PEMILIHAN SUPPLIER DENGAN PENDEKATAN POSSIBILITY FUZZY MULTI-OBJECTIVE PROGRAMMING

dokumen-dokumen yang mirip
SEMINAR NASIONAL ke 8 Tahun 2013 : Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi MASALAH TRANSPORTASI DENGAN FUZZY SUPPLY DAN FUZZY DEMAND

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

OPTIMASI BIAYA PENGANGKUTAN MENGGUNAKAN PROGRAM LINEAR MULTIOBJEKTIF FUZZY (Studi Kasus pada PT. Sentosa Mulia Bahagia)

Oleh: Emy Syuprihatin Dosen Pembimbing: Prof. Dr. M. Isa Irawan, MT

KAJIAN PENERAPAN PROGRAM LINEAR MULTI OBJEKTIF FUZZY INTERAKTIF PADA KEPUTUSAN PERENCANAAN TRANSPORTASI

BAB II KAJIAN TEORI. Pada bab ini akan dibahas mengenai beberapa definisi dan teori yang akan

Program Linear Fuzzy dengan Koefisien dan Konstanta Kendala Bilangan Fuzzy

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Bab 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

MASALAH TRANSPORTASI FUZZY BILANGAN TRAPEZOIDAL DENGAN METODE ZERO POINT

BAB II KAJIAN TEORI. Berikut diberikan landasan teori mengenai teori himpunan fuzzy, program

Elis Ratna Wulan a, Diana Ratnasari b

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam bab ini dibahas beberapa definisi dan konsep-konsep yang

BAB 2 LANDASAN TEORI

Pencarian Solusi Optimal Fuzzy Untuk Masalah Program Linier Fuzzy Menggunakan Metode Level-Sum

BAB II LANDASAN TEORI

FUZZY LINIER PROGRAMMING UNTUK PEMILIHAN JENIS KENDARAAN DALAM MENGANTISIPASI KEMACETAN LALU LINTAS DI KOTA MEDAN

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam kondisi yang nyata, beberapa aspek dalam dunia nyata selalu atau biasanya

BAB I PENDAHULUAN. Setiap perusahaan yang memiliki rantai pasok (supply chain), baik sebagai

BAB II KAJIAN TEORI. masalah fuzzy linear programming untuk optimasi hasil produksi pada bab

Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

KOEFISIEN DETERMINASI REGRESI FUZZY SIMETRIS UNTUK PEMILIHAN MODEL TERBAIK. Iqbal Kharisudin. Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

OPTIMASI PARAMETER α DAN γ DALAM PEMULUSAN EKSPONENSIAL DUA PARAMETER DENGAN METODE MODIFIKASI GOLDEN SECTION

BAB II: TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) diselenggarakan oleh suatu perguruan tinggi secara mandiri.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

DESAIN SIMULASI PENGAMBILAN KEPUTUSAN MULTIOBJECTIVE MENGGUNAKAN AGEN CERDAS

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

OPTIMALISASI JADWAL KUNJUNGAN EKSEKUTIF PEMASARAN DENGAN GOAL PROGRAMMING

Penerapan Analytic Hierarchy Process dan Goal Programming untuk Pengalokasian Pemesanan Bahan Baku Kertas Daur Ulang

BAB 2 LANDASAN TEORI

SPK PENENTUAN TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN PADA RESTORAN XYZ

PEMILIHAN KONTRAKTOR PERBAIKAN ROTOR DI PEMBANGKIT LISTRIK PT XYZ DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DAN GOAL PROGRAMMING

bi = vektor berkaitan dengan tingkat aspirasi goal pada objektif yang ke i fi(x) = fungsi kendala dan goal

Model Rantai Pasok Menggunakan Petri Net dan Aljabar Max Plus dengan Mempertimbangkan Prioritas Transisi

MODEL MATEMATIKA MASALAH ALIRAN MAKSIMUM KABUR DENGAN PROGRAM LINEAR KABUR

FUZZY MULTI-CRITERIA DECISION MAKING

PERENCANAAN JUMLAH PRODUK MENGGUNAKAN METODE FUZZY MAMDANI BERDASARKAN PREDIKSI PERMINTAAN Oleh: Norma Endah Haryati ( )

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN DENGAN PERMINTAAN DAN PASOKAN TIDAK PASTI (Studi Kasus pada PT.XYZ) AYU TRI SEPTADIANTI

Penerapan FuzzyTsukamotodalam Menentukan Jumlah Produksi

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 7 TEORI HIMPUNAN FUZZY

PEMILIHAN PARTNER SUBKONTRAK DENGAN MODEL INTEGRASI DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) MONTE CARLO DI PT. ANTAR SURYA JAYA

BAB II LANDASAN TEORI. papernya yang monumental Fuzzy Set (Nasution, 2012). Dengan

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

EVALUASI KINERJA PEMASOK BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (F-AHP) (Studi Kasus : PTPN XIII)

Himpunan Tegas (Crisp)

PENDEKATAN MASALAH MULTIOBJEKTIF STOKASTIK DENGAN PENDEKTAN STOKASTIK DAN PENDEKATAN MULTIOBJEKTIF

LOGIKA FUZZY PADA PROSES PELET PAKAN IKAN

PENERAPAN INTERACTIVE FUZZY MULTI-OBJECTIVE LINEAR PROGRAMMING

MODEL PERSEDIAAN TERINTEGRASI PRODUSEN DAN DISTRIBUTOR DENGAN INFLASI DAN INVESTASI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PROSES PRODUKSI

IV CONTOH KASUS DAN PEMBAHASAN

FUZZY LINEAR PROGRAMMING DENGAN FUNGSI KEANGGOTAAN KURVA-S UNTUK PENILAIAN KINERJA KARYAWAN

PROGRAM LINIER FUZZY PENUH DENGAN METODE KUMAR. Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Tembalang Semarang

OPTIMALISASI JADWAL KUNJUNGAN EKSEKUTIF PEMASARAN DENGAN GOAL PROGRAMMING

Fuzzy Logic. Untuk merepresentasikan masalah yang mengandung ketidakpastian ke dalam suatu bahasa formal yang dipahami komputer digunakan fuzzy logic.

BAB I PENDAHULUAN. kompetisi yang ketat di dalam industri. Dalam menghadapi kompetisi tersebut,

Oleh: Nurul Budi Murtini Drs. Sulistiyo, MT

MATERI KULIAH (PERTEMUAN 12,13) Lecturer : M. Miftakul Amin, M. Eng. Logika Fuzzy. Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang

BAB II LANDASAN TEORI

BENTUK FUNGSI KEANGGOTAAN PADA MODEL REGRESI DENGAN VARIABEL DEPENDEN FUZZY SIMETRIS

DENIA FADILA RUSMAN

BAB I PENDAHULUAN. yang dikemukakan oleh George Dantzig pada tahun Linear Programming (LP) adalah perencanaan aktivitas-aktivitas untuk

Kata kunci: Sistem pendukung keputusan metode Sugeno, tingkat kepribadian siswa

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. terbaik. Produk dengan kualitas yang baik memerlukan bahan baku dengan

I PENDAHULUAN II LANDASAN TEORI

BAB II MAKALAH Makalah 1 :

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

APLIKASI KOMPRESI CITRA BERBASIS ROUGH FUZZY SET

ANALISIS & DESAIN SISTEM FUZZY. Menggunakan TOOLBOX MATLAB

PENERAPAN LOGIKA FUZZY MENGGUNAKAN SISTEM INFERENSI METODE TSUKAMOTO PADA PENGATURAN LAMPU LALU LINTAS DI PEREMPATAN MANDAN KABUPATEN SUKOHARJO

PEMODELAN SISTEM FUZZY STATIS SECARA UMUM DAN IDENTIFIKASI KONSTANTA PARAMETER DALAM SISTEM FUZZY STATIS

METODE SIMPLEKS FUZZY UNTUK PERMASALAHAN PEMROGRAMAN LINEAR DENGAN VARIABEL TRAPEZOIDAL FUZZY

Oleh : Rahanimi Pembimbing : Dr. M Isa Irawan, M.T

Sistem Pengendalian Persediaan Dengan Permintaan Dan Pasokan Tidak Pasti (Studi Kasus Pada PT.XYZ)

APLIKASI PENGAMBILAN KEPUTUSAN DENGAN METODE TSUKAMOTO PADA PENENTUAN TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN (STUDI KASUS DI TOKO KENCANA KEDIRI)

HIMPUNAN LEMBUT BERPARAMETER KABUR INTUISIONISTIK DAN APLIKASINYA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN

BAB II LANDASAN TEORI. Pemrograman linear (PL) ialah salah satu teknik dari riset operasi untuk

BAB I PENDAHULUAN. Manjemen rantai suplai merupakan suatu proses untuk mengintegrasi,

TUGAS AKHIR ALGORITMA MODIFIKASI BROYDEN-FLETCHER-GOLDFARB- SHANNO (MBFGS) PADA PERMASALAHAN OPTIMASI

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PROGRAM LINIER FUZZY PENUH DENGAN ALGORITMA MULTI OBJECTIVE LINEAR PROGRAMMING. Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Tembalang Semarang

INTEGRASI METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN GOAL PROGRAMMING DALAM OPTIMASI PEMILIHAN ALTERNATIF PEMASOK DI PT. XYZ INDONESIA POWER

Transkripsi:

PEMILIHAN SUPPLIER DENGAN PENDEKATAN POSSIBILITY FUZZY MULTI-OBJECTIVE PROGRAMMING Oleh : Heny Nurhidayanti 1206 100 059 Dosen Pembimbing : Drs. Sulistiyo, MT Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2010 Abstrak Pemilihan supplier merupakan fase yang sangat penting dalam proses pembelian suatu perusahaan. Diperlukan berbagai pertimbangan untuk dapat memilih supplier yang berkualitas. Ada banyak kriteria yang muncul dalam masalah pemilihan supplier, namun dari sekian banyak kriteria, ternyata harga yang ditawarkan oleh supplier, kualitas supplier, dan waktu pengiriman selalu muncul dalam masalah ini. Selain itu adanya faktor ketidakpastian dan resiko menyebabkan proses pemilihan supplier menjadi cukup rumit. Pada tugas akhir ini dianalisa mengenai fuzzy multi-objective programming untuk pemilihan supplier dengan pendekatan possibility, dimana α-cut technique digunakan untuk mengubah fuzzy multi-objective programming menjadi standard deterministic programming. Selanjutnya model ini akan diselesaikan dengan metode pembobotan ternormalisasi. Hasil yang didapatkan dari proses pemilihan supplier adalah dengan α = 0.5 akan didapatkan nilai optimum pada f 1 = 6546226, pada f 2 = 0.5181655, pada f 3 = 0.4895795, α = 0.4 didapatkan f 1 = 6536548, f 2 = 0.4969675, f 3 = 0.4642555, α = 0.3 didapatkan f 1 = 6526871, f 2 = 0.475772, f 3 = 0.4389315, α = 0.2 didapatkan f 1 =6517193, f 2 = 0.454576, f 3 = 0.413606, α = 0.1 didapatkan f 1 = 6507516, f 2 = 0.4333785, f 3 = 0.388282. Hasil yang telah didapatkan menunjukkan bahwa PT. Abadi merupakan supplier yang paling potensial bagi Percetakan Surya Semesta. Kata kunci : fuzzy multi-objective programming, pemilihan supplier, metode pembobotan ternormalisasi supplier bukanlah sebuah hal yang mudah, 1. Pendahuluan pada kenyataannya ada banyak hal yang Pada saat ini supply chain management harus dipertimbangkan dalam memilih menjadi sorotan dalam dunia industri. supplier yang berkualitas. Selain itu, resiko Problem pemilihan supplier merupakan dapat menjadi faktor utama yang salah satu isu penting, karena pemilihan supplier menjadi bagian dari sebuah supply mempengaruhi pemilihan supplier. Resiko disini dapat berupa resiko penolakan barang chain maka hubungan tersebut akan pesanan, maupun resiko keterlambatan memiliki pengaruh yang sangat besar pengiriman barang. Sementara harga yang terhadap kelangsungan produksi diantaranya industri percetakan. Keputusan memilih ditawarkan oleh tiap-tiap supplier juga sering kali berubah-ubah secara fluktuatif 1

akibat dari kebijakan supplier sendiri maupun dari perubahan harga bahan baku di pasar global. Pada Tugas Akhir ini dibahas mengenai bagaimana cara memilih supplier yang paling potensial dengan mempertimbangkan faktor ketidakpastian dan resiko seperti harga yang ditawarkan oleh supplier, persentase penolakan barang, serta persentase keterlambatan pengiriman barang dalam bentuk possibility fuzzy mutiobjective programming. Model ini akan diselesaikan dengan pendekatan possibility untuk menyelesaikan fuzzy multi-objective programming, dimana α-cut technique digunakan untuk mengubah fuzzy multiobjective programming menjadi standard deterministic programming. Selanjutnya akan digunakan metode pembobotan ternormalisasi untuk menyelesaikan multiobjective programming. 2. Supply Chain Semua perusahaan baik jasa maupun manufaktur dapat dikatakan sebagai bagian dari suatu supply chain. Supply chain merupakan suatu proses yang terintegrasi dimana sejumlah entity bekerja sama untuk mendapatkan bahan baku, mengubah bahan baku menjadi produk jadi, menyimpan sementara di gudang dan mengirimkannya ke retailer dan consumen. Supply chain ini berkaitan dengan logistic network (dalam kenyataannya, meskipun chain berarti rantai, penerapan supply chain lebih merupakan network/jaringan yang dapat bercabang-cabang) yang terdiri dari vendor/suppliers, manufactures, distribution centres, retail outlets dan customer. Dalam supply chain terdapat aliran produk (barang maupun jasa), aliran pesanan (yang disertai pembayaran) dan aliran informasi. 3. Proses Pemilihan Supplier Pemilihan supplier merupakan proses yang panjang. Supplier dievaluasi dalam beberapa kriteria seperti cost, delivery, quality, dan lain-lain. Pada saat melakukan evaluasi dari beberapa kriteria sering terjadi trade off seperti adanya supplier yang menawarkan produk dengan kualitas yang bagus tetapi pengirimannya tidak pasti. Semakin banyaknya kriteria yang diinginkan perusahaan untuk pemilihan supplier membuat masalah ini semakin kompleks, oleh karena itu diperlukan suatu teknik pengambilan keputusan dalam pemilihan supplier. 4. Sistem Fuzzy Secara sederhana himpunan dapat dipandang sebagai koleksi obyek-obyek. Obyek dapat berupa bilangan, nama-nama orang, warna, dan sebagainya. Pengertian himpunan seperti di atas disebut himpunan "Crisp" (tegas), karena hanya terdapat dua kemungkinan: anggota dan bukan anggota. Pada tahun 1965, Lutfi A. Zadeh mengembangkan konsep fuzzy yang merupakan perluasan dari konsep "Crisp". Konsep fuzzy dipandang dapat menggambarkan situasi real yang sebenarnya. Ada perbedaan yang mendasar antara himpunan Crisp dan Fuzzy. Pada himpunan Crisp batas keanggotaan jelas, sedangkan pada himpunan fuzzy batas keanggotaan tidak jelas (kabur) 4.1 Himpunan Fuzzy Himpunan fuzzy adalah representasi matematika pada ketidaktepatan atau ketidakpastian dalam kehidupan sehari-hari (Zadeh, 1965). Definisi 1: Diberikan semesta X. Himpunan fuzzy A dalam X ditulis à dan didefinisikan : Ã, à / dengan à : 0,1 adalah fungsi / derajat keanggotaan dari himpunan fuzzy Ã. Definisi 2: Fungsi keanggotaan à adalah suatu kurva yang menunjukkan pemetaan titik input data ke dalam nilai keanggotaan yang memiliki interval antara 0 hingga 1. 2

Ada beberapa jenis fungsi keanggotaan, salah satunya adalah fungsi keanggotaan trapesium. a 1 a 2 a 3 a 4 Fungsi keanggotaan trapesium diidentifikasi empat parameter a 1, a 2, a 3, dan a 4 dan dirumuskan dengan fungsi : 0,, 1, (1), 0, Definisi 3: Himpunan fuzzy à pada seluruh anggota X adalah convex jika dan hanya jika untuk semua x 1, x 2 pada X berlaku à 1 Ã, à Definisi 4: Himpunan crisp dengan elemen-elemen himpunan fuzzy à dengan derajat keanggotaan sekurang-kurangnya α disebut himpunan level-α atau α-cut, yaitu: Definisi 5: Ukuran Possibilitas Diberikan X Ø, P(X) = 2 X Fungsi π : P(X) [0,1] dengan sifat : 1. 0, 1 2. 3. Apabila f : X [0,1] adalah fungsi distribusi possibilitas maka, Apabila A = Crisp, I = A, A x = {x} πa π A supπa supπx Sifat : Jika,,, adalah n variabel fuzzy yang convex, dan, adalah batas atas dan batas bawah dari, untuk level possibility,, 0,, 1 berlaku : i. ii. 5. Metode Pembobotan (Weighted Sum Method) Metode pembobotan digunakan untuk mengubah optimasi multi-objective menjadi bentuk optimasi single objective. Fungsi objective tunggal ini dibentuk dari penjumlahan tiap-tiap fungsi objective f i dikalikan dengan koefisien pembobot w i. Secara umum metode pembobotan dapat dinyatakan dengan: Dengan w i 0 adalah koefisien pembobot dimana 1 Koefisien pembobot dinyatakan dengan : (2) 5.1 Metode Pembobotan Ternormalisasi (Normalized Weighted Method) Masalah optimisasi multi-objective bisa dibawa ke bentuk masalah optimisasi satu objective dengan cara skalarisasi: fungsi vektor f(x) yang mencakup fungsi-fungsi sasaran f (x), f (x),... f (x) ditransformasikan 1 2 k ke fungsi skalar f(x). Osyczka (1984) menunjuk bahwa salah satu metode transformasi yang sangat sederhana adalah metode pembobotan ternormalisasi (normalized weighted method). 3

Prinsip metode ini adalah menjumlahkan kesemua fungsi sasaran dengan memberikan koefisien pembobot untuk tiap fungsi sasaran. Koefisien pembobot ini menunjukkan kadar pentingnya suatu fungsi sasaran relatif terhadap fungsi-fungsi yang lain. Hasil transformasi adalah : (3) Dengan w i 0 adalah koefisien pembobot dimana 1, dan adalah faktor normalisasi. (4). 6. Data Percetakan Data yang digunakan untuk pembahasan dalam Tugas Akhir ini berupa data sekunder yang diperoleh dari Percetakan Surya Semesta. Dalam satu bulan, percetakan ini menerima pesanan yang tidak tentu jumlahnya, oleh karena itu percetakan ini pun melakukan pembelian barang dalam jumlah yang tidak pasti tiap periodenya. Bahan baku yang sering dipesan adalah kertas plano 70 gram ukuran 79 cm X 109 cm. Dalam Tugas Akhir ini dibatasi pada pembelian kertas plano 70 gram ukuran 79 cm X 109 cm yang dipesan untuk kemudian digunakan dalam menunjang proses produksi. Data yang diambil untuk penyusunan Tugas Akhir ini adalah: 6.1 Data supplier Dalam Tugas Akhir ini, jumlah supplier dibatasi hanya tiga atau dengan kata lain n = 3, dengan asumsi ketiga supplier tersebut merupakan supplier yang sering terlibat kontrak dengan percetakan, yaitu PT. Abadi, PT. Dalas, dan PT. Sembilan. 6.2 Data ketentuan dari supplier Berikut data ketentuan dari supplier, diberikan dalam μ(σ), dimana μ adalah mean dan σ adalah standard error. Supplier Cost Rejected Late 1 266861.1111 0.0322222 0.035 (3873.99693) (0.0083453) (0.0102022) 2 270833.3333 0.03833333 0.0338889 (3859.035743) (0.0090116) (0.0098399) 3 272875 0.026 0.018 (3663.09385) (0.0078940) (0.0067121) Dengan batas ketentuan pembelian yang sama yaitu minimum 0 dan maksimum 20 rim, dalam satu periode. 7. Pembahasan dan Hasil Notasi-notasi : n : jumlah supplier : harga yang ditawarkan oleh supplier ke-i : persentase jumlah penolakan barang yang dikirim oleh supplier ke-i : persentase jumlah keterlambatan barang yang dikirim oleh supplier ke-i : jumlah kebutuhan barang : batas bawah pembelian barang oleh supplier ke-i : batas atas pembelian barang oleh supplier ke-i : jumlah barang yang dipesan percetakan kepada supplier ke-i 7.1 Pembentukan LMOP (Linear Multiobjective Programming) Dengan kendala:, 1,2,,, 1,2,, 0, 1,2,, (5) 4

7.2 Pembentukan FMOP (Fuzzy Multiobjective Programming),,, 1,2,,, 1,2,, 0, 1,2,, (6) 7.3 Pembentukan PMOP (Possibility Fuzzy Multi-objective Programming) Dengan menggunakan konsep possibilitas dari bilangan fuzzy, model FMOP dapat diubah menjadi model PMOP (1) :,,, 1,2,,, 1,2,, 0, 1,2,, 0<α k <1 (7) Dengan α adalah level resiko dan adalah batas atas fungsi objective ke-i. Diberikan bahwa parameter dalam model PMOP (1) adalah normal dan convex, maka model PMOP (1) dapat diubah menjadi model PMOP (2) :,,, 1,2,,, 1,2,, 0, 1,2,, (8) Dengan menggunakan fungsi keanggotaan trapesium, maka himpunan α-cut dari bilangan fuzzy trapesium adalah:, 1, 1 Dengan himpunan α-cut seperti ini, maka PMOP(2) dapat diubah menjadi PMOP(3) :,, 1 1 1 1 1 5

1 0, 1,2,, (9) Dengan : batas bawah pada level α k, dan : batas atas pada level α k. 7.4 Analisis Data Nilai parameter dari fungsi keanggotaan trapesium tiap-tiap supplier dapat dicari dengan: 2 2 Supplier 1 Cost rejected late a 1 259113.1173 0.01553161 0.014595592 a 2 262987.1142 0.02387691 0.024797796 a 3 270735.108 0.04056753 0.045202204 a 4 274609.105 0.04891284 0.055404408 Supplier 2 cost rejected late a 1 263115.2618 0.0203101 0.014209173 a 2 266974.2976 0.0293217 0.024049031 a 3 74692.3691 0.0473449 0.043728747 a 4 278551.4048 0.0563566 0.053568605 Supplier 3 cost rejected late a 1 265548.8123 0.0102119 0.004575749 a 2 269211.9061 0.018106 0.011287874 a 3 276538.0939 0.033894 0.024712126 a 4 280201,1877 0.0417881 0.031424251 Pada periode selanjutnya percetakan membutuhkan sebanyak 25 rim kertas plano untuk proses produksinya. Maka permasalahan pemilihan supplier dapat diselesaikan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Memodelkan masalah pemilihan supplier dengan PMOP α = 0.5,, 261050.1158 x 1 +265044.7797 x 2 + 267380.3592 x 3 0.0197043 x 1 + 0.0248159 x 2 + 0.014159 x 3 0.0196967 x 1 + 0.0191291 x 2 + 0.0079318 x 3 x 1 + x 2 + x 3 25 x 1 20 x 2 20 x 3 20 x 1 0 x 2 0 x 3 0 x 3 0 (10) 2. Menentukan batas atas dan batas bawah Nilai optimal masing-masing fungsi objective: Fungsi Objective x 1 x 2 x 3 f 1 20 5 0 f 2 5 0 20 f 3 0 5 20 Batas bawah = [6546226 0.3817015 0.2542815] Batas atas = [6672831 0.5181655 0.4895795] Dengan batas atas seperti ini maka (10) akan menjadi : Min f 1 = 261050.1158 x 1 +265044.7797 x 2 + 267380.3592x 3 Min f 2 = 0.0197043 x 1 + 0.0248159 x 2 + 0.014159 x 3 Min f 3 = 0.0196967 x 1 + 0.0191291 x 2 + 0.0079318 x 3 261050.1158 x 1 +265044.7797 x 2 + 267380.3592 x 3 6672831 0.0197043 x 1 + 0.0248159 x 2 + 0.014159 x 3 0.5181655 0.0196967 x 1 + 0.0191291 x 2 + 0.0079318 x 3 0.4895795 x 1 + x 2 + x 3 25 x 1 20 x 2 20 x 3 20 x 1 0 x 2 0 x 3 0 (11) 3. Mengubah Multi-objective menjadi Single Objective dengan metode pembobotan ternormalisasi Dengan metode pembobotan ternormalisasi : 6

Maka (11) akan menjadi : Min = 0.039878 x 1 +0.0404883 x 2 + 0.0408449 x 3 261050.1158 x 1 +265044.7797 x 2 + 267380.3592 x 3 6672831 0.0197043 x 1 + 0.0248159 x 2 + 0.014159 x 3 0.5181655 0.0196967 x 1 + 0.0191291 x 2 + 0.0079318 x 3 0.4895795 x 1 + x 2 + x 3 25 x 1 20 x 2 20 x 3 20 x 1 0 x 2 0 x 3 0..(12) Perbandingan nilai optimum dengan level resiko yang berbeda : α f 1 f 2 f 3 0.5 6546226 0.5181655 0.4895795 0.4 6536548 0.4969675 0.4642555 0.3 6526871 0.475772 0.4389315 0.2 6517193 0.454576 0.413606 0.1 6507516 0.4333785 0.388282 Dengan jumlah kertas plano yang dipesan percetakan sebagai berikut : α PT. Abadi PT. Dalas PT. Sembilan 0.5 20 5 0 0.4 20 5 0 0.3 20 5 0 0.2 20 5 0 0.1 20 5 0 8. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan yang diperoleh dari hasil dan pembahasan adalah : 1. Model optimasi dengan possibility fuzzy multi-objective programming dapat dinyatakan dengan (9). 2. Dari pembahasan dan hasil dapat disimpulkan bahwa PT. Abadi merupakan supplier yang paling potensial, baik itu dipertimbangkan dari harga yang ditawarkan, persentase keterlambatan pengiriman kertas, maupun persentase penolakan kertas yang dikirim. Saran yang dapat diberikan untuk penelitian selanjutnya adalah mengembangkan model permasalahan pemilihan supplier dengan mempertimbangkan faktor-faktor resiko dan ketidakpastian lainnya yang perlu untuk dipertimbangkan. 9. Daftar Pustaka Hastuty, Nurul. 2005. Penerapan Pendekatan MCDM-Promethe dan Zero One Goal Programming untuk Pemilihan Supplier. Tugas Akhir, Teknik Industri, ITS Surabaya. Rakhmawati, Nahlia. 2009. Pendekatan Entropy Maksimum dan Primal Dual Geometric Programming pada Permasalahan Multi Obyektif Pemilihan Vendor. Tugas Akhir, Matematika, ITS Surabaya. Sakawa, Masatoshi. 1993. Fuzzy Sets and Interactive Multiobjective Optimization. New York: Plenum Press. Santoso, Lucky. E. Jurnal Sistem Pendukung Keputusan untuk Masalah Optimasi Multikriteria. Wu D.D., Zhang Y., Wu D., and Olson D.L. 2009. Fuzzy multi-objective programming for supplier selection and risk modeling : A possibility approach. European Journal of Operational Research. Zimmermann, H.-J. 2000. Fuzzy Set Theory and Its Applications. London: Kluwer Academic Publishers. 7