BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan dunia teknologi berkembang sangat pesat di dalam kehidupan

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Program studi Ganda Teknik Informatika-Statistika Skripsi Sarjana Komputer Sarjana Sains Semester ganjil 2005/2006

BAB II LANDASAN TEORI. metode kuadrat terkecil (MKT), outlier, regresi robust, koefisien determinasi,

BAB 1 PENDAHULUAN. awal peradaban manusia. Pada awal zaman Masehi, bangsa-bangsa

BAB I PENDAHULUAN. lebih variabel independen. Dalam analisis regresi dibedakan dua jenis variabel

BAB I PENDAHULUAN. dependen disebut dengan regresi linear sederhana, sedangkan model regresi linear

BAB 2 LANDASAN TEORI. satu variabel yang disebut variabel tak bebas (dependent variable), pada satu atau

Komputasi Statistika dengan Software R

Korelasi Sederhana dan Normalitas Regresi. Aplikasi Komputer

BAB I PENDAHULUAN. hubungan ketergantungan variabel satu terhadap variabel lainnya. Apabila

BAB II LANDASAN TEORI. Analisis regresi (regressison analysis) merupakan suatu teknik untuk membangun persamaan

III. METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, time series triwulan dari

IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 2 LANDASAN TEORI. 1. Analisis Korelasi adalah metode statstika yang digunakan untuk menentukan

BAB VI ANALISIS REGRESI LINEAR GANDA

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. banyak diterapkan pada berbagai bidang sebagai dasar bagi pengambilan

BAB 2 LANDASAN TEORI

Referensi : 1. Komputasi Statistik Dengan Software R, I Gede Nyoman Mindra, didi.staff.gunadarma.ac.id/downloads/files/13709/babv.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

(R.14) METODE MINIMUM COVARIANCE DETERMINANT PADA ANALISIS REGRESI LINIER BERGANDA DENGAN KASUS PENCILAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. penentuan jumlah sampel minimum yang harus diambil. Tabel 4.1 Data Hasil Survei Pendahuluan. Jumlah Kepala Keluarga (Xi)

ANALISIS REGRESI LINIER SEDERHANA DENGAN METODE THEIL

Pertemuan Ke-10. Teknik Analisis Regresi_M. Jainuri, M.Pd

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator penting

Atina Ahdika. Universitas Islam Indonesia 2015

BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut dengan bermacam-macam istilah: variabel penjelas, variabel

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. belajar kimia SMA Negeri 1 Jogonalan Kabupaten Klaten.

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. melalui kuesioner. Kuesioner yang disebar sebanyak 34 kuesioner, pekerjaan, dan tingkat pendidika terakhir.

BAB III METODE PENELITIAN. dilakukan dengan menggunakan metode tertentu. Menurut Sugiyono (2009:3),

DAFTAR PUSTAKA. Beuemer, B.J.M Ilmu Bahan Logam Jilid I. Penerbit Bharatara, Jakarta.

BAB 3 METODA PENELITIAN. industri penghasil bahan baku sektor pertambangan yang terdaftar di

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi dari penelitian ini adalah CV.Nusaena Konveksi yang beralamat di

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL PENGUJIAN. dikumpulkan, dan pembahasan dari hasil penelitian data tersebut. Bagian yang akan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Deskripsi Tentang Kepemimpinan Kepala Sekolah

BAB 2 LANDASAN TEORI. Analisis regresi (regression analysis) merupakan suatu teknik untuk membangun

BAB III METODE PENELITIAN. dan penguasaan keterampilan kognitif baik secara sendiri-sendiri atau bersama -

BAB 2. Istilah regresi pertama kali diperkenalkan oleh Francis Galton. Menurut Galton,

BAB 2 LANDASAN TEORI. Istilah regresi pertama kali digunakan oleh Francis Galton. Dalam papernya yang

Analisa Regresi Dua Variabel: Estimasi

DESKRIPSI MATA KULIAH

Regresi Linier Sederhana dan Korelasi. Pertemuan ke 4

BAB 2 LANDASAN TEORI

III. METODE PENELITIAN. tingkat harga umum, pendapatan riil, suku bunga, dan giro wajib minimum. Data

ANALISIS REGRESI DENGAN VARIABEL MODERATING

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI. regresi adalah sebuah teknik statistik untuk membuat model dan menyelediki

BAB 2 LANDASAN TEORI

REGRESI KUANTIL (STUDI KASUS PADA DATA SUHU HARIAN) Abstrak

REGRESI LINIER SEDERHANA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Pengaruh Rasio Profitabilitas, Rasio Solvabilitas Dan Rasio Likuiditas Terhadap

BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut dengan bermacam-macam istilah: variabel penjelas, variabel

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. satu peubah prediktor dengan satu peubah respon disebut analisis regresi linier

PERBANDINGAN METODE LEAST TRIMMED SQUARES DAN PENAKSIR M DALAM MENGATASI PERMASALAHAN DATA PENCILAN

A. SOAL 1: UJI NORMALITAS DATA DG CHIR KUADRAT. Pengukuran terhadap tinggi mahasiswa tingkat pertama dilakukan dan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 5.1 Karakteristik Responden Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk melihat kuat pengaruh

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN / Selanjutnya, sekolah ini beralamat di desa

PENERAPAN METODE LEAST MEDIAN SQUARE-MINIMUM COVARIANCE DETERMINANT (LMS-MCD) DALAM REGRESI KOMPONEN UTAMA

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan kajian mengenai Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Underwriting terhadap Laba Bersih. Dalam penelitian ini, yang menjadi obyek

KORELASI LINIER BERGANDA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Hasil Penelitian tentang Bimbingan Orang Tua

BOOTSTRAP RESAMPLING OBSERVASI PADA ESTIMASI PARAMETER REGRESI MENGGUNAKAN SOFTWARE R

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

Korelasi Linier Berganda

BAB 2 LANDASAN TEORI. bermacam-macam istilah: variabel penjelas, variabel eksplanatorik, variabel

BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut dengan bermacam-macam istilah: variabel penjelas, variabel

BAB III METODE PENELITIAN. dalam periode tahun Data tersebut merupakan data laporan keuangan

BAB IV ANALISIS HASIL

BAB III METODE PENELITIAN. Prima Artha, Sleman. Sedangkan subjek penelitiannya adalah Data

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Textile dan Otomotif yang terdaftar di BEI periode tahun

BAB 4 HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data yang akan dilakukan untuk

BAB III METODE PENELITIAN. kerumitan. Variabel intervening dalam penelitian ini adalah sistem e-filling, sedangkan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Regresi Linier Berganda

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Transkripsi:

31 BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Proses Pengolahan Data Data yang akan diolah ditampilkan dalam bentuk tabel-tabel, diagram pencar, dan grafik menggunakan fitur yang tersedia oleh R Language. Kemudian dilakukan pengolahan data menggunakan metode Kuadrat Terkecil Biasa dan metode Kuadrat Median Terkecil. Dengan memperhatikan segi efisiensi maka tidak semua data akan ditampilkan oleh penulis, tidak semua proses pengolahan diuraikan, hanya hasil pengolahan, persamaan regresi, dan nilai standar error. Data dibangkitkan dengan fungsi rnorm dan rcauchy (pada R Language), data sekunder langsung tidak lagi dimodifikasi penulis(langsung digunakan). Proses penelitian dengan R Language, pada data sample yang dibangkitkan dengan fungsi rnorm dan rcauchy. Fungsi rnorm adalah menghasilkan bilangan acak dengan sebaran normal baku, sedangkan pada fungsi rcauchy, untuk memunculkan outlier. Untuk memperbesar ukuran nilai digunakan fungsi runif yang memperbesar nilai pada rnorm 4.1.1 Penyajian dan analisis data cell Sintak yang digunakan untuk menampilkan data Cell: >data(cell) >data.entry(cell) Hasil output data disajikan dalam table 4.1 :

32 Tabel 4.1 tabel data Cell Untuk lebih jelas, data Cell kemudian data akan ditampilkan dalam bentuk scatter plot(diagram pencar). > x <- cell[, 1] > y <- cell[, 2] > op<-par(mfrow=c(1,1),pty="s") > plot(x,y)

33 Gambar 4.1 Diagram pencar data Cell Dari data tersebut terlihat tidak ada hubungan antara kedua variabel. Berdasarkan besaran koefisien korelasi dan diagram pencar menunjukkan asumsi bahwa tidak terjadi multikolinieritas pada data. 4.1.1.1 Metode Kuadrat Terkecil Biasa untuk Sampel Data Cell Dari data Cell, data diolah menggunakan metode Kuadrat Terkecil Biasa. Statement dalam R Language adalah sebagai berikut : > library(stats) > data(cell) > attach(cell) > x<-cell[,1]

34 > y<-cell[,2] > matx<-matrix(x,ncol=1) > matx2<-cbind(1,matx) > xt<-t(matx2) > xtx<-xt%*%matx2 > invtxtx<-solve(xtx) > maty<-matrix(y,ncol=1,byrow=f) > xty<-t(matx2)%*%maty > reg1<-invxtx%*%xty perhitungan dengan modul lm > reg2<-lm(y~x) > reg2 > ypre=reg2$fit > residual=reg2$res > data.entry(x,y,ypre,residual) Hasil pengolahan data ditunjukkan pada tabel 4.2

35 Tabel 4.2 Hasil regresi dengan Metode Kuadrat Terkecil Biasa Keterangan : ypre menunjukkan y estimasi (Ŷ) residual menunjukkan selisih antara y dengan y estimasi Dengan menggunakan metode Kuadrat Terkecil Biasa diperoleh Persamaan regresi : Ŷ : -0.7816-0.5914 x Nilai standar error : 1.564879 Korelasi antara nilai residual dengan y estimasi ditunjukkan oleh pada Gambar 4.2. Statement dalam R Language adalah : > library(graphics) > op<-par(mfrow=c(1,1),pty="s") > plot(ypre,residual) Dihasilkan dalam bentuk diagram pencar :

36 Gambar 4.2 Diagram Pencar Ŷ dengan residual Dari gambar terlihat bahwa residual tidak dipengaruhi oleh besarnya nilai y estimasi, dan nilai x. 4.1.1.2 Distribusi Pada Data Cell Statement R Language untuk memperoleh nilai distribusi : > library(graphics) > residual=reg2$res > plot(density(residual)) Hasil ditunjukkan pada gambar 4.3

37 Gambar 4.3 Bentuk Distribusi Data Cell Bentuk disribusi menunjukkan kurva normal yang mempunyai arti sebaran data berdistribusi normal.. 4.1.1.3 Metode Kuadrat Median Terkecil Untuk Data Cell Pengolahan data dilanjutkan dengan penggunaan metode yang berbeda, yaitu dengan Metode Kuadrat Median Terkecil. Statement dalam R Language > library(bootstrap)

38 > data(cell) > x <- cell[, 1] > y <- cell[, 2] > library(lqs) > fred <- lmsreg(y ~ x ) > ypre<-fred$fit > residual<-fred$res > data.entry(x,y,ypre,residual) Hasil pengolahan ditunjukkan dengan tabel 4.3 Tabel 4.3 Hasil Regresi Dengan Metode Kuadrat Median Terkecil Keterangan : ypre adalah y estimasi (Ŷ) residual adalah selisih antara y dengan y estimasi Dengan menggunakan metode Kuadrat Median Terkecil didapat : Persamaan regresi : Ŷ = -0.2170769-0.7017954 x

39 Nilai standar error : 1.374392 Diagram pencar antara y estimasi dan residual pada gambar 4.4 > library(graphics) > op<-par(mfrow=c(1,1),pty="s") > plot(ypre,residual) Gambar 4.4 Diagram pencar Ŷ Dengan Residual 4.1.1.4 Distribusi Pada Data Cell Statement R Language untuk memperoleh nilai distribusi terhadap residual: > library(graphics)

40 > residual=fred$res > plot(density(residual)) Hasil ditunjukkan pada gambar 4.5 Gambar 4.5 Bentuk Distribusi Residual Dari Kuadrat Median Terkecil Persamaan regresi ditunjukkan pada gambar 4.6 > plot(x, y) > curve(predict(fred, data.frame(x = x)), add = TRUE)

41 Gambar 4.6 Garis Persamaan Regresi dari Metode Kuadrat Median Terkecil Metode Kuadrat Median Terkecil melakukan pencarian median kuadrat residu sehingga didapat standar error terkecil dengan melakukan perulangan, tampak pada gambar 4.7 Statement R Language yang digunakan adalah : > resid <- residuals(fred) > pred <- predict(fred) > n <- length(x) > nboot <- 1000 > beta1.star <- double(nboot) > beta2.star <- double(nboot)

42 > for (i in 1:nboot) { + k.star <- sample(n, replace = TRUE) + y.star <- pred + resid[k.star] + sally <- lmsreg(y.star ~ x) + curve(predict(sally, data.frame(x = x)), + add = TRUE, col = "lightseagreen") + beta1.star[i] <- coefficients(sally)[2] + } > points(x, y, pch = 16) > curve(predict(fred, data.frame(x = x)), + add = TRUE, lwd = 2) Gambar 4.7 Grafik perulangan LMS regresi

43 4.1.2 Penyajian dan Analisis dari data yang dibangkitkan n=50 Data akan dibangkitkan dengan R Language. Statement yang digunakan adalah sebagai berikut: > library(stats) > n=50 > set.seed(12340) > p=15*runif(n) > set.seed(12341) > x=p+12*runif(n)+rnorm(n)+rcauchy(n) > set.seed(12342) > y=x+3*rnorm(n) > data.entry(x,y) Hasil pembangkitan data disajikan pada tabel 4.4 Tabel 4.4 Hasil pembangkitan sampel dengan n=50.

44. Keterangan : y menunjukkan variabel tidak bebas, x menunjukkan variabel bebas Diagram pencar dari x dan y adalah ditunjukkan oleh gambar 4.8 Gambar 4.8 Diagram Pencar x dan y

45 4.1.2.1 Metode Kuadrat Terkecil Biasa Untuk n=50 Selanjutnya dilakukan pengolahan data menggunakan metode Kuadrat Terkecil Biasa. Statement R Language yang digunakan adalah: > library(stats) > matx<-matrix(x,ncol=1) > matx2<-cbind(1,matx) > xt<-t(matx2) > xtx<-xt%*%matx2 > invtxtx<-solve(xtx) > maty<-matrix(y,ncol=1,byrow=f) > xty<-t(matx2)%*%maty > reg1<-invxtx%*%xty perhitungan dengan modul lm > l<-lm(y~x) > l > ypre=l$fit > residu=l$res > data.entry(x,y,ypre,residu)

46 Tabel 4.5 Hasil Pengolahan Dengan Metode Kuadrat Terkecil.. Keterangan : ypre menunjukkan y estimasi (Ŷ) residual menunjukkan selisih antara y dengan y estimasi Dengan menggunakan metode Kuadrat Terkecil Biasa diperoleh Persamaan regresi : Ŷ : 0.2751 + 0.9635 x

47 Nilai standar error : 3.559953 Korelasi antara nilai residual dengan y estimasi ditunjukkan oleh pada Gambar 4.2. Statement dalam R Language adalah : > library(graphics) > op<-par(mfrow=c(1,1),pty="s") > plot(ypre,residu) Dihasilkan dalam bentuk diagram pencar : Gambar 4.9 Diagram Pencar Ŷ terhadap residu 4.1.2.2 Distribusi Pada Sampel n=50 Statement R Language untuk memperoleh nilai distribusi terhadap residual:

48 > library(graphics) > residu=l$res > plot(density(residu)) Hasil ditunjukkan pada gambar 4.10 Gambar 4.10 Distribusi Data Dari Residu Kurva berbentuk lonceng, sehingga data berdistribusi normal. 4.1.2.3 Metode Kuadrat Median Terkecil Data Sampel Data kemudian diolah dengan penggunaan Metode Kuadrat Median Terkecil. Statement dalam R Language untuk metode Kuadrat Median Terkecil

49 > library(bootstrap) > data(cell) > library(lqs) > fred <- lmsreg(y ~ x ) > ypre<-fred$fit > residual<-fred$res > data.entry(x,y,ypre,residual) Hasil pengolahan ditunjukkan dengan tabel 4.6 Tabel 4.6 Hasil Estimasi Dengan Kuadrat Median Terkecil..

50 Keterangan : prde adalah y estimasi (Ŷ) resid adalah selisih antara y dengan y estimasi Dengan menggunakan metode Kuadrat Median Terkecil didapat : Persamaan regresi : Ŷ = 0.3641222 + 0.9572739 x Nilai standar error : 3.327453 >plot(x,y) > for(i in 1:nboot){ k.star<-sample(n,replace=true) y.star<-pred+resid[k.star] sally<-lmsreg(y.star~x,nsamp= exact ) curve(predict(sally,data.frame(x=x)),add=true,col="lightseagreen") } > points(x, y, pch = 16) > curve(predict(fred, data.frame(x = x)),

51 + add = TRUE, lwd = 2) Gambar 4.11 Grafik perulangan Dalam LMS 4.1.3 Penyajian Dan Analisis Pada Data Hawkins Data set Hawkins Bradu Kas (1984) terdiri dari 128 observasi dan 3 variabel bebas. Data ini memiliki banyak nilai outlier. >library(mass) >library(lqs) #data set Hawkins et al.(1984)

52 > y<c(8.88,12.18,5.75,11.75,10.52,10.57,1.70,5.31,8.51,1.21,3.36,8.26,10.14,-0.58,7.10,- 0.63,5.87,-0.25,-9.45,8.93,18.88,4.01,8.48,-0.16,7.26,1.69,-4.46,3.36,7.53,3.91,6.73,- 2.91,8.80,1.80,-2.40,6.25,15.60,1.06,9.99,2.10,1.63,5.84,-2.30,1.42,2.67,- 6.93,0.75,14.31,2.93,2.06,5.97,9.78,10.20,8.90,7.55,7.11,12.60,2.80,5.88,3.38,7.10,4.43,9.47,4.92,2.44,2.03,10.35,5.65,2.02,3.45,8.94,9.69,13.81,2.66,2.55,5.61,3.21,3.41,3.95,2.2 8,10.65,5.70,7.35,6.69,6.01,1.01,10.14,-2.33,4.05,-0.90,10.72,-2.72,-0.52,16.00,- 0.55,4.77,2.27,8.13,7.36,4.71,2.93,3.42,6.78,4.97,0.47,7.64,4.90,6.91,6.46,6.94,- 8.69,11.03,4.18,5.16,8.70,6.83,3.27,1.71,7.78,0.20,6.86,12.06,7.10,11.21,5.79,15.30,7.33, 7.76) > x1<c(-15,9,-3,-19,-3,11,11,-11,-3,9,-3,-9,5,-11,-3,7,9,11,-1,-7,1,-3,-11,13,-21,-1,1,- 1,5,7,3,15,5,-5,-13,7,-7,-1,-3,-9,-3,-9,7,7,-5,7,-3,-15,-5,3,3,-11,11,-15,-5,3,5,-9,5,-11,-9,- 3,11,17,-1,-15,13,3,-17,9,1,3,13,-7,3,9,17,13,15,1,-7,-9,-17,-9,21,9,-13,1,3,23,-1,-3,11,- 7,-13,-1,-5,-9,5,19,7,-1,-23,15,-7,17,1,11,1,5,-13,-17,-5,-11,-7,-5,9,17,3,15,-17,1,3,- 5,9,5,-11,3) > x2<c(2,18,16,8,-8,-16,-18,16,-6,6,-8,26,-6,8,18,-2,8,16,2,10,-2,-18,-26,0,0,-10,8,0,-18,0,16,- 2,-8,8,-2,-10,2,2,-18,-18,-16,-6,0,10,10,2,16,-8,-2,-18,6,18,18,-10,18,-16,-8,-8,-8,6,2,26,- 8,-16,0,0,2,-16,-16,10,10,16,-10,0,8,-2,18,-8,0,10,0,-8,-8,-8,0,-26,0,8,18,8,-8,-16,26,-2,8,- 10,8,-10,26,-8,0,-8,-8,8,-10,16,0,-6,0,2,10,-18,8,-18,0,6,8,8,18,10,16,-2,8,-26,8,-10,-16,- 26)

53 > x3<c(59,74,49,95,57,97,27,62,56,60,43,53,72,67,24,61,68,7,10,58,76,69,78,6,43,49,2,49,67, 68,77,1,97,1,7,94,89,28,92,94,7,11,1,1,93,38,16,96,23,68,89,88,73,80,84,80,98,19,79,21, 94,69,31,59,31,29,73,48,81,25,58,25,24,44,83,49,33,6,22,14,78,28,82,75,90,40,94,6,12,1, 61,30,2,53,23,57,14,91,95,67,9,5,58,97,18,8,23,87,58,76,9,89,70,81,82,98,25,9,86,11,59, 91,62,91,87,92,64,53) Hasil output data disajikan dalam table 4.1 : Tabel 4.7 tabel data Hawkins..

54 4.1.3.1 Matrix Korelasi data Hawkins Dari data Cell kemudian akan dilihat korelasi dalam bentuk matrik korelasi, untuk melihat apakah ada hubungan antar variabel. Matrik korelasi dalam R Language adalah : >library(base) > mat=matrix(c(x1,x2,x3),ncol=3) > round(cor(mat),4) Hasil pengolahan ditampilkan sebagai berikut: Dari matrik korelasi terlihat bahwa hubungan kedua variabel dalam data Cell cukup besar, nilai ini dianggap cukup besar sehingga disimpulkan adanya korelasi (multikolinieritas).

55 Untuk lebih jelas, data Cell kemudian data akan ditampilkan dalam bentuk scatter plot(diagram pencar). > op<-par(mfrow=c(1,3),pty="s") > plot(x1,x2) > plot(x1,x3) > plot(x2,x3) Hubungan antara variabel x ditunjukkan pada gambar 4.12 Gambar 4.12 Diagram pencar data Hawkins 4.1.3.2 Metode Kuadrat Terkecil Biasa untuk Sampel Data Hawkins Dari data Hawkins, data kemudian diolah menggunakan metode Kuadrat Terkecil Biasa. Statement dalam R Language adalah sebagai berikut : > library(stats) > y<c(8.88,12.18,5.75,11.75,10.52,10.57,1.70,5.31,8.51,1.21,3.36,8.26,10.14,-0.58,7.10,- 0.63,5.87,-0.25,-9.45,8.93,18.88,4.01,8.48,-0.16,7.26,1.69,-4.46,3.36,7.53,3.91,6.73,- 2.91,8.80,1.80,-2.40,6.25,15.60,1.06,9.99,2.10,1.63,5.84,-2.30,1.42,2.67,-

56 6.93,0.75,14.31,2.93,2.06,5.97,9.78,10.20,8.90,7.55,7.11,12.60,2.80,5.88,3.38,7.10,4.43,9.47,4.92,2.44,2.03,10.35,5.65,2.02,3.45,8.94,9.69,13.81,2.66,2.55,5.61,3.21,3.41,3.95,2.2 8,10.65,5.70,7.35,6.69,6.01,1.01,10.14,-2.33,4.05,-0.90,10.72,-2.72,-0.52,16.00,- 0.55,4.77,2.27,8.13,7.36,4.71,2.93,3.42,6.78,4.97,0.47,7.64,4.90,6.91,6.46,6.94,- 8.69,11.03,4.18,5.16,8.70,6.83,3.27,1.71,7.78,0.20,6.86,12.06,7.10,11.21,5.79,15.30,7.33, 7.76) > x1<c(-15,9,-3,-19,-3,11,11,-11,-3,9,-3,-9,5,-11,-3,7,9,11,-1,-7,1,-3,-11,13,-21,-1,1,- 1,5,7,3,15,5,-5,-13,7,-7,-1,-3,-9,-3,-9,7,7,-5,7,-3,-15,-5,3,3,-11,11,-15,-5,3,5,-9,5,-11,-9,- 3,11,17,-1,-15,13,3,-17,9,1,3,13,-7,3,9,17,13,15,1,-7,-9,-17,-9,21,9,-13,1,3,23,-1,-3,11,- 7,-13,-1,-5,-9,5,19,7,-1,-23,15,-7,17,1,11,1,5,-13,-17,-5,-11,-7,-5,9,17,3,15,-17,1,3,- 5,9,5,-11,3) > x2<c(2,18,16,8,-8,-16,-18,16,-6,6,-8,26,-6,8,18,-2,8,16,2,10,-2,-18,-26,0,0,-10,8,0,-18,0,16,- 2,-8,8,-2,-10,2,2,-18,-18,-16,-6,0,10,10,2,16,-8,-2,-18,6,18,18,-10,18,-16,-8,-8,-8,6,2,26,- 8,-16,0,0,2,-16,-16,10,10,16,-10,0,8,-2,18,-8,0,10,0,-8,-8,-8,0,-26,0,8,18,8,-8,-16,26,-2,8,- 10,8,-10,26,-8,0,-8,-8,8,-10,16,0,-6,0,2,10,-18,8,-18,0,6,8,8,18,10,16,-2,8,-26,8,-10,-16,- 26) > x3<c(59,74,49,95,57,97,27,62,56,60,43,53,72,67,24,61,68,7,10,58,76,69,78,6,43,49,2,49,67, 68,77,1,97,1,7,94,89,28,92,94,7,11,1,1,93,38,16,96,23,68,89,88,73,80,84,80,98,19,79,21, 94,69,31,59,31,29,73,48,81,25,58,25,24,44,83,49,33,6,22,14,78,28,82,75,90,40,94,6,12,1,

57 61,30,2,53,23,57,14,91,95,67,9,5,58,97,18,8,23,87,58,76,9,89,70,81,82,98,25,9,86,11,59, 91,62,91,87,92,64,53) > x<-c(x1,x2,x3) > matx<-matrix(x,ncol=3) > matx2<-cbind(1,matx) > xt<-t(matx2) > xtx<-xt%*%matx2 > invtxtx<-solve(xtx) > maty<-matrix(y,ncol=1,byrow=f) > xty<-t(matx2)%*%maty > reg<-invxtx%*%xty perhitungan dengan modul lm > reg2<-lm(y~x1+x2+x3) > reg2 > ypre=reg2$fit > residual=reg2$res > data.entry(x1,x2,x3,y,ypre,residual) Hasil pengolahan data ditunjukkan pada tabel 4.8 Tabel 4.8 Hasil regresi dengan Metode Kuadrat Terkecil Biasa

58....

59 Keterangan : ypre menunjukkan y estimasi (Ŷ) residual menunjukkan selisih antara y dengan y estimasi Dengan menggunakan metode Kuadrat Terkecil Biasa diperoleh Persamaan regresi : Ŷ : 0.289096-0.003234-0.002321 + 0.094531 Nilai standar error : 3.782613 Korelasi antara nilai residual dengan y estimasi ditunjukkan oleh pada Gambar 4.13. Statement dalam R Language adalah : > library(graphics) > op<-par(mfrow=c(1,1),pty="s") > plot(ypre,residual) Dihasilkan dalam bentuk diagram pencar :

60 Gambar 4.13 Diagram Pencar Ŷ dengan residual 4.1.3.3 Distribusi Pada Data Hawkins Statement R Language untuk memperoleh nilai distribusi : > library(graphics) > plot(density(residual)) Hasil ditunjukkan pada gambar 4.14

61 Gambar 4.14 Bentuk Distribusi Data Hawkins Bentuk disribusi menunjukkan sebaran data membentuk kurva normal artinya data berdistribusi normal atau tersebar normal. 4.1.3.4 Metode Kuadrat Median Terkecil Untuk Data Hawkins Pengolahan data dilanjutkan dengan penggunaan metode yang berbeda, yaitu dengan Metode Kuadrat Median Terkecil. Dalam metode Kuadrat Median Terkecil, pada regresi berganda estimasi yang dilakukan menghasilkan persamaan regresi yang berbeda pada setiap pengeksekusian. Dalam hal ini penulis menggunakan metode perulangan

62 dengan mencari standar deviasi yang lebih kecil dari metode Kuadrat Terkecil Biasa. Jika standar deviasi lebih kecil dari standar deviasi dari Kuadrat Terkecil Biasa maka nilai persamaan regresi dan residu disimpan. Statement dalam R Language adalah: fred <- lmsreg(y ~ x1+x2+x3) resid <- residuals(fred) pred <- predict(fred) n <- length(x1) nboot <- 100 for (i in 1:nboot) { k.star <- sample(n, replace = TRUE) y.star <- pred + resid[k.star] sally<- lmsreg(y.star ~ x1+x2+x3,nsamp="exact") sl<-sd(sally$res) lr<-sd(l$res) if(sl<lr) {reg<-sally$coef rsd<-sally$res } }

63 Persamaan regresi :Ŷ = 0.482755205-0.026795100x1+ 0.002107481x2 + 0.090871834x3 Nilai standar error : 3.690433 Nilai residu yang dihasilkan oleh Kuadrat Median Terkecil lebih baik dari Kuadrat Terkecil Biasa, akan tetapi metode Kuadrat Median Terkecil tidak stabil dan proses membutuhkan waktu lama. Hasil persamaan regresi dan standar error dapat dilihat pada tabel 4.9 dan 4.10. Tabel 4.9 Hasil regresi untuk semua data

Tabel 4.10 Hasil standar error untuk semua data 64