PUSAT PENDAPATAN dan BEBAN. Endang Sri Utami, S.E., M.Si., Ak., CA

dokumen-dokumen yang mirip
Pekerjaan. diukur dari biayanya. Modal

Farah: apa itu anggaran inkremental dan Zero based review? Sebagai manajer mana yang anda pilih? Binta: Kesulitan dalam mengukur output? Solusi?

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada PT X mengenai

PUSAT BIAYA PENGERTIAN

PUSAT LABA. Endang Sri Utami, S.E., M.Si., Ak., CA

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan perkembangan dunia usaha dan pertumbuhan. pembangunan yang cukup pesat di Indonesia menyebabkan banyak perusahaan

BAB II LANDASAN TEORITIS. Menurut George H, Bodnar dan William S. Hopwood (2006:14)

PERENCANAAN PROGRAM. Endang Sri utami, SE., M.Si., Ak, CA

PENILAIAN KINERJA MANAJER PUSAT BIAYA (Studi Kasus PT. PABELAN SURAKARTA) SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan perekonomian yang cepat membawa dampak persaingan

BAB I PENDAHULUAN. Akibat dari krisis ekonomi yang menimpa Indonesia, tak sedikit pula

BAB 3 : PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam akuntansi di Indonesia terdapat istilah-istilah biaya, beban, dan harga

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP EFEKTIVITAS PELAKSANAAN ANGGARAN. (Studi Pada Perusahaan Manufaktur di Surakarta dan Sukoharjo)

BAB I PENDAHULUAN. Didalam dunia usaha terutama suatu perusahaan akan dihadapkan pada

BAB I PENDAHULUAN. dengan munculnya industri-industri yang mengelola berbagai macam produk.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIVITAS PELAKSANAAN ANGGARAN PADA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI KLATEN

PERTEMUAN KE-7 BIAYA STANDAR : SUATU ALAT PENGENDALIAN MANAJERIAL

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. Laba merupakan salah satu tujuan organisasi perusahaan yang

PENYUSUNAN ANGGARAN A. Hakikat Anggaran

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan perkembangan dunia saat ini, kehidupan manusia di

BAB I PENDAHULUAN. menghadapi masalah yang harus segera dipecahkannya. Untuk mengurangi

ABSTRAK AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN MANAJEMEN TERHADAP PENILAIAN PRESTASI KERJA

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai negara yang sedang berkembang, Indonesia membutuhkan rakyat

AKUNTANSI PERTANGGUNG JAWABAN SEBAGAI ALAT PENILAIAN KINERJA MANAJER SYAHRUL RAMBE. Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN

Materi ke-2 ENTITAS BISNIS DAN LAPORAN KEUANGAN

Anggaran dan Siklus Anggaran

PERTEMUAN KE-6 BIAYA STANDAR : SUATU ALAT PENGENDALIAN MANAJERIAL

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara yang pusat industrinya sangat banyak, perusahaan yang

BAB II LANDASAN TEORI. manusia, benda, situasi dan organisasi. Dalam organisasi pengendalian

Kepada Yth. Bapak/Ibu. Dalam rangka penyelesaian tugas akhir program Strata 1 (S1) jurusan

INFORMASI AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENILAIAN KINERJA MANAJER. Untung Sriwidodo Fakultas Ekonomi Universitas Slamet Riyadi Surakarta

PROSEDUR PENYUSUNAN ANGGARAN. ERLINA, SE. Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi Universitas Sumatera Utara

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.2 Pengendalian Manajemen Pada Perusahaan Jasa Keuangan Perusahaan Jasa Keuangan Secara Umum Karakteristik Umum: 1.

BAB I PENDAHULUAN. sekarang, banyak ditemukan permasalahan yang menyebabkan perusahaan. sebagai sumber dayanya, tujuan perusahaan akan sulit tercapai.

BAB I PENDAHULUAN. globalisasi yang memberikan peluang bagi perusahaan-perusahaan untuk

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

Akuntansi Biaya. Management, The Controller, and Cost Accounting. Cost Concepting. The Cost Accounting Information System. Classifications of Cost.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. Suatu perusahaan, baik perusahaan dagang maupun perusahaan industri,

Bab 9 Penyusunan Anggaran

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

Struktur Organisasi. PT. Akari Indonesia. Pusat dan Cabang. Dewan Komisaris. Direktur. General Manager. Manajer Sumber Daya Manusia Kepala Cabang

II. TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Anggaran

BAB I PENDAHULUAN. Pengelolaan dan Aset Daerah Kabupaten Boyolali manajemen puncak

BAB I PENDAHULUAN. laba semaksimal mungkin, menjaga kelangsungan hidup perusahaan, serta

B a b I P e n d a h u l u a n 1 BAB I PENDAHULUAN. jaman, yang cukup terlihat pesat pada bidang ekonomi.

BAB I PENDAHULUAN. Blocher/Chen/Lin (2007:306) mengemukakan bahwa produktivitas adalah rasio output

ABSTRAK PERANAN ANGGARAN PENJUALAN DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS PENGENDALIAN PENJUALAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. diperoleh dan dipakai selama periode waktu tertentu. jangka waktu tertentu dan umumnya dinyatakan dalam satuan uang.

BAB I PENDAHULUAN. kompetetif yang mengharuskan perusahaan-perusahaan menjalankan usaha. manajemennya untuk memenangkan persaingan pada era yang serba

BAB II LANDASAN TEORI. atupun mata uang lainnya yang meliputi seluruh kegiatan untuk jangka waktu. Definisi anggaran menurut M. Nafirin ( 2000:9 )

BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Gambaran Umum Tentang Anggaran Pengertian Anggaran

BAB I PENDAHULUAN. operasional sehari-hari disebut modal kerja. melalui hasil penjualan. Uang yang diterima melalui hasil penjualan akan

BAB 1 PENDAHULUAN. mengalami penyempurnaan untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia dengan lebih

Minggu-1. Gambaran Umum Tentang Budget. Penganggaran Perusahaan. Administrasi Bisnis. By : Dra. Ai Lili Yuliati, MM

PERAN, SEJARAH DAN ARAH AKUNTANSI MANAJEMEN

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA. lain : Haryono Jusuf (1997:24), biaya adalah harga pokok barang yang

PENGARUH KARAKTERISTIK TUJUAN ANGGARAN TERHADAP KINERJA APARAT PEMERINTAH DAERAH DI KABUPATEN SUKOHARJO SKRIPSI

ANALISA LAPORAN ARUS KAS SEBAGAI ALAT EVALUASI KINERJA KEUANGAN PADA PT. AKSARA SOLOPOS

PENJELASAN TENTANG ANGGARAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKAN

MANAJEMEN OPERASI. Operasi dan Produktivitas

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS Tinjauan Umum Akuntansi Pertanggungjawaban. pertanggungjawaban terdiri dari beberapa elemen inti, yaitu :

1. RINGKASAN EKSEKUTIF

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Kebijakan dividen menjadi masalah menarik karena akan memenuhi harapan

BAB I PENDAHULUAN. Secara umum keberhasilan perusahaan untuk mempertahankan. kelangsungan usahanya tergantung pada kemampuan perusahaan untuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI. II.1. Arti dan Tujuan Akuntansi Manajemen. Definisi normatif Akuntansi Manajemen menurut Management

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

PERTEMUAN KE-9 AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN BERDASARKAN STRATEGI & AKTIFITAS

BAB II FUNGSI ANGGARAN DALAM PERUSAHAAN. satuan kuantitatif. Penyusunan anggaran sering diartikan sebagai

BAB I PENDAHULUAN. Suatu lembaga atau perusahaan tumbuh dan berkembang seiring dengan

Transkripsi:

PUSAT PENDAPATAN dan BEBAN Endang Sri Utami, S.E., M.Si., Ak., CA

Definisi Pusat Tanggung Jawab Pusat tanggung jawab merupakan organisasi atau sub-unit organisasi yang dipimpin oleh seorang manajer yang bertanggungjawab terhadap aktivitas yang dilakukan

Karakterisitk Pusat Tanggung Jawab Pusat tanggung jawab muncul untuk mewujudkan tujuan organisasi. Fungsi pusat tanggung jawab untuk mengimplementasikan strategi. Jika setiap pusat tanggung jawab memenuhi tujuannya, maka tujuan organisasi juga telah tercapai.

Cara Kerja Pusat Tanggung Jawab input pekerjaan output Sumber daya Modal Barang atau Jasa yang digunakan diukur dari biaya

Cara Kerja Pusat Tanggung Jawab Pusat tanggung jawab menerima masukan, dalam bentuk bahan baku, tenaga kerja, dan jasa-jasa. Dengan menggunakan modal kerja, pusat tanggung jawab melaksanakan fungsi-fungsi tertentu. Tujuan akhir pusat tanggung jawab mengubah input menjadi output (barang atau jasa).

Hubungan Input dan Output Di sejumlah pusat tanggung jawab, hubungan input dan output bersifat timbal balik dan langsung. Contoh: departemen produksi, input bahan baku menjadi bagian fisik barang jadi. Dalam sejumlah situasi, input tidak secara langsung berkaitan dengan ouput yang dihasilkan. Contoh: biaya iklan adalah input meningkatkan penjualan, namun penjualan dipengaruhi sejumlah faktor lain selain iklan, sehingga hubungan peningkatan biaya iklan dengan peningkatan penjualan jarang dapat ditunjukkan.

Mengukur Input Input dinyatakan dalam ukuran-ukuran fisik, ukuran fisik diterjemahkan ke satuan uang. Nilai uang dari input dihitung: mengalikan kuantitas fisik dengan harga per unit. Jumlah perhitungan nilai uang disebut biaya. Biaya merupakan ukuran moneter dari jumlah sumber daya yang digunakan oleh suatu pusat tanggung jawab.

Mengukur Output Hal yang tidak mudah mengukur nilai output. Contoh: tidak mungkin untuk mengukur nilai output pekerjaan bagian humas, bagian pengendalian mutu, dan staf hukum. Dalam organisasi nirlaba: tidak ada tolok ukur output secara kuantitatif. Beberapa organisasi menggunakan perkiraan atau angka pengganti (surrogate numbers) dengan mengetahui keterbatasannya.

Efisiensi dan Efektivitas Konsep input dan output digunakan untuk menjelaskan makna efisiensi dan efektivitas. Efisiensi dan efektivitas: dua kriteria untuk penilaian kinerja pusat tanggung jawab. Istilah efisiensi dan efektivitas digunakan dalam suatu perbandingan, bukan dalam makna absolut.

Efisiensi Efisiensi merupakan rasio output terhadap input, atau jumlah output per unit input Pusat tanggung jawab A lebih efisien daripada pusat tanggung jawab B: 1. Jika menggunakan input yang lebih sedikit daripada pusat tanggung jawab B untuk memproduksi output yang sama; 2. Menggunakan input yang sama namun memproduksi output yang lebih besar.

Kriteria Efisiensi Kriteria pertama: tidak mengharuskan output dikuantitatifkan, tetapi menilai bahwa output kedua unit hampir sama. Jika demikian halnya, maka unit yang menggunakan input lebih rendah (biaya yang lebih rendah) adalah yang lebih efisien. Kriteria kedua: input kedua unit sama namun output yang dihasilkan berbeda. Jika demikian, maka dibutuhkan beberapa tolok ukur output kuantitatif.

Efektivitas Efektivitas merupakan hubungan antara output yang dihasilkan oleh suatu pusat tanggung jawab dengan tujuannya Makin besar output yang dikontribusikan terhadap tujuan, maka makin efektif. Karena output dan tujuan sulit dikuantifikasi, maka efektivitas cenderung dinyatakan dalam istilah subjektif dan non-analitis: kinerja kampus A yang terbaik, tetapi kampus B agak menurun.

Hubungan Efisiensi dan Efektivitas Efisiensi dan efektivitas terkait satu sama lain: setiap pusat tanggung jawab harus efektif dan efisien. Suatu pusat tanggung jawab menjalankan tugas dengan input terendah mungkin efisien, tetapi jika output yang dihasilkan gagal memberikan kontribusi pada pencapaian tujuan organisasi, maka pusat tanggung jawab tersebut tidak efektif. Suatu pusat tanggung jawab akan bersifat efisien jika melakukan sesuatu dengan tepat, dan akan bersifat efektif jika melakukan hal-hal yang tepat

Peranan Laba Tujuan organisasi adalah memperoleh laba. Laba merupakan tolok ukur atas efektivitas organisasi, karena tujuan organisasi adalah memperoleh laba. Laba merupakan selisih antara pendapatan (output) dan biaya (input), maka laba juga ukuran efisiensi.

Jenis Pusat Tanggung Jawab 1. Pusat Pendapatan 2. Pusat Beban 3. Pusat Laba 4. Pusat Investasi

Pusat Pendapatan input tidak dihubungkan dengan output Input (moneter biaya langsung) Pekerjaan Output (moneter pendapatan) Di pusat pendapatan, ouput diukur secara moneter

Pusat BebanTeknik Input (moneter) hubungan optimal dapat ditetapkan Pekerjaan Output (fisik) Di pusat beban, input yang diukur secara moneter

Pusat Beban Kebijakan hubungan optimal tidak dapat ditetapkan Input (moneter) Pekerjaan Output (fisik)

Pusat Laba input dihubungkan dengan output Input (moneter biaya) Pekerjaan Output (moneter laba) Di pusat laba, pendapatan (output) dan beban (input) diukur secara moneter

Pusat Investasi input dihubungkan dengan modal yang digunakan Input (moneter biaya) Modal yang Digunakan Output (moneter laba) Di pusat investasi, hubungan antara laba dengan investasi diukur

Pusat Pendapatan Pusat pendapatan adalah pusat tanggung jawab yang output (pendapatan) diukur dalam satuan moneter, sedangkan input (beban/biaya) tidak dihubungkan dengan output

Karakteristik Pusat Pendapatan Output diukur secara moneter, tetapi tidak ada upaya formal untuk menghubungkan input dengan output. Pusat pendapatan: unit pemasaran yang tidak memiliki wewenang menetapkan harga jual dan tidak bertanggung jawab atas HPP barang yang dijual. Penjualan aktual diukur terhadap anggaran dan kuota (target). Manajer bertanggung jawab atas beban yang terjadi secara langsung, akan tetapi ukuran utama adalah pendapatan.

Pusat Beban Pusat beban adalah pusat tanggung jawab yang input (beban/biaya) diukur secara moneter, sedangkan output tidak diukur secara moneter

Jenis Pusat Beban 1. Pusat Beban Teknik 2. Pusat Beban Kebijakan

Pusat Beban Teknik Pusat beban teknik: kegiatan manufaktur. Di bagian pemasaran: pergudangan, distribusi, pengiriman dapat digolongkan pusat beban teknik. Di bagian administrasi dan umum: bagian piutang, hutang, bendahara gaji, catatan pegawai dan kafetaria di SDM, catatan pemegang saham di sekretariat perusahaan. Unit-unit tersebut menjalankan tugas repetitif sehingga biaya standar dapat dikembangkan.

Kinerja Pusat Beban Teknis Output dikalikan biaya standar setiap unit: mengukur biaya standar produk jadi. Selisih biaya standar dengan biaya aktual mencerminkan efisiensi pusat beban teknik. tugas lainnya: tanggung jawab terhadap mutu produk, volume produksi, efisiensi, pelatihan dan pengembangan karyawan. Penilaian kinerja meliputi penilaian seberapa baik manajer menjalankan tanggung jawabnya.

Pusat Beban Kebijakan Output pusat beban kebijakan tidak bisa diukur secara moneter. Bagian administrasi dan umum: akuntansi, hukum, humas, SDM, aktivitas litbang, dan hampir semua aktivitas pemasaran. Istilah kebijakan mencerminkan keputusan biaya optimum berkaitan dengan kebijakan tertentu, misal: apakah akan menyamai atau melampaui upaya pemasaran yang dilakukan pesaing; jumlah uang untuk aktivitas litbang; perencanaan keuangan.

Kinerja Pusat Beban Kebijakan Perbedaan anggaran dengan biaya aktual: selisih input yang dianggarkan dengan input aktual, tidak mencakup nilai output. Karena anggaran tidak untuk meramalkan jumlah biaya optimum, maka menjalankan aktivitas dalam batas-batas anggaran tidak berarti menunjukkan kinerja yang efisien.

Pengendalian Pusat Beban Kebijakan 1. Penyusunan Anggaran 2. Variasi (Perubahan) Biaya 3. Jenis Pengendalian Keuangan 4. Pengukuran Kinerja

Penyusunan Anggaran Manajeman membuat keputusan anggaran pusat beban kebijakan. Selanjutnya, menentukan apakah anggaran operasi mencerminkan biaya per unit dari pelaksanaan tugas secara efisien. Teknik membuat anggaran: management objective, yaitu suatu proses formal dimana pembuat anggaran mengusulkan untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu dan menyarankan ukuran yang akan dipakai dalam evaluasi kinerja.

Variasi (Perubahan) Biaya Biaya pusat beban kebijakan terlindungi dari perubahan jangka pendek. Karena, dalam membuat anggaran pusat beban kebijakan, manajeman cenderung menyetujui perubahan yang terkait dengan perubahan volume penjualan yang diantisipasi. Misal: menyetujui menambah tenaga kerja jika volume penjualan bergerak naik, dan sebaliknya.

Jenis Pengendalian Keuangan Tujuan pusat beban kebijakan: mengendalikan biaya dengan mengikutsertakan manajer dalam perencanaan, mendiskusikan langkah yang diambil, dan tingkat usaha seperti apa untuk masing-masing langkah. Pengendalian keuangan menjadi hal pokok dibahas pada tahap perencanaan. Pengendalian pengeluaran: persetujuan dari atasan sebelum anggaran terlampaui.

Pengukuran Kinerja Tugas pusat beban kebijakan: mencapai output yang diinginkan. Dalam pusat beban kebijakan: laporan keuangan bukan alat ukur mengevaluasi efisiensi. Pengendalian menyeluruh terhadap pusat beban kebijakan: mengukur kinerja nonfinansial.