penyusun tes hendaknya dapat mengikuti
LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN TES Untuk dapat memperoleh alat penilaian (tes) yang memenuhi persyaratan, setiap penyusun tes hendaknya dapat mengikuti langkah-langkah penyusunan tes. Sax (1980), mengidentifikasi
BAB I PENDAHULUAN. Manusia adalah individu yang selalu belajar. Individu belajar berjalan, berlari,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Manusia adalah individu yang selalu belajar. Individu belajar berjalan, berlari, dan lain-lain. Setiap tugas dipelajari secara optimal pada waktu-waktu tertentu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Istilah pendekatan (approach) dalam pembelajaran memiliki kemiripan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pendekatan Kontekstual Istilah pendekatan (approach) dalam pembelajaran memiliki kemiripan dengan strategi. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang
BAB I PENDAHULUAN. penting dalam perkembangan kognitif dan sosial anak. Dengan kata lain, guru memegang peranan yang strategis dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Membaca merupakan tahapan proses belajar membaca bagi siswa sekolah dasar kelas awal. Siswa belajar untuk memperoleh kemampuan dan menguasai teknik-teknik membaca
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Konsep Belajar dan Pembelajaran 2.1.1 Konsep Belajar 2.1.1.1 Pengertian Belajar Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku melalui interaksi dengan lingkungan. Hamalik
BAB I PENDAHULUAN. Dalam bahasa Jepang, huruf yang digunakan adalah Kanji, Hiragana,
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam bahasa Jepang, huruf yang digunakan adalah Kanji, Hiragana, Katakana, dan Romaji. sehingga dalam mempelajari bahasa Jepang bagi pembelajar harus mampu
BAB II KAJIAN PUSTAKA
9 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi Teori dan Penelitian Relevan 1. Deskripsi Teori a. Belajar Belajar merupakan suatu proses memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam wujud perubahan tingkah laku dan
BAB III METODE PENELITIAN
37 BAB III METODE PENELITIAN A. RANCANGAN PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif. Metode yang digunakan adalah multikorelasional yakni menghubungkan dua variabel konsep diri dan kinerja,
RENCANA PEMBELAJARAN (GBPP/SILABUS/RPS, SAP/RPP) DENGAN PENDEKATAN SCL R. NETY RUSTIKAYANTI
RENCANA PEMBELAJARAN (GBPP/SILABUS/RPS, SAP/RPP) DENGAN PENDEKATAN SCL R. NETY RUSTIKAYANTI RPS/SILABUS/GBPP Rencana pembelajaran semester (RPS) suatu mata kuliah adalah recana pembelajaran yang disusun
Skala Pengukuran Scaling. tedi last 10/16
Skala Pengukuran Scaling tedi last 10/16 SKALA PENGUKURAN Objek yang secara fisik dapat diukur dengan instrumen kalibrasi tidak memiliki masalah dalam pengukuran (misalnya : tinggi badan, ukuran meja,
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan ilmu pengetahuan yang mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan
SISTEM PENILAIAN MATA KULIAH EVALUASI PEMBELAJARAN PAI
SISTEM PENILAIAN MATA KULIAH EVALUASI PEMBELAJARAN PAI Mahasiswa wajib mengerjakan 5 paket tugas individu, 5 paket tugas kelompok, UTS dan UAS Tugas dikerjakan di kertas folio bergaris dan dilengkapi identitas
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian, dalam setiap penelitian memerlukan sebuah metode. Penggunaan
BAB III METODE PENELITIAN A. Prosedur Penelitian Metode penelitian memiliki kedudukan yang sangat penting dalam proses penelitian, dalam setiap penelitian memerlukan sebuah metode. Penggunaan metode dalam
UNIT 9. Penilaian Mata Pelajaran IPS. Pendahuluan
UNIT 9 Penilaian Mata Pelajaran IPS Pendahuluan Para mahasiswa sekalian, tentu Anda masih ingat bahan ajar pada Unit 9 utama yakni tentang Penilaian Mata Pelajaran IPS.Pada unit pengayaan ini, Anda akan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Hasil Belajar Matematika 2.1.1.1 Hakikat Matematika Dalam Permendiknas No 22 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi dinyatakan bahwa Matematika merupakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Penelitian1 ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif2. Penelitian lapangan yaitu metode yang mempelajari fenomena
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang bemaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami subjek penelitian misalnya
BAB III PROSEDUR PENGEMBANGAN INSTRUMEN DALAM PEMBELAJARAN
BAB III PROSEDUR PENGEMBANGAN INSTRUMEN DALAM PEMBELAJARAN A. Pendahuluan Dalam kegiatan pembelajaran segala sesuatu hal selayaknya dilakukan dengan tahapan yang jelas dan terarah. Oleh karena itu, penting
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengenai pelaksanaan pemberian kredit kendaraan bermotor roda empat serta
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Pendekatan dan Metode Penelitian 3.1.1 Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Kualitatif dan sifatnya lebih mengarah untuk
Anterior Jurnal, Volume 13 Nomor 1, Desember 2013, Hal dari rencana pendidikan. Namun perlu dicatat
Anterior Jurnal, Volume 13 Nomor 1, Desember 2013, Hal 88 93 dari rencana pendidikan. Namun perlu dicatat PELAKSANAAN PENGUKURAN RANAH KOGNITIF, bahwa AFEKTIF, tidak DAN semua PSIKOMOTOR bentuk evaluasi
PERENCANAAN TES. Retno Wahyuningsih ENAM HAL YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN
PERENCANAAN TES Retno Wahyuningsih 1 ENAM HAL YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN 2 1 ENAM HAL YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN 1. Pengambilan sampel dan pemilihan butir soal, 2. Tipe tes yang akan digunakan, 3. Aspek
EVALUASI PENDIDIKAN (ASESMEN)
SUPRI WAHYUDI UTOMO POKOK-POKOK MATERI 1. PENGERTIAN, TUJUAN, DAN FUNGSI 2. PRINSIP DAN TEKNIK EVALUASI 3. KLASIFIKASI TUJUAN INSTRUKSIONAL 4. BERBAGAI TEKNIK EVALUASI 5. PENYUSUNAN INSTRUMEN EVALUASI
TEKNIK EVALUASI DAN INSTRUMEN EVALUASI HASIL BELAJAR
I. Pendahuluan TEKNIK EVALUASI DAN INSTRUMEN EVALUASI HASIL BELAJAR *) Oleh; D. Tiala Secara umum telah diketahui, bahwa melakukan evaluasi merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan
dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian di tingkat kelas, dan untuk menjaga konsistensi pedoman yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka
BAB I PENDAHULUAN Kualitas penilaian terhadap hasil belajar peserta didik sangat ditentukan oleh seberapa baik persiapan dan pelaksanaannya. Untuk membantu guru dalam menyusun instrumen penilaian hasil
BENTUK-BENTUK TES fungsinya
Penggolongan tes berdasarkan fungsinya sebagai alat pengukur perkembangan kemajuan belajar siswa maka tes terdiri atas: 1) tes seleksi (ujian saringan) 2) tes awal (pre-test) 3) tes akhir (post-test) 4)
PENYUSUNAN DAN PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENELITIAN
PENYUSUNAN DAN PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENELITIAN Oleh : Dr.Ir. Pudji Muljono, MSi Disampaikan pada Lokakarya Peningkatan Suasana Akademik Jurusan Ekonomi FIS-UNJ tanggal sampai dengan 9 Agustus 00 A. Pendahuluan
BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan pengamatan penulis selama melakukan studi lapangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Berdasarkan pengamatan penulis selama melakukan studi lapangan pendidikan fisika di salah satu SMA Negeri di Bandung, menunjukkan bahwa pembelajaran aktif
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Hasil Penelitian 1. Kondisi Awal Penelitian Siswa SMP NU 01 Muallimin Weleri dalam kegiatan pembelajaran PAI, sebelum penelitian masih menggunakan
BAB I PENDAHULUAN. sehingga dapat menciptakan perubahan perilaku anak baik cara berfikir maupun
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan dengan sengaja, teratur dan terencana untuk membina kepribadian dan mengembangkan kemampuan anak sehingga
DESAIN EVALUASI PEMBELAJARAN
0 DESAIN EVALUASI PEMBELAJARAN MAKALAH MAKALAH Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah : Desain dan Pengembangan Kurikulum Dosen Pengampu : Dr. Ahsan Hasbulloh, M.Ag Oleh KUWAT DWI WALUYO (1617652006)
PERKULIAHAN 3: EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA ALAT EVALUASI
PERKULIAHAN 3: EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA ALAT EVALUASI 1. Taksonomi Bloom Bloom dan kawan-kawan membagi tujuan pendidikan ke dalam tiga daerah (domain), yaitu daerah kognitif (cognitive domain),
3.1 Pendekatan Penelitian dan Jenis Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Deskriptif kuantitatif yaitu
INSTRUMEN PENELITIAN (METODE PENELITIAN PENDIDIKAN : DR. HERI RETNAWATI)
INSTRUMEN PENELITIAN (METODE PENELITIAN PENDIDIKAN : DR. HERI RETNAWATI) PENGERTIAN & JENIS-JENIS INSTRUMEN PENELITIAN PENGERTIAN Sugiyono (2014:133) Instumen penelitian digunakan untuk mengukur nilai
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
35 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode adalah sebuah cara yang digunakan untuk memecahkan atau menyelesaikan suatu masalah. Dalam penelitian, metode dapat diartikan sebagai Cara
BAB II KAJIAN PUSTAKA
4 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teoritis 2.1.1 Pengertian Belajar Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang sangat kompleks sebagai tindakan, maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri.
