PERANCANGAN SISTEM REKOMENDASI JURUSAN BERDASARKAN POTENSI SISWA MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING

dokumen-dokumen yang mirip
Implementasi Metode Profile Matching Untuk Evaluasi Potensi Akademik Penjurusan Siswa MAN 2 Kota Kediri

JURNAL SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI CALON KARYAWAN PADA PT.ARINA MULTIKARYA KEDIRI MENGGUNAKAN PROFILE MATCHING

IMPLEMENTASI METODE WEIGHTED PRODUCT DALAM SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU DI UPTD SMA NEGERI 1 GONDANG

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI SEBAGAI CALON PENJABAT PERANGKAT KELAS MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING DI SMA NEGERI 1 PARE

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Menggunakan Metode Profile Matching di Politeknik Negeri Malang.

JURNAL STRATEGI PENEMPATAN POSISI PEMAIN DALAM FORMASI BOLA BASKET MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

Afrina Program Magister Sistem Informasi STIKOM Dinamika Bangsa Jambi

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

PERANCANGAN SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN UNTUK EVALUASI KINERJA KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING PADA CV. SANGGAR PUNOKAWAN BERBASIS DESKTOP

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

SISTEM REKOMENDASI PENERIMAAN BEASISWA PRESTASI DAN MISKIN MENGGUNAKAN PROFILE MATCHING HALAMAN JUDUL

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Jurusan SNMPTN Bagi Siswa SMAN 7 Purworejo

Afrina, Rusdianto Roestam STIKOM Dinamika Bangsa Jambi

P10 Model Pencocokan Profil. A. Sidiq P. Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi Universitas Mercu Buana Yogyakarta

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Sistem Penentuan penerima bantuan peningkatan kesejahteraan

PENERAPAN METODE PROFILE MATCHING UNTUK MENENTUKAN KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT PADA PNPM MANDIRI KOTA BANJARMASIN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI CALON SISWA YANG MENGIKUTI OSN (OLIMPIADE SAINS NASIONAL) PADA SMA 1 PARE MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING

IMPLEMENTASI DECISION SUPPORT SYSTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DENGAN MENERAPKAN METODE PROFILE MATCHING SEBAGAI ALTERNATIF PENENTUAN DOSEN FAVORIT PILIHAN MAHASISWA

PENENTUAN DOSEN PEMBIMBIMBING DAN LOKASI PRAKTEK KERJA LAPANGAN MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING

SKRIPSI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENENTUKAN SISWA BERPRESTASI PADA SMA INSTITUT INDONESIA SEMARANG MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENJURUSAN SISWA PADA SMAN 5 KEDIRI DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROFIL MATCHING

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

PENERAPAN METODE PROFILE MATCHING UNTUK PEMILIHAN ATLET SEPAK BOLA DALAM MENGIKUTI KEJUARAN POPNAS

LAPORAN TUGAS AKHIR SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DENGAN METODE PROFILE MATCHING UNTUK MEMBANTU PENJURUSAN CALON SISWA BARU PADA SMK NU MA ARIF KUDUS

Sistem Pendukung Keputusan Kelompok Penilaian Kinerja Kepala Sekolah SMP Berprestasi

PROFILE MATCHING UNTUK APLIKASI PEMILIHAN BIDANG EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA SESUAI DENGAN MINAT BAKAT SISWA SKRIPSI

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI PENERIMA BEASISWA KOPERTIS UNTUK MAHASISWA DENGAN METODE PROFILE MATCHING DI STMIK DCI KOTA TASIKMALAYA ABSTRAK

ANALISA METODE PROFILE MATCHING UNTUK PENGANGKATAN KEPALA SEKOLAH (STUDI KASUS YAYASAN PERGURUAN AL-AZHAR MEDAN)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Penelitian serupa pernah dibahas oleh asfan Muqtadir dan

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN SISWA PENERIMA BEASISWA

Analisis Promosi Kenaikan Jabatan Berdasarkan Evaluasi Kinerja Pegawai

Prosiding SENATEK 2015 Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto Purwokerto, 28 November 2015, ISBN

Richard Victor G., S.T. 1. Gian Ferdiansyah 2

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN EVALUASI KINERJA MAHASISWA DENGAN METODE PROFILE

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

PENERAPAN METODE PROFILE MATCHING UNTUK PENCARIAN SISWA PENERIMA BEASISWA KURANG MAMPU DAN BERPRESTASI ( Studi Kasus : SMK Negeri 2 Palembang )

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI.. vii. DAFTAR TABEL... ix DAFTAR GAMBAR. BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah...

Oleh: Yohanis Malelak STIKOM Uyelindo

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PENGEMBANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN KARYAWAN TERBAIK DENGAN METODE PROFILE MATCHING DI PT SUARA MERDEKA

BAB III METODE PENELITIAN

Jurnal Sarjana Teknik Informatika e-issn: Volume 1 Nomor 2, Oktober 2013

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENEMPATAN KARYAWAN BERDASARKAN TEST DOMINANT-INFLUENCE-STEADY-COMPLIANCE (DISC) MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN TOPIK TUGAS AKHIR MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING PADA STIE BANK BPD JATENG. Puspita Retno Purwasih

JURNAL PENERAPAN METODE PROFILE MATCHING

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI SERTIFIKASI GURU SD/MI OLEH KANWIL KEMENAG PROPINSI JATIM MENGGUNAKAN PROFILE MATCHING SKRIPSI

APLIKASI SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PADA DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL KHUSUS POLDA SUMBAR

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN SISTEM. Implementasi sistem merupakan tahapan dari. perancangan sistem yang telah dibuat, serta menguji dan

PENERAPAN PROFILE MATCHING UNTUK PENCARIAN SISWA SMP PENERIMA BEASISWA MISKIN DAN BERPRESTASI

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

SKRIPSI. Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer pada Jurusan Ilmu Komputer / Informatika

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. (2015). Pada penelitiannya, Sutran (2015) menggunkan metode Fuzzy Simple

PEMILIHAN BEASISWA BAGI MAHASISWA STMIK WIDYA PRATAMA DENGAN METODE PROFILE MATCHING

JURNAL SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEREKRUTAN PEMAIN SEPAK BOLA MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

PENERAPAN METODE PROFILE MATCHING UNTUK APLIKASI MULTI CRITERIA DECISION MAKING (Studi Kasus : Pemilihan Guru Berprestasi)

IMPLEMENTASI SISTEM SELEKSI LOMBA SMP NEGERI 1 KARANGREJO DENGAN METODE PROFILE MATCHING

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN. dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan,

PENERAPAN METODE PROFILE MATCHING DALAM SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN BONUS KARYAWAN (STUDI KASUS: PT. SANGHYANG SERI PERSERO)

MODUL 6 (SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN) (PROFILE MATCHING) PENCOCOKAN PROFIL

SISTEM INFORMASI PENJURUSAN PADA SMA NEGERI 1KLIRONG KEBUMEN. Naskah Publikasi

BAB II LANDASAN TEORI

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN KENAIKAN JABATAN PADA PT. SYSMEX MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

APLIKASI BANTU PENERIMAAN KARYAWAN DI MCDONALD'S JAVA SUPERMALL SEMARANG DENGAN METODE PROFIL MATCHING

PERBANDINGAN METODE PROFILE MATCHING DAN SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING PADA PENENTUAN JURUSAN SISWA KELAS X SMA N 2 NGAGLIK

GROUP DECISION SUPPORT SYSTEM PENENTUAN LOKASI PENANAMAN CABAI MERAH Afijal 1, Riyadhul Fajri 2, Sriwinar 3, Dasril Azmi 4 ABSTRAK

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. dibangun, dikembangkan dengan bahasa pemrograman PHP ( Hypertext

Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Supplier Suku Cadang Mobil Pabrikan Eropa Dalam Konteks Interaksi Manusia Komputer

DAFTAR TABEL. Tabel 2.1 Penilaian kategori Tabel 2.2 Bobot nilai gap Tabel 3.1 Range Penilaian...44

PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN KARYAWAN TELADAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING

3 BAB III METODOLOGI PENELITIAN

SISTEM INFORMASI PENILAIAN DOSEN BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING

JURNAL APLIKASI PENENTUAN POSISI KERJA KARYAWAN SEBAGAI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN JAYA SAKTI CARWASH KEDIRI DENGAN ALGORITMA PROFILE MATCHING

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB II LANDASAN TEORI Sejarah dan Perkembangan Sistem Pendukung Keputusan

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENILAIAN KINERJA KARYAWAN UNTUK KENAIKAN JABATAN PADA PD BPR ARTHA SUKAPURA MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING

Sistem Pendukung Keputusan Kenaikan Jabatan Struktural Dengan Metode Profile Matching Pada Karyawan Universitas Negeri Semarang

RANCANG BANGUN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING

PENERAPAN METODE GAUGING ABSENCE OF PREREQUISTES DALAM PROMOSI JABATAN KARYAWAN TETAP PADA PT ABC

Sistem Pendukung Keputusan Kenaikan Jabatan Menggunakan Metode Profile Matching

BAB III PERANCANGAN DAN ANALISA SISTEM

Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP

Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswatoro


BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

DSS - Wiji Setiyaningsih, M.Kom

Transkripsi:

PERANCANGAN SISTEM REKOMENDASI JURUSAN BERDASARKAN POTENSI SISWA MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING Intan Nur Farida 1), Rina Firliana 2) 1) Teknik Informatika Universitas Nusantara PGRI Kediri 2) Sistem Informasi Universitas Nusantara PGRI Kediri Kampus 2, Jl. Mojoroto Gg 1 Kediri, Jawa Timur, 64112 Email : in.nfarida@gmail.com 1), rina_firliana@yahoo.com 2) Abstrak Pengembangan sistem komputer untuk membantu kegiatan evaluasi siswa dibutuhkan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Kediri khususnya dalam bidang pen. Proses rekomendasi yang dilaksanakan belum maksimal mengakibatkan lingkungan kerja yang tidak efisien. Adanya perbedaan potensi antar siswa hendaknya dapat dijadikan pedoman dalam mengevaluasi minat siswa untuk pen. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem rekomendasi sesuai potensi siswa meliputi nilai rapor dan nilai ujian nasional sekaligus memperhatikan minat siswa, dukungan orangtua, tes IQ serta prestasi yang pernah diperoleh siswa. Rancangan sistem menggunakan metode profile matching dibuat untuk membantu proses evaluasi potensi siswa. Penggunaan gap kompetensi dilakukan dalam mengetahui selisih antara kompetensi siswa dengan standar. Selanjutnya pembobotan nilai gap, kemudian dihitung nilai core factor dan secondary factor setiap standar sekaligus untuk mengetahui nilai total. Nilai total yang paling tinggi akan menjadi yang direkomendasikan. Kata kunci: Rekomendsi, potensi siswa, profile matching 1. Pendahuluan 1.1 Tinjauan Pustaka Adanya Kurikulum 2013 memberikan kesempatan kepada siswa khususnya tingkat SMA/MA memilih mata pelajaran yang diminati dan sesuai kemampuan belajarnya. Selain itu memberikan peluang dalam mengembangkan potensi yang dimiliki siswa sesuai dengan kemampuan dasar umum (kecerdasan), bakat, minat, dan karakteristk kepribadian [1]. Proses pen siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Kediri masih menggunakan sistem manual sehingga proses pen belum maksimal. Oleh sebab itu penulis ingin mengembangkan sistem berbasis komputer. Berdasarkan kondisi tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan sistem agar memudahkan user mengevaluasi potensi siswa untuk memberikan rekomendasi siswa Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Kediri. Dengan dukungan sistem berbasis komputer, diharapkan cara kerja sistem yang sebelumnya manual dapat dirubah menjadi lebih tepat, cepat dan efisien. Dengan perkembangan sarana teknologi modern yang lebih baik maka akan tercipta suatu lingkungan sistem kerja yang lebih produktif dalam pengambilan keputusan. Beberapa permasalahan dari penelitian terdahulu yang diselesaikan menggunakan metode profile matching antara lain tentang pengangkatan jabatan karyawan[2] dan evaluasi kinerja karyawan untuk promosi jabatan [3]. Analisa terhadap aspek kapasitas intelektual, aspek sikap kerja dan aspek perilaku yang dikategorikan dalam core factor dan secondary factor menggunakan metode GAP Analysis dikombinasikan dengan metode profile matching mampu menghasilkan sebuah sistem evaluasi kinerja pegawai yang akan dipromosikan [2,3]. Sistem promosi jabatan ini merupakan rekomendasi pegawai yang cocok menduduki suatu jabatan tertentu [3]. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Kediri dengan mengambil data calon siswa kelas X angkatan 2014/2015. Adapun rekomendasi yang digunakan meliputi IPA, IPS dan Bahasa. Kriteria penilaian yang digunakan antara lain nilai akademik dan non akademik yang disesuaikan dengan nilai gap kompetensi berdasarkan kategori core factor dan secondary factor. Sedangkan bahasa pemrograman yang digunakan adalah java dan menggunakan database MySQL. Metode profile matching merupakan mekanisme pengambilan keputusan dengan mengasumsikan adanya beberapa tingkat variabel predictor ideal yang harus dimiliki oleh pelamar[4]. Tahapan pemecahan masalah untuk metode profile matching, antara lain: [4] 1) Menentukan Gap Kompetensi. Gap yang dimaksud disini adalah selisih perbedaan antara kompetensi siswa dengan kompetensi. Gap = nilai siswa standar (1) 2) Pembobotan. Setelah diperoleh gap pada masingmasing karyawan, setiap karyawan diberi bobot nilai dengan patokan tabel bobot nilai gap[4]. Nilai gap yang diperoleh selanjutnya diberi nilai bobot. 2.9-13

3) Membuat perhitungan dan pengelompokan core factor dan secondary factor. Perhitungan core factor ditunjukkan dengan menggunakan rumus: (2) Start Kriteria penilaian, Sub kriteria (CF, SF),, kompetensi siswa, kompetensi GAP = kompetensi siswa kompetensi NCF : Nilai rata-rata core factor NC : Jumlah total nilai core factor IC : Jumlah item core factor Sedangkan perhitungan secondary factor dapat ditunjukkan pada rumus di bawah ini: (3) Pembobotan nilai GAP N = (x)%ncf + (x)%nsf Jika NIPA lebih besar Jika NIPS lebih besar N dari NIPS dan NBHS dari NIPA dan NBHS NCF = NC IC NSF = SC IS N Jika NBHS lebih besar dari NIPS dan NIPA N NSF : Nilai rata-rata secondary factor NS : Jumlah total nilai secondary factor IS : Jumlah item secondary factor 4) Penghitungan nilai total. Dari hasil perhitungan dari tiap aspek di atas kemudian dihitung nilai total berdasar presentasi dari core dan secondary yang diperkirakan berpengaruh terhadap kinerja tiap-tiap profil. Contoh perhitungan dapat dilihat pada rumus di bawah ini: (4) N : Nilai total dari aspek NCF : Nilai rata-rata core factor NSF : Nilai rata-rata secondary factor (x)% : Nilai bobot kriteria 5) Hasil akhir dari proses ini adalah ranking dari karyawan yang akan dinilai kinerjanya. Penentuan ranking mengacu pada hasil perhitungan tertentu[8]. Perhitungan tersebut dapat ditunjukkan pada rumus berikut: (5) Ha : Hasil Akhir N1, N2, N3 : Nilai aspek sudah dihi-tung total (x)% : Nilai bobot kriteria 2. Metodologi Alur metode profile matching untuk rekomendasi ditunjukkan pada gambar 1. Y Rekomendasi IPA Y Rekomendasi IPS Rangking = Ha= (x) % N1 + (x) % N2 Perangkingan Jurusan yang direkomendasikan finish Y Rekomendasi BAHASA Gambar 1. Alur Metode Profile Matching pada Sistem Tahapan metode profile matching yang digunakan adalah: 1) Kriteria Penilaian Kriteria penilaian terdiri dari dua, yaitu kriteria akademik dan non akademik. Kriteria akademik meliputi nilai rata-rata raport Sekolah Menengah Pertama/ Madratsah Tsanawiyah dan nilai Ujian Nasional, sedangkan nilai non akademik meliputi nilai tes IQ, minat siswa, minat orang tua/ wali, catatan prestasi siswa. Tabel 5.2 menjelaskan kriteria dan sub kriteria penilaian yang digunakan beserta keterangan. Tabel 1. Tabel Kriteria dan Sub Kriteria Kriteria Sub Kriteria Keterangan Akademik Matematika Nilai rata-rata raport SMP/ Non Akademik IPA IPS Agama Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Tes IQ Minat Orang Tua/ Wali Catatan Prestasi MTs dan Nilai Ujian Nasional, nilai yang dimasukkan menggunakan range maksimal 10. Bernilai 8 jika hasilnya adalah IPA, bernilai 7 jika IPS dan 6 jika bahasa. Jika minat orang tua sama dengan minat utama siswa maka nilai 8, jika tidak maka nilai 6. Tidak ada = 6, Aktif dalam ekstrakurikuler = 7, tingkat sekolah =7.5, kecamatan = 8, kabupaten = 8.5, provinsi = 9, nasional = 9.5 dan internasional = 10. 2) Standar Jurusan Pada penelitian ini terdiri dari 3, yaitu IPA, IPS dan Bahasa maka standart menjadi: 2.9-14

Tabel 2. Standar Jurusan Kriteria Akademik No. Kode standar A B C D E F 1 IPA_K1 7 7 8 8 8 8 2 IPS_K1 8 8 7 7 8 8 3 BHS_K1 8 8 8 8 7 7 Tabel 3. Standar Jurusan Kriteria Non Akademik No. Kode standar G H I J 1 IPA_K2 6 8 7 7 2 IPS_K2 7 8 7 7 3 BHS_K2 7 7 8 7 3) Bobot Nilai GAP Perhitungan nilai bobot dari gap menggunakan aturan tabel bobot nilai gap, ditunjukkan pada tabel 4. Tabel 4. Tabel Nilai bobot Gap No. Selisih Bobot Nilai Keterangan 1. 0 3 Tidak ada selisih (kompetensi sesuai dengan yang dibutuhkan) 2. 1 3,5 Kompetensi individu kelebihan 1 tingkat/level 3. -1 2,5 Kompetensi individu kekurangan 1 tingkat/level 4. 2 4 Kompetensi individu kelebihan 2 tingkat/level 5. -2 2 Kompetensi individu kekurangan 2 tingkat/level 6. 3 4,5 Kompetensi individu kelebihan 3 tingkat/level 7. -3 1,5 Kompetensi individu kekurangan 3 tingkat/level 8. 4 5 Kompetensi individu kelebihan 4 tingkat/level 9. -4 1 Kompetensi individu kekurangan 4 tingkat/level 4) Perhitungan Core Factor dan Secondary Factor Nilai Core Factor kriteria akademik diperoleh dari rata-rata nilai sub kriteria core factor yaitu nilai mata pelajaran Matematika, IPA dan IPS. Sedangkan nilai secondary factor kriteria akademik diperoleh dari ratarata nilai sub kriteria secondary factor yaitu nilai mata pelajaran agama, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Begitu pula untuk kriteria non akademik bahwa nilai Core Factor kriteria non akademik diperoleh dari ratarata nilai sub kriteria core factor yaitu tes IQ dan minat siswa, sedangkan nilai kriteria non akademik secondary factor diperoleh dari rata-rata nilai sub kriteria secondary factor yaitu minat orang tua dan catatan prestasi siswa. 5) Perhitungan Nilai Total Perhitungan nilai total dilakukan setelah masingmasing kriteria penilaian sudah terisi. Langkah berikutnya adalah memasukkan nilai x% dari masingmasing kriteria tiap sesuai core factor dan secondary factor untuk selanjutnya dijumlahkan sehingga diperoleh nilai N1 dan N2 setiap. Penggunaan rumus dengan nilai x untuk NCF adalah 60% dan nilai x untuk NSF adalah 40%. Nilai N diperoleh dengan menjumlahkan nilai N1 dan N2 masing-masing. Selanjutnya membandingkan nilai N_IPA, N_IPS dan N_BHS. Nilai N tertinggi merupakan rekomendasi dan akan dihitung untuk menentukan perangkingan sesuai tersebut. 6) Hasil Rekomendasi Jurusan Langkah terakhir untuk menentukan nilai ranking pada tertentu maka setiap rekomendasi siswa diperoleh dengan menggunakan rumus: R_IPA = (60%N1_IPA) + (40%N2_IPA) R_IPS = (60%N1_IPS ) + (40%N2_IPS) R_BHS = (60%N1_BHS) + (40%N2_BHS) 3. Pembahasan 3.1 Perancangan Perancangan sistem dilakukan dengan membuat pemodelan berupa diagram untuk menerjemahkan syarat kebutuhan sistem. Perancangan sistem menggunakan use case diagram ditunjukkan dengan simbol actor, use case dan asosiasi. Gambar 2. Use Case Diagram Gambar 2 menunjukkan use case diagram untuk mendeskripsikan sistem yang sedang berjalan. Admin merupakan pengguna sistem, dalam hal ini adalah guru Bimbingan Konseling. Penjelasan masing-masing use case menunjukkan uraian fungsi aktifitas yang dilakukan admin terhadap sistem. Aktifitas yang dilakukan admin digambarkan dengan use case. Penjelasan use case diagram terdapat pada tabel 1. 2.9-15

Tabel 1. Penjelasan Use Case Diagram Nama Use Case Deskripsi Use Case Login Berfungsi untuk memasukkan username dan password dalam sistem Input Data Siswa Berfungsi untuk memasukkan data siswa, meliputi biodata siswa dan data minat Input Data Berfungsi untuk memasukkan kriteria Kriteria Input data pen Input Standar Jurusan Input Kompetensi Siswa Bobot Nilai GAP Hitung Faktor Melihat Hasil Evaluasi penilaian dalam evaluasi siswa Berfungsi untuk memasukkan macam-macam yang dapat direkomendasikan kepada siswa Berfungsi untuk memasukkan kompetensi yang dijadikan pedomen perhitungan Berfungsi untuk memasukkan nilai siswa sebagai kompetensi terhadap kriteria penilaian serta menentukan nilai selisih untuk selanjutnya dapat dihitung Berfungsi untuk menyesuaikan nilai gap dengan bobot kriteria penilaian Berfungsi untuk menghitung nilai bobot sesuai dengan jenis core factor dan secondary factor Berfungsi untuk menampilkan hasil perhitungan metode profile matching untuk pen siswa Activity diagram menggambarkan alur kegiatan pada use case. Gambar 3 menunjukkan activity diagram pada proses input kompetensi siswa. Proses dimulai dengan memasukkan nomor pendaftaran kemudian cek kesesuaian nomor pendaftaran yang telah disimpan, jika ada maka aplikasi dapat menampilkan nama dan jenis kelamin siswa dan jika tidak maka kembali memasukkan nomor pendaftaran. Langkah selanjutnya memasukkan nilai akademik dan non akademik siswa, kemudian aplikasi menampilkan standar kompetensi yang telah tersimpan. Nilai kompetensi siswa dan nilai standar dihitung untuk menghasilkan nilai gap kompetensi. Activity diagram untuk menghitung bobot nilai gap tampak pada Gambar 4. Gambar 4. Activity diagram Bobot Nilai GAP Gambar 5. Activity diagram hitung factor Gambar 5 menunjukkan Activity diagram untuk menghitung nilai core factor dan secondary factor. Sequence Diagram menguraikan interaksi objek yang disusun berdasarkan urutan waktu untuk menunjukkan tahapan dalam use case. Sequence Diagram input kompetensi siswa ditunjukkan Gambar 6. Gambar 6. Sequence Diagram input kompetensi siswa Gambar 7 menunjukkan Sequence Diagram Bobot Nilai GAP. Gambar 3. Activity diagram input kompetensi siswa 2.9-16

1) Tampilan Utama Tampilan Utama berisi modul-modul yaitu data, perhitungan dan laporan. Masing-masing modul memiliki tampilan sesuai tujuan modul. Gambar 10 menampilkan menu utama aplikasi rekomendasi. Gambar 7. Sequence Diagram Bobot Nilai GAP Gambar 10. Tampilan Utama Aplikasi 2) Tampilan Kompetensi Siswa Gambar 8. Sequence Diagram Hitung Faktor Gambar 8 menggambarkan Sequence Diagram hitung faktor. 3.2 Implementasi Struktur menu menggambarkan halaman utama yang terdiri dari modul-modul dalam aplikasi. Terdapat empat modul yaitu modul login, data, perhitungan dan laporan. Masing-masing modul memiliki menu item untuk mencapai proses yang diinginkan. Struktur menu ditampilkan pada Gambar 9. Form Login Data Siswa Menu Data Menu Utama Aplikasi Menu Perhitungan Kompetensi Siswa Menu Laporan Laporan Pen Gambar 11. Tampilan Kompetensi Siswa Perhitungan untuk memperoleh selisih atau gap antara nilai siswa dengan standar tiap ditunjukkan pada form kompetensi siswa tampak pada Gambar 11. 3) Tampilan Hasil Evaluasi Hasil rekomendasi berdasarkan potensi siswa tampak pada Gambar 12. Hasil evaluasi menunjukkan rekomendasi bagi siswa berdasarkan perhitungan metode profile matching. Data Jurusan Pembobotan Nilai GAP Data Aspek Penilaian Perhitungan Core Factor dan Secondary Factor Data Standart Jurusan Perhitungan Nilai Total Perhitungan Nilai Rangking Gambar 9. Struktur Menu Aplikasi Tampilan sistem rekomendasi diantaranya adalah sebagai berikut: Gambar 12. Hasil Evaluasi Potensi Siswa 2.9-17

3.3 Pengujian Uji coba sistem dilakukan untuk memastikan bahwa sistem dapat berjalan dengan baik. Pengujian sistem dilakukan secara fungsional. Adapun tahapan proses pengujian sistem pada menu perhitungan dijelaskan dalam tabel 2. Tabel 2. Pengujian Menu Perhitungan No. Komponen Keterangan 1 Modul Tampilan Kompetensi Siswa Pengujian Menambah data kompetensi siswa terdiri dari nilai akademik dan non akademik, merubah dan menghapus. Serta menghitung nilai GAP sesuai standar. Hasil yang Sistem dapat menyimpan data diharapkan kompetensi siswa yang ditambahkan, merubah data dan menghapus data yang diinginkan serta dapat menghitung nilai GAP. 2 Modul Tampilan Pembobotan Nilai GAP Pengujian Memberikan bobot nilai GAP yang telah dihitung. Hasil yang diharapkan Sistem dapat menampilkan bobot nilai GAP masing-masing siswa sesuai standar tiap 3 Modul Form Perhitungan Core Factor dan Pengujian Secondary Factor Menghitung Nilai Core Factor dan Secondary Factor sesuai kriteria pada setiap siswa dan standar Hasil yang Menampilkan Nilai Core Factor diharapkan dan Secondary Factor sesuai kriteria pada setiap siswa dan standar 4 Modul Form Perhitungan Nilai Total Menghitung nilai total setiap Pengujian kriteria masing-masing standar Hasil yang Menampilka nilai total setiap diharapkan kriteria masing-masing standar 5 Modul Form Evaluasi Hasil Mencari nilai tertinggi sebagai yang rekomendasi dan acuan Diharapkan meranking rekomendasi sesuai nilai total sebelumnya Hasil yang Menampilkan rekomendasi diharapkan Modul Form Evaluasi Hasil 6 Modul Laporan Rekomendasi yang Diharapkan Menampilkan nama siswa beserta rekomendasi Hasil yang diharapkan Sistem dapat menampilkan laporan hasil evaluasi siswa Evaluasi sistem dilaksanakan sebagaimana skenario pada tahap pengujian sistem dengan menjalankan modul pada menu perhitungan. Hasil evaluasi sistem menunjukkan bahwa sistem rekomendasi berdasarkan potensi siswa menggunakan metode profile matching berjalan sesuai yang diharapkan. Hal ini menunjukkan bahwa sistem mampu membantu pihak Madrasah dalam melakukan rekomendasi siswa. 4. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan dapat diketahui bahwa sistem ini menunjukkan hasil evaluasi sistem yang mampu berjalan dengan baik. Sistem rekomendasi dapat memudahkan user dalam memberikan rekomendasi siswa Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Kediri. Saran pengembangan selanjutnya adalah dengan menambahkan kriteria sebagai aspek penilaian dan pilihan sesuai identitas sekolah serta menambah fitur bobot kriteria secara dinamis. Mengimplementasikan aplikasi teknologi mobile atau smartphone. Menambahkan metode lain untuk mendapatkan hasil rekomendasi terbaik. Daftar Pustaka [1] Pedoman Peminatan Peserta Didik. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Pusat Pengembangan Profesi Pendidik, 2013. [2] Adhar, D, Sistem Pendukung Keputusan Pengangkatan Jabatan Karyawan pada PT.Ayn dengan Metode Profile Matching, Jurnal Jatisi, vol.1, no. 1, pp. 17-29, September 2014 [3] Hidayat, A. L., Pinandita, T, Sistem Pendukung Keputusan Evaluasi Kinerja Karyawan Untuk Promosi Jabatan Struktural Pada Bimbingan Belajar Sciencemaster Menggunakan Metode Gap Kompetensi (Profile Matching), Jurnal Technoscientia. vol. 5, no. 2, pp. 211-220, Februari 2013. [4] Kusrini, Konsep dan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan, Yogyakarta: Andi, 2007. Biodata Penulis Intan Nur Farida, memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom), Jurusan Teknik Informatika Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, lulus tahun 2010. Memperoleh gelar Magister Komputer (M.Kom) Program Pasca Sarjana Magister Teknik Informatika STMIK AMIKOM Yogyakarta, lulus tahun 2013. Saat ini menjadi Dosen di Universitas Nusantara PGRI Kediri. Rina Firliana, memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom), Jurusan Teknik Informatika STT Cahaya Surya Kediri, lulus tahun 2002. Memperoleh gelar Magister Komputer (M.Kom) Program Pasca Sarjana Magister Teknologi Informasi di istts Surabaya, lulus tahun 2012. Saat ini menjadi Dosen di Universitas Nusantara PGRI Kediri. 2.9-18